globaltimurnn.com

Minggu, 12 Juli 2026

Sempat Mati Mesin Saat Berangkat Ke Dobo, Longboat Berpenumpang 14 Orang Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Juli 12, 2026


Dobo
, globaltimurnn.com - Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 14 orang penumpang speedboat yang mengalami mati mesin disekitar Perairan Desa Gomar, Kepulauan Aru. Minggu, 12/7/2026


Laporan tersebut diteruskan BPBD Dobo kepada Unit Siaga SAR Dobo tanggal 11/7 sekitar pukul 21.40 wit meminta bantuan SAR evakuasi para penumpang. 


Speed Boat tersebut diketahui bertolak dari Desa Joran menuju Kota Dobo sekitar pukul 15.50 wit. Namun setibanya di sekitar Perairan Desa Gomar speedboat mengalami kerusakan mesin hingga tak dapat melanjutkan perjalanan. 


Pada tanggal 11/7 pukul 22.00 WIT, Tim SAR Gabungan diberangkatkan menggunakan RIB Unit Siaga SAR Kepulauan Aru menuju lokasi kejadian pada Koordinat 6°38'7.46"S - 134°33'5.47"E, jarak ± 67,75 Nautical Mile dan Heading 160° arah Selatan dari Pelabuhan Dobo.


Sekitar pukul 00.51 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil berkomunikasi dengan salah satu korban melaporkan bahwa seluruh penumpang berada dalam keadaan selamat dan sementara berada di Desa Erersin Kabupaten Kepulauan Aru, Menunggu Tim SAR Gabungan. 


Sekitar pukul 01.00 wit, Tim SAR Gabungan berhasil tiba di Desa Erersin, Setelah memastikan seluruh korban dalam keadaan aman dan waktu menunjukan pukul tengan malam serta jarak pandang yang terbatas, Tim SAR Gabungan menyampaikan waktu evakuasi korban menuju Kota Dobo baru akan dilakukan pada pukul 05.00 wit.


Tanggal 12/7 sekitar pukul 05.50 wit, Tim SAR Gabungan mulai melaksanakan proses evakuasi seluruh korban dan bergerak menuju Dobo dengan jarak sekitar 55 Nautical Mile arah Utara dari Desa Erersin. 


Menempuh perjalanan sekitar 4 jam, Sekitar pukul 09.30 wit, Tim SAR Gabungan beserta seluruh korban berhasil tiba di Pelabuhan Pasar Barat, Kota Dobo, dalam keadaan selamat, Selanjutnya seluruh korban di serahkan kepada pihak keluarga, Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.


Informasi yang diterima penumpang pada longboat tersebut adalah" M. Djumpa, M. Wardana, M. Nasir Djabumona (32 Thn), Haid Makstita (28 Thn), Awal Nage (35 Thn), Irsan Yusuf (40 Thn), Saraf Djuhin (28 Thn), Rahman Lainong (30 Thn), Veniloi, In Djerfatin, Baisu, Ani Badelwaer, Sudin Golap, Steven Irmufl. 


Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur Potensi diantaranya Unit SAR Dobo, TNI AL Kepulauan Aru, Polairud Kepulauan Aru, BPBD Kepulauan Aru.


Alut dan Palsar yang digunakan diantaranya RIB USS Kepulauan Aru, sementara Kondisi Cuaca dilapangan dilaporkan Cerah Berawan, Angin Tenggara, 15  Knots dan Tinggi Gelombang 2,5 Meter. 


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (V374) 

Selengkapnya

Sabtu, 11 Juli 2026

DPRD Ambon Desak Penertiban Lapak di Badan Jalan Nasional, Aturan Harus Ditegakkan

Juli 11, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Komisi III DPRD Kota Ambon menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penertiban lapak-lapak yang berdiri di atas badan jalan nasional, khususnya di kawasan pembangunan Hatukau Water Fun City. DPRD menilai penataan tersebut penting untuk menjaga fungsi jalan, keselamatan pengguna jalan, serta memastikan seluruh pemanfaatan ruang publik berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far, usai mengikuti audiensi bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Selasa (07/07/2026).


Menurut Harry, pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait pengelolaan infrastruktur jalan nasional di Kota Ambon. Salah satunya adalah rencana penerapan retribusi parkir pada ruas jalan nasional mulai tahun 2027, serta perkembangan sejumlah proyek pembangunan yang tengah dikerjakan BPJN Maluku.


"Selain membahas rencana retribusi parkir, kami juga mengevaluasi progres pembangunan trotoar di kawasan Mardika dan pembangunan jalan di Negeri Hutumuri. DPRD tentu memberikan dukungan agar seluruh program tersebut dapat berjalan sesuai target," ujarnya.


Dalam kesempatan itu, BPJN Maluku juga menjelaskan persoalan yang berkembang di kawasan Hatukau Water Fun City. Berdasarkan penjelasan pihak Balai, izin penggunaan badan jalan nasional hanya diberikan setelah pembangunan pagar pembatas selesai. Sebelumnya, BPJN juga telah menyurati Pemerintah Kota Ambon agar memfasilitasi pertemuan antara pihak pengembang dan Pemerintah Negeri Batu Merah terkait pemanfaatan lahan di lokasi tersebut.


Namun, Harry mengungkapkan bahwa pembangunan lapak-lapak di depan pagar pembatas tidak pernah mendapatkan persetujuan dari BPJN Maluku.


"Balai menegaskan sejak awal tidak pernah memberikan izin pembangunan lapak di badan jalan nasional. Bahkan, tidak ada pemberitahuan kepada mereka mengenai pembangunan tersebut," katanya.


Ia menjelaskan, BPJN berpandangan badan jalan nasional harus tetap difungsikan sesuai peruntukannya sebagai fasilitas lalu lintas. Karena itu, berbagai usulan pemanfaatan kawasan tersebut, termasuk sebagai lokasi parkir, tidak disetujui lantaran dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan.


Atas dasar itu, BPJN Maluku meminta Pemerintah Kota Ambon segera melakukan penertiban terhadap seluruh bangunan yang berdiri di atas badan jalan nasional.


Harry menegaskan, sikap tersebut sejalan dengan rekomendasi DPRD Kota Ambon yang sebelumnya telah dikeluarkan melalui rapat dengar pendapat.


"Rekomendasi DPRD sudah jelas, yaitu dilakukan pembongkaran terhadap lapak-lapak tersebut. Selain melanggar aturan, terdapat dugaan pemanfaatan aset negara yang tidak sesuai dengan peruntukannya," tegasnya.


Meski mendukung penegakan aturan, DPRD mengingatkan agar proses penertiban tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Pemerintah diminta menyiapkan solusi penataan bagi para pedagang agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya di lokasi yang sesuai.


"Kami mendukung penataan, tetapi pemerintah juga harus memastikan para pedagang memperoleh solusi yang baik. Jangan sampai penertiban menimbulkan persoalan sosial baru. Penataan harus berpihak kepada masyarakat tanpa mengabaikan aturan," jelas Harry.


Ia berharap Pemerintah Kota Ambon segera menindaklanjuti hasil koordinasi bersama BPJN Maluku. Harry juga mengapresiasi langkah Asisten I dan Sekretaris Kota Ambon yang telah memimpin rapat koordinasi lintas pihak untuk mencari penyelesaian terbaik atas persoalan tersebut.


Di akhir keterangannya, Harry menegaskan DPRD akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang dilaksanakan BPJN Maluku, termasuk proyek pembangunan jalan di Negeri Hutumuri.


"DPRD siap bersinergi dengan BPJN, Pemerintah Kota Ambon, dan pemerintah negeri untuk menyelesaikan berbagai kendala di lapangan. Dalam waktu dekat kami juga akan meninjau langsung lokasi pembangunan agar seluruh pekerjaan berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (Za)

Selengkapnya

Manunggal Bersama Rakyat, TNl AL Kodaeral lX Gelar Karya Bakti Renovasi Fasum Negeri Saleman

Juli 11, 2026


Saleman
, globaltimurnn.com - Wujud Implementasi manunggal bersama rakyat, kembali ditunjukkan prajurit Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX dalam pelaksanaan Karya Bakti TNl AL 2026 berupa renovasi fasilitas umum (Fasum) Masjid Al Munir dan Balai Desa di Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (11/7/2026).


Kegiatan Karya Bakti tersebut merupakan pelaksanaan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) berdasarkan Surat Perintah Kasal Nomor Sprin/593/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Karya Bakti dan Bakti TNI AL Tahun 2026 di wilayah kerja Kodaeral IX.


Program ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI AL dalam hal ini Kodaeral lX dalam membantu meningkatkan sarana ibadah dan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel TNI AL, Kodaeral lX bersama masyarakat Negeri Saleman bergotong royong melaksanakan renovasi Masjid Al Munir dan Balai Desa Negeri Saleman.


Kebersamaan yang terjalin antara prajurit dan warga mencerminkan kuatnya sinergi serta semangat kemanunggalan TNI AL dengan rakyat dalam mendukung pembangunan di wilayah.


Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. yang berkesempatan hadir meninjau di lokasi pelaksanaan Karbak TNI AL menegaskan, bahwa Karya Bakti TNI AL 2026 ini, merupakan implementasi nyata pengabdian TNI AL kepada bangsa dan negara melalui aksi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Karya Bakti yang berlangsung selama dua pekan ini lanjutnya, bukan sekedar membangun sarana fisik, tetapi juga membangun semangat persatuan, kepedulian, dan kebersamaan antara prajurit TNI AL dengan masyarakat.


"Kehadiran prajurit di tengah rakyat adalah wujud komitmen TNI AL untuk senantiasa menjadi bagian dari solusi dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bersama rakyat, TNI AL akan terus mengabdi demi Indonesia yang lebih maju dan kuat," tegas Komandan Kodaeral IX.


Melalui kegiatan ini lanjutnya, Kodaeral IX berharap hasil renovasi Masjid Al Munir dan Balai Desa dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Negeri Saleman, baik sebagai sarana ibadah maupun pusat kegiatan sosial kemasyarakatan. 


Semangat gotong royong yang terbangun diharapkan juga, semakin memperkokoh kemanunggalan TNI AL dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia dari wilayah kepulauan yang terdepan, terpencil dan tertinggal. (Rdks) 



Selengkapnya

Hampir Tiga Tahun Dibangun, Pastori I GPM Galala-Hative Kecil Diresmikan

Juli 11, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Setelah melalui proses pembangunan selama hampir tiga tahun, Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil akhirnya resmi ditahbiskan dalam ibadah syukur yang berlangsung pada Sabtu (11/07/2026). 


Peresmian gedung tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan pelayanan jemaat sekaligus mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan warga gereja, di mana sekitar 72 persen biaya pembangunan berasal dari partisipasi jemaat.


Prosesi pentahbisan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan doa syukur yang dihadiri Ketua Umum Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt. S.I. Sapulette, M.Si., para pelayan gereja, pemerintah, tokoh masyarakat, serta ratusan warga jemaat.


Ketua Panitia Pembangunan, Frederik Riupassa, mengatakan pembangunan Pastori I merupakan buah dari iman, pengorbanan, dan kerja sama seluruh warga jemaat bersama para donatur yang sejak awal mendukung proses pembangunan.


Menurutnya, panitia dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Majelis Jemaat GPM Galala-Hative Kecil Nomor 27/SK-PAT-GKHK/XI/2022 tertanggal 11 November 2022. Dalam rapat perdana, panitia menetapkan pembangunan Pastori I sebagai prioritas sebelum melanjutkan pembangunan fasilitas gereja lainnya.


Peletakan batu penjuru dilaksanakan oleh pimpinan Majelis Pekerja Harian Sinode GPM pada 27 Agustus 2023. Sejak saat itu pembangunan berjalan secara bertahap hingga akhirnya rampung dan ditahbiskan pada 11 Juli 2026.


"Selama proses pembangunan kami menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengadaan material, pendanaan hingga kondisi di lapangan. Namun berkat pertolongan Tuhan, dukungan para donatur, dan kerja sama seluruh warga jemaat, setiap tantangan dapat dilalui dengan baik," ujar Riupassa.


Ia menjelaskan, total anggaran pembangunan mencapai Rp2.496.336.000. Dari jumlah tersebut, Rp1.800.363.000 atau sekitar 72,1 persen berasal dari persembahan dan partisipasi warga Jemaat GPM Galala-Hative Kecil, sedangkan Rp695.973.000 atau 27,9 persen berasal dari bantuan para donatur dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan gereja.


Seluruh penggunaan dana, lanjut Riupassa, dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan melalui laporan keuangan panitia.


Atas nama panitia, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Majelis Jemaat, seluruh warga jemaat, para donatur, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Negeri Galala dan Negeri Hative Kecil, tim pembangunan, paduan suara, serta semua pihak yang telah berkontribusi hingga pembangunan Pastori I dapat diselesaikan.


"Kami percaya seluruh proses ini adalah bagian dari pelayanan untuk kemuliaan nama Tuhan. Apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan, kami memohon maaf dan berharap gedung ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan gereja," katanya.


Sementara itu, Ketua Umum Sinode GPM, Pdt. S.I. Sapulette, M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada Jemaat GPM Galala-Hative Kecil yang mampu membangun Pastori I dengan mengandalkan kekuatan utama dari partisipasi warganya sendiri.


Ia menyebut capaian tersebut merupakan teladan yang patut dicontoh oleh jemaat-jemaat lain di lingkungan GPM.


"Dari laporan panitia saya mengetahui sekitar 72 persen dana pembangunan berasal dari partisipasi warga jemaat. Ini menunjukkan bahwa kekuatan utama pembangunan gereja sesungguhnya berada pada keterlibatan umat. Bantuan dari pihak lain tentu sangat berarti, tetapi partisipasi jemaat adalah fondasi yang paling penting," ujar Sapulette.


Menurutnya, pembangunan gedung gereja maupun pastori tidak boleh hanya dimaknai sebagai keberhasilan pembangunan fisik, tetapi harus menjadi simbol bertumbuhnya iman, persaudaraan, dan semangat pelayanan umat.


Ia menegaskan bahwa Pastori I harus menjadi rumah pelayanan yang terbuka bagi semua orang, bukan sekadar tempat tinggal pendeta dan keluarganya.


"Pastori harus menjadi rumah doa, rumah pastoral, dan rumah pelayanan. Di tempat inilah jemaat datang untuk didengar, didampingi, didoakan, serta dikuatkan. Pastori harus menjadi wajah gereja yang ramah, menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat," katanya.


Sapulette juga mengingatkan para pelayan gereja agar terus hadir mendampingi keluarga-keluarga jemaat, memperkuat kehidupan iman, serta menjadikan pastori sebagai pusat pelaksanaan misi gereja di tengah masyarakat.


Ia berharap kehadiran Pastori I dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan, mempererat persekutuan warga jemaat, serta menjadi sarana yang mendukung pertumbuhan iman dan pengembangan pelayanan Gereja Protestan Maluku di Jemaat Galala-Hative Kecil. (Za)

Selengkapnya

Polresta Ambon Resmi Berganti Nahkoda, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho Pimpin Polresta Pulau Ambon dan P.P. Lease

Juli 11, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Jabatan Kapolresta yang sebelumnya diemban oleh Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setya, S.I.K., M.I.K., kini secara resmi diserahterimakan kepada Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., dalam upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berlangsung di Lobi Lantai I Mapolda Maluku.


Sebelum dipercaya memimpin Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si. menjabat sebagai Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III Polda Kalimantan Utara. Sementara itu, Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setya, S.I.K., M.I.K. mendapat amanah baru sebagai Dosen Kepolisian Madya TK III STIK Lemdiklat Polri.


Prosesi serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku dan menjadi bagian dari mutasi rutin di lingkungan Polri sebagai upaya penyegaran organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

Selain Sertijab Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan Sertijab Wakapolda Maluku, Direktur Intelkam, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Direktur Lalu Lintas, Komandan Satuan Brimob, Kabid Propam, Kabid Dokkes, serta Kapolres Maluku Tengah. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Karolog Polda Maluku.


Usai mengikuti rangkaian Sertijab di Mapolda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease yang baru, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., langsung menuju Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Setibanya di Mapolresta, beliau disambut secara resmi oleh Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Polresta, Bhayangkari, serta seluruh personel Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap kepemimpinan yang baru.


Kegiatan penyambutan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan, menandai awal sinergi antara Pemerintah Kota Ambon dan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Laporan Kesatuan, di mana Kapolresta yang baru menerima paparan mengenai kondisi wilayah hukum, situasi kamtibmas, struktur organisasi, serta berbagai program dan capaian Polresta sebagai bekal awal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.


Selanjutnya dilaksanakan Apel Farewell sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama. Dalam apel tersebut, seluruh personel memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setya, S.I.K., M.I.K. selama memimpin Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease hingga mampu menjaga situasi keamanan tetap kondusif.


Suasana haru semakin terasa saat digelarnya tradisi Payung Pora, yang menjadi simbol penghormatan sekaligus pelepasan kepada pejabat lama dan penyambutan pejabat baru. Tradisi tersebut merupakan wujud penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan serta estafet kepemimpinan yang terus berlanjut demi kemajuan institusi Polri.


Dengan bergantinya kepemimpinan ini, diharapkan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si. semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan, serta terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease agar tetap aman, damai, dan kondusif. (Rdks) 

Selengkapnya

Jumat, 10 Juli 2026

Hadiri Peresmian dan Pentahbisan Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil, Gubernur Maluku: Jadikanlah Sebagai "Laboratorium Kasih"

Juli 10, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri Ibadah Syukur sekaligus Peresmian dan Pentahbisan Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil yang berlangsung di Gereja Imanuel. Sabtu (11/7/2026).


Turut hadir Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Ambon, pimpinan OPD Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Ketua dan Sekretaris Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon Timur, unsur Forkopimcam, para raja, para pendeta, panitia pembangunan, serta warga Jemaat GPM Galala-Hative Kecil.


Sebelum prosesi peresmian, Gubernur mengikuti Ibadah Syukur Pentahbisan bersama seluruh jemaat. 


Peresmian Gedung Pastori I kemudian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembunyian sirene oleh Gubernur Maluku bersama Ketua MPH Sinode GPM dan Wali Kota Ambon, yang dilanjutkan dengan peninjauan gedung pastori.


Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa secara teologis gedung pastori bukan sekadar bangunan fisik, melainkan menjadi wujud ketaatan iman, simbol persekutuan yang hidup, serta tempat para pelayan Tuhan merancang pelayanan, menaikkan doa, menghibur yang berduka, dan menguatkan umat.


Menurutnya, kehadiran gedung pastori harus menjadi momentum untuk memperbarui semangat pelayanan, sehingga fasilitas yang baru mampu melahirkan dedikasi, kepedulian, dan keterbukaan hati yang semakin besar dalam melayani sesama tanpa sekat.


Gubernur juga menyampaikan bahwa Gereja Protestan Maluku selama ini merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, nilai-nilai hidup orang basudara seperti Pela Gandong, Potong di Kuku Rasa di Daging, dan falsafah Ale Rasa Beta Rasa harus terus dihidupi dalam kehidupan bermasyarakat.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur menitipkan harapan agar Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil dapat menjadi "Laboratorium Kasih", yakni ruang yang melahirkan gagasan-gagasan kreatif dan solusi atas berbagai persoalan sosial jemaat serta menjadi rumah yang terbuka bagi setiap orang untuk memperoleh penguatan, pengharapan, dan kasih Kristus.


Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan, tim peresmian dan pentahbisan, para donatur, serta seluruh warga jemaat atas dedikasi, pengorbanan, dan doa yang telah diberikan hingga gedung tersebut dapat berdiri dan dipersembahkan bagi pelayanan.


"Selamat atas Peresmian dan Pentahbisan Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil. Teruslah menabur kebaikan, tetap menjadi terang dan garam dunia, serta menghadirkan kasih Tuhan bagi seluruh masyarakat," tutup Gubernur. (Rdks) 

Selengkapnya

Gereja Harus Menjadi Penguat Persaudaraan dan Pembentuk Karakter

Juli 10, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-122 GPM Jemaat Rehoboth menjadi momentum bagi Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, untuk mengajak seluruh warga jemaat terus memperkuat nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan pelayanan di tengah kehidupan bermasyarakat.


Dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-122 GPM Jemaat Rehoboth, Jumat (10/07/2026), Wali Kota menegaskan bahwa usia lebih dari satu abad bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan bukti nyata penyertaan Tuhan yang terus mengiringi langkah jemaat dalam melayani gereja dan masyarakat.


Menurutnya, GPM Jemaat Rehoboth telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Kota Ambon melalui lahirnya para pelayan gereja, tokoh masyarakat, hingga pemimpin yang mengabdikan diri bagi kemajuan daerah.


"Perjalanan panjang ini tentu dipenuhi berbagai tantangan, namun kasih dan penyertaan Tuhan membuat Jemaat Rehoboth tetap berdiri kokoh, bertumbuh dalam iman, serta menjadi berkat bagi banyak orang," ungkap Wattimena.


Ia mengatakan, peringatan hari ulang tahun gereja hendaknya menjadi momentum untuk memperbarui komitmen pelayanan serta memperkuat peran gereja sebagai wadah pembinaan karakter dan pembentukan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan kasih Kristus.


Menurut Wali Kota, pembangunan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur, tetapi juga kualitas moral, spiritual, dan karakter masyarakatnya. Karena itu, gereja memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan sosial yang damai, harmonis, dan berkeadaban.


Wattimena juga menyoroti berbagai tantangan sosial yang berkembang seiring kemajuan teknologi informasi, seperti menurunnya kepedulian terhadap sesama, meningkatnya sikap individualisme, penyalahgunaan narkoba, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak.


Untuk menghadapi kondisi tersebut, ia mengajak seluruh warga Jemaat Rehoboth terus menjadikan gereja sebagai rumah yang menumbuhkan kasih, memperkuat ketahanan keluarga, membina generasi muda yang takut akan Tuhan, serta melahirkan pribadi-pribadi yang mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Ambon merupakan kekuatan yang harus terus dipelihara. Semangat tersebut, katanya, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Ambon periode 2025–2030 melalui slogan "Beta Par Ambon, Ambon Par Samua", yang mengedepankan persatuan tanpa membedakan suku, agama, budaya, maupun latar belakang masyarakat.


"Perbedaan adalah anugerah yang harus dijaga. Kebersamaan menjadi modal utama untuk membangun Ambon yang semakin maju, aman, damai, dan sejahtera," tegasnya.


Mengakhiri sambutannya, Wattimena mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya GPM Jemaat Rehoboth, untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan pelayanan yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat.


Ia berharap usia ke-122 tahun menjadi tonggak bagi GPM Jemaat Rehoboth untuk terus bertumbuh dalam iman, setia melayani, serta semakin berkontribusi bagi pembangunan Kota Ambon yang inklusif dan berkelanjutan. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT