globaltimurnn.com

Sabtu, 25 Juli 2026

Gas Masela Mulai Digarap, Saiful Chaniago Desak Prioritas Kerja bagi Putra-Putri Maluku

Juli 25, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Setelah lebih dari 30 tahun dinantikan, Proyek Gas Abadi Blok Masela akhirnya memasuki tahap realisasi. Proyek strategis nasional tersebut diharapkan menjadi tonggak baru bagi pertumbuhan ekonomi Maluku sekaligus membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat setempat.


Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, Saiful Chaniago, menyambut dimulainya realisasi proyek tersebut sebagai langkah penting yang patut diapresiasi. Menurutnya, keberhasilan mendorong proyek Gas Masela hingga memasuki tahap pelaksanaan merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi daerah.


"Produktivitas Gas Masela yang telah dinantikan sejak era Presiden BJ Habibie akhirnya mulai direalisasikan. Kami mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen menghadirkan proyek strategis ini untuk kepentingan bangsa," ujar Saiful saat diwawancarai di Ambon, Sabtu (25/07/2026).


Saiful menekankan bahwa kehadiran investasi besar di Maluku tidak boleh hanya memberikan keuntungan bagi negara maupun investor. Menurutnya, masyarakat Maluku harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat, terutama melalui kesempatan memperoleh pekerjaan.


Ia berharap ribuan tenaga kerja yang akan direkrut dalam pembangunan dan operasional proyek Gas Masela dapat memprioritaskan putra-putri daerah, sehingga dampak ekonomi proyek benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku.


"Kami berharap anak-anak Maluku menjadi prioritas dalam rekrutmen tenaga kerja. Ini adalah kesempatan besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi keluarga di daerah," tegasnya.


Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong pemberdayaan masyarakat lokal, PLN Energi Gas bersama Pertamina juga telah membentuk wadah Masyarakat Gas Maluku. Organisasi tersebut diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat dengan perusahaan dalam memperjuangkan aspirasi, memperluas akses kesempatan kerja, serta menyalurkan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).


"Di mana ada proyek besar dibangun, masyarakat di sekitarnya harus ikut menikmati manfaatnya. Karena itu, berbagai program CSR akan diarahkan melalui Masyarakat Gas Maluku agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat," kata Saiful.


Dimulainya realisasi Proyek Gas Abadi Blok Masela menjadi harapan baru bagi Maluku. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan ribuan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, serta menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Maluku.  (Za)

Selengkapnya

Gubernur Maluku Buka Advance Training Nasional HMI, Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas dan Solutif

Juli 25, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka Advance Training (Latihan Kader III/LK III) Tingkat Nasional Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku di Gedung Islamic Center Ambon, Sabtu (25/7/2026). 


Kegiatan yang mengusung tema "Intelegensia HMI: Ikhtiar Menjawab Krisis Multidimensi Menuju Masyarakat Cita" ini diikuti kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia yang telah melalui proses seleksi sesuai ketentuan organisasi.


Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Badko HMI Maluku atas komitmennya menjaga kualitas kaderisasi. Menurutnya, HMI sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dengan melahirkan banyak tokoh di berbagai bidang pengabdian.


Gubernur menegaskan, pelaksanaan LK III memiliki nilai strategis sebagai ruang pembentukan pemimpin masa depan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan. Ia menilai nilai-nilai kaderisasi HMI sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita, yang menekankan penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan yang baik, transformasi digital, serta kemandirian ekonomi.


"Pembangunan Maluku tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti HMI sebagai mitra strategis dalam melahirkan gagasan, mengawal kebijakan publik secara konstruktif, dan menghadirkan inovasi bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Gubernur.


Gubernur juga mengajak seluruh peserta menjadikan Maluku sebagai ruang pembelajaran tentang pentingnya persaudaraan dan perdamaian. Ia menekankan bahwa falsafah hidup Pela Gandong dan Siwalima merupakan warisan budaya yang mengajarkan persatuan, toleransi, dan semangat membangun kebersamaan di tengah keberagaman.


Menutup sambutannya, Gubernur berharap seluruh rangkaian LK III mampu melahirkan kader-kader HMI yang berwawasan luas, berintegritas, inovatif, adaptif terhadap perubahan, serta menjadi pelopor persatuan dan pembangunan bangsa.


Pembukaan kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku dan Kota Ambon, pimpinan DPRD Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Wali Kota Ambon, Wakil Wali Kota Tual, pimpinan perguruan tinggi, instansi vertikal, BUMN, BUMD, jajaran KAHMI, Badko HMI Maluku, para senior HMI, serta peserta Advance Training (LK III) dari berbagai daerah di Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Gubernur Maluku Hadiri Syukur Misa Perdana Imam Baru, Tegaskan Pentingnya Sinergi Gereja dan Pemerintah Bangun Masyarakat

Juli 25, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri Perayaan Syukur Misa Perdana Imam Baru RP Belly Yoakhim Resubun, MSC, yang berlangsung di kediaman keluarga Edy Tethool, Kompleks Gudang Arang, Ambon, Sabtu (25/7/2026).


Turut hadir Sekretaris Keuskupan Amboina Pastor Agustinus Arbol, Wali Kota Ambon beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, anggota DPRD Provinsi Maluku, para pastor, suster, frater, Dewan Pastoral Paroki, tokoh umat, pimpinan kelompok kategorial, serta undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas rahmat yang diberikan melalui tahbisan imamat RP Belly Yoakhim Resubun, MSC. 


Menurutnya, tahbisan imamat merupakan panggilan suci yang mencerminkan penyerahan diri secara total untuk melayani Tuhan dan sesama.


Gubernur menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus ditopang pembangunan spiritual sebagai fondasi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan berkarakter. Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong kolaborasi dengan para pemimpin agama dalam memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual di tengah masyarakat.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar imam baru yang telah memberikan dukungan dan doa hingga RP Belly Yoakhim Resubun, MSC, menerima tahbisan imamat. Gubernur berharap kehadiran imam baru menjadi berkat bagi keluarga, Gereja, dan seluruh umat di Keuskupan Amboina.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut mengajak seluruh elemen Gereja untuk memperkuat peran pembinaan umat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, seperti maraknya praktik prostitusi, judi online, dan penyalahgunaan narkoba yang mengancam generasi muda. 


Selain itu, ia mendorong agar Gereja terus menjadi pusat pembinaan iman, akhlak, dan peradaban, serta memperkuat sinergi antar tokoh agama dalam menjaga kerukunan, kedamaian, dan ketertiban sosial di Maluku.


"Kolaborasi yang erat antara pemerintah, Gereja, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting untuk mewujudkan Maluku yang maju, harmonis, dan sejahtera," tutup Gubernur. (Rdks) 

Selengkapnya

Saiful Chaniago Dorong LK III HMI Cetak Pemimpin Visioner untuk Masa Depan Bangsa

Juli 25, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, Saiful Chaniago, menilai pelaksanaan Advance Training Latihan Kader (LK) III Tingkat Nasional yang digelar BADKO HMI Maluku merupakan momentum strategis dalam mempersiapkan lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.


Hal tersebut disampaikan Saiful usai menghadiri pembukaan Advance Training LK III Tingkat Nasional BADKO HMI Maluku yang berlangsung di Gedung Islamic Center Ambon, Sabtu (25/07/2026).


Menurut mantan Ketua BADKO HMI Maluku-Maluku Utara itu, LK III bukan sekadar tahapan kaderisasi tertinggi di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), melainkan proses pembentukan karakter kepemimpinan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.


"Advance Training merupakan ruang pembentukan kepemimpinan pada level tertinggi di HMI. Di sinilah seorang kader ditempa agar memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta kemampuan memimpin dengan penuh tanggung jawab," ujar Saiful.


Ia menjelaskan, peserta LK III tidak hanya dituntut memiliki kapasitas intelektual yang baik, tetapi juga harus mampu mengembangkan cara berpikir yang matang, memiliki kepedulian sosial, serta sanggup melahirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Menurutnya, perubahan zaman menuntut lahirnya pemimpin yang adaptif, visioner, dan berkarakter. Karena itu, proses kaderisasi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu membawa perubahan positif.


"Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas manusia yang memimpin. Oleh sebab itu, kaderisasi harus terus melahirkan figur-figur yang kompeten dan berintegritas," katanya.


Saiful juga mengapresiasi kontribusi HMI yang selama ini telah melahirkan banyak tokoh nasional di berbagai bidang. Ia berharap tradisi tersebut terus dipertahankan melalui proses kaderisasi yang konsisten dan berkualitas.


Ia mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan setiap sesi pelatihan sebagai kesempatan memperluas wawasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat karakter kepemimpinan.


"Bukan sekadar menyelesaikan tahapan kaderisasi, tetapi bagaimana membentuk pola pikir seorang pemimpin yang mampu menghadirkan solusi, mengedepankan kepentingan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa," tuturnya.


Saiful menegaskan, Maluku membutuhkan generasi muda yang memiliki keberanian mengambil tanggung jawab, mampu membangun kolaborasi, serta siap menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.


Ia optimistis Advance Training LK III BADKO HMI Maluku akan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya kader-kader unggul yang kelak mengabdikan diri di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.


"Dengan integritas, kapasitas, dan semangat pengabdian yang kuat, saya yakin para kader HMI akan mampu menjadi penggerak pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia," pungkasnya.  (Za)

Selengkapnya

Polsek KPYS Gelar Razia KRYD, 220 Miras Jenis Sopi Berhasil Diamankan

Juli 25, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, kembali menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras tradisional jenis sopi melalui jalur laut. Dalam pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), petugas berhasil mengamankan sebanyak 220 liter sopi dari KM Sabuk Nusantara 34 yang tiba di Pelabuhan Dr. Siwabessy Ambon, Jumat (24/7/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolsek KPYS IPTU Giovani B. M. Tofy, S.H., M.H., didampingi Wakapolsek KPYS IPDA Burhan Nawir, sebagai bagian dari upaya pemberantasan peredaran minuman keras ilegal serta barang-barang terlarang di wilayah hukum Polsek KPYS.


Setibanya KM Sabuk Nusantara 34 yang berlayar dari Pelabuhan Wulur, personel Polsek KPYS langsung melaksanakan pengamanan proses debarkasi penumpang dan barang. Bersamaan dengan itu, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan penumpang guna mengantisipasi masuknya barang ilegal ke Kota Ambon.


Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di area dermaga, tetapi juga menyasar bagian dalam kapal, meliputi dek tempat tidur penumpang, kamar anak buah kapal (ABK), hingga gudang penyimpanan barang. Dari hasil razia tersebut, petugas menemukan minuman keras tradisional jenis sopi yang dikemas menggunakan berbagai jenis wadah untuk mengelabui pemeriksaan.


Dari hasil operasi, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 220 liter minuman keras tradisional jenis sopi, yang selanjutnya dibawa ke Mapolsek KPYS Ambon untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.


Kapolsek KPYS Ambon menegaskan bahwa kegiatan razia ini merupakan komitmen Polri dalam menekan peredaran minuman keras ilegal yang selama ini menjadi salah satu pemicu berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Kami akan terus meningkatkan pengawasan di seluruh pintu masuk pelabuhan guna mencegah masuknya minuman keras tradisional maupun barang-barang ilegal lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” ujarnya.


Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar. Hingga kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIT, situasi di kawasan Pelabuhan Dr. Siwabessy Ambon terpantau aman, tertib, dan kondusif. (Rdks) 

Selengkapnya

Masyarakat Resah, Minta APH Bertindak Tegas, Galian C Tak Berijin Milik Exel Merusak Jalan Dan Membawa Bencana Bagi Masyarakat

Juli 25, 2026


Kairatu
, Globaltimurnn.com – Aktifitas galian C tidak memiliki ijin lengkap di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, mulai disoroti public, karena dinilai merugikan masyarakat dan mengganggu aktifitas pelayanan kesehatan pada puskesmas Kairatu yang baru, bahkan nyaris merusak jalan aspal yang baru saja di bangun guna mendukung lancarnya aktifitas masyarakat yang membutuhkan pelayanan Kesehatan.


Kegiatan galian C tersebut berlangsung lama lebih dari setahun bahkan hamper mencapai dua tahun,  Namun sengaja dibiarkan oleh pihak – pihak yang sengaja mengait keuntungan, padahal jelas – jelas aktifitas galian C tersebut tidak memiliki ijin. Ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Kairatu Hery R saat di hubungi via telpon serulernya siang tadi.


Menurutnya” aktifitas galian C ini sangat – sangat melanggar aturan dan perundang – undangan yang berlaku, seperti yang diatur dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba), yang menyatakan setiap orang yang menambang tanpa izin resmi dipidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.


Perluasan Jeratan Hukum: 

Sanksi tidak hanya berlaku bagi pemodal atau penambang di lapangan, tetapi juga dapat menjerat pihak yang ikut serta mengangkut, mengolah, menjual, atau memanfaatkan hasil tambang ilegal tersebut berdasarkan Pasal 161.

Pasal Berlapis Lingkungan:

 Jika aktivitas tersebut terbukti menyebabkan kerusakan lingkungan, pelaku juga bisa dijerat dengan undang-undang tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.


Dari pasal tersebut itulah sumber menegaskan bahwa” perlakuan aktifitas galian C milik pengusaha di Desa Kairatu Exel itu sangat merugikan masyarakat banyak karena mengganggu aktifitas masyarakat dalam beraktifitas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pada puskesmas Kairatu baru yang berada di dekat air sungai atau air kali Riuwapa.


Dikatakan-nya” tidak hanya mengganggu pelayanan kesehatan, namun juga nyaris merusak jalan aspal yang baru saja di bangun guna aktifitas pelayanan Kesehatan di puskesmas Kairatu.


Ironisnya” pajak yang ditarik oleh UPTD Dinas Pendapatan Kecamatan Kairatu setiap bulan-nya berfariasi mulai dari satu juta, bahkan sering sampai 4 juta bahkan 9 juta setiap bulan-nya, selama ini. 


Hal tersebut pun di benarkan oleh salah satu pegawai UPTD Dinas Pendapatan Kecamatan Kairatu berinisial AW kepada media ini saat dihubungimya sore tadi.


Menurutnya galian C yang sedang beraktifitas tersebut wajib pajak kepada Negara melalui Dinas pendapatan Kabupaten Seram Bagian Barat, dalam pelaksanaanya oleh UPTD Dinas Pendapatan Kecamatan Kairatu. Ucapnya


Hal tersebut pun dibenarkan Kepala Pemerintah Desa Kairatu Emil Rumalatu, saat dihubunginya via telpon serulernya, dikatakan-nya bahwa selama galian C tersebut beraktifitas hingga saat ini restribusi atau pajak bukan masuk ke Desa Kairatu namun masuk ke Pemerintah Daerah. Ucapnya


Dari informasi yang diterima ternyata Desa Kairatu tidak memiliki Perdes yang mengatur tentang restribusi tentang galian C, sehingga pajak atau restribusi tidak masuk ke Desa Kairatu sebagai pemasukan bagi PAD Desa.


Tidak hanya itu, sumber menyampaikan, dampak dari aktifitas galian C selama ini, bukan saja merusak jalan, namun menyusahkan setiap masyarakat yang hendak ke puskesmas guna mendapat pelayanan kesehatan, jika musim penghujan jalanan mulai berbecek bahkan tergenang air akibat jalan rusak, jika di musim panas seperti ini faktanya debu beterbangan, saat kendaraan truk melaksanakan aktifitas pemuatan sirtu dari aktifitas galian C itu, sampai masuk ke lokasi puskesmas dan dihirup masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.


Hal tersebut, masyarakat Desa Kairatu mengharapkan ada ketegasan secara tegas sesuai aturan dan perundang – undangan yang berlaku, bahkan masyarakat menegaskan agar APH segera memriksa pemilik eksafator Exel yang terus menerus menjual material sirtu ke pihak – pihak yang tidak diketahui oleh masyarakat, guna mengait keuntungan, menurut masyarakat jika pihak APH tidak melakukan tindakan tegas dan memeriksa Exel sebagai pemilik eksafator yang melakukan aktifitas galian C tanpa ijin resmi maka aparat keamanan juga perlu diduga masuk angin atau terima suap, karena bukan barang tersembunyi yang tidak diketahui, dan kenapa membiarkan kejahatan ini terus berjalan, bahkan aktifitas ini tidak berijin.


Pemilik Eksa sekaligus pelaku galian C Exel yang coba dihubungi media ini via telpon seruler dan pesan whatsaap namun hingga berita ini diturunkan, tidak merespon konfirmasi pihak media.  (Rdks)

Selengkapnya

Masa Depan Anak Adalah Tanggung Jawab Bersama, Pemkot Dukung Penuh Gerakan Delen Met Jullie

Juli 25, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan komitmennya dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak melalui pendidikan, perlindungan, dan pengembangan potensi generasi muda. Komitmen tersebut disampaikan dalam pembukaan kegiatan "Berbagi deng Ale Dong" yang digelar Komunitas Delen Met Jullie dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 di Aula Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Sabtu (25/07/2026).


Kegiatan bertema "Mari Katong Menyaksikan Anak-Anak Berkumpul Par Balajar Bahasa Belanda Lewat Puisi, Lagu deng Gerak" itu secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Ambon, Roberd Sapulette, ST., MT., yang hadir mewakili Wali Kota Ambon.


Dalam sambutan tertulis Wali Kota Ambon yang dibacakannya, ditegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, berkarya, serta berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.


Menurut Wali Kota, peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pemenuhan hak-hak anak, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.


"Pemerintah Kota Ambon terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penguatan karakter, perlindungan anak, serta penyediaan ruang-ruang kreatif agar setiap anak dapat mengembangkan potensi dan bakat yang dimilikinya," demikian isi sambutan Wali Kota.


Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Komunitas Delen Met Jullie yang secara konsisten menghadirkan program edukatif bagi anak-anak. Menurutnya, metode pembelajaran Bahasa Belanda melalui puisi, lagu, dan gerak merupakan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan kemampuan berbahasa, menumbuhkan kreativitas, sekaligus membangun rasa percaya diri anak.


Ia menilai keterlibatan komunitas dalam dunia pendidikan menjadi bukti bahwa pembinaan generasi muda membutuhkan kolaborasi semua pihak.


"Keberhasilan mencetak generasi yang berkualitas tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Orang tua, sekolah, komunitas, dan seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendampingi tumbuh kembang anak," ujarnya.


Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk terus menciptakan lingkungan yang ramah anak dengan memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berkreasi, dan mengekspresikan diri secara positif.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga memperluas wawasan, membangun persahabatan, serta semakin termotivasi mengembangkan kemampuan yang dimiliki.


Di akhir sambutannya, Pemerintah Kota Ambon menyampaikan penghargaan kepada Komunitas Delen Met Jullie atas dedikasi dan kepeduliannya dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan-kegiatan edukatif yang inovatif.


"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak melibatkan berbagai pihak, sehingga semakin banyak anak-anak Kota Ambon yang mendapatkan kesempatan belajar, berkarya, dan berkembang menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menghadapi masa depan," tutup sambutan Wali Kota yang dibacakan Sekda Roberd Sapulette. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT