globaltimurnn.com


Jumat, 27 Maret 2026

Semangat Satu Tahun Pemerintahan Piet - Kasman; Ribuan Warga Padati Jalan Santai dan Senam Bersama

Maret 27, 2026

Foto : Semangat Satu Tahun Pemerintahan Piet - Kasman; Ribuan Warga Padati Jalan Santai dan Senam Bersama

Halut
, Globaltimurnn.com – Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai Halaman Depan Kantor Bupati Halmahera Utara, Jalan Ir. Hein Namotemo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Jumat, 27 Maret 2026. Ribuan warga berkumpul untuk mengikuti kegiatan Jalan Santai dan Senam Pagi Bersama dalam rangka memperingati satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.SP dan Dr. H. Kasman Hi Ahmad, S.Ag, M.Pd. 

 

Kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Dr. H. Kasman Hi Ahmad beserta Ibu, Ketua DPRD Christina Lesnussa, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol bersama Ibu, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, Sekda Drs. E.J. Papilaya, MTP bersama Ibu, Kalapas Kelas IIB Tobelo, serta jajaran Forkopimda, Pimpinan OPD, ASN, personil TNI-Polri, Brimob, Satpol PP, hingga pelajar dan masyarakat umum dengan total peserta mencapai ribuan orang.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dr. H. Kasman Hi Ahmad menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat selama satu tahun periode kepemimpinan Piet-Kasman yang dimulai sejak 21 Maret 2025 lalu.

 


"Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Satu tahun ini adalah perjalanan kita bersama membangun Halmahera Utara yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis. Terima kasih atas dukungan dan kerjasama seluruh masyarakat," ujar Wabup.

 

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga sarana edukasi dan pembinaan generasi muda. Panitia juga melibatkan siswa-siswi SD dan SMP dalam berbagai lomba, sebagai sarana untuk mengenalkan kinerja pemerintah melalui kegiatan yang positif.

 

Usai sambutan, Wakil Bupati secara resmi melepas peserta jalan santai. Acara kemudian dilanjutkan dengan senam Zumba bersama yang memukau seluruh hadirin. Selain itu, dilakukan juga pelepasan Fun Run bagi para pelajar, kegiatan penanaman pohon oleh pimpinan Forkopimda di lingkungan Kantor Bupati, serta pertandingan persahabatan eksibisi Futsal U-40 yang mempertemukan Tim Bupati/Wabup bersama jajaran Forkopimda dan Pimpinan OPD.

 


Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu kebersamaan, menandakan semangat baru untuk pembangunan Halmahera Utara yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. (𝐆𝐈𝐎)

Selengkapnya

Asops Dankodaeral lX Hadiri Rakor Lintas Sektoral Pengamanan Perayaan Jumat Agung dan Paskah 2026

Maret 27, 2026

Foto : Asops Dankodaeral lX Hadiri Rakor Lintas Sektoral Pengamanan Perayaan Jumat Agung dan Paskah 2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - Pgs. Asisten Operasi Komandan Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Asops Dankodaeral) lX yang juga menjabat Komandan Satuan Pertahanan Pantai (Dansathantai) Kodaeral lX, Letkol Laut (P) Frejohn Da Costa menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Pengamanan Perayaan Jumat Agung dan Paskah Tahun 2026 yang digelar di Aula Polda Maluku, Jumat (27/3/2026).


Rakor penting ini dihadiri sejumlah tokoh strategis daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, Sahli Pangdam Kodam XV/Pattimura dan pimpinan instansi terkait lainnya. 

 

Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan. Dalam sambutannya, Sekda Maluku menegaskan bahwa perayaan Jumat Agung dan Paskah bukan hanya memiliki makna spiritual yang mendalam, tetapi juga dimensi sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat Maluku yang menjunjung tinggi nilai “hidup orang basudara”.

 

“Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat adalah kunci utama. Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Harus satu komando, satu persepsi, dan satu tujuan,” tegasnya.

 


Ia juga mengingatkan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari meningkatnya mobilitas masyarakat, potensi gangguan keamanan, penyebaran hoaks, hingga faktor cuaca yang tidak menentu.


Oleh karena itu, langkah-langkah strategis seperti sterilisasi rumah ibadah, kesiapan layanan kesehatan dan transportasi, serta pengendalian informasi publik menjadi perhatian utama.

 

Sekda juga menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi. “Tidak boleh ada ruang bagi intoleransi. Setiap potensi gangguan harus direspons cepat. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

 


Sementara itu, Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Maluku, Bernardus Fanulene, dalam laporannya menyampaikan kesiapan pelaksanaan ibadah, termasuk data jumlah rumah ibadah yang akan digunakan selama rangkaian perayaan.

 

Ia menegaskan bahwa rakor ini memiliki arti strategis dalam menyamakan persepsi serta menyusun langkah antisipatif demi menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Dengan semangat kebersamaan dan koordinasi yang solid, Maluku optimistis seluruh rangkaian perayaan Jumat Agung dan Paskah 2026 dapat berlangsung aman, damai, dan penuh khidmat. (Red) 

Selengkapnya

Komandan Kodaeral lX Pimpin Upacara Penyerahan Jabatan Dansatrol dan Kakuwil Kodaeral lX

Maret 27, 2026

Foto : Komandan Kodaeral lX Pimpin Upacara Penyerahan Jabatan Dansatrol dan Kakuwil Kodaeral lX

Ambon
, Globaltinurnn.com - Komandan Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Dankodaeral) IX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. memimpin Upacara Penyerahan Jabatan Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) dan Kepala Keuangan Wilayah (Kakuwil) Kodaeral IX yang digelar di Gedung J. Leimena Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku pada Jumat (27/3/2026).


Dalam upacara tersebut, jabatan Komandan Satrol Kodaeral IX diserahkan oleh Kolonel Laut (P) Hapsoro Angling Purbaningtyas, S.H. kepada Dankodaeral lX, sedangkan jabatan Kakuwil Kodaeral lX diserahkan Kolonel Laut (S) Muhammad Nurudin, S.Pd. kepada Dankodaeral lX. 


Dankodaeral IX dalam amanatnya menyampaikan bahwa serah terima jabatan merupakan suatu dinamika yang wajar dan akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari tuntutan organisasi. 


"Serah Terima Jabatan merupakan tuntutan alamiah sebagai bentuk dinamika organisasi, regenerasi kader kepemimpinan serta refleksi kepercayaan dan kehormatan dari pimpinan TNI Angkatan Laut," ujarnya.


Hal ini lanjut Dankodaeral lX, menjadi bentuk pembinaan personel sekaligus refleksi dari kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan TNI Angkatan Laut kepada para perwiranya.


Menurutnya, pergantian jabatan merupakan bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan, guna memastikan roda organisasi tetap berjalan secara optimal dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis ke depan.


Pada kesempatan tersebut, Dankodaeral IX juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kolonel Laut (P) Hapsoro Angling Purbaningtyas dan Kolonel Laut (S) Muhammad Nurudin atas dedikasi dan pengabdian selama menjabat sebagai Dansatrol dan Kakuwil Kodaeral IX. 


Ucapan selamat juga disampaikan atas penugasan di tempat yang baru, disertai harapan agar pengalaman dan prestasi yang telah diraih dapat menjadi bekal dalam melaksanakan tugas kedepannya. 


Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wadan Kodaeral lX, Laksma TNl Dr. Muhammad Risahdi, para Pejabat Utama dan Kepala Satuan Kerja Kodaeral lX. Hadir juga Ketua Daerah Kodaeral lX Gabungan Jalasenastri Koarmada Rl, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas beserta jajaran Pengurus Jalasenastri Kodaeral lX. (Red) 

Selengkapnya

Dituding Prajurit Yuni 733/Masariku Terlibat Insiden Di Sanana, Danyonif Sebut Itu Hoax

Maret 27, 2026

Foto : Dituding Prajurit Yuni 733/Masariku Terlibat Insiden Di Sanana, Danyonif Sebut Itu Hoax

Ambon
, Globaltimurnn.com - Danyonif 733/Masariku Letkol Inf Dr. M. Aminulah, S.H., M.H., M.Han, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat atas kegaduhan yang timbul di ruang publik terkait insiden yang melibatkan salah satu prajuritnya di Desa Umaloya, Sanana. Pihak kesatuan menyatakan duka cita yang mendalam dan berkomitmen penuh untuk menyelesaikan persoalan ini.


​"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif 733/Masariku, saya menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling dalam kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur. Kami merasakan kesedihan yang dialami keluarga, dan kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujar Danyonif di Ambon, Jumat (27/3/2026).


​Berdasarkan laporan awal, Danyon menjelaskan insiden yang terjadi pada Minggu dini hari (22/3) tersebut bermula dari perselisihan antar-pemuda. Adik dari Pratu SB diduga terlibat perkelahian dengan adik korban. Perselisihan memuncak ketika rombongan keluarga korban mendatangi rumah Pratu SB dalam kondisi emosi dan melakukan aksi protes keras di depan rumah saat prajurit tersebut sedang menjalani cuti lebaran.


​Melihat adiknya dihentikan dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga di bawah pengaruh minuman keras (miras) saat perjalanan pulang, Pratu SB mencoba melerai dan melindungi adiknya dengan cara memeluknya. Namun, Pratu SB justru ikut terkena pukulan di bagian kepala dan leher. Dalam situasi terdesak tersebut, Pratu SB memberikan pukulan balasan yang mengenai wajah korban, hingga korban terjatuh dan bagian belakang kepalanya terbentur aspal. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sanana sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.


​Terkait kejadian tersebut, Danyon menegaskan bahwa TNI adalah institusi yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat, sehingga setiap tindakan prajurit yang mencederai nilai tersebut akan ditangani dengan sangat serius. Meski demikian, ia meminta semua pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, mengingat fakta di lapangan menunjukkan adanya unsur pembelaan diri terhadap intimidasi massa.


​"Kami pastikan bahwa TNI tidak akan pernah menutupi fakta yang ada. Namun, mari kita beri ruang bagi pihak terkait untuk bekerja melihat fakta-fakta secara utuh dan objektif," tegas Danyon.


Selain itu, Danyon juga sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh kelompok warga tersebut. Ia mengungkapkan kekecewaannya atas aksi anarkis massa yang tidak hanya melakukan intimidasi, tetapi juga melakukan perusakan terhadap rumah tinggal Pratu SB. Menurutnya, tindakan perusakan fasilitas pribadi dan upaya pengepungan rumah merupakan bentuk pelanggaran hukum yang seharusnya tidak terjadi di tengah masyarakat yang menjunjung tinggi kedamaian.


​Saat ini, Pratu SB telah diamankan di Makoramil Sanana dan selanjutnya diserahkan ke Denpom XV/1 Ternate pada Senin (23/3) menggunakan transportasi kapal laut untuk menindaklanjuti prosedur yang berlaku di lingkungan militer.


​Danyon mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sanana, untuk tetap tenang, bersabar, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi simpang siur di media sosial. Ia mengajak warga untuk sepenuhnya mempercayakan penanganan ini kepada pihak berwenang guna menjaga situasi tetap kondusif. (Tim) 

Selengkapnya

Sengketa Lahan Waisamu - Nuruwe, Berujung Tanda Tangan Kesepakatan

Maret 27, 2026

Foto : Sengketa Lahan Waisamu - Nuruwe, Berujung Tanda Tangan Kesepakatan

Piru
, Globaltimurnn.com – Polres Seram Bagian Barat (SBB) mengambil langkah nyata menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan memfasilitasi mediasi sengketa lahan antara Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Waesamu dan Pemerintah Desa Nuruwe.


Pertemuan yang berlangsung di Kantor Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres SBB ini digelar pada Jumat (27/03/2026), mulai pukul 10.45 Waktu Indonesia Timur (WIT).


Dalam pertemuan yang dihadiri oleh kedua belah pihak serta perwakilan aparat penegak hukum ini, dicapai sejumlah kesepakatan penting guna mencegah eskalasi konflik, Poin utama yang disepakati adalah larangan melakukan aktivitas penanaman baru di wilayah lahan yang sedang disengketakan.


Sebagai keseimbangan, kedua pihak masih diperbolehkan melakukan aktivitas panen terhadap tanaman yang sudah ada sebelumnya, hingga adanya putusan sah dari pengadilan mengenai status kepemilikan lahan tersebut.


Mengingat objek sengketa berkaitan dengan tanah yang dikelola oleh jemaat gereja, kedua pihak juga sepakat meminta peran serta Ketua Sinode GPM untuk turut membantu proses penyelesaian permasalahan ini. 


Di sisi lain, proses hukum tetap berjalan beriringan; kasus ini juga akan diproses secara pidana oleh pihak kepolisian, sembari menunggu putusan perdata dari pengadilan yang berwenang.


Mediasi ini juga membahas kasus spesifik terkait laporan kerusakan tanaman kelapa milik Ibu Wa Nuru, Dalam kesempatan tersebut, kedua perwakilan pihak menandatangani surat pernyataan secara sadar dan tanpa paksaan di hadapan petugas Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres SBB.


Dalam surat tersebut, disepakati bahwa seluruh aktivitas di lokasi sengketa, baik yang dilakukan oleh warga Desa Nuruwe maupun Desa Waisamu, harus dihentikan sementara selama proses hukum berlangsung. 


Mereka juga berkomitmen siap mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai aturan hukum yang berlaku apabila melanggar kesepakatan yang telah dibuat.


Turut hadir mendampingi proses mediasi ini, di antaranya Kepala Satuan Intelijen Keamanan (Kasat Intelkam) AKP M. Jayadi, Kepala Seksi Pelayanan Kepolisian (KSPK) IPDA Filamino Casimiro, serta Pelaksana Tugas Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Ps. Kanit Tipidter) AIPTU Lukas Pattiahau, S.H. Jajaran kepolisian dari wilayah terdampak juga hadir, meliputi Kapolsek Waisarissa IPDA Steven Ette, S.H., beserta Bhabinkamtibmas, fungsi Binmas, dan Reskrim.


Dari pihak Desa Nuruwe, kegiatan dihadiri oleh Raja Nuruwe Simon Matital dan Ibu Wa Nuru sebagai pelapor kerusakan tanaman dan rumah. 


Sementara itu, pihak Desa Waesamu dan GPM Waesamu diwakili oleh Raja Waesamu Marthen Riripoy, Ketua Klasis Kairatu Pdt. Henry Rutumalessy, M.Si., Ketua Majelis Jemaat Waisamu Pdt. B. C. Rumlawang, S.Si., beserta kuasa hukum dan anggota majelis lainnya.


Dalam kesempatannya, Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian adalah sebagai fasilitator yang netral demi menjaga perdamaian dan ketertiban.


“Polres hadir sebagai fasilitator untuk mempertemukan kedua belah pihak agar dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik. 


Kami mengapresiasi kesepakatan yang telah dicapai bersama, terutama komitmen untuk menghentikan aktivitas di lokasi sengketa sampai adanya putusan pengadilan,” ujar AKBP Andi Zulkifli.


Kapolres juga menegaskan bahwa aspek hukum tidak dikesampingkan. “Kami memastikan setiap proses berjalan secara profesional dan proporsional, Kasus yang ada akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, sembari menunggu putusan perdata terkait kepemilikan lahan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang aman, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penyelesaian permasalahan kepada mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.


Polres Seram Bagian Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan penyelesaian masalah, serta menjamin situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah hukumnya. (Red)

Selengkapnya

Kamis, 26 Maret 2026

Tahan Mandi Lumpur, Gubernur Maluku Berikan Harapan Baru Kepada Warga Inamosol, Jalan Siap Di Bangun, Bukan Janji Kosong

Maret 26, 2026

Foto : Tahan Mandi Lumpur, Gubernur Maluku Berikan Harapan Baru Kepada Warga Inamosol, Jalan Siap Di Bangun, Bukan Janji Kosong

Ambon
, Globaltimurnn.com - Bayangkan, Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Sejak saat itu, 17.504 pulau menyatu dalam satu Bangsa, Pembangunan digaungkan, Jalan dibangun, Jembatan didirikan, Sekolah dan puskesmas hadir di berbagai penjuru Negeri. 


Tapi di Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat, Pulau Seram Desa - desa masuk kategori 3T, Tertinggal, Terdepan, Terluar, selama 80 tahun. 


Sejak Indonesia merdeka hingga hari ini, masyarakat Rumberu belum pernah merasakan jalan yang layak, Bukan satu tahun, Bukan sepuluh tahun, namun tidak pernah. Ungkap tokoh masyarakat Inamosol Seram Bagian Barat Gerard Wakano kepada sejumlah media di ambon, jumat 27/03/2026


Kata Wakano" Dan selama kurun waktu 80 tahun itu, ada kriminalitas kemanusiaan yang terjadi secara diam-diam dan tak pernah terucap dari luapan hati Masyarakat, hasil bumi yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan, justru membusuk di tanah sendiri. 


Lanjutnya" Cengkeh, rempah yang pernah menjadi komoditas global yang memperebutkan Maluku, Pala rempah yang harganya selangit di pasar internasional. Coklat, yang permintaannya tak pernah surut, Hasil pertanian, yang seharusnya menghidupi ribuan keluarga, seringkali dibuang, Karena tidak ada transportasi yang layak. Cetusnya


Bayangkan seorang petani di Inamosol, Berbulan-bulan merawat kebun cengkeh, Memanjat pohon tinggi-tinggi, Memetik satu per satu, Mengeringkan, Menyortir, Berharap hasil panennya bisa membiayai sekolah anak, bisa membeli kebutuhan sehari-hari, bisa merayakan tahun baru dengan pakaian baru, Tapi ketika panen tiba, ketika hasil bumi melimpah, tidak ada mobil yang bisa masuk, Jalan hanya lumpur, Jalan hanya kubangan, Jalan hanya penghalang. Ujarnya


Dikatakan-nya juga" Akhirnya, cengkeh yang bernilai tinggi di pasar global, dijual dengan harga murah di tingkat petani atau bahkan tidak laku sama sekali, lalu dibiarkan membusuk. 


INILAH REALITAS YANG DITANGGUNG MASYARAKAT INAMOSOL SELAMA 80 TAHUN, SEJAK MERDEKA!


Wakano mengatakan" Saudara-saudara, saya ingin anda membayangkan dengan mata hati anda sendiri, Jika anda ingin masuk ke Kecamatan Inamosol, anda tidak bisa menggunakan mobil biasa, Bukan Avanza, Bukan Xenia, Bukan bahkan Fortuner yang sering dipamerkan di jalanan kota, Jangan pernah membayangkan mobil Alphard dapat masuk di di Inamosol, Yang bisa melintasi jalanan Inamosol hanyalah mobil 4x4 double cabin dengan ground clearance tinggi, dengan ban khusus, dengan mesin yang meraung-raung melawan lumpur, batu, dan tanjakan ekstrem. Terangnya


Tapi itupun bukan perjalanan yang nyaman, Itu adalah perjuangan, Ban terkadang terperosok ke dalam kubangan, Mesin meraung menahan beban jalan yang tidak pernah rata, Suspensi bekerja ekstrem setiap detiknya, Pengemudi harus memiliki kemampuan ekstra untuk membaca medan yang setiap saat bisa berubah. 


Dan inilah yang paling menyayat hati, usia mobil yang digunakan untuk melintasi jalanan Inamosol, dari baru, paling lama hanya 4 tahun, Lalu hancur. Ulasnya


4 tahun, Sebuah mobil yang seharusnya bisa digunakan 10-15 tahun di jalan normal, di Inamosol hanya bertahan 4 tahun, Rangka mulai retak, Mesin mulai komplain, Transmisi mulai bermasalah, Suspensi rusak, Ban habis, Mobil yang nilainya ratusan juta rupiah, menjadi rongsokan hanya dalam 4 tahun, Sekarang, coba renungkan, 

Berapa biaya operasional yang harus ditanggung oleh transportasi di Inamosol? Jika mobil baru harganya Rp 500-600 juta, dan hanya bertahan 4 tahun, maka biaya penyusutan per tahun adalah Rp 125-150 juta. 


Ditambah bahan bakar yang boros karena medan ekstrem, Ditambah biaya perawatan yang luar biasa mahal karena setiap kali melintas, ada bagian yang rusak, Ditambah risiko kecelakaan yang setiap saat mengintai.


SEMUA BIAYA ITU AKHIRNYA DIBEBANKAN KEPADA MASYARAKAT.


Inilah kenapa harga kebutuhan pokok di pedalaman bisa 2-3 kali lipat dari harga di kota, Inilah kenapa hasil bumi petani dibeli dengan harga murah—karena biaya transportasi yang masuk sudah selangit, Inilah kenapa kemiskinan di desa 3T begitu sulit diatasi—karena infrastruktur penghubungnya tidak pernah dibangun, Dan selama 80 tahun, tidak ada pemimpin yang hadir untuk mengubah ini. 


Namun Sejarah tercatat, hari Minggu 22 Maret 2026. Biasanya, hari Minggu adalah hari untuk beristirahat, Untuk keluarga, Untuk menjauh dari hiruk-pikuk pekerjaan, Tapi tidak bagi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Beliau memilih menghabiskan hari Minggunya di tempat yang mungkin tidak pernah terbayang oleh para pengkritiknya yang nyaman di balik layar ponsel, Desa Rumberu pedalaman Kecamatan Inamosol, Seram Bagian Barat, Bukan dengan konvoi mewah, Bukan dengan pengawalan panjang yang membuat jarak dengan rakyat, Bukan dengan pakaian rapi yang takut terkena debu dan lumpur. Sebut Wakano


Wakano menambahkan" Beliau datang dengan segala kerendahan hati, Beliau datang dengan niat untuk mendengar jeritan suara hati rakyat, Beliau datang dengan kesadaran bahwa selama 80 tahun, ada saudara-saudaranya yang hidup dalam keterisolasian. Ujarnya


Dan di Rumberu, beliau tidak berdiri di atas panggung, Beliau duduk, Beliau duduk bersama masyarakat, Di rumah pastori sederhana, di tempat yang sederhana, Di tempat yang menjadi saksi bisu dari penderitaan yang tak pernah usai, Di rumah pastori desa Rumberu itulah, masyarakat Kecamatan Inamosol yang diwakili oleh para kepala desa, camat, dan diketuai oleh Gerard Wakanno menyodorkan proposal, Sebuah proposal yang tebalnya tidak seberapa, Tapi beratnya segunung penderitaan yang ditanggung selama 80 tahun. Tuturnya


Proposal itu berisi satu permintaan yang sederhana namun monumental, "JALAN" Jalan yang layak, Jalan yang menghubungkan Waimital hingga Manusa, Jalan yang akan membuka isolasi, Jalan yang akan mengakhiri era di mana hasil bumi dibuang karena tidak bisa keluar, Jalan yang akan menghentikan peredaran mobil-mobil 4x4 yang hanya bertahan 4 tahun sebelum hancur. 


Dan inilah momen yang membedakan seorang pemimpin sejati dari sekadar pejabat, Gubernur Hendrik Lewerissa tidak menumpuk proposal itu di meja, Beliau tidak menjawab dengan kalimat diplomatis “KAMI AKAN PELAJARI DULU”. Beliau tidak berjanji akan menindaklanjuti “DALAM WAKTU DEKAT” yang seringkali berarti tidak pernah, 

Beliau langsung berinisiatif berdiskusi dengan Wakil Bupati Seram Bagian Barat dan Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku, Duduk bersama, Membahas, Menghitung, Memastikan, Dan di hadapan masyarakat yang selama 80 tahun hanya menerima janji, Gubernur Lewerissa memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar ucapan KESEPAKATAN.


Jalan Waimital–Manusa akan dibangun, Dengan skema dana Inpres, Bukan rencana, Bukan wacana, TAPI KOMITMEN YANG DIUCAPKAN DI DEPAN SAKSI MASYARAKAT RUMBERU, PARA KEPALA DESA, CAMAT, DAN RUMAH PASTORI YANG MENJADI SAKSI BISU.


Setelah kesepakatan itu lahir, setelah diskusi usai, setelah tangan-tangan bersalaman terjadilah sesuatu yang sangat mengharukan, Tiga hari setelah kunjungan Gubernur, Bukan tiga bulan, Bukan tiga tahun, Bukan “sampai kapan-kapan” TIGA HARI" Tim teknis turun, Mereka mengukur, Mereka memetakan, Mereka menghitung, Mereka mempersiapkan tahapan usaha untuk pembangunan jalan Waimital–Manusa.


Inilah yang disebut "PEMIMPIN YANG MERAKYAT" Bukan pemimpin yang hanya muncul di baliho dan spanduk, Bukan pemimpin yang hanya pandai berpidato di acara-acara seremonial, Tapi pemimpin yang mau merasakan penderitaan rakyatnya, yang mau turun ke lumpur, yang mau mendengar jeritan dari pedalaman Pulau Seram. Tutupnya (Tim) 

Selengkapnya

Balap Liar Kian Marak Di SBB, Polisi Berhasil Amankan 4 Motor

Maret 26, 2026

Foto : Balap Liar Kian Marak Di SBB, Polisi Berhasil Amankan 4 Motor 

Piru
, Globaltimurnn.com - Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Seram Bagian Barat melalui Satuan Lalu Lintas melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli malam guna mengantisipasi balap liar dan aktivitas masyarakat lainnya di wilayah Kota Piru dan sekitarnya.


Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada Rabu (25/3/2026) pukul 21.00 WIT hingga Kamis (26/3/2026) pukul 03.00 WIT, dipimpin oleh Kanit Turjawali AIPTU I. Weka bersama lima personel Sat Lantas Polres SBB.


Patroli tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut perintah Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K.,M.M., kepada Kasat Lantas AKP J. Runtuthomas untuk mengintensifkan patroli malam dalam rangka KRYD serta penindakan terhadap potensi pelanggaran, khususnya aksi balap liar di wilayah Kota Piru.


Dalam pelaksanaannya, sekitar pukul 01.15 WIT, petugas menerima laporan adanya kegiatan balap liar di sekitar Tugu Opa-Opa Piru. Tim patroli langsung bergerak menuju lokasi dan mendapati sejumlah pemuda tengah melakukan aktivitas tersebut.


Personel di lapangan kemudian mengambil tindakan tegas dengan membubarkan kegiatan balap liar. Para pelaku melarikan diri saat petugas tiba di lokasi, namun petugas berhasil mengamankan empat unit sepeda motor, terdiri dari satu unit yang digunakan untuk balapan dan tiga unit lainnya yang sedang dipersiapkan untuk balapan berikutnya.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Seram Bagian Barat AKP Jhon R. Soplanit menyampaikan bahwa pelaksanaan KRYD patroli malam merupakan langkah preventif kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak melakukan balap liar karena sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Kepolisian akan terus meningkatkan KRYD serta penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.


Polres Seram Bagian Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman serta menjaga ketertiban di wilayah hukum Polres SBB. (Red) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT