globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Sabtu, 26 September 2026

Maluku Tampilkan Produk Unggulan di Kriyanusa 2026

September 26, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com - Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku berpartisipasi dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (26/9/2026).


Kriyanusa 2026 yang berlangsung hingga 30 September 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran ini menjadi ruang promosi bagi berbagai produk kerajinan dan UMKM dari daerah di Indonesia, termasuk produk unggulan Maluku.


Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Ny. Maya Baby Lewerissa, hadir bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Jais Ely, S.T., M.Si., serta jajaran pengurus Dekranasda dan Disperindag Maluku.


Pada Paviliun Maluku, ditampilkan berbagai produk unggulan daerah, antara lain kain tenun ikat khas Maluku, produk kuliner kemasan, serta kerajinan tangan yang memanfaatkan potensi alam lokal. Produk-produk tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing UMKM Maluku.


Paviliun Maluku juga mendapat kunjungan Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran Rakabuming, bersama Sekretaris Jenderal Dekranas dan jajaran Direktur Jenderal Kementerian Perindustrian RI. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ny. Maya Baby Lewerissa dan Kadis Perindag Maluku.


Dalam kesempatan tersebut, Ny. Maya Baby Lewerissa menjelaskan sejumlah produk yang ditampilkan sekaligus menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian terhadap produk kerajinan Maluku.


"Kami sangat bangga dan bersyukur atas apresiasi serta kunjungan Ibu Ketua Umum Dekranas beserta rombongan Kementerian Perindustrian di paviliun Provinsi Maluku. Kunjungan ini menjadi dorongan semangat yang luar biasa bagi kami dan para pelaku usaha UMKM untuk terus berinovasi," ungkap Ny. Maya Baby Lewerissa di sela-sela kegiatan.


Ia mengatakan, keikutsertaan Maluku dalam Kriyanusa 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar dan membangun jejaring bagi pelaku UMKM dan perajin daerah.


"Partisipasi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan strategi pemasaran daerah untuk memperkuat citra dan daya saing produk Maluku. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara Disperindag, Dekranasda, serta dukungan Dekranas Pusat dan Kemenperin RI, kami optimistis UMKM Maluku mampu naik kelas dan menembus pasar global," tegasnya.


Pembukaan Kriyanusa 2026 dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi se-Indonesia dan diisi sejumlah agenda, antara lain laporan Ketua Panitia, sambutan Ketua Umum Dekranas, pertunjukan Tari Gending Sriwijaya, serta peragaan busana Fashion Show “Swarna Wastra Sriwijaya”.


Keikutsertaan Maluku dalam Kriyanusa 2026 menjadi bagian dari langkah Pemprov Maluku dan Dekranasda dalam memperkenalkan produk lokal, memperluas jaringan pemasaran, serta mendorong UMKM daerah agar semakin berkembang dan memiliki akses pasar yang lebih luas. (Rdks) 

Selengkapnya

Penataan Parkir di Pasar Mardika Diklaim Dukung UMKM dan Tata Kawasan

September 26, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Polemik pembangunan fasilitas area parkir di kawasan aliran sungai Pasar Mardika mendapat penjelasan dari Kodam XV/Pattimura. Kapendam XV/Pattimura Letkol Inf Adi Swastika menegaskan, pembangunan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai tempat kendaraan, tetapi merupakan bagian dari penataan kawasan yang diarahkan untuk mendukung aktivitas pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Penjelasan itu disampaikan sebagai hak jawab atas berbagai pemberitaan dan aspirasi masyarakat yang berkembang terkait pembangunan fasilitas di kawasan Pasar Mardika.


Menurut Kapendam, penataan kawasan diperlukan mengingat Pasar Mardika merupakan salah satu titik dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Aktivitas perdagangan, kendaraan, angkutan umum, hingga kegiatan masyarakat lainnya berlangsung hampir bersamaan di kawasan tersebut.


Karena itu, keberadaan area yang tertata dinilai dapat membantu memisahkan aktivitas kendaraan dengan kegiatan perdagangan, sekaligus mengurangi penggunaan badan jalan yang tidak semestinya untuk aktivitas jual beli.


Penataan area kawasan tersebut diperlukan agar aktivitas perdagangan masyarakat dapat berlangsung secara lebih teratur dan nyaman, tanpa mengabaikan fungsi ruang publik seperti akses masyarakat, kebersihan, serta kelancaran lalu lintas, jelas Letkol Inf Adi, Sabtu (26/09/2026).


Ia mengatakan, penataan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan kawasan Pasar Mardika yang lebih tertib sekaligus mengurangi potensi munculnya persoalan sosial dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Kapendam menyebut, Pasar Mardika bukan hanya kawasan perdagangan, tetapi juga menjadi salah satu pusat pergerakan masyarakat karena terdapat terminal dengan berbagai trayek angkutan umum serta sejumlah aktivitas pendukung lainnya.


Kawasan Pasar Mardika merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dengan mobilitas yang cukup tinggi, selain kawasan ekonomi warga dan terminal besar dari berbagai trayek angkutan umum. Ditambah lagi adanya tempat hiburan, dengan penataan ini pelan-pelan kita ubah menjadi citra positif, ujarnya.


Menanggapi adanya klaim bahwa pembangunan tersebut berpotensi melanggar ketentuan tata ruang maupun sempadan sungai, Kapendam mengatakan persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan kondisi faktual dan dokumen yang berlaku.


Ia menyebut, untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap posisi pembangunan, garis sempadan sungai, rencana tata ruang, serta dokumen dan ketentuan perizinan yang berkaitan dengan pembangunan tersebut.


Menurutnya, pembahasan mengenai penataan kawasan juga perlu melihat kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang membutuhkan ruang untuk menjalankan dan mengembangkan aktivitas ekonomi.


“Kami mengajak seluruh pihak untuk membangun bersama demi Maluku jadi lebih baik,” ajaknya.


Kapendam menambahkan, aspek lingkungan juga menjadi salah satu perhatian dalam penataan kawasan tersebut. Potensi sedimentasi dan penumpukan sampah, terutama ketika memasuki musim penghujan, disebut telah menjadi bagian dari pertimbangan teknis.


Mitigasi dilakukan melalui pengelolaan drainase, pengendalian limpasan air, pengelolaan sampah, hingga pemeliharaan kawasan secara berkala.


Ia menegaskan, pemeliharaan aliran sungai di kawasan tersebut selama ini juga dilakukan secara rutin oleh pihak Kodam XV/Pattimura.


Selama ini juga, sungai tersebut secara rutin dirawat dan dibersihkan oleh pihak Kodam, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di bagian hilir sungai, tegasnya.


Kapendam menilai pembangunan fasilitas parkir tidak seharusnya dilihat sebagai proyek yang berdiri sendiri. Menurut dia, area parkir, penataan pedagang, UMKM, akses masyarakat, kebersihan, hingga pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari satu kesatuan penataan kawasan.


Dengan kawasan yang lebih tertib, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman, sementara mobilitas kendaraan dan masyarakat dapat diatur dengan lebih baik.


Namun demikian, penataan kawasan tetap harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap ketentuan tata ruang, perlindungan fungsi sungai, serta pengelolaan lingkungan.


Karena itu, berbagai kritik dan kekhawatiran yang disampaikan masyarakat dinilai dapat menjadi masukan dalam memastikan pembangunan berjalan dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan kepentingan publik.


“Karena sejatinya pemanfaatan ruang sebesar-besarnya untuk kepentingan publik,” pungkasnya. (Za)

Selengkapnya

Semarak HUT Ke-81 TNI, Kodam XV/Pattimura Gelar Turnamen Tenis Meja Piala Panglima TNI

September 26, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Kodam XV/Pattimura menggelar Turnamen Tenis Meja Piala Panglima TNI di Aula Slamet Riyadi, Makorem 151/Binaiya, Urimesing, Kota Ambon, Kamis (24/09/2026).


Turnamen tersebut dibuka dengan dihadiri Kepala Staf Kodam (Kasdam) XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga Minggu (27/09/2026), dengan melibatkan peserta dari berbagai kategori.


Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, turnamen ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarpeserta, meningkatkan prestasi olahraga, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan atlet tenis meja.


Pembukaan kegiatan turut dihadiri Dankodaeral IX/Ambon, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Irdam XV/Pattimura, Danrindam XV/Pattimura, serta Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengprov PTMSI) Maluku, Hong Arta John Alfred.


Dalam kesempatan tersebut, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung membacakan amanat Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han.


Dalam amanatnya, Pangdam menekankan agar seluruh peserta menjadikan turnamen bukan semata-mata sebagai ajang meraih kemenangan, tetapi juga sebagai momentum membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antaratlet.


Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, serta tetap memperhatikan faktor keamanan selama kegiatan berlangsung, demikian pesan Pangdam dalam amanatnya.


Sebagai simbol dimulainya pertandingan, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko bersama Dankodaeral IX/Ambon melakukan pemukulan bola pertama.


Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang tersebar dalam enam kategori pertandingan. Kategori instansi menjadi kategori dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 64 orang. Sementara kategori eksekutif dan SMP putra masing-masing diikuti 32 peserta.


Untuk kategori pelajar tingkat SMA, sebanyak 38 peserta mengikuti nomor SMA putra. Adapun kategori SMA putri dan SMP putri masing-masing diikuti 10 peserta.


Melalui turnamen tersebut, Kodam XV/Pattimura berharap semangat olahraga, kebersamaan, dan sportivitas dapat terus tumbuh sekaligus menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 TNI di wilayah Maluku. (Za)

Selengkapnya

Jumat, 25 September 2026

Fredikson Salawangi: Panitia Natal Nasional GMKI 2026 Siap Bekerja dan Berkolaborasi

September 25, 2026


TOBELO
, Globaltimurnn.com — Ketua GMKI Cabang Tobelo, Fredikson Salawangi, S.IP., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Pusat GMKI atas kepercayaan yang diberikan kepada BPC GMKI Wilayah XV untuk menjadi pelaksana penyelenggaraan Natal Nasional GMKI Tahun 2026.


Pernyataan tersebut disampaikan Fredikson saat memberikan ucapan selamat datang dalam kegiatan Pelantikan Panitia Natal Nasional GMKI Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Hotel Marahai Park Tobelo, Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (26/9/2026).


Fredikson menjelaskan, rangkaian kegiatan Natal Nasional GMKI 2026 direncanakan dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Kabupaten Pulau Morotai, Jailolo Halmahera Barat dan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara.


Menurutnya, setelah panitia resmi dilantik, seluruh unsur panitia bersama BPC GMKI di Wilayah XV diharapkan dapat membangun kerja sama dan koordinasi yang baik.


“Kerja sama dan kekompakan yang solid sangat dibutuhkan agar seluruh rangkaian kegiatan Natal Nasional ini dapat terlaksana dengan sukses dan berjalan dengan lancar,” ujar Fredikson yang akrab disapa "Sole."


Fredikson juga menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan Pengurus Pusat GMKI merupakan sebuah tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan dengan penuh komitmen.


Karena itu, Fredikson mengajak seluruh panitia dan kader GMKI di Wilayah XV untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi serta berkontribusi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam mempersiapkan seluruh rangkaian Natal Nasional GMKI 2026.


Kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Sekda Halut Drs. E.J. Papinya, M.TP., Ketua Sinode GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, S.H., M.Th., KBO Intelkam Polres Halut Ipda Iwan Hady, S.H., para pimpinan OPD, Pengurus Pusat GMKI Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum, Koordinator Wilayah XV GMKI Maluku Utara, pengurus GMKI Cabang Tobelo serta tamu undangan lainnya. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Panitia Natal Nasional GMKI 2026 Resmi Dilantik di Halmahera Utara

September 25, 2026


TOBELO
, Globaltimurnn.com — Panitia Natal Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tahun 2026 resmi dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Marahai Park Tobelo, Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (26/9/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Sekda Halut Drs. E.J. Papinya, M.TP., Ketua Sinode GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, S.H., M.Th., KBO Intelkam Polres Halut Ipda Iwan Hady, S.H., para pimpinan OPD, Pengurus Pusat GMKI, Konsultasi Wilayah XV GMKI Maluku Utara, BPC GMKI Halmahera Utara, perwakilan GMKI Maluku Utara serta tamu undangan lainnya. 


Ketua Cabang GMKI Halmahera Utara, Fredikson Salawangi, S.IP., dalam ucapan selamat datang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Pusat GMKI atas kepercayaan kepada BPC Wilayah XV sebagai pelaksana penyelenggaraan Natal Nasional GMKI.


Ia menyampaikan bahwa rangkaian Natal Nasional GMKI 2026 direncanakan berlangsung di beberapa lokasi, termasuk Kabupaten Pulau Morotai,  Jailolo dan Tobelo. Karena itu, diperlukan kerja sama dan kekompakan seluruh panitia serta BPC GMKI di Wilayah XV agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.


Sementara itu, Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat GMKI atas kepercayaan menjadikan Halmahera Utara sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Natal Nasional GMKI 2026.


Bupati juga mengungkapkan bahwa GMKI bukanlah organisasi yang asing baginya. Ia menyampaikan telah aktif sebagai kader GMKI sejak tahun 1982 di Cabang Makassar dan nilai-nilai organisasi tersebut terus dipegang hingga saat ini.


Menurutnya, proses pembinaan di GMKI turut membentuk kapasitas, keberanian, ketangguhan dan kepemimpinan dalam dirinya. Karena itu, nilai “Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, dan Tinggi Pengabdian” diharapkan terus menjadi landasan bagi setiap kader dalam berpikir, bersikap dan bertindak.


Bupati juga mengajak seluruh kader GMKI untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah berbagai dinamika dan perbedaan dengan menjunjung semangat “Ut Omnes Unum Sint” atau agar semuanya menjadi satu.


Selain itu, kader GMKI diharapkan mampu menjadi teladan, memiliki daya kritis yang konstruktif terhadap berbagai fenomena sosial serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.


Sebagai Bupati sekaligus kader senior GMKI, Piet Hein Babua menegaskan komitmennya untuk mengerahkan potensi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara guna menyukseskan penyelenggaraan Natal Nasional GMKI Tahun 2026.


“Mari kita saling bekerja sama, berkoordinasi dengan baik, dan menjaga kepercayaan yang telah diamanatkan ini,” ujarnya. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Jejak yang Tak Pernah Hilang: Menyusuri Tanah Leluhur Dr. Johannes Leimena

September 25, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Langkah kaki menyusuri tanah Negeri Ema, Kota Ambon, pada Jumat (25/9/2026), menjadi bagian dari perjalanan untuk kembali mengenang sosok dan perjuangan Dr. Johannes Leimena, Pahlawan Nasional asal Maluku. 


Melalui kegiatan Wisata Sejarah Napak Tilas Kepahlawanan Dr. Johannes Leimena, peserta tidak sekadar diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat jejak perjuangan, nilai pengabdian, serta warisan luhur yang ditinggalkan salah satu putra terbaik Maluku tersebut.


Kegiatan yang mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan diselenggarakan bersama Komunitas Timur Menulis itu mengambil sejumlah lokasi yang berkaitan dengan perjalanan hidup Dr. Johannes Leimena, termasuk Negeri Ema yang menjadi tanah kelahiran dan bagian penting dari akar sejarah sang pahlawan. 


Di tempat tersebut, perjalanan sejarah dipertemukan dengan kehidupan masyarakat dan generasi muda, sehingga kisah tentang Leimena tidak hanya hadir melalui tulisan atau cerita, tetapi dapat dirasakan secara langsung melalui jejak tanah leluhurnya.


Bagi peserta, napak tilas tersebut menjadi pengalaman untuk memahami bahwa sejarah bukan sekadar rangkaian nama dan peristiwa yang tersimpan di dalam buku. Setiap tempat memiliki cerita, setiap jejak menyimpan kenangan, dan setiap warisan sejarah memiliki nilai yang perlu dijaga. 


Karena itu, perjalanan ini sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan nilai cinta tanah air, persatuan, pengabdian, dan keadilan yang menjadi bagian dari semangat perjuangan Dr. Johannes Leimena.


Dr. Johannes Leimena bukan hanya dikenal sebagai tokoh dalam perjalanan sejarah Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Maluku dan anak bangsa dari kawasan Timur Indonesia. Pengabdiannya menjadi bagian dari perjalanan bangsa dalam membangun persatuan di tengah keberagaman Nusantara. 


Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak melihat bahwa perjuangan seorang tokoh tidak berhenti ketika ia meninggalkan dunia, tetapi dapat terus hidup selama nilai-nilai perjuangannya dikenang dan diteruskan.


Ketua Komunitas Timur Menulis, Soleman Pelu, mengatakan dukungan Kementerian Kebudayaan RI menjadi bagian penting dalam mewujudkan kegiatan pelestarian sejarah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini juga tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan masyarakat, tokoh agama, para dewan guru, serta peserta didik di Negeri Ema.


“Kami berterima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI atas dukungan yang memungkinkan kegiatan pelestarian sejarah ini terwujud. Bersama Komunitas Timur Menulis, Bapa Pendeta, para dewan guru, PAUD, SD dan SMP 18 Negeri Ema, kami ingin sejarah tidak hanya tertulis di buku, tetapi dihayati, dirasakan, dan diwariskan,” ujar Soleman Pelu.


Kehadiran peserta di Negeri Ema juga mendapat sambutan hangat dari Ibu Raja Negeri Ema, Janse Tresia Leimena, bersama masyarakat setempat. Sambutan tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk menjaga warisan sejarah dan budaya yang melekat pada tanah leluhur Dr. Johannes Leimena.


Bagi masyarakat Negeri Ema, menjaga ingatan tentang Leimena bukan hanya tentang mengenang seorang tokoh, tetapi juga merawat cerita, nilai, dan identitas yang diwariskan kepada generasi berikutnya. 


Karena itu, kegiatan wisata sejarah tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal sejarah daerahnya sendiri.


Diharapkan, wisata sejarah ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan agar nama dan semangat Dr. Johannes Leimena terus hidup di hati generasi penerus, dan kekayaan budaya serta sejarah Maluku semakin dikenal, dicintai, dan dijaga bersama, ungkap Janse Tresia Leimena.


Menariknya, perjalanan napak tilas tersebut tidak berhenti setelah peserta menyusuri jejak sejarah sang pahlawan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui pementasan atau Panggung Bebas Napak Tilas dengan tema Semesta Raya Sastra 1.0. Panggung ini menjadi ruang bagi peserta dan komunitas untuk menerjemahkan pengalaman sejarah yang mereka dapatkan selama perjalanan ke dalam bentuk ekspresi seni dan sastra.


Melalui panggung tersebut, kisah masa lalu kemudian dipertemukan dengan kreativitas generasi masa kini. Sejarah yang sebelumnya hadir melalui jejak tempat dan cerita masyarakat kembali dihidupkan melalui kata, sastra, pertunjukan, dan ekspresi kebudayaan. 


Dengan demikian, napak tilas tidak hanya menjadi perjalanan untuk melihat kembali masa lalu, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun hubungan antara sejarah, pendidikan, kebudayaan, dan kreativitas anak muda.


Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian sejarah dapat dilakukan dengan banyak cara. Tidak hanya melalui buku, museum, atau situs sejarah, tetapi juga melalui perjalanan langsung, keterlibatan masyarakat, pendidikan, sastra, dan seni. Ketika generasi muda diberikan kesempatan untuk datang, melihat, mendengar, merasakan, dan kemudian menceritakan kembali sejarah, ingatan tentang para pendahulu akan memiliki ruang untuk terus hidup.


Dari Negeri Ema, tanah yang menyimpan bagian dari perjalanan Dr. Johannes Leimena, pesan kepahlawanan kembali disampaikan kepada generasi hari ini. Menginjak tanah leluhur bukan hanya tentang menelusuri masa lalu, tetapi juga tentang memahami nilai yang diwariskan dan menjadikannya sebagai bekal untuk menatap masa depan.


Melalui dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, kolaborasi Komunitas Timur Menulis, serta keterlibatan masyarakat, tokoh agama, tenaga pendidik, dan peserta didik Negeri Ema, Wisata Sejarah Napak Tilas Kepahlawanan Dr. Johannes Leimena diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan sejarah sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya dan sejarah Maluku.


Sebab, seorang pahlawan akan terus hidup bukan hanya karena namanya tertulis dalam sejarah, tetapi karena semangat dan nilai perjuangannya terus dikenang, diceritakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Za)

Selengkapnya

Dankodaeral IX dan Uskup Amboina Resmikan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga di Kesatrian TNl AL Tawiri

September 25, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., bersama Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra, meresmikan dan memberkati Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga di Kesatrian TNl AL Tawiri Kodaeral IX, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat (25/9/2026).


Peresmian rumah ibadah tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Kodaeral IX, khususnya umat Katolik, sekaligus menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung pembinaan kehidupan rohani prajurit dan keluarga. 


Kehadiran gereja ini juga diharapkan semakin memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan TNI AL dan masyarakat.


Dalam sambutannya, Dankodaeral IX menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga. Menurutnya, rumah ibadah tidak hanya memiliki fungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman dan pembentukan karakter umat.


“Gereja ini bukan sekadar bangunan batu dan semen, melainkan rumah doa, tempat pertemuan umat dengan Tuhan, serta lambang persekutuan iman yang hidup,” ujar Dankodaeral IX.


Ia menambahkan, penggunaan nama Santo Aloysius Gonzaga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk meneladani nilai-nilai kerendahan hati, ketulusan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama.


“Gereja di lingkungan TNI Angkatan Laut ini memiliki makna penting dalam memperkuat kerohanian prajurit, menumbuhkan kerukunan, serta mempererat persaudaraan antarumat beragama. Mari kita jaga kebersamaan dan jadikan tempat ibadah ini sebagai sumber kedamaian bagi semua,” tegasnya.


Sementara itu, Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dankodaeral IX serta seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya pembangunan gereja tersebut.


Ia menjelaskan, pembangunan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga telah melalui proses yang panjang dan merupakan kelanjutan dari rintisan para pimpinan Kodaeral sebelumnya. Karena itu, peresmian gereja tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pembinaan kehidupan iman umat Katolik di lingkungan Kodaeral IX.


Mgr. Seno Ngutra juga mengajak seluruh umat untuk terus memelihara semangat persaudaraan dan saling menghormati di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun kehidupan yang harmonis, saling menghargai, dan penuh kasih.


Apresiasi serupa disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, Dominggus Nicodemus Kaya.


Gubernur Maluku menilai peresmian dan pemberkatan gereja tersebut memiliki makna penting bagi kehidupan rohani keluarga besar Kodaeral IX maupun masyarakat di sekitarnya. 


Kehadiran rumah ibadah diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk membangun dan memperkokoh iman, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kasih, memperkuat pelayanan, serta menghadirkan kedamaian, pengharapan, dan persaudaraan.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.


Dengan hadirnya rumah ibadah tersebut, pembinaan mental dan spiritual prajurit serta keluarga besar Kodaeral IX diharapkan semakin kuat. Pada saat yang sama, gereja ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam merawat toleransi, memperkokoh persaudaraan, dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Maluku.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Danlanud Pattimura, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, perwakilan unsur Forkopimda Maluku dan Kota Ambon, Asintel Danguspurla Koarmada III, para Pejabat Utama Kodaeral IX dan tamu undangan lainnya. (

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT