globaltimurnn.com


Senin, 23 Februari 2026

CPNS Lapas Wahai Ikut Latsar, Babak Baru Penguatan Integritas Menuju Pemasyarakatan PRIMA

Februari 23, 2026

Foto : CPNS Lapas Wahai Ikut Latsar, Babak Baru Penguatan Integritas Menuju Pemasyarakatan PRIMA

Wahai, Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Maluku, memulai babak baru dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini ditandai dengan keikutsertaan lima orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2024/2025 dalam pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jumat (20/02/2026).


Latsar ini menjadi momentum krusial untuk membentuk karakter CPNS agar menjadi aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas tinggi, sesuai dengan tata nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel).


Salah satu CPNS, Agus Wewra, menyatakan antusiasmenya mengikuti rangkaian Latsar. Menurutnya, ini bukan sekadar pelatihan formalitas, melainkan ajang pembentukan karakter. "Bagi saya, ini momen penting untuk membentuk pola pikir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disiplin dan bertanggung jawab. Saya ingin menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untuk diterapkan dalam tugas sehari-hari di Lapas Wahai, terutama dalam pelayanan Warga Binaan," ujarnya.


Kepala Urusan Tata Usaha, Abdul Azis, menegaskan bahwa keikutsertaan CPNS dalam Latsar merupakan langkah krusial untuk menciptakan administrasi yang bersih dan pelayanan PRIMA. “Kami berharap melalui Latsar ini, mereka tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas yang kuat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk karier mereka dan masa depan Lapas Wahai yang lebih berintegritas,” ungkap Azis.


Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa Latsar adalah tahap fundamental untuk menanamkan kedisiplinan dan mentalitas petugas pemasyarakatan yang berwibawa. "Integritas adalah harga mati. Melalui Latsar ini, saya berharap CPNS Lapas Wahai mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN, memahami aturan, dan berani menolak segala bentuk penyimpangan sejak dini," tegas Tersih.


Rangkaian Latsar yang dilakukan secara distance learning (pembelajaran jarak jauh) ini mencakup pembelajaran mandiri, seminar rancangan aktualisasi, aktualisasi di unit kerja hingga seminar pelaksanaan aktualisasi. Selama mengikuti Latsar, para CPNS akan dituntut untuk menunjukkan kinerja terbaik serta mempelajari tugas pokok dan fungsi di Lapas Wahai, khususnya dalam pengamanan dan pembinaan Warga Binaan.


Dengan dimulainya Latsar ini yang akan berakhir 22 Mei mendatang, diharapkan lahir tunas pemasyarakatan di Lapas Wahai yang PRIMA, disiplin, dan berdedikasi tinggi sejalan dengan komitmen Lapas Wahai dalam memperkuat SDM menuju Zona Integritas melalui pelayanan yang humanis dan Wilayah Bebas dari Korupsi, sekaligus mendukung transformasi pemasyarakatan di Maluku. (Za)

Selengkapnya

Bebas Bersyarat, Warga Binaan Lapas Wahai Bawa Pulang Tabungan Hasil Kerja

Februari 23, 2026

Foto : Bebas Bersyarat, Warga Binaan Lapas Wahai Bawa Pulang Tabungan Hasil Kerja

Wahai
, Globaltimurnn.com – Langkah baru dan harapan baru menyambut salah satu Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai berinisial 'MI' yang resmi menghirup udara bebas melalui program Pembebasan Bersyarat. Menariknya, MI tidak keluar dengan tangan hampa. Saat meninggalkan Lapas, ia membawa buku tabungan berisi uang premi hasil pembinaan kemandirian yang ia ikuti selama menjalani masa pidana, sebagai modal kembali ke masyarakat, Sabtu (21/02/2026).


MI saat menerima tabungan senilai dua juta rupiah itu mengaku sangat bersyukur dan terharu. "Saya sangat bersyukur. Hasil kerja saya di dalam Lapas dihargai, dan tabungan ini sangat membantu saya sebagai modal usaha dan kebutuhan keluarga di rumah," ujar MI.


Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw, yang menyerahkan buku tabungan menjelaskan bahwa pemberian premi dalam bentuk tabungan hasil kerjasama dengan pihak Bank BRI itu bertujuan untuk meminimalisir risiko kehilangan uang tunai dan mempermudah reintegrasi sosial. "Saldo yang didistribusikan adalah hasil produktivitas Warga Binaan tersebut dalam program pembinaan kemandirian. Ini langkah strategis agar reintegrasi sosial berjalan dengan baik," jelas Merpaty.


Penyerahan tabungan ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Wahai dalam menerapkan pembinaan berkelanjutan, transparan, dan memberikan dampak ekonomi langsung, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.


Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan bahwa inisiatif pemberian premi dalam bentuk tabungan bertujuan untuk mendukung kemandirian ekonomi Warga Binaan. "Premi yang kami berikan adalah hak narapidana atas pekerjaan yang mereka lakukan di dalam Lapas. Kami ingin memastikan mereka siap berkarya kembali di masyarakat dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama," terang Tersih.


Ditempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasinya. "Pemberian buku tabungan tersebut adalah bentuk nyata pembinaan yang transparan. Ini menunjukkan bahwa Lapas Wahai tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga fungsi edukasi finansial dan reintegrasi sosial, sehingga Warga Binaan memiliki bekal saat kembali ke keluarga dan masyarakat," ujar Ricky.


Dengan adanya pemberian premi dalam bentuk tabungan bagi Warga Binaan yang diberikan fisik bukunya saat bebas nanti, Lapas Wahai terus menanamkan nilai-nilai positif bahwa masa pemidanaan adalah momen untuk perbaikan diri dan peningkatan keterampilan, sehingga saat bebas Warga Binaan menjadi pribadi yang memiliki modal ekonomi untuk mandiri dan produktif. (Za)

Selengkapnya

LPKA Ambon Buka Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H, Rajut Harapan Anak Binaan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Februari 23, 2026


Foto : LPKA Ambon Buka Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H, Rajut Harapan Anak Binaan Menuju Masa Depan Lebih Baik

Ambon
, Globaltimurnn.com – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon secara resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 Hijriah pada Senin (23/02/2026) pukul 10.00–10.30 WIT sebagai bagian dari upaya penguatan pembinaan kepribadian dan spiritual bagi Anak Binaan. Kegiatan yang mengusung tema “Ramadhan Merajut Harapan, Menjemput Masa Depan yang Lebih Baik” tersebut dilaksanakan di Masjid Baitul Rahman LPKA Kelas II Ambon.


Kegiatan pembukaan pesantren kilat dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Ambon sebagai bentuk sinergi pembinaan keagamaan yang berkelanjutan. Program ini bertujuan memberikan pembelajaran spiritual, memperkuat nilai keimanan, serta membentuk karakter Anak Binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat. 


Pesantren Kilat Ramadhan 1447 Hijriah ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 23 Februari hingga 9 Maret 2026 dengan rangkaian kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.


Kepala LPKA Kelas II Ambon, Kurniawan Wawondos, dalam sambutannya menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum penting untuk refleksi diri serta pembentukan karakter Anak Binaan. Menurutnya, pesantren kilat menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta semangat perubahan menuju masa depan yang lebih baik.


“Pesantren kilat ini menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta semangat perubahan menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.


Sementara itu, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Khadijah Makian, mengajak Anak Binaan untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.


“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk belajar menjadi pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan bertanggung jawab. Melalui pesantren kilat ini, kami berharap Anak Binaan dapat meningkatkan pemahaman agama serta memiliki semangat baru dalam menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.


Melalui pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 Hijriah ini, LPKA Ambon berharap pembinaan spiritual dapat berjalan optimal melalui berbagai kegiatan seperti pembelajaran Al-Qur’an, ceramah keislaman, serta pembinaan akhlak, sehingga menjadi bekal bagi Anak Binaan untuk merajut harapan baru dan menjemput masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Kreatif dan Produktif, Warga Binaan Lapas Piru Hasilkan Miniatur Kapal dari Kayu Reklamasi

Februari 23, 2026

Foto : Kreatif dan Produktif, Warga Binaan Lapas Piru Hasilkan Miniatur Kapal dari Kayu Reklamasi

Piru
, Globaltimurnn.com  – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali tunjukkan kreativitas dan semangat produktif melalui karya miniatur kapal berbahan kayu reklamasi atau umumnya dikenal dengan kayu bekas mebel atau furnitur. Kegiatan pembinaan kemandirian ini dilaksanakan pada Senin (23/02/2026) sebagai bagian dari program pemberdayaan yang berkelanjutan di Lapas Piru.


Miniatur kapal tersebut dibuat dari kayu reklamasi yang sebelumnya tidak terpakai. Proses pembuatannya dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemilahan dan pengolahan bahan, teknik pembentukan dan perakitan rangka, hingga tahap pengecatan dan finishing. Seluruh proses dikerjakan secara mandiri oleh Warga Binaan dengan pendampingan intensif petugas pembinaan, sehingga menghasilkan karya yang detail, rapi, dan memiliki nilai estetika tinggi.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga sarana pembentukan karakter.


“Melalui pembinaan kerajinan miniatur kapal ini, kami ingin membangun rasa percaya diri dan kedisiplinan Warga Binaan. Mereka belajar sabar dalam proses, teliti dalam pengerjaan, dan bertanggung jawab terhadap hasil karyanya. Ini menjadi bekal penting saat mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, kegiatan ini telah membentuk kelompok kerja kerajinan tangan yang secara konsisten memproduksi miniatur kapal untuk dipasarkan. Produk tersebut kini telah dipasarkan melalui koperasi Lapas dan jaringan UMKM lokal, sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis pembinaan.


Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan kemandirian dan pemberdayaan Warga Binaan.


“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pembinaan kemandirian harus menghasilkan output nyata yang bernilai ekonomi dan membangun mental produktif Warga Binaan,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemilihan miniatur kapal juga merepresentasikan kearifan lokal Maluku sebagai daerah kepulauan dengan tradisi maritim yang kuat. Melalui karya tersebut, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.


Dengan semangat pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Piru terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya membina, tetapi juga memberdayakan, sehingga Warga Binaan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, terampil, dan produktif. (Za)

Selengkapnya

5 CPNS Lapas Namlea Jalani Latsar PJJ 2026

Februari 23, 2026

Foto : 5 CPNS Lapas Namlea Jalani Latsar PJJ 2026

Namlea
, Globaltimurnn.com – 5 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea jalani pelatihan dasar (latsar) yang diselenggarakan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BSPDM) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Pusat Pembelajaran Dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN Makassar dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ), Sabtu (21/02/2026).


5 orang CPNS Lapas Namlea yang tergabung dalam angkatan LXII akan mengikuti latsar dari Februari hingga Mei 2026 dengan jumlah peserta latsar sebanyak 200 orang yang terbagi menjadi lima angkatan dari Unit Pelaksana Teknis Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku dan Maluku Utara.


Kepala Urusan Tata Usaha, Yullian H. Tomasoa, menjelaskan kelima CPNS yang mengikuti latsar telah dibebaskan tugaskan dari tugas dan tanggung jawab sehari-hari dan akan fokus mengikuti kegiatan pelatihan dan pembelajaran selama 3 bulan tersebut. 


“Dari Lapas Namlea ada 5 orang CPNS yang akan mengikuti kegiatan latsar dari BPSDM secara online atau jarak jauh. Kelimanya akan fokus mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan dibebastugaskan sementara sebagai petugas pengamanan sembari fokus menyelesaikan pelatihan,” jelasnya. 


Tahapan pelatihan ini dibagi dalam 5 kegiatan yang terdiri dari pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course, distance learning 1, seminar rancangan aktualisasi, aktualisasi di tempat kerja, distance learning 2, dan seminar pelaksanaan aktualisasi.  


Salah satu CPNS, Brayen Persulima, mengaku siap mengikuti latsar dan pembelajaran-pembelaran yang akan diberikan selama kegiatan. “Kami akan mengikuti setiap tahapannya dengan baik dan bertekad menyelesaikannya dengan predikat memuaskan,” ujarnya. 


Sementara itu, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy mengatakan latsar merupakan salah satu syarat wajib sebelum resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).


Kegiatan latsar adalah salah satu pelatihan yang wajib diikuti oleh calon ASN sebagai tahapan sebelum resmi diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Pelatihan yang diikuti akan mempersiapkan CPNS untuk menjadi pegawai yang profesional, memahami nilai dasar aparatur sipil Negara, dan dipersiapkan menjadi pelayan publik yang berkualitas, tutur Marasabessy. (Za)

Selengkapnya

Ambon Masuk Kategori Darurat Sampah Wali Kota Paparkan Strategi Penanganan hingga Ekonomi Sirkuler

Februari 23, 2026

Foto : Ambon Masuk Kategori Darurat Sampah Wali Kota Paparkan Strategi Penanganan hingga Ekonomi Sirkuler   

Ambon
, Globaltimurnn.com – Menghadapi status "daerah darurat sampah" yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk mengubah wajah persampahan kota. Hal itu disampaikan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena dalam paparan bertema "Tata Kelola Sampah Menuju Kota Sehat dan Bersih" pada acara bersama GAMKI, Sabtu (21/02/2026).

 

Pertumbuhan ekonomi Ambon yang mencapai 5,96% pada 2024 berdampak pada peningkatan jumlah dan jenis sampah. Data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan :

 

- Tahun 2021 (penduduk 347.000) : 

   88.000 ton sampah/tahun

- Tahun 2023 (penduduk 354.000) : 

   Lebih dari 90.000 ton sampah/tahun

- Tahun 2024 (penduduk 357.000) : 

   Lebih dari 91.000 ton sampah/tahun

- Perkiraan 2025 (penduduk mendekati 

  365.000) : Volume sampah akan semakin 

  besar

 

Saat ini, armada sampah hanya mampu menangani 95 ton per hari atau 78,89% dari total sampah harian. Belum lagi tantangan tambahan dari sampah yang dibuang dari luar wilayah kota, seperti Kecamatan Salahutu.

 

Meskipun Peraturan Daerah Nomor 43 Tahun 2018 telah ada, implementasinya masih belum optimal. Namun, sejumlah upaya sudah digulirkan :

 

- Kerjasama dengan Bank Sampah Indonesia dan program kurban tanpa kantong plastik.


- Beli sampah plastik dengan harga premium Rp5.000 per kilo (dibanding pasar hanya Rp1.000), telah berhasil kumpulkan lebih dari 10 ton.


- Pembenahan TPA dari open dumping menjadi controlled fill, yang telah mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup.


- Jaring penahan sampah dipasang di tiga sungai penghubung ke Teluk Ambon.


- Pembagian tempat sampah ke sekolah, rumah ibadah, pasar, dan perkantoran, dengan 18 kontainer plastik menggantikan TPS beton yang tidak higienis.


- Pembangunan 19 titik pengumpulan sampah dengan bantuan pemerintah Belanda, ditambah janji bantuan 2 unit lagi dari DKI Jakarta.


- Peluncuran gerakan lokal "TAMBAH" (Ambon Bersih, Asri, Hijau, Nyaman) seluruh instansi melakukan pembersihan setiap Jumat dan akan ditanami 5.000 pohon lokal secara gratis.

 

Untuk mencapai target pengelolaan 28% dan penanganan 71% sampah (saat ini baru 23% dan 7%), pemerintah kota akan menerapkan langkah revolusioner :

 

- Teknologi Material Recovery Facility (MRF)   

  untuk mengelola semua jenis sampah 

  sesuai alur yang direncanakan.

- Teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk 

  mengubah sisa sampah menjadi briket yang 

  akan dijual ke PLN infrastrukturnya akan 

  dibangun tahun ini.

- Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 

  109, akan dikembangkan konsep 

  Waste-to-Energy untuk mengubah sampah 

  menjadi energi.

- Tujuan akhir : 

  TPA hanya digunakan untuk 

  sampah yang benar-benar tidak dapat 

  diolah lagi.

 

Penanganan sampah tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga untuk mencegah pencemaran air dan udara, mendukung mitigasi iklim, serta menjadikan sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkuler.(Za)

Selengkapnya

Pererat Silaturahmi, Dankodaeral IX Gelar Buka Puasa Bersama Prajurit di Masjid Nurul Iman Kodaeral IX

Februari 23, 2026

Foto : Pererat Silaturahmi, Dankodaeral IX Gelar Buka Puasa Bersama Prajurit di Masjid Nurul Iman Kodaeral IX

Ambon
, Globaltimurnn.com - Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., didampingi Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas melaksanakan buka puasa bersama dengan seluruh personel Kodaeral IX di Masjid Nurul Iman Mako Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku pada Senin (23/2/2026). 


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan tersebut, juga dihadiri oleh Asintel Kasal, Laksda TNl Akmal, Pangkoarmada III, Laksda TNl Dato Rusman beserta Isteri, Wadan Kodaeral IX, Laksda TNl Dr. Muhammad Risahdi, Danguspurla Koarmada lll, Laksma TNl Andri, para PJU dan Kasatker Kodaeral lX lainnya. 


Dankodaeral lX mengatakan, momentum bulan suci Ramadan ini menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara keluarga besar Kodaeral IX.


Kebersamaan antara unsur pimpinan, prajurit, dan keluarga besar Jalasenastri ini lanjutnya, menjadi wujud nyata soliditas dan sinergitas dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut di wilayah kerja Kodaeral IX.


"Buka puasa bersama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun menjadi ajang memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan loyalitas dalam pengabdian kepada bangsa dan negara," terangnya. 


Acara diawali dengan tausiyah singkat yang memberikan pesan-pesan moral dan spiritual, dilanjutkan dengan doa bersama, buka puasa, serta pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah.


Dengan suasana yang penuh dengan khidmat ini dan penuh rasa syukur tampak menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan, dan mencerminkan kekompakan serta keharmonisan keluarga besar Kodaeral IX. (TNI AL) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT