globaltimurnn.com

Kamis, 11 Juni 2026

Color Fun Walk Jadi Ajang Persatuan Menjelang Piala Dunia 2026

Juni 11, 2026

Ambon, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kota Ambon memanfaatkan momentum menjelang Piala Dunia 2026 untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pelaksanaan Amboina Color Fun Walk 2026.


Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon, Kamis (11/06/2026), tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangka memeriahkan HUT Ke 451 Kota Ambon.


Ketua Panitia Christian Tukloy mengatakan, Amboina Color Fun Walk merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, mempererat kebersamaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.


"Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk OPD, OJK Maluku, Bank Indonesia Perwakilan Maluku, Telkomsel, PT Nutrifood dan sejumlah sponsor lainnya," ungkapnya.


Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat hubungan sosial masyarakat dan menggerakkan ekonomi rakyat.


Dari sisi sosial, kegiatan ini menjadi sarana membangun kebersamaan masyarakat menjelang Piala Dunia 2026. Menurutnya, meskipun warga memiliki dukungan berbeda terhadap negara peserta, semangat persaudaraan harus tetap dijaga.


"Dukungan boleh berbeda, tetapi persatuan masyarakat Kota Ambon harus tetap menjadi yang utama," ujarnya.


Dari sisi ekonomi, Wattimena menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi para pedagang dan pelaku UMKM. Ribuan peserta yang membeli atribut kegiatan secara langsung membantu meningkatkan pendapatan usaha kecil di Kota Ambon.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Ambon juga menyerahkan bantuan kepada lebih dari 200 pelaku UMKM sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.


Selain itu, Wali Kota mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban kota, mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan yang marak terjadi.


Dengan semangat warna-warni kebersamaan, Amboina Color Fun Walk menjadi simbol optimisme Kota Ambon dalam menyambut Piala Dunia 2026 sekaligus memperkuat persatuan dan kesejahteraan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Think Before You Click! Lekransy Ajak Generasi Z dan Alfa Jadi Pengguna Digital yang Cerdas dan Bertanggung Jawab

Juni 11, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda dituntut tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu bersikap bijak dalam setiap aktivitas di ruang siber. Semangat itulah yang diusung dalam kegiatan edukasi literasi digital bertajuk “Think Before You Click: Mastering Digital Literacy and Privacy in a Cyber World” yang digelar Sekolah Citra Kasih Ambon, Kamis (11/06/2026), di Aula Sekolah Citra Kasih.


Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, sebagai narasumber utama. Kehadirannya menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat literasi digital dan membangun karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan era digital.


Di hadapan para siswa, Lekransy menjelaskan bahwa Generasi Alfa dan Generasi Z merupakan generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi digital. Internet, media sosial, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga berbagai platform digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka.


"Teknologi menghadirkan banyak kemudahan dan peluang. Namun di balik itu terdapat ancaman yang harus diwaspadai, mulai dari hoaks, fake news, phishing, cyberbullying, akun palsu hingga algoritma media sosial yang dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku pengguna tanpa disadari," ungkapnya.


Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, para siswa diperkenalkan pada empat pilar utama literasi digital, yakni Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture. Keempat pilar ini menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.


Lebih lanjut, Lekransy menegaskan bahwa dunia digital juga menawarkan peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang. Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, siswa dapat meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, membangun jejaring, menciptakan karya inovatif, hingga mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.


Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kunci utama yang harus dimiliki generasi muda saat ini. Siswa harus mampu memilah informasi yang benar dan terpercaya, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten manipulatif, propaganda digital, maupun berbagai modus kejahatan siber yang marak terjadi.


Dalam konteks pembangunan daerah, Pemerintah Kota Ambon terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi digital dan pengembangan ekosistem pendidikan berbasis inovasi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Ambon yang unggul, kreatif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.


Menutup materinya, Lekransy mengingatkan para siswa agar selalu menerapkan prinsip "Think Before You Click" dalam setiap aktivitas digital.


"Setiap klik memiliki konsekuensi. Karena itu, gunakan teknologi dengan kesadaran, tanggung jawab, dan kebijaksanaan. Jadilah generasi yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masa depan bangsa," pungkasnya.


Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa yang aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dan keamanan digital. Melalui edukasi seperti ini, diharapkan lahir generasi muda Ambon yang semakin cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang. (Za)

Selengkapnya

Bank Maluku Malut Dukung Penuh SIPD-RI H2H, Pengelolaan Keuangan Daerah Kini Lebih Cepat dan Transparan

Juni 11, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Provinsi Maluku resmi meluncurkan dan mengimplementasikan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) Host to Host (H2H) yang terintegrasi dengan sistem perbankan. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat transformasi digital pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.


Peluncuran SIPD-RI Host to Host dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Pada Kamis (11/06/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri secara virtual oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, serta Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kemendagri Simon Saimima, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendagri, Direktur Utama Bank Maluku Malut Syahrisal Imbar, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para peserta implementasi SIPD-RI.


Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, menegaskan bahwa integrasi SIPD-RI melalui skema host to host akan membawa perubahan besar dalam tata kelola keuangan daerah. Sistem tersebut memungkinkan seluruh transaksi penerimaan dan pembayaran daerah dilakukan secara elektronik dan real-time tanpa lagi mengandalkan dokumen fisik.


“Bank Maluku Malut mendukung sepenuhnya inisiatif Kementerian Dalam Negeri melalui Pusdatin untuk mewujudkan sistem pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan, cepat, dan efisien. Dengan sistem ini, proses pencairan belanja menjadi lebih mudah dan tidak lagi menggunakan dokumen kertas,” ujar Syahrisal.


Ia menjelaskan, implementasi SIPD-RI H2H akan mempercepat proses pembayaran langsung dari masing-masing OPD kepada penerima tanpa harus melalui prosedur manual yang selama ini memakan waktu.


Syahrisal juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, khususnya kepada Agus Fatoni dan Simon Saimima yang dinilai telah memberikan dukungan besar kepada Pemerintah Provinsi Maluku dalam percepatan implementasi SIPD-RI.


“Terima kasih kepada Kemendagri, khususnya Dirjen Keuangan Daerah dan Bapak Simon Saimima yang terus mendampingi dan membantu Provinsi Maluku sehingga implementasi SIPD dapat berjalan baik. Kami berharap sistem ini semakin meningkatkan kualitas pelayanan keuangan daerah,” katanya.


Lebih lanjut, Syahrisal mengungkapkan bahwa setelah penerapan di Pemerintah Provinsi Maluku, implementasi SIPD-RI Host to Host juga akan segera dilakukan pada pemerintah kabupaten/kota, termasuk Pemerintah Kota Ambon.


Sementara itu, Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kemendagri, Simon Saimima, menilai implementasi digitalisasi keuangan daerah yang dilakukan Bank Maluku Malut merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi.


Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan Bank Maluku Malut telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah, baik melalui sektor pajak daerah, retribusi daerah, maupun penguatan layanan keuangan berbasis digital.


“Kami sangat mendukung inovasi-inovasi yang dilakukan Bank Maluku Malut dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Digitalisasi menjadi instrumen penting untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah yang modern dan akuntabel,” ujar Simon.


Ia juga memberikan apresiasi atas kinerja Bank Maluku Malut yang dinilai menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun.


“Pertumbuhan laba Bank Maluku Malut mencapai sekitar 35 persen secara year to year dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi karena secara langsung turut mendukung pembangunan daerah, baik di Provinsi Maluku, Maluku Utara, maupun seluruh kabupaten/kota di kedua provinsi tersebut,” jelasnya.


Dengan implementasi SIPD-RI Host to Host, Pemerintah Provinsi Maluku optimistis mampu mempercepat reformasi birokrasi di bidang pengelolaan keuangan daerah, sekaligus memperkuat transparansi, efisiensi pelayanan publik, dan optimalisasi pendapatan daerah melalui sistem digital yang terintegrasi. (Za)

Selengkapnya

Demam Piala Dunia Melanda Ambon! Ribuan Warga Tumpah Ruah dalam Color Fun Walk

Juni 11, 2026

Foto : Demam Piala Dunia Melanda Ambon! Ribuan Warga Tumpah Ruah dalam Color Fun Walk

Ambon
, Globaltimurnn.com – Kota Ambon benar-benar sedang dilanda demam sepak bola. Ribuan warga dari berbagai penjuru kota memadati pusat Kota Ambon dalam gelaran Amboina Color Fun Walk, Kamis (11/06/2026), sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke 451 Kota Ambon sekaligus menyambut perhelatan akbar Piala Dunia 2026.


Pemandangan yang tersaji begitu spektakuler. Jalan-jalan utama dipenuhi lautan manusia dengan beragam warna jersey tim nasional dunia. Ada yang mengenakan jersey Inggris, Argentina, Brasil, Jerman, Belanda hingga Portugal. Perbedaan pilihan justru menyatu dalam satu semangat besar: kebersamaan sebagai warga Kota Ambon.


Antusiasme luar biasa masyarakat ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Ia mengaku bangga sekaligus terharu melihat semangat warga yang begitu tinggi mengikuti kegiatan tersebut.


"Saya sangat bersyukur. Antusiasme warga luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Ambon memiliki rasa kebersamaan yang sangat kuat. Walaupun berbeda-beda dukungan tim, tetapi hari ini semua membuktikan bahwa kita tetap satu sebagai warga Kota Ambon," ungkap Wattimena.


Menurutnya, Amboina Color Fun Walk bukan sekadar kegiatan olahraga atau hiburan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol persatuan masyarakat di tengah berbagai perbedaan.


Di tengah riuh sorak-sorai dan semangat para peserta, masyarakat menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan semua kalangan tanpa memandang usia, latar belakang, maupun pilihan tim favorit.


"Inilah Ambon yang sesungguhnya. Berbeda warna jersey, berbeda dukungan, tetapi tetap hidup dalam semangat persaudaraan. Saya sangat kagum melihat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat hari ini," katanya.


Tak hanya membangun semangat persatuan, kegiatan tersebut juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Ramainya warga yang berburu jersey, atribut sepak bola, makanan, dan berbagai produk lainnya membuat para pelaku UMKM ikut merasakan berkah dari kemeriahan acara.


Bahkan Pemerintah Kota Ambon turut memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM yang telah melalui proses verifikasi sebagai bagian dari komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Wattimena menegaskan bahwa setiap kegiatan pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi warga, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.


"Kalau masyarakat bergembira, UMKM juga harus ikut merasakan manfaatnya. Karena tujuan kegiatan pemerintah bukan hanya meramaikan acara, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat," tegasnya.


Gelaran Amboina Color Fun Walk akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan menuju Piala Dunia 2026. Kegiatan ini menjelma menjadi panggung besar yang menunjukkan semangat, energi, dan persaudaraan warga Ambon kepada Indonesia.


Dengan ribuan peserta yang memadati jalanan kota sejak pagi hari, satu pesan kuat berhasil disampaikan kepada semua orang, Ambon bukan hanya kota pecinta sepak bola, tetapi kota yang mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk terus bersatu dan maju bersama. (Za)

Selengkapnya

Warga Nuruwe Ancam Besok Palang Jalan, Kecewa Pemda Tidak Merespon Tiga Kali Surat Yang Dilayangkan

Juni 11, 2026

Nuruwe, globaltimurnn.com - Sengketa lahan di sekitar lokasi perumnas Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, memicu konflik antar dua Desa Nuruwe dan Waisamu. 


Hal ini disampaikan Raja Nuruwe Simon Matital kepada sejumlah awak media via telpon genggam-nya siang tadi, yang mana secara tegas bahwa masyarakat Nuruwe tidak akan diam lagi. Ungkapnya


Menurutnya" Situasi Nuruwe kian memanas, pasca tiga buah surat berturut - turut yang di layangkan ke pemerintah daerah terkait pernyataan ketegasan untuk pemerintah daerah ambil alih penghentian pekerjaan pembangunan koperasi merah putih di laksanakan oleh Kodim 1513/SBB sebagai pemanjang tangan pemerintah pusat, yang di bangun sekitar lokasi depan perumnas Waisamu. 


Pasalnya" Lahan tersebut masih dalam sengketa dan belum ada putusan pengadilan milik manakah lahan tersebut apakah Desa Nuruwe, atau Waisamu. Ujarnya


Kelanjutan pekerjaan pembangunan koperasi merah putih di lahan sengketa memicu amarah warga Desa Nuruwe, sehingga mengancam akan lakukan aksi palang jalan besok hari hari, sebagai luapan emosi karena surat yang di layangkan ke pemerintah daerah agar pemerintah daerah bisa turun tangan, namun hingga saat ini tidak direspon. 


Berbagai upaya sudah di lakukan, lewat komunikasi dan koordinasi namun hingga berita ini ditayangkan belum ada respon pihak pemda Kabupaten SBB. 


Bahkan pemerintah daerah Kabupaten SBB lewat sekda A. Tuasuun yang di hubungi baik via telpon whatsaap maupun pesan whatsaap awak media belum juga direspon, bahkan komunikasi yang dibangun oleh Raja Nuruwe sendiri belum juga direspon. Jelas Matital


Ditambahkan-nya" Masyarakat tidak akan menunggu dan berkompromi lagi,  karena merasa tidak dihargai, sehingga masyarakat berkomitmen besok akan lakukan aksi ketidakpuasan lewat pemalangan jalan dengan tuntutan desak Bupatintutin lansung ke TKP menyelesaikan permasalahan. Ujarnya


Dari tempat terpisah sebagai pengayom dan pelindung masyarakat yang terus menjaga Kamtibmas, Kapolres SBB AKBP. Andi Zulkifli lewat telpon serulernya saat dihubungi mengatakan" Masalah tersebut adalah perdata, sehingga harus ditempuh lewat jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke pengadilan. Sebut Kapolres


Dikatakan-nya" Jika dilahan tersebut ada kesalahan batas maka harus dikembalikan ke jalur hukum perdata, terkait pembangunan koperasi merah putih adalah program pemerintah pusat yang di laksanakan oleh Kodim 1513/SBB sebagai pelaksana. Ujarnya 


Kapolres mengarahkan agar hal tersebut jangan dilakukan dengan cara seperti premanisme, atau dengan menggunakan kekerasan, sehingga harapan-nya terkait masalah tersebut harus ditempuh lewat jalur hukum perdata ke pengadilan. Pinta Kapolres


Sementara Dandim 1513/SBB Letkol. Arh. Jaka Putra Dinda. SH, M. Han yang juga dihubungi via telpon whatsaap menyampaikan" Pihaknya sudah beberapa kali lakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak baik pemerintah Desa Nuruwe maupun pemerintah Desa Waisamu, dan hasil yang di dapat adalah pihak pemerintah Desa Waisamu dalam hal ini pernyataan kepala Desa bahwa pihak Waisamu sudah memiliki surat sertifikat tanah dari pertanahan. Ujarnya


Sedangkan untuk Desa Nuruwe, lahan tersebut pihak pemerintah Desa sudah menjualnya ke pihak ke tiga dalam hal ini Kuncoro pasca tutupnya perusahan Jayanti Group. 


Ditambahkan-nya juga" Terjadi dimana saja biasanya jika dalam sebuah pembangunan program pemerintah, maka masalah sengketa itu menjadi urusan kedua pihak yang bersengketa, sambil menunggu putusan pengadilan namun pekerjaan mestinya harus tetap jalan sampai adanya putusan itu, barulah status kepemilikan dialihkan ke pihak yang menang sengketa. 


Dandim berharap, masalah ini dapat dibicarakan dengan kepala dingin, tidak perlu ada aksi palang jalan, namun diatur secara baik - baik, agar permasalahn tersebut tidak ada pidana yang terjadi namun diselesaikan secara baik. Harap Dandim  (V374) 


Selengkapnya

Rabu, 10 Juni 2026

Wagub Maluku Luncurkan SIPD-RI Host to Host, Percepat Pengelolaan Keuangan Daerah

Juni 10, 2026


Ambon, globaltimurnn.com – Pemerintah Provinsi Maluku resmi meluncurkan dan mengimplementasikan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) Host to Host (H2H) yang terintegrasi dengan sistem perbankan, sebagai langkah strategis mempercepat transformasi digital pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, di Aula lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (11/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni secara virtual, Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kemendagri Simon Saimima, Kepala Pusdatin Kemendagri, Direktur Utama Bank Maluku Malut Syahrisal Imbar, pimpinan OPD, serta para peserta implementasi SIPD-RI.


Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Maluku Malut Syahrisal Imbar menegaskan bahwa integrasi SIPD-RI secara host to host memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah, terutama dalam mempercepat proses pencairan belanja dan penerimaan pendapatan daerah tanpa prosedur manual yang berbelit. Melalui sistem ini, seluruh transaksi dapat dilakukan secara elektronik dan real-time tanpa perlu lagi pengantaran dokumen fisik ke bank.


Selain meningkatkan efisiensi layanan, integrasi tersebut juga memperkuat kepatuhan terhadap regulasi pemerintah pusat, mendorong optimalisasi pendapatan daerah, serta meningkatkan ketertiban administrasi pajak dan retribusi. Sebagai bank pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), Bank Maluku Malut telah menyiapkan berbagai dukungan teknologi, termasuk sistem monitoring 24 jam, settlement otomatis, serta layanan pembayaran digital melalui transfer antarbank, QRIS, e-wallet, kartu debit, dan uang elektronik.


Syahrisal juga mengungkapkan capaian positif kinerja bank yang dipimpinnya. Hingga Mei 2026, laba Bank Maluku Malut tumbuh 35 persen secara year-on-year, menjadi salah satu yang tertinggi di antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.


Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menegaskan bahwa implementasi SIPD-RI Host to Host merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan modernisasi tata kelola keuangan daerah. Menurutnya, sistem ini memungkinkan proses penerbitan dan pelayanan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dilakukan secara online, cepat, akurat, aman, dan transparan.


“Melalui sistem yang terintegrasi ini, proses pencairan dana dapat berlangsung secara real-time. Selain memangkas birokrasi, sistem ini juga meminimalkan risiko kesalahan manusia, meningkatkan keamanan transaksi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Vanath.


Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat memanfaatkan sistem tersebut secara optimal dengan tetap menjunjung tinggi kepatuhan terhadap regulasi, akurasi data, dan kualitas pelayanan publik.


Dari Jakarta, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni menyampaikan bahwa implementasi SP2D Online melalui SIPD-RI merupakan bagian dari transformasi digital nasional dalam pengelolaan keuangan daerah. Sistem tersebut mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan menjadi instrumen penting dalam mempercepat realisasi APBD secara efektif, efisien, dan akuntabel.


Fatoni mengungkapkan, hingga Juni 2026 sebanyak 276 pemerintah daerah telah mengimplementasikan SP2D Online, terdiri dari 20 provinsi, 49 kota, dan 207 kabupaten dengan dukungan 27 Bank Pembangunan Daerah yang telah terhubung ke SIPD-RI.


Menurutnya, keberhasilan implementasi SP2D Online tidak hanya mempercepat proses pencairan dana, tetapi juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan APBD. Karena itu, ia mendorong seluruh pemerintah daerah di Maluku untuk terus memperluas digitalisasi transaksi keuangan daerah serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Kemendagri pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas komitmennya dalam mengadopsi sistem digital yang terintegrasi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan terpercaya. (V374) 

Selengkapnya

Polisi Lidik Ortu Pembuang Bayi Di Negeri Tulehu

Juni 10, 2026


Tulehu
, Globaltimurnn.com - Sentak warga masyarakat Negeri Tulehu, Kecamatan Salah itu, Kabupaten Maluku Tengah dikagetkan dengan kabar hangat penemuan seorang bayi jenis kelamin perempuan, yang masih lengkap dengan Ari - ari-nya, yang ditemukan warga sekitar pukul 00 : 20 Wit, tepatnya di Dusun Keramat Bawah. Kamis 11/06/2026


Berdasarkan informasi yang diterima dari keterangan saksi atas nama Putri Nursyabani Aulia (19) seorang pelajar Mahasiswa mengungkapkan bahwa" sekitar Pukul 00:20 WIT Saksi hendak ke dapur dan saksi mendengar ada suara perempuan dan laki-laki yang di duga orang tua bayi tersebut sedang berbicara dan mengatakan dengan dialek ambon" Pelan-Pelan Jang sampe orang dong bangun"


Kemudian saksi mengira orang tersebut adalah orang yang mau mencuri sehingga saksi memberitahukan kepada orang tuanya kemudian orang tua saksi keluar di bagian belakang rumah mengecek keadaan belakang rumah dan terdengar tangisan suara bayi sehingga saksi melihat ternyata ada seorang bayi yang terbaring di atas Tanah dengan beralas keset kaki kondisi Masi hidup. 


Setelah melihat kejadian tersebut, langsung orang tua saksi mengambil bayi tersebut untuk di selamatkan selanjutnya orang tua saksi menghubungi Piket Polsek Salahutu dan Personil Polsek Salahutu bersama orang Tua Saksi membawa Bayi tersebut ke RSUD dr.H.Ishak Umarella Tulehu untuk mendapat penanganan Medis. 


Dari informasi tersebut personel Polsek Salah itu pun bergerak cepat turun TKP dan kemudian mengambil keterangan medis pada RSUD dr.H.Ishak Umarella Tulehu. 


Informasi yang diterima media ini, Bayi tersebut Masi berada di RSUD dr.H.Ishak Umarella Tulehu dalam kondisi sehat dan akan mendapat perawatan selama 2 hari. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT