globaltimurnn.com: Kesehatan

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2026

Tekan Angka Stunting dan Severe Wasting, Pemkab SBB Gencarkan Intervensi Preventif Serta Kolaborasi Lintas Sektoral

Juli 29, 2026


PIRU
, globaltimurnn.com — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus berkomitmen penuh dalam mempercepat penurunan dan pencegahan stunting serta permasalahan gizi buruk balita. 

Berdasarkan data resmi Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan pada tahun 2025, angka prevalensi stunting di Kabupaten SBB berada di angka 33,8 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Gariman Kurniawan, S.Kep., M.Kes., membenarkan rilis data tersebut. Ia menjelaskan bahwa indikator penilaian gizi dilakukan secara komprehensif melalui 92 indikator. 

Dengan angka 33,8 persen, Kab. SBB berada di peringkat ke-4 tertinggi dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku, sekaligus melebihi rata-rata prevalensi stunting Provinsi Maluku (29,4%) maupun angka nasional (19,8%).

Selain stunting, data SSGI 2024 juga menyoroti kondisi severe wasting (gizi buruk/sangat kurus) di SBB yang mencapai 6,8 persen dan menempati posisi tertinggi kedua di Maluku.

Menanggapi gambaran status gizi balita tersebut, Gariman menegaskan bahwa Bupati SBB, Ir. Asri Arman MT, memberikan perhatian dan komitmen yang sangat tinggi (konsen) untuk melakukan penanganan secara serius dan terukur.

"Bupati SBB, Bapak Ir. Asri Arman MT, sangat konsen terhadap penurunan angka prevalensi stunting dan gizi buruk ini. Karena data SSGI 2024 ini dirilis nasional pada 2025, Pemkab SBB langsung merespons cepat dengan langkah-langkah strategis di lapangan untuk menekan angka tersebut," tegas Kadis Kesehatan SBB, Gariman Kurniawan.

Strategi Kolaborasi Lintas Sektoral dan Penguatan Layanan Kesehatan Dasar

Gariman menerangkan bahwa intervensi gizi dan penanganan stunting tidak bisa ditumpukan pada Dinas Kesehatan semata. Penganggaran dan program aksi penanganan dijalankan secara terintegrasi bersama berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis lainnya melalui kolaborasi lintas sektoral.

Di tingkat tapak, Dinas Kesehatan SBB telah bergerak cepat melakukan pelacakan aktif serta aksi intervensi dini, salah satunya yang sedang gencar dilaksanakan di wilayah Kecamatan Seram Barat.

"Berbagai tindakan preventif sudah dan sedang kita jalankan. Pemanfaatan fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas dan Posyandu di setiap desa dioptimalkan sebagai garda terdepan untuk pelacakan, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga edukasi pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita," tutup Gariman.

Dengan kerja sama lintas sektor yang solid, penguatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta peran aktif masyarakat, Pemkab SBB optimistis dapat bertahap menekan angka stunting demi mewujudkan generasi SBB yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (Tim)

Selengkapnya

Rabu, 24 Juni 2026

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, SPN Polda Sultra Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah

Juni 24, 2026


Konawe
, globaltimurnn.com – Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), donor darah, dan vaksinasi influenza dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Mako SPN Polda Sultra, Rabu (24/6/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Klinik Pratama SPN Polda Sultra bekerja sama dengan UPTD PMI RSUD Konawe dan Puskesmas Anggotoa. Peserta kegiatan terdiri dari personel SPN Polda Sultra, Bhayangkari Cabang SPN Polda Sultra, keluarga personel, peserta Dikbangspes, serta masyarakat umum.


Kepala SPN Polda Sultra Kombes Pol. Gusti Agung Dhana Aryawan, S.I.K., M.I.K. mengatakan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kesehatan personel sekaligus masyarakat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.


"Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan. Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, sekaligus meningkatkan semangat kemanusiaan melalui kegiatan donor darah," ujarnya.


Berbagai layanan kesehatan diberikan secara gratis kepada peserta, meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, pemeriksaan dokter umum, pemberian obat, donor darah, hingga vaksinasi influenza.


Dari hasil pelaksanaan kegiatan, sebanyak 60 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Sementara itu, 60 orang mendaftarkan diri sebagai pendonor darah dan setelah melalui proses skrining kesehatan, 48 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.


Adapun kantong darah yang berhasil dikumpulkan terdiri dari 12 kantong golongan darah A, 15 kantong golongan darah B, 4 kantong golongan darah AB, dan 17 kantong golongan darah O. Selain itu, sebanyak 50 peserta juga mengikuti vaksinasi influenza.


Melalui kegiatan ini, SPN Polda Sultra berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi nyata di bidang kemanusiaan dan kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Selasa, 23 Juni 2026

Kadiskes Kodaeral IX Hadiri Bakti Kesehatan Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara

Juni 23, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kodaeral IX, Kolonel Laut (K) Joko Santoso mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menghadiri Bakti Kesehatan peringatan HUT ke-80 Bhayangkara Tahun 2026 yang digelar di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Selasa (23/6/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kodaeral mengirimkan Tim Medis yakni satu dokter umum dan para medis untuk berpartisipasi dan membantu pelaksanaan Bakti Kesehatan yang dipertukan bagi masyarakat ini. 


Bakti kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan serta bantuan sosial guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Maluku.


Dalam kegiatan tersebut, berbagai layanan kesehatan diberikan kepada masyarakat, meliputi khitanan massal, pengobatan umum dan spesialis, pengobatan gigi, serta pemberian santunan dan paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.


Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, yang menunjukkan sinergitas dan soliditas antar instansi dalam mendukung kegiatan kemanusiaan serta mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.


Kehadiran Kadiskes Kodaeral IX dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IX, terhadap program-program sosial dan kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Polri. 


Melalui kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kerja sama lintas sektor dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjaga stabilitas dan keharmonisan di wilayah Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Dari Sunatan Massal, Operasi Katarak Hingga Bantuan Kursi Roda, Bakti Kesehatan Polda Sultra Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80 Bawa Manfaat Nyata Bagi Masyarakat

Juni 23, 2026


Kendari
, globaltimurnn.com – Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Sulawesi Tenggara menggelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial Polri untuk Masyarakat di kawasan MTQ Kendari, Selasa (23/6/2026). Berbagai layanan kesehatan diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.


Kegiatan tersebut menghadirkan beragam layanan kesehatan, mulai dari sunatan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum, pelayanan keluarga berencana (KB), pencegahan stunting, hingga penyerahan kursi roda bagi penyandang disabilitas. Selain itu, Polda Sultra juga melaksanakan operasi katarak dan operasi bibir sumbing yang dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.


Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sultra, Kombes Pol. drg. Ignatius Hendra Arifianto, Sp.Kg., mengatakan seluruh rangkaian bakti kesehatan merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.


"Dalam bakti kesehatan, seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui sinergi Polri, TNI, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, PMI, serta berbagai elemen masyarakat," ujar Kombes Hendra.


Pelaksanaan bakti kesehatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya Ilma (42), warga yang mengikutsertakan putranya, Arkansa (11), dalam kegiatan sunatan massal. Ia mengaku bersyukur dan mengapresiasi kepedulian Polda Sultra melalui pelayanan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada Polda Sultra, khususnya Bid Dokkes, yang telah menyelenggarakan sunatan massal ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat," ungkap Ilma.


Hal tersebut juga disampaikan oleh Serda Khairul, personel TNI dari Korem 143 Halu Oleo bersama istri tercinta yang membawa serta anak laki-lakinya untuk mengikuti sunatan massal. "Semoga ditahun-tahun berikutnya adalagi dan semoga Polri jaya selalu," ungkap Serda Khairul.


Rasa syukur juga disampaikan Asrul (57), warga asal Gorontalo yang mengikuti operasi katarak di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Ia mengaku mengetahui adanya layanan tersebut melalui informasi dari pihak RS Bhayangkara.


"Alhamdulillah saya mendapat informasi dari RS Bhayangkara untuk operasi katarak. Terima kasih kepada Polda Sultra, semoga Polri semakin sukses dan terus hadir membantu masyarakat," katanya.


Sementara itu, Hatibe (76), penerima bantuan kursi roda, mengaku sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan Polda Sultra. Bantuan tersebut memudahkan aktivitasnya sehari-hari sebagai penyandang disabilitas.


Melalui Bakti Kesehatan Polri untuk Masyarakat, Polda Sultra berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat nyata di bidang kesehatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. (V374) 

Selengkapnya

Rabu, 17 Juni 2026

Wujud Kepedulian Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80, Bid Dokkes Polda Sultra Respon Tangani Keluhan Warga Terdampak DBD Pasca Banjir di Lepo-Lepo

Juni 17, 2026


Kendari
, globaltimurnn.com – Tim Patroli Jentik Presisi (PJP) Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sultra menunjukkan respons cepat dalam menangani keluhan warga RW 5, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Rabu 17 Juni 2026. Berkaitan dengan seorang anak terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) serta meningkatnya populasi nyamuk di kawasan tersebut pasca terjadinya banjir yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.


Mendapat laporan dari warga, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan menyeluruh. Kehadiran tim di tengah-tengah permukiman warga disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini merasa khawatir dengan kondisi lingkungan pascabanjir. Genangan air yang tersisa akibat banjir dinilai menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit DBD yang sangat berbahaya bagi masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 156 rumah di wilayah RW 5 Kelurahan Lepo-Lepo berhasil mendapatkan layanan fogging atau pengasapan dari Tim PJP Biddokkes Polda Sultra. Proses fogging dilakukan secara sistematis dari rumah ke rumah guna memastikan seluruh area permukiman terbebas dari ancaman nyamuk pembawa virus dengue. 


Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara institusi kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Tim PJP Biddokkes Polda Sultra menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya bersifat reaktif, melainkan juga preventif demi mencegah meluasnya kasus DBD di wilayah Kelurahan Lepo-Lepo. Masyarakat juga dihimbau untuk aktif melaksanakan gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk.


Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. drg. Ignatius Hendra A., Sp.KG, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap  kesehatan masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus hadir di tengah-tengah kesulitan warga, khususnya dalam mengantisipasi dampak kesehatan lingkungan. 


Kombes Pol. Ignatius Hendra juga menambahkan bahwa Tim PJP dibentuk secara khusus dengan pendekatan "Presisi" agar mampu merespon aduan masyarakat dengan cepat dan akurat. Ia berharap kegiatan fogging ini dapat memberikan rasa aman secara psikologis maupun medis bagi Masyarakat Khususnya warga kelurahan lepo-lepo 


Respon cepat dari jajaran Biddokkes Polda Sultra ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari pemerintah setempat. Lurah Lepo-Lepo, Ridlan Nurung, S.Sos., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih langsung kepada pihak kepolisian atas kepedulian luar biasa yang ditunjukkan di wilayah kerjanya. 


"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolda Sultra beserta jajaran Biddokkes yang telah bergerak cepat melakukan fogging di lingkungan warga kami. Langkah ini sangat membantu menenangkan kecemasan warga akan ancaman penyakit malaria pasca-bencana," ujar Ridlan Nurung saat memantau langsung proses pengasapan di pemukiman warganya.


Ketua RW 5 Kelurahan Lepo-Lepo Musran Konggo, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan kecepatan respons Tim PJP Biddokkes Polda Sultra dalam menanggapi keluhan mereka. Langkah sigap yang ditunjukkan oleh jajaran Polda Sultra ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan kasus DBD di wilayah tersebut dapat segera ditekan dan tidak meluas ke kawasan lainnya.


Selain melakukan fogging, Tim PJP Biddokkes Polda Sultra juga menyempatkan diri untuk memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasca-banjir. Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan langkah 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas) guna memastikan jentik-jentik nyamuk baru tidak kembali berkembang biak di sisa-sisa genangan air. (Rdks) 

Selengkapnya

Jumat, 22 Mei 2026

Jaga Kesehatan Keluarga Prajurit, Ketua Daerah Jalasenastri Kodaeral IX Tinjau Posyandu Bobara

Mei 22, 2026

Foto : Jaga Kesehatan Keluarga Prajurit, Ketua Daerah Jalasenastri Kodaeral IX Tinjau Posyandu Bobara

Ambon
, Globaltimurnn.com - Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas bersama Pengurus meninjau aktifitas pelayanan Posyandu Bobara Kodaeral IX, Kesatrian Kodaeral lX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku pada Jumat (22/5/2026).


Kehadiran Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI ini menegaskan komitmen organisasi prajurit TNl AL  dalam mengawal kesehatan keluarga besar TNI Angkatan Laut serta masyarakat sekitar.


Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulannya yang diikuti oleh bayi, Balita, APRAS, remaja, ibu hamil serta Lansia di wilayah Kodaeral IX.


Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan Penimbangan berat badan, Pengukuran tinggi badan, Imunisasi, Cek tensi darah, Cek gula darah, Pemeriksaan Ibu hamil , Penyuluhan  Kesehatan Gigi dan Mulut pada anak dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan).


Pada kesempatan tersebut, Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI menyampaikan bahwa Posyandu ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Jalasenastri untuk memastikan pelayanan kesehatan yang merata dan bermutu tinggi bagi keluarga.


"Pelaksanaan Posyandu rutin ini diharapkan dapat memberikan akses layanan kesehatan primer terdekat bagi keluarga yang berada di wilayah Kodaeral IX. Dengan deteksi dini dan pemantauan berkala, kita dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di lingkungan ini secara signifikan," tegasnya.

Pada kegiatan Posyandu kali ini, juga dilangsungkan penyuluhan kepada anggota Jalasenastri dengan materi Kesehatan Gigi pada Anak-anak dengan narasumber Letkol Laut (K) drg. Bobby Ardhi Susetyo, Sp.Pros, dan materi Kesehatan Pada Ibu Hamil dan Lansia yang disampaikan oleh Kapten Laut (K) dr. Pramudya Kurniawan, Sp. PD.


Melalui kontribusi aktif dan dedikasi dari seluruh Pengurus Jalasenastri Kodaeral IX, kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar, sekaligus menjadi pilar penting dalam mewujudkan keluarga prajurit yang sehat, tangguh, dan sejahtera.



Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Evi Muhammad Risahdi, para Ketua Seksi, Ketua Cabang 1 s/d 5, Pabinhar, pengurus dan keluarga prajurit Kodaeral lX lainnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Senin, 18 Mei 2026

Empat Warga SBB Positif DBD, Orangtua Pasien Desak Pemkab Segera Lakukan Fogging

Mei 18, 2026

Foto : Empat Warga SBB Positif DBD, Orangtua Pasien Desak Pemkab Segera Lakukan Fogging

SBB
, Globaltimurnn.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mulai menjadi perhatian serius. Hingga Selasa (19/5/2026), tercatat empat warga dinyatakan positif DBD, terdiri dari satu remaja dan tiga balita yang kini menjalani perawatan di RSUD Piru.


Orangtua salah satu pasien, Ibu Tasya Matinahoru, mengaku khawatir dengan kondisi putranya yang dinyatakan positif DBD berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.


“Anak saya sudah diperiksa dan hasilnya positif DBD. Kami berharap pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan, segera mengambil tindakan cepat seperti fogging atau langkah pencegahan lainnya,” ujar Tasya saat ditemui wartawan di RSUD Piru, Selasa.


Menurut Tasya, penanganan cepat sangat penting agar penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti itu tidak semakin meluas.


“Jangan sampai harus menunggu ada korban lagi baru dilakukan tindakan,” katanya.


Informasi yang dihimpun di RSUD Piru menyebutkan, hingga saat ini sudah ada empat pasien yang terkonfirmasi positif DBD. Seorang pegawai RSUD Piru yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya kasus tersebut.


“Benar, sampai hari ini ada empat pasien yang hasil laboratoriumnya menyatakan positif DBD,” ungkap sumber tersebut.


Munculnya sejumlah kasus DBD dalam waktu bersamaan memicu kekhawatiran masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah antisipatif, mulai dari penyemprotan fogging di wilayah yang terindikasi sebagai lokasi penularan hingga mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.


Selain fogging, masyarakat juga diminta untuk menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.


Sampai berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Informasi yang diperoleh menyebutkan sejumlah pejabat terkait sedang berada di luar daerah. (YL) 

Selengkapnya

Minggu, 10 Mei 2026

Gawat,,,22 Puskesmas Di SBB Krisis Dana, Terancam Tutup, Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair

Mei 10, 2026

Foto :  Gawat,,,22 Puskesmas Di SBB Krisis Dana, Terancam Tutup, Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair

SBB
, suaratabaosonline.com - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat menghadapi ancaman serius. 


Dari total 22 Puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan,  belum menerima pencairan dana operasional dan Jasa Pelayanan (Jaspel) sejak Januari 2024, Akibatnya, sejumlah Kepala Puskesmas (Kapus) terpaksa menggunakan dana pribadi untuk menjaga layanan tetap berjalan.


Dana yang semestinya dialokasikan untuk membiayai kebutuhan dasar seperti listrik, air, internet, hingga pembelian vitamin dan obat, hingga kini belum juga masuk ke rekening operasional masing-masing Puskesmas.


Permasalahan utama disebut-sebut berasal dari status keuangan Puskesmas yang sudah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 


Meskipun Surat Keputusan (SK) BLUD sudah dikeluarkan, pencairan dana justru tersendat karena belum jelasnya regulasi teknis di tingkat daerah.


Seharysnya, 22 Puskesmas ini yang telah berstatus BLUD menerima pencairan dana kapitasi JKN, yang dialokasikan 70% untuk Jaspel dan 30% untuk operasional. 


Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing Puskesmas tanpa hambatan, namun hingga berita ini muncul dana tersebut tak kunjung masuk di rekening puskesmas.


“Sudah hampir kurang lebih 2 tahun kami menalangi operasional dengan uang pribadi, Nominalnya tidak sedikit, bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap salah satu Kepala Puskesmas yang enggan namanya disebutkan. 


Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin layanan kesehatan dasar akan terhenti sementara, Masyarakat akan menjadi korban akibat kebuntuan birokrasi yang berkepanjangan.


Kepala-kepala Puskesmas berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat segera mencari solusi konkret, baik melalui kebijakan darurat maupun percepatan revisi regulasi. 


Hal ini penting agar pelayanan kesehatan tetap bisa diakses masyarakat tanpa harus mengorbankan tenaga medis yang sudah bekerja di luar batas kemampuan finansial pribadi.


Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, keterlambatan pencairan dana operasional dan Jaspel tidak bisa ditoleransi terlalu lama. 


Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan perlu memberikan kepastian kepada tujuh Puskesmas terdampak terkait status pencairan, serta membuka ruang dialog transparan dengan pihak pengelola BLUD.


Jika tidak, dampaknya bukan hanya berhenti pada terganggunya pelayanan, Kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan publik juga bisa runtuh.


22 Kepala Puskesmas tersebut telah bersepakat, apabila tidak ada perhatian dari Bupati, DPRD Seram Bagian Barat dan Kepala Dinas Ksehatan, maka mereka akan menutup Faskes (Puskesamas) terhadap pelayanan masyarakat sampai ada perhatian dari Pemerintah Daerah dan DPRD Seram Bagian Barat. (Tim) 

Selengkapnya

Berita Menarik,,, Sebanyak 22 Puskesmas Di SBB Terancam Tutup, Akibat Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair, Diduga Krisis Dana

Mei 10, 2026

Foto : Berita Menarik,,, Sebanyak 22 Puskesmas Di SBB Terancam Tutup, Akibat Operasional Dan Jaspel Tak Kunjung Cair, Diduga Krisis Dana

SBB
, Globaltimurnn.com - Pelayanan kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat menghadapi ancaman serius. 


Dari total 22 Puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan,  belum menerima pencairan dana operasional dan Jasa Pelayanan (Jaspel) sejak Januari 2024, Akibatnya, sejumlah Kepala Puskesmas (Kapus) terpaksa menggunakan dana pribadi untuk menjaga layanan tetap berjalan.


Dana yang semestinya dialokasikan untuk membiayai kebutuhan dasar seperti listrik, air, internet, hingga pembelian vitamin dan obat, hingga kini belum juga masuk ke rekening operasional masing-masing Puskesmas.


Permasalahan utama disebut-sebut berasal dari status keuangan Puskesmas yang sudah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). 


Meskipun Surat Keputusan (SK) BLUD sudah dikeluarkan, pencairan dana justru tersendat karena belum jelasnya regulasi teknis di tingkat daerah.


Seharysnya, 22 Puskesmas ini yang telah berstatus BLUD menerima pencairan dana kapitasi JKN, yang dialokasikan 70% untuk Jaspel dan 30% untuk operasional. 


Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing Puskesmas tanpa hambatan, namun hingga berita ini muncul dana tersebut tak kunjung masuk di rekening puskesmas.


“Sudah hampir kurang lebih 2 tahun kami menalangi operasional dengan uang pribadi, Nominalnya tidak sedikit, bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap salah satu Kepala Puskesmas yang enggan namanya disebutkan. 


Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin layanan kesehatan dasar akan terhenti sementara, Masyarakat akan menjadi korban akibat kebuntuan birokrasi yang berkepanjangan.


Kepala-kepala Puskesmas berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat segera mencari solusi konkret, baik melalui kebijakan darurat maupun percepatan revisi regulasi. 


Hal ini penting agar pelayanan kesehatan tetap bisa diakses masyarakat tanpa harus mengorbankan tenaga medis yang sudah bekerja di luar batas kemampuan finansial pribadi.


Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, keterlambatan pencairan dana operasional dan Jaspel tidak bisa ditoleransi terlalu lama. 


Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan perlu memberikan kepastian kepada tujuh Puskesmas terdampak terkait status pencairan, serta membuka ruang dialog transparan dengan pihak pengelola BLUD.


Jika tidak, dampaknya bukan hanya berhenti pada terganggunya pelayanan, Kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan publik juga bisa runtuh.


22 Kepala Puskesmas tersebut telah bersepakat, apabila tidak ada perhatian dari Bupati, DPRD Seram Bagian Barat dan Kepala Dinas Ksehatan, maka mereka akan menutup Faskes (Puskesamas) terhadap pelayanan masyarakat sampai ada perhatian dari Pemerintah Daerah dan DPRD Seram Bagian Barat. (Yan) 

Selengkapnya

Selasa, 05 Mei 2026

Pulau Manipa Sasaran Terakhir Baksos dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

Mei 05, 2026

Foto : Pulau Manipa Sasaran Terakhir Baksos dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

SBB
, Globaltimurnn.com - Warga Negeri Tumalehu Barat Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku menjadi sasaran terakhir bakti sosial kesehatan dalam misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 kolaborasi TNl AL dan Bank Indonesia pada Selasa (5/5/2026) kemarin. 


KRl Dorang-874 dari Satuan Kapal Patroli Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) lX yang membawa Tim ERB 2026 bersandar di Pelabuhan Laut Pulau Manipa. 


Mendengar informasi Tim ERB tiba, Warga Negeri Tumalehu Barat, langsung berkumpul di Kantor Kecamatan  Kepulauan Manipa untuk mengikuti sosialisasi dan layanan kesehatan gratis. 


Tim kesehatan yang diawaki Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina, Serda APM/W Meilania dan Kls APM Ikhwan tampak sibuk memberikan layanan kesehatan kepada sedikitnya 80 warga yang berobat dengan berbagai keluhan, diantaranya Dermatitis, Dispepsia, TTH, Asam Lambung, dan ISPA. 


Sementara itu Tim Bl bergerak memberikan kayanan penukaran uang rupiah dan Sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah dengan pemateri Monang dan Ongen.


Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Raja Negeri Tumalehu Barat, Irsyandi H.Tiakoly, Sekdes Negeri Tumalehu Barat, Saleh Waber, Kaur Umum, Hasan Salisy, Ketua BPDB  Tojadin Salisy para tokoh adat dan tokoh agama Negeri Tumalehu. 


Sekdes Tumalehu Barat mengucapkan terimakasih kepada TNI AL khususnya Kodaetal lX dan Bank BI Maluku, yang telah menggelar ERB 2026 sampai di Negeri Tumalehu. 


"Terimakasih Kodaeral lX dan Bl yang telah memberikan layanan kesehatan gratis, penukaran uang dan sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah, kami berharap ini bukan yang terakhir, tapi awal untuk program tahun berikutnya," ungkapnya. (V374) 

Selengkapnya

Jumat, 01 Mei 2026

Tim Kesehatan Kodaeral lX dalam Misi ERB 2026 Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Pulau Teor

Mei 01, 2026

Foto : Tim Kesehatan Kodaeral lX dalam Misi ERB 2026 Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Pulau Teor 

SBT
, Globaltimurnn.com - Tiba di Pulau Teor sebagai sasaran kedua dalam Misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia 2026, Tim Kesehatan Kodaeral lX langsung berikan layanan kesehatan gratis yang digelar di SD Naskat Rumoy Ker - Ker, Kecamatan Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, Jum'at (1/5/2026). 


KRl Dorang-874 dari Satuan Kapal Patroli Kodaeral lX yang dikomandani Letkol Laut (P) Eko Hadi Suwarno, lego jangkar disekitar Pelabuhan Pulau Teor. Dengan sekoci menurunkan 15 personel Tim ERB Bl dan Tim Kesehatan Kodaeral lX yang terdiri dari Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina, Serda APM/W Meilania dan Kls APM Ikhwan.


Sedikitnya 70 pasien dari masyarakat Pulau Teor datang ke lokasi Bakti Sosial Kesehatan dengan berbagai keluhan, diantaranya Osteoarthritis, Hipertensi, Dermatitis, Dispepsia, Sakit Kepala, ISPA, Asam Lambung, Sakit Mata dan sakit Kulit.


Semantara itu, Tim ERB Bl juga melaksanakan tugasnya melayani penukaran uang rupiah berbagai pecahan sekaligus memberikan Sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah yang disampikan  anggota Tim ERB Bl, Erawan Prasetya. 


Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Pulau Teor, Serda Albert Vovit, tokoh agama dan adat masyarakat Pulau Teor lainnya. 



Rico- salah seorang perwakilan masyarakat Pulau Teor mengucapkan terimakasih kepada Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dan TNl AL yang telah mengirim KRl Dorang-874 dari Satrol Kodaeral lX plus tim kesehatannya, yang telah memberikan layanan pengobatan gratis. 


"Ini adalah harapan yang telah lama kita nantikan di Teor sebagai salah satu wilayah yang masuk daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil) di Provinsi Maluku, semoga hal ini bisa berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan kami disini," ungkapnya.


Selesai memberikan layanan di Pulau Teor, KRl Dorang-874 yang membawa tim ERB 2026, bertolak kembali melanjutkan misi menuju Pulau Kesui sebagai sasaran ketiga misi. (Rdks) 


Selengkapnya

Kamis, 30 April 2026

Tiba di Pulau Kur, Tim Kesehatan Kodaeral lX Tancap Gas Layani Pengobatan Gratis

April 30, 2026

Foto : Tiba di Pulau Kur, Tim Kesehatan Kodaeral lX Tancap Gas Layani Pengobatan Gratis

Malra
, Globaltimurnn.com - Tiba di Pelabuhan Laut, Pulau Kur sebagai sasaran pertama, Tim Kesehatan Kodaeral lX yang tergabung dalam misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, langsung tancap gas membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Pulau Kur, Kota Tual, Maluku, Kamis (30/4/2026).


Tim Kesehatan Kodaeral lX yang terdiri dari Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina, Serda APM/W Meilania dan Kls APM Ikhwan ini, tiba di Pulau Kur dengan menggunakan KRl Dorang-874, Satrol Kodaeral lX yang dikomandani Letkol Laut (P) Eko Hadi Suwarno bersama 15 personel Tim ERB Bank lndonesia 2026.


Dalam Bakti Sosial Kesehatan Kodaeral lX di Pulau Kur tersebut, dr. Gina bersama tim berhasil melayani sedikitnya 60 pasien dari masyarakat Pulau Kur dengan berbagai keluhan diantaranya ISPA, Osteoarthritis, Hipertensi, Dermatitis, Dispepsia, dan sakit kepala. 


Semantara itu tim ERB BI 2026 ditempat yang sama melaksanakan membuka layanan Penukaran Uang Rupiah, Edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, Program Kemitraan Edukasi CBP Rupiah dengan Duta Mainyo di setap Pulau dan pemasangan Signage ERB sebagai simbol kehadiran Rupiah di Pulau Kur. 


Selain itu, Tim dari Kodaeral lX juga melaksanakan Komunikasi Sosial berupa Edukasi Bela Negara dan Edukasi Siaga Bencana Pesisir Pulau yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Pulau Kur. 


Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Pulau Kur, Johan Renwarin, Kepala Desa Lokwirin, Kepala Desa Finualen, Kepala Desa Tubyal, Kepala Desa Sermaf  para tokoh agama dan adat diwilayah Pulau Kur lainnya. 


Camat Pulau Kur, Johan Renwarin berterima kasih kepada TNl AL yang telah mengirimkan KRl Dorang-874 dari Satrol Kodaeral lX yang membawa Tim ERB Bl 2026 untuk melayani kebutuhan penukaran uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah bagi masyarakat Pulau Kur yang masih termasuk daerah 3 T (Terdepan, Terluar dan Terpencil). 


"Terimakasih kepada TNl AL, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Maluku yang telah hadir di rumah Kami, Pulau Kur, terimakasih atas layanan penukaran uang dan pengobatan gratis dari Tim Kesehatan Kodaeral lX," uangkapnya. 


Johan Renwarin berharap, kehadiran negara melalui TNl AL, Bl dan Pemprov Maluku di Pulau Kur ini, dapat dilakukan lebih sering, sehingga bisa mendorong dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarkat di Pulau Kur. (Rdks) 

Selengkapnya

Kamis, 23 April 2026

Gelar Pengobatan Massal dan Berbagi Sembako, Kodim 1504/Ambon Hadir Ditengah Masyarakat Aboru

April 23, 2026

Foto : Gelar Pengobatan Massal dan Berbagi Sembako, Kodim 1504/Ambon Hadir Ditengah Masyarakat Aboru

Malteng
, Globaltimurnn.com - Kodam XV/Pattimura bersama Pemerintah Provinsi Maluku, dengan dukungan Pemerintah Negeri Aboru, menggelar bakti sosial berupa pengobatan massal, pembagian sembako, serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Negeri Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (23/4/2026).


Kegiatan tersebut dibuka oleh Perwira Penghubung (Pabung) Maluku Tengah Kodim 1504/Ambon Letkol Inf La Ala Buton, S.Ag., M.M., didampingi Danramil 1504-07/Haruku Kapten Inf Law Nuru, Penjabat Raja Negeri Aboru Melkianus Leuhena, serta tim medis dari Kesdam XV/Pattimura.


Bakti sosial ini diawali dengan karya bakti pembersihan jalan lorong setapak dan pembangunan dua titik MCK di Dusun Salele sejak Selasa (21/4/2026). Pembangunan MCK tersebut saat ini masih dalam tahap awal penggalian, sementara tiga titik lainnya direncanakan dilanjutkan secara bertahap.



Selain karya bakti, kegiatan pengobatan massal dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama, pelayanan kesehatan umum dan gigi dibuka bagi warga sektor jemaat Bethel yang meliputi Bethesda, Zaitun, Tiberias, dan Daiken.


Sedangkan pada hari kedua, Jumat (24/4/2026), pelayanan dilanjutkan dengan pemeriksaan gigi, mata, kesehatan umum, serta penyakit dalam bagi warga wilayah Getsemani dan Nazaret.


Animo masyarakat pada hari pertama tercatat tinggi. Dari target awal 50 orang, jumlah warga yang memeriksakan kesehatan meningkat menjadi 72 orang, dengan rincian 21 pasien gigi dan 51 pasien umum.



Tak hanya itu, sebanyak 169 warga menerima bantuan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bantuan tersebut disalurkan melalui perwakilan masyarakat di Dusun Salele, Dusun Amalaina, Dusun Waikenang, dan Dusun Hour. Sementara warga Dusun Naira, Kampung Baru, dan Tanital dijadwalkan menerima bantuan dan layanan kesehatan gratis pada hari kedua.


Tim medis yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Kapten CKM Adrian Hardianto (dokter umum), Kapten (K) drg Amanda Anggrek Amelia (dokter gigi), Lettu CKM dr Fritz Geraldi Syah (dokter umum), serta Kopda Ronaldo de Lima sebagai pengemudi ambulans.


Dalam sambutannya, Letkol Inf La Ala Buton menyampaikan salam hormat dari Pangdam XV/Pattimura dan Dandim 1504/Ambon kepada masyarakat Negeri Aboru. Ia menegaskan bahwa pengobatan massal diberikan secara gratis guna membantu warga memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Kota Ambon.



“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Salah satu indikator kesejahteraan adalah kesehatan. Kalau badan sehat, aktivitas sehari-hari juga lebih nyaman,” ujar La Buton.


Sementara itu, Penjabat Raja Negeri Aboru Melkianus Leuhena mengapresiasi jajaran TNI atas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI yang sudah meluangkan waktu hadir memberikan pelayanan kesehatan. Ini sangat membantu karena masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk berobat,” katanya.


Leuhena menambahkan, bantuan sembako akan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan, seperti janda, duda, anak yatim piatu, serta penyandang disabilitas.


Kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian TNI terhadap kesejahteraan warga di wilayah Maluku Tengah. (V374) 

Selengkapnya

Sabtu, 18 April 2026

Ini Cerita Anak Petani Yang Berhasil Menjadi Dokter, Dan Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik Di Maluku

April 18, 2026

Foto : Ini Cerita Anak Petani Yang Berhasil Menjadi Dokter, Dan Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik Di Maluku

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kisah Seorang Pemimpin yang Tidak Pernah Lupa dari Mana Ia Berasal, dan Tidak Pernah Berhenti Membawa Kemajuan ke Tanahnya, Dulu ia berjalan kaki menjual daging sapi dari rumah ke rumah. 


Kini ia membangun klinik mata berteknologi mutakhir di tengah pulau terpencil. Bukan karena ia berubah. 


Tapi karena ia tahu persis apa yang dirindukan oleh orang-orang kecil seperti dirinya dulu.


Pulau Saparua, Maluku Tengah, Di sinilah seorang Elna Anakotta menghirup udara pertama kali, Dan di pulau kecil inilah ia belajar pelajaran paling berharga yang tidak pernah diajarkan di bangku sekolah mana pun, bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti, dan setiap orang layak mendapat kesempatan yang sama tanpa memandang siapa mereka.


Ayahnya, Eliza Anakotta, bukan sekadar petani cengkeh dan gembala sapi, Ia juga tukang jagal sapi di pulau itu, Setiap hari, setelah pisau jagalnya berhenti bekerja, ia memotong daging menjadi bagian-bagian kecil untuk dijual. 


Dan siapa yang mengantarkannya ke pelanggan? Elna kecil putrinya sendiri.


Sepulang sekolah, sementara anak-anak lain berlari menuju lapangan atau duduk manis di depan televisi, Elna menggantungkan keranjang berisi daging segar di lengannya. 


Ia berjalan kaki keliling kampung. Dari rumah ke rumah, Dalam panas yang menyengat, Dalam hujan yang mengguyur.


Ia tidak pernah mengeluh. Bukan karena ia tidak lelah, Bukan karena ia tidak ingin bermain, Tapi karena ia tahu, setiap potong daging yang laku adalah beras untuk makan malam, Setiap rupiah yang ia terima dari pembeli adalah doa yang dipanjatkan orang tuanya.


Dari sinilah mental baja Elna terbentuk, Ia belajar bahwa tidak ada yang instan dalam hidup, Ia belajar bahwa pelayanan sejati dimulai dari kerendahan hati dari bersedia berjalan kaki di jalan berbatu, dari bersedia tersenyum kepada setiap pelanggan meskipun kaki terasa melepuh.


Ibunya, Suster Nanda Mailisa, bekerja sebagai suster di Rumah Sakit Umum Saparua, Setiap hari, Elna melihat ibunya merawat pasien dengan kelembutan yang tidak pernah berpura-pura. 


Ia melihat ibunya membersihkan luka yang bernanah, Ia melihat ibunya mengganti perban berdarah, Ia melihat ibunya memegang tangan pasien yang ketakutan, lalu berbisik,Tidak apa-apa, Tuhan beserta kita.


Dari ibunya, Elna belajar bahwa menjadi pelayan kesehatan bukanlah profesi melainkan panggilan jiwa, Ibunya tidak kaya, Gaji suster di RSU Saparua tidak pernah cukup untuk kehidupan mewah. 


Tetapi ibunya kaya dalam kasih. Dan bagi Elna kecil, itu lebih dari cukup untuk menjadi teladan seumur hidup, Suatu hari, aku ingin seperti Ibu, bisik Elna dalam hati suatu malam, ketika ia melihat ibunya pulang larut dengan wajah lelah tetapi mata yang tetap bersinar.


Di tengah kesibukannya membantu orang tua, Elna tidak pernah membiarkan pendidikannya terabaikan, Justru sebaliknya keterbatasan menjadi bensin yang membakar semangat belajarnya.


Dari SD hingga SMA, nama Elna Anakotta selalu berada di peringkat pertama, Juara kelas, Juara umum, Juara murid teladan tingkat Kabupaten Maluku Tengah, Juara murid teladan tingkat Provinsi Maluku.  


Saat kelulusan SMA tiba, bukan Elna yang mencari universitas tetapi universitas yang berebut dirinya, Enam perguruan tinggi terbaik di Indonesia membuka pintu untuknya: Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Hasanuddin (UNHAS). Elna memilih UGM. 


Bukan karena lebih bergengsi. Bukan karena lebih populer, Tapi karena Yogyakarta adalah kota yang mengajarkan kesederhanaan, kebudayaan, dan ketulusa, nilai - nilai yang sangat ia rindukan dari kampung halamannya.


Menjadi mahasiswa perantau di era ketika komunikasi belum semudah sekarang bukanlah pengalaman yang manis, Elna hanya bisa menelepon orang tuanya seminggu sekali, itupun dengan biaya yang tidak murah. 


Surat-surat yang dikirimkan memakan waktu berminggu - minggu untuk sampai ke Saparua, Dan kiriman uang dari orang tua? Pas-pasan, Kadang terlambat, Kadang tidak datang sama sekali, Pernah suatu ketika, Elna hanya makan mie instan selama tiga hari karena uang belum tiba.


Teman-temannya menawari makan, tetapi ia menolak dengan lembut, bukan karena gengsi, tetapi karena ia tidak ingin menjadi beban siapa pun.


Dari pengalaman inilah Elna benar-benar memahami penderitaan masyarakat kecil, Ia tahu bagaimana rasanya lapar tapi tidak punya uang, Ia tahu bagaimana rasanya ingin membeli buku tapi harus memilih antara buku atau makan, Ia tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak punya daya.


Dan pengalaman ini menjadi bahan bakar terbesar dalam hidupnya, Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain merasakan penderitaan yang pernah aku alami, jika aku bisa melakukan sesuatu untuk mencegahnya.


Saparua bukan hanya pulau kecil yang indah, Saparua adalah laboratorium toleransi yang hidup, Di pulau ini, komunitas Kristen, Arab, dan Bugis-Makassar hidup berdampingan dengan damai sejak puluhan tahun. 


Elna tumbuh besar di tengah mereka, Ia bermain dengan anak-anak dari berbagai latar belakang, Ia belajar bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kekayaan.


Nilai toleransi ini ia bawa hingga kini, Ketika ia membuka Klinik Mata Utama Maluku di Ambon dan Klinik Mata Nusa Ina di Pulau Seram, ia tidak pernah memilih-milih karyawan berdasarkan agama, suku, atau hubungan keluarga. 


Yang ia cari adalah integritas, kerja keras, dan kemauan belajar, Lebih dari itu, Elna secara khusus merekrut anak-anak yatim dan kaum kurang beruntung mereka yang sering diabaikan oleh masyarakat. 


Ia melatih mereka, Ia membimbing mereka. Ia mengubah mereka dari anak jalanan menjadi tenaga kesehatan profesional yang mandiri. 


Inilah toleransi dalam tindakan. Inilah kasih yang tidak hanya diucapkan, tetapi dihidupi.


Elna tidak pernah puas hanya dengan menjadi dokter biasa. Ia memiliki mimpi besar bahwa masyarakat di pulau-pulau terpencil Maluku berhak mendapatkan layanan kesehatan yang tidak kalah dengan rumah sakit di Jakarta.


Dan ia mewujudkan mimpi itu. Pada Mei 2025, Elna meresmikan Klinik Mata Nusa Ina di Desa Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Ini adalah fasilitas kesehatan mata pertama dan satu-satunya di seluruh Pulau Seram. 


Tapi bukan sembarang klinik. Klinik ini dilengkapi dengan teknologi Phacoemulsification teknik operasi katarak modern dengan sayatan mikroskopis, tanpa jahitan, tanpa perdarakan, dengan masa pemulihan yang sangat cepat.


Teknologi ini adalah standar emas operasi katarak dunia, Teknologi yang sama digunakan di rumah sakit-rumah sakit terbaik di Jakarta, Singapura, atau Amerika Serikat. Dan kini, teknologi itu hadir di tengah Pulau Seram. 


Bayangkan, seorang nenek di Pulau Seram yang sudah buta bertahun-tahun karena katarak dulu harus menyeberang laut ke Ambon, mengeluarkan biaya transportasi, akomodasi, dan pengobatan yang tidak sedikit. 


Banyak yang akhirnya memilih diam, pasrah, dan buta selamanya, Kini, nenek yang sama cukup berjalan beberapa kilometer ke Klinik Mata Nusa Ina, Ia dioperasi dengan teknologi mutakhir, Dan dalam hitungan hari, ia bisa melihat kembali wajah cucu-cucunya,  Itulah yang dilakukan dr. Elna Anakotta, Itulah mimpi yang ia perjuangkan, Bukan sekadar membuka klinik, Tapi membuka pintu harapan bagi mereka yang selama ini tidak pernah punya akses ke layanan kesehatan kelas dunia. 


Ia adalah pemimpin yang dulu kakinya melepuh berjalan kaki menjual daging sapi dari kampung - kampung di pulau Saparua, Ia adalah pemimpin yang dibesarkan oleh seorang suster yang mengajarkan bahwa melayani adalah panggilan jiwa, bukan sekadar profesi.  


Dan kini, ia membawa semua pengalaman itu ke dalam kepemimpinannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.


Ia tidak hanya duduk di kantor ber-AC, Ia turun ke lapangan, Ia memastikan bahwa teknologi operasi katarak mutakhir hadir di Pulau Seram, Ia memastikan bahwa anak-anak yatim dan kaum kurang beruntung mendapatkan pekerjaan dan pelatihan, Ia memastikan bahwa tidak ada lagi warga Maluku yang buta hanya karena tidak mampu berobat.


Inilah pemimpin yang pantas kita dukung. Bukan dengan fitnah. Bukan dengan hoax, Tapi dengan kepercayaan dan doa. (V374) 

Selengkapnya

Kamis, 09 April 2026

PDGI Maluku Diharapkan Perkuat Layanan Kesehatan Gigi di Daerah

April 09, 2026

Foto : PDGI Maluku Diharapkan Perkuat Layanan Kesehatan Gigi di Daerah

Ambon
, Globaltimurnn.com - Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan pentingnya peran dokter gigi dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Maluku yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan.


Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Amboina Dentistry Scientific Meeting (ADSM) ke-X yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Wilayah PDGI Maluku, PDGI Cabang Ambon, PDGI Cabang Maluku Tengah dan PDGI Cabang Buru yang digelar di Ballroom Lantai 5 Hotel Santika Ambon. Jumat (10/04/2026).


Menurut Vanath, sektor kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan gigi, masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya tenaga medis, serta belum meratanya distribusi layanan hingga ke daerah terpencil.


“Kita masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan. Karena itu, peran dokter gigi sangat penting untuk menjangkau masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah yang sulit diakses,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa kehadiran PDGI sebagai organisasi profesi memiliki posisi strategis dalam mendukung pemerintah daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan.


“PDGI bukan hanya wadah profesi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Vanath.


Lebih lanjut, ia mendorong para dokter gigi untuk terus meningkatkan profesionalisme serta memperluas jangkauan pelayanan, tidak hanya terpusat di perkotaan.


“Kami berharap para dokter gigi tidak hanya berpraktik di kota, tetapi juga hadir di daerah-daerah terpencil yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan,” tambahnya.


Vanath juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadirkan layanan kesehatan yang optimal. Kolaborasi antara pemerintah dan tenaga kesehatan menjadi kunci utama.


“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PDGI sangat dibutuhkan agar pelayanan kesehatan bisa lebih merata dan berkualitas,” tegasnya.


Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada pengurus PDGI Maluku serta berharap organisasi tersebut dapat terus berkontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.


“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PDGI Maluku. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat di Maluku,” tutupnya.


Hadir dalam acara ini, Walikota Ambon diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Ketua Pengurus Besar PDGI, Ketua IDI Maluku, peserta kegiatan Amboina Dentistry Scientific Meeting (ADSM) ke-X. (Rdks) 

Selengkapnya

Senin, 09 Maret 2026

Terungkap! Ambon Bakal Punya RSUD Megah, Demi Kesehatan Gratis Warga Miskin!

Maret 09, 2026

Foto : Terungkap! Ambon Bakal Punya RSUD Megah, Demi Kesehatan Gratis Warga Miskin!

Jakarta
, Globaltimurnn.com – Kabar gembira datang untuk seluruh warga Ambon! Upaya Pemerintah Kota Ambon untuk memiliki rumah sakit daerah sendiri kini semakin nyata. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, baru saja menggelar pertemuan krusial dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Gedung Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin (09/03/2026). Hasilnya? Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C di Kota Ambon semakin terang benderang. 

 

Dalam audiensinya, Pemkot Ambon mengusulkan pembangunan RSUD yang strategis di Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel). Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. RSUD ini diharapkan menjadi solusi jitu untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di Ambon. 


“Kami mengusulkan pembangunan RSUD yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat miskin di Kota Ambon. Harapannya masyarakat desil satu sampai empat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di sana,” tegas Bodewin. Ini adalah langkah maju yang akan mengubah wajah pelayanan kesehatan di Ambon!

 

Pertemuan penting ini juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan S. Norimarna, menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mewujudkan impian ini.

 

Bodewin Wattimena mengungkapkan bahwa pembangunan RSUD adalah kebutuhan mendesak. Bayangkan, hingga saat ini, Kota Ambon belum memiliki rumah sakit daerah sendiri! Kehadiran RSUD ini akan menjadi game changer, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memastikan setiap warga Ambon mendapatkan perawatan yang layak.

 

Selain membahas RSUD, Pemkot Ambon juga mengajukan beberapa usulan vital lainnya kepada Kementerian Kesehatan, termasuk peningkatan kualitas layanan puskesmas dan penanganan penyakit menular. 


Walikota Bodewin tak menampik bahwa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sempat menghambat perbaikan fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas. Oleh karena itu, dukungan anggaran dari pemerintah pusat sangat diharapkan untuk memperkuat layanan kesehatan dasar di kota berjuluk "Manise" ini.

 

Untuk pembangunan RSUD tipe C, Pemkot Ambon menyiapkan dua opsi menarik :

 1. Transformasi Puskesmas : 

Meningkatkan status Puskesmas Rawat Inap Hutumuri menjadi rumah sakit.

2. Bangun Baru yang Revolusioner: Membangun rumah sakit baru di wilayah Leitimur Selatan.

 


Bodewin menyoroti pentingnya fasilitas kesehatan di Leitisel. "Kita ingin wilayah Leitisel juga berkembang. Selama ini akses masyarakat ke rumah sakit cukup jauh, sehingga keberadaan rumah sakit di sana akan sangat membantu," jelasnya. Ini adalah visi besar untuk pemerataan pembangunan dan kesehatan di seluruh pelosok Ambon!

 

Kementerian Kesehatan pun memberikan respons yang sangat positif terhadap semua usulan Pemkot Ambon. Bahkan, pemerintah pusat siap mempertimbangkan dukungan anggaran mulai pertengahan tahun ini hingga tahun 2027. Sebuah sinyal positif yang membangkitkan optimisme!

 

Walikota Bodewin Wattimena berharap rencana mulia ini dapat segera terwujud, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat Ambon dapat terus meningkat dan mencapai level terbaik. Mari kita nantikan bersama hadirnya RSUD kebanggaan Kota Ambon. (Za)

Selengkapnya

Minggu, 08 Maret 2026

Luar Biasa,,, Pelayanan Kesehatan Puskesmas Waimital Dinilai Terbaik, Masyatakat Berikan Apresiasi

Maret 08, 2026

Foto : Pelayanan Kesehatan Puskesmas Waimital Dinilai Terbaik, Masyarakat Berikan Apresiasi

Waimital
, Globaltimurnn.com - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat yang di nahkodai Ali Wafa, kian mendapat apresiasi masyarakat. 


Informasi ini diketahui dari pantauan awak media ini, Senin pagi 9 maret 2026, sekitar pukul 09 : 00 Wit, terlihat antusias warga masyarakat Desa Waimital dan sekitarnya datangi puskesmas Waimital guna mendapat pelayanan kesehatan. 


Bukan saja pada sekedar periksa kesehatan dari terindikasi DM, Asam Urat, kolestrol, serta penyakit ringan lain-nya sampai pada rawat jalan pada fisik yang terkena dampak dari kecelakaan maupun benturan lain-nya. 


Masing - masing bidang yang di ketahui terisi dengan sejumlah pegawai baik perawat, sampai pada bidan, dan dokter, sampai petugas posyandu, bahkan sampai terisi juga siswa magang dari SMK 11 SBB. 


Informasi yang diterima dari beberapa masyarakat yang ditemui di puskesmas saat menjalani pelayanan kesehatan pada puskesmas Waimital, mengungkapkan bahwa mereka berikan apresiasi kepada pihak puskesmas Waimital karena pelayanan-nya kepada masyarakat yang hendak berobat ke puskesmas. 


Mereka menyampaikan bahwa" Pihak perawat maupun bidan dan dokter dalam pelayanan bahkan dari depan mulai mendaftar masyarakat mendapat sentuhan kasih lewat sapaan dengan senyuman tipis yang cukup mengesankan membuat para pengunjung tersenyum bangga. 


Hal ini dilakukan atas arahan Kepala Puskesmas Ali Wafa kepada semua perawat, bidan, dan dokter serta siswa magang, guna memberikan harapan penyembuhan kepada setiap pasien yang hendak mengharapkan pelayanan kesehatan pada puskesmas Waimital. 


Tidak berharap banyak, Kapus Waimital Ali Wafa dalam keterangan-nya saat ditemui awak media ini di ruang kerja-nya pagi ini menjelaskan juga bahwa" Pihaknya memberikan pandangan dan pola pikir kepada perawat, bidan serta dokter dalam pelayanan di puskesmas, guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang hendak datangi puskesmas guna mendapatkan pelayanan kesehatan. 


Kapus juga menambahkan" Angka keluhan dari masyarakat dalam menerima pelayanan di puskesmas Waimital terhitung sangat minim, karena kendalanya mungkin karena perawat sedikit terlambat hadir atau mungkin ada hal sensitif lain namun itupun bisa secepatnya teratasi, sehingga tidak terlalu nampak angka keluhan tersebut. Ungkapnya


Kapus pun berharap, baik kepada setiap perawat, bidan, dokter maupun pada siswa magang, agar selalu memberikan pelayanan yang baik dengan didasari senyum kepada setiap masyarakat yang datang, sehingga membawa dampak kesan yang baik setelah masyarakat kembali dari puskesmas. Pungkasnya


Selain itu diakhir keterangan-nya Kapus juga menambahkan" Puskesmas Waimital memiliki kurang lebih satu hektar lahan tidur yang kini di manfaatkan guna menanam pisang dari berbagai jenis, menambah kesejukan area puskesmas, menambah sumber oksigen, dan juga bisa mendapat gizi dari buah - buahan salah satunya pisang. Tutupnya  (Red) 

Selengkapnya

Jumat, 20 Februari 2026

Penuhi Kebutuhan Medis, Lapas Namlea Terima Bantuan Obat dan BMHP dari Dinkes Buru

Februari 20, 2026

Foto : Penuhi Kebutuhan Medis, Lapas Namlea Terima Bantuan Obat dan BMHP dari Dinkes Buru

Namlea
, Globaltimurnn.com – Kebutuhan medis pada klinik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea mendapat perhatian khusus dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buru setelah diberikan bantuan obat-obatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Bantuan tersebut diserahkan kepada petugas klinik pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty melalui penanggung jawab kefarmasian, alat kesehatan, dan PKRT Dinkes Kab. Buru, Jumat (20/02/2026).


Adapun bantuan obat-obatan yang diterima adalah 17 jenis obat-obatan dan BMHP yang terdiri dari obat antibiotik, analgesik, pereda nyeri, pencernaan, pernafasan, alergi, antiseptik, hingga multivitamin. 


“Sesuai dengan permintaan yang kami ajukan, hari ini kami terima bantuan obat dan alat medis yang akan dipakai untuk melengkapi kebutuhan obat di klinik kami,” ujar Fransky. 


Ia menjelaskan stok obat-obatan pada klinik Lapas harus selalu lengkap dan tersedia untuk keperluan perawatan kesehatan bagi warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan. Sehingga stok obat yang telah habis masa pakai atau kadarluarsa harus segera dipenuhi. “Ada sebagian jenis yang masih tersedia tetapi masih ada jenis-jenis lainnya yang sudah habis dan kami lakukan permintaan bantuan  kepada pihak Dinkes,” jelasnya. 


Sementara itu, pihak unit kefarmasian Dinkes, Nur Asma menyampaikan pemberian bantuan ini diserahkan kepada setiap instansi yang memiliki fasilitas kesehatan dan telah mempunyai ikatan kerja sama dengan Dinkes Kab. Buru khususnya Lapas Namlea. 


Dari kerja sama yang telah kami sepakati, setiap permintaan dari Lapas akan kami salurkan sesuai daftar obat yang dibutuhkan, kami harap bantuan ini bisa meningkatkan mutu layanan kesehatan di Lapas, harap Nur. 


Dilain kesempatan, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy mengatakan kebutuhan klinik Lapas Namlea  terus diperhatikan oleh pihaknya agar dapat memberikan layanan kesehatan memadai. 


“Kesehatan juga penting didalam Lapas, terutama untuk warga binaan yang harus kita jaga kondisi kesehatannya agar tetap prima dan sehat. Oleh karena itu, klinik juga harus siaga 24 jam dan lengkap dari segi obat dan alat penunjang medis agar setiap masalah kesehatan bisa tertanggulangi,” tegasnya.

(Za)

Selengkapnya

Sabtu, 14 Februari 2026

Aster Kodaeral lX Hadiri Bakti Kesehatan Kolaborasi Lintas lnstansi di Maluku dalam Memperkuat Kepedulian Sosial

Februari 14, 2026

Foto : Aster Kodaeral lX Hadiri Bakti Kesehatan Kolaborasi Lintas lnstansi di Maluku dalam Memperkuat Kepedulian Sosial

Ambon
, Globaltimurnn.com - Asisten Teritorial Komando Daerah Angkatan Laut IX (Aster Kodaeral IX), Kolonel Laut (P) Pilipus Sri Suharto mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. menghadiri kegiatan Bhakti Kesehatan yang digelar di Desa Kailolo dan Desa Kabauw, Maluku Tengah pada Sabtu (14/2/2026).


Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas instansi di wikayah Maluku yang di gelar dalam rangka memperkuat kepedulian sosial dan pelayanan masyarakat.


Tampak hadir dalam kegiatan Bhakti Kesehatan tersebut, Sekda Provinsi Maluku, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wakapolda Maluku, Kasdam Pattimura, Aster Kodaeral lX serta tamu undangan lainnya. 


Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung proses pelayanan kesehatan umum, khitananan dan pemeriksaan gigi gratis kepada masyarakat di Desa Kailolo. 


Selain memastikan masyarakat mendapatkan penanganan medis yang layak, rombongan juga menyerahkan bantuan sosial berupa beras secara simbolis.


Usai agenda di Desa Kailolo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Kabauw untuk melakukan kegiatan serupa. 


Di sana, para pejabat kembali meninjau pelaksanaan Bhakti Kesehatan serta membagikan bantuan beras kepada penduduk setempat.


Menurut Sekda Prov Maluku mengatakan, sinergitas ini menunjukkan hadirnya negara di tengah masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan pokok.


Ia berharapkan, melalui kegiatan Bhakti Kesehatan ini, hubungan harmonis antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin solid. 


Selain itu kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi stimulan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah pesisir Maluku secara berkelanjutan. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT