globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Jumat, 18 September 2026

Gubernur HL Buktikan Kinerja Nyata di Tengah Tantangan : Maluku Raih Penghargaan Terbaik I dan Stimulan Rp2 Miliar dari Kemendagri

September 18, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com – Pemerintah Provinsi Maluku berhasil menyabet Penghargaan Terbaik I Kategori Akses Pendidikan dan Layanan Pendidikan Tingkat Provinsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, lengkap dengan dana stimulan sebesar Rp2 miliar. Kamis,17 September 2026, di Hotel Bidakara, Jakarta.


Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pengakuan serta stimulan dari pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Maluku.


Di tengah dinamisnya tantangan daerah—mulai dari isu sosial, penanganan bencana karhutla, hingga terpaan berbagai hujatan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membuktikan komitmen kerjanya dengan membawa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku meraih prestasi gemilang di tingkat nasional.


Sungguh ini satu acara yang dapat merangsang kinerja pemerintah daerah. Kami sendiri di Maluku mendapat penghargaan nomor satu di bidang akses masyarakat untuk pendidikan. Tidak mudah memang untuk mendapat akses pendidikan di daerah kepulauan seperti Maluku. Penghargaan ini sangat berarti bukan cuma bagi pemerintah, tetapi bagi masyarakat dan 11 kabupaten/kota di Maluku,” tegas Hendrik.


Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku Dr. Sarlota Singerin, menegaskan bahwa apresiasi dan dana stimulan ini akan dijadikan pemacu semangat untuk memperluas layanan pendidikan hingga ke pelosok terpencil.


Penghargaan Terbaik I ini kami maknai sebagai motivasi untuk terus menata dan meningkatkan akses layanan pendidikan, khususnya di daerah 3T di Provinsi Maluku. Walau kondisi geografis gugus pulau membatasi, semangat dari semua pihak memastikan akses layanan untuk transformasi dan digitalisasi pendidikan dapat dirasakan sampai ke puncak gunung dan perbatasan wilayah,” ungkap Kadis.


Capaian di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa ini diharapkan semakin memperkuat program-program prioritas Pemprov Maluku dalam meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah kepulauan. (**)

Selengkapnya

Kamis, 17 September 2026

Luar Biasa,,, Dukcapil SBB Gelar Pelayanan" Jebol Adminduk" Di Desa Manusia, Walau Tempuh Medan Sulit Ke Pegunungan

September 17, 2026


SBB
, globaltimurnn.com - Guna memastikan keadilan pelayanan publik dan memenuhi kebutuhan dokumen kependudukan masyarakat di wilayah pegunungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Seram Bagian Barat meluncurkan program Jemput Bola Administrasi Kependudukan (Jebol Adminduk).  


Salah satu titik fokus pelayanan ini diselenggarakan di Desa Manusa, Kecamatan Inamosol, yang dikenal sebagai salah satu desa terpencil di kawasan pegunungan. Kegiatan layanan langsung ke lapangan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 17 hingga 18 September 2026.  


Meski harus mengarungi jarak yang jauh dan menghadapi kondisi akses jalan yang memprihatinkan, jajaran Dinas Dukcapil SBB berkomitmen penuh membawa layanan pemerintah hingga ke pelosok.  


Dalam kegiatan Jebol Adminduk di Desa Manusa, seluruh jenis layanan administrasi kependudukan diberikan secara gratis dan berkas langsung dicetak di tempat. Layanan tersebut mencakup perekaman serta pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Nikah, Akta Kematian, hingga dokumen kependudukan lainnya.  


Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi dan sinergi yang solid antara Dinas Dukcapil SBB, Pemerintah Desa Manusa, serta tokoh agama dan pihak gereja setempat.  


Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Seram Bagian Barat, Julius Nahuway, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa keterbatasan infrastruktur tidak menyurutkan semangat jajarannya untuk hadir melayani warga.  


"Walaupun jaraknya jauh dan kondisi jalan cukup memprihatinkan, hal itu tidak menyurutkan semangat saya beserta seluruh staf Dinas Dukcapil untuk hadir melayani dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat agar mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan," ujar Julius Nahuway.  


Lebih lanjut, Kadis Dukcapil juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Pemerintah Desa Manusa serta Pihak Gereja yang telah mendukung penuh kelancaran dan kesuksesan pelayanan adminduk bagi jemaat dan warga masyarakat Desa Manusa. Pungkasnya (tim) 

Selengkapnya

Bertindak Sebagai Khatib, Akmil Djapa Kabag Jarlat SPN Polda Maluku Sampaikan Pesan Agama

September 17, 2026


Passo
, globaltimurnn.com - Kabag Jarlat SPN Polda Maluku Kompol H Akmil Djapa bertindak sebagai Khatib Shalat Jumat di Masjid Al Iqro SPN Polda Maluku. Jumat 18 September 2026


Khutbah Jumat tang disampaikan kepada jamaah yang terdiri dari Siswa Diktuk Bintara Polri dan Personil SPN Polda Maluku yang beragama islam, dengan judul Khutbah" Kejarlah Akhiratmu, maka Dunia Mengikutimu".


Akmil mengajak jamaah agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa bukan hanya tentang banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi tentang bagaimana seluruh hidup kita diarahkan untuk mencari ridha Allah SWT.


Lanjut Akmil" renungkan sebuah nasihat“ Kejarlah akhiratmu, maka dunia akan mengikutimu.


”Bukan berarti kita harus meninggalkan dunia, Bukan berarti kita tidak boleh bekerja, menjadi kaya, memiliki rumah, kendaraan, usaha dan kehidupan yang layak.

Tetapi yang harus kita pahami adalah" Jangan jadikan dunia sebagai tujuan utama. Jadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat.

Allah SWT berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)


Allah tidak mengatakan: tinggalkan dunia, Tetapi Allah mengatakan, “Carilah negeri akhirat dengan apa yang Allah berikan kepadamu.” Artinya, harta kita bisa menjadi jalan menuju surga.


Pekerjaan kita bisa menjadi jalan menuju surga, Keluarga kita bisa menjadi jalan menuju surga, Ilmu kita bisa menjadi jalan menuju surga, Bahkan senyum, sedekah, membantu orang lain dan mencari nafkah dengan cara halal dapat menjadi bekal menuju akhirat.


Ada orang yang sepanjang hidupnya mengejar dunia, Pagi bekerja, Siang bekerja, Malam memikirkan pekerjaan, Mengejar jabatan, Mengejar keuntungan, Mengejar rumah, Mengejar kendaraan, Mengejar popularitas, Mengejar pujian manusia, Tetapi ia lupa mengejar akhirat.


Ketika azan berkumandang, ia berkata“ Nanti saja shalatnya.” Ketika datang waktu mengaji, ia berkata, “Besok saja.” Ketika memiliki rezeki, ia lupa bersedekah, Ketika memiliki kesempatan berbuat baik, ia menundanya, Ia begitu sibuk membangun rumah di dunia, tetapi lupa membangun rumahnya di akhirat.


Padahal rumah dunia hanya akan kita tempati sementara. Rumah akhiratlah yang akan kita tempati selamanya.Allah SWT mengingatkan:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”(QS. Ali 'Imran: 185)


Dunia bukan sesuatu yang harus kita benci, Tetapi dunia tidak boleh menjadi sesuatu yang memperbudak hati kita, Jangan Kejar Dunia dengan Mengorbankan Akhirat


Masalahnya bukan pada memiliki harta, Masalahnya adalah ketika harta memiliki hati kita, Masalahnya bukan pada pekerjaan, Masalahnya adalah ketika pekerjaan membuat kita meninggalkan shalat, Masalahnya bukan pada mengejar kesuksesan.


Masalahnya adalah ketika kesuksesan membuat kita sombong dan lupa kepada Allah, Masalahnya bukan memiliki banyak uang, Masalahnya adalah ketika uang membuat kita lupa dari mana rezeki itu datang.


Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan, Maka jangan sampai kita mendapatkan dunia tetapi kehilangan akhirat, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah, Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9) Perhatikan!


Allah tidak mengatakan bahwa harta dan anak itu buruk, Harta dan anak adalah nikmat, Tetapi jangan sampai nikmat berubah menjadi fitnah karena membuat kita jauh dari Allah, Kalau Akhirat Menjadi Tujuan, Dunia Menjadi Sarana


Orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan akan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia, Ketika ia bekerja, ia berkata" “Saya bekerja karena Allah.”Ketika ia mendapatkan uang, ia berkata, “Ini amanah dari Allah.”Ketika mendapatkan keuntungan, ia bersyukur,Ketika mendapatkan kerugian, ia bersabar Ketika mendapatkan jabatan, ia tidak sombong, Ketika kehilangan jabatan, ia tidak putus asa. 


Mengapa? Karena hatinya tidak bergantung kepada dunia, Hatinya bergantung kepada Allah, Inilah yang disebut dengan barakah.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka - sangkanya.”(QS. At-Talaq: 2–3)


Maka jangan takut kehilangan dunia karena memilih taat kepada Allah, Jangan takut miskin karena bersedekah, Jangan takut kehilangan pekerjaan karena menolak yang haram, Jangan takut rezeki berkurang karena menjaga kejujuran, Rezeki kita bukan berada di tangan manusia, Rezeki kita berada di tangan Allah.


Empat Cara Mengejar Akhirat

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan" 

Pertama: Jaga shalat

Sehebat apa pun pekerjaan kita, jangan tinggalkan shalat, Karena dunia tidak akan menyelamatkan kita ketika kita berdiri di hadapan Allah.


Kedua: Cari rezeki yang halal

Sedikit tetapi halal lebih baik daripada banyak tetapi haram, Jangan membawa pulang uang yang di dalamnya terdapat kezhaliman, Karena makanan yang masuk ke tubuh keluarga kita akan menjadi bagian dari kehidupan mereka.


Ketiga: Sisihkan harta untuk akhirat

Sedekah, Wakaf, Membantu fakir miskin, Membantu anak yatim, Membantu masjid, Membantu orang yang sedang kesulitan, Karena suatu hari nanti semua harta kita akan ditinggalkan, Yang kita bawa hanyalah amal.


Keempat: Perbanyak amal sebelum terlambat, Jangan berkata, “Nanti kalau sudah tua saya akan rajin ibadah.” Siapa yang menjamin kita akan sampai tua? Jangan menunggu sakit untuk mengenal Allah, Jangan menunggu kehilangan untuk bersyukur, Jangan menunggu kematian untuk bertobat, Allah SWT berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu.” (QS. Al-Munafiqun: 10)


Ingatlah! Dunia akan kita tinggalkan.Rumah akan kita tinggalkan.Kendaraan akan kita tinggalkan.Jabatan akan kita tinggalkan. Uang akan kita tinggalkan. Bahkan orang-orang yang paling kita cintai pun akan mengantar kita sampai ke liang lahat, kemudian mereka akan kembali. Kita sendirian. Yang menemani kita adalah amal. Maka mulai hari ini, mari kita ubah cara kita mengejar kehidupan. Bekerjalah, tetapi jangan tinggalkan Allah.


Carilah harta, tetapi jangan kehilangan iman.

Bangunlah rumah, tetapi bangun juga rumah di surga, Didiklah anak-anak kita agar sukses di dunia, tetapi jangan lupa ajarkan mereka jalan menuju akhirat, Dan yang paling penting

"KEJARLAH RIDHA ALLAH, MAKA DUNIA AKAN MENJADI SARANA BAGI KEBAHAGIAANMU.

Semoga Allah menjadikan dunia berada di tangan kita, bukan di hati kita, Marilah kita bertakwa kepada Allah.


Jangan sampai kita menjadi manusia yang sangat sukses di dunia tetapi gagal di akhirat, Jangan sampai kita memiliki banyak harta tetapi miskin amal, Jangan sampai kita memiliki rumah yang megah tetapi tidak memiliki tempat di surga, Jangan sampai kita dikenal manusia karena kekayaan kita, tetapi tidak dikenal oleh penduduk langit karena amal kita.

Allah SWT berfirman:

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Sedangkan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A'la: 17) Maka kejarlah sesuatu yang lebih baik dan lebih kekal, Jika kita mengejar akhirat, bukan berarti dunia akan hilang, Justru kita akan belajar menggunakan dunia dengan benar.


Harta menjadi alat untuk beribadah, Ilmu menjadi jalan untuk memberi manfaat, Jabatan menjadi kesempatan untuk melayani, 

Keluarga menjadi ladang pahala, Pekerjaan menjadi ibadah, Dan seluruh kehidupan menjadi jalan. (V374) 


Selengkapnya

Kodaeral IX Ikuti Sholat Istisqa dan Doa Bersama Lintas Agama, Perkuat Sinergi Hadapi Dampak Kekeringan

September 17, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX turut mengambil bagian dalam Sholat Istisqa dan Doa Bersama Lintas Agama wilayah Maluku sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kondisi kemarau panjang dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.


Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Jumat (18/9/2026), tersebut diikuti perwakilan Kodaeral IX yang dipimpin Kepala Dinas Administrasi Personel (Kadisminpers) Kodaeral IX Kolonel Laut (KH) Mohammad Arief Nur Amin, mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H.


Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIT dan dihadiri Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, jajaran Forkopimda Maluku, tokoh agama, serta personel TNI, Polri, dan instansi terkait.


Dalam sambutannya, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menyampaikan bahwa Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama di Maluku. 


Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut perlu terus dirawat melalui berbagai kegiatan yang memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.


Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Maluku yang memberikan apresiasi atas pelaksanaan doa bersama lintas agama. 


Kondisi kekeringan, menurutnya, tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih, tetapi juga berpotensi berdampak pada ketahanan pangan dan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Karena itu, sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk mengantisipasi serta meminimalkan dampak kekeringan.


Sementara itu, Ketua MUI Maluku Prof. Dr. H. Abdullah Latuapo dalam khutbahnya mengajak jamaah menjadikan kondisi kekeringan sebagai momentum introspeksi diri atau muhasabah, memperbanyak istighfar, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai amanah yang harus dijaga.


Ia juga mengajak umat memanjatkan doa agar hujan segera turun dengan membawa rahmat dan keberkahan, menyuburkan tanah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan mudarat.


Selain Sholat Istisqa bagi umat Islam, doa bersama lintas agama juga dilaksanakan oleh umat Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha secara serentak di tempat ibadah masing-masing.


Keikutsertaan personel Kodaeral IX dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI AL untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga kerukunan, kepedulian sosial, serta persatuan di wilayah Maluku.


Melalui momentum ini, diharapkan ikhtiar spiritual dan kebersamaan lintas agama dapat memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan sekaligus menjaga kedamaian, persaudaraan, dan persatuan di Bumi Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Setelah Asesmen Calistung, Lapas Dobo Lanjutkan Pembelajaran Kelas Dasar bagi Warga Binaan

September 17, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com — Pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Tidak sekadar memenuhi hak untuk memperoleh pendidikan, kegiatan belajar juga menjadi ruang untuk membuka kesempatan baru bagi mereka dalam mengembangkan kemampuan dasar sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.


Komitmen tersebut terus dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo melalui pembelajaran kelas dasar bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari asesmen diagnostik membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang sebelumnya telah dilaksanakan di Lapas Dobo.


Berdasarkan hasil asesmen, sebanyak empat orang warga binaan diketahui membutuhkan pembelajaran pada tingkat dasar. Proses belajar kemudian dilanjutkan pada Kamis (17/09/2026), dengan materi awal berupa pengenalan huruf sebagai fondasi sebelum memasuki tahapan membaca, menulis, dan berhitung.


Pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan awal masing-masing peserta. Materi diberikan secara bertahap dan berulang, terutama dalam mengenali serta membedakan huruf vokal dan konsonan.


Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap warga binaan dapat mengikuti proses belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing, tanpa terbebani oleh materi yang belum mereka kuasai.


Dalam pelaksanaannya, para peserta magang turut berperan memberikan pendampingan secara langsung. Metode yang digunakan mengedepankan pendekatan sederhana, personal, dan penuh kesabaran sehingga peserta memiliki ruang yang cukup untuk memahami setiap materi.


Bagi empat warga binaan tersebut, pengenalan huruf menjadi langkah awal yang penting. Dari kemampuan mengenali huruf, mereka secara bertahap akan diarahkan menuju kemampuan membaca dan menulis, sebelum kemudian memasuki materi berhitung dasar.


Proses tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru. Setiap tahapan akan dilanjutkan setelah peserta dinilai memiliki pemahaman yang cukup terhadap materi sebelumnya.


Dengan pola pembelajaran bertahap, Lapas Dobo berupaya memastikan proses pendidikan dapat menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan peserta. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri selama menjalani masa pembinaan.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, menyampaikan bahwa pendidikan bagi warga binaan membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Menurutnya, setiap perkembangan yang dicapai warga binaan, termasuk kemajuan kecil dalam mengenali huruf, merupakan bagian penting dari proses pembinaan.


Pendidikan, kata dia, bukan hanya tentang pencapaian hasil akhir, tetapi juga tentang memberikan kesempatan kepada setiap warga binaan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.


Melalui kelas dasar tersebut, Lapas Dobo berharap warga binaan dapat memperoleh kemampuan literasi dasar yang menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Keterlibatan peserta magang dalam kegiatan ini juga memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program pendidikan di lingkungan Lapas. Pendampingan yang dilakukan secara langsung memungkinkan proses belajar berlangsung lebih terarah dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta.


Dari mengenal satu demi satu huruf, perjalanan pendidikan itu perlahan dimulai. Setiap huruf yang berhasil dikenali menjadi sebuah kemajuan, sementara setiap tahapan yang dilalui menjadi pijakan menuju kemampuan yang lebih baik.


Lapas Kelas III Dobo pun terus berupaya memastikan bahwa proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada kehidupan selama berada di dalam Lapas, tetapi juga memberikan bekal yang dapat membantu warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Lapas Piru Kembangkan Kemandirian Warga Binaan Lewat Produksi Donat dan Roti Gula

September 17, 2026


Piru
, Globaltimurnn.com — Dari dapur sederhana di balik tembok pemasyarakatan, keterampilan dan harapan terus tumbuh. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru memanfaatkan pembinaan kemandirian bidang tata boga sebagai ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, sekaligus mempersiapkan bekal keterampilan sebelum kembali ke tengah masyarakat.


Hal itu terlihat dalam kegiatan produksi makanan di Dapur Roti Lapas Piru, Rabu (16/09/2026). Sebanyak tiga orang Warga Binaan bersama peserta magang dan petugas terlibat langsung dalam pembuatan 35 donat dan 25 roti gula yang selanjutnya dipasarkan melalui koperasi Lapas.


Kegiatan tersebut bukan sekadar mengejar jumlah produksi. Di dalamnya, Warga Binaan mendapatkan pengalaman bekerja secara langsung, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk roti dan donat, hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.


Setiap tahapan dilakukan secara bersama dengan pendampingan petugas dan peserta magang. Proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan keterampilan kerja agar Warga Binaan memiliki pengalaman yang dapat dikembangkan menjadi kemampuan produktif.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, mengatakan pembinaan tata boga diarahkan tidak hanya pada hasil produksi, tetapi juga pada pembentukan keterampilan dan pengalaman kerja.


Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar membuat produk makanan, tetapi juga memahami proses kerja secara bertahap, mulai dari pengolahan hingga menghasilkan produk yang layak dipasarkan, ujar Ode.


Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan dalam proses produksi memberikan kesempatan untuk belajar bekerja secara teratur, bertanggung jawab, serta memahami pentingnya kerja sama dalam menghasilkan sebuah produk.


Antusiasme serupa juga terlihat dari peserta magang yang turut mendampingi proses produksi. Thalia Soplantila, peserta magang di Seksi Kegiatan Kerja, mengatakan Warga Binaan cukup aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan produk.


Pendampingan ini memberikan pengalaman tersendiri bagi kami. Warga Binaan cukup aktif mengikuti setiap tahapan dan saling bekerja sama agar produk yang dihasilkan dapat selesai dengan baik, ungkap Thalia.


Bagi Warga Binaan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya dirasakan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk kehidupan setelah bebas.


Salah satu Warga Binaan berinisial DM mengaku memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dari kegiatan tata boga yang diikutinya.


Bagi saya, kegiatan ini menambah pengalaman dan keterampilan. Saya jadi lebih memahami bagaimana membuat roti dan donat dengan proses yang teratur, sehingga ilmu ini bisa menjadi bekal nantinya, kata DM.


Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan pihaknya akan terus mendorong pengembangan potensi Warga Binaan melalui berbagai kegiatan produktif.


Menurut Hery, pembinaan kemandirian diharapkan tidak berhenti pada proses belajar, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi melalui hasil karya Warga Binaan.


“Kami ingin pembinaan kemandirian di Lapas Piru menghasilkan keterampilan yang benar-benar bermanfaat. Produk Warga Binaan juga kami dorong untuk memiliki nilai ekonomi melalui pemasaran koperasi sebagai bagian dari pengembangan UMKM,” tutur Hery.


Pemasaran produk melalui koperasi Lapas menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan hasil karya Warga Binaan sekaligus memberikan pengalaman mengenai bagaimana sebuah produk dikelola hingga memiliki nilai ekonomi.


Bagi Lapas Piru, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses mempersiapkan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.


Dari adonan yang diolah di dapur Lapas, bukan hanya donat dan roti yang dihasilkan. Ada keterampilan, pengalaman, kedisiplinan, serta harapan yang sedang dibentuk.


Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Piru terus membuka ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, dan produktif, sehingga ketika kembali ke tengah masyarakat, mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri. (Za)

Selengkapnya

Ditjenpas Maluku Buka Ruang Kolaborasi Lintas Sektor, Dorong Pemasyarakatan Semakin Berdampak

September 17, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Pemasyarakatan tidak dapat berjalan sendiri. Di tengah tuntutan untuk menghadirkan pembinaan yang semakin efektif dan memberi manfaat nyata, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.


Semangat tersebut mengemuka dalam pertemuan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maluku, H. Djumadi Wali, di Ambon, Kamis (17/09/2026).


Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi antarlembaga. Sejumlah peluang sinergi dibahas sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.


Ricky Dwi Biantoro menegaskan bahwa kompleksitas tantangan di bidang pemasyarakatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, dukungan dan kolaborasi dengan stakeholder menjadi penting agar program pemasyarakatan tidak sekadar berjalan sebagai rutinitas, tetapi mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.


“Kami menyadari bahwa pemasyarakatan tidak mungkin berjalan sendiri. Ada banyak hal yang membutuhkan kolaborasi dengan stakeholder lain. Karena itu, kami terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memperkuat pembinaan dan memberikan manfaat nyata,” kata Ricky.


Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun harus diarahkan pada kerja sama yang konkret. Pertemuan dan komunikasi antarlembaga, kata dia, perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberikan hasil bagi warga binaan maupun masyarakat.


Yang paling penting bukan hanya bertemu dan berkoordinasi, tetapi bagaimana komunikasi ini bisa diterjemahkan menjadi kerja nyata. Kami ingin setiap kolaborasi yang dibangun memiliki dampak, baik bagi warga binaan maupun masyarakat, lanjutnya.


Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Maluku, H. Djumadi Wali, menyambut positif terbukanya ruang komunikasi dan kolaborasi tersebut.


Ia menilai, sinergi antarlembaga memiliki potensi untuk memperkuat pelaksanaan berbagai program pemerintah sehingga dapat berjalan lebih terintegrasi dan memberikan jangkauan manfaat yang lebih luas.


“Kami melihat banyak ruang yang bisa dikolaborasikan. Masing-masing memiliki tugas dan fungsi, tetapi ketika kita duduk bersama dan membangun komunikasi, tentu akan ada hal-hal yang bisa dikerjakan bersama untuk memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.


Djumadi berharap komunikasi yang telah terbangun tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing instansi.


Bagi Kanwil Ditjenpas Maluku, penguatan jejaring kolaborasi menjadi bagian dari upaya membangun sistem pemasyarakatan yang semakin terbuka dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.


Keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya dilihat dari bagaimana pembinaan berlangsung di dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kemampuan program pembinaan dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat dengan bekal keterampilan, sikap, dan kemandirian.


Karena itu, setiap ruang kerja sama menjadi peluang untuk memperluas manfaat pembinaan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menghadirkan dukungan yang lebih kuat, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya program-program yang memberikan dampak nyata.


Dari komunikasi antarlembaga, diharapkan lahir kerja bersama. Dari kerja bersama, tumbuh kolaborasi yang konkret. Dan dari kolaborasi tersebut, pemasyarakatan di Maluku diharapkan semakin mampu menghadirkan manfaat bagi warga binaan sekaligus masyarakat secara lebih luas. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT