globaltimurnn.com


Sabtu, 21 Februari 2026

𝐏𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭𝐢 𝐈𝐌𝐋𝐄𝐊 𝟐𝟓𝟕𝟕, 𝐏𝐞𝐦𝐝𝐚 𝐇𝐚𝐥𝐮𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐓𝐨𝐥𝐞𝐫𝐚𝐧𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐓𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐇𝐢𝐛𝐮𝐚𝐥𝐚𝐦𝐨.

Februari 21, 2026

Foto : 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭𝐢 𝐈𝐌𝐋𝐄𝐊 𝟐𝟓𝟕𝟕, 𝐏𝐞𝐦𝐝𝐚 𝐇𝐚𝐥𝐮𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐤𝐮𝐚𝐭 𝐓𝐨𝐥𝐞𝐫𝐚𝐧𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐚𝐮𝐝𝐚𝐫𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐓𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐇𝐢𝐛𝐮𝐚𝐥𝐚𝐦𝐨.

Tobelo
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama masyarakat Tionghoa menggelar kegiatan memperingati Tahun Baru Cina/Hari Raya Imlek 2577, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan bertempat di depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Jln. Ir. Hein Namotemo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.


Kegiatan yang berlangsung penuh sukacita tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. Alex Donald M.L. Gaol, M.M, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K, Sekda Halmahera Utara Drs. E.J. Papilaya, M.TP, Pastor Paroki Gereja Katolik Tobelo, Anggota DPRD Halut Irwanto Hohakay, perwakilan PT NHM Bpk Dodi Panudu, Ketua Panitia Lenny Carla Karyose, Sekretaris Panitia Pdt. Jeffry Gandasuli, S.Th, serta masyarakat Tionghoa dan berbagai komunitas lainnya dengan ratusan tamu undangan lainnya.


Acara diawali dengan ucapan selamat datang oleh Sekretaris Panitia, Pdt. Jeffry Gandasuli, S.Th. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya perayaan Imlek 2577 dalam suasana penuh kebersamaan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara, para sponsor, donatur, tokoh masyarakat, serta seluruh panitia yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.


Menurutnya, perayaan Imlek bukan sekadar seremoni budaya dan tradisi, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai toleransi, serta meneguhkan semangat hidup rukun dalam keberagaman di tanah Hibualamo.


Sementara itu, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 kepada seluruh umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa di Halmahera Utara. Ia berharap tahun yang baru membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, dan kesuksesan bagi seluruh masyarakat.


Bupati menegaskan bahwa perayaan Imlek merupakan bagian dari kekayaan keberagaman bangsa Indonesia. Nilai-nilai seperti kerja keras, ketekunan, kebersamaan keluarga, serta semangat berbagi dan saling menghormati dinilai sejalan dengan semangat membangun Halmahera Utara yang rukun dan harmonis.


“Halmahera Utara adalah rumah bersama bagi kita semua. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, kita terus membuktikan bahwa persatuan dan toleransi adalah kekuatan utama dalam membangun daerah,” ujar Bupati.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tahun baru sebagai ajang introspeksi dan pembaruan diri, serta meningkatkan sinergi dalam mendukung program pembangunan daerah demi terwujudnya Halmahera Utara yang maju, sejahtera, dan berkeadilan. ( 𝐆𝐈𝐎 ).

Selengkapnya

Empat Ahli Waris Lakukan Pemalangan Lokasi Wisata Pantai Hunimua Liang, Diduga Pemprov Maluku Salah Bayar dan Mengeksploitasi Tanah

Februari 21, 2026

Foto : Empat Ahli Waris Lakukan Pemalangan Lokasi Wisata Pantai Hunimua Liang, Diduga Pemprov Maluku Salah Bayar dan Mengeksploitasi Tanah

Ambon
, Globaltimurnn.com - Sejumlah ahli waris dari empat pemilik tanah lokasi wisata Pantai Hunimua (Dati Hoenimoea) di Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, melakukan aksi pemalangan terhadap lokasi tersebut pada Sabtu (21/02/2026) pagi. Tindakan ini dilakukan karena mereka menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku tidak memiliki niat baik dan diduga salah membayar ganti rugi kepada ahli waris Thalib Lessy yang bukan pemilik sah lahan di lokasi tersebut.

 

Adapun empat pemilik lahan yang melakukan pemalangan adalah :

1. Ahli waris Bangsamoeda Rehalat 

(Kepala Dati Hoenimoea) dengan luas tanah 1,3 hektare, didukung oleh Register Dati Negeri Liang 1814, Salinan Bilangan Dati Negeri Liang 1819, dan Surat Keterangan Pemerintah Negeri Liang Tahun 2011.

2. Ahli waris Yusuf Wael dengan lahan seluas 0,67 hektare beserta sejumlah tanaman kelapa.

3. Haji Abubakar Samoal yang mengklaim memiliki lahan seluas 0,35 hektare.

4. Ahli waris Abdullah Lessy dengan lahan seluas 0,57 hektare.

 

Lokasi wisata yang selama ini dikelola Dinas Pariwisata Maluku dan Pemerintah Negeri Liang sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Asli Negara (PAN) telah dieksploitasi sejak tahun 1979 tanpa adanya pembayaran ganti rugi yang layak kepada para pemilik sah. Selain itu, puluhan pohon kelapa milik para pemilik juga ditebang tanpa imbalan apapun. Menurut Hukum Adat Ambon Lease (Dusun Dati), tanah dan tanaman dianggap sebagai satu kesatuan utuh.

 


Para ahli waris mengklaim bahwa Pemprov Maluku atas pengaruh ahli waris Thalib Lessy beranggapan mereka hanya sebagai penggarap, padahal Thalib Lessy dan ahli warisnya tidak memiliki tanah atau tanaman sama sekali di lokasi wisata Hunimua. Hal ini membuat sebagian pihak menduga adanya permainan uang besar di balik pembayaran ganti rugi tahap pertama.

 

Sebelumnya, ahli waris Bangsamoeda Rehalat telah melayangkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Ambon Kelas 1A pada akhir Januari 2026. Gugatan tersebut berdasarkan dugaan salah bayar penguasaan lahan selama 46 tahun kepada Thalib Lessy.

 


Pembayaran tahap pertama senilai Rp5.326.000.000 dilakukan oleh pejabat Biro Pemerintahan dan Biro Hukum Pemprov Maluku berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor 222/Pdt.G/2017/PN.Amb antara Abdus Samad Lessy (ASL) melawan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan beberapa pihak lainnya. 


Putusan tersebut hanya memenangkan ASL atas tanah seluas 4,6 hektare, padahal luas Pantai Liang mencapai sekitar 70 hektare dan lokasi wisata Hunimua sendiri seluas sekitar 9 hektare.

 

Selain objek sengketa yang berbeda, pembayaran kepada Thalib Lessy juga dinilai salah karena dia bukan keturunan asli Maradja Lessy (salah satu kepala dati Hunimua selain Bangsamoeda Rehalat) berdasarkan dokumen resmi tahun 1814 dan 1819. Thalib Lessy disebut pernah membeli tanah dari keluarga Pary di Liang, dan dari 22 bukti yang diajukan ASL dalam perkara tersebut, tidak ada yang menunjukkan statusnya sebagai kepala dati atau hubungan darah dengan Maradja Lessy.

 


Kuasa hukum ahli waris Bangsamoeda Rehalat yang terdiri dari Rony Samloy, S.H., Rahmawaty, S.H., Steines Sitania, S.H., dan Roliens Septory, S.H., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah klien mereka. "Kami sangat dukung mengingat Pemprov Maluku tak punya etika baik mengganti rugi atas eksploitasi selama 46 tahun terakhir," ujar Rony Samloy sebagai koordinator kuasa hukum.

 

Selain pemalangan, pihaknya juga telah menyurati Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk menurunkan tim penyelidikan dan akan melaporkan kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. (Tim)

Selengkapnya

Wujudkan ASN Berintegritas dan Melayani, 5 CPNS Lapas Geser Ikuti Latsar Gelombang XXX Tahun 2026 Secara Daring.

Februari 21, 2026

Foto : Wujudkan ASN Berintegritas dan Melayani, 5 CPNS Lapas Geser Ikuti Latsar Gelombang XXX Tahun 2026 Secara Daring.

Geser
, Globaltimurnn.com – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser dalam mencetak kader pemasyarakatan yang profesional kembali diwujudkan melalui partisipasi aktif 5 (lima) orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 dalam mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang XXX Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring mulai dari 20 Februari hingga 22 Mei 2026 mendatang, sabtu (21/02/2026)


Kegiatan pembukaan Latsar yang diselenggarakan secara daring ini menandai babak baru bagi tunas muda Lapas Geser dalam menempuh pendidikan dan pelatihan sebelum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara penuh. Latsar ini berfokus pada pembentukan karakter ASN yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik, sesuai dengan core values "ASN BerAKHLAK".


Dikonfirmasi Tim Humas, Kepala Lapas Geser, Mulyo Utomo menyambut positif partisipasi kelima CPNS tersebut. Meskipun dilakukan secara daring, semangat dan antusiasme peserta tetap tinggi, membuktikan adaptabilitas tunas muda pengayoman terhadap teknologi digital dalam pembelajaran.


"Latsar ini bukan sekadar syarat administratif, melainkan pembekalan mental dan kompetensi dasar. Kami berharap kelima CPNS ini dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik, mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dan kelak menjadi ujung tombak pelayanan yang jujur dan melayani di Lapas Geser,” jelas Utomo.


Salah satu CPNS, David G. Kipuw yang turut mengikuti kegiatan Latsar ini mengungkapkan, merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan besar bagi kami untuk terlibat aktif dalam kegiatan Latsar Gelombang XXX Tahun 2026. Meskipun dilaksanakan secara daring, hal ini tidak mengurangi semangat kami untuk menyerap seluruh ilmu mengenai nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK.


“Latsar ini memacu kami untuk mengubah mindset dari dilayani menjadi melayani, serta siap membentengi diri dengan integritas moral yang tinggi dalam menjalankan tugas pokok fungsi di lingkungan pemasyarakatan sebagai ASN yang berintegritas,” ujarnya.


Selanjutnya, selama masa Latsar ini, para CPNS akan dibekali materi nilai-nilai dasar ASN, bela negara, serta tugas pokok dan fungsi sebagai aparatur negara yang profesional dan berintegritas. Langkah ini tentu sejalan dengan komitmen Lapas Geser untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik prima dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.(Za)

Selengkapnya

Ratusan Warga Binaan di Ambon Ikuti Tarawih dan Terima Extrafooding Ramadan di Lapas dan Rutan

Februari 21, 2026

Foto : Ratusan Warga Binaan di Ambon Ikuti Tarawih dan Terima Extrafooding Ramadan di Lapas dan Rutan

Ambon
, Globaltimurnn.com – Dalam rangka memastikan pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan selama bulan Ramadan berjalan optimal, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melaksanakan kegiatan monitoring dan pengawasan pada sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kota Ambon.


Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Fifi Firda, bersama Tim Pengawasan Kanwil Ditjenpas Maluku ini meliputi monitoring pelaksanaan pembagian extrafooding bagi warga binaan serta pengawasan ibadah Salat Tarawih selama Ramadan.


Monitoring pembagian extrafooding dilaksanakan pada Jumat (21/02/2026) di beberapa UPT Pemasyarakatan, yakni Lapas Kelas IIA Ambon, LPKA Kelas II Ambon, LPP Kelas III Ambon, serta Rutan Kelas IIA Ambon.
Kegiatan ini bertujuan memastikan pembagian makanan tambahan berbuka puasa berlangsung tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.


Di Lapas Kelas IIA Ambon, pembagian extrafooding dilaksanakan pukul 16.30 WIT dengan menu takjil berupa gorengan, kue bolu, dan air mineral yang dibagikan kepada 168 warga binaan pemasyarakatan (WBP) muslim. Kegiatan berlangsung tertib dalam pengawasan petugas.


Selanjutnya di LPKA Kelas II Ambon, pembagian extrafooding dilaksanakan pukul 18.00 WIT dengan menu gorengan dan teh untuk sembilan anak didik pemasyarakatan (Andikpas) muslim. Kegiatan berjalan aman dan kondusif.


Adapun di LPP Kelas III Ambon, kegiatan pembagian extrafooding dilaksanakan pukul 15.30 WIT dengan menu es timun selasih bagi 30 WBP muslim. Sementara itu, di Rutan Kelas IIA Ambon, pembagian extrafooding dilaksanakan pukul 17.30 WIT dengan menu kue cara, kue pandan, serta es teh yang diberikan kepada 132 WBP muslim. Seluruh kegiatan berlangsung lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.


Selain monitoring pembagian makanan tambahan, Tim Pengawasan Kanwil Ditjenpas Maluku juga melaksanakan pengawasan pelaksanaan ibadah Salat Tarawih pada Jumat (20/02/2026) di Masjid At-Taubah pada Lapas Kelas IIA Ambon, LPP Kelas III Ambon, serta Rutan Kelas IIA Ambon.


Pelaksanaan Salat Tarawih di Lapas Kelas IIA Ambon diikuti oleh 168 WBP muslim, di LPP Kelas III Ambon diikuti 30 WBP, dan di Rutan Kelas IIA Ambon diikuti 132 WBP. Kegiatan ibadah berjalan dengan tertib dan aman di bawah pengawasan petugas.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan berbagai tahapan pengamanan, mulai dari persiapan warga binaan dari kamar hunian, pencatatan lalu lintas kegiatan, pengawalan menuju masjid, pengawasan selama ibadah, hingga penghitungan ulang sebelum warga binaan kembali ke blok hunian.


Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan monitoring pembagian extrafooding dan pengawasan ibadah Salat Tarawih di UPT Pemasyarakatan se-Kota Ambon berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


Kanwil Ditjenpas Maluku menegaskan bahwa pengawasan dan monitoring akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh kegiatan pembinaan selama Ramadan berjalan optimal, termasuk ketepatan waktu pelaksanaan, ketertiban distribusi, serta kualitas pelayanan kepada WBP dan Andikpas. Selain itu, setiap pelaksanaan kegiatan juga dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan sebagai bentuk akuntabilitas pelaksanaan tugas. (Za)

Selengkapnya

Pantau Proses Pembibitan Seledri, Kalapas Tual Dorong Warga Binaan Terus Berinovasi

Februari 21, 2026

Foto : Pantau Proses Pembibitan Seledri, Kalapas Tual Dorong Warga Binaan Terus Berinovasi

Langgur
, Globaltimurnn.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku melakukan peninjauan langsung terhadap proses pembibitan tanaman seledri yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (21/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang agribisnis yang tengah digalakkan di Lapas Tual.


Dalam kunjungannya ke area sarana asimilasi dan edukasi (SAE), Kalapas, Nurchalis mengapresiasi ketelatenan para warga binaan dalam merawat bibit seledri dari tahap penyemaian hingga siap tanam. Menurutnya, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis.


Nurchalis juga menekankan bahwa keberhasilan panen sangat bergantung pada proses awal pembibitan. Beliau berpesan agar warga binaan tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga berani bereksperimen dengan teknik-teknik baru.


"Kami terus mendorong warga binaan untuk terus berinovasi, baik dalam teknik pemupukan organik maupun manajemen pengairan. Tujuannya agar hasil produksi seledri dari Lapas Tual memiliki kualitas unggul yang mampu bersaing di pasar lokal," ujar Nurchalis.


Program pembibitan seledri ini diharapkan menjadi modal berharga bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat nanti. Selain memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan di lingkungan Lapas, kegiatan ini juga menjadi sarana terapi kerja yang efektif.


Poin Utama Program Pembinaan: Mengoptimalkan area kosong menjadi lahan produktif, Melatih jiwa kewirausahaan melalui pengelolaan hasil tani, Memberikan bukti nyata kemampuan teknis yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan atau membuka usaha mandiri.


Dengan pengawasan dan pendampingan yang konsisten, Lapas Tual berkomitmen untuk mentransformasi warga binaan menjadi pribadi yang lebih produktif dan memiliki daya saing tinggi di bidang pertanian. (Za)

Selengkapnya

Dukung 15 Program Aksi, LPKA Ambon Kembangkan Kemandirian Pangan

Februari 21, 2026

Foto : Dukung 15 Program Aksi, LPKA Ambon Kembangkan Kemandirian Pangan

Ambon
, Globaltimurnn.com – LPKA Kelas II Ambon terus memperkuat komitmennya dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui pengembangan kemandirian pangan bagi anak binaan. Salah satu wujud nyata dukungan tersebut adalah kegiatan penanaman kangkung dan pakcoy menggunakan media polybag bersama Lembaga ADAB yang dilaksanakan pada Sabtu (21/02/2026).


Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 11.30 WIT di lahan perkebunan LPKA Kelas II Ambon dengan melibatkan anak binaan secara aktif. Program ini dirancang sebagai bagian dari pembinaan keterampilan pertanian yang berkelanjutan, tidak hanya menitikberatkan pada bimbingan kerohanian dan pendampingan psikologis, tetapi juga pada penguatan keterampilan praktis yang bermanfaat saat mereka kembali ke masyarakat.


Kepala LPKA Kelas II Ambon, Kurniawan Wawondos, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembinaan kemandirian.


“Melalui program pertanian ini, kami ingin memastikan anak binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal hidup. Ini bagian dari dukungan kami terhadap 15 Program Aksi, khususnya dalam penguatan kemandirian dan ketahanan pangan,” ujarnya.


Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari fermentasi media tanah selama 14 hari untuk meningkatkan kesuburan, dilanjutkan dengan penyemaian bibit selama 14 hari. Setelah itu, bibit kangkung dan pakcoy dipindahkan ke polybag yang telah siap tanam untuk dirawat hingga masa panen.


Pimpinan kegiatan dari Lembaga ADAB, Max Wenno, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pembinaan sebelumnya.


“Anak binaan bukan hanya didampingi secara rohani dan psikologis, tetapi juga dibekali keterampilan pertanian. Harapan kami, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah punya pengetahuan dan pengalaman untuk mandiri,” jelasnya.


Salah satu anak binaan berinisial A.R. turut mengungkapkan antusiasmenya.


“Kami jadi tahu cara menanam dari awal sampai pindah ke polybag. Ini pengalaman baru dan sangat bermanfaat,” katanya.


Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Ambon menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian yang berkelanjutan.(Za)

Selengkapnya

Jumat, 20 Februari 2026

Lapas Piru Perkuat Perlindungan dan Layanan Kesehatan Warga Binaan Lansia

Februari 20, 2026

Foto : Lapas Piru Perkuat Perlindungan dan Layanan Kesehatan Warga Binaan Lansia

Piru
, Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru terus tunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pelayanan optimal bagi kelompok rentan, khususnya Warga Binaan lanjut usia (lansia). Pada Jumat (20/02/2026), tim perawatan laksanakan pemeriksaan kesehatan sekaligus pemantauan kebersihan lingkungan blok hunian.


Kegiatan diawali dengan edukasi yang disampaikan oleh Kepala Subseksi Perawatan, Williams Lelapary, mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian blok hunian. Ia menekankan kondisi hunian yang bersih dan tertata menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan, terlebih bagi Warga Binaan lansia yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.


Walaupun dalam kondisi hunian yang padat, kebersihan tetap harus menjadi prioritas bersama. Lingkungan yang bersih akan menciptakan rasa nyaman dan meminimalkan risiko penyakit, khususnya bagi Warga Binaan lansia, ujar William.


Selanjutnya, Perawat Klinik Lapas Piru, Ns. Suryani, memberikan edukasi kesehatan bagi lansia yang menjalankan ibadah puasa. Ia mengingatkan pentingnya menjaga asupan nutrisi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur, serta tetap disiplin mengonsumsi obat rutin, seperti obat antihipertensi, obat stroke, dan obat diabetes.


Lansia yang memiliki riwayat penyakit kronis harus tetap memperhatikan jadwal minum obat saat berbuka dan/atau sahur agar kondisi kesehatannya tetap stabil, pesan Ns. Suryani.


Sebagai bentuk tindak lanjut, tim perawatan melakukan pemeriksaan tekanan darah kepada seluruh Warga Binaan lansia dan memberikan obat sesuai kebutuhan medis masing-masing. Pemeriksaan ini menjadi langkah preventif guna mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan.


Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan pelayanan kesehatan bagi lansia merupakan komitmen Pemasyarakatan yang berorientasi pada perlindungan hak dan kemanusiaan. “Kami memastikan setiap Warga Binaan, terutama kelompok rentan, seperti lansia, mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan yang layak. Ini adalah tanggung jawab kami dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkeadilan,” tegasnya.


Melalui kegiatan ini, Lapas Piru berharap kondisi kesehatan Warga Binaan lansia tetap terpantau dengan baik serta tercipta lingkungan hunian yang sehat, aman, dan manusiawi. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT