globaltimurnn.com

Minggu, 21 Juni 2026

Evaluasi Kinerja Dinsos Ambon 2026, Wali Kota Tekankan Kolaborasi dan Validitas Data Kemiskinan

Juni 21, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat kualitas pelayanan sosial melalui pelaksanaan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Dinas Sosial Kota Ambon Tahun 2026 yang digelar di Hotel Kamari Ambon, Senin (22/06/2026).


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si, ini diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari jajaran Dinas Sosial Kota Ambon, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH), Pendamping Rehabilitasi Sosial (Resos), hingga anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana).


Dalam arahannya, Walikota menegaskan bahwa evaluasi merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan pelaksanaan program, tetapi juga oleh kemampuan melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan.


“Dinas Sosial telah melakukan perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan program. Melalui evaluasi ini kita dapat mengukur sejauh mana target yang telah ditetapkan berhasil dicapai serta apa saja yang perlu diperbaiki ke depan,” ujar Walikota. 


Walikota menyoroti peran strategis Dinas Sosial, khususnya Bidang Pemberdayaan Sosial, dalam mendukung agenda Pemerintah Kota Ambon untuk menekan angka kemiskinan.


Ia menegaskan bahwa kemiskinan memang tidak dapat dihapus sepenuhnya, namun harus terus dikurangi melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, bantuan sosial, serta dukungan hibah yang tepat sasaran.


“Pengurangan jumlah masyarakat miskin merupakan tanggung jawab besar Dinas Sosial dan menjadi bagian penting dari visi serta program prioritas Pemerintah Kota Ambon lima tahun ke depan,” tegasnya.


Selain pemberdayaan ekonomi, Walikota juga menekankan pentingnya optimalisasi kinerja Bidang Rehabilitasi Sosial dalam menangani berbagai persoalan sosial perkotaan seperti gelandangan, pengemis, anak terlantar, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga penyandang disabilitas.


Menurutnya, sebagai kota jasa dan pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku, Ambon akan terus menghadapi dinamika sosial yang kompleks sehingga membutuhkan penanganan yang profesional dan berkelanjutan.


Salah satu perhatian utama yang disampaikan Walikota adalah pentingnya akurasi data penerima bantuan sosial.


Ia mengingatkan para pendamping PKH dan seluruh mitra kerja Dinas Sosial agar memastikan data masyarakat miskin yang digunakan benar-benar valid sehingga bantuan pemerintah dapat diterima oleh warga yang berhak.


“Jangan sampai bantuan diberikan karena kedekatan dengan ketua RT, kepala desa, atau pihak tertentu, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak terakomodasi,” tegasnya.


Menurut Wattimena, pemerintah saat ini terus memperkuat sistem digitalisasi bantuan sosial melalui pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai langkah mewujudkan penyaluran bantuan yang lebih transparan, objektif, dan berbasis data.


Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga menyoroti pentingnya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kota Ambon.


Ia mengakui bahwa infrastruktur kota saat ini belum sepenuhnya ramah disabilitas. Namun demikian, komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian dan pelayanan kepada kelompok rentan tersebut harus terus ditingkatkan.


“Saya mengapresiasi Dinas Sosial yang selama ini responsif menindaklanjuti berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan kursi roda, tongkat bantu, dan berbagai kebutuhan lainnya bagi penyandang disabilitas,” katanya.


Sementara itu, dalam laporan pelaksanaan kegiatan dijelaskan bahwa Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Dinas Sosial Kota Ambon Tahun 2026 dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019, serta Permen PAN-RB Nomor 53 Tahun 2014.


Evaluasi ini bertujuan mengukur capaian target kinerja, meningkatkan efektivitas pelayanan sosial, mengidentifikasi berbagai kendala pelaksanaan program, sekaligus menilai produktivitas dan kompetensi aparatur maupun pekerja sosial.


Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap Dinas Sosial semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat.


“Mari jadikan evaluasi ini sebagai momentum untuk menjadi semakin berdaya, semakin kuat, semakin fungsional, dan semakin baik dalam melayani masyarakat,” tutup Walikota. (Za)

Selengkapnya

Dinyatakan Hilang Di laut Selama Dua Hari, Nelayan Asal Kawa SBB Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

Juni 21, 2026


SBB
, globaltimurnn.com - Lito Benities, pria 51 tahun nelayan asal Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat yang dilaporkan hilang saat melaut beberapa hari yang lalu akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan pada hari kedua Operasi SAR. Minggu, 21/6, 2026


Korban ditemukan oleh kapal nelayan dalam keadaan selamat dengan jarak yang cukup jauh dari lokasi kejadian awal. Tepatnya, disekitar Perairan Pulau Gomumu, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara pada jarak -+58 Nautical Mile arah Utara dari lokasi kejadian awal.


Poniman Arsad selaku Dantim Ops SAR Desa Kawa menyampaikan, "Memasuki hari kedua pencarian, 2 SRU di kerahkan guna memperluas area pencarian, Longboat Masyarakat dan Rubber Boat Basarnas bergerak sejak pagi melakukan pencarian pada beberapa titik koordinat yang sudah ditentukan. 


Hingga pada pukul sekitar 15.15 WIT upaya pencarian korban membuahkan hasil, Korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal nelayan yang sedang melintasi disekitar perairan Gomumu, Kabupaten Halmahera Selatan dengan jarak -+58 Nautical Mile dari lokasi kejadian awal.


Beberapa jam kemudian, longboat masyarakat Kawa berhasil menemukan korban dan kapal nelayan tersebut, Korban kemudian diserahkan dan dievakuasi menuju Desa Kawa.


Poniman menambahkan, Menurut informasi dari korban, ia hanyut selama beberapa hari akibat kerusakan pada mesin motor tempel longboat miliknya, Korban pun hanyut dan bertahan selama beberapa hari sebelum berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Kini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga. 


Sebelumnya, kondisi membahayakan jiwa manusia ini dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat pada tanggal 20/6 sekitar pukul 20.40 WIT.


Dalam keterangan disampaikan, seorang nelayan asal Desa Kawa hilang kontak saat melaut sejak tanggal 18/6, Upaya pencarian awal oleh masyarakat setempat sudah dilaksanakan namun nihil hasilnya, Setelah dilakukan Ops SAR hari pertama kemarin, korban baru berhasil ditemukan pada Operasi SAR hari kedua. Minggu, 21/6/26.


Operasi SAR melibatkan Unsur Potensi diantaranya Basarnas Ambon, BPBD SBB, dan Masyarakat setempat. 


Alut yang digunakan diantaranya, Truck Personil, Rubber Boat, Longboat Masyarakat. 


Cuaca dilapangan dilaporkan, Hujan Ringan, Angin Timur hingga Tenggara kecepatan 26 Knots, dan Tinggi Gelombang 1,25 Meter.


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Jelang Piala Dunia 2026, Wawali Ambon Ingatkan ASN Jangan Abaikan Pelayanan Publik

Juni 21, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Antusiasme masyarakat menyambut gelaran Piala Dunia 2026 mendapat perhatian khusus dari Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta. Ia mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon agar tidak larut dalam euforia pesta sepak bola dunia hingga mengabaikan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.


Pesan tersebut disampaikan Wakil Walikota saat memimpin apel pagi bersama di halaman Balai Kota Ambon, Senin (22/06/2026).


Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan Piala Dunia merupakan hal yang positif. Namun, kondisi tersebut tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.


“Kita semua menikmati suasana Piala Dunia dan banyak yang menonton pertandingan hingga dini hari. Itu sesuatu yang wajar, tetapi jangan sampai semangat mendukung tim favorit membuat tugas sebagai ASN terabaikan. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi yang utama,” tegas Ely.


Ia menekankan bahwa masyarakat setiap hari membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif dari pemerintah. Karena itu, seluruh ASN diminta tetap menjaga disiplin kerja, hadir tepat waktu, serta memastikan seluruh tugas dapat diselesaikan secara optimal.


Menurutnya, profesionalisme ASN tercermin dari kemampuannya menjalankan tanggung jawab secara konsisten, termasuk di tengah berbagai momentum yang menyita perhatian publik.


“Jangan sampai karena kurang istirahat setelah menonton pertandingan, lalu pelayanan menjadi tidak maksimal. Masyarakat datang dengan harapan mendapat pelayanan terbaik, sehingga kita harus memastikan harapan itu dapat dipenuhi,” ujarnya.


Selain menjaga disiplin, ASN juga diimbau untuk mampu mengatur waktu secara bijak agar aktivitas menonton pertandingan tidak mengganggu produktivitas kerja. Sebagai aparatur pemerintah, ASN dituntut menjadi teladan dalam menjaga etos kerja dan tanggung jawab.


Di sisi lain, Wakil Walikota mengajak seluruh pegawai untuk mengambil nilai-nilai positif dari ajang Piala Dunia. Menurutnya, semangat kerja sama tim, kedisiplinan, konsistensi, dan perjuangan para pemain dapat menjadi inspirasi dalam meningkatkan kinerja pemerintahan.


“Jika kita mengamati pertandingan, ada banyak pelajaran yang bisa diambil. Kerja sama tim, disiplin menjalankan strategi, dan semangat untuk mencapai target merupakan nilai yang juga harus diterapkan dalam pekerjaan kita sehari-hari,” katanya.


Lebih lanjut, Wakil Walikota menilai Piala Dunia bukan sekadar tontonan olahraga, tetapi juga momentum yang mampu mempererat kebersamaan masyarakat. Karena itu, ASN diharapkan dapat menikmati kemeriahan ajang tersebut tanpa mengesampingkan kewajiban sebagai pelayan publik.


“Semangat melayani masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Apa yang kita kerjakan setiap hari adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat dan daerah ini. Oleh sebab itu, mari terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kualitas pelayanan kepada warga Kota Ambon,” tandasnya.


Ia kembali menegaskan pentingnya menjaga disiplin dan integritas ASN selama berlangsungnya Piala Dunia 2026. Dengan komitmen tersebut, pelayanan publik di Kota Ambon diharapkan tetap berjalan optimal di tengah semarak pesta sepak bola terbesar di dunia. (Za)

Selengkapnya

Pemkot Ambon Apresiasi Wutmaili Roumuty, Sosok Teladan Lingkungan yang Mengharumkan Nama Daerah

Juni 21, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kota Ambon memberikan penghargaan dan apresiasi kepada peraih Kalpataru Lestari, Wutmaili Roumuty, dalam apel pagi bersama yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Senin (22/06/2026). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian panjang Roumuty dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Dalam sambutannya, Ely Toisutta menyampaikan rasa bangga atas capaian yang diraih Wutmaili Roumuty. Menurutnya, penghargaan Kalpataru Lestari bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Kota Ambon, Provinsi Maluku, bahkan Indonesia.


“Prestasi yang diraih oleh Wutmaili Roumuty merupakan bukti bahwa kepedulian, kerja keras, dan pengabdian yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi masyarakat. Beliau telah menunjukkan bahwa dari lingkungan yang sederhana dapat lahir karya dan inovasi yang menginspirasi bangsa,” ujar Ely.


Ia menambahkan, sosok Roumuty layak menjadi teladan bagi generasi muda karena mampu membuktikan bahwa persoalan lingkungan bukan sekadar tantangan, melainkan peluang untuk menghadirkan perubahan positif bagi kehidupan masyarakat.


Berbagai inovasi yang dikembangkan Roumuty dalam pengelolaan sampah dinilai telah memberikan contoh nyata bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Upaya tersebut tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga bumi untuk generasi mendatang.


Sementara itu, Wutmaili Roumuty mengaku bersyukur atas penghargaan Kalpataru Lestari yang diterimanya. Ia mengenang perjalanan panjang pengabdiannya di bidang lingkungan yang dimulai sejak menerima penghargaan Kalpataru pada tahun 2018.


Menurutnya, lokasi yang kini menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah di Kelurahan Batu Meja dulunya merupakan kawasan bekas longsoran sampah pada tahun 2011. Berkat kerja keras dan semangat untuk mengubah kondisi tersebut, kawasan itu kini menjadi ruang pembelajaran yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.


“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk semua masyarakat yang telah bersama-sama berjuang menjaga lingkungan. Saya percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten,” ungkap Roumuty.


Ia menegaskan bahwa persoalan sampah sejatinya bukan terletak pada limbah itu sendiri, melainkan pada pola pikir dan perilaku manusia dalam mengelolanya. Karena itu, edukasi dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.


Ke depan, Roumuty berkomitmen terus mendukung program Pemerintah Kota Ambon melalui berbagai kegiatan edukasi, pendampingan masyarakat, serta pengembangan inovasi pengelolaan sampah berbasis lingkungan.


Penghargaan Kalpataru Lestari yang diraih Wutmaili Roumuty menjadi bukti bahwa pengabdian tanpa henti untuk lingkungan dapat melahirkan prestasi yang membanggakan. Sosoknya kini tidak hanya menjadi inspirasi bagi masyarakat Ambon dan Maluku, tetapi juga menjadi teladan bagi anak bangsa tentang arti kepedulian, ketekunan, dan cinta terhadap lingkungan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.(Za)

Selengkapnya

Kisah Haru Lohia Sapalewa, Tidak Ada Perhatian Pemerintah, Jenazah Ditandu Berkilo Meter

Juni 21, 2026


SBB
, Globaltimurnn.com - Cukup memprihatinkan kondisi haru masyarakat pegunungan Seram Bagian Barat teranaktirikan dari perhatian pemerintah, tidak tersentuh hingga saat ini, ketersediaan infrastruktur jalan, mengakibatkan setiap momen kondisi masyarakat yang alami sakit, hingga meninggal, sulit mengevakuasi, karena terbentur infrastruktur jalan yang tidak memadai. 


Dari informasi yang diterima media ini, sangat mengharukan potret buram yang nampak di Desa Lohia Sapalewa sehari kemarin, terlihat sosok seorang lansia berusia 70-an tahun harus ditandu berkilo meter dengan menempu jalan kaki. Minggu 21/06/2026


Duka mendalam kembali menyelimuti masyarakat di daerah pegunungan Seram Bagian Barat, Di balik kabut tebal yang menyelimuti pegunungan Taniwel, tersimpan potret memilukan tentang betapa mahalnya arti sebuah akses jalan bagi warga di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).


Hari ini, Minggu (21/6/2026), duka berbalut rintihan fisik harus dirasakan oleh warga Desa Lohia Sapalewa, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Mereka harus bahu-membahu memikul peti jenazah almarhumah Ibu Balandina Tibalimeten (70 tahun) sejauh lebih dari 4 kilometer demi mengantarkannya ke peristirahat terakhir.


Kronologi Perjuangan yang Menguras Air Mata


Kisah pilu ini bermula ketika Nenek Balandina mengalami sakit keras sejak sebulan lalu, tepatnya pada 18 Mei 2026, Saat itu, beliau dievakuasi dari kampung halaman untuk mendapatkan perawatan medis, Namun takdir berkata lain, Pada pagi hari tadi, sekitar pukul 05.00 WIT, Nenek Balandina mengembuskan napas terakhirnya di rumah duka, Desa Taniwel.


Penderitaan tidak berhenti sampai di situ. Sore harinya, sekitar pukul 18.00 WIT, air mata keluarga kembali tumpah saat peti jenazah almarhumah harus dinaikkan ke atas tandu darurat.


Mobil ambulans atau kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa menembus Desa Lohia Sapalewa, Jalanan yang rusak parah dan terisolasi memaksa warga bertindak sebagai "kendaraan" bagi jenazah Nenek Balandina.


Secara bergantian, tua dan muda, menyandarkan kayu tandu di pundak mereka, Di bawah temaram langit sore yang mulai gelap, mereka berjalan kaki melintasi medan pegunungan yang terjal sejauh 4 kilometer lebih agar jenazah bisa disemayamkan di rumah utama dan dimakamkan secara layak keesokan harinya.


Potret Nyata Kehidupan Wilayah 3T


Bagi masyarakat pegunungan Taniwel, tragedi seperti ini bukanlah hal baru, melainkan "makanan" sehari-hari yang terpaksa mereka telan.


Saat Sakit: Warga harus ditandu beramai-ramai menyusuri hutan dan bukit untuk mencapai fasilitas kesehatan.


Saat Meninggal: Jenazah mereka pun harus digotong dengan cara yang sama.


Kebutuhan Pokok: Sembako dan keperluan hidup dipikul di atas punggung melewati jalur yang memperhatinkan.


Jeritan Hati Kepala Desa: "Kami Hanya Bisa Pasrah..."


Kepala Desa (Penjabat Negeri) Lohia Sapalewa, Thomas Soriale, tidak dapat menyembunyikan rasa sedih dan kecewanya saat memberikan keterangan, Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan kondisi desanya yang seolah terlupakan oleh kemajuan zaman.


"Kami hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Ketika ada warga beta yang sakit atau meninggal di rumah sakit, jalurnya harus seperti ini, Kami bersama masyarakat harus bahu-membahu memikul orang sakit, jenazah, bahkan kebutuhan pokok sehari-hari, Sampai saat ini, kami sangat tertinggal karena akses jalan," ungkap Thomas penuh emosional.


Melalui momentum duka ini, Thomas Soriale mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan, mulai dari tingkat daerah hingga pusat.


"Mudah-mudahan ada perhatian serius dari pemerintah. Siapa pun pemimpin yang duduk di Kabupaten SBB, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga Pemerintah Pusat di Jakarta, tolong lihat kami masyarakat di Pegunungan Taniwel, salah satunya kami di Desa Lohia Sapalewa, Kondisi jalan kami sampai hari ini sangat memprihatinkan. Inilah hidup kami..."


Nenek Balandina kini telah pulang dengan tenang, namun pundak warga Lohia Sapalewa masih harus terus memikul beban isolasi geografi yang entah kapan akan berakhir, Masyarakat berharap, peti jenazah yang digotong hari ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah agar segera membuka mata dan membangun jalan yang layak bagi manusia-manusia di beranda depan Maluku. (Yan) 

Selengkapnya

Lepas 34 Peserta Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026, Bupati SBB Sebut Ini

Juni 21, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) resmi melepas 34 peserta Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026.


Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati SBB, Ir. Asri Arman, MT, di Aula Kantor Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Minggu (21/6/2026).


Dalam sambutannya, Asri Arman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun generasi Qurani yang unggul, religius, dan berkarakter melalui ajang MTQ.


Menurut dia, keikutsertaan kafilah SBB tidak hanya bertujuan meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Al-Quran.


Sebanyak 34 peserta akan bertanding pada berbagai cabang lomba, antara lain Seni Baca Al-Quran, Hafalan Al-Quran, Fahm Al-Quran, Syarh Al-Quran, Seni Kaligrafi Al-Quran, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Quran.


Bupati optimistis para peserta mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Seram Bagian Barat di tingkat Provinsi Maluku.


Selain peningkatan prestasi, Pemkab SBB berharap keikutsertaan dalam MTQ dapat melahirkan generasi Qurani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.


Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Asri Arman secara resmi melepas Kafilah MTQ Kabupaten Seram Bagian Barat menuju Kota Ambon untuk mengikuti MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026. Tutupnya (Yan) 

Selengkapnya

Tim SAR Gabungan Evakuasi Satu Pendaki Gunung Di Gunung Kayu Satu, Negeri Batu Merah, Saat Alami Hipotermia

Juni 21, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami Hipotermia di Gunung Kayu Satu, Desa Batu Merah, Kota Ambon. Minggu, 21/6.


Korban bernama Muhammad Syafi'i Al Faruq Dahlan berusia 18 tahun berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim SAR Gabungan dari Gunung Kayu Satu setelah dilaporkan mengalami Hipotermia. Proses evakuasi korban berjalan dengan aman dan selanjutnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Siloam Kota Ambon.


Kepala Kantor SAR Ambon menyampaikan, "Kami terima informasi pada minggu pagi sekitar pukul 05.30 WIT dari Ibu Miken Ratih. Dalam keterangan yang disampaikan, meminta bantuan evakuasi untuk korban yang mengalami Hipotermia pada Gunung Kayu Satu. Selanjutnya Tim dikerahkan menuju lokasi kejadian dengan jarak -+ 18 KM, Sekitar pukul 06.30 WIT Tim tiba dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat guna melakukan pendakian. 


Korban kemudian berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar pukul 06.57 WIT dalam keadaan selamat dan diberikan penanganan medis selanjutnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Siloam.


Arafah menambahkan, pada tanggal 20/6 sekitar pukul 22.40 WIT sebanyak tujuh orang Mahasiswa Universitas Pattimura melakukan pendakian pada Gunung Kayu Satu untuk berkemah. 


Namun pada pukul sekitar 05.30 WIT salah satu pendaki Mohammad Syafii Al Faruq Dahlan mengalami Hipotermia dan membutuhkan bantuan SAR. 


Setelah dilaporkan dan dilaksanakan Operasi SAR korban berhasil evakuasi dengan selamat dan sudah berada di rumah sakit guna penanganan lebih lanjut. 


Operasi SAR melibatkan Unsur Potensi diantaranya Basarnas Ambon dan Masyarakat setempat. 


Alut yang digunakan diantaranya Rescuer Car, Peralatan Medis, dan alat komunikasi 


Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT