globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 24 September 2026

Jaga Kamtibmas Kondusif Di Piru, Kapolres SBB Temui Para Tokoh Bangun Silaturahmi Dan Kolaborasi

September 24, 2026


PIRU
, globaltimurnn.com - Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., bersilaturahmi dengan perangkat Desa Piru, tokoh agama dan unsur BPD, Kamis (24/9/2026).


Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Desa Piru.


Kapolres SBB mengatakan, menjaga Kamtibmas bukan hanya tugas Kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah desa, tokoh agama dan seluruh masyarakat.


“Yang paling penting adalah komunikasi. Kalau kita semua saling berkoordinasi, persoalan yang muncul di masyarakat bisa lebih cepat kita cegah dan selesaikan,” ujar AKBP Refindo.


Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas pengaruh minuman keras yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat, termasuk potensi munculnya persoalan yang melibatkan kalangan remaja. Kapolres mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan pencegahan dan pembinaan sejak dini.


“Anak-anak muda harus kita rangkul dan kita bina bersama. Kalau ada persoalan, jangan dibiarkan menjadi besar. Mari kita komunikasikan dan selesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.


Pemerintah Desa Piru bersama para tokoh agama menyatakan siap membantu Kepolisian melalui imbauan, pembinaan moral dan kegiatan keagamaan, khususnya bagi generasi muda. Mereka juga berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian apabila ditemukan persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.


Kapolres berharap silaturahmi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk terus memperkuat kerja sama antara Polres SBB, pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kerukunan di Desa Piru. (Rdks) 

Selengkapnya

Disoroti Terkait Fasilitas Sekolah Yang Tidak Memadai, BPS Lab Unpatti Angkat Bicara

September 24, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Setelah disoroti sejumlah media beberapa hari kemarin terkait dugaan pungli dan fasilitas toilet yang tidak memadai dan tidak di perbaiki, sehingga menuai sorotan publik. 


Dari hal tersebut, kepala Badan pengelolah sekolah (BPS) Ny. Anatasia Limba kepada Redaksi media ini siang kemarin di ruang kepala sekolah SMP Lab. Unpatti ambon mengatakan" Gedung sekolah tersebut Pihaknya menggunakan gedung lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat unpatti ambon. Ucapnya


Pasalnya" Penggunaan gedung sekolah tersebut masih bersifat sementara, sehingga berdasarkan hasil analisa universitas pattimura diminta membuka sekolah laboratorium. Sebutnya


Pihaknya diberikan gedung kantor penelitian dan pengabdian bagi masyarakat unpatti ambon untuk pelaksanaan jalannya proses pembelajaran bagi sekolah laboratorium, sehingga kantor tersebut kemudian pindah ke gedung yang lain, yang ditentukan oleh universitas. Jelasnya


Limba juga mengatakan" Awal berdirinya sekolah, kantor tersebut menggunakan lantai dua, sekolah menggunakan lantai satu, namun seiring berjalan-nya animo masyarakat, sehingga kebijakan rektor kantor tersebut kemudian pindah ke gedung yang lain. 


Limba menjelaskan" Yang pertama gedung tersebut adalah bukan gedung baru namun adalah gedung lama yang dipakai sekolah sementara, kemudian gedung tersebut sudah termakan usia, sehingga dampaknya termasuk fasilitas yang ada seperti toilet dan sebagainya. Tuturnya


Menurutnya semua fasilitas yang digunakan dari gedung tersebut pihaknya sebagai pengelolah, setiap bulan-nya selalu membuat laporan ke pimpinan universitas, terkait dengan kendala - kendala apa saja yang dialami pihak sekolah maupun BPS dalam penyelenggaraan pendidikan. 


Dikatakan-nya" Kendala yang dialami bukan saja terkait safras, namun juga ada kendala yang lain seperti tenaga kependidikan, guru, yang bagaimana bisa menjalankan proses pembelajaran dengan baik dan lancar. 


Hal penting yang disampaikan-nya juga bahwa" Pihaknya juga memikirkan bagaimana kenyamanan belajar bagi setiap siswa, dan bahkan bagaimana membuat siswa bisa memikirkan sekolah itu seperti rumah mereka sendiri. 


Penugasan dari pihak universitas kepada pihaknya sebagai BPS itu, tidak tinggal diam dan terus melihat mana yang lebih urgen, dan pihaknya selalu mencoba mencari solusinya. 


Pihaknya sebagai BPS juga selalu mengfungsikan gedung tersebut dengan baik, salah satunya adalah tidak menerima siswa yang lebih banyak karena banyak keterbatasan yang ada pada fasilitas gedung tersebut. 


Limba juga mengatakan bahwa" Pihaknya bukan tidak mengutamakan perbaikan toilet terlebih dahulu, namun oihaknya lebih mengutamakan mana yang lebih perlu diutamakan, seperti penggunaan AC, untuk ruangan belajar, karena itu perlu didahulukan. 


Disisi lain kendala yang paling urgen juga adalah jaringan listrik yang tidak mampu, mempunyai saya lemah, sehingga harus ada perbaikan penambahan daya, dan itu adalah pekerjaan prioritas. Tuturnya


Dirinya juga mengakui bahwa masalah toilet adalah masalah penting karena bukan saja terkendala pada SMP, namun juga SD dan SMA, namun kata Limba" Dari segi fungsi sebenarnya masih bisa di fungsikan, dan dalam beberapa hari berlalu ketersedian air tidak memadai pada toilet SMP, itu disebabkan karena adanya perbaikan penambahan daya sehingga terjadi pemadaman, akibatnya air tidak bisa jalan di toilet. Terangnya  (Rdks) 


Selengkapnya

Pemprov Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

September 24, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com — Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong pengembangan Blok Masela agar menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.


Hal tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik bertajuk “Blok Masela sebagai Motor Pertumbuhan: Memperkuat Ketahanan Energi Indonesia dan Mempercepat Kesejahteraan Maluku” yang berlangsung di Buntu Coffee, Tebet, Jakarta, Rabu (23/9/2026).


Mewakili Gubernur Maluku, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, menghadiri kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan arahan Pemerintah Provinsi Maluku mengenai pentingnya pengelolaan Blok Masela sebagai peluang strategis bagi masa depan Maluku.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Forum Komunikasi Aktivis Maluku Jakarta, ketua dan sekretaris panitia pelaksana, tokoh masyarakat Maluku, akademisi, pelaku usaha, insan pers, generasi muda Maluku, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pembangunan daerah.


Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku yang disampaikan Kepala Badan Penghubung, Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Aktivis Maluku Jakarta yang telah menginisiasi ruang dialog publik terkait masa depan Blok Masela.


“Blok Masela bukan sekadar proyek gas. Bagi Indonesia, Blok Masela memiliki arti strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendukung kebutuhan industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagi Maluku, Blok Masela harus menjadi momentum untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.


Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan bahwa keberhasilan Blok Masela tidak hanya dilihat dari nilai investasi, pembangunan fasilitas, maupun kapasitas produksi gas, tetapi juga dari dampak nyata terhadap masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan usaha lokal, peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan konektivitas, serta berkembangnya perekonomian daerah.


“Maluku tidak boleh hanya menjadi tempat sumber daya alam diambil. Maluku harus menjadi bagian penting dalam proses penciptaan nilai tambah,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Maluku menyampaikan sejumlah agenda strategis yang perlu dipersiapkan bersama untuk memastikan manfaat Blok Masela dapat dirasakan secara luas.


Pertama, penguatan kualitas sumber daya manusia Maluku melalui pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi agar putra-putri Maluku memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan industri. Proses rekrutmen tenaga kerja juga harus berjalan secara transparan dan berbasis kompetensi. Kedua, memperkuat peran pelaku usaha lokal, UMKM, koperasi, serta badan usaha daerah agar dapat mengambil bagian dalam rantai pasok industri melalui peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, kemitraan, dan keterbukaan informasi pengadaan. Ketiga, menjadikan Blok Masela sebagai penggerak transformasi ekonomi Maluku melalui pemanfaatan energi untuk mendukung sektor produktif seperti kelistrikan, perikanan, industri pengolahan hasil laut, transportasi, dan logistik. Keempat, memastikan pembangunan Blok Masela berjalan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat, serta koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.


Pemerintah Provinsi Maluku juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung yang terintegrasi, meliputi konektivitas jalan, pelabuhan, bandara, telekomunikasi, energi, air bersih, fasilitas kesehatan, serta sistem logistik yang mampu memperkuat wilayah kepulauan Maluku.


Menurut Pemprov Maluku, pengembangan Blok Masela harus menjadi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi, bukan hanya pembangunan sebuah proyek energi.


“Pembangunan Blok Masela harus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. 

Kekayaan alam boleh berada di bawah laut Maluku, tetapi nilai tambahnya harus tumbuh di Maluku melalui lapangan kerja, usaha masyarakat, peningkatan pelayanan dasar, konektivitas, dan kesejahteraan rakyat,” demikian pesan Gubernur Maluku.


Pemerintah Provinsi Maluku terus membuka ruang kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, SKK Migas, operator, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mengawal pengembangan Blok Masela agar berjalan selaras dengan kepentingan nasional dan pembangunan daerah.


Melalui sinergi dan kesiapan bersama, Blok Masela diharapkan menjadi momentum penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru bagi Maluku sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi dan pembangunan Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Penangkapan Ikan RI–Tiongkok Resmi Diluncurkan di Tual

September 24, 2026


Tual
, globaltimurnn.com – Pemerintah Provinsi Maluku secara resmi meluncurkan kerja sama penangkapan ikan melalui skema Technical Cooperation Guidelines (TCG) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Acara peluncuran tersebut berlangsung di Kota Tual, Maluku, pada Kamis (24/9/2026).


​Peluncuran skema kerja sama internasional ini dinilai menjadi momentum strategis bagi percepatan pembangunan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan di wilayah timur Indonesia, khususnya Provinsi Maluku.


​Dalam sambutannya, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terpilihnya Kota Tual sebagai lokasi launching kerja sama bilateral ini.


 Menurutnya, langkah ini menegaskan posisi strategis Maluku dalam peta perikanan tangkap nasional.



"Dengan 91,71 persen wilayah Maluku berupa lautan, kehidupan masyarakat kami sangat bergantung pada sumber daya kelautan dan perikanan. Oleh karena itu, kerja sama skema TCG ini harus memberikan manfaat nyata dan langsung bagi daerah serta masyarakat Maluku," ujar Gubernur.


​Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa pemanfaatan potensi sumber daya perikanan tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan volume produksi semata. Aspek nilai tambah, pembukaan lapangan kerja baru, dan penguatan tata kelola perikanan harus menjadi prioritas utama.


​Untuk memastikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah, Pemprov Maluku mendorong agar seluruh rangkaian kegiatan penangkapan ikan terintegrasi secara penuh di wilayah lokal.



​"Kami ingin memastikan potensi sumber daya ikan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk Maluku. Kegiatan penangkapan harus diikuti dengan pendaratan hasil tangkapan, proses pengolahan, hingga pembangunan fasilitas pendukung perikanan di daerah ini," tegasnya.


​Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta para pelaku usaha perikanan lokal dan investor mitra dari Tiongkok. 


Pemerintah Provinsi Maluku juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh pelaksanaan kerja sama sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.



​Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh  Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Direktur Jenderal Tangkap KKP Lotharia Latif, Walikota Tual Akhmad Yani Renuat, Perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, dan DPRD Kota Tual, pimpinan OPD lingkup Pemprov dan Pemkab/Pemkot, manajemen PT. Samudera Indo Sejahtera (SIS), para mitra kerja sama asal Tiongkok, Tokoh Adat/Raja Dullah dan Raja Tual, serta para pelaku usaha perikanan dan nelayan setempat.


​Melalui kerja sama skema TCG RI–Tiongkok ini, Maluku optimistis mampu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tulang punggung dan kekuatan utama ekonomi kelautan dan perikanan Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Hat-trick Nasional, Perwosi Maluku Kembali Raih Juara 2 Senam Kreasi 2026

September 24, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com – Tim Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Maluku yang diwakili Tim Kota Ambon kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara 2 Lomba Senam Kreasi Nasional 2026 di Jakarta. Rabu (23/9/2026)


Capaian ini menjadi prestasi tiga kali berturut-turut (hat-trick) bagi Provinsi Maluku dalam mempertahankan posisi Juara 2 pada ajang senam kreasi tingkat nasional. Dalam kompetisi tersebut, Juara 1 diraih oleh Tim Jambi Mantap, sedangkan Kalimantan Barat menempati posisi Juara 3.


Atas prestasi tersebut, Tim Perwosi Maluku berhak membawa pulang piala, plakat penghargaan, serta uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Hasil ini sekaligus menjadi bukti konsistensi para pesenam Maluku dalam mempertahankan prestasi dan membawa nama daerah di panggung nasional.


Ketua Pengprov Perwosi Maluku, Maya Baby Lewerissa, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan seluruh anggota tim yang telah tampil maksimal dan menjaga prestasi Maluku dalam tiga penyelenggaraan berturut-turut.


“Kami tentu merasa bangga dengan perjuangan dan kerja keras tim. Prestasi ini menunjukkan bahwa Maluku memiliki potensi yang harus terus dibina dan dikembangkan. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi,”ujar Maya.


Maya berharap prestasi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga, khususnya senam kreasi, di Maluku. Dukungan dan penguatan anggaran juga dinilai penting agar pembinaan atlet serta persiapan menghadapi berbagai kompetisi nasional dapat dilakukan secara lebih optimal pada tahun-tahun mendatang.


Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Perwosi dan Kota Ambon, tetapi juga mendorong semakin banyak perempuan dan generasi muda Maluku untuk aktif dalam olahraga serta mengembangkan potensi hingga mampu bersaing di tingkat nasional. (Rdks) 

Selengkapnya

Rihlah Dakwah Maulid 1448 H, Alumni Darul Mustofa Yaman Siap Syiarkan Maulid hingga Papua

September 24, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Menyemarakkan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, para alumni Darul Mustofa Yaman, terdiri dari tiga alumi yang tergabung dalam Majelis Al-Wafa Bi Ahdillah Indonesia, yang akan melaksanakan Rihlah Dakwah Maulid ke Indonesia Timur.


Rihlah dakwah yang mengusung semangat “Syiar Maulid, Satukan Hati, Sebarkan Cinta” ini dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, mulai 24 September hingga 2 Oktober 2026.


Perjalanan dakwah tersebut mengambil rute Surabaya, Makassar, Merauke, Jayapura, 

Timika, Surabaya, dengan setiap daerah menjadi ruang untuk pelaksanaan berbagai agenda dakwah, silaturahmi, serta pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.


Berdasarkan informasi dalam materi kegiatan, tiga tokoh yang tercantum dalam rombongan Rihlah Dakwah Maulid Indonesia Timur 1448 H yakni Habib Khalid Hasan Madhij dari Pasuruan, Habib Achmad Jamal Thaha Baagil dari Batu - Malang, serta Habib Rifqi Alhamid, S.Kom., M.Si. dari Ambon.


Kegiatan tersebut melibatkan Majelis Al-Wafa Bi Ahdillah Indonesia, bersama Majelis Muwasholah Baina Ulama-il Muslimin serta Ar-Rahmah Ambon.


Koordinator Wilayah Indonesia Timur Al-Wafa Bi Ahdillah, Habib Rifqi Alhamid, mengatakan perjalanan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk menyebarkan syiar Maulid Nabi Muhammad SAW dalam menumbuhkan cinta serta meneladani Nabi Saw sekaligus memperkuat silaturahmi di kawasan Indonesia Timur, terutama Papua.


“Inti dari perjalanan ini adalah menyampaikan risalah dakwah. Kami mengambil pesan Nabi Muhammad SAW, ballighu ‘anni walau ayah, sampaikan dariku walaupun satu ayat,” ungkapnya.


Menurutnya, rihlah tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan dakwah dalam bentuk ceramah atau pengajian. Para peserta juga akan melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh yang dituakan di daerah tujuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat bahkan dengan pemerintah setempat.


Tujuan kita betul-betul untuk syiar, silaturahmi, dan yang pasti menebar kasih sayang di antara umat Islam maupun kepada seluruh umat yang ada di daerah tersebut, meskipun mereka bukan Islam, katanya.


Perjalanan Rihlah Dakwah Maulid Indonesia Timur 1448 H diawali dari Surabaya. Dari Jawa Timur, rombongan kemudian bergerak menuju Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Merauke, Jayapura, dan Timika, kemudian kembali ke Surabaya.


Pemilihan wilayah Indonesia Timur menjadi perhatian tersendiri karena kegiatan tersebut juga dimaksudkan sebagai kesempatan untuk mengenal lebih dekat karakteristik dakwah dan kehidupan masyarakat di masing-masing daerah.


Khusus di wilayah Papua, para peserta rihlah akan melakukan sejumlah kegiatan keagamaan dan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.


Di Makassar, agenda yang dijadwalkan antara lain pengisian khutbah Jumat, silaturahmi, serta kegiatan pengukuhan pengurus Rabithah Alawiyah.


Rombongan kemudian menuju Merauke. Di wilayah ini, selain kegiatan dakwah dan silaturahmi, dijadwalkan pula pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat, termasuk dialog kebangsaan bersama Uskup Agung Merauke, Uskup Mandagi, serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di GOR Hiad Sai Merauke.


Setelah Merauke, perjalanan dilanjutkan menuju Jayapura dan Timika, sebelum seluruh rangkaian rihlah berakhir di Surabaya pada 2 Oktober 2026.


Habib Rifqi menjelaskan, waktu sekitar dua hari di setiap daerah akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Karena itu, rihlah tersebut tidak hanya dipahami sebagai perjalanan dakwah, tetapi juga sebagai ruang membangun hubungan antarmasyarakat.


Setiap daerah itu sekitar dua hari. Dalam waktu tersebut banyak kegiatan, bukan hanya acara dakwah. Misalnya kalau hari Jumat ada khutbah Jumat, kemudian kita juga mendatangi orang yang dituakan di daerah tersebut dan berkolaborasi dengan MUI setempat, jelasnya.


Selain itu, perjalanan ini menjadi momentum bagi para alumni Darul Mustofa untuk saling bertukar pengalaman dan mempelajari karakteristik dakwah di wilayah Indonesia Timur.


“Dan juga kita mempelajari karakteristik dakwah di daerah tersebut, menumbuhkan semangat dakwah di daerah tersebut, tambahnya.


Semangat tersebut sejalan dengan tema rihlah, “Syiar Maulid, Satukan Hati, Sebarkan Cinta”, yang menempatkan peringatan Maulid Nabi bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan kasih sayang di tengah masyarakat.


Melalui Rihlah Dakwah Maulid Indonesia Timur 1448 H, para alumni Darul Mustofa berharap hubungan silaturahmi antara para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat di wilayah Indonesia Timur dapat semakin kuat.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang mengedepankan pendekatan persaudaraan dan kasih sayang, sekaligus membuka ruang dialog dengan berbagai unsur masyarakat.


Dengan membawa semangat “Satukan Hati, Sebarkan Cinta”, perjalanan yang dimulai dari Jawa Timur menuju Indonesia Timur tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari syiar Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia Timur. (Za)

Selengkapnya

Fakta Sidang Terungkap, Tanah Waimital Beralih Dalam Penguasaan Pihak Lain, Setelah Ahmad Karjo Meninggal, Ahli Waris Toekidi Tidak Dilibatkan

September 24, 2026


Piru
, globaltimurnn.com — Persidangan perkara sengketa kepemilikan tanah di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali digelar di Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu, Piru, Kamis (24/9/2026).


Sidang kali ini memasuki agenda pemeriksaan saksi Tergugat, Pemeriksaan berlangsung intensif ketika Kuasa Hukum Penggugat, DJ.C. Batmomolin, S.H., M.H. dan Edi Renyaan, S.H., menggali keterangan saksi secara mendalam mengenai asal-usul tanah, riwayat penguasaan, dugaan jual beli dan pengalihan hak, hubungan keluarga, hingga dokumen administrasi pertanahan.


Dari pemeriksaan tersebut, sejumlah keterangan saksi justru memperlihatkan bahwa dasar kepemilikan dan riwayat peralihan objek sengketa masih belum dapat dijelaskan secara terang.


Kuasa Hukum Penggugat Pertanyakan Dasar Peralihan Tanah

Dalam pemeriksaan, kuasa hukum Penggugat menguji pengetahuan langsung para saksi mengenai bagaimana objek sengketa diperoleh dan kemudian dikuasai oleh pihak-pihak lain.


Pertanyaan diarahkan pada hal mendasar, siapa yang pertama kali memiliki atau menguasai tanah, bagaimana hak tersebut diperoleh, kepada siapa pernah dialihkan, kapan pengalihan dilakukan, dan apakah terdapat dokumen yang membuktikannya.


Namun, dari keterangan yang diberikan, informasi mengenai dugaan jual beli atau pengalihan tanah sebagian bersumber dari cerita masyarakat atau pihak lain, bukan dari apa yang disaksikan sendiri oleh saksi.


Para saksi juga tidak memberikan kepastian bahwa mereka pernah melihat secara langsung dokumen seperti sertifikat, akta jual beli, surat hibah, surat waris, atau dokumen peralihan hak yang menjadi dasar penguasaan pihak tertentu atas objek sengketa.


Penguasaan Fisik Bukan Jawaban atas Asal-Usul Hak, Pemeriksaan juga mengungkap adanya sejumlah bangunan dan aktivitas penguasaan fisik di atas objek sengketa.


Beberapa nama disebut dalam persidangan, di antaranya Sumardi, Lasamina dan Ilham Sumarsono, Sejumlah bangunan disebut telah berdiri sejak sekitar tahun 2004. 


Namun, ketika kuasa hukum Penggugat menggali lebih jauh mengenai siapa yang membangun, bagaimana memperoleh tanah, serta apa dasar hukum penguasaannya, keterangan saksi belum memberikan penjelasan yang lengkap.


Hal ini menjadi salah satu titik penting yang didalami Kuasa Hukum Penggugat karena keberadaan bangunan di atas tanah tidak dengan sendirinya menjelaskan asal-usul hak atas tanah tersebut.


Riwayat Alm. Ahmad Karjo Ikut Terungkap Dalam pemeriksaan saksi, nama Alm. Ahmad Karjo dan Tumina juga muncul ketika kuasa hukum menggali sejarah objek sengketa dan hubungan keluarga.


Keterangan saksi menyebut bahwa objek tanah tersebut dikenal masyarakat berkaitan dengan keluarga Ahmad Karjo/Tumina.


Fakta tersebut kemudian menjadi relevan dengan posisi Toekidi yang mendalilkan dirinya sebagai ahli waris Alm. Ahmad Karjo.


Kuasa hukum Penggugat selanjutnya menggali apakah pernah ada peristiwa hukum yang menyebabkan tanah tersebut beralih dari keluarga Ahmad Karjo kepada pihak lain dan, apabila benar terjadi pengalihan, apa dasar serta bukti peralihannya.


Tidak Cukup Hanya Berdasarkan Cerita Masyarakat, Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan adalah sumber pengetahuan saksi mengenai transaksi tanah.


Ketika ditelusuri, sebagian informasi ternyata tidak berasal dari pengalaman langsung saksi. 


Saksi mengetahui adanya dugaan jual beli atau pengalihan berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat.


Kondisi tersebut membuat persoalan asal-usul hak dan keabsahan peralihan tanah tetap menjadi bagian yang harus dibuktikan dengan alat bukti yang relevan.


Kuasa hukum Penggugat juga terus menggali apakah pihak-pihak yang saat ini menguasai objek sengketa dapat menunjukkan dasar perolehan hak yang jelas.


Pembuktian Masih Berlangsung

Pemeriksaan saksi Tergugat pada persidangan kali ini belum menentukan siapa pemilik sah objek sengketa. Namun, keterangan yang muncul memberikan gambaran mengenai adanya penguasaan fisik oleh sejumlah pihak, sementara riwayat perolehan dan dasar peralihan tanah masih menjadi persoalan yang diperdebatkan para pihak.

Bagi Penggugat Toekidi, yang mendalilkan dirinya sebagai ahli waris Alm. Ahmad Karjo, keterangan mengenai keterkaitan objek sengketa dengan keluarga Ahmad Karjo menjadi bagian dari rangkaian pembuktian yang akan dikaitkan dengan bukti-bukti lain dalam perkara.


Selanjutnya, Majelis Hakim akan menilai seluruh keterangan saksi dan alat bukti yang diajukan para pihak sebelum mengambil kesimpulan hukum terhadap sengketa tersebut.


Perkara sengketa kepemilikan tanah tersebut masih dalam tahap pembuktian di Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu, Piru. (Rdks) 


Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT