globaltimurnn.com


Jumat, 20 Februari 2026

Jaga Pertumbuhan Pakcoy, Lapas Saparua Lakukan Perawatan Rutin

Februari 20, 2026

Foto :  Jaga Pertumbuhan Pakcoy, Lapas Saparua Lakukan Perawatan Rutin

Saparua
, Globaltimurnn.com – Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua melaksanakan perawatan tanaman sayur pakcoy di area kebun belakang sebagai bagian dari optimalisasi lahan dan dukungan terhadap kebutuhan pangan internal. Kegiatan ini dilakukan secara rutin untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik hingga masa panen. Kamis, (19/02/2026).


Perawatan dilaksanakan melalui penyiraman secara merata dan terjadwal oleh warga binaan dengan pengawasan petugas. Setiap bedengan disiram secara menyeluruh guna menjaga kelembapan tanah dan memastikan pertumbuhan daun tetap segar. Selain itu, warga binaan juga membersihkan gulma serta merapikan area tanam agar kondisi kebun tetap terjaga.


Upaya ini dilakukan agar tanaman pakcoy dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang berkualitas. Hasilnya akan dimanfaatkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dapur Lapas Saparua, sehingga keberadaan kebun memberikan manfaat langsung bagi operasional sehari-hari sekaligus mendukung efisiensi anggaran.


Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan bahwa pengelolaan kebun merupakan langkah konkret dalam memaksimalkan potensi yang ada di dalam lapas. “Kami berupaya memanfaatkan lahan yang tersedia agar lebih produktif dan memberi kontribusi nyata bagi kebutuhan dapur. Kegiatan ini juga menjadi ruang pemberdayaan bagi warga binaan untuk terlibat langsung dalam aktivitas yang bermanfaat,” ungkapnya.


Melalui pengelolaan kebun yang konsisten dan terencana, Lapas Saparua terus mendorong terciptanya lingkungan yang produktif dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan bagi kebutuhan internal lapas. (Za)

Selengkapnya

Penuhi Kebutuhan Medis, Lapas Namlea Terima Bantuan Obat dan BMHP dari Dinkes Buru

Februari 20, 2026

Foto : Penuhi Kebutuhan Medis, Lapas Namlea Terima Bantuan Obat dan BMHP dari Dinkes Buru

Namlea
, Globaltimurnn.com – Kebutuhan medis pada klinik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea mendapat perhatian khusus dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buru setelah diberikan bantuan obat-obatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Bantuan tersebut diserahkan kepada petugas klinik pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty melalui penanggung jawab kefarmasian, alat kesehatan, dan PKRT Dinkes Kab. Buru, Jumat (20/02/2026).


Adapun bantuan obat-obatan yang diterima adalah 17 jenis obat-obatan dan BMHP yang terdiri dari obat antibiotik, analgesik, pereda nyeri, pencernaan, pernafasan, alergi, antiseptik, hingga multivitamin. 


“Sesuai dengan permintaan yang kami ajukan, hari ini kami terima bantuan obat dan alat medis yang akan dipakai untuk melengkapi kebutuhan obat di klinik kami,” ujar Fransky. 


Ia menjelaskan stok obat-obatan pada klinik Lapas harus selalu lengkap dan tersedia untuk keperluan perawatan kesehatan bagi warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan. Sehingga stok obat yang telah habis masa pakai atau kadarluarsa harus segera dipenuhi. “Ada sebagian jenis yang masih tersedia tetapi masih ada jenis-jenis lainnya yang sudah habis dan kami lakukan permintaan bantuan  kepada pihak Dinkes,” jelasnya. 


Sementara itu, pihak unit kefarmasian Dinkes, Nur Asma menyampaikan pemberian bantuan ini diserahkan kepada setiap instansi yang memiliki fasilitas kesehatan dan telah mempunyai ikatan kerja sama dengan Dinkes Kab. Buru khususnya Lapas Namlea. 


Dari kerja sama yang telah kami sepakati, setiap permintaan dari Lapas akan kami salurkan sesuai daftar obat yang dibutuhkan, kami harap bantuan ini bisa meningkatkan mutu layanan kesehatan di Lapas, harap Nur. 


Dilain kesempatan, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy mengatakan kebutuhan klinik Lapas Namlea  terus diperhatikan oleh pihaknya agar dapat memberikan layanan kesehatan memadai. 


“Kesehatan juga penting didalam Lapas, terutama untuk warga binaan yang harus kita jaga kondisi kesehatannya agar tetap prima dan sehat. Oleh karena itu, klinik juga harus siaga 24 jam dan lengkap dari segi obat dan alat penunjang medis agar setiap masalah kesehatan bisa tertanggulangi,” tegasnya.

(Za)

Selengkapnya

Babak Baru, Lima CPNS Lapas Saparua Ikuti Latsar Secara Daring

Februari 20, 2026

Foto : Babak Baru, Lima CPNS Lapas Saparua Ikuti Latsar Secara Daring

Saparua
, Globaltimurnn.com – Kanwil Ditjenpas Maluku, Lima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Lapas Kelas III Saparua resmi memulai Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang dilaksanakan secara daring terhitung sejak 20 Februari hingga 22 Mei 2026 sebagai bagian dari tahapan pembentukan ASN yang profesional dan berintegritas, Jumat (20/02/2026).


Pelaksanaan Latsar disusun melalui beberapa tahapan pembelajaran yang sistematis. Kegiatan diawali dengan pembelajaran mandiri untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara, kemudian dilanjutkan dengan Distance Learning I yang berisi pendalaman materi dan diskusi interaktif bersama pengajar. Tahapan berikutnya adalah seminar rancangan aktualisasi, di mana peserta memaparkan rencana aksi yang akan diterapkan di unit kerja masing-masing.


Setelah seminar rancangan, para CPNS melaksanakan aktualisasi di lingkungan kerja sebagai bentuk implementasi nilai dasar ASN dalam tugas sehari-hari. Proses ini kemudian diperkuat melalui Distance Learning II sebagai sarana refleksi dan pengayaan materi, sebelum akhirnya ditutup dengan seminar pelaksanaan aktualisasi sebagai bentuk laporan dan evaluasi atas program yang telah dijalankan.


Kepala Lapas Kelas III Saparua menyampaikan bahwa Latsar merupakan momentum penting dalam membangun karakter dan pola pikir ASN yang berorientasi pada pelayanan dan kinerja. “Saya berharap kelima CPNS dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, serta mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN dalam pelaksanaan tugas di Lapas Saparua,” ujarnya.


Salah satu peserta Latsar, Murham Hidawi Kaisuku, mengaku bersyukur dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut. “Bagi saya ini bukan sekadar pelatihan, tapi proses untuk benar-benar belajar jadi ASN yang disiplin dan bertanggung jawab. Saya ingin menjalani setiap tahap dengan serius dan bisa menerapkannya langsung dalam tugas sehari-hari di Lapas Saparua,” ujarnya.



Melalui kegiatan ini, diharapkan para CPNS mampu tumbuh menjadi insan pemasyarakatan yang adaptif, profesional, dan berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara optimal.

(Za)

Selengkapnya

Awal Ramadan, Program Perling Pastikan Warga Binaan Lapas Wahai Sehat Jalani Ibadah Puasa

Februari 20, 2026

Foto : Awal Ramadan, Program Perling Pastikan Warga Binaan Lapas Wahai Sehat Jalani Ibadah Puasa

Wahai
, Globaltimurnn.com — Memasuki hari-hari awal Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus berikan pelayanan kesehatan optimal bagi Warga Binaan. Melalui program Perawatan Keliling (Perling), petugas kesehatan secara rutin turun langsung ke blok hunian untuk memantau kondisi fisik Warga Binaan, khususnya di awal pelaksanaan ibadah puasa, Jumat (20/02/2026).


Program ini menjadi langkah nyata dalam memastikan setiap Warga Binaan tetap dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian ibadah Ramadan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, konsultasi keluhan ringan, hingga pemberian edukasi terkait pola makan sahur dan berbuka yang sehat.


Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan Perling menjadi upaya preventif agar Warga Binaan menjalani puasa dengan aman dan nyaman. “Di awal puasa ini, kami lebih intens melakukan pemantauan. Selain pemeriksaan dasar, kami juga memberikan edukasi agar Warga Binaan menjaga asupan nutrisi saat sahur dan berbuka sehingga kondisi tubuh tetap stabil selama Ramadan,” terangnya.


Salah satu Warga Binaan berinisial SP merasa terbantu dengan adanya layanan tersebut. Ia menyampaikan perhatian petugas membuat dirinya lebih tenang dalam menjalani puasa. “Kami merasa diperhatikan karena petugas datang langsung ke blok untuk memeriksa kesehatan kami. Jadi, kami lebih siap dan tenang menjalani ibadah,” ungkapnya.


Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan layanan kesehatan merupakan bagian penting dari pembinaan dan pemenuhan hak dasar Warga Binaan. “Kesehatan Warga Binaan adalah prioritas. Di awal Ramadan ini, kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan menjalankan ibadah puasa dalam kondisi yang prima. Perling menjadi wujud pelayanan yang humanis dan berkesinambungan,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi konsistensi pelayanan kesehatan yang dilaksanakan. “Pelayanan kesehatan adalah hak dasar Warga Binaan. Saya mengapresiasi Lapas Wahai yang tetap aktif menghadirkan program Perling, terutama di momen awal Ramadan ini,” pujinya.


Melalui Perling, Lapas Wahai berharap seluruh Warga Binaan menjalani ibadah puasa dengan sehat, aman, dan tetap semangat mengikuti seluruh program pembinaan yang telah dijadwalkan. (Za)

Selengkapnya

Kamis, 19 Februari 2026

LPKA Ambon Laksanakan Penggeledahan Rutin, Hasil Nihil

Februari 19, 2026

Foto : LPKA Ambon Laksanakan Penggeledahan Rutin, Hasil Nihil

Ambon
, Globaltimurnn.com – LPKA Kelas II Ambon melaksanakan penggeledahan rutin pada Jumat (20/02/2026) guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasi Pengawasan dan Penegakan Disiplin (Wasgakin), Safah, bersama jajaran Wasgakin serta peserta magang Batch III dari Kementerian Ketenagakerjaan.


Penggeledahan dilaksanakan secara menyeluruh pada wisma hunian Anak Binaan, area sekitar lingkungan LPKA, serta pemeriksaan badan. Pelaksanaan kegiatan tetap mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan sesuai standar operasional prosedur.


Berdasarkan hasil pelaksanaan penggeledahan, tidak ditemukan barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Hasil penggeledahan nihil dan situasi LPKA terpantau aman serta terkendali.


Safah menegaskan bahwa penggeledahan rutin merupakan langkah deteksi dini dalam mencegah potensi gangguan kamtib.


“Kegiatan ini adalah komitmen kami menjaga lingkungan tetap aman dan tertib. Pengawasan dilakukan secara konsisten dan terukur, dan hari ini hasilnya nihil,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala LPKA Ambon, Kurniawan Wawondos, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan tugas yang berjalan baik.


“Keamanan merupakan fondasi utama dalam proses pembinaan. Dengan situasi yang aman dan kondusif, program pembinaan dapat berjalan optimal. Saya mengapresiasi jajaran yang konsisten melaksanakan penggeledahan rutin sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan gangguan kamtib di Kota Ambon,” tegasnya.


Melalui pelaksanaan penggeledahan rutin ini, LPKA Kelas II Ambon terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif. Upaya deteksi dini yang dilaksanakan secara berkelanjutan diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan serta mendukung optimalisasi program pembinaan bagi seluruh Anak Binaan. (Za)

Selengkapnya

BPD Palang Balai Desa Maloang, Jalan-nya Musdes Tidak Sesuai Prosedur, Kades Diduga Tabrak Aturan

Februari 19, 2026

Foto : BPD Palang Balai Desa Maloang, Jalan-nya Musdes Tidak Sesuai Prosedur, Kades Diduga Tabrak Aturan

Maloang
, Globaltimurnn.com - Sekertaris BPD dan Wakil Ketua BPD Desa Maloang, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, palang Balai Desa. 


Pemalangan Balai Desa ini dilakukan pagi ini sekitar pukul 08 : 00 Wit, dengan menggunakan sejumlah bahan kayu rep. Jumat 20/02/2026


Informasi ini diterima dari Sekertaris BPD Desa Maloang Aprina Warahuwena kepada awak Media pagi tadi lewat telpon selurer-nya menyampaikan" Ada tiga hal penting yang menjadi alasan penting bagi BPD tidak menyetujui adanya Musdes tersebut yakni :

1. Musdes tersebut tidak tertuang dalam APBdes tahun anggaran 2025.


2. Diduga kuat adanya pemalsuan tanda tangan Sekertaris BPD yang di lakukan Kepala Desa pada salah satu dokumen. 


3. Diduga Kades melakukan penggelapan uang operasional BPD tahun anggaran 2025 sebesar Rp. 5.791.100,- (lima juta tujuh ratus sembilan puluh satu ribu, seratus rupiah). 


Menurutnya" Musdes adalah rana BPD, bukan rana Kades, bahkan Camat sekalipun, karena Camat hanyalah sebagai tamu undangan, lebih ganjil lagi, anggota BPD tidak punya kewenangan menjalankan Musdes tanpa persetujuan ataupun rekomendasi dari pimpinan, baik Ketua, Wakil, Bendahara ataupun Sekertaris. Jelasnya


Dikatakan-nya" Walaupun BPD secara kolektif, namun tidak secara kolegial, dan sebelum melaksanakan hal tersebut mestinya ada musyawarah BPD terlebih dahulu dan itu atas persetujuan ketua, wakil dan Sekertaris sebagai pimpinan utama BPD. 


Musdes yang dilaksanakan oleh oknum anggota BPD dengan Kades itu merupakan Musdes yang sepihak dan tidak sesuai prosedur, dinilai tabrak aturan dan cacat hukum. 


Dijelaskan-nya" Fungsi BPD adalah fungsi kontrol, dan fungsi pengawasan, terhadap anggaran Dana Desa termasuk mengawasi kinerja Kepala Desa yang diatur dalam UU No. 3 dan Permendagri No. 110.


Sementara Kades sedang ada dalam proses hukum atas sejumlah temuan dugaan penyalahgunaan ADD/DD yang kini sudah sampai ke pemeriksaan kusus Inspektorat Kab. SBB


Hal ini menunjukan buruknya kinerja Kades menjadi Kepala Desa selama ini, masyarakat sudah resah atas sikap dan perilaku Kades terhadap pengelolaan DD/ADD selama ini. 


Sementara Kades Maloang Marthen Latulariuw yang dihubungi Via pesan Whatsapp-nya sepintas menjelaskan bahwa" Yang palang kantor adalah Sekertaris BPD dan Wakil BPD, sementara yang menjalankan Musdes adalah 2 anggota BPD, sementara Ketua BPD sudah di ambon kurang lebih 2 tahun ini. Ungkap Kades (Tim) 

Selengkapnya

Warga Binaan Lapas Wahai Perdalam Membaca Al-Qur’an di Bulan Suci Ramadan

Februari 19, 2026

Foto : Warga Binaan Lapas Wahai Perdalam Membaca Al-Qur’an di Bulan Suci Ramadan

Wahai
, Globaltimurnn.com - Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggelar kegiatan keagamaan intensif melalui metode pembelajaran halaqah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid At-Taubah dan diikuti seluruh Warga Binaan Muslim dengan bimbingan dan pengawasan petugas, Jumat (20/02/2026).


Petugas subseksi pembinaan, Rahmatsyah Latif Ode, menyampaikan metode halaqah dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur’an para Warga Binaan. Dalam konteks pembinaan kerohanian selama bulan puasa, metode ini menghadirkan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan mendalam. 


“Setiap kelompok dipandu seorang pembimbing yang membantu peserta melafalkan ayat-ayat suci dengan benar. Metode halaqah memungkinkan mereka belajar secara berkelompok dengan duduk melingkar sehingga tercipta suasana belajar yang lebih fokus dan kebersamaan yang kuat,” jelas Rahmatsyah.


Lulusan pesantren itu menambahkan Warga Binaan yang telah mampu membaca Al-Qur’an turut berperan membantu rekan-rekan yang belum lancar. "Meski fasilitas dan tenaga pengajar terbatas, semangat belajar tetap tinggi karena adanya kolaborasi dan saling mengajar di antara mereka," terang Rahmatsyah.


Antusiasme juga disampaikansalah satu Warga Binaan berinisial LR. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga baginya untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an. 


“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat. Bagi saya pribadi, ini jadi kesempatan untuk belajar lebih baik lagi, terutama dalam memperbaiki tajwid dan kelancaran membaca. Teman-teman yang sudah lebih dulu paham juga dengan sabar mengajari kami yang masih kurang, Jadi, kami saling mendukung dan sama-sama belajar. Semoga apa yang kami lakukan di sini membawa kebaikan dan menjadi bekal baik bagi kami," harap LR.


Terpisah, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan esensi dari kegiatan yang berfokus pada peningkatan keterampilan membaca kitab suci tersebut sejatinya membangun karakter serta kesadaran spiritual dan moralitas bagi Warga Binaan. 


"Diharapkan kegiatan ini menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat dan setelah menjalani masa pembinaan di Lapas. Kami terus berkomitmen untuk mengembangkan program pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan sehingga mereka menjalani proses rehabilitasi sosial dengan mendapatkan manfaat spiritual berkelanjutan," harapnya. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT