Ambon, Globaltimurnn.com — Rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III lingkup Pemerintah Kota Ambon Tahun 2026 resmi berakhir. Penutupan berlangsung di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku, Ambon, Senin (21/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para CPNS untuk memasuki tahapan baru sebagai calon aparatur negara yang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter, integritas dan komitmen terhadap pelayanan publik.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses pendidikan dan pelatihan.
Menurut Sadali, Latsar memiliki posisi penting dalam membentuk karakter dan kompetensi CPNS sebelum menjalankan tugas secara penuh sebagai ASN.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap adik-adik semua sebagai calon pemimpin bangsa dan pemimpin daerah. Mari kita bersama-sama memikirkan bagaimana memajukan Ambon pada khususnya dan Maluku pada umumnya,” ujar Sadali.
Ia menegaskan, menjadi ASN bukan hanya tentang kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga menyangkut sikap, perilaku dan integritas dalam menjalankan tanggung jawab.
Sadali juga mengingatkan para CPNS agar tidak menganggap berakhirnya Latsar sebagai berakhirnya proses belajar. Justru setelah memasuki dunia kerja, ASN dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan mengikuti perkembangan regulasi.
Menurutnya, perubahan aturan pemerintahan berlangsung sangat dinamis sehingga aparatur harus mampu beradaptasi dengan cepat.
Belajar ini bukan akhir dari apa yang kalian dapat. Tetap mengembangkan diri untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan regulasi dan berbagai ilmu-ilmu kekinian yang dapat mendorong percepatan pelayanan publik menuju birokrasi kelas dunia, katanya.
Selain kemampuan dan pengetahuan, Sadali menekankan pentingnya sikap serta perilaku dalam lingkungan kedinasan.
Ia meminta para CPNS memahami struktur organisasi pemerintahan dan membangun hubungan kerja yang baik dengan pimpinan maupun sesama aparatur.
Menurutnya, para CPNS yang saat ini masih berada pada tahap awal karier nantinya memiliki peluang untuk menjadi bagian dari kepemimpinan pemerintahan.
Karena itu, pembentukan sikap sejak awal dinilai penting agar para ASN muda mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Dalam kesempatan yang sama, Sadali turut memberikan perhatian terhadap berbagai inovasi yang dipresentasikan peserta selama mengikuti Latsar.
Ia menilai gagasan yang ditampilkan menunjukkan kreativitas dan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi persoalan di lingkungan kerja masing-masing.
Namun, ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai tugas pelatihan atau sekadar menjadi dokumen.
Sadali mendorong agar gagasan yang dinilai memiliki manfaat dapat dikembangkan lebih lanjut melalui koordinasi dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bahkan, sejumlah inovasi peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari program yang diwujudkan dalam pelaksanaan pemerintahan, termasuk melalui pembahasan APBD Perubahan apabila memenuhi ketentuan.
Dengan demikian, hasil Latsar tidak hanya menghasilkan dokumen pembelajaran, tetapi juga dapat melahirkan gagasan yang memberikan dampak nyata bagi pelayanan masyarakat.
Pada penutupan tersebut juga diumumkan hasil Latsar CPNS. Dari total peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan, 238 peserta dinyatakan lulus, sementara 2 peserta ditunda kelulusannya.
Penundaan tersebut berkaitan dengan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan dalam pelaksanaan Latsar.
Sementara itu, Sadali menyampaikan apresiasi kepada BPSDM Provinsi Maluku beserta seluruh jajaran, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan dan pelatihan.
Ia berharap seluruh peserta yang telah menyelesaikan Latsar mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan ke dalam lingkungan kerja masing-masing.
Dengan berakhirnya Latsar, para CPNS kini dihadapkan pada tanggung jawab yang lebih besar untuk membuktikan bahwa pembentukan karakter, kompetensi dan integritas selama pelatihan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Pada akhirnya, keberadaan mereka sebagai ASN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang profesional, adaptif, berintegritas dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Za)








