globaltimurnn.com



Minggu, 16 Agustus 2026

HUT ke-81 RI, Bodewin Wattimena Janjikan Pembayaran TPP dan ADD Dua Bulan

Agustus 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Ambon menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Ambon untuk kembali memperkuat semangat kerja dan pelayanan aparatur kepada masyarakat.


Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., dalam keterangannya usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/08/2026), menyampaikan kabar yang diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pemerintahan desa/negeri di Kota Ambon.


Bodewin menyebutkan, pemerintah kota memberikan perhatian terhadap pembayaran hak-hak aparatur, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN serta Alokasi Dana Desa (ADD) selama dua bulan.


“Bapak dan Ibu sekalian, ada bonus dari saya dan Ibu Wakil Wali Kota untuk seluruh ASN dan desa/negeri di Kota Ambon dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ini,” ujar Bodewin.


Ia menjelaskan, pembayaran tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memenuhi hak aparatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kebijakan itu sekaligus diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan agar seluruh jajaran pemerintahan semakin bersemangat menjalankan tugas.


Menurut Bodewin, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan dan pengabdian kepada masyarakat.


“Kita harus tetap semangat bekerja, disiplin, dan berdedikasi. Karena itulah kehadiran kita di Kota Ambon sebagai ASN, untuk bekerja dengan baik,” tegasnya.


Ia mengingatkan seluruh ASN agar menjadikan momentum kemerdekaan sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas kinerja. Setiap aparatur, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik sesuai tugas dan kemampuan masing-masing.


Bodewin juga berharap semangat tersebut dapat terus dijaga dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kota Ambon.


“Mudah-mudahan semangat kemerdekaan ini membuat kita semua terus bekerja dengan kemampuan yang ada, sehingga Kota Ambon semakin baik,” katanya.


Terkait pemberian hak kepada aparatur maupun pemerintah desa/negeri, Bodewin memastikan seluruhnya tetap mengacu pada aturan yang berlaku.


“Kalau soal hak-hak kita, kita berikan sesuai aturan. Jadi kalau ada yang diberikan, itu sesuai aturan,” jelasnya.


Ia pun mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon untuk tidak menjadikan peringatan HUT ke-81 RI hanya sebagai momentum perayaan, tetapi sebagai pengingat akan pentingnya tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan melalui pelayanan publik dan kerja nyata.


“Semangat bekerja harus tetap dijaga. Kita bersama-sama membangun Kota Ambon agar semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Za)

Selengkapnya

Momen HUT ke-81 RI, Wakil Bupati Halut Hadiri Penyerahan Remisi Umum bagi Warga Binaan Lapas Tobelo

Agustus 16, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lapas Kelas IIB Tobelo menggelar acara pemberian Remisi Umum kepada narapidana serta pengurangan masa pidana bagi anak binaan, Senin (17/8/2026), di Auditorium Lapas Kelas IIB Tobelo, Desa Gorua Utara, Kecamatan Tobelo Utara.

 

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi Ahmad, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Ramdhani Akbar, S.I.P., perwakilan Kapolres Halut, perwakilan Kajari Halut, Kepala Lapas Kelas IIB Tobelo Donni Isa Hermawan A.Md.IP.S.H.,Msi, jajaran staf Lapas, warga binaan, serta tamu undangan lainnya. 

 

Dalam laporannya, Kalapas Tobelo menyampaikan remisi adalah bentuk penghargaan negara bagi warga binaan yang memenuhi syarat, berperilaku baik, dan mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar pengurangan masa hukuman melainkan motivasi perubahan sikap. Dari total 205 warga binaan, sebanyak 123 orang mendapatkan remisi dengan rentang pengurangan masa pidana mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan.

 

"Secara simbolis, Wakil Bupati Dr. Kasman Hi Ahmad menyerahkan surat keputusan remisi setelah dibacakan ketetapan resmi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI."


Dalam sambutannya, ia berharap penghargaan ini menjadi semangat bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan iman dan kedisiplinan, serta siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. Bagi yang belum menerima remisi, ia mengajak tetap bersemangat mengikuti seluruh program pembinaan dengan tertib. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Kenang Jasa Pahlawan Bangsa, Komandan Kodaeral lX Pimpin AKRS HUT ke-81 Kemerdekaan Rl

Agustus 16, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komandan Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Dankodaeral) lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H.,M.H. memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapaha, Jalan Sultan Hasanudin, Kota Ambon, Maluku pada Senin dini hari (17/8/2026).


Momentum itu dilakukan untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. 


Renungan suci merupakan salah satu rangkaian penting menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.


Apel kehormatan diikuti oleh unsur Pemerintah Provinsi Maluku, TNI, Polri, Forkopimda, dan ASN. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan penuh penghormatan dan kekhidmatan.


Rangkaian acara meliputi penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, pembacaan doa, serta penghormatan terakhir. Suasana semakin khidmat, ketika lampu penerangan TMP dimatikan menyisakan cahaya obor petugas dan lampu diantara pusara.


Doa juga dipanjatkan agar arwah para pahlawan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.


Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi generasi penerus bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan dan pengorbanan yang besar.


Selain itu, mengenang semangat perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata, menjaga persatuan dan kesatuan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah.


Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” yang menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang semakin maju dan sejahtera.


Melalui Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini diharapkan nilai-nilai nasionalisme, menghargai jasa para pahlawan terjaga, serta bersama-sama melanjutkan perjuangan melalui pembangunan di berbagai bidang demi terwujudnya Papua Selatan yang maju, damai, dan sejahtera. (Rdks) 

Selengkapnya

Pertemuan Ke-2 Membawa Aurah Pelantikan IWO Maluku Kian Dekat

Agustus 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com - Pimpinan Wilayah Ikatan Wartawan Online Maluku (PW IWO) yang di nahkodai Karel Soukotta. BA, kini menyelesaikan pertemuan kedua yang di gelar sore kemarin pukul 15 : 00 Wit, bertempat pada sekertariat Garda Belah Negara (GBK) Maluku, pasar oleh - oleh Tantui ambon. Minggu 16/08/2026


Terlaksana-nya pertemuan kedua itu, dilaksanakan bertujuan guna menata kembali struktur kepengurusan serta penetapan keanggotaan yang sah, selain itu pertemuan tersebut bertujuan juga untuk menyiapkan SK kepengurusan PW IWO untuk masukan ke Kesbangpol guna mendapat legalitas organisasi. 


Pertemuan tersebut dipimpin lansung sekertaris PW IWO Maluku Ahmad B. Kottahatuhaha, dihadiri oleh sejumlah anggota PW IWO Maluku. 


Mengawali kegiatan tersebut, arahan singkat dari ketua PW IWO Maluku Karel Soukotta. BA yang menyampaikan bahwa" Diharapkan bagi semua pengurus maupun anggota PW IWO Maluku agar memiliki dedikasi yang tinggi, semangat kebersamaan, kekompakan dan sinergitas demi tujuan IWO Maluku ke depan. 


Mari jadikan IWO sebagai wadah untuk bernaung dalam melaksanakan fungsi tugas sebagai seorang Jurnalis di Provinsi Maluku, sehingga bisa kita mengedepankan UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan kode etik Pers. Ajaknya


Selain itu, satu harapan dari semua anggota pengurus maupun anggota IWO yang hadir, dalam hal ini mengharapkan sebuah ketegasan dari KSB PW IWO Maluku untuk setiap anggota yang kurang ada perhatian pada loyalitas ke organisasi agar segera ditertipkan, sehingga setiap anggota yang hendak bergabung dapat berfungsi sebagai anggota organisasi, bersama sama bisa menjalankan roda organisasi demi kepentingan Jurnalis dalam melaksanakan tugas dengan baik dan terpimpin. 


Agenda pertemuan ke-3 pun ditetapkan lewat kesepakatan bersama pada pertemuan kedua itu, dengan agenda pertemuan ke-3 akan di laksanakan pada pekan depan tepatnya dalam rencana pada tanggal 30 Agustus 2026.


SK perubahan bagi kepengurisan PW IWO akan segera disiapkan, dan ada beberapa nama yang lansung segera digantikan, karena nama yang digantikan tersebut tidak pernah loyal pada organisasi IWO sebagai wadah. 


Komitmen bersama pun disepakati dalam pertemuan ke-2 itu, yang mana bagi yang tidak loyal pada organisasi, maka jangan pernah mengharapkan bisa mengikuti atau mendapatkan UKW yang akan diselenggarakan oleh PW IWO Maluku. 


30 nama Jurnalis telah tercatat dan sudah penuhi persyaratan demi mendapatkan KTA IWO, dan masih membuka peluang bagi yang benar - benar mau serius loyal terhadap organisasi IWO Maluku. (Za) 


Selengkapnya

Tak Hanya Muslim, Pengunjung Kagum DUDU BACARITA Deng Habib’s Hadirkan Ruang untuk Semua

Agustus 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Suasana hangat dan penuh makna terasa dalam kegiatan DUDU BACARITA Deng Habib’s Episode 6 bertajuk “Catatan Hati Anak yang Runtuh”. Bukan hanya menghadirkan tausiah dan ruang refleksi, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang penuh kedamaian.


Salah satu pengunjung yang enggan menyebutkan namanya mengaku bersyukur dapat hadir dan mengikuti kegiatan yang menghadirkan Ustadz Fatih Karim bersama Habib Rifqi Alhamid tersebut.


Baginya, kegiatan itu memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satunya karena peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan Muslim, tetapi juga terdapat masyarakat non-Muslim yang turut menikmati suasana dan rangkaian kegiatan.


“Yang saya lihat dari kegiatan seperti ini, yang istimewanya adalah yang hadir di sini bukan hanya Muslim, tetapi non-Muslim juga. Itu yang membuat saya terkagum-kagum,” ujarnya.


Menurutnya, keberagaman yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang menarik. Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, sebuah kegiatan yang mampu menghadirkan ruang kebersamaan dinilai memiliki nilai tersendiri.


Ia pun berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di Ambon. Menurutnya, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang untuk mendapatkan inspirasi, memperkuat karakter, sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan.


“Harapan saya, kegiatan-kegiatan seperti ini nantinya bisa diadakan lagi,” katanya.


Selain mengapresiasi konsep kegiatan, pengunjung tersebut juga menilai harga voucher masuk yang diberlakukan masih tergolong terjangkau.


Namun, baginya, persoalan harga bukanlah hal utama. Kesempatan untuk hadir secara langsung dan mendapatkan pengalaman dari kegiatan tersebut jauh lebih berharga.


“Menurut saya, harga voucher masuk segitu masih terlalu minim. Tapi bagi saya, harga berapa pun itu tidak terlalu penting. Yang penting adalah kesempatan bisa hadir di kegiatan seperti ini,” ungkapnya.


Ia mengaku memiliki kekaguman tersendiri terhadap Ustadz Fatih Karim dan istrinya. Selama ini, ia hanya mengenal dan mengikuti aktivitas mereka melalui media sosial. Karena itu, kesempatan bertemu dan menyaksikan secara langsung menjadi pengalaman yang sangat berkesan.


“Saya sangat fans dengan Ustadz Fatih Karim bersama istri. Selama ini hanya melihat melalui media sosial, dan di kesempatan ini bisa melihat langsung,” tuturnya.


Lebih jauh, ia mengaku tema yang diangkat dalam DUDU BACARITA Deng Habib’s Episode 6 sangat menyentuh dirinya.


Tema “Catatan Hati Anak yang Runtuh” dinilai begitu dekat dengan realitas kehidupan saat ini, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi persoalan, memiliki luka batin, atau tengah berusaha bangkit dari berbagai pengalaman hidup.


“Terus terang, saya sangat bersyukur bisa mengikuti salah satu episode yang dilakukan oleh Ustadz Fatih Karim dan Habib Rifqi. Apalagi ditambah dengan temanya yang sangat luar biasa,” ujarnya.


Menurutnya, tema tersebut seolah menggambarkan kondisi yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat.


“Catatan Hati Anak yang Runtuh seakan-akan sesuai dengan realita yang sedang terjadi saat ini. Menurut saya, memang benar-benar dibutuhkan untuk orang-orang yang sebenarnya punya luka dan ingin sembuh. Itu yang sangat menyentuh bagi saya,” katanya.


Ia menilai, kajian seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk seseorang berhenti sejenak, melihat kembali dirinya, dan menemukan dorongan untuk memperbaiki kehidupan.


Baginya, pesan-pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda maupun masyarakat untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan cara berpikir yang lebih positif.


Ia pun berharap kegiatan serupa dapat kembali hadir dengan tema-tema yang relevan dan menyentuh persoalan masyarakat.


“Saya berharap ke depannya bisa mengikuti kembali kajian-kajian seperti ini, dengan tema-tema luar biasa yang bisa membangun kepribadian pemuda ataupun pemudi, masyarakat, untuk berpikir lebih baik lagi dan bisa membangun diri sendiri,” harapnya.


Bagi pengunjung tersebut, DUDU BACARITA Deng Habib’s bukan sekadar sebuah kegiatan atau kajian. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk bertemu, belajar, merenung, dan menemukan kembali harapan.


Di tengah kehidupan yang terkadang membuat seseorang merasa lelah dan terluka, pesan-pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa setiap luka selalu memiliki jalan untuk disembuhkan, dan setiap hati yang pernah runtuh masih memiliki kesempatan untuk kembali bangkit. (Za)

Selengkapnya

Halmahera Utara Gelar Upacara Taptu dan Pawai Obor Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Agustus 16, 2026


Tobelo
, Globaltimurnn.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar kegiatan Upacara Taptu dan Pawai Obor, Minggu (16/08/2026) pukul 20.00 WIT, bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Halut, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.

 

Kapolres Halmahera Utara AKBP Elrichson Pasaribu, SH.,S.I.K bertindak selaku Inspektur Upacara, sementara Ipda Basadin Pattimahu (Kanit SPKT Polres Halut) sebagai Komandan Upacara dan Iptu Sunarto (Kasat Binmas) sebagai Perwira Upacara.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si, Wakil Bupati Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag.,M.Pd, Ketua DPRD Halut Christina Lesnussa, jajaran Forkopimda, Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, MTP, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, unsur TNI/Polri, Satpol PP, ASN, Pramuka, serta tamu undangan yang berjumlah sekitar kurang lebih 150 orang. 

 

Rangkaian upacara berjalan tertib mulai dari penerimaan laporan komandan upacara, penghormatan pasukan, penyalaan obor induk hingga penyalaan obor secara massal, dilanjutkan dengan doa. Usai upacara, Pawai Obor dilepas dan berkeliling kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Halmahera Utara dengan pengawalan ketat dari Satuan Lalu Lintas Polres Halut. Kegiatan berakhir pukul 21.00 WIT dalam keadaan aman dan lancar tanpa kendala.

 

Penyelenggaraan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud penghormatan abadi terhadap jasa para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan, sekaligus sarana menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Tak Hanya Muslim, Pengunjung Kagum DUDU BACARITA Deng Habib’s Hadirkan Ruang untuk Semua

Agustus 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Suasana hangat dan penuh makna terasa dalam kegiatan DUDU BACARITA Deng Habib’s Episode 6 bertajuk “Catatan Hati Anak yang Runtuh”. Bukan hanya menghadirkan tausiah dan ruang refleksi, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang penuh kedamaian.


Salah satu pengunjung yang enggan menyebutkan namanya mengaku bersyukur dapat hadir dan mengikuti kegiatan yang menghadirkan Ustadz Fatih Karim bersama Habib Rifqi Alhamid tersebut.


Baginya, kegiatan itu memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satunya karena peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan Muslim, tetapi juga terdapat masyarakat non-Muslim yang turut menikmati suasana dan rangkaian kegiatan.


“Yang saya lihat dari kegiatan seperti ini, yang istimewanya adalah yang hadir di sini bukan hanya Muslim, tetapi non-Muslim juga. Itu yang membuat saya terkagum-kagum,” ujarnya.


Menurutnya, keberagaman yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang menarik. Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, sebuah kegiatan yang mampu menghadirkan ruang kebersamaan dinilai memiliki nilai tersendiri.


Ia pun berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di Ambon. Menurutnya, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang untuk mendapatkan inspirasi, memperkuat karakter, sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan.


“Harapan saya, kegiatan-kegiatan seperti ini nantinya bisa diadakan lagi,” katanya.


Selain mengapresiasi konsep kegiatan, pengunjung tersebut juga menilai harga voucher masuk yang diberlakukan masih tergolong terjangkau.


Namun, baginya, persoalan harga bukanlah hal utama. Kesempatan untuk hadir secara langsung dan mendapatkan pengalaman dari kegiatan tersebut jauh lebih berharga.


“Menurut saya, harga voucher masuk segitu masih terlalu minim. Tapi bagi saya, harga berapa pun itu tidak terlalu penting. Yang penting adalah kesempatan bisa hadir di kegiatan seperti ini,” ungkapnya.


Ia mengaku memiliki kekaguman tersendiri terhadap Ustadz Fatih Karim dan istrinya. Selama ini, ia hanya mengenal dan mengikuti aktivitas mereka melalui media sosial. Karena itu, kesempatan bertemu dan menyaksikan secara langsung menjadi pengalaman yang sangat berkesan.


“Saya sangat fans dengan Ustadz Fatih Karim bersama istri. Selama ini hanya melihat melalui media sosial, dan di kesempatan ini bisa melihat langsung,” tuturnya.


Lebih jauh, ia mengaku tema yang diangkat dalam DUDU BACARITA Deng Habib’s Episode 6 sangat menyentuh dirinya.


Tema “Catatan Hati Anak yang Runtuh” dinilai begitu dekat dengan realitas kehidupan saat ini, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi persoalan, memiliki luka batin, atau tengah berusaha bangkit dari berbagai pengalaman hidup.


“Terus terang, saya sangat bersyukur bisa mengikuti salah satu episode yang dilakukan oleh Ustadz Fatih Karim dan Habib Rifqi. Apalagi ditambah dengan temanya yang sangat luar biasa,” ujarnya.


Menurutnya, tema tersebut seolah menggambarkan kondisi yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat.


“Catatan Hati Anak yang Runtuh seakan-akan sesuai dengan realita yang sedang terjadi saat ini. Menurut saya, memang benar-benar dibutuhkan untuk orang-orang yang sebenarnya punya luka dan ingin sembuh. Itu yang sangat menyentuh bagi saya,” katanya.


Ia menilai, kajian seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk seseorang berhenti sejenak, melihat kembali dirinya, dan menemukan dorongan untuk memperbaiki kehidupan.


Baginya, pesan-pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda maupun masyarakat untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan cara berpikir yang lebih positif.


Ia pun berharap kegiatan serupa dapat kembali hadir dengan tema-tema yang relevan dan menyentuh persoalan masyarakat.


“Saya berharap ke depannya bisa mengikuti kembali kajian-kajian seperti ini, dengan tema-tema luar biasa yang bisa membangun kepribadian pemuda ataupun pemudi, masyarakat, untuk berpikir lebih baik lagi dan bisa membangun diri sendiri,” harapnya.


Bagi pengunjung tersebut, DUDU BACARITA Deng Habib’s bukan sekadar sebuah kegiatan atau kajian. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk bertemu, belajar, merenung, dan menemukan kembali harapan.


Di tengah kehidupan yang terkadang membuat seseorang merasa lelah dan terluka, pesan-pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa setiap luka selalu memiliki jalan untuk disembuhkan, dan setiap hati yang pernah runtuh masih memiliki kesempatan untuk kembali bangkit. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT