globaltimurnn.com

Minggu, 19 April 2026

Polresta Kendari Ungkap Kasus Narkotika di Konawe, Nelayan Diamankan dengan 6 Paket Sabu

April 19, 2026

Foto : Polresta Kendari Ungkap Kasus Narkotika di Konawe, Nelayan Diamankan dengan 6 Paket Sabu

Kendari
, Globaltimurbn.com – Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari kembali mengungkap kasus tindak pidana narkotika. Seorang pria berinisial JA (55), warga Desa Lalonggasumeeto, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, diamankan aparat karena diduga memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu.


Kasat Narkoba Polresta Kendari, AKP Andi Musakkir Musni, mengungkapkan penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu, 18 April 2026, sekitar pukul 17.00 Wita, di sebuah rumah yang berada di Desa Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe.


“Tersangka diamankan setelah petugas menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan sering terjadinya transaksi narkotika jenis sabu di lokasi tersebut,” ujarnya.


Berdasarkan informasi itu, personel Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Kendari langsung melakukan penyelidikan. Setelah memastikan keberadaan target, petugas kemudian melakukan penggerebekan di rumah yang dicurigai.


Saat penggeledahan, polisi menemukan enam paket plastik bening berisi kristal bening yang diduga sabu dengan berat bruto sekitar 2,01 gram di kantong celana kanan pelaku.


Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa satu unit timbangan digital, dua ball sachet kosong, satu unit handphone merek Nokia, serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil transaksi.


Pelaku yang berprofesi sebagai nelayan itu selanjutnya dibawa ke Kantor Sat Resnarkoba Polresta Kendari guna menjalani proses hukum lebih lanjut.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (V374) 

Selengkapnya

Proyek Mark-up, Dan Indikasi Korupsi Milyaran Rupiah, Supardi Arifin Ditangkap Saat Kabur Ke Kalimantan Barat

April 19, 2026

Foto : Proyek Mark-up, Dan Indikasi Korupsi Milyaran Rupiah, Supardi Arifin Ditangkap Saat Kabur Ke Kalimantan Barat

Ambon
, Globaltimurnn.com - Setelah kabur ke Kalimantan Barat saksi atas nama Supardi Arifin alias Fajar kontraktor pada pekerjaan proyek Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepulauan Aru Tahun Anggaran 2022.


Pekerjaan proyek tersebut diketahui Mark-up dan besar dugaan adanya korupsi yang di lakukan-nya pada anggaran pekerjaan tersebut. 


Supardi Arifin alias Fajar awalnya diketahui terpantau berada sekitar wilayah Kabupaten Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. 


Tepatnya pada jumat 17 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, bertempat di Bandara Cengkareng Jakarta, telah dilakukan Penyerahan Saksi atas nama Supardi Arifin alias Fajar oleh Tim Satuan Tugas Kejaksaan Agung kepada Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru. 


Saksi Supardi Arifin alias Fajar selanjutnya dibawa oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru ke Kota Ambon untuk dilakukan pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri Ambon. 


Supardi Arifin alias Fajar diberangkatkan menggunakan pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG210 dari Jakarta dan tiba di Kota Ambon pada hari Sabtu, 18 April 2026 pukul 07.15 WIT. 


Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, serta mempertimbangkan keterangan para saksi, data surat/dokumen yang diperoleh, dan keterangan ahli, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru menyimpulkan telah terpenuhinya minimal dua alat bukti yang cukup. 


Sabtu, 18 April 2026 sekitar pukul 17.00 WIT, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-01/Q.1.15/Fd.2/04/2026 tanggal 18 April 2026. 


Kemudian tim Kejaksaan melakukan penahanan terhadap tersangka di Rutan Kelas IIA Ambon selama 20 (dua puluh) hari, terhitung sejak tanggal 18 April 2026 sampai dengan 7 Mei 2026, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-130/Q.1.15/Fd.2/04/2026 tanggal 18 April 2026. 


Tersangka merupakan pelaksana pekerjaan Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepulauan Aru Tahun Anggaran 2022, dengan pagu anggaran sebesar Rp 9.381.386.249,97 (sembilan miliar tiga ratus delapan puluh satu juta tiga ratus delapan puluh enam ribu dua ratus empat puluh sembilan rupiah koma sembilan puluh tujuh sen). 


Berdasarkan hasil audit, ditemukan kerugian keuangan negara berupa kekurangan volume pekerjaan dan denda keterlambatan dengan total nilai sebesar Rp 1.572.919.910,50 (satu miliar lima ratus tujuh puluh dua juta sembilan ratus sembilan belas ribu sembilan ratus sepuluh rupiah koma lima puluh sen). 


Tersangka Supardi Arifin alias Fajar disangka melanggar pasal sebagai berikut:

Pertama :

Pasal 603 jo. Pasal 20 huruf a atau huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 


Kedua :

Pasal 604 jo. Pasal 20 huruf a atau huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Rdks) 

Selengkapnya

KRI Hampala-880 Sandar di Dermaga Tawiri Kodaeral IX Dukung Ops Perisai Sura-26

April 19, 2026

Foto : KRI Hampala-880 Sandar di Dermaga Tawiri Kodaeral IX Dukung Ops Perisai Sura-26

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kapal Perang Republik Indonesia KRI Hampala-880 melaksanakan sandar di Dermaga Tawiri, Mako Kodaeral IX dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Perisai Sura-26 di wilayah perairan Indonesia bagian timur pada Minggu (19/4/2026). 


KRI Hampala-880 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Dedi Hermawan tersebut saat ini tengah menjalankan tugas operasi di bawah kendali Guskamla Koarmada III.


Turut berada di atas kapal (on board) yakni Asisten Operasi (Asops) Danguskamla Koarmada III serta Perwira Pembantu Perencanaan (Paban Ren) Guskamla Koarmada III.


Setibanya di Dermaga Tawiri, Kodaeral lX, Kota Ambon, kegiatan penyambutan dilaksanakan melalui prosesi merflug yang diikuti oleh sejumlah pejabat Kodaeral IX, antara lain Kepala Staf Komando Wilayah (Kakuwil) Kodaeral IX, Kepala Dinas Administrasi dan Personel (Kadister) Kodaeral IX, serta Pejabat Sementara Kepala Dinas Syahbandar Angkatan Laut (Pjs. Kadissyahal) Kodaeral IX.


Kedatangan KRI Hampala-880 ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Ops Perisai Sura-26, sekaligus memperkuat sinergi antar satuan TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Luar Biasa,,,Gerak Cepat Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua DPD Golkar Malra

April 19, 2026

Foto : Luar Biasa,,,Gerak Cepat Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku Penikaman Ketua DPD Golkar Malra

Ambon
, Globaltinurnn.com - Kepolisian Resor Maluku Tenggara berhasil meringkus dua terduga pelaku penikaman  yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.


Insiden ini terjadi sesaat setelah korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).


Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan, peristiwa berlangsung sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar bandara, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, saat korban baru saja tiba dari Jakarta.


“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” jelasnya.


Korban kemudian dilarikan oleh pihak keluarga ke RS Karel Sadsuitubun pada pukul 12.00 WIT. Namun, tim medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka serius yang diderita.


Gerak cepat aparat kepolisian patut diapresiasi. Hanya dalam waktu dua jam pascakejadian, personel Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku.


Keduanya berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Sat Reskrim Polres Maluku Tenggara untuk mengungkap motif di balik aksi tersebut.


“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” ujar Rositah.


Kapolda Maluku telah memerintahkan jajarannya agar menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan hingga tuntas. Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban dan simpatisan, agar tetap menahan diri.


“Kami mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan proses hukum kepada Polri,” tegasnya.


Polda Maluku memastikan situasi di Maluku Tenggara tetap aman dan kondusif. Perkembangan penanganan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik. Tutupnya (V374) 

Selengkapnya

Sawai - Masihulan Sepakat Damai, Negeri ADM Sekitar Turut Mendukung

April 19, 2026

Foto : Sawai - Masihulan Sepakat Damai, Negeri ADM Sekitar Turut Mendukung

Wahai
, Globaltimurnn.com - Mediasi perdamaian Negeri Sawai dan Negeri ADM Masihulan pasca konplik 3 April tahun 2025 Lalau yang di inisia oleh pemerintah Daerah kabupaten Maluku Tengah atas petunjuk dan arahan ketua satgas pasca konplik kemanusiaan Negeri Sawai dan Negeri Masihulan yang di ketuai oleh Rakib Sahubawa Sekda Maluku Tengah. 


Sesuai petunjuk dan arahan ketua satgas tersebut maka di tindak lanjuti oleh pemerintah kecamatan (Frokopimcam) seram Utara sesuai arahan tersebut,terkait hal itu, Frokopimcam menggelar mediasi pada hari Sabtu 18/4/2026 di kantor kecamatan seram Utara


Kegiatan tersebut di hadiri oleh kepala pemerintah negeri Sawai Rahman Mukadar dan ketua Saniri Subian i latukahuni dan di dampingi toko adat saudara Kabil.


Kepala pemerint negeri Masihulan yondri patalatu,ketua Badan Permusyarawatan Negeri (BPN) Leonard Limehuwey di dampingi oleh saudara semuel Limehuwey selaku ketua Adat dan saudara julians Robert Limehuwey selaku wakil Ketua BPN, merangkap tokoh agama, Fance sapulette anggota BPN dan Josias Asomate selaku toko masyarakat.


Melibatkan 7 negeri di teluk dalam namun yang adir saat itu yakni negeri Sawai, negeri ADM Masihulan, negeri ADM olong, negeri Adm Besi, Negeri ADM Opin, dan negeri Huaulu. 


Kegiatan itu di laksanakan dengan tujuan untuk mendamaikan kedua belah pihak negeri Sawai dan Masihulan. 


Dan hasil daripada mediasi hasilnya itu, akan di sampaikan ke Satgas Rekonsiliasi."ungkap Ohorella 


Oleh karena itu kata Ohorella "cukup jua sudah terlalu lama Damai itu indah  jadi saya harap hari ini juga kita membuat kesepakatan Damai dan ketegasan itu di dukung oleh Kapolsek seram Utara Fahkul Saban,S.Hi.MH


Danramil 1502-05 Wahai yang di wakaili Hamin Baadia Babinsa wahai mengatakan" Dari hasil mediasi tersebut kedua belah pihak dapat menandatangani kesepakatan Damai dan di berikan waktu selama tujuh hari untuk menindaklanjuti proses damai secara adat." 


Kegiatan gelar Mediasi itu di hadiri oleh seluruh kepala pemerintah se-Kecamatan seram Utara 


Hasil mediasi tersebut mendapatkan lima butir kesepakatan damai di antaranya sebagai berikut : 

1. Negeri Sawai dan Negeri ADM Masihulan sepakat damai


2. Terkait dengan usulan yang di sampaikan Negeri ADM Masihulan menjadi korban, penyelesaian pembangunan 20 buah rumah Masyarakat Adm Masihulan yang menjadi korban konflik 3 April 2025 akan di teruskan oleh Frokopimcam Seram Utara ke Tim satgas konflik kemanusiaan Kabupaten Maluku Tengah. 


3. Terkait dengan konsep perdamaian,akan di lakukan secara adat dan di beri waktu Tujuh hari terhitung sejak tanggal 18 - 25 April kepada pemerintah Negeri Sawai dan pemerintah negeri ADM Masihulan untuk meneruskannya dan di sampaikan kepada Frokopimcam seram Utara untuk di tindak lanjuti. 


4. Negeri Sawai dan Negeri ADM Masihulan bertanggung jawab untuk bersama-sama menjaga kondisi keamanan dan dalam proses perdamaian yang sementara di lakukan. 


5. Hal-hal lain yang belum termuat dalam berita acara kesepakatan ini menjadi perhatian dan tanggungjawab Frokopimcam seram Utara untuk di koordinasikan dengan kabupaten Maluku Tengah. 


Kegiatan kesepakatan Damai itu disaksikan oleh tokoh agama negeri Sawai, tokoh agama negeri Adm olong, tokoh agama negeri Adm Masihulan, tokoh agama negeri Adm Besi tokoh agama negeri openg dan tokoh adat, tokoh pemuda dari 6 negeri yang hadir di saat itu,dan dihadiri oleh seluruh negeri sekecamatan seram Utara. 


Di sahkan oleh kepala pemerintah seram Utara A.S.Ohorella, Kapolsek seram Utara Fahkul Saban,S.Hi.MH, Danramil 1502-05 wahai An Hamim Baadia Babinsa wahai 


Ohorella mengatakan sebagai Kepala pemerintah kecamatan saya berharap semua proses ini dapat di capai pada tanggal 25 April secara adat dan nanti mekanismenya di atur dalam kesepakatan kedua negeri tutupnya (V374)

Selengkapnya

Sabtu, 18 April 2026

Diduga Tidak Paham Aturan, Satu Pemberitaan Terkesan Memaksakan Kehendak, Kejaksaan Dan Inspektorat Di Adu domba

April 18, 2026

Foto : Diduga Tidak Paham Aturan, Satu Pemberitaan Terkesan Memaksakan Kehendak, Kejaksaan Dan Inspektorat Di Adu domba

SBB
, Globaltimurnn.com - Sebuah skenario pemberitaan hoax yang tiba - tiba muncul di publik, seakan - akan menyerang pihak Kejaksaan dan Inspektorat, ini skenario adu domba yang datang dari oknum - oknum yang tidak bertanggungjawab, yang gblok bahkan di nilai bodok dan tidak paham aturan. 


Sudah jelas - jelas tuduhan dugaan pemotongan uang Rp. 700.000 yang mencuat di publik diberitakan okeh oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab itu adalah sebuah skenario busuk yang sengaja di mainkan oleh manusia - manusia serakah yang haus jabatan dan tempat basah. 


Fakta membuktikan segerombolan oknum pegawai yang menyusun kekuatan dengan berbagai skenario guna menjebak kapus Inamosol agar bisa di ganti dengan dalil kesalahan akibat korupsi dan penyalahgunaan kewenangan itu, jelas - jelas datangi sejumlah anggota DPRD SBB bahkan ketua DPRD guna meminta untuk segera menggantikan kapus Inamosol Alexander Lesil. 


Alhasil, upaya sejumlah oknum ASN dari PKM Inamosol itu kandas karena tidak di respon, kemudian merancang sebuah skenario busuk dengan menjebak kapus dalam drama komedi bobrok yang tidak bobot gunakan strategi rekaman lalu politisir ke sejumlah media sebagai strategih dugaan korupsi yang di lakukan Lesil. 


Fakta Hukum : 

Fakta hukum sangat jelas proses sedang berjalan, dan menjadi kewenangan inspektorat dalam proses pemeriksaan atau audit, namun di salah mengerti okeh oknum nau - nau yang tidak paham hukum dan mekanisme sehingga mulai tebar berita hoax di publik dengan menekan pihak Kejaksaan harus bertindak tegas, tanpa menunggu inspektorat melaksanakan fungsinya. 


Apa gerangan memaksa Kejaksaan harus bertindak cepat? Pemberitaan yang gagal paham memaksa Kejaksaan harus tabrak aturan dan mengikuti pikiran gblok yang tidak paham aturan, karena merasa perjuangan gagal, karena semua skenario menjatuhkan kapus sudah di ketahui dan berpikir skenario itu adalah senjata politik yang ampuh. 


Tidak ada masyarakat yang menuntut kepastian hukum terhadap kasus tersebut, justru masyarakat Inamosol sudah paham tuduhan itu adalah skenario busuk yang sengaja menjatuhkan kapus agar bisa di ganti dengan oknum yang sudah biasanya korupsi. 


Perlu dicurigai yang mendesak proses dan memaksa kepastian hukum adalah oknum Pegawai PKM Inamosol yang menginginkan Alexander Lesil harus diturunkan, agar pihak merekalah yang sudah biasa korupsi tahun anggaran 2022-2023 itu yang memimpin PKM. 


Proses hukum, dan pemeriksaan masih berjalan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku, agar terang benderang pelaku korupsi yang sebenarnya siapa, sehingga masyarakat SBB kususnya Inamosol tidak perlu terprovokasi dengan berita - berita hoax yang hanya menyusun spekulasi dan kontrafersi guna menghasut masyarakat agar bisa termakan isu murahan yang mencari kepentingan merebut kursi Kapus. (***) 

Selengkapnya

Ini Cerita Anak Petani Yang Berhasil Menjadi Dokter, Dan Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik Di Maluku

April 18, 2026

Foto : Ini Cerita Anak Petani Yang Berhasil Menjadi Dokter, Dan Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik Di Maluku

Ambon
, Globaltimurnn.com - Kisah Seorang Pemimpin yang Tidak Pernah Lupa dari Mana Ia Berasal, dan Tidak Pernah Berhenti Membawa Kemajuan ke Tanahnya, Dulu ia berjalan kaki menjual daging sapi dari rumah ke rumah. 


Kini ia membangun klinik mata berteknologi mutakhir di tengah pulau terpencil. Bukan karena ia berubah. 


Tapi karena ia tahu persis apa yang dirindukan oleh orang-orang kecil seperti dirinya dulu.


Pulau Saparua, Maluku Tengah, Di sinilah seorang Elna Anakotta menghirup udara pertama kali, Dan di pulau kecil inilah ia belajar pelajaran paling berharga yang tidak pernah diajarkan di bangku sekolah mana pun, bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti, dan setiap orang layak mendapat kesempatan yang sama tanpa memandang siapa mereka.


Ayahnya, Eliza Anakotta, bukan sekadar petani cengkeh dan gembala sapi, Ia juga tukang jagal sapi di pulau itu, Setiap hari, setelah pisau jagalnya berhenti bekerja, ia memotong daging menjadi bagian-bagian kecil untuk dijual. 


Dan siapa yang mengantarkannya ke pelanggan? Elna kecil putrinya sendiri.


Sepulang sekolah, sementara anak-anak lain berlari menuju lapangan atau duduk manis di depan televisi, Elna menggantungkan keranjang berisi daging segar di lengannya. 


Ia berjalan kaki keliling kampung. Dari rumah ke rumah, Dalam panas yang menyengat, Dalam hujan yang mengguyur.


Ia tidak pernah mengeluh. Bukan karena ia tidak lelah, Bukan karena ia tidak ingin bermain, Tapi karena ia tahu, setiap potong daging yang laku adalah beras untuk makan malam, Setiap rupiah yang ia terima dari pembeli adalah doa yang dipanjatkan orang tuanya.


Dari sinilah mental baja Elna terbentuk, Ia belajar bahwa tidak ada yang instan dalam hidup, Ia belajar bahwa pelayanan sejati dimulai dari kerendahan hati dari bersedia berjalan kaki di jalan berbatu, dari bersedia tersenyum kepada setiap pelanggan meskipun kaki terasa melepuh.


Ibunya, Suster Nanda Mailisa, bekerja sebagai suster di Rumah Sakit Umum Saparua, Setiap hari, Elna melihat ibunya merawat pasien dengan kelembutan yang tidak pernah berpura-pura. 


Ia melihat ibunya membersihkan luka yang bernanah, Ia melihat ibunya mengganti perban berdarah, Ia melihat ibunya memegang tangan pasien yang ketakutan, lalu berbisik,Tidak apa-apa, Tuhan beserta kita.


Dari ibunya, Elna belajar bahwa menjadi pelayan kesehatan bukanlah profesi melainkan panggilan jiwa, Ibunya tidak kaya, Gaji suster di RSU Saparua tidak pernah cukup untuk kehidupan mewah. 


Tetapi ibunya kaya dalam kasih. Dan bagi Elna kecil, itu lebih dari cukup untuk menjadi teladan seumur hidup, Suatu hari, aku ingin seperti Ibu, bisik Elna dalam hati suatu malam, ketika ia melihat ibunya pulang larut dengan wajah lelah tetapi mata yang tetap bersinar.


Di tengah kesibukannya membantu orang tua, Elna tidak pernah membiarkan pendidikannya terabaikan, Justru sebaliknya keterbatasan menjadi bensin yang membakar semangat belajarnya.


Dari SD hingga SMA, nama Elna Anakotta selalu berada di peringkat pertama, Juara kelas, Juara umum, Juara murid teladan tingkat Kabupaten Maluku Tengah, Juara murid teladan tingkat Provinsi Maluku.  


Saat kelulusan SMA tiba, bukan Elna yang mencari universitas tetapi universitas yang berebut dirinya, Enam perguruan tinggi terbaik di Indonesia membuka pintu untuknya: Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Hasanuddin (UNHAS). Elna memilih UGM. 


Bukan karena lebih bergengsi. Bukan karena lebih populer, Tapi karena Yogyakarta adalah kota yang mengajarkan kesederhanaan, kebudayaan, dan ketulusa, nilai - nilai yang sangat ia rindukan dari kampung halamannya.


Menjadi mahasiswa perantau di era ketika komunikasi belum semudah sekarang bukanlah pengalaman yang manis, Elna hanya bisa menelepon orang tuanya seminggu sekali, itupun dengan biaya yang tidak murah. 


Surat-surat yang dikirimkan memakan waktu berminggu - minggu untuk sampai ke Saparua, Dan kiriman uang dari orang tua? Pas-pasan, Kadang terlambat, Kadang tidak datang sama sekali, Pernah suatu ketika, Elna hanya makan mie instan selama tiga hari karena uang belum tiba.


Teman-temannya menawari makan, tetapi ia menolak dengan lembut, bukan karena gengsi, tetapi karena ia tidak ingin menjadi beban siapa pun.


Dari pengalaman inilah Elna benar-benar memahami penderitaan masyarakat kecil, Ia tahu bagaimana rasanya lapar tapi tidak punya uang, Ia tahu bagaimana rasanya ingin membeli buku tapi harus memilih antara buku atau makan, Ia tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak punya daya.


Dan pengalaman ini menjadi bahan bakar terbesar dalam hidupnya, Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain merasakan penderitaan yang pernah aku alami, jika aku bisa melakukan sesuatu untuk mencegahnya.


Saparua bukan hanya pulau kecil yang indah, Saparua adalah laboratorium toleransi yang hidup, Di pulau ini, komunitas Kristen, Arab, dan Bugis-Makassar hidup berdampingan dengan damai sejak puluhan tahun. 


Elna tumbuh besar di tengah mereka, Ia bermain dengan anak-anak dari berbagai latar belakang, Ia belajar bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kekayaan.


Nilai toleransi ini ia bawa hingga kini, Ketika ia membuka Klinik Mata Utama Maluku di Ambon dan Klinik Mata Nusa Ina di Pulau Seram, ia tidak pernah memilih-milih karyawan berdasarkan agama, suku, atau hubungan keluarga. 


Yang ia cari adalah integritas, kerja keras, dan kemauan belajar, Lebih dari itu, Elna secara khusus merekrut anak-anak yatim dan kaum kurang beruntung mereka yang sering diabaikan oleh masyarakat. 


Ia melatih mereka, Ia membimbing mereka. Ia mengubah mereka dari anak jalanan menjadi tenaga kesehatan profesional yang mandiri. 


Inilah toleransi dalam tindakan. Inilah kasih yang tidak hanya diucapkan, tetapi dihidupi.


Elna tidak pernah puas hanya dengan menjadi dokter biasa. Ia memiliki mimpi besar bahwa masyarakat di pulau-pulau terpencil Maluku berhak mendapatkan layanan kesehatan yang tidak kalah dengan rumah sakit di Jakarta.


Dan ia mewujudkan mimpi itu. Pada Mei 2025, Elna meresmikan Klinik Mata Nusa Ina di Desa Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Ini adalah fasilitas kesehatan mata pertama dan satu-satunya di seluruh Pulau Seram. 


Tapi bukan sembarang klinik. Klinik ini dilengkapi dengan teknologi Phacoemulsification teknik operasi katarak modern dengan sayatan mikroskopis, tanpa jahitan, tanpa perdarakan, dengan masa pemulihan yang sangat cepat.


Teknologi ini adalah standar emas operasi katarak dunia, Teknologi yang sama digunakan di rumah sakit-rumah sakit terbaik di Jakarta, Singapura, atau Amerika Serikat. Dan kini, teknologi itu hadir di tengah Pulau Seram. 


Bayangkan, seorang nenek di Pulau Seram yang sudah buta bertahun-tahun karena katarak dulu harus menyeberang laut ke Ambon, mengeluarkan biaya transportasi, akomodasi, dan pengobatan yang tidak sedikit. 


Banyak yang akhirnya memilih diam, pasrah, dan buta selamanya, Kini, nenek yang sama cukup berjalan beberapa kilometer ke Klinik Mata Nusa Ina, Ia dioperasi dengan teknologi mutakhir, Dan dalam hitungan hari, ia bisa melihat kembali wajah cucu-cucunya,  Itulah yang dilakukan dr. Elna Anakotta, Itulah mimpi yang ia perjuangkan, Bukan sekadar membuka klinik, Tapi membuka pintu harapan bagi mereka yang selama ini tidak pernah punya akses ke layanan kesehatan kelas dunia. 


Ia adalah pemimpin yang dulu kakinya melepuh berjalan kaki menjual daging sapi dari kampung - kampung di pulau Saparua, Ia adalah pemimpin yang dibesarkan oleh seorang suster yang mengajarkan bahwa melayani adalah panggilan jiwa, bukan sekadar profesi.  


Dan kini, ia membawa semua pengalaman itu ke dalam kepemimpinannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.


Ia tidak hanya duduk di kantor ber-AC, Ia turun ke lapangan, Ia memastikan bahwa teknologi operasi katarak mutakhir hadir di Pulau Seram, Ia memastikan bahwa anak-anak yatim dan kaum kurang beruntung mendapatkan pekerjaan dan pelatihan, Ia memastikan bahwa tidak ada lagi warga Maluku yang buta hanya karena tidak mampu berobat.


Inilah pemimpin yang pantas kita dukung. Bukan dengan fitnah. Bukan dengan hoax, Tapi dengan kepercayaan dan doa. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT