globaltimurnn.com

Selasa, 09 Juni 2026

Dari Sekolah Lansia hingga Rumah Sakit Rakyat, Bodewin Paparkan Visi Ambon yang Lebih Peduli dan Inklusif

Juni 09, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Senin (09/06/2026), menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Ambon untuk menegaskan komitmennya dalam membangun kota yang ramah bagi lansia dan berpihak kepada masyarakat kurang mampu.


Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menilai perhatian terhadap lansia tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga bagaimana memastikan mereka tetap memiliki ruang untuk bersosialisasi, belajar, dan berkontribusi di tengah masyarakat.


Menurutnya, program Sekolah Lansia yang telah berjalan selama ini terbukti memberikan dampak positif bagi para peserta. Melalui program tersebut, para lansia tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama sehingga terhindar dari rasa kesepian.


“Lansia harus tetap merasa dihargai dan diperhatikan. Mereka membutuhkan ruang untuk berkumpul, berbagi pengalaman, belajar hal-hal baru, dan menikmati masa tua dengan bahagia,” kata Wali Kota. 


Ia mengungkapkan, tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Lansia menunjukkan bahwa program tersebut menjawab kebutuhan para orang tua yang selama ini menginginkan aktivitas positif di usia senja.


Karena itu, Pemerintah Kota Ambon berencana memperluas jangkauan program tersebut ke lebih banyak desa, negeri, dan kelurahan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak lansia.


Selain menjadi sarana pembelajaran, Sekolah Lansia juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui pengembangan keterampilan dan pemanfaatan potensi yang dimiliki peserta.


Masih banyak lansia yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan keterampilan yang bisa dikembangkan. Mereka tetap bisa berkarya dan produktif meski sudah memasuki usia lanjut,” ujarnya.


Di sisi lain, Wali Kota juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan rumah sakit milik Pemerintah Kota Ambon.


Menurutnya, fasilitas kesehatan tersebut nantinya diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu yang sering menghadapi kendala dalam mengakses pelayanan kesehatan akibat persoalan administrasi maupun keterbatasan ekonomi.


“Rumah sakit ini harus menjadi tempat yang memberikan pelayanan bagi semua orang, terutama mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan akses kesehatan yang layak,” katanya.


Ia menegaskan bahwa kelompok masyarakat miskin harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan karena mereka merupakan kelompok yang paling rentan ketika menghadapi persoalan penyakit maupun kondisi darurat.


Ia berharap keberadaan rumah sakit daerah tersebut dapat memperkuat sistem perlindungan sosial yang telah dijalankan Pemerintah Kota Ambon sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.


Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh keluarga untuk terus menjaga dan merawat orang tua mereka dengan penuh kasih sayang. Menurutnya, perhatian keluarga merupakan faktor penting yang menentukan kebahagiaan lansia di masa tua.


Orang tua telah memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mendampingi, menghormati, dan memastikan mereka menjalani masa tua dengan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.


Melalui penguatan program pemberdayaan lansia dan rencana pembangunan rumah sakit daerah, Pemerintah Kota Ambon menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial dan kemanusiaan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

𝐃𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐭𝐢𝐯𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐓𝐚𝐧𝐢, 𝐏𝐞𝐦𝐩𝐫𝐨𝐯 𝐌𝐚𝐥𝐮𝐭 𝐒𝐞𝐫𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐒𝐚𝐦𝐛𝐢𝐥 𝐏𝐚𝐧𝐞𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐝𝐚𝐧𝐚 𝐂𝐚𝐛𝐚𝐢

Juni 09, 2026


𝐓obelo
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan Panen Perdana Cabai sekaligus penyerahan bantuan alat pertanian dan sarana produksi hortikultura di Desa Tanjung Niara, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara. Selasa (9/6/2026. Kegiatan dihadiri oleh sekitar kurang lebih seratus orang yang terdiri dari pejabat daerah, perwakilan kelompok tani, dan masyarakat setempat.

 

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Wakil Gubernur Hi. Sarbin Sehe, Sekda Provinsi Drs. Samsudin Abdul Kadir, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Anwar M. Nur, Kepala Dinas Pertanian Halmahera Utara Piet Hein Anthony, serta Kepala Desa Tanjung Niara Nelson Tjuluku. Kegiatan ini juga diikuti oleh sembilan kelompok tani yang menjadi sasaran utama program bantuan pemerintah daerah guna mendorong peningkatan hasil pertanian.

 

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi petani. Ia menyebutkan cabai sebagai komoditas strategis yang berperan menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga. 


Menanggapi kendala yang disampaikan petani, Gubernur menegaskan akan memperkuat pendampingan mulai dari pengolahan lahan, penggunaan bibit unggul, hingga pemasaran, dengan target hasil panen optimal “satu pohon satu kilo”. Ia juga meminta pendataan menyeluruh sebagai dasar penyusunan program bantuan yang tepat sasaran.

 

Pada kesempatan itu, secara simbolis diserahkan bantuan berupa 5 unit traktor besar, 4 unit traktor kecil, serta sarana produksi dan benih hortikultura kepada sembilan kelompok tani. Penyerahan dilanjutkan dengan prosesi panen perdana cabai yang dilakukan langsung oleh Gubernur didampingi jajaran pejabat.


Gubernur berharap bantuan tersebut dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Luar Biasa,,,Baru Sehari Menjabat, Direktur Polnam Tancap Gas Bangun Kemitraan Nasional dengan LRT Jakarta

Juni 09, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com – Kepemimpinan baru di Politeknik Negeri Ambon (Polnam) langsung menunjukkan arah yang jelas. Belum genap 24 jam setelah resmi dilantik sebagai Direktur Polnam, Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.Eng., bergerak cepat membangun jejaring strategis dengan dunia industri.


Langkah perdana itu diwujudkan melalui audiensi resmi bersama Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, pada Selasa (09/06/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi pintu awal penjajakan kerja sama antara Politeknik Negeri Ambon dan salah satu perusahaan transportasi modern terkemuka di Indonesia.


Dalam pertemuan itu, Marceau Haurissa memaparkan visi transformasi pendidikan vokasi yang ingin diwujudkannya di Polnam. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan dunia industri merupakan kunci untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.


"LRT Jakarta merupakan mitra strategis yang memiliki ekosistem industri modern dan sangat relevan dengan pengembangan pendidikan vokasi. Kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman industri yang nyata melalui program magang terstruktur, sekaligus meningkatkan kapasitas dosen melalui kolaborasi profesional," ungkap Haurissa.


Ia menegaskan bahwa kampus vokasi tidak dapat berjalan sendiri. Keterhubungan yang kuat dengan industri menjadi kebutuhan utama agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.


Gayung pun bersambut. Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif yang dilakukan Direktur Polnam. Menurutnya, semangat membangun kemitraan sejak awal masa kepemimpinan merupakan langkah positif yang patut didukung.


PT LRT Jakarta, kata Akyuwen, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Politeknik Negeri Ambon. Berbagai bentuk kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kompetensi, hingga penguatan link and match antara pendidikan dan industri siap didiskusikan lebih lanjut.


"Yang menarik adalah kecepatan membaca peluang yang ditunjukkan Direktur Polnam. Beliau tidak menunggu waktu lama setelah dilantik. Momentum keberadaannya di Jakarta langsung dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dengan industri. Ini menunjukkan semangat kepemimpinan yang aktif dan berorientasi pada solusi," ujar Akyuwen.


Langkah cepat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Politeknik Negeri Ambon tengah memasuki fase baru yang lebih progresif. Di tengah tantangan pendidikan vokasi yang semakin kompleks, kolaborasi dengan industri dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan daya saing lulusan.


Ke depan, hasil komunikasi awal ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup program magang mahasiswa, penguatan kompetensi dosen, pengembangan kurikulum berbasis industri, hingga peluang rekrutmen lulusan.


Dengan gebrakan yang dilakukan sejak hari pertama menjabat, Marceau Armstrong Filex Haurissa mengirimkan pesan kuat kepada seluruh civitas akademika Polnam bahwa kepemimpinan baru bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan awal dari gerakan perubahan yang berorientasi pada kemajuan, kolaborasi, dan dampak nyata bagi masa depan pendidikan vokasi di Maluku. (Za)

Selengkapnya

𝐏𝐎𝐑𝐏𝐑𝐎𝐕 𝐕 𝐌𝐚𝐥𝐮𝐤𝐮 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 𝐃𝐢𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚, 𝐃𝐢𝐢𝐤𝐮𝐭𝐢 𝐑𝐢𝐛𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐞𝐚𝐧𝐭𝐞𝐫𝐨 𝐏𝐫𝐨𝐯𝐢𝐧𝐬𝐢

Juni 09, 2026

Foto : 𝐏𝐎𝐑𝐏𝐑𝐎𝐕 𝐕 𝐌𝐚𝐥𝐮𝐤𝐮 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐑𝐞𝐬𝐦𝐢 𝐃𝐢𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚, 𝐃𝐢𝐢𝐤𝐮𝐭𝐢 𝐑𝐢𝐛𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐞𝐚𝐧𝐭𝐞𝐫𝐨 𝐏𝐫𝐨𝐯𝐢𝐧𝐬𝐢

Tobelo
, Globaltimurnn.com – Rangkaian ajang olahraga terbesar tingkat provinsi, Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) V Maluku Utara Tahun 2026, resmi dibuka secara meriah. Upacara pembukaan dilaksanakan pada Selasa sore (9/6/2026) di Lapangan Upacara Do’mu Ma Tau, Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan berlangsung khidmat dan lancar hingga selesai, dihadiri ribuan undangan yang terdiri dari pejabat tinggi daerah, unsur pimpinan instansi, panitia, hingga ratusan atlet dari seluruh Kabupaten dan Kota.

 

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Wakil Gubernur Hi. Sarbin Sehe, serta sejumlah pejabat utama seperti Kasrem 152/Baabullah mewakili Danrem, Kapolda Malut, Kajati Malut, Kabinda Malut, Kepala BNN Provinsi Malut, dan Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Dr. Suwarno. Turut hadir para Bupati, Wali Kota, beserta unsur Forkopimda dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah se-Provinsi Maluku Utara. 

 

Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua menyampaikan rasa bangga dan kehormatan daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah. Ia menegaskan PORPROV bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan sarana mempererat persaudaraan dan persatuan masyarakat. “Kami telah berupaya memberikan pelayanan terbaik. Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan sportivitas, jadikan momen ini lahirnya atlet yang mampu mengharumkan nama daerah hingga kancah nasional,” ujarnya. 


Sementara itu, perwakilan KONI Pusat memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan panitia dan pemerintah daerah, berharap ajang ini menjadi sarana menemukan bibit atlet andalan masa depan.

 

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dalam sambutan resminya mengingatkan bahwa persaudaraan dan sportivitas lebih utama daripada sekadar meraih medali. Ia menekankan olahraga sebagai sarana membangun karakter dan persatuan bangsa.


Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, diserahkan pula kartu kepesertaan BPJS Kesehatan bagi seluruh atlet, penghargaan kepada sponsor pendukung, serta penyerahan piala bergilir juara umum. Dengan dibukanya secara resmi, seluruh rangkaian pertandingan PORPROV V Maluku Utara 2026 siap dilaksanakan dengan harapan berjalan aman, sukses, dan melahirkan prestasi gemilang. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Luar Biasa,,, Karya Bakti TNl AL, Suka Cita Bagi Masyarakat Tawari, Terbantu Akses Jembatan Gantung

Juni 09, 2026

Foto : Luar Biasa,,, Karya Bakti TNl AL, Suka Cita Bagi Masyarakat Tawari, Terbantu Akses Jembatan Gantung

Ambon
, globaltimurnn.com - TNl AL melalui Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) lX kembali hadir untuk rakyat di wilayah Maluku melalui Karya Bakti Pembangunan Jembatan Gantung Kali Waisawa yang dibangun swadaya bersama masyarakat Dusun Sawa, Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku pada Selasa (9/6/2026).


Pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu program Kodaeral lX untuk masyarakat yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.


Wakil Komandan Kodaeral lX, Laksma TNl Dr. Muhammad Risahdi mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. meninjau pelaksanaan pembangunan jembatan gantung di Dusun Sawa, Negeri Tawiri, Teluk Dalam Ambon. 


Dalam kesempatan tersebut, Wadan Kodaeral lX didampingi Kepala Dinas Teritorial Kodaeral lX, Kolonel Laut (KH) Frenky Jamris Akihary mengatakan bahwa jembatan gantung Kali Waisawa yang dibangun ini akan menjadi sarana penghubung warga di Dusun Sawa, Negeri Tawiri. 


Infrastruktur jembatan gantung ini lanjutnya, memiliki panjang 14 meter dengan lebar satu meter, sehingga diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

 

Menurut Wadan Kodaeral IX, tahap pembangunan jembatan ini telah dimulai dua pekan lalu dengan pengecoran pondasi dan tiang besi penyangga di kedua sisi Kali Waisawa.


"Kemarin bersama masyarakat Dusun Sawa dan 30 personel Kodaeral lX, kita telah melaksanakan pemotongan tiga batang pohon kelapa dan secara gotong royong diangkut ke lokasi jembatan, dan hari ini, kita fokuskan pada pemasangan batang kelapa dan tali bentangan jembatan gantung sampai tuntas," terangnya.


Pembangunan jembatan kerjasama Kodaeral lX bersama masyarakat setempat ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Dankodaeral lX melalui Wadan Kodaeral lX juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh personel Kodaeral lX dan masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut. 


Menurutnya, sinergi antara TNI dan rakyat merupakan kekuatan utama dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah. Melalui program Karya Bakti TNI AL untuk rakyat, diharapkan berbagai kebutuhan infrastruktur masyarakat dapat terpenuhi sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan mendorong kemajuan wilayah Maluku. 


Sementara itu Tokoh Agama di Negeri Tawiri, Pendeta Thomas Pattinasarany mengucapkan terimakasih kepada TNl AL melalui Kodaeral lX yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat  Negeri Tawiri dengan pembangunan Jembatan di Kali Waisawa ini. 


"Terimakasih Tuhan telah memberikan kami jembatan melalui TNI AL, semoga keberadan jembatan ini semakin memberikan manfaat bagi masyarakat di Negeri Tawiri khususnya Dusun Sawa," pungkasnya. 


Hal senada juga diungkapkan Kelvin Sambono, siswa Kelas 5 SD Negeri 1 Tawiri yang setiap pagi dan petang harus menyebrang Kali Waisawa dengan lepas sepatu, kini dia bisa leluasa melewati Kali lebih cepat dan tidak takut basah. 


"Sekarang beta bisa menyeberang, tidak lagi buka sepatu lagi, dan tidak takut terbawa arus bila hujan tiba atau memutar jauh ke dusun sebelah untuk pergi dan pulang sekolah, terimakasih TNl AL sudah bantu beta," ungkapnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Haul ke-13 Taufiq Kiemas, Prof. Arief Hidayat Gagas "Eco-Marhaenisme" sebagai Mazhab Konstitusi Hijau Indonesia

Juni 09, 2026

Foto : Haul ke-13 Taufiq Kiemas, Prof. Arief Hidayat Gagas "Eco-Marhaenisme" sebagai Mazhab Konstitusi Hijau Indonesia

Jakarta
, globaltimurnn.com — Guru Besar Hukum Tata Negara sekaligus Profesor Emeritus Universitas Borobudur, Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S., memperkenalkan gagasan Eco-Marhaenisme sebagai pembaruan pemikiran kebangsaan yang berakar pada ajaran Bung Karno untuk menjawab tantangan lingkungan hidup, kedaulatan energi, dan geopolitik global abad ke-21.


Gagasan tersebut disampaikan dalam tulisan yang dipersembahkan dalam rangka Haul ke-13 Dr. (HC) H.M. Taufiq Kiemas pada Senin (8/6/2026).


Menurut Prof. Arief Hidayat, dunia saat ini sedang menghadapi perubahan geopolitik yang ditandai oleh persaingan antarnegara dalam memperebutkan energi, mineral strategis, pangan, air, teknologi, hingga jalur perdagangan global. Di saat yang sama, krisis iklim, kerusakan lingkungan, dan ancaman kelangkaan sumber daya alam semakin menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan peradaban manusia.


"Indonesia memerlukan paradigma baru yang mampu mengintegrasikan kedaulatan sumber daya alam, keberlanjutan lingkungan hidup, keadilan sosial, dan kepentingan nasional dalam satu kerangka konstitusional yang utuh," tulis Prof. Arief.


*Aktualisasi Pemikiran Bung Karno*

Dalam pandangannya, Eco-Marhaenisme merupakan aktualisasi pemikiran Bung Karno mengenai kemerdekaan ekonomi dan penguasaan sumber daya alam yang disesuaikan dengan realitas abad ke-21.


Jika Marhaenisme lahir sebagai jawaban terhadap kolonialisme ekonomi pada abad ke-20, maka Eco-Marhaenisme hadir sebagai respons terhadap krisis lingkungan, transisi energi, serta rivalitas geopolitik global yang semakin kompleks.


Prof. Arief menjelaskan bahwa Eco-Marhaenisme tidak dimaksudkan menggantikan Marhaenisme, melainkan mengembangkannya agar tetap relevan dengan tantangan zaman.


Ia mendefinisikan Eco-Marhaenisme sebagai Mazhab Konstitusi Hijau Indonesia yang mensintesiskan nilai-nilai Pancasila, Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945, pemikiran Bung Karno, prinsip Green Constitution, serta geopolitik sumber daya alam global.


Dalam konsep tersebut, sumber daya alam tidak lagi dipandang semata sebagai faktor produksi ekonomi, melainkan sebagai fondasi eksistensi bangsa, sumber kedaulatan nasional, dan amanat konstitusional yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.


*Dekalog Eco-Marhaenisme*

Sebagai kerangka ideologis, Prof. Arief memperkenalkan sepuluh prinsip dasar atau Dekalog Eco-Marhaenisme.


Sepuluh prinsip tersebut meliputi pandangan bahwa alam adalah amanat, negara merupakan pengelola strategis kekayaan alam, rakyat menjadi penerima manfaat utama sumber daya alam, lingkungan hidup merupakan hak konstitusional generasi mendatang, serta energi dipandang sebagai instrumen kedaulatan bangsa.


Selain itu, konsep tersebut juga menempatkan hilirisasi sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi nasional, teknologi sebagai alat pembebasan bangsa, geopolitik yang harus melayani kepentingan nasional, pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, serta kedaulatan sumber daya alam sebagai fondasi kedaulatan peradaban.


"Prinsip-prinsip ini diharapkan menjadi pedoman etis, konstitusional, dan strategis dalam penyelenggaraan negara pada era transisi energi dan kompetisi geopolitik global," ujarnya.


*Pasal 33 UUD 1945 sebagai Doktrin Kedaulatan*

Prof. Arief menegaskan bahwa pemikiran Bung Karno tentang penguasaan sumber daya alam menemukan bentuk konstitusionalnya dalam Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945.


Menurutnya, Pasal 33 tidak dapat dipahami hanya sebagai norma ekonomi, melainkan sebagai doktrin konstitusional yang menegaskan kedaulatan bangsa atas bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.


"Bangsa yang tidak menguasai sumber daya strategisnya sendiri tidak akan pernah sepenuhnya merdeka," tulisnya.


Karena itu, penguasaan negara atas sumber daya alam harus diarahkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.


*Kedaulatan Energi dan Tantangan Geopolitik*

Dalam tulisannya, Prof. Arief juga menyoroti meningkatnya arti penting energi dan mineral strategis dalam percaturan global.


Menurutnya, nikel, tembaga, lithium, rare earth elements, hingga energi terbarukan kini menjadi faktor penentu posisi suatu negara dalam sistem internasional.


Indonesia, sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, dinilai harus mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat kedaulatan nasional.


"Kedaulatan energi harus dipahami sebagai bagian integral dari kedaulatan negara. Ketergantungan energi dan teknologi dapat melahirkan bentuk-bentuk ketergantungan baru yang mengurangi kemampuan bangsa menentukan arah pembangunannya sendiri," kata Prof. Arief.


*Doktrin Kedaulatan Ekologis Konstitusional*

Salah satu kontribusi utama yang ditawarkan melalui Eco-Marhaenisme adalah lahirnya konsep Kedaulatan Ekologis Konstitusional.


Doktrin ini menegaskan bahwa negara merupakan wali amanat konstitusional atas seluruh sumber daya alam nasional yang wajib mengelola, melindungi, dan memanfaatkannya demi kemakmuran rakyat, keberlanjutan lingkungan hidup, serta kepentingan generasi yang akan datang.


Dengan demikian, negara tidak diposisikan sebagai pemilik sumber daya alam, melainkan sebagai pengemban amanat konstitusi untuk memastikan kekayaan bangsa digunakan secara adil dan berkelanjutan.


*Trisakti Ekologis untuk Indonesia Masa Depan*

Sebagai aktualisasi ajaran Trisakti Bung Karno, Prof. Arief menawarkan konsep Trisakti Ekologis, yaitu:

1. Berdaulat atas sumber daya alam.

2. Berdikari dalam energi dan teknologi.

3. Berkelanjutan bagi generasi mendatang.


Konsep tersebut dinilai dapat menjadi jembatan antara warisan pemikiran Bung Karno dengan tantangan lingkungan hidup, transisi energi, dan geopolitik global yang dihadapi Indonesia saat ini.


Di bagian akhir tulisannya, Prof. Arief menyampaikan tesis utama bahwa semakin strategis suatu sumber daya alam bagi keberlangsungan bangsa dan negara, semakin kuat legitimasi konstitusional negara untuk menguasai, mengatur, mengelola, dan melindunginya demi kemakmuran rakyat, keberlanjutan lingkungan hidup, dan kedaulatan nasional.


Melalui Eco-Marhaenisme, Prof. Arief berharap Indonesia tidak hanya mampu menjaga amanat Pasal 33 UUD 1945, tetapi juga memberikan kontribusi intelektual bagi perkembangan teori konstitusi modern, hukum lingkungan, dan geopolitik sumber daya alam dunia pada abad ke-21. (sang)

Selengkapnya

Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Menembak di Bulan Profesi TNI AL

Juni 09, 2026

Foto : Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Menembak di Bulan Profesi TNI AL

Ambon
, globaltimurnn.com - Prajurit Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) IX menjalani latihan menembak sebagai bagian dari materi Bulan Profesi TNl Angkatan Laut yang digelar di Lapangan Tembak Dusun Talaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (9/6/2026). 


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pembinaan profesionalisme prajurit, sekaligus meningkatkan kemampuan dasar tempur personel unsur laut di jajaran Kodaeral IX.


Latihan menembak tersebut diikuti 84 personel yang terdiri dari Staf Satrol sebanyak 14 personel, KRI Belati-622 sebanyak 39 personel, KRI Dorang-874 sebanyak 10 personel, KRI Posepa-870 sebanyak tujuh personel, KAL Alkura sebanyak tujuh personel, KAL Panana sebanyak empat personel, serta KAL Hutumuri sebanyak tiga personel.


Selain itu, kegiatan juga didukung oleh sembilan personel pengawas dari Satuan Pertahanan Pantai Kodaeral IX guna memastikan pelaksanaan latihan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.


Dalam pelaksanaannya, para peserta menggunakan berbagai jenis persenjataan organik TNI AL, diantaranya senjata M4A1 Carbine dan SS2 V5 Mini.


Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan mengedepankan standar keamanan personel serta prosedur keselamatan menembak yang ketat, sehingga latihan dapat berlangsung secara efektif dan optimal.


Kegiatan latihan menembak ini menjadi salah satu sarana penting dalam mengasah kemampuan, ketangkasan, serta profesionalisme prajurit Kodaeral IX, khususnya dalam penguasaan senjata ringan guna mendukung kesiapsiagaan operasional satuan di wilayah kerja.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut KS Guskamla Koarmada III, Paban Guskamla Koarmada III, Komandan KRI Belati-622, Komandan KRI Dorang-874, serta Komandan KRI Posepa-870 yang memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh personel selama pelaksanaan latihan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh prajurit Kodaeral IX semakin terampil, sigap, dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas pertahanan dan keamanan laut, sejalan dengan semangat Bulan Profesi untuk terus meningkatkan kualitas prajurit Jalasena. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT