globaltimurnn.com

Jumat, 24 April 2026

DPRD Halmahera Utara Serahkan Catatan dan Rekomendasi Terhadap LKPJ Tahun 2025

April 24, 2026

Foto : DPRD Halmahera Utara Serahkan Catatan dan Rekomendasi Terhadap LKPJ Tahun 2025

Tobelo
, Globaltimurnn.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyerahan Catatan dan Rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026 pukul 16.25 WIT di Ruang Rapat Paripurna DPRD Halmahera Utara, Jalan Ir. Hein Namotemo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Christina Lesnussa.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pimpinan Daerah, Unsur Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan DPRD, Anggota DPRD, dan tamu undangan. Tokoh utama yang hadir antara lain:


Paripurna ini dihadiri oleh, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si, Kepala Kepolisian Resor Halmahera Utara diwakili Kepala Bagian Perencanaan Polres, AKP. Selvina Lattusinay, S.H, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tobelo Adi Setiawan, S.H., M.H, Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, MTP, Wakil Ketua II DPRD Halmahera Utara, Abdilah Bailusy, Para Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya. 

 

Dalam sambutan pembukaan, Ketua DPRD Christina Lesnussa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah atas keberhasilan persiapan pengoperasian rute pelayaran perdana KM. Tatamailau yang akan diresmikan pada Hari Senin, 27 April 2026. Menurutnya, keberadaan jalur pelayaran tersebut akan membuka akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Halmahera Utara.

 


"Kami menyambut baik langkah strategis Pemerintah Daerah dalam memajukan sektor perhubungan laut. Kehadiran KM. Tatamailau diharapkan dapat mempermudah mobilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Christina.

 

Lebih lanjut, Ketua DPRD menjelaskan bahwa penyerahan dokumen hari ini merupakan tindak lanjut dari penyampaian LKPJ Tahun 2025 oleh Bupati Halmahera Utara pada Rapat Paripurna tanggal 30 Maret 2026. Setelah melalui pembahasan mendalam oleh Panitia Kerja (Panja) LKPJ bersama perangkat daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah, DPRD merumuskan 4 pokok Catatan dan Rekomendasi untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan.

 

Selanjutnya, laporan hasil pembahasan disampaikan oleh Anggota DPRD selaku Ketua Panja, Bpk. Jumar Mafoloi. Ia menyampaikan bahwa penilaian kinerja ini didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007, dan Peraturan Tata Tertib DPRD.

 

Secara umum, Panja menilai kinerja Pemerintah Daerah pada Tahun Anggaran 2025 telah berjalan cukup baik. Namun, terdapat dua hal utama yang menjadi perhatian DPRD:

 

1. Kurangnya Keselarasan Antar Instansi: Terdapat perbedaan pandangan antara Pimpinan Perangkat Daerah dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam penjabaran kinerja, yang memerlukan pembenahan koordinasi.

2. Pengoptimalan Pendapatan Asli Daerah: DPRD mendesak Pemerintah Daerah untuk lebih memaksimalkan potensi pendapatan dari sektor penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendanai pembangunan daerah secara mandiri.

 


"Catatan ini bukan untuk menyalahkan, melainkan bentuk pengawasan konstruktif. Kami berharap Pemerintah Daerah dapat menjadikan masukan ini sebagai landasan peningkatan kinerja ke depan," tegas Jumar.

 

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan prosesi penyerahan resmi dokumen Keputusan DPRD tentang Catatan dan Rekomendasi LKPJ Tahun 2025 dari Ketua DPRD kepada Bupati Halmahera Utara. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Semangat Kartini dalam Diri Seorang Safitri Malik Soulisa, Kisah Perempuan, Kepemimpinan, dan Ketulusan yang Menginspirasi

April 24, 2026

Foto : Semangat Kartini dalam Diri Seorang Safitri Malik Soulisa, Kisah Perempuan, Kepemimpinan, dan Ketulusan yang Menginspirasi

Ambon
, Globaltimurnn.com — Dalam semangat memperingati Hari Kartini, sosok Safitri Malik Soulisa tampil sebagai representasi nyata perempuan Indonesia yang tidak hanya kuat, tetapi juga lembut dalam ketulusan, teguh dalam prinsip, dan bijak dalam menjalani setiap peran kehidupan, Jumat (24/04/2026).


Lahir di Ternate pada 15 September 1977, Safitri merupakan anak ketujuh dari tujuh bersaudara. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi disiplin, kemandirian, serta integritas. Didikan sang ayah yang seorang camat, serta ketegasan ibunya, membentuk pribadinya menjadi perempuan yang tidak manja, tidak bergantung, dan siap menghadapi kerasnya kehidupan dengan kepala tegak.


Dalam perjalanan hidupnya, Safitri juga menjalani peran sebagai seorang istri dan ibu. Ia adalah pendamping dari Tagop Sudarsono Soulisa, yang pernah menjabat sebagai Bupati Buru Selatan selama dua periode (2011–2016 dan 2016–2021). Dari keluarga ini lahir generasi penerus yang kini turut berkiprah di dunia politik, yakni Akmal Soulisa sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku dan Aris Soulisa sebagai anggota DPRD Kota Ambon.


Namun, perjalanan Safitri tidak dimulai dari panggung kekuasaan. Ia memulainya dari ruang paling sederhana sebagai seorang ibu rumah tangga. “Awalnya saya hanya ibu rumah tangga,” tuturnya dengan kerendahan hati.


Dari kesederhanaan itu, nilai-nilai besar tumbuh. Sejak muda, ia aktif dalam organisasi seperti Pramuka dan Paskibraka tempaan awal yang membentuk disiplin, keberanian, dan jiwa kepemimpinan yang kelak menjadi fondasi perjalanan hidupnya.


Langkahnya kemudian mengarah ke dunia politik. Ia dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Maluku periode 2014–2019, sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai Bupati Buru Selatan periode 2021–2025. Sebuah perjalanan panjang yang tidak instan, penuh dinamika, tantangan, bahkan kegagalan yang menempa keteguhannya.


Bagi Safitri, politik bukan sekadar ambisi atau kekuasaan, melainkan ruang pengabdian yang sarat makna. “Politik itu menarik, penuh kemungkinan. Tapi juga penuh ujian,” ungkapnya.


Ia memaknai jabatan sebagai amanah, bukan sekadar kehormatan. “Bukan soal suka atau tidak suka. Pekerjaan itu harus dinikmati, karena ini tanggung jawab.”


Dalam pandangannya, seorang pemimpin sejati adalah pelayan masyarakat. Penerimaan publik tidak ditentukan oleh asal-usul, melainkan oleh ketulusan dalam melayani.


Terlebih saat menghadapi masa sulit seperti pandemi COVID-19, ia merasakan betul beratnya tanggung jawab tersebut. Di sanalah kepemimpinan diuji antara empati, ketegasan, dan keberanian dalam mengambil keputusan.


Di balik semua pencapaiannya, Safitri menyampaikan refleksi penting, tantangan terbesar perempuan sering kali datang dari sesama perempuan. “Kadang perempuan sendiri yang melemahkan dirinya,” ujarnya.


“Sesama perempuan jangan saling menjatuhkan, jangan saling julid. Kita harus saling mendukung.”


Pesan ini menjadi semakin relevan di tengah era keterbukaan informasi yang kerap diiringi tekanan sosial dan penilaian publik yang cepat.


Bagi Safitri, keluarga adalah pusat dari segala pencapaian. Ia percaya bahwa komunikasi adalah fondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat.


Tidak ada sekat antara orang tua dan anak. Semua dibangun melalui dialog, keterbukaan, dan saling menghargai. Bahkan, keputusan dalam keluarga sering diambil bersama sebuah praktik demokrasi kecil yang menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian pada anak-anak.


Dari rumah itulah lahir generasi yang mandiri dan siap berkontribusi bagi masyarakat.


Meski telah mencapai banyak hal, Safitri tetap menyimpan mimpi sederhana menjelajah dunia, mengenal budaya baru di negara seperti Amerika, Australia, dan Turki.


Namun baginya, kebahagiaan sejati bukan lagi tentang pencapaian pribadi. “Anak-anak sudah berhasil, kehidupan sudah cukup. Itu sudah lebih dari mimpi.”


Tentang kegagalan, ia tidak menutupinya. Dua kali mengalami kekalahan dalam kontestasi politik justru menjadi pelajaran berharga. “Kalau orang lain berhasil, ya sudah. Biarkan mereka bekerja.”


Sikap ini mencerminkan kedewasaan yang jarang dimiliki ikhlas tanpa iri, kuat tanpa menjatuhkan.


Berbicara soal mengagumi Parah toko Inspiratif lainnya kata Safitri, "Salah satu figur nasional seperti Hendrik Lewirisa," dan juga mengagumi banyak toko Perempuan inspiratif lainnya di Dunia, akan tetapi Safitri tetap berdiri sebagai dirinya sendiri perempuan yang ditempa oleh kehidupan, bukan sekadar oleh jabatan.


Ia adalah refleksi nyata semangat R.A. Kartini di masa kini, tidak hanya berbicara tentang emansipasi, tetapi membuktikannya melalui tindakan nyata.


Di akhir kisahnya, Safitri menyampaikan pesan yang sederhana namun kuat, Jangan menunggu, tapi jemput peluang, Jangan saling menjatuhkan, tapi saling menguatkan, Jangan takut gagal, karena itu bagian dari perjalanan, Tetap dekat dengan Tuhan. 


“Tidak semua orang mau melihat kita berhasil. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti.”


Kisah Safitri Malik Soulisa bukan sekadar cerita tentang keberhasilan. Ini adalah kisah tentang keteguhan, keikhlasan, dan keberanian untuk terus melangkah di tengah berbagai ujian kehidupan.


Sebuah cermin bahwa perempuan Indonesia, dengan segala perannya, mampu berdiri tegak, memimpin dengan hati, dan menginspirasi generasi masa depan. (Za)

Selengkapnya

Kamis, 23 April 2026

Pemkab Halut Perkuat Sistem Ekspor Lewat Sosialisasi IPSKA Bersama Kementerian Perdagangan

April 23, 2026

Foto : Pemkab Halut Perkuat Sistem Ekspor Lewat Sosialisasi IPSKA Bersama Kementerian Perdagangan   

Tobelo
, Globaltimurnn.com - Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menyelenggarakan kegiatan sosialisasi substansi dan tujuan kebijakan pelayanan ekspor melalui Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA). Kegiatan berlangsung pada Jumat, 24 April 2026 di Ruang Rapat Fredy Tjandua Lantai II Kantor Bupati Halmahera Utara, Jalan Ir. Hein Namotemo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.

 

Kegiatan ini dipimpin Bupati Halut Dr Piet Hein Babua, M.Si yang didampingi Ketua Tim IPSKA Kementerian Perdagangan Pusat Bapak Agung, Kepala Kejaksaan Negeri Tobelo, Bambang Sunoto, S.H., M.H, Ketua Pengadilan Negeri Tobelo, R. Muhammad Syakrani, S.H., M.H. dan Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, MTP. Hadir pula unsur Pimpinan Daerah, Pimpinan OPD, Instansi Vertikal, TNI, Polri, serta pelaku usaha. 

 

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kebijakan Peraturan Daerah tentang Hilirisasi yang digagas Pemerintah Daerah berlandaskan keprihatinan terhadap nasib petani kelapa selama puluhan tahun. Selama 30-40 tahun terakhir, harga kopra di daerah ini mengalami gejolak tajam dan tertekan di kisaran Rp7.000 per kilogram hingga akhir 2024 akibat persaingan pasar yang tidak sehat. Sejak awal 2025, masuknya pelaku usaha baru mulai mendorong perbaikan harga, membuktikan pentingnya iklim persaingan usaha yang sehat.

 


"Kebijakan ini bukan untuk kepentingan satu pihak saja. PT Niko hanyalah salah satu pilihan pasar bagi petani. Tujuan utama kami adalah memperkuat posisi petani dan meningkatkan nilai tambah hasil bumi daerah," tegas Bupati.

 

Bupati juga menjelaskan upaya strategis Pemerintah Daerah untuk memajukan sektor kelautan dan perdagangan. Saat ini, kiriman komoditas PT Niko telah mencapai jumlah besar setiap bulannya. Pemerintah Daerah terus berjuang meningkatkan status Pelabuhan Tobelo menjadi Pelabuhan Pengumpul bahkan Pelabuhan Utama. Ia menekankan bahwa kemampuan ekspor tidak hanya bergantung pada status pelabuhan, tetapi juga kelengkapan dokumen seperti IPSKA dan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

 

"Kami berusaha agar setiap aktivitas ekspor tercatat dengan baik. Tujuannya sederhana: agar pajak dan devisa hasil ekspor benar-benar dinikmati oleh masyarakat Halmahera Utara," tambahnya.

 

Lebih lanjut, Bupati menegaskan peran Pemerintah Daerah sebagai fasilitator investasi. Ia memerintahkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara untuk mendukung setiap kebijakan pembangunan dan melayani pelaku usaha dengan sepenuh hati. Teguran tegas disampaikan bagi oknum yang mempersulit pelayanan:

 

"Saya tidak akan berkompromi dengan hambatan investasi. Laporkan kepada saya jika ada yang mempersulit, akan saya tindak tegas!"

 


Dalam pandangan jangka panjang, Bupati memiliki visi besar menjadikan Halmahera Utara sebagai pusat ekspor utama di Kawasan Maluku Utara. Bahkan, daerah ini ditargetkan berkembang menjadi "Singapurnya Maluku Utara". Kehadiran Tim IPSKA dari Kementerian Perdagangan Pusat diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh kepada pelaku usaha agar peluang pasar luar negeri dapat dimanfaatkan secara maksimal. "Tutup Bupati." (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Musda II Kosgoro Maluku, Dari Seremonial ke Aksi Nyata, Dorong Ekonomi Laut Jadi Tulang Punggung Daerah

April 23, 2026

Foto : Musda II Kosgoro Maluku, Dari Seremonial ke Aksi Nyata, Dorong Ekonomi Laut Jadi Tulang Punggung Daerah

Ambon, Globaltimurnn.com – Musyawarah Daerah (Musda) II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku tak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Forum ini dipandang sebagai titik strategis untuk mendorong transformasi pembangunan daerah, terutama dengan menjadikan sektor kelautan sebagai kekuatan utama ekonomi rakyat.


Pesan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Ambon, Roby Sapulette, saat pembukaan Musda di Zest Hotel Ambon, Jumat (24/04/2026).


Menurut Wali Kota, Musda harus melampaui sekadar seremoni. Ia menegaskan bahwa forum ini adalah ruang strategis untuk mengevaluasi peran organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan yang lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah kepulauan.


“Musda ini harus menjadi ruang konsolidasi yang produktif dan mampu melahirkan kebijakan yang solutif bagi percepatan pembangunan,” tegasnya.


Mengusung tema Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kelautan, Musda dinilai sangat kontekstual dengan karakter Maluku sebagai wilayah kepulauan yang kaya sumber daya laut. Namun, potensi besar tersebut diakui masih belum tergarap maksimal dan belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.


Berbagai tantangan masih membayangi, mulai dari keterbatasan infrastruktur, mahalnya biaya distribusi logistik, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.


Dalam konteks itu, pemerintah menilai pendekatan pembangunan yang terlalu sentralistik sudah tidak lagi relevan. Dibutuhkan kebijakan yang lebih adaptif dan berbasis pada realitas lokal Maluku sebagai daerah kepulauan.


Di sinilah peran Kosgoro 1957 menjadi penting. Organisasi ini diharapkan mampu tampil sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dalam mendorong ekonomi berbasis potensi lokal.


“Kosgoro diharapkan bisa mengambil peran aktif dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pasar dan teknologi,” ujar Wattimena.


Ia juga menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam pembangunan ekonomi kelautan. Semua pihak harus dilibatkan, mulai dari nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda yang menjadi motor masa depan pembangunan.


Musda II ini pun diharapkan melahirkan gagasan segar, program kerja yang konkret, serta kepemimpinan organisasi yang visioner dan bertanggung jawab.


“Gunakan forum ini sebagai ruang dialog yang konstruktif agar melahirkan solusi nyata dan terukur bagi kemajuan Maluku,” pesannya.


Ke depan, Musda II Kosgoro Maluku diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, dengan sektor kelautan sebagai pilar utama menuju kesejahteraan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Musda II Kosgoro Maluku Resmi Dibuka, Ely Toisutta Tekankan Soliditas dan Arah Baru Organisasi

April 23, 2026

Foto : Musda II Kosgoro Maluku Resmi Dibuka, Ely Toisutta Tekankan Soliditas dan Arah Baru Organisasi

Ambon
, Globaltimurnn.com – Musyawarah Daerah (Musda) II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku resmi dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Maluku, Ely Toisutta, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Jumat (24/04/2026).


Pembukaan Musda ini menjadi titik penting bagi perjalanan organisasi, tidak hanya sebagai agenda formal, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk memperkuat konsolidasi internal serta merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.


Dalam pidatonya, Toisutta menegaskan bahwa Musda harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan antar-kader sekaligus memperkuat fondasi organisasi agar tetap relevan di tengah dinamika zaman.


“Musda bukan sekadar forum rutin, tetapi wadah penting untuk menyatukan visi, memperkokoh solidaritas, dan menyusun langkah konkret menghadapi tantangan ke depan,” ungkapnya.


Ia juga mengingatkan kembali akar historis Kosgoro 1957 sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, yang memiliki rekam jejak panjang dalam kontribusi terhadap pembangunan nasional. Nilai-nilai pengabdian, kedisiplinan, dan nasionalisme, menurutnya, harus terus menjadi ruh dalam setiap gerak organisasi.


Lebih jauh, Toisutta menekankan pentingnya peran Kosgoro sebagai tempat kaderisasi yang mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.


“Kosgoro harus menjadi ruang pembinaan kader yang berintegritas, yang siap mengambil peran nyata dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.


Menghadapi berbagai tantangan global dan nasional, Toisutta mengajak seluruh kader untuk terus beradaptasi dan berinovasi tanpa kehilangan jati diri organisasi. Perubahan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga teknologi, harus direspons secara bijak dan terukur.


Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan. Menurutnya, kondisi yang aman dan kondusif menjadi prasyarat mutlak agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.


“Stabilitas adalah pondasi. Tanpa itu, pembangunan tidak akan memberikan hasil maksimal. Kosgoro harus hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Toisutta juga mendorong Kosgoro 1957 untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat.


Ia berharap Musda II ini dapat melahirkan kepemimpinan yang visioner, menghasilkan gagasan segar, serta merumuskan program kerja yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.


Menutup sambutannya, Toisutta mengajak seluruh kader untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan kapasitas diri, serta berkontribusi secara berkelanjutan bagi kemajuan daerah dan bangsa.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Musda II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku. (Za)

Selengkapnya

GAMKI Ambon Rayakan 64 Tahun Pengabdian: Dari Iman Menuju Aksi Nyata Untuk Negeri

April 23, 2026

Foto : GAMKI Ambon Rayakan 64 Tahun Pengabdian: Dari Iman Menuju Aksi Nyata Untuk Negeri

Ambon
, Globaltimurnn.com — Suasana penuh sukacita dan makna spiritual menyelimuti perayaan Dies Natalis ke-64 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Ambon. Momentum ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi menjadi panggilan reflektif bagi seluruh kader untuk kembali meneguhkan iman sekaligus memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.


Bertempat di Gedung Gereja Bethania pada Kamis (23/4/2026), kegiatan ini dirangkaikan dengan Syukuran Paskah sebuah simbol kebangkitan, harapan, dan pembaruan komitmen. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus GAMKI, anggota, serta Pemerintah Kota Ambon yang diwakili oleh Sekretaris Kota, Robby Sapulette.


Ketua DPC GAMKI Kota Ambon, Desy Haullaw, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjalanan 64 tahun organisasi bukanlah sekadar hitungan waktu, melainkan bukti ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia mengajak seluruh kader untuk tidak terjebak dalam rutinitas seremonial, tetapi menjadikan nilai Paskah sebagai fondasi dalam bertindak.


“Iman harus hidup dalam tindakan. Kebangkitan Kristus harus tercermin dalam keberanian kita untuk melayani, peduli, dan memperjuangkan kebenaran di tengah masyarakat,” tegasnya.


Desy juga menyoroti pentingnya peran pemuda Kristen di era globalisasi. Menurutnya, kader GAMKI harus mampu menjembatani nilai-nilai iman dengan realitas sosial yang terus berkembang, sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif.


Sementara itu, dalam sambutan Wali Kota Ambon yang dibacakan oleh Sekretaris Kota, pemerintah memberikan apresiasi atas kontribusi GAMKI dalam mendukung pembangunan daerah. Organisasi ini dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.


“Keberadaan GAMKI bukan hanya sebagai wadah organisasi, tetapi harus menjadi motor penggerak perubahan yang nyata. Iman tidak boleh berhenti pada doa, tetapi harus diwujudkan dalam kerja dan pelayanan,” demikian pesan pemerintah.


Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi atas peran GAMKI sebagai organisasi kader yang telah melahirkan banyak pemimpin dan pelayan masyarakat. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kembali diteguhkan sebagai nilai utama yang harus terus dijaga.


Sebagai wujud nyata dari semangat tersebut, DPC GAMKI Kota Ambon turut menyalurkan bantuan kasih kepada para janda dari lima kecamatan di Kota Ambon. Aksi ini menjadi bukti bahwa nilai iman yang diusung tidak berhenti pada kata-kata, tetapi hadir dalam sentuhan nyata bagi sesama.


Dengan mengusung semangat “cinta Tuhan, cinta nusa dan bangsa,” GAMKI Kota Ambon diharapkan terus bertumbuh sebagai organisasi yang relevan, responsif, dan berdampak menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi terang bagi masyarakat luas. (Za)

Selengkapnya

Sinergi Polisi, Desa, dan Dishub, Penerangan Jalan Jalur Pendakian Pohara Segera Direalisasikan

April 23, 2026

Foto : Sinergi Polisi, Desa, dan Dishub, Penerangan Jalan Jalur Pendakian Pohara Segera Direalisasikan

Pohara
, Globaltimurnn.com – Upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan Dinas Perhubungan melakukan koordinasi terkait rencana pemasangan lampu penerangan jalan di jalur pendakian Desa Pohara.


Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi jalur yang minim penerangan, khususnya pada malam hari, yang dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas serta kerawanan tindak kriminalitas. Jalur tersebut selama ini menjadi akses penting bagi warga maupun pengunjung.


_Ipda Muhammad Rizal, S.H, Panit 9 Sat PJR Polda Sultra selaku Ka Pos Pam Terpadu PJR induk Pohara_ menegaskan bahwa penerangan jalan merupakan faktor krusial dalam mendukung keselamatan pengguna jalan.


“Penerangan yang memadai tidak hanya menekan angka kecelakaan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas, terutama di malam hari,” ujarnya, Jumat 24 April 2026.


Selain aspek keselamatan, keberadaan lampu jalan juga diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi serta memperlancar mobilitas warga di wilayah tersebut.


Selama kegiatan koordinasi berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Dokumentasi kegiatan turut disiapkan sebagai bagian dari laporan dan dasar tindak lanjut program.


Dengan adanya sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan instansi terkait, pemasangan lampu penerangan jalan di Desa Pohara diharapkan dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT