globaltimurnn.com



Minggu, 16 Agustus 2026

Ustadz Fatih Karim Bagikan Kisah Hidup, Tekankan Peran Generasi Muda untuk Masa Depan Maluku

Agustus 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Kisah kehidupan yang penuh luka hingga menemukan titik balik melalui Al-Qur’an menjadi pesan utama yang disampaikan Ustadz Fatih Karim dalam kegiatan DUDU BACARITA Deng Habib’s Episode 6 bertajuk “Catatan Hati Anak yang Runtuh”.


Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, di Ballroom Hotel Santika Premiere, kawasan Batu Merah, Kota Ambon, tersebut menghadirkan Ustadz Fatih Karim bersama istrinya, Ummu Sajja, sebagai bintang tamu.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Habib Rifqi Alhamid, S.Kom., M.Si., sementara suasana acara turut dimeriahkan Syauqi Alaydrus dan Gahwa Band. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Ambon, Hotel Santika Premiere, serta sejumlah pihak dan sponsor lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Fatih Karim membagikan kisah perjalanan hidupnya kepada ratusan peserta yang hadir. Ia menceritakan bagaimana dirinya tumbuh dalam keluarga yang mengalami persoalan rumah tangga hingga harus menjalani masa kecil dan pendidikan tanpa dapat merasakan kehidupan bersama kedua orang tuanya secara utuh.


Pengalaman tersebut meninggalkan luka mendalam dalam perjalanan hidupnya. Namun, menurut Fatih, luka masa lalu bukan alasan untuk menyerah. Justru dari berbagai pengalaman tersebut, dirinya belajar memahami kehidupan, memaknai keluarga, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.


Fatih kemudian melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan D3 Agribisnis di Universitas Padjadjaran dan S1 Agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB).


Titik balik kehidupannya mulai terjadi ketika ia mengenal kajian Islam dan semakin mendalami Al-Qur’an saat masih menjadi mahasiswa. Ia mulai mempelajari bahasa Arab, tafsir dan berbagai ilmu keislaman hingga kemudian menemukan makna baru dalam perjalanan hidupnya.


Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Fatih kemudian aktif dalam berbagai kegiatan dakwah dan pendidikan, dengan semangat mengajak masyarakat untuk mengenal dan mencintai Al-Qur’an.


“Dari luka itulah kemudian saya bahagia. Saya tumbuh dari luka, saya tumbuh dari air mata, dan itu tidak menjadi alasan buat saya,” ungkapnya.


Selain kisah masa kecil, Fatih juga menceritakan perjalanan rumah tangganya bersama Ummu Sajja. Ia mengakui bahwa membangun rumah tangga juga tidak selalu mudah. Luka masa lalu dan berbagai persoalan sempat menjadi tantangan yang harus mereka hadapi bersama.


Namun, melalui proses saling memahami, menerima dan memaafkan, keduanya mampu melewati berbagai ujian tersebut.


Menurut Fatih, setiap manusia memiliki luka dan cerita masing-masing. Ada yang terluka karena orang tua, keluarga, pasangan maupun persoalan kehidupan lainnya.


Karena itu, ia mengajak setiap orang untuk tidak menjadikan luka sebagai alasan untuk berhenti melangkah.


Fatih juga menceritakan berbagai kegiatan sosial dan pembangunan masjid yang dilakukannya di sejumlah negara. Baginya, berbagai aktivitas tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk memberikan manfaat kepada sesama sekaligus menjadi bentuk baktinya kepada kedua orang tua.


Setelah membagikan kisah perjalanan hidupnya, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi cerita dan tanya jawab bersama para peserta.


Sejumlah peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus menceritakan pengalaman pribadi, keresahan, maupun persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan.


Ustadz Fatih Karim bersama Ummu Sajja pun secara bergantian memberikan jawaban, nasihat dan motivasi kepada para peserta.


Suasana Ballroom Hotel Santika semakin hangat ketika sejumlah cerita peserta disampaikan dengan penuh keterbukaan. Ada suasana haru, namun juga diwarnai canda dan kebahagiaan, sehingga kegiatan terasa lebih dekat dan penuh kekeluargaan.


Bagi peserta, sesi tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mendengarkan kisah inspiratif, tetapi juga menjadi ruang untuk mendapatkan penguatan dan motivasi.


Ustadz Fatih dan Ummu Sajja mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan luka masing-masing. Namun, luka tidak harus menjadi akhir dari kehidupan.


Dengan mendekatkan diri kepada Allah, terus belajar dan berusaha memperbaiki diri, pengalaman pahit dapat menjadi kekuatan untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.


Antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda Ambon, juga mendapat perhatian khusus dari Ustadz Fatih Karim.


Ia mengaku terkejut melihat jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Awalnya, ia memperkirakan acara hanya akan diikuti sekitar 100 hingga 200 orang. Namun, ternyata jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 500 orang.


Menurutnya, tingginya antusiasme anak muda dalam mengikuti kegiatan keagamaan merupakan tanda positif bagi masa depan sebuah daerah.


“Standar sebuah daerah itu akan bangkit dimulai dari anak muda. Kalau anak mudanya sudah ikut kajian, berarti daerah itu punya ciri-ciri untuk menjadi daerah yang berkah dan berubah,” katanya.


Ia menilai, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif menjadi modal penting bagi kemajuan Ambon dan Maluku ke depan.


Secara khusus, Ustadz Fatih Karim berpesan kepada generasi muda Maluku agar tidak berhenti belajar dan tidak cepat merasa paling pintar.


Ia mendorong anak muda untuk terus mengembangkan kreativitas, melakukan improvisasi, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan zaman.


Menurutnya, masa depan Maluku, Indonesia dan umat Islam sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.


“Bagaimana Maluku ke depan, bagaimana Indonesia ke depan, bagaimana umat Islam ke depan, itu bergantung anak mudanya. Kalau anak mudanya hebat, kalau anak mudanya kuat, kalau anak mudanya sehat, insya Allah generasi-generasi hebat akan muncul dari Ambon,” tegasnya.


Ia pun mengajak generasi muda Ambon dan Maluku untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dengan terus menambah ilmu, menggali potensi diri dan berani menciptakan sesuatu yang positif.


“Terus belajar, jangan pernah merasa pintar, terus improvisasi, banyak kreativitas yang digali, dan terus berpikir kritis. Insya Allah Ambon, Maluku akan tumbuh menjadi masa depan yang cerah karena anak mudanya hebat,” pungkasnya.


Rangkaian DUDU BACARITA Deng Habib’s Episode 6 pun berlangsung dalam suasana penuh kehangatan hingga akhir acara. Kehadiran Ustadz Fatih Karim dan Ummu Sajja meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, terutama generasi muda Ambon yang pulang membawa pesan bahwa luka bukan alasan untuk menyerah, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi sesama. (Za)

Selengkapnya

Sabtu, 15 Agustus 2026

Wawali Ambon: Generasi Muda Harus Punya Kompas Iman Hadapi Cepatnya Perubahan Zaman

Agustus 15, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Perkembangan teknologi dan perubahan pola pergaulan yang semakin cepat menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, penguatan iman, ilmu, dan karakter dinilai menjadi bekal penting agar anak-anak muda tidak kehilangan arah dalam menghadapi perkembangan zaman.


Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, S.Sos., saat menghadiri kegiatan “Duduk Bacarita dengan Habib” episode 6 bertajuk “Catatan Hati Anak yang Runtuh”, yang digelar di Ballroom Hotel Santika Ambon, Sabtu malam (15/08/2026).


Elly mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang menghadirkan ruang dialog keagamaan secara lebih dekat dan terbuka bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi semakin penting karena sebagian besar peserta yang hadir merupakan kalangan anak muda.


“Atas nama Pemerintah Daerah Kota Ambon dan pribadi, tentunya kami memberikan apresiasi. Saya lihat yang hadir lebih banyak anak muda. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan anak muda terhadap kajian-kajian Islam juga sangat penting,” ujar Elly.


Menurutnya, kehadiran para tokoh agama dan pendakwah dalam kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus menjawab berbagai persoalan yang mereka hadapi.


Ia menilai tema “Catatan Hati Anak yang Runtuh” juga memiliki keterkaitan kuat dengan realitas kehidupan anak muda saat ini. Melalui konsep Duduk Bacarita, masyarakat diajak untuk membangun komunikasi secara lebih dekat, tidak sekadar dalam suasana formal, tetapi melalui percakapan dari hati ke hati.


“Kalau orang Ambon bilang, kita duduk bersama-sama dan bercerita dari hati ke hati. Tidak ada pimpinan dengan bawahan, tidak ada bos dengan anak buah. Kita duduk dan bercerita bersama,” ungkapnya.


Elly mengatakan, pola komunikasi seperti itu penting untuk menciptakan ruang yang nyaman bagi anak muda dalam menyampaikan persoalan, keresahan maupun pengalaman yang mereka alami.


Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi yang begitu pesat harus diimbangi dengan penguatan mental dan spiritual. Teknologi, menurutnya, membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan yang tidak sedikit.


“Perkembangan zaman begitu cepat, teknologi juga begitu cepat, dan pergaulan bebas cukup banyak. Karena itu, anak-anak muda perlu dibekali dengan ilmu dan kekuatan iman,” katanya.


Elly menegaskan, ilmu dan iman dapat menjadi pegangan bagi generasi muda dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.


“Dalam melangkah, mereka harus punya kompas secara pribadi. Ilmu juga bisa menjaga mereka dari perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan,” tambahnya.


Ia pun berharap kegiatan keagamaan yang melibatkan generasi muda dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Kota Ambon. Menurutnya, pembinaan generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama antara orang tua, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.


“Kita selaku orang tua, ustaz dan tokoh-tokoh agama punya tanggung jawab bersama untuk melihat perkembangan generasi muda kita ke depan,” jelas Elly.


Dalam kesempatan tersebut, Elly juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ustaz Fatih Karim, Habib Rifqi Alhamid serta seluruh pihak yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan tersebut di Kota Ambon.


Ia berharap berbagai program dan kegiatan yang diberikan kepada masyarakat dapat terus memberikan manfaat, khususnya dalam membangun kehidupan sosial dan spiritual generasi muda.


“Terima kasih atas kedatangan dan seluruh program yang sudah dibagikan bersama warga masyarakat Kota Ambon. Kami tentunya tidak bisa membalas semua yang dilakukan. Harapan kita, semua yang dilakukan ini hanya mengharapkan ridha dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.


Elly menutup sambutannya dengan harapan agar kegiatan Duduk Bacarita dengan Habib dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi muda Kota Ambon yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki iman, ilmu, dan karakter yang kuat.


Dengan demikian, kemajuan zaman dapat dihadapi bukan sekadar dengan kecanggihan teknologi, melainkan juga dengan fondasi moral dan spiritual yang kokoh. (Zo)

Selengkapnya

SMTPI Jemaat GPM Kamarian Menggelar Kegiatan Sentuhan Merah Putih

Agustus 15, 2026


Kamarian
, globaltimurnn.com - Semangat Nasionalisme Mewarnai Suasana Di jemaat GPM Kamarian Dalam Memperingati Hari Kemerdekaan Repoblik Indonesia Yang Jatuh pada Besok Senin 17 Agustus 2026 Dengan Indonesia Berusia 81 Tahun. 


Hari Ini Anak-anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil SMTPI Menggelar Kegiatan Bertajuk Sentuhan Merah Putih Kegiatan Ini Merupakan Partisipasi Anak-anak Dalam Memperingati Hari Ulang Tahun HUT Kemerdekaan Repoblik Indonesia Ke 81 Tahun. 


Suasana Meriah Merayakan Dalam Gedung Gereja Karmel Jemaat GPM Kamarian Dengan Kostum Merah Putih Tampil Penuh Antusias Dalam Lagu Yang Di Bawahkan Dalam Sukacita Bersama Oleh Anak-Anak SMPTI Jemaat GPM Kamarian. 


Setiap Bendera Merah Putih Yang Juga Ikut Di Angkat Dan Juga Lagu-Lagu Kebangsaan Yang juga Di Putarkan Dalam Ibada Sentuhan Merah Putih Saat Ini. 


Setiap Ibu Pengasuh Dan Juga Anak-anak SMTPI Ikut Dalam Kegembiraan Dalam Menyongsong HUT Kemerdekaan Repoblik Indonesia Ke 81 Tahun Saat Ini. 


Ibadah Yang Berlansung Dalam Sykukuran Saat Ini Yang Iayani Oleh Pendeta Ibu Elka Amanupunyo Telusa S.Si Dalam Hotnya Amanupunyo Menyampaikan Semarak Kemerdekaan Yang Di Rasakan Oleh Kita Sebagai Bangsa Dan Warga Negara Yang Mencintai Negara dan Bangsa. 


Amanupunyo mengajak marilah Kita Sebagai Anak- Anak Penerus Bangsa Ini Selalu mencintai Dan Akang selalu Menghargai Bangsa Indonesia Yang Kita Cinta Bersama Ini. 


Setiap anak-anak Dengan Semangat Sekali Dalam Membawahkan Setiap lagu Pujian Kebangsaan Dalam Momentum Sentuhan Merah Putih Saat Ini. (Ogen) 

Selengkapnya

Sambut Dirgahayu RI Ke-81, SD Kristen Nuruwe Gelar Lomba Baris

Agustus 15, 2026


Nuruwe
, globaltimurnn.com - Menyambut Dirgahayu Repoblik Indonesia ke-81 tahun, tepatnya pada tanggal 17 agustus 2026, di seluruh Indonesia semua masyarakat Indonesia, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, intansi terkait lain-nya, bahkan lembaga - lembaga sosial lain-nya ikut merayakan Dirgahayu RI ke-81 tahun, dengan berbagai kegiatan lomba. 


Tidak ketinggalan SD Kristen Nuruwe juga turut memeriahkan Dirgahayu RI ke-81 dengan melaksanakan kegiatan kepramukaan dan dilanjutkan dengan lomba baris. 


Pantauan media ini, sore tadi sekitar pukul 15 : 00 Wit, dari mulai siswa kelas 1 hingga siswa kelas 6 SD Kristen Nuruwe berpartisipasi dengan begitu antusias-nya mengikuti kegiatan lomba baris menyongsong HUT RI ke-81. 


Lomba baris yang diprakarsai Kepala SD Kristen Nuruwe ini, dilepas secara lansung juga oleh Kepala Sekolah SD Kristen Nuruwe Naomi. F. Mairissa. 


Antusias warga Desa Nuruwe untuk menonton kegiatan tersebut juga terlihat sangat memadati depan jalan pada garis star. 


Satu harapan Kepala sekolah bahwa" Lomba ini selain menyongsong HUT RI ke-81, namun juga menjadi motifasi para siswa untuk cerdas dan berani sebagai siswa dalam menerima ilmu pengetahuan serta bisa menjadi pemimpin masa depan yang baik. (OP) 


Selengkapnya

Jaga Kesehatan Pegawai dan Warga Binaan, Lapas Dobo Gelar Pemeriksaan Gratis dan Skrining TBC

Agustus 15, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo bersama Puskesmas Dobo menghadirkan aksi nyata di bidang kesehatan dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Sabtu (15/08/2026). 


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Dobo dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan sekaligus memastikan kondisi kesehatan pegawai dan warga binaan dapat terpantau secara berkala.


Tak hanya pemeriksaan kesehatan umum, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan skrining Tuberkulosis (TBC). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap penyakit menular yang berpotensi menyebar di lingkungan pemasyarakatan.


Pemeriksaan kesehatan menjadi semakin penting mengingat lingkungan Lapas merupakan tempat dengan aktivitas dan interaksi yang cukup intensif. Melalui skrining secara berkala, potensi gangguan kesehatan maupun penyakit menular diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan dengan tepat.


Pelaksanaan kegiatan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Dobo. Selain itu, sejumlah peserta magang yang sedang menjalankan tugas di Lapas Dobo turut membantu kelancaran kegiatan, mulai dari pendataan hingga mendampingi warga binaan selama proses pemeriksaan berlangsung.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah preventif untuk menjaga kesehatan seluruh pegawai dan warga binaan.


Menurutnya, pemeriksaan secara rutin memiliki peran penting dalam mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, terutama terhadap penyakit yang membutuhkan perhatian khusus seperti TBC.


“Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan kesehatan pegawai dan warga binaan tetap terjaga. Pemeriksaan secara berkala sangat penting sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai penyakit, khususnya penyakit menular seperti TBC,” ujarnya.


Pieter berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan demikian, kondisi kesehatan pegawai maupun warga binaan dapat terus dipantau dan berbagai potensi penyakit dapat diantisipasi sejak awal.


Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pemeriksaan kesehatan gratis tersebut menjadi bentuk pelayanan pemasyarakatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.


Lapas Dobo menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan dan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian dan keterampilan, tetapi juga memperhatikan kesehatan serta kesejahteraan warga binaan dan seluruh pegawai.


Melalui kolaborasi bersama Puskesmas Dobo, momentum kemerdekaan tahun ini pun diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga pemasyarakatan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan Lapas yang lebih sehat dan peduli terhadap kesehatan. (Za)

Selengkapnya

Sambut HUT RI Ke-81, TK & PAUD se-Kecamatan Kairatu Gelar Karnaval

Agustus 15, 2026


Kairatu
, globaltimurnn.com - Dalam rangka Menyongsong Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, tahun 2026, Pukul 09 : 00 Wit, hari ini sabtu 15 Agustus 2026, tepatnya di depan Polsek Kairatu, Desa Kairatu, Dusun Waitasi, Kecamatan Kairatu, berlangsung kegiatan 


Ke -81 Repoblik Indonesia  Tahun 2026 Saptu 15 Agustus 2026 Sekitar Pukul 09.00 Wit Yang Berlansung Di Depan Polsek Kairatu Acara Karnaval Yang Di Ikuti Oleh 9 Paud-TK Yang ada Di Kecamatan Kairatu Dalam Kegiatan 


Karnaval Dengan Menggunakan seragam bervariasi dari berbagai ragam Busanan Yang Cantik Dan Bagus, Ada Kebaya Ambon ada Baju Dokter Ada Yang Mengunakan Baju Cele Dan Ada juga Baju Polisi Dan Baju TNI ada Yang Mengunakan Baju Angkatan Laut Dan Juga Setiap Baju Yang unik Yang Di Tampilkan Dalam Kegiatan Karnaval. 


Ratusan Anak Tampil Dengan Beragam seragam Saat Mengikuti Karnaval Yang Di Pusatkan Di Depan Halaman Polsek Kairatu Yang Di Lepaskan Secara Lansung Oleh Kepala Korwil Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Dan Juga Di Lepas Secara Lansung Oleh Kapolsek Kairatu Dalam Karnaval Budaya. 


Keceriaan Perserta Yang Di Rasakan Dalam Tampilan semakin Terasa Dengan Sorak-Sorak Orang Tua Dalam Mentuntun Dan Membimbing Setiap anak agar Bisa Berjalan Dengan Segala Baik Sesuai Dengan Rute Yang Sudah Di Tentukan. 


Rute Yang Di Lalui Dalam Karnaval Ini Berpusat Dari Polsek Kairatu Sampai finis Di Pasar Kairatu. 


Dalam penyampaian Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Muhamad Ma'ruf, S.Pd. Menyampaikan" Pihaknya bangga, Melihat Anak-Anak TK Dan Paud Se-Kecamatan Kairatu Yang Hari Ini Telah ikut Ambil Bagian Dalam Kegiatan Karnaval sebagai Bukti Semangat Kemerdekaan yang ditanamkan Sejak Usia Dini. 


Ma'ruf juga mengungkapkan rasa syukur serta Terimah Kasih Kepada Semua Dewan Guru Dan Orang Tua Siswa Yang Mana Telah Partisipasi Dalam Mengantar anak Anak mengikuti kegiatan dimaksud. 


Kegiatan Ini tidak Berakhir disini saja, Dan Berhenti di Saat Ini Tapi Nantinya Ketika Ada Kegiatan-Kegiatan Kelanjutan Bisa Juga Di Geral Dalam Kegiatan Karnaval


Kegiatan ini di Ikuti 9 Sekolah Yang Terdiri Dari TK Pembina Kairatu -TK Negeri Kamarian -TK Negeri Waimital-TK Drama Wanita Persatuan Kairatu-TK Kresten Yabok Paud Terpadu Kairatu Indah-Paud Kolaline Dusun Uraur Desa Kairatu Dan Beberapa TK Lainya Yang Turut Ambil Bagian Dalam Kegiatan Karnaval Dalam Menyongsong HUT RI Ke 81 Tahun. (Ogen. P) 

Selengkapnya

Api Pembakaran Sampah Membesar di Mangga Dua, Damkar Ambon Turunkan 2 Unit PMK

Agustus 15, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Aktivitas pembakaran sampah kembali memicu kebakaran di kawasan Mangga Dua, Kota Ambon, Sabtu (15/08/2026) pagi. Api yang muncul dari pembakaran sampah langsung mendapat respons cepat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon.


Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Kel. De Fretes kepada petugas sekitar pukul 08.25 WIT. Tak menunggu lama, personel Damkar langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 08.30 WIT.


Untuk menangani kebakaran, Damkar Ambon mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (PMK) dari Mako, dengan melibatkan 10 personel. Penanganan juga diperkuat oleh Platon A dan Platon B.


Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman terhadap titik-titik api yang membakar tumpukan sampah. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar ke area sekitar yang terdapat material mudah terbakar.


Petugas tidak hanya memadamkan kobaran api, tetapi juga memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.


Setelah proses pemadaman dan pemeriksaan lokasi dilakukan, kondisi akhirnya berhasil dikendalikan. Situasi dinyatakan aman pada pukul 08.45 WIT.


Dengan kondisi yang telah dipastikan aman, seluruh personel bersama dua unit armada yang dikerahkan kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke Mako.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembakaran sampah, meski dilakukan dalam skala kecil, tetap memiliki risiko apabila tidak diawasi. Api dapat dengan cepat membesar ketika berdekatan dengan tumpukan sampah kering, semak, maupun material lain yang mudah terbakar.


Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di lokasi yang berdekatan dengan permukiman atau bangunan.


Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Kecepatan laporan dan respons petugas menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT