Ambon, globaltimurnn.com - Tapal batas Taman Nasional Manusela masih berlanjut, hingga kini kedua belas Raja Pegunungan Seram utara bertemu kembali dengan gubernur Maluku guna membahas tapal batas taman Manusela.
Pertemuan ini di pimpin langsung oleh Asisten II Provinsi Maluku, turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Kepala BPKH wilayah Maluku, Kepala balai konservasi Hutan provinsi Maluku, Ketua DPRD Maluku Tengah, asisten 1 Setda Maluku Tengah, Kepala TNM Masohi, Kabag Tata Pemerintahan Kab. Maluku Tengah dan juga ke 12 belas Raja Negeri.
Dalam pertemuan tersebut ada banyak hal yang di sampaikan oleh pemerintah provinsi dalam kewenangannya, BPKH dalam kewenangannya, TNM dengan kewenangannya, para Raja juga datang dengan Tuntutan dan pernyataan sikap, sehingga terjadi dialog yang seru, ada beberapa hal yang di hasilkan dalam pertemuan tersebut di antaranya :
1. Pembentukan tim pelaksana Lapangan untuk melihat langsung batas TNM
2. Melakukan Rekonstruksi ulang di kawasan TNM guna memastikan Tuntutan dan pernyataan sikap dari ke 13 Negeri Penyangga.
Dari hasil pertemuan ini pemerintah provinsi, dan pemerintah Kabupaten akan melakukan tindakan cepat untuk mengatasi berbagai konflik dengan TNM sehingga yang menjadi tuntutan dan pernyataan sikap dari masyarakat bisa terjawab dengan baik.
Pembahasan itu pun muncul berbagai adu argumen hingga suasana rapat pun jadi tegang, menurut para Raja bahwa pihaknya datang dan hadir bersama dalam pertemuan bukan untuk bernegosiasi namun datang dengan tuntutan untuk segera mencabut secara totalitas TNM di wilayah hukum negeri adat negeri penyangga. Ujar salah satu Raja negeri adat yang ikut dalam pertemuan tersebut (Adrian)









