globaltimurnn.com

Jumat, 29 Mei 2026

Masyarakat Adat Manusela Desak Balai TN Manusela Tinjau Ulang Batas Kawasan

Mei 29, 2026

Foto : Masyarakat Adat Manusela Desak Balai TN Manusela Tinjau Ulang Batas Kawasan 

Malteng
, Globaltimurnn.com - Puluhan warga adat Negeri Manusela, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, menggelar aksi penolakan terhadap penetapan titik koordinat 136 di kawasan Ilepa, Senin [25/5/2026]. Aksi dimulai pukul 09.00 WIT dengan diikuti anak-anak, orang tua, hingga pemuda adat.


Penolakan dipicu perubahan batas kawasan oleh Balai Taman Nasional Manusela. Menurut warga, titik koordinat baru digeser maju ke hutan produksi dan pemukiman adat sejauh 1 kilometer dari lokasi awal. Pergeseran itu dinilai menyerobot lahan produktif masyarakat berupa kebun, hutan sagu, dan area berburu.


Masyarakat nilai penetapan titik koordinat 136 mengancam kebun, hutan sagu, dan wilayah adat yang sudah dijaga turun-temurun “Sejak kedatangan tim patroli Balai Taman Nasional Manusela pada 15 September 2025, belum ada konfirmasi lanjutan untuk meninjau ulang titik koordinat tersebut. Sudah 6 bulan kami menunggu,” ujar salah satu perwakilan masyarakat dalam pernyataan tertulisnya.


Bagi masyarakat adat Manusela, hutan bukan sekadar ruang konservasi. Mereka menyebut hutan sebagai “pasar, apotik, sekaligus supermarket” karena menjadi sumber pangan, obat, dan mata pencaharian. Kehidupan mereka bergantung pada sistem adat _Soma, Lela, Lawa, dan Kaitahu_, serta aturan tradisional _Anapoha_ yang membatasi aktivitas jika terjadi pelanggaran terhadap tanah dan satwa adat.


Sebagai masyarakat kesatuan hukum adat yang telah ada sebelum negara terbentuk, warga Manusela menegaskan hak mereka atas wilayah adat perlu dihormati.


Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan enam tuntutan kepada Balai Taman Nasional Manusela:

1. Memperjelas tapal batas kawasan, termasuk arah maju-mundur dan zonasi di dalam wilayah produksi masyarakat adat.

2. Melakukan sosialisasi di 12 negeri penyangga yang berada dalam kawasan konservasi Balai Taman Nasional Manusela.

3. Memberikan jaminan kompensasi kepada masyarakat adat Negeri Manusela.

4. Memberikan pengakuan dan perlindungan hukum adat bagi masyarakat adat di negeri tersebut.

5. Memberikan keringanan hukum atas aktivitas adat di wilayah kawasan konservasi.

6. Mendesak pengesahan RUU Masyarakat Adat di tingkat nasional.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Balai Taman Nasional Manusela terkait enam poin tuntutan tersebut.


Aksi penolakan ini menambah daftar panjang konflik tenurial antara masyarakat adat dan kawasan konservasi di Maluku. Warga berharap dialog segera dibuka agar hak adat dan fungsi konservasi bisa berjalan beriringan. (Rdks)

Selengkapnya

28 Casis Bintara TNl AL Panda Ambon Dilepas Kodaeral lX Menuju Seleksi Pusat

Mei 29, 2026

Foto : 28 Casis Bintara TNl AL Panda Ambon Dilepas Kodaeral lX  Menuju Seleksi Pusat

Ambon
, Globaltimurnn.com - Sebanyak 28 Calon Siswa Bintara Prajurit Karier TNl Angkatan Laut Panitia Daerah (Panda) Ambon dilepas Wakil Komandan Kodaeral IX, Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., di Depan Lobby Mako Kodaeral IX, Halong, Kec. Baguala, Kota Ambon, Maluku, Jum'at (29/5/2026).


Dari proses penyaringan Panda Ambon tersebut, terpilih 28 Casis terbaik yang terdiri dari 24 Casis Bintara Pria dan 4 Casis Bintara Wanita.


Kegiatan pelepasan ini, merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan para Casis Bintara Panselinda Kodaeral IX yang telah berhasil melewati seluruh rangkaian seleksi ketat di tingkat daerah dan kini siap membawa nama Maluku untuk berjuang kembali pada seleksi tingkat pusat.


Keberangkatan para Casis ini juga merupakan buah dari proses penyaringan yang sangat panjang dan kompetitif. Tercatat, jumlah pendaftar awal secara online mencapai 304 orang.


Rangkaian seleksi ketat yang telah dilalui tersebut, meliputi berbagai tahapan ujian, diantaranya pendaftaran online, validasi, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan I, uji psikologi I dan II, psikologi wawancara, tes kesamaptaan jasmani, mental ideologi, hingga diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan II.


Seluruh Casis yang dilepas hari ini akan langsung diberangkatkan untuk melaksanakan tahapan seleksi tingkat pusat yang diselenggarakan di Lembaga Penyediaan Tenaga TNI Angkatan Laut (Lapetal) Malang, Jawa Timur.


Kehadiran para Casis Kodaeral IX dalam seleksi pusat ini menjadi bukti nyata komitmen satuan dalam menjaring generasi muda yang tangguh, disiplin, serta berintegritas untuk bersaing di tingkat pusat.


Komandan Kodaeral IX melalui Wadan Kodaeral IX memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Casis atas dedikasi, semangat juang, dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama mengikuti tahapan seleksi daerah yang menguras fisik serta mental.


Keberhasilan lolos ke tingkat  pusat nantinya diharapkan menjadi motivasi besar bagi para Casis untuk tetap menjaga kondisi fisik, mental, dan disiplin demi meraih hasil terbaik di Lapetal Malang.


Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Inspektur Kodaeral IX, para Pejabat Utama (PJU) Dankodaeral IX, para Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kodaeral IX, serta para Pamen Kodaeral IX yang bersama-sama memberikan dukungan moril penuh kepada seluruh Casis sebelum diberangkatkan. (Rdks) 

Selengkapnya

Polda Sultra Catat 109 Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Sepanjang Januari - Mei 2026

Mei 29, 2026

Foto : Polda Sultra Catat 109 Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Media Sosial Sepanjang Januari - Mei 2026

Kendari
, Globaltimurnn.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara melalui Subdit V Tipidsiber mencatat sebanyak 109 laporan dugaan pencemaran nama baik di media sosial sepanjang Januari hingga pertengahan tahun 2026.


Laporan tersebut didominasi kasus yang terjadi melalui platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.


Kanit 1 Unit 2 Subdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Sultra, AKP Asfandy, S.H., M.H., mengatakan tingginya angka laporan tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital.


“Memasuki pertengahan tahun 2026, laporan pencemaran nama baik yang masuk di Subdit V Tipidsiber mencapai 109 laporan, baik yang terjadi di Facebook maupun Instagram,” ujar AKP Asfandy, Jumat (29/5/2026).


Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpancing emosi saat membuat maupun membagikan unggahan di internet.


Menurutnya, banyak kasus bermula dari komentar, unggahan, maupun penyebaran informasi yang dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak hukum dan sosial.


“Bijak dalam bermedia sosial, berpikir dulu sebelum posting. Hati-hati dalam bersosial media, jangan mudah terpancing,” tegasnya.


Polda Sultra juga mengingatkan bahwa setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum apabila mengandung unsur pencemaran nama baik, ujaran kebencian, maupun penyebaran informasi yang melanggar ketentuan perundang-undangan.


Melalui edukasi dan imbauan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial demi menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif. (V374) 

Selengkapnya

Sambut Piala Dunia 2026, Pemkot Ambon Siapkan Konvoi Persaudaraan untuk Satukan Euforia Warga

Mei 29, 2026

Foto : Sambut Piala Dunia 2026, Pemkot Ambon Siapkan Konvoi Persaudaraan untuk Satukan Euforia Warga

Ambon
, Globaltimurnn.com – Semarak menyambut Piala Dunia 2026 mulai terasa kuat di Kota Ambon. Berbagai bendera negara peserta tampak menghiasi jalan-jalan dan permukiman warga, menandakan besarnya antusiasme masyarakat terhadap pesta sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut, Jumat (29/05/2026). 


Di tengah tingginya euforia itu, Pemerintah Kota Ambon mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Piala Dunia sebagai ruang mempererat persaudaraan, bukan memunculkan perpecahan akibat perbedaan dukungan antar tim favorit.


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Ricard Luhukay, menjelaskan bahwa pesan yang disampaikan Walikota Ambon saat membuka Turnamen Gawang Mini Perempuan di Stadion Galala beberapa waktu lalu merupakan bentuk ajakan menjaga keseimbangan antara semangat mendukung tim favorit dan rasa cinta terhadap bangsa sendiri.


Menurutnya, masyarakat bebas mengekspresikan dukungan kepada negara peserta Piala Dunia, namun simbol negara Indonesia tetap harus mendapat penghormatan utama.


“Pak Wali hanya mengingatkan bahwa semangat mendukung negara favorit jangan sampai menggeser rasa hormat kita kepada Merah Putih. Silakan pasang bendera negara peserta, tetapi identitas kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap menjadi yang utama,” ujar Luhukay kepada wartawan di Balai Kota Ambon. 


Sebagai bagian dari upaya menjaga suasana tetap harmonis, Pemerintah Kota Ambon tengah menyiapkan agenda konvoi damai yang akan melibatkan berbagai komunitas pendukung sepak bola di kota ini. Kegiatan tersebut dirancang menjadi simbol kebersamaan antar fans, sekaligus menunjukkan wajah Ambon yang menjunjung tinggi nilai hidup orang basudara.


Menurut Luhukay, konvoi tersebut bukan sekadar perayaan sepak bola, tetapi juga ruang mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang memiliki pilihan tim berbeda-beda.


“Kami ingin semua fans bisa menikmati atmosfer Piala Dunia dengan damai. Tidak boleh ada sekat karena beda dukungan. Sepak bola harus menjadi pemersatu, bukan alasan munculnya konflik,” katanya.


Dispora Kota Ambon juga berencana menggelar pertemuan bersama seluruh pimpinan komunitas fans dan pecinta sepak bola sebelum kegiatan berlangsung. Dalam forum tersebut, seluruh pihak akan diajak menyatukan komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan selama rangkaian kegiatan berlangsung.


Tak hanya itu, Pemerintah Kota Ambon juga membuka peluang dilakukannya deklarasi damai serta penandatanganan komitmen bersama antar komunitas sebagai bentuk kesepakatan menjaga situasi tetap kondusif sepanjang perhelatan Piala Dunia.


Rencana konvoi damai tersebut nantinya akan mendapat pengawalan dari aparat keamanan, termasuk pihak kepolisian dan TNI, guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.


Selain menjadi ajang hiburan masyarakat, Pemerintah Kota Ambon melihat momentum Piala Dunia sebagai peluang strategis memperkenalkan identitas daerah melalui konsep sport tourism dan branding kota di tingkat nasional maupun internasional.


Menurut Luhukay, antusiasme masyarakat Ambon yang dikenal fanatik terhadap sepak bola memiliki daya tarik tersendiri yang bisa menjadi perhatian publik luar daerah.


“Kalau suasana ini dikemas dengan baik dan tertib, Ambon bisa mendapat perhatian luas. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi bagaimana kita menunjukkan karakter masyarakat Ambon yang penuh semangat dan menjunjung persaudaraan,” ungkapnya.


Ia juga menyebutkan bahwa media nasional hingga lembaga penyiaran seperti TVRI dan RRI direncanakan ikut terlibat dalam mendukung kemeriahan suasana Piala Dunia di Kota Ambon.


“Ini kesempatan memperlihatkan kepada dunia bahwa Ambon punya ciri khas sendiri dalam menikmati sepak bola. Kita harus bangga dengan identitas daerah kita,” tandasnya.


Pertemuan teknis bersama komunitas fans dijadwalkan berlangsung beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Sejumlah hal seperti rute konvoi, jumlah peserta, pola pengamanan hingga agenda deklarasi persaudaraan akan dibahas secara bersama-sama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa pesan damai bagi masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Kamis, 28 Mei 2026

MENGENANG JM PATTIASINA DI TUBUH PERTAMINA, DIA BUKAN DIRUT TAPI TANPANYA PERMINA HANYA NAMA DI ATAS KERTAS

Mei 28, 2026

foto : MENGENANG JM PATTIASINA DI TUBUH PERTAMINA, DIA BUKAN DIRUT TAPI TANPANYA PERMINA HANYA NAMA DI ATAS KERTAS

Jakarta
, Globaltimurnn.com - Selama puluhan tahun, narasi populer tentang pendirian Pertamina hampir selalu terpusat pada satu nama Ibnu Sutowo. Tokoh karismatik berlatar belakang dokter dan tentara itu memang tercatat sebagai Dirut pertama PN Pertamina. Namun, sejarah industri tidak hanya ditulis oleh seorang komandan, tetapi juga oleh para insinyur di belakang layar yang membuat mesin-mesin benar-benar berputar.


Salah satu nama terbesar yang sengaja atau tidak sengaja tersembunyi dalam bayang-bayang kemegahan Pertamina adalah Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Johannes Marcus Pattiasina.


Artikel ini tidak bertujuan untuk mendegradasi peran siapa pun, tetapi untuk mengembalikan proporsi sejarah. Inilah fakta otentik tentang bagaimana seorang putra Maluku menjadi jantung teknis yang menghidupkan PT Permina di masa-masa paling kritisnya.


Pada tahun 1957, ketika Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan minyak asing maka, lahirlah PN Permina. Namun, kelahiran ini tidak disertai dengan suara gemuruh mesin, melainkan erangan besi tua karatan dan dan nyaris mati. 


Keadaan saat itu sangat memprihatinkan. Infrastruktur hancur. Kilang-kilang di Pangkalan Brandan, Plaju (Palembang), dan Cepu dibiarkan rusak parah pasca aksi bumi hangus Belanda.

Tidak ada teknisi ahli, semua tenaga ahli Eropa pergi meninggalkan Indonesia. Sedikit sekali (bahkan belum ada) insinyur pribumi yang memiliki pengalaman mengoperasikan kilang modern.  Kekacauan keamanan, pemberontakan PRRI/Permesta dan ancaman separatis lainnya membuat lokasi-lokasi minyak menjadi medan perang. Secara sederhana, PERMINA lahir dalam keadaan koma klinis. Ada badan hukum, ada direksi, tetapi tidak ada produksi.


Di sinilah peran seorang J.M. Pattiasina dimulai, Siapa J.M. Pattiasina sebelum Permina? Beliau adalah seorang teknisi minyak andalan yang pernah bekerja di BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij), perusahaan minyak Belanda di masa kolonial. Di era pendudukan Jepang, ia adalah satu dari sedikit pribumi yang berani "bermain api" dengan teknologi minyak, bahkan berhasil memperbaiki kilang yang dihancurkan Belanda tanpa bantuan asing. Setelah kemerdekaan, ia direkrut menjadi perwira TNI dengan pangkat Mayor, dan bergabung dengan Kesatuan Zipur (Zeni Tempur), karena pemerintah tahu bahwa mengamankan kilang sama pentingnya dengan mengamankan medan perang. 

Ketika Permina dibentuk, para petinggi negara (termasuk Ibnu Sutowo) menghadapi dilemma, mereka punya legalitas dan stok pimpinan, tetapi tidak punya OTAK TEKNIS, tidak punya engineer yang bisa membaca blue print kilang, menghitung tekanan fluida, atau memulihkan instalasi katalitik yang kompleks.

Pattiasina adalah jawaban atas dilema itu, Secara struktural, Pattiasina menjabat sebagai Direktur Teknik PN Permina dan kemudian menjadi Wakil Direktur Utama. Namun secara fungsional, ia adalah" Perancang ulang industri minyak nasional. Ia menyusun master plan rehabilitasi kilang. Bukan hanya memperbaiki yang rusak, tetapi mendesain ulang sistem aliran minyak dari hulu ke hilir menggunakan sumber daya lokal.

Beliau adalah pendidik generasi pertama insinyur minyak Indonesia. Karena tidak ada sekolah formal yang cukup, Pattiasina membuat SEKOLAH LAPANGAN di lokasi kilang, Ia mengajar para tentara Zipur dan pemuda desa untuk menjadi operator, mekanik, dan teknisi.

JM Pattiasina adalah Penjamin keamanan energi di tengah perang. Dalam kapasitasnya sebagai perwira TNI, ia menyusun sistem pertahanan untuk kilang. Ia menerapkan prinsip defense in depth yang menempatkan pos-pos penyamaran di sekitar instalasi vital, menyembunyikan sumur-sumur strategis, dan memastikan produksi tidak berhenti meskipun di bawah tekanan pemberontakan.


Mari kita lihat fakta-fakta teknis yang membuktikan perannya"

Tantangan 1: Kilang Pangkalan Brandan (Sumatera Utara) lumpuh total.

Tindakan Pattiasina: Dengan tim kecil mantan pekerja BPM, ia memetakan kerusakan. Ia memutuskan untuk tidak mengimpor suku cadang dari luar negeri karena embargo ekonomi saat itu. Sebaliknya, ia merancang substitusi lokal, gear pump dari bekas mesin kapal, boiler dari drum baja yang dimodifikasi, sistem kontrol manual dari katup bekas.

Hasilnya: Dalam waktu 6 bulan, kilang menyala kembali. Produksi mencapai 30% dari kapasitas desain, cukup untuk memenuhi kebutuhan logistik TNI dan masyarakat sekitar.

Tantangan 2, Kekurangan tenaga ahli teknik.

Tindakan Pattiasina: Menginisiasi program On-the-Job Training for Combat Engineers. Ia melatih prajurit Zipur untuk membaca diagram pipa, mengelas di bawah tekanan, dan memperbaiki pompa sentrifugal. Para prajurit ini kemudian menjadi tentara teknisi yang bisa bertempur sekaligus memperbaiki mesin.

Hasilnya luar biasa: Terbentuknya korps teknik minyak dalam tubuh TNI AD yang kemudian menjadi cikal bakal Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) untuk urusan migas.


Tantangan 3 Ancaman sabotase dari kelompok separatis.

Tindakan Pattiasina: Merancang sistem redundansi operasional. Ia memastikan bahwa setiap fungsi penting kilang memiliki cadangan di lokasi yang berbeda. Jika satu pipa diledakkan, aliran bisa dialihkan ke jalur lain secara manual dalam hitungan menit.

Hasilnya spektakuler; Kilang tetap beroperasi meskipun terjadi beberapa kali aksi sabotase. Ini adalah prestasi teknik militer yang langka pada masanya.


Sebuah pertanyaan bagi kami semua, Mengapa Nama Pattiasina Tidak Setenar Ibnu Sutowo?

Pertanyaan ini penting untuk dijawab secara jujur dan netral, Ada beberapa alasan utama yaitu perbedaan tipologi kepemimpinan. Ibnu Sutowo adalah publik figur yang karismatik, ahli diplomasi, dan sangat terampil dalam membangun jaringan politik serta bisnis. Ia adalah wajah Permina di hadapan presiden, parlemen, dan investor asing. Sedangkan JM Pattiasina adalah figur teknis yang introvert, lebih nyaman di lapangan daripada di ruang rapat. Baginya, kilang yang berasap lebih berarti daripada pidato yang menggelegar.

Sejarah perusahaan di Indonesia selama Orde Baru cenderung fokus pada tokoh-tokoh sentral yang dekat dengan kekuasaan. Sementara peran para teknisi dan pelaksana lapangan sering diabaikan atau hanya disebut dalam catatan kaki.  Namun, bagi sejarawan serta pakar ekonomi yang objektif, peran JM Pattiasina adalah pilar struktural yang tanpanya Permina tidak akan pernah lepas landas.


Warisan Abadi untuk Pertamina

Ketika PN Permina bergabung dengan PN Pertamina (hasil nasionalisasi perusahaan minyak asing lainnya) menjadi Pertamina pada tahun 1968, struktur teknis yang dibangun Pattiasina tetap dipertahankan. Standar operasional, pelatihan tenaga kerja, sistem keamanan kilang, semua itu masih berpijak pada fondasi yang ia letakkan di akhir 1950-an dan awal 1960-an.

Bahkan setelah Pattiasina pensiun dari militer dan dunia usaha, jejaknya tetap hidup:

Para insinyur senior Pertamina generasi 1970-an adalah murid-murid tidak langsung dari Pattiasina. Konsep ketahanan energi nasional yang sekarang sering didengung-dengungkan, sebenarnya telah ia praktikkan setengah abad yang lalu yang menghasilkan minyak dari sumber daya sendiri, dengan tenaga sendiri, di tengah tekanan musuh.


Tulisan ini tidak bermaksud mengganti narasi "Pendiri Pertamina" dari satu nama ke nama lain. Sejarah organisasi sebesar Pertamina tidak pernah dibangun oleh satu orang. Ada tim, ada kolektivitas, ada konteks politik dan ekonomi yang kompleks. Namun, jika kita berbicara tentang siapa yang secara teknis menghidupkan PT Permina di masa-masa awalnya yang paling kritis, maka jawabannya tidak bisa lain, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) J.M. Pattiasina.

Ia bukan direktur utama. Ia tidak duduk di kursi empuk. Ia adalah otak di balik mesin, tangan yang memperbaiki denyut nadi perusahaan ketika hampir semua orang mengira Permina akan mati sebelum sempat hidup.

Untuk itu, rakyat Indonesia terutama anak muda Maluku, para insinyur nasional, dan seluruh keluarga besar Pertamina, wajib mengenang jasanya. Bukan dengan monumen yang megah, tetapi dengan memahami satu kebenaran sederhana. Kemandirian energi bangsa ini tidak lahir dari ruang rapat ber-AC. Ia lahir dari keringat seorang putra Saparua yang tidak takut mengotori tangannya dengan minyak dan darah. Dalam setiap tetes BBM yang kita konsumsi hari ini, mengalir juga setetes kisah tentang J.M. Pattiasina, seorang teknisi yang menjadi jenderal, seorang jenderal yang memilih bekerja di kilang daripada di istana. Itulah harga sesungguhnya dari kemerdekaan energi kita. (V374)

Selengkapnya

Tutup Turnamen Soekarno Cup 2026, Momen Kebangkitan Sepakbola Bola, Al Hidayat Wajo Sebut Ini

Mei 28, 2026

Foto : Tutup Turnamen Soekarno Cup 2026, Momen Kebangkitan Sepakbola Bola, Al Hidayat Wajo Sebut Ini

Kairatu
, Globaltimurnn.com - Al Hidayat Wajo selaku Ketua Panitia Provinsi Maluku, turnamen soekarno cup 2026, kelompok umur 17 tahun (U-17) turun lansung dalam momen penutupan turnamen di lapangan sepak bola talabatai, Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB sore kemarin. Rabu 27/05/2026


Dalam kesempatan tersebut tepatnya pada acara penutupan berkesempatan Al Hidayat Wajo saat dihubungi awak media ini menjelaskan" Maluku dan sepak bola adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. 


Sejarah mencatat, bumi raja-raja ini pernah menjadi rahim yang tak pernah berhenti melahirkan talenta emas bagi sepak bola nasional. 


Nama-nama besar anak Maluku pernah mendominasi, merajai, dan menjadi tulang punggung, baik di klub-klub elite tanah air maupun saat berseragam Garuda di dada.


Namun, beberapa tahun belakangan ini, ada kesunyian yang menyakitkan, Kerinduan yang mendalam menyelimuti para pecinta sepak bola di Maluku. Ungkapnya


Pasalnya" Kita tidak lagi melihat liukan magis, ketangguhan, dan determinasi tinggi anak-anak Maluku di panggung tertinggi liga nasional maupun tim nasional. Ucapnya


Kata Wajo" Maluku, sang lumbung bakat, seolah kehilangan panggungnya, Absennya turnamen resmi yang mampu memikat para pencari bakat nasional membuat talenta-talenta muda kita terisolasi di dalam potensi mereka sendiri. Sebutnya


Dikatakan-nya" ​Bergerak dari keresahan yang mendalam tersebut, secercah harapan baru kini ditiupkan dari tanah Maluku melalui ajang Liga Kampung Soekarno Cup 2026. Jelasnya


Mencari Bibit Emas di Empat Zona Dipimpin langsung oleh Al Hidayat Wajo selaku Ketua Panitia Provinsi Maluku, turnamen kelompok umur 17 tahun (U-17) ini menjadi misi suci untuk mendeteksi dan menjemput kembali bakat-bakat terpendam yang tersebar di empat kabupaten/kota di wilayah Maluku.


​"Turnamen ini lahir dari keresahan kita bersama, Maluku ini lumbung pemain nasional, tapi beberapa tahun terakhir kita jarang sekali melihat anak-anak Maluku bermain di kasta tertinggi," Bebernya


"Melalui ajang ini, kita ingin membuka jalan itu kembali", ​Tim pemantau bakat (talent scouting) telah diturunkan sejak peluit pertama dibunyikan hingga laga penutupan. 


Dari setiap zona, akan dipilih 10 pemain terbaik yang memiliki kualitas, karakter, dan spesifikasi yang dibutuhkan untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Ucapnya


Hal itu guna bisa ​Menuju Panggung Nasional di Jawa Timur, ​Proses seleksi ini akan bergerak cepat, Setelah penutupan Zona Maluku Tengah yang dijadwalkan pada 1 Juni 2026, para pemain terpilih kurang lebih 40 anak muda terbaik dari seluruh zona akan langsung dikumpulkan di Kota Ambon pada tanggal 4 atau 5 Juni 2026 untuk menjalani pemusatan latihan (TC). Terangnya


​Mereka tidak hanya dibentuk menjadi sebuah tim, tetapi memikul misi besar, Menjadi representasi harga diri masyarakat Maluku di putaran nasional Soekarno Cup yang akan digelar di Jawa Timur pada 26 Juli hingga 8 Agustus 2026 mendatang.


​Panggilan Terbuka untuk Seluruh Maluku, ​Ini bukan sekadar turnamen sepak bola biasa, Ini adalah gerakan moral untuk mengembalikan martabat sepak bola Maluku.


Panitia penyelenggara mengetuk hati seluruh elemen masyarakat, mulai dari masyarakat pencinta bola, tokoh adat, hingga elite politik dan birokrasi di Maluku untuk bersatu padu.


​"Mari potong sama-sama kembangkan sepak bola di Maluku, Mengembalikan kejayaan Maluku tidak harus dengan kita memiliki klub besar di sini, tetapi bagaimana kita mampu menyalurkan dan mendistribusikan anak-anak muda kita untuk menembus klub-klub elite Pro Liga dan tim nasional," tegas Al Hidayat Wajo penuh harap.


​Langkah pertama telah diambil dari lapangan kampung, Kini saatnya anak-anak Maluku membuktikan pada Indonesia bahwa bakat mereka belum habis, dan mereka siap merebut kembali tempat yang seharusnya menjadi milik mereka, Panggung Utama Sepak Bola Nasional. Pungkasnya (Yan) 

Selengkapnya

Kebakaran Hebohkan Passo Lorong PLN, Empat Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Api

Mei 28, 2026

Foto : Kebakaran Hebohkan Passo Lorong PLN, Empat Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Api

Ambon
, Globaltimurnn.com – Warga Passo Lorong PLN, RT 030 RW 006, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, dibuat panik setelah sebuah rumah milik warga terbakar pada Kamis (28/05/2026) sore.


Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.23 WIT. Informasi pertama diterima dari Danru Novel, yang kemudian diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon untuk segera melakukan penanganan di lokasi kejadian.


Rumah yang terbakar diketahui milik Bapak Sony Senbau. Beruntung, dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka bakar. Namun, kerugian material hingga kini masih belum dapat ditafsirkan.


Petugas pemadam bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tiba pada pukul 16.30 WIT dengan respon time sekitar 7 menit setelah laporan diterima.


“Petugas langsung melakukan upaya pemadaman setibanya di lokasi guna mencegah api merembet ke rumah warga lainnya,” ungkap salah satu petugas di lapangan.


Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik yang menyebabkan api dengan cepat membesar di bagian rumah korban.


Dalam proses pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari satu unit dari Pos Passo, dua unit dari Pos Mako, dan satu unit dari Pos Hative Besar.


Selain armada, sebanyak 26 personel juga diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut, dengan rincian 15 personel dari Mako, 6 personel dari Pos Passo, dan 5 personel dari Pos Hative.


Setelah berjibaku selama kurang lebih satu setengah jam, situasi akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman pada pukul 18.00 WIT. Seluruh petugas kemudian kembali ke Pos Mako, Pos Passo, dan Pos Hative untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.


Pihak pemadam kebakaran turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama pada instalasi listrik rumah tangga yang sudah lama atau tidak memenuhi standar keamanan. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT