globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 05 November 2026

Satgas Gabungan Kodaeral IX dan Bakamla Rl Tuntaskan Misi Penanganan Karhutla di Negeri Saleman

November 05, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Misi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, resmi berakhir. 


Setelah menuntaskan tugas pemadaman dan penanganan dampak kebakaran, Satuan Tugas (Satgas) gabungan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) Rl dibubarkan di Markas Kodaeral IX, Ambon, Rabu malam (4/11). 


Sebelumnya, seluruh personel Satgas Karhutla Kodaeral IX yang dipimpin Letda Laut (T) Arya Maulana Kampai, S.T., bersama unsur Bakamla telah melaksanakan tugas di lokasi terdampak kebakaran selama empat pekan. 


Setelah menyelesaikan penugasan, seluruh personel ditarik kembali ke Ambon dan tiba di Markas Kodaeral IX pada Rabu (4/11) sekitar pukul 19.00 WIT.

Setibanya di markas, personel gabungan mengikuti prosesi pembubaran Satgas yang menandai berakhirnya misi kemanusiaan dan penanganan Karhutla di Negeri Saleman.


Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel Satgas atas dedikasi, kerja keras, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas hingga selesai. 


Ia juga bersyukur seluruh personel dan material dapat kembali ke markas dalam keadaan aman. Dengan berakhirnya penugasan tersebut, seluruh personel selanjutnya dikembalikan ke satuan dan instansi masing-masing. 


Keberhasilan misi ini menjadi wujud sinergi Kodaeral IX dan Bakamla Rl dalam mendukung penanganan bencana serta membantu masyarakat yang terdampak Karhutla di wilayah Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Gubernur Hendrik Lewerissa Dorong Hilirisasi Sagu Maluku Masuk PSN 2027

November 05, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong pengembangan dan hilirisasi komoditas sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Tahun 2027.


Dorongan tersebut disampaikan saat Gubernur Hendrik Lewerissa menghadiri Sago Business Forum yang diinisiasi Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (5/11/2026).


Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku mengoptimalkan potensi sagu sebagai komoditas unggulan daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal.


Pengembangan hilirisasi sagu juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda kemandirian bangsa melalui swasembada pangan serta peningkatan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi.


Di tingkat daerah, kebijakan tersebut selaras dengan Sapta Cita ke-6 Pemerintah Provinsi Maluku, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui hilirisasi komoditas unggulan dan perluasan akses pasar.


Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Maluku, daerah ini memiliki potensi lahan sagu seluas 36.463 hektare dengan total produksi mencapai 14.123 ton. Potensi tersebut menempatkan Maluku sebagai salah satu sentra sagu terbesar di Indonesia.


Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi wilayah dengan potensi sagu terbesar, yakni mencapai 35.421 hektare atau sekitar 97 persen dari total potensi lahan sagu di Maluku.


Besarnya potensi tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk mengembangkan industri pengolahan sagu yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan, Pemerintah Provinsi Maluku telah mengusulkan program hilirisasi sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur kepada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PPN/Bappenas.


Usulan tersebut diharapkan dapat diakomodasi dalam perencanaan pembangunan nasional dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Tahun 2027.


Untuk mendukung rencana tersebut, Pemprov Maluku telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penataan dan pengembangan tanaman sagu sebagai pangan unggulan berbasis kearifan lokal, diversifikasi pangan sebagai alternatif pengganti beras, hingga konservasi kawasan hutan sagu secara berkelanjutan.


Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong restrukturisasi pengelolaan kebun sagu melalui pelibatan masyarakat serta membangun kemitraan dengan pelaku usaha untuk memperkuat pengembangan agroindustri sagu.


Melalui pengembangan hilirisasi ini, Pemprov Maluku berharap sagu tidak hanya menjadi identitas pangan tradisional masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi komoditas industri bernilai ekonomi tinggi.


Upaya tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kontribusi Maluku dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Rdks) 

Selengkapnya

Sinergi Polri dan Masyarakat, Polsek Kao Tanam Jagung Pipil Perdana 2 Hektar untuk Swasembada Pangan

November 05, 2026


Kao
, globaltimurnn.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Kao Polres Halmahera Utara menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat terkait swasembada pangan tahun 2026. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata penanaman jagung pipil kuartal IV yang digelar di Desa Doro, Kecamatan Kao Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (05/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIT ini berlokasi di lahan kebun seluas 2 hektar milik Kelompok Tani (Poktan) Kembang Tani. Sinergitas yang kuat terlihat dari hadirnya unsur Pemerintah Kecamatan, TNI-Polri, dinas pertanian, serta masyarakat setempat yang totalnya mencapai 25 orang.


Kapolres Halmahera Utara melalui Kapolsek Kao, Ipda Iskandar A. Tjiuda, menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud partisipasi aktif untuk menyukseskan ketahanan pangan nasional, sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan kelompok tani di wilayah hukum Polsek Kao.


"Kami berharap penanaman jagung pipil ini menjadi awal yang baik dalam membangun sinergitas Polri dengan masyarakat. Polri siap mengawal dan berpartisipasi langsung menyukseskan program swasembada pangan pemerintah," ujar Ipda Iskandar.


Selain membahas ketahanan pangan, di hadapan para petani, Kapolsek Kao juga memberikan imbauan kamtibmas yang sangat krusial terkait dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang melanda sejak Juli lalu. Ia meminta warga untuk saling menjaga lahan kebun dan tidak melakukan pembakaran rumput atau lahan secara sembarangan.


"Mari kita berkolaborasi menjaga lingkungan. Di musim kemarau ini, satu titik api di sembarang tempat bisa berdampak fatal dan merembet ke lahan warga sekitar," tegasnya.


Apresiasi tinggi datang dari Camat Kao Utara, Novi Paparang, S.E., M.M. Ia memuji langkah cepat Poktan Kembang Tani yang dipimpin oleh Silas Bitjara beserta 15 anggotanya yang menginisiasi gerakan tanam perdana ini dengan merangkul Polsek Kao dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kao Utara.


"Penanaman di musim kuartal IV ini adalah bentuk dukungan nyata untuk menunjang swasembada pangan. Saya berharap proses pendampingan dari tim penyuluh pertanian terus berjalan intensif dari masa tanam hingga masa panen nanti, agar hasil yang didapat para petani bisa maksimal," kata Camat Kao Utara.


Gerakan tanam jagung bersama ini diakhiri dengan prosesi penanaman benih secara simbolis di atas lahan 2 hektar tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan selesai pada pukul 10.00 WIT dalam situasi kamtibmas yang aman kondusif. (Rdks) 

Selengkapnya

Terus Berantas Miras Jenis Cap Tikus, Polres Halut Sasar Penyulingan Miras Di Desa Gosoma Giat KRYD

November 05, 2026


Halut
, globaltimurnn.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Halmahera Utara terus berkomitmen memberantas peredaran minuman keras ilegal di wilayah hukumnya. Komitmen ini dibuktikan melalui pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa Operasi Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba dan Minuman Keras yang digelar di seputaran Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (05/11/2026).


Dalam operasi yang berlangsung sore  tersebut, petugas berhasil mengendus dan menggerebek sebuah lokasi yang dijadikan tempat pembuatan atau penyulingan minuman keras tradisional jenis cap tikus di Desa Gosoma.


Kapolres Halmahera Utara melalui Kasat Resnarkoba polres halut Ipda Reinhard Luma, S.H. menjelaskan bahwa operasi ini menyasar area perkebunan warga yang terletak di dekat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Gosoma. Lokasi yang tersembunyi tersebut diduga kuat sering digunakan untuk memproduksi barang haram yang kerap memicu gangguan kamtibmas.


"Sekitar pukul 16.00 WIT, personil Satresnarkoba yang dipimpin oleh Kanit Opsnal Bripka Jamalaludin Sirajudin dan Kanit Idik Bripka Fatahillah Ridwan langsung bergerak melakukan pemeriksaan di area kebun tersebut," ungkap Kasat Resnarkoba dalam rilis tertulisnya.

Dari hasil penggeledahan di lokasi, petugas menemukan 2 buah gelong berukuran 25 liter. Gelong tersebut berisi penuh bahan mentah (saguer) yang siap disuling menjadi minuman keras jenis cap tikus. Mengetahui hal tersebut, petugas di lapangan langsung mengambil tindakan tegas dengan memusnahkan seluruh barang bukti bahan baku tersebut di tempat kejadian perkara (TKP).


Polisi juga telah mengantongi identitas pemilik sekaligus pengelola tempat penyulingan tersebut, yakni seorang pria berinisial S (48), warga Desa Gosoma.


Setelah memastikan seluruh area klir dan barang bukti dimusnahkan, sekitar pukul 18.00 WIT seluruh personil Satresnarkoba kembali ke Mapolres Halmahera Utara. Seluruh rangkaian operasi berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.


Pihak Polres Halmahera Utara mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus mendukung kepolisian dengan memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba maupun penyulingan miras di lingkungan sekitar demi menjaga keamanan bersama. (Rdks) 

Selengkapnya

Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus Di Perkebunan Desa Roko, Polsek Galela Berantas Miras Ilegal

November 05, 2026


Halut
, globaltimurnn.com - Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) ilegal di wilayah hukumnya terus digencarkan. Terbaru, Personil Gabungan Polsek Galela berhasil menggerebek sebuah gubuk yang dijadikan tempat penyulingan miras jenis cap tikus di area perkebunan Desa Roko, Kecamatan Galela Barat, Kamis (5/11/2026).


Operasi penertiban ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Galela, Ipda Fajri M. Samsudin, S.H., didampingi KBO Samapta Ipda Sirajudin dan Kasubsektor Galela Ipda Iwan Hadi Barat. Penggerebekan ini juga diperkuat oleh personil Pos Pam Duma-Kira serta back-up personil Dalmas Pos Pam Desa Ori-Bale.


Kapolres Halmahera Utara melalui Kapolsek Galela Ipda Fajri M. Samsudin menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan untuk menekan angka kriminalitas yang sering kali dipicu oleh konsumsi miras.


"Berdasarkan hasil pemetaan Unit Intelkam, kami langsung bergerak menuju sasaran di perkebunan Desa Roko. Di lokasi tersebut, kami menemukan sebuah gubuk yang aktif digunakan sebagai tempat penyulingan miras jenis cap tikus milik seorang petani setempat berinisial EM (48)," ujar Ipda Fajri.


Dalam penggerebekan yang berlangsung sejak siang hari tersebut, petugas menemukan sejumlah bahan baku utama pembuatan miras. Barang bukti yang ditemukan di lokasi langsung dimusnahkan di tempat demi memberikan efek jera dan menghentikan proses produksi.


"Bahan baku berupa 4 galon air perasan pohon aren (saguwer) berukuran 25 liter dan setengah drum saguwer langsung kami musnahkan di tempat dengan cara ditumpahkan ke tanah. Petugas juga membongkar tungku yang digunakan untuk menyuling miras tersebut," tegas Kapolsek.


Selain melakukan pemusnahan di lokasi, petugas juga mengamankan sejumlah alat produksi ke Mako Polsek Galela sebagai barang bukti, antara lain 2 staf pipa penyulingan warna hitam, 4 galon kosong ukuran 25 liter, dan 1 buah drum biru berukuran 100 liter.


Seluruh rangkaian kegiatan razia yang berakhir pada pukul 14.30 WIT tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat Halmahera Utara, khususnya di wilayah Galela, untuk tidak melakukan aktivitas produksi maupun peredaran miras ilegal demi menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. (Rdks) 

Selengkapnya

Luar Biasa,,, Polres SBB Terus Tunjukan Rasa Peduli Pada Masyarakat SBB Terdampak Kemarau Panjang, Terus Salurkan Air Bersih Kali Ini Kota Nia Atas Sebanyak 3.600 Liter

November 05, 2026


SBB
, globaltimurnn.com – Sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak musim kemarau berkepanjangan, Polres Seram Bagian Barat (SBB) kembali melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih gratis kepada warga Dusun Kotania Atas, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis (5/11/2026) pukul 10.30 WIT.


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pejabat Utama (PJU) Polres SBB bersama Kapolsek Piru, dengan melibatkan personel Satbinmas, Bhabinkamtibmas Desa Eti, serta personel Satlantas Polres SBB.


Dalam pelaksanaannya, personel Polres SBB yang dipimpin Kasat Binmas IPTU Irwan Nismon Siifu melakukan pengambilan air bersih menggunakan dua unit mobil double cabin Polres SBB di sungai Desa Lumoly. Selanjutnya, satu unit mobil pikap L300 yang membawa dua tangki air turut membantu proses pengangkutan dan pendistribusian.


Air bersih tersebut kemudian dibawa menuju Dusun Kotania Atas dan disalurkan ke bak penampungan air untuk selanjutnya dibagikan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.


Melalui kegiatan tersebut, Polres SBB berhasil menyalurkan bantuan air bersih sebanyak *3.600 liter* kepada masyarakat Dusun Kotania Atas. Bantuan ini mendapat sambutan positif serta apresiasi dari kepala dusun dan warga setempat.


Kapolres Seram Bagian Barat AKBP REFINDO PRADIKTA RULANDO, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menyampaikan bahwa kegiatan pendistribusian air bersih merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.


Kapolres berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.


Kapolres juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air bersih secara bijak, mengutamakan kebutuhan pokok keluarga, serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan sumber air yang tersedia.


"Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga untuk memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak musim kemarau. Semangat kepedulian dan kebersamaan harus terus kita jaga karena Polri dan masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan," ungkap Kapolres.


Lebih lanjut, Perwira Menengah berpangkat dua Melati tersebut menegaskan bahwa Polres SBB akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai wujud pelayanan Polri yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Sementara itu, Kepala Dusun Kotania Atas bersama masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres SBB beserta seluruh personel Polres SBB atas bantuan air bersih yang telah diberikan.


Melalui kegiatan ini, Polres Seram Bagian Barat menunjukkan komitmennya untuk terus mengedepankan pelayanan yang humanis, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

PA’KOP BACARITA: Inovasi Digital Pemkot Ambon untuk Perkuat Pembinaan Koperasi Berbasis Risiko

November 05, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat transformasi digital, dalam tata kelola perkoperasian melalui inovasi PA’KOP BACARITA (Penilaian Kesehatan Koperasi, Basis Data, Capaian, dan Informasi Terintegrasi).


Inovasi yang digagas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon ini menjadi langkah strategis, untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pengawasan koperasi melalui pemanfaatan data digital yang terintegrasi.


Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon, Siegers Vebyana, S.E., M.Si. kepada wartawan di Ambon, Kamis (5/11/2026) menjelaskan, PA’KOP BACARITA merupakan Proyek Perubahan yang dikembangkan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.


Menurutnya, inovasi tersebut hadir untuk menjawab persoalan belum optimalnya pemanfaatan data hasil penilaian kesehatan koperasi, sebagai dasar pelaksanaan pembinaan dan pengawasan berbasis risiko.


“Melalui PA’KOP BACARITA, Pemkot Ambon menghadirkan dashboard digital terintegrasi, yang memungkinkan data kesehatan koperasi dikelola, dianalisis, dan disajikan secara lebih sistematis, akurat, serta mudah diakses sesuai kewenangan pengguna,” kata Siegers.


Dashboard tersebut memuat sejumlah informasi penting, di antaranya hasil penilaian kesehatan koperasi, pemetaan profil risiko, rekomendasi pembinaan, serta pemantauan kondisi koperasi.


Dengan ketersediaan informasi tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi kondisi masing-masing koperasi, sekaligus menentukan bentuk pembinaan yang sesuai dengan persoalan dan kebutuhan yang dihadapi.


Siegers menjelaskan, selama ini data hasil penilaian kesehatan koperasi masih tersebar sehingga pemanfaatannya dalam proses pembinaan dan pengawasan belum berjalan optimal.


“Karena itu, melalui inovasi PA’KOP BACARITA, berbagai data tersebut diintegrasikan ke dalam satu dashboard digital yang menyediakan informasi profil koperasi, hasil penilaian kesehatan, pemetaan risiko, hingga rekomendasi pembinaan. Bahkan, sistem ini dilengkapi early warning system berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), untuk mendukung penyediaan rekomendasi pembinaan,” ungkap dia.


Dengan dukungan sistem tersebut, aparatur pembina dan pengawas koperasi dapat memperoleh informasi secara lebih cepat dan akurat, sehingga langkah penanganan terhadap koperasi dapat dilakukan berdasarkan kondisi yang teridentifikasi.


Pengembangan inovasi ini dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembentukan Tim Efektif, identifikasi proses bisnis dan inventarisasi data, standardisasi serta validasi data, pengembangan prototipe dashboard, hingga penyusunan standar operasional prosedur dan panduan penggunaan.


Tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, PA’KOP BACARITA juga didukung penyusunan Peraturan Wali Kota Ambon tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi. Regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan tata kelola keuangan koperasi, agar pengelolaannya semakin transparan dan tertib administrasi.


“Selanjutnya, pelaksanaan uji coba dashboard, sosialisasi, serta bimbingan teknis kepada aparatur dan pengurus koperasi dilakukan, untuk memastikan sistem dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Masukan dari para pengguna juga menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan fitur dan kualitas penyajian informasi,” ujar Siegers.


Dengan demikian, PA’KOP BACARITA tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, tetapi juga menjadi instrumen analisis dan pendukung pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pembinaan koperasi. Siegers menilai, penerapan inovasi ini akan membawa perubahan terhadap pola pembinaan koperasi di Kota Ambon.


Pengelolaan data yang sebelumnya dilakukan secara manual diarahkan menuju sistem digital terintegrasi. Begitu pula pembinaan yang selama ini bersifat umum akan dikembangkan menjadi pembinaan berbasis profil risiko, sehingga kebijakan yang diambil lebih terukur dan sesuai kebutuhan.


Selain itu, pengambilan keputusan diharapkan tidak lagi bersifat reaktif, tetapi didasarkan pada data dan bukti (evidence-based decision making). Dari sisi manfaat, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya administrasi, mempercepat pengolahan serta penyajian laporan, sekaligus membantu pemerintah daerah mengoptimalkan sumber daya pembinaan.


Sementara bagi koperasi, hasil penilaian kesehatan dapat dimanfaatkan untuk mengetahui berbagai kelemahan dalam pengelolaan organisasi, meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola keuangan, serta memperkuat kepercayaan anggota.


Jika diterapkan secara berkelanjutan, perbaikan tata kelola tersebut diharapkan, berdampak terhadap peningkatan kinerja usaha koperasi dan kesejahteraan masyarakat. Siegers menambahkan, keberhasilan pengembangan PA’KOP BACARITA membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.


Kolaborasi tersebut melibatkan jajaran Pemkot Ambon, Tim Efektif, aparatur pembina dan pengawas koperasi, pengurus koperasi, serta mitra pendukung teknologi. Dukungan Wali Kota Ambon dan Wakil Wali Kota Ambon selaku Mentor Proyek Perubahan juga menjadi bagian penting, dalam mendorong penguatan serta keberlanjutan inovasi tersebut.


Ke depan, PA’KOP BACARITA diarahkan menjadi bagian dari sistem kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon melalui pemutakhiran data secara berkala, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan analisis tren kesehatan koperasi, serta integrasi dengan sistem informasi terkait. Inovasi ini juga diharapkan, dapat menjadi model pengelolaan data perkoperasian yang berkelanjutan, dan berpotensi diterapkan oleh daerah lain.


“Melalui PA’KOP BACARITA, kita ingin memastikan bahwa data kesehatan koperasi tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pembinaan yang tepat sasaran demi mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” sebut Siegers.


Melalui proyek perubahan ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon berkomitmen membangun sistem pembinaan dan pengawasan koperasi yang lebih modern, responsif, serta berorientasi pada data dan hasil.


Kehadiran PA’KOP BACARITA diharapkan, menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Ambon dalam mempercepat transformasi digital pelayanan publik, memperkuat ekosistem perkoperasian, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT