globaltimurnn.com

Sabtu, 16 Mei 2026

Skema Blok Masela DBH dan Pl 10 Persen Mulai Di Soroti, Pemerintah Harus Utamakan Kesejahteraan Masyarakat Maluku

Mei 16, 2026

Foto : Skema Blok Masela DBH dan Pl 10 Persen Mulai Di Soroti, Pemerintah Harus Utamakan Kesejahteraan Masyarakat Maluku

Ambon
, Globaltimurnn.com - Gerard Wakano pemerhati Blok Masela mulai menyoroti Potensi Pendapatan Daerah Maluku Dari Blok Masela Dengan Skema DBH dan PI 10 Persen. 


Kepada sejumlah media di ambon, lewat pesan whatsaap-nya Wakano mengatakan bahwa" Hal ini terinspirasi dari hasil Webinar Archipelago Solidarity Foundation. Ucapnya


Dikatakan-nya" Potensi Pendapatan Daerah Maluku dari Blok Masela dengan Skema DBH dan PI 10 Persen dan ini terinpirasi dari Webinar Blok Migas Masela, Rakyat Maluku Dapat Apa yang diinisiasi oleh Ibu Dipl Oekonom Engelina Pattiasina (Archipelago Solidarity Foundation).


Selama ini, ketika kita berbicara tentang pendapatan daerah dari migas, pikiran kita langsung tertuju pada satu skema Dana Bagi Hasil atau DBH. 


Angka untuk Maluku 30 persen dari penerimaan negara diberikan ke daerah, dengan rincian 6 persen untuk provinsi penghasil dan 12 persen untuk kabupaten kota penghasil. 


Tapi ada satu pertanyaan yang jarang ditanyakan, Apakah itu cukup untuk Maluku? Apakah skema yang bersifat transfer fiskal itu benar-benar bisa mengubah nasib rakyat Maluku di tengah proyek sebesar Blok Masela? Apakah skema DBH adalah satu-satunya cara terbaik untuk mendapatkan keuntungan bagi daerah Maluku?


Ternyata ada skema lain yang jauh lebih besar, yang harus dipahami  PT Maluku Energi Abadi sebagai BUMD daerah, Namanya Participating Interest atau PI 10 persen.


DBH adalah skema bagi hasil dari penerimaan negara ke daerah, Daerah hanya menjadi penerima pasif, Ketika harga gas turun, DBH ikut turun, Ketika lifting berkurang, DBH menyusut. 


Daerah tidak menanggung risiko, tapi juga tidak memiliki kendali. Itulah mengapa dalam dokumen webinar tersebut dikatakan bahwa DBH bersifat dana publik, fiskal, dan relatif pasif.


Sebaliknya, PI 10 persen adalah hak kepemilikan maksimal 10 persen dalam wilayah kerja migas yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah melalui BUMD. 


Ini adalah ranah bisnis, bukan ranah fiskal. Daerah bertransformasi dari penerima transfer menjadi mitra usaha. 


Dan yang paling penting, daerah berhak atas dividen dari keuntungan proyek, bukan sekadar bagi hasil dari penerimaan negara.


Perbedaan filosofinya sangat tajam, DBH adalah pemberian, PI adalah kepemilikan, DBH bersifat fluktuatif dan konsumtif, PI bersifat stabil dan investatif, Bahkan dalam dokumen webinar disebutkan bahwa potensi PI untuk Maluku bisa mencapai puluhan triliun rupiah sepanjang proyek, sementara DBH hanya memberikan angka yang jauh lebih kecil dan tidak pasti.


Manajemen PT Maluku Energi Abadi harus memahami juga bahwa PI 10 persen membawa konsekuensi, Ada risiko yang harus ditanggung, BUMD ikut menanggung kerugian jika proyek tidak berhasil. 


Tapi dalam skema yang diatur Permen ESDM 37 tahun 2016, untuk wilayah kerja yang telah memperoleh persetujuan POD pertama, kontraktor wajib membiayai terlebih dahulu kewajiban BUMD melalui skema carry, Artinya, daerah tidak perlu mengeluarkan uang di awal. Risiko awal ditanggung kontraktor.


Lalu apa masalahnya? Masalahnya adalah lokasi, Masela berada di offshore lebih dari 12 mil laut, Dalam aturan, untuk wilayah seperti itu, PI tidak wajib diberikan, Tidak wajib dicarry oleh kontraktor, Namun, hak PI tetap bisa ada secara kebijakan, Artinya, diperlukan perjuangan politik dan negosiasi yang cerdas dari pemerintah provinsi dan PT MEA untuk memastikan bahwa PI itu tetap diberikan dengan skema carry, meskipun secara aturan tidak diwajibkan.


Inilah yang membuat perbandingan antara DBH dan PI menjadi sangat tajam, Jika Maluku hanya mengandalkan DBH, maka daerah akan menerima aliran dana yang datang dan pergi seperti air pasang surut, Tapi jika Maluku berhasil mengamankan PI 10 persen, maka daerah memiliki aset produktif yang menghasilkan dividen tahunan selama puluhan tahun, Dividen yang bisa dikelola menjadi dana abadi daerah, seperti sovereign wealth fund-nya Maluku.


Webinar Archipelago Foundation menegaskan satu hal, DBH membuat daerah survive atau bertahan, PI membuat daerah berkembang, Tanpa PI, Maluku hanya akan menjadi penonton di ladang gasnya sendiri, Dan itu adalah ironi terbesar yang tidak boleh dibiarkan terjadi.


Kepada PT MEA, ini pesan terakhir. Rekrut konsultan, bentuk tim ahli. Karena masa depan Maluku tidak ditentukan oleh seberapa besar DBH yang masuk ke APBD, tetapi oleh seberapa berani managemen mengambil kepemilikan atas kekayaan sendiri. 


Gas Masela akan habis suatu hari nanti, Yang tersisa bukanlah molekul gasnya, melainkan apakah rakyat Maluku menjadi pemilik atau hanya peminta, Pilihan ada di tangan Anda. Pungkasnya  (V374) 


Selengkapnya

11 WN China Dideportasi dari Ambon, Tim Inteldakim Kawal Ketat hingga Bandara Soekarno-Hatta

Mei 16, 2026

Foto : 11 WN China Dideportasi dari Ambon, Tim Inteldakim Kawal Ketat hingga Bandara Soekarno-Hatta

Ambon
, Globaltimurnn.com — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum keimigrasian melalui kegiatan pendeportasian terhadap 11 (sebelas) Warga Negara (WN) China yang dilaksanakan pada Jumat, (15/052026).


Proses pemulangan tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju negara asal para WNA tersebut.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Edwin Musila, sebagai bagian dari langkah pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian yang terus diperkuat di wilayah Maluku.


Rombongan Tim Inteldakim bersama 11 WN China bertolak dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon sekitar pukul 14.00 WIT menuju Bandar Udara Pattimura Ambon guna melaksanakan proses check in keberangkatan menuju Jakarta.


Selanjutnya, pada pukul 16.30 WIT, rombongan diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan tiba sekitar pukul 18.30 WIB di Terminal 3 Ground Floor.


Setibanya di Jakarta, tim langsung bergerak menuju Terminal 3 lantai 2 untuk mempersiapkan proses check in penerbangan lanjutan menuju China menggunakan maskapai Xiamen Air.


Pada pukul 20.00 WIB, Tim Inteldakim melakukan pengawalan terhadap seluruh WN China saat proses check in di Counter 23 Gate D. Meski sempat terjadi penyesuaian jadwal keberangkatan oleh pihak maskapai, seluruh proses pemulangan tetap berjalan aman, tertib, dan lancar.


Pihak Imigrasi menegaskan bahwa seluruh tahapan deportasi dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan keimigrasian yang berlaku.


“Seluruh rangkaian kegiatan pendeportasian terhadap 11 WN China telah dilaksanakan dengan aman, tertib, dan lancar sesuai prosedur keimigrasian,” demikian laporan resmi kegiatan tersebut.


Selain memastikan kelancaran deportasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata komitmen Imigrasi dalam menjaga ketertiban administrasi dan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di wilayah Indonesia, khususnya di Maluku.


Dalam evaluasi kegiatan, pihak Imigrasi juga menyoroti pentingnya koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif dengan pihak maskapai penerbangan guna mendukung kelancaran proses deportasi di masa mendatang.


Tak hanya itu, pengawasan serta penindakan keimigrasian juga diharapkan terus diperkuat agar keberadaan Imigrasi semakin dirasakan masyarakat sebagai institusi yang hadir menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan negara. (Za)

Selengkapnya

Resmikan Gudang Koperasi Merah Putih Wayame, Ketua DPRD Ambon Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Rakyat

Mei 16, 2026

Foto : Resmikan Gudang Koperasi Merah Putih Wayame, Ketua DPRD Ambon Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Rakyat

Ambon
, Globaltimurnn.com — Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, memberikan apresiasi penuh terhadap peresmian Gudang Koperasi Merah Putih Desa Wayame yang digelar pada Sabtu (16/05/2026). Momentum tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kota Ambon.


Menurut Morits, Program Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan merupakan bagian dari amanat nasional yang harus didukung bersama karena memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di tingkat bawah.


“Ini program yang sangat baik dan harus diapresiasi. Koperasi Merah Putih bukan hanya sekadar tempat distribusi barang, tetapi menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di Wayame dan wilayah sekitarnya,” ujar Morits usai mengikuti kegiatan peresmian.


Ia menegaskan, kehadiran koperasi di tengah masyarakat akan membantu memperkuat ketahanan ekonomi warga melalui sistem distribusi yang lebih dekat, murah, dan terorganisir. Selain memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, koperasi juga membuka peluang bagi warga untuk menyalurkan hasil usaha maupun hasil alam mereka secara langsung.


Menurutnya, konsep koperasi modern seperti yang sedang dibangun Pemerintah saat ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat agar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar tradisional untuk mendistribusikan hasil produksi mereka.


“Masyarakat nantinya bisa memanfaatkan koperasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, hasil kebun, hasil laut, maupun bahan pokok milik masyarakat juga dapat langsung disuplai melalui koperasi. Ini tentu memberi manfaat ekonomi yang besar,” jelasnya.


Morits juga berharap pembangunan gerai dan fasilitas Koperasi Merah Putih di sejumlah desa dan negeri di Kota Ambon yang sementara berproses dapat segera dirampungkan sehingga manfaatnya cepat dirasakan masyarakat luas.


“Mudah-mudahan target pembangunan di beberapa desa dan negeri lainnya bisa segera selesai. Karena program ini sangat membantu masyarakat dan menjadi harapan baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan,” katanya.


Ketua DPRD Kota Ambon itu turut memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung pembangunan dan pengembangan Koperasi Merah Putih, mulai dari pemerintah, pengelola koperasi, hingga masyarakat yang ikut berpartisipasi.


“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras dan membangun kolaborasi dalam menyukseskan program ini. Semangat kebersamaan seperti inilah yang dibutuhkan untuk membangun Ambon yang lebih baik,” ungkap Morits.


Sebagai bentuk dukungan nyata, DPRD Kota Ambon memastikan akan terus mendorong pertumbuhan koperasi-koperasi lain di Kota Ambon sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan.


“Kami di DPRD akan terus menopang dan mendukung pengembangan koperasi di Kota Ambon. Harapannya koperasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat menuju Ambon yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya. (Za)

Selengkapnya

Dari Ambon Untuk Ekonomi Rakyat : Wali Kota Sambut Hadirnya Koperasi Merah Putih, Tiga Gerai Perdana Segera Dibuka

Mei 16, 2026

Foto : Dari Ambon Untuk Ekonomi Rakyat : Wali Kota Sambut Hadirnya Koperasi Merah Putih, Tiga Gerai Perdana Segera Dibuka

Ambon
, Globaltimurnn.com — Semangat penguatan ekonomi kerakyatan kembali digaungkan secara nasional melalui peresmian Program Koperasi Merah Putih yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Sabtu (16/05/2026). Pemerintah Kota Ambon pun menyambut momentum tersebut dengan optimisme besar sebagai langkah nyata membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.


Peresmian nasional yang diikuti secara virtual itu mendapat apresiasi penuh dari Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena. Menurutnya, Program Koperasi Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis gotong royong sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.


Bodewin mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 50 koperasi di Kota Ambon telah memenuhi persyaratan administrasi dan siap mendukung pengembangan gerai Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah.


“Secara kelembagaan sudah ada 50 koperasi yang memenuhi syarat dan siap mendukung program ini. Untuk tahap awal sementara dibangun tiga gerai di Wayame, Laha, dan Nusaniwe. Kami berharap dalam waktu dekat semuanya sudah dapat beroperasi,” ungkap Wattimena.


Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan tiga gerai perdana kini sementara berlangsung di kawasan Wayame, Laha, dan Nusaniwe. Ketiga titik tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.


Pemerintah Kota juga terus melakukan pengembangan ke wilayah lainnya dengan menyiapkan lahan di sejumlah desa dan kelurahan agar program tersebut dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.


Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, kesiapan operasional gerai pun mulai dimatangkan. Setelah proses pembangunan selesai, berbagai perlengkapan dan barang pendukung operasional akan segera didistribusikan oleh pihak penyedia agar gerai dapat langsung difungsikan untuk pelayanan masyarakat.


Program Koperasi Merah Putih sendiri diharapkan menjadi kekuatan baru dalam membangun ekonomi masyarakat yang lebih mandiri, modern, dan berkelanjutan. Kehadiran koperasi ini juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat aktivitas UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem ekonomi berbasis kebersamaan.


Dengan dimulainya pembangunan gerai-gerai awal di Kota Ambon, Pemerintah Kota optimistis Program Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang mampu membawa perubahan positif bagi masa depan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Dari Lapangan Kampung Menuju Mimpi Besar, Soekarno Cup U-17 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Ambon

Mei 16, 2026

Foto : Dari Lapangan Kampung Menuju Mimpi Besar, Soekarno Cup U-17 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com — Riuh semangat generasi muda pecinta sepak bola mewarnai pembukaan turnamen Soekarno Cup U-17 Tahun 2026 yang resmi digelar di Lapangan Lease Lantamal Ambon, Sabtu (16/05/2026). Kompetisi usia muda tersebut hadir sebagai ruang pembinaan sekaligus ajang pencarian bakat bagi calon pesepak bola masa depan dari berbagai wilayah di Pulau Ambon.


Atmosfer penuh antusias tampak sejak awal kegiatan. Kehadiran para pemain muda, official tim, pelatih, panitia pelaksana, hingga masyarakat yang memadati arena pertandingan menjadi bukti besarnya perhatian publik terhadap perkembangan sepak bola usia dini di Kota Ambon.


Dalam sambutan pembukaan, disampaikan bahwa olahraga memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, dan semangat persatuan.


Sepak bola dinilai bukan hanya permainan di atas lapangan hijau, tetapi juga media pembelajaran kehidupan yang mampu membangun mental dan semangat juang anak-anak muda.


“Olahraga harus menjadi sarana membangun manusia yang kuat secara mental maupun karakter. Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat sekaligus melahirkan generasi muda yang berprestasi,” disampaikan dalam sambutan pembukaan turnamen tersebut.


Semangat yang diusung dalam Soekarno Cup juga disebut terinspirasi dari gagasan besar Bung Karno yang memandang olahraga sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa dan identitas nasional.


Karena itu, pembinaan olahraga sejak usia muda dianggap sangat penting untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi sekaligus membawa nama baik daerah.


Turnamen Soekarno Cup U-17 2026 sendiri menjadi salah satu agenda pembinaan sepak bola usia muda yang mendapat perhatian besar karena membuka kesempatan bagi anak-anak muda dari kampung-kampung untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.


Ketua Panitia, Aris Soulisa, mengatakan bahwa kompetisi ini lahir dari semangat untuk menghadirkan wadah positif bagi generasi muda sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola dari akar rumput.


Menurutnya, talenta sepak bola tidak hanya lahir dari akademi besar, tetapi juga bisa tumbuh dari lingkungan kampung yang memiliki semangat dan kecintaan tinggi terhadap olahraga.


“Banyak pemain hebat lahir dari lapangan-lapangan sederhana. Karena itu kami ingin Soekarno Cup menjadi tempat lahirnya bibit-bibit unggul sepak bola Ambon yang nantinya bisa berkembang hingga level nasional,” ujar Soulisa.


Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan pelaksanaan turnamen, mulai dari panitia, official tim, masyarakat, hingga para pecinta sepak bola di Kota Ambon.


Selain menjadi ajang kompetisi, Soekarno Cup U-17 juga diharapkan mampu mempererat hubungan persaudaraan antar generasi muda serta menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan positif.


Panitia pun mengingatkan seluruh peserta agar selalu menjaga fair play dan menghormati setiap aturan pertandingan selama turnamen berlangsung.


Dengan ditandai tendangan pertama di tengah sorak dukungan penonton, Soekarno Cup U-17 2026 resmi dimulai dan diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas sepak bola dari tanah Ambon. (Za) 

Selengkapnya

Soekarno Cup U-17 2026 Resmi Dimulai, Asa Baru Sepak Bola Ambon Tumbuh dari Kompetisi Akar Rumput

Mei 16, 2026

Foto : Soekarno Cup U-17 2026 Resmi Dimulai, Asa Baru Sepak Bola Ambon Tumbuh dari Kompetisi Akar Rumput

Ambon
, Globaltimurnn.com — Lapangan Lease Lantamal Ambon berubah menjadi pusat semangat sepak bola muda saat pembukaan Soekarno Cup U-17 Tahun 2026 digelar, Sabtu (16/05/2026). Turnamen yang menghadirkan tim-tim muda dari berbagai kawasan di Pulau Ambon itu berlangsung meriah dengan dukungan ratusan penonton yang memadati sisi lapangan sejak sore hari.


Kompetisi ini menjadi simbol bangkitnya pembinaan sepak bola usia dini di Kota Ambon. Tidak hanya menghadirkan persaingan antar tim muda, Soekarno Cup juga membawa harapan besar lahirnya generasi baru pesepak bola berbakat dari tanah Maluku.


Ketua Asprov PSSI Kota Ambon, John Rahantoknam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan sepak bola harus dimulai dari level paling dasar, yakni lingkungan masyarakat dan kompetisi usia muda.


Menurutnya, turnamen seperti Soekarno Cup memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan regenerasi pemain sepak bola di Ambon dan Maluku.


“Kompetisi seperti ini adalah fondasi utama pembinaan pemain muda. Anak-anak diberikan ruang untuk berkembang, belajar memahami permainan, membangun mental bertanding, sekaligus membentuk karakter mereka di dalam maupun luar lapangan,” ujar Rahantoknam.


Ia mengatakan, Maluku sejak dahulu dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pemain sepak bola berbakat di Indonesia. Karena itu, potensi besar tersebut harus terus dijaga melalui kompetisi yang konsisten dan pembinaan yang berkesinambungan.


Menurut Rahantoknam, banyak pemain besar lahir bukan dari fasilitas mewah, melainkan dari lapangan sederhana dan semangat juang yang kuat. Hal itulah yang menjadi semangat utama dalam pelaksanaan Soekarno Cup U-17.


“Sepak bola kampung jangan dipandang sebelah mata. Justru dari kompetisi seperti inilah talenta-talenta terbaik sering muncul. Anak-anak muda Ambon punya kemampuan besar, tinggal bagaimana kita memberi mereka kesempatan dan panggung untuk berkembang,” katanya.


Selain menjadi ajang pencarian bakat, turnamen ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan persaudaraan antar generasi muda di Pulau Ambon melalui olahraga.


Atmosfer kebersamaan tampak begitu kuat sepanjang acara pembukaan. Sorak dukungan dari masyarakat, semangat para pemain, hingga antusias para official dan pelatih menjadi gambaran bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang sangat dicintai masyarakat Ambon.


Rahantoknam juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sportivitas dan menjadikan turnamen ini sebagai sarana belajar untuk berkembang menjadi atlet profesional.


Ia menekankan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan utama dalam kompetisi usia muda, melainkan bagaimana pemain mampu menunjukkan sikap disiplin, rasa hormat, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.


Dengan resmi bergulirnya Soekarno Cup U-17 2026, masyarakat Ambon kini menaruh harapan besar akan lahirnya bibit-bibit muda potensial yang kelak mampu meneruskan tradisi sepak bola Maluku di tingkat nasional bahkan internasional. (Za) 

Selengkapnya

Dukung Pembinaan Pesepakbola Muda Maluku, Kodaeral IX Fasilitasi Bergulirnya Liga U-17 Soekarno Cup 2026

Mei 16, 2026

Foto : Dukung Pembinaan Pesepakbola Muda Maluku, Kodaeral IX Fasilitasi Bergulirnya Liga U-17 Soekarno Cup 2026

Ambon
, Globaltimurnn.com - Guna mendukung pembinaan pesepakbola muda Maluku, Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) IX memfasilitasi bergulirnya Liga U-17 Soekarno Cup 2026 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Lease Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (16/5/2026).


Sahli C Starops Poksahli Kodaeral lX, Letkol Laut (T) Muh. Qomarudin mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. menghadiri Pembukaan Kompetisi Liga U-17 Antar Kampung Soekarno Cup 2026 yang dibuka Walikota Ambon, Bodewin Melkias Watimena. 


Tampak hadir dalam pembukan tersebut Walikota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Libert Tamaela, Sahli C Staops Kodaeral IX, Letkol Laut (T) M.Qomarudin, Ketua Askot PSSI, Saidna Azhar Bin Tahir dan tamu undangan lainnya.


Pelaksanaan kompetisi sepak bola usia muda ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Kodaeral IX terhadap pembinaan generasi muda, khususnya di bidang olahraga.


Dalam mendukung terselenggaranya ajang tersebut, Kodaeral IX turut menyediakan fasilitas Lapangan Sepak Bola Lease sebagai arena pertandingan guna menunjang kelancaran dan kesuksesan kompetisi.


Penyediaan sarana olahraga oleh Kodaeral IX tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola di Maluku, tetapi juga merupakan komitmen institusi dalam membuka ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat persatuan melalui kegiatan olahraga.


Dalam sambutan Ketua Panitia disampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kompetisi ini sebagai wadah pembinaan atlet muda sepak bola. 


“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi ini karena selain merupakan ajang kejuaraan juga sebagai tolak ukur sejauh mana perkembangan olahraga sepak bola di Provinsi Maluku terutama Kota Ambon,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodaeral IX melalui Sahli C Straops menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh peserta Kompetisi Liga U-17 Antar Kampung Soekarno Cup 2026. Ia berharap seluruh tim dapat menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat persaudaraan.


“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, serta jadikan kompetisi ini sebagai sarana untuk belajar, berkembang, dan mempererat persaudaraan. Kalian adalah generasi muda harapan bangsa dan calon atlet yang akan membawa nama baik Maluku di masa depan,” pesan Dankodaeral IX.


Kehadiran perwakilan Komandan Kodaeral IX pada pembukaan turnamen sekaligus menunjukkan dukungan penuh TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral IX terhadap kegiatan positif masyarakat, khususnya yang berorientasi pada pembinaan karakter, disiplin, dan semangat kompetitif generasi muda.


Dengan tersedianya fasilitas Lapangan Lease Kodaeral IX sebagai lokasi pertandingan, diharapkan Kompetisi Liga U-17 Antar Kampung Soekarno Cup 2026 dapat berjalan sukses serta menjadi wadah lahirnya bibit-bibit pesepak bola muda potensial yang mampu mengharumkan nama Maluku di tingkat yang lebih tinggi. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT