globaltimurnn.com

Kamis, 13 Agustus 2026

Tembus Akses Sulit, Rutan Ambon Salurkan Sembako untuk Warga Nania Atas dan Lateri

Agustus 13, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon. Di tengah keterbatasan akses menuju sejumlah wilayah, jajaran Rutan Ambon tetap turun langsung menyalurkan bantuan sosial berupa lima paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Nania Atas dan Lateri, Kamis (13/08/2026).


Penyaluran bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Rutan Ambon terhadap masyarakat di lingkungan sekitar. Tidak sekadar menyerahkan bantuan, jajaran Rutan memilih mendatangi langsung rumah-rumah warga penerima untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.


Perjalanan menuju lokasi bukan tanpa tantangan. Petugas harus melewati sejumlah jalur dengan kondisi medan yang cukup sulit dan akses yang terbatas. Bahkan, terdapat ruas jalan yang hanya dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua.


Kondisi medan tersebut tidak menyurutkan langkah jajaran Rutan Ambon. Dengan menyesuaikan kendaraan dan kondisi di lapangan, petugas terus melanjutkan perjalanan hingga tiba di lokasi penerima bantuan.


Sebanyak lima paket sembako kemudian diserahkan kepada masyarakat di wilayah Nania Atas dan Lateri. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.


Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen Rutan Ambon untuk tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.


“Bantuan yang kami salurkan ini merupakan bentuk kepedulian Rutan Ambon kepada masyarakat yang membutuhkan. Meskipun terdapat beberapa lokasi yang memiliki akses cukup terbatas, kami tetap berupaya agar bantuan dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat penerima,” ujar Jefry.


Menurutnya, keterbatasan akses bukan menjadi alasan untuk mengurungkan niat berbagi. Justru, kondisi tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Rutan Ambon untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran.


Jefry berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain membantu masyarakat, kegiatan tersebut dinilai penting dalam membangun hubungan yang semakin erat antara Rutan Ambon dengan lingkungan sekitar.


“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan. Kepedulian terhadap masyarakat sekitar merupakan bagian penting dalam membangun kebersamaan dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung,” tambahnya.


Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Ibu Musni, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan jajaran Rutan Kelas IIA Ambon.


“Terima kasih kepada Rutan Ambon yang sudah datang dan memberikan bantuan kepada kami. Bantuan sembako ini sangat bermanfaat dan dapat membantu kebutuhan sehari-hari. Kami sangat bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan,” ungkapnya.


Bagi warga penerima, kedatangan langsung petugas Rutan Ambon memiliki makna tersendiri. Kehadiran tersebut tidak hanya membawa paket sembako, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang berada di wilayah dengan akses cukup terbatas.


Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu dilakukan melalui kegiatan besar. Kepedulian sederhana yang dilakukan secara langsung dan tepat sasaran pun dapat memberikan manfaat berarti bagi masyarakat.


Rutan Ambon berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan. Semangat berbagi dan kepedulian tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat serta menghadirkan manfaat yang semakin luas. (Za)

Selengkapnya

Dampingi Pangdam XV/Pattimura Resmikan Jembatan Garuda Di Layuen, Danrem 151/Binaiya Sebut Begini!!!..

Agustus 13, 2026


Layuen
,,, globaltimurnn.com - Dampingi Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto. S. I. P, M. Han, pada acara pengresmian jembatan Garuda, Danrem 151/Binaiya yang didampingi Kasiter Korem 151/Binaiya Kolonel Inf. Dian Aksmita. S. I. P, dan Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda. SH. M. Han itu, Danrem 151/Binaiya dalam arahan singkatnya menyampaikan" Untuk tingkat Kodam Pattimura jembatan yang dibangun sebanyak 55 titik, untuk Korem 151/Binaiya sendiri sebanyak 24 titik jembatan. Ucap Danrem


Danrem mengatakan" Di Seram Bagian Barat sendiri ada sebanyak 6 titik, dan semua sudah 100% di bangun dan siap digunakan oleh masyarakat. Ungkap Danrem


Sementara untuk titik air bersih, Danrem mengatakan bahwa" Di Kodam Pattimura sebanyak 97 titik dan untuk di wilayah Maluku didapat sebanyak 33 titik, sementara untuk di Seram Bagian Barat sendiri masih mendapat 2 titik air bersih, dan itu juga sudah 100%, sudah dimanfaatkan masyarakat. Jelas Danrem


Yang sudah disampaikan oleh Kasad, Maluri, dan Kapolri yaitu" Telah dilakukan peresmian jembatan oleh Presiden sebanyak 2.500 titik jembatan dan 3000 titik air. Ucap Danrem


Danrem juga mengatakan" Semua yang dilakukan adalah inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto, yang dilaksanakan hari ini, kamis 13/08/2026, sejak pukul 10 : 00 Wit, pagi jelang siang tadi. Sebut Danrem 


Semua pekerjaan terlaksanakan berjalan lancar dan sukses, bisa dinikmati masyarakat, semua karena kerja sama semua pihak termasuk masyarakat dan pemerintah daerah. Ucapnya


Dengan adanya jembatan tersebut dapat mempermudah aktifitas masyarakat kurang lebih 1.500 jumlah jiwa diDusun Layuen, dalam aktifitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pemerintahan. 


Satu harapan disampaikan Danrem bahwa" Semoga dengan adanya jembatan tersebut dapat membantu masyarakat maupun pemerintah dalam berakses setiap hari, dan bisa dirawat dan dijaga dengan baik oleh masyarakat, agar jembatan tersebut dapat terjaga hingga dalam waktu yang relevan lama. Pungkasnya  (Rdks) 


Selengkapnya

Lewat Vicon Bersama Presiden RI, Pangdam XV/Pattimura Resmikan Jembatan Garuda Di Dusun Layuen

Agustus 13, 2026


Layuen
, globaltimurnn.com - Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto. S. I. P, M. Han, didampingi Danrem 151/Binaiya Brigjen. Raffles Manurung. S. I. P, Kasiter Korem 151/Binaiya Kolonel Inf. Dian Aksmita. S. I. P, Dandim 1513/SBB dan sejumlah PJU Korem 151/Binaiya, serta PJU Kodam XV/Pattimura laksanakan kegiatan pengresmian jembatan Garuda di Desa Lumoly, Dusun Layuen, Kabupaten Seram Bagian Barat, pagi jelang siang pukul 10 : 30 Wit. Kamis 13/08/2026


Sebanyak 2.500 titik jembatan Garuda, dan 3000 titik air bersih, secara serempak diresmikan lansung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yang diikuti oleh Kodam dan Korem se-Indonesia lewat vicon. 


Lewat Vicon bersama Presiden itulah Pangdam XV/Pattimura resmikan Jembatan Garuda di Dusun Layuen, Desa Lumoly, Kabupaten Seram Bagian Barat. 


Jembatan tersebut menurut keterangan Danrem 151/Binayai, dikerjakan hanya selama 28 hari. 


Mengawali kegiatan pengresmian jembatan Garuda oleh Pangdam Pattimura, berkesempatan Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama. S. Pd yang dalam sambutan-nya menyampaikan" Atas nama pemerintah daerah Seram Bagian Barat dan seluruh masyarakat Seram Bagian Barat mengucapkan selamat datang kepada Pangdam XV/Pattimura bersama Danrem 151/Binaiya bersama rombongan dibumi Saka Mese Nusa. Ucap Kainama


Lebih lanjut Kainama mengatakan" Hal ini merupakan wujud nyata perhatian serta kemunggalan TNI dengan rakyat diwilayah Swram Bagian Barat. 


Dalam sambutan-nya itu Wabup menyampaikan" Hari ini kita menjadi saksi peristiwa yang sangat penting dan monumental yaitu pelaksananaan Launching 2.500 jembatan Garuda dan 3000 titik air bersih yang diresmikan secara terpusat dan daring oleh Presiden RI. 


Pemerintah daerah Seram Bagian Barat menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan Terima kasih yang mendalam kepada Presiden RI, Kasad, Panglima TNI, Pangdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Dandim 1513/SBB dan jajaran,  atas perhatian besar terhadap penyediaan infrastruktur dasar didaerah Saka Mese Nusa. Ucapnya


Pembangunan jembatan Garuda serta titik air bersih di Dusun Layuen, Desa Lumoly ini, bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi merupakan pilar penting yang akan membuka keterisolitan memperlancar konektifitas warga, menggerakan perekonomian lokal serta menjamin hak dasar masyarakat akan akses air bersih yang kayak dan sehat. Jelasnya


Wabup juga mengatakan" Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat siap untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama TNI, Polri dalam mengawal program strategis Nasional demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Tuturnya


Lewat sambutan-nya itu, Wabup juga menyampaikan kepada masyarakat Dusun Layuen bahwa" Dirinya menitip pesan agar fasilitas jembatan yang sudah di bangun harus dijaga, dirawat, dan dipelihara dengan sebaik - baiknya agar bermanfaat dirasakan dalam jangka waktu panjang. Harapnya  (Rdks) 


Selengkapnya

Jelang HUT RI ke-81, Lapas Dobo Tebar Kepedulian Lewat Pembagian Sembako

Agustus 13, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo memilih mengisinya dengan aksi nyata melalui kegiatan bakti sosial dan pembagian sembako kepada masyarakat, Rabu (12/08/2026).


Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, bersama Kepala Subseksi Pembinaan, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), serta jajaran Lapas Dobo.


Pembagian sembako menjadi bentuk kepedulian jajaran Lapas Dobo terhadap masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan momentum kemerdekaan. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat penerima.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian sosial.


Menurutnya, makna kemerdekaan tidak sebatas diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antara Lapas Dobo dengan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.»


Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Kehadiran jajaran Lapas Dobo di tengah masyarakat juga menciptakan suasana penuh keakraban dan menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi.


Aksi sosial tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Lapas Kelas III Dobo untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata.


Semangat berbagi, kepedulian, dan gotong royong diharapkan terus tumbuh, sejalan dengan semangat Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. (Za)

Selengkapnya

Lapas Namlea dan Dinkes Buru Perkuat Sinergi, Pastikan Obat Warga Binaan Selalu Tersedia

Agustus 13, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melalui sinergi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buru.


Terbaru, Lapas Namlea menerima bantuan stok obat-obatan dari Unit Kefarmasian Dinkes Kabupaten Buru, Kamis (13/08/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari kerja sama lintas sektor untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan warga binaan di Klinik Pratama Lapas Namlea tetap terpenuhi.


Beragam jenis obat diterima dalam bantuan tersebut, mulai dari antibiotik, analgesik dan pereda nyeri, obat untuk gangguan pencernaan dan pernapasan, obat alergi, antiseptik hingga multivitamin.


Petugas Klinik Pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty, mengatakan seluruh bantuan akan dimanfaatkan untuk menambah persediaan obat di bagian farmasi dan ruang obat Klinik Pratama Lapas Namlea.


“Kami sebelumnya sudah mengajukan permohonan bantuan obat-obatan kepada Dinkes dan hari ini kami menerima sesuai dengan jenis obat yang kami lampirkan sebelumnya,” ujar Fransky.


Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Namlea, Sofian Ahmad, menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan obat-obatan di klinik selama ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinkes maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Buru.


Ia pun memberikan apresiasi atas perhatian dan langkah konkret Dinkes Kabupaten Buru yang secara proaktif membantu memenuhi ketersediaan obat bagi warga binaan.


Menurut Sofian, ketersediaan obat menjadi hal penting karena warga binaan tetap membutuhkan penanganan medis ketika mengalami berbagai keluhan kesehatan, seperti demam, flu, batuk maupun gangguan kesehatan lainnya.


“Stok obat di klinik harus selalu tersedia untuk kebutuhan perawatan bagi warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan seperti demam, flu, batuk, dan keluhan kesehatan lain yang memerlukan penanganan melalui terapi obat-obatan,” katanya.


Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi selama menjalani masa pidana.


Karena itu, pihaknya akan terus membangun koordinasi dan sinergi dengan Dinkes Kabupaten Buru maupun pemerintah daerah guna memastikan pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas Namlea berjalan secara optimal.


“Kami terus menjalin sinergitas dengan Dinkes Kabupaten Buru agar pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat tetap berjalan dengan optimal. Meskipun sedang menjalani hukuman, kami wajib memprioritaskan kesehatan mereka,” tegasnya.


Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan obat-obatan, tetapi juga semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh warga binaan Lapas Kelas III Namlea. Dengan dukungan lintas sektor yang berkelanjutan, pemenuhan hak kesehatan warga binaan dapat terlaksana secara lebih maksimal. (Za)

Selengkapnya

Rabu, 12 Agustus 2026

Cabjari Wahai Dinilai Lambat Menangani Laporan Masyarakat Atas Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Negeri Wahai

Agustus 12, 2026


Wahai
, globaltimurnn.com - Negeri Wahai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, ‎Pasalnya hingga saat ini kejaksaan wahai belum melakukan pemeriksaan ataupun pemanggilan, padahal Inspektorat telah memberikan Laporan Hasil Pemeriksaanya kepada Kejaksaan di Wahai. Kamis 13/08/2026


‎Ketika di wawancarai, kepada media ini salah satu tokoh pemuda negeri wahai mengungkapkan kekecewaanya terhadap kinerja dari Kejaksaan Wahai yang terlihat sangat lambat dalam memproses Dugaan  Korupsi Dana Desa Di Negeri Wahai.


‎Menurutnya" untuk mengungkapkan fakta ini kejaksaan harusnya tidak membutuhkan waktu yang lama di karenakan Kantor kejaksaan berada tepat di negeri wahai, dan lokasi Gedung Siwalima yang di laporkan mangkrak, tidak jauh dari kantor kejaksaan wahai, begitu pun beberapa laporan lainnya yang bisa dilihat secara langsung di lapangan oleh pihak kejaksaan wahai.


Cabjari wahai saat di hubungi media ini lewat pesan whatsapp-nya menjelaskan masalah dugaan tersebut tetap akan di proses, dan akan bertahap sesuai dengan prosedurnya. (Adrian)

Selengkapnya

Dugaan Pungli dan Guru Digaji Rp60 Ribu: Publik Desak Transparansi Dana BOS dan Komite SMAN Waai!!!

Agustus 12, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Pengelolaan dana komite dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri Waai kembali menjadi sorotan. Sejumlah pertanyaan dari masyarakat dan pihak yang berkepentingan kini mengarah pada transparansi penggunaan anggaran serta pertanggungjawaban keuangan sekolah.


Sumber yang memberikan keterangan dalam persoalan ini meminta agar seluruh pihak tidak sekadar memberikan bantahan, tetapi juga membuka dokumen dan laporan penggunaan dana yang selama ini dikelola.


“Kalau memang semuanya sudah sesuai aturan, buka saja laporan dan pertanggungjawabannya. Kalau tidak ada pertanggungjawaban, maka di rasa tidak perlu ada pertimbangan lagi kan,” tegas sumber.


Sorotan tersebut terutama berkaitan dengan dana komite yang disebut dipungut dari orang tua siswa sebesar Rp50 ribu per bulan. Muncul pertanyaan mengenai berapa jumlah dana yang terkumpul, untuk apa saja penggunaannya, serta bagaimana mekanisme pertanggungjawabannya kepada orang tua siswa.


Selain dana komite, realisasi penggunaan dana BOS juga menjadi bagian yang dipertanyakan. Publik berharap pihak sekolah maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka berdasarkan dokumen dan laporan resmi.


Pertanyaan lain yang turut mencuat adalah mengenai kesejahteraan guru. Sumber menyebut terdapat guru yang disebut hanya menerima pembayaran sebesar Rp60 ribu. Informasi tersebut tentu membutuhkan klarifikasi dan bukti pendukung agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.


Tak hanya itu, muncul pula dugaan adanya siswa yang diminta pulang ketika hendak mengikuti ujian karena belum membayar dana komite.


Jika informasi tersebut benar, persoalan itu perlu mendapat perhatian serius. Namun apabila tidak benar, pihak sekolah juga memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi sekaligus menunjukkan bukti yang dapat menjelaskan kondisi sebenarnya.


Sesuai alur sumber awal menegaskan bahwa seluruh informasi dalam pemberitaan ini merupakan keterangan dari sumber yang identitasnya dirahasiakan dan bukan merupakan kesimpulan hukum atas dugaan yang disampaikan.


Karena itu, SMA Negeri Waai, Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku maupun pihak terkait lainnya memiliki hak untuk memberikan klarifikasi serta menunjukkan dokumen pendukung.


Jika seluruh pengelolaan dana telah dilakukan sesuai ketentuan, maka laporan keuangan, bukti penggunaan anggaran dan dokumen pertanggungjawaban dapat menjadi dasar untuk menjelaskan kepada publik mengenai pengelolaan dana tersebut.


Sebaliknya, apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian, maka pemeriksaan melalui mekanisme administrasi maupun hukum sesuai ketentuan yang berlaku perlu dilakukan oleh pihak berwenang.


Sebab persoalan ini bukan semata-mata menyangkut nominal Rp50 ribu per bulan, Lebih dari itu, yang dipertaruhkan adalah kepercayaan orang tua siswa, kesejahteraan tenaga pendidik, hak siswa memperoleh pelayanan pendidikan serta kredibilitas pengelolaan anggaran sekolah.


Kini publik menunggu penjelasan yang lebih terbuka, Ke mana dana komite SMA Negeri Waai selama ini digunakan?, Bagaimana realisasi dan pertanggungjawaban dana BOS?, Benarkah ada guru yang hanya menerima Rp60 ribu?


Benarkah terdapat siswa yang diminta pulang saat hendak mengikuti ujian karena belum membayar dana komite?. 


Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu tidak cukup dijawab dengan bantahan semata.


Publik membutuhkan data, dokumen, transparansi dan pertanggungjawaban agar persoalan ini dapat dilihat secara terang dan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.


Kini, jawaban ada pada pihak-pihak yang berwenang untuk memberikan penjelasan dan membuka data sesuai ketentuan yang berlaku.  (**)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT