globaltimurnn.com

Minggu, 14 Juni 2026

Ops SAR Hari Ke-3, 8 Korban Tenggelam Akibat Cuaca Buruk Di MBD Belum Ditemukan

Juni 14, 2026


MBD
, globaltimurnn.com - Basarnas ambon bersama masyarakat setempat, dan juga dibantu sejumlah bantuan lain terus mencari 8 korban tenggelam akibat kecelakaan laut dengan menggunakan speed boat berpenumpang 10 orang, hingga saat ini hari ke-3 belum juga ditemukan. 


Lokasi kejadian LKK :  7°39'2.95"S , 129°38'27.61"E di Sekitar Perairan Pulai Dai Kab Maluku Barat Daya, Jarak ± 264 NM Heading 160° arah Tenggara dari BRIN Ambon menggunakan Google Earth.


Sejak tanggal 13 Juni 2026 kemarin, Kansar Ambon terus lakukan koordinasi dengan Camat Babar Barat Face Laipeni. 


Selain itu Kansar Ambon juga bangun komunikasi dengan Kapolsek Tepa, guna pencarian dibantu oleh KM. Tiefelin dan masyarakat telah memasuki Hari ke-3, KM. Tiefelin telah selesai melakukan pengisian BBM dan sementara persiapan untuk bergerak menuju Lokasi pencarian.


Dari hasil komunikasi itu, Kapolsek Tepa mengatakan" KM. Tiefelin bergerak langsung menuju Lokasi Kejadian dan tidak melakukan penyisiran dikarenakan permintaan langsung dari pihak keluarga korban untuk melakukan Doa serta Adat disana dan hari ini merupakan pencarian terakhir oleh KM. Tiefelin karena sudah waktunya melanjutkan perjalanan menuju Saumlaki setelah 3 (tiga) Hari melaksanakan Ops SAR.


Sedangkan Speed Boat milik masyarakat dari desa di Pulau Dai (Kab. MBD) masih melakukan pencarian dengan dibantu pengisian BBM oleh Kecamatan dan Kabupaten.


Diketahui korban hilang sebanyak 8 orang, masih dalam pencarian unsur SAR diantaranya" Kantor SAR Ambon BPBD Kab. MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Camat Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinkes (Medis), Kepala Desa Sinairusi  Kab MBD, Pendeta, dan Masyarakat. 


Dalam pencarian tersebut Tim SAR gabungan menggunakan Alut dan Palsar yakni" Speed Boat Masyarakat 3 Unit, KM. Tiefelin. 


Dalam pencarian tersebut, tim SAR alami beberapa hambatan yakni" Jaringan Komunikasi, Cuaca Cerah Berawan, Angin Tenggara, 18 - 29 Knots, dengan tinggi gelombang 1,25 – 2,5 M. (Rdks) 


Selengkapnya

Inspektur Kodaeral IX Hadiri Sertijab Ketua Majelis Jemaat Kategorial TNI AL Mahanaim

Juni 14, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Inspektur Kodaeral IX, Kolonel (Mar) Eko Priyo Handoyo mewakili Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Majelis Jemaat Kategorial TNI AL Mahanaim Kodaeral IX yang berlangsung di Gereja Mahanaim Kodaeral IX, Minggu (14/6/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung khidmat sebagai bagian dari kesinambungan pelayanan rohani di lingkungan Jemaat Kategorial TNI AL Mahanaim Kodaeral IX.


Dalam prosesi serah terima jabatan, Ketua Majelis Jemaat sebelumnya, Pendeta Vera Latuheru secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Ketua Majelis Jemaat yang baru, Pendeta Venty Nikijuluw.


Momentum pergantian kepemimpinan tersebut, menjadi simbol keberlanjutan pengabdian dan pelayanan kepada umat, sekaligus memperkuat pembinaan mental spiritual umat Nasrani di lingkungan keluarga besar TNI AL, Kodaeral IX.


Komandan Kodaeral lX dalam amanatnya yang dibacakan Ir Kodaeral IX menyampaikan apresiasi atas dedikasi pelayanan Ketua Majelis Jemaat sebelumnya, serta harapan besar kepada pejabat yang baru agar dapat melanjutkan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.


“Selaku pelayan, maka seorang pendeta akan senantiasa taat dan menuruti setiap tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan kepadanya, karena sesungguhnya segala sesuatu itu ada waktunya,” terangnya. 


Menurutnya, ada waktunya untuk datang, dan waktunya untuk pergi. Ada waktunya untuk menanam, ada waktunya untuk mencabut dan menuai. Karena itu setiap pelayan mesti menjalani setiap penugasan dengan penuh ketaatan dan kesetiaan melayani umat.


Melalui kegiatan ini lanjutnya, diharapkan kepemimpinan baru Majelis Jemaat Kategorial TNI AL Mahanaim Kodaeral IX dapat semakin mempererat kebersamaan, memperkuat iman, serta menghadirkan pelayanan yang membawa damai dan kesejukan bagi seluruh jemaat di lingkungan Kodaeral IX. (Rdks) 

Selengkapnya

Ambon Ukir Prestasi Nasional! Wutmailly Rorumuty Raih Kalpataru Lestari, Bukti Komitmen Kota Ambon Jaga Lingkungan

Juni 14, 2026

Ambon, Globaltimurnn.com – Kabar membanggakan kembali datang untuk masyarakat Kota Ambon. Di tingkat nasional, Kota Ambon berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Penghargaan Kalpataru Kategori Lestari, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. 


Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh tokoh lingkungan asal Kota Ambon, Wutmailly Rorumuty, yang selama ini dikenal konsisten dan berdedikasi dalam menjaga serta melestarikan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Dalam prosesi penyerahan penghargaan di Jakarta 11 Juni 2026, Wutmailly Rorumuty yang didampingi langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Toisuta Gasperzs.


Penghargaan Kalpataru Kategori Lestari merupakan bentuk apresiasi tertinggi negara kepada individu yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam pelestarian lingkungan hidup dalam jangka panjang. Pengakuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa upaya nyata yang dilakukan masyarakat Ambon dalam menjaga ekosistem mendapat perhatian dan penghargaan di tingkat nasional.


Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara masyarakat, pegiat lingkungan, serta dukungan penuh Pemerintah Kota Ambon melalui DLHP yang terus mendorong berbagai program pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.


Pemerintah Kota Ambon menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Wutmailly Rorumuty atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Prestasi ini dinilai bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi penerima penghargaan, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kota Ambon dan Provinsi Maluku.


"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kepedulian, dan komitmen dalam menjaga lingkungan akan menghasilkan dampak positif yang besar. Ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat Kota Ambon," demikian disampaikan dalam keterangan resmi Pemerintah Kota Ambon.


Raihan Kalpataru Lestari diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan, melestarikan lingkungan, dan mewariskan ekosistem yang sehat kepada generasi mendatang.


Dengan penghargaan ini, Kota Ambon kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya berkomitmen pada pembangunan, tetapi juga pada pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat menjaga alam dapat mengangkat nama daerah hingga ke panggung nasional.


"Dari Ambon untuk Indonesia, menjaga lingkungan adalah investasi terbaik bagi masa depan." (Za)

Selengkapnya

Sabtu, 13 Juni 2026

PASAR vs PASAL 33: Suga Sapu Sapu Sebut Demonstrasi Hari Ini Adalah Pertarungan Arah Bangsa

Juni 13, 2026


Jogja
, globaltimurnn.com – Gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia hari ini dinilai bukan sekadar protes terhadap kenaikan harga BBM, melemahnya daya beli masyarakat, maupun tekanan ekonomi yang sedang dirasakan rakyat. Menurut analisa tokoh spiritual dan pengamat sosial budaya pada 13/6/2024, Suga Sapu Sapu, demonstrasi tersebut merupakan bentuk pertarungan ideologis antara kekuatan pasar dan amanat Pasal 33 UUD 1945.


Dalam keterangannya, Suga Sapu Sapu menilai bahwa akar persoalan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia adalah semakin menguatnya orientasi ekonomi pasar, sementara prinsip ekonomi kerakyatan yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa mulai terpinggirkan.


"Yang sedang terjadi hari ini bukan sekadar demonstrasi ekonomi. Ini adalah pertarungan antara pasar dan Pasal 33. Pertarungan antara logika keuntungan dan logika keadilan sosial," ujarnya.


Suga kemudian mengutip pemikiran Proklamator Bangsa, Ir. Soekarno, dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi yang menegaskan bahwa nasionalisme Indonesia tidak boleh menjadi nasionalisme borjuis maupun nasionalisme feodal, melainkan harus berlandaskan sosio-nasionalisme yang berpihak kepada rakyat kecil.


Dalam kutipan tersebut, Bung Karno mengkritik kelompok yang mengagumi negara-negara besar semata karena kekuatan modal, industri, dan kapitalismenya, tanpa melihat penderitaan rakyat yang tertindas di balik kemegahan tersebut. Bung Karno juga menolak nasionalisme yang hanya menginginkan Indonesia merdeka secara politik, tetapi tidak mengubah struktur sosial dan ekonomi yang menindas rakyat.


Menurut Suga Sapu Sapu, pesan Bung Karno tersebut masih sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.


"Pasal 33 lahir dari semangat sosio-nasionalisme Bung Karno. Negara harus hadir menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi rakyat. Jika semuanya diserahkan kepada pasar, maka rakyat kecil akan menjadi korban pertama," tegasnya.


Ia menjelaskan bahwa demonstrasi yang muncul hari ini merupakan ekspresi keresahan masyarakat terhadap arah pembangunan yang dianggap semakin menjauh dari cita-cita keadilan sosial sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.


Lebih lanjut, Suga juga menyoroti kritik Bung Karno terhadap nasionalisme kebangsawanan atau feodalisme yang hanya ingin mengganti penguasa tanpa mengubah nasib rakyat. Menurutnya, kemerdekaan sejati bukan hanya soal pergantian elite, tetapi bagaimana negara mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.


"Jika ekonomi hanya tumbuh untuk segelintir orang, sementara rakyat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup, maka yang dipertanyakan rakyat bukan hanya kebijakan pemerintah, tetapi arah perjalanan bangsa itu sendiri," katanya.


Suga menilai demonstrasi yang berlangsung hari ini harus dibaca sebagai peringatan bahwa masyarakat menginginkan pembangunan yang tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan distribusi keadilan dan kesejahteraan.


Menurutnya, Indonesia tidak boleh terjebak dalam dua kutub ekstrem, yakni kapitalisme pasar yang sepenuhnya menyerahkan nasib rakyat kepada mekanisme pasar, maupun feodalisme baru yang hanya menguntungkan kelompok tertentu.


"Pasar diperlukan untuk mendorong pertumbuhan. Tetapi Pasal 33 diperlukan untuk memastikan pertumbuhan itu dinikmati rakyat. Di situlah letak jalan tengah yang diajarkan Bung Karno melalui sosio-nasionalisme dan Pancasila," ujarnya.


Menutup analisanya, Suga Sapu Sapu menyebut bahwa demonstrasi hari ini sesungguhnya adalah pengingat agar negara kembali kepada cita-cita pendiri bangsa.


"Pesan rakyat sederhana: jangan biarkan pasar mengalahkan Pasal 33. Jangan biarkan keuntungan mengalahkan keadilan. Karena Indonesia didirikan bukan untuk memuliakan modal, tetapi untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya. (Red) 

Selengkapnya

Komandan Kodaeral IX Hadiri Acara Pisah Sambut Kasdam XV/Pattimura di Ambon

Juni 13, 2026

Ambon, globaltimurnn.com - Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., didampingi Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, menghadiri Acara Pisah Sambut Kasdam XV/Pattimura di Baruga Antasena, Kota Ambon, Maluku, Sabtu malam (13/6/2026).


Rangkaian acara ini diselenggarakan dalam rangka melepas pejabat Kasdam XV/Pattimura yang lama, Brigjen TNI Dr. Nefra Firdaus, sekaligus menyambut pejabat Kasdam XV/Pattimura yang baru, Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko sebagai bagian dari penyegaran organisasi di lingkungan TNI AD. 


Dalam kesempatan tersebut, kehadiran Dankodaeral IX beserta Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI menjadi wujud nyata dari soliditas, sinergitas, dan ikatan kekeluargaan yang kuat antara TNI AL dan TNI AD, khususnya di wilayah Maluku.


Keharmonisan hubungan kerja sama di lingkungan TNI ini, dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kepulauan Maluku, sekaligus menjadi sarana untuk mempererat koordinasi yang telah berjalan dengan baik selama ini demi mendukung tugas pokok masing-masing instansi.


Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah serta pemberian ucapan selamat dan penyerahan cendera mata kepada pejabat lama atas dedikasinya, serta ucapan selamat datang kepada pejabat baru untuk memulai masa pengabdian di Bumi Raja-Raja.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pangkogabwilhan lll, Danpussenif, Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, dan jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, serta para Pejabat Utama (PJU) Kodam XV/Pattimura dan tamu undangan lainnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Farewell Game Tenis, Olahraga Bersama Lapangan Karang Panjang Dihadiri Para Tokoh dan Pejabat Daerah

Juni 13, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Meskipun diguyur hujan,  suasana penuh keakraban dan keceriaan mewarnai Lapangan Tenis Karang Panjang, Ambon, pada Sabtu (13/6/2026).


Kodam XV/Pattimura menggelar acara Farewell Game Tenis dalam rangka melepas Kasdam XV/Pattimura. Olahraga bersama ini tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi momentum perpisahan yang berkesan bagi seluruh keluarga besar Kodam dan unsur pimpinan daerah di Maluku.


​Dalam pengarahannya, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto,S.I.P., M.Han. menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah kegembiraan dan kebersamaan.


Pangdam berpesan agar seluruh peserta bertanding dengan hati yang bahagia tanpa beban kompetisi yang kaku. Suasana pun kian semarak dengan penyediaan melimpahnya door prize menarik bagi para peserta yang hadir.


Menutup arahannya, Pangdam menyampaikan sebuah pesan menyentuh yang menjadi ruh dari acara ini, yakni kedatangan yang membawa arti dan kepergian yang meninggalkan rindu mendalam bagi jajaran yang ditinggalkan.


Turnamen ekshibisi ini diikuti oleh 64 peserta yang dibagi ke dalam dua kategori bertanding, yaitu kategori eksekutif dan kategori reguler. Meski dibalut dalam suasana santai dan penuh tawa, para peserta tetap menunjukkan antusiasme tinggi di lapangan. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan sportivitas para atlet, panitia telah menyiapkan penghargaan berupa piagam serta uang pembinaan bagi para pemenang di masing-masing kategori.


Acara pelepasan ini juga menjadi bukti kuatnya sinergitas antarinstansi di Maluku. Hal tersebut terlihat dari hadirnya sejumlah pejabat tinggi daerah yang turut menyemarakkan kegiatan, di antaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerisa, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, Danpusenif Letjen TNI Iwan Setiawan, Sekda Provinsi Maluku  Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., dan Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. Tak ketinggalan, perwakilan dari jajaran Forkopimda Provinsi Maluku juga tampak hadir memberikan penghormatan serta doa terbaik bagi Brigjen TNI Dr.Nefra Firdaus, S.E., M.M.,  dalam mengemban amanah di tempat tugas yang baru. (Rdks) 

Selengkapnya

Jumat, 12 Juni 2026

Kecelakaan Laut di Perairan Pulau Dai, Tim Gabungan Intensifkan Pencarian Korban Hilang

Juni 12, 2026


MBD
, globaltimurnn.com – Insiden kecelakaan laut yang melibatkan satu unit speedboat terjadi di perairan sekitar Pulau Dai, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (11/06/2026). 


Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang menjadi korban, dengan dua orang berhasil ditemukan selamat, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara beberapa penumpang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, speedboat tersebut berangkat dari Pantai Desa Sinairusi menuju Desa Tepa, Pulau Babar, dengan tujuan berbelanja kebutuhan pokok sekaligus membawa muatan hasil kopra untuk dijual. Saat keberangkatan, kondisi cuaca dan gelombang laut masih relatif aman sehingga perjalanan dapat dilakukan sebagaimana biasanya.


Namun, saat speedboat berada di tengah perjalanan sekitar pukul 15.00 WIT, kondisi cuaca berubah secara drastis. Angin kencang disertai gelombang tinggi menghantam speedboat hingga menyebabkan perahu tersebut terbalik di perairan sekitar Pulau Dai.


Speedboat tersebut diketahui membawa 10 orang penumpang, yaitu Anton Menahem (40) selaku pengemudi speedboat, Yakop Anamofa (22), Ignasius Matrunkoly (42), Asael Daniel (72), Yomima Waliana (36), Regina Unwakolu (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9), dan Marcelo Unawekla (4).


Dalam peristiwa tersebut, dua penumpang atas nama Yakop Anamofa dan Ignasius Matrunkoly berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju daratan. Sementara itu, satu korban atas nama Asael Daniel (72) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat tenggelam. Hingga saat ini, penumpang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.


Mengetahui kejadian tersebut, masyarakat Desa Sinairusi segera bergerak melakukan pencarian menggunakan perahu motor milik warga. Upaya pencarian kemudian diperkuat oleh aparat gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tepa, Koramil setempat, petugas Syahbandar, serta masyarakat dan awak kapal KM Tifelin K.


Kapolsek Tepa, IPDA Ekber M. Bauromi, S.Tr.K, bersama personel Polsek Tepa dan unsur terkait langsung memimpin upaya pencarian pada Kamis malam. Tim gabungan berangkat sekitar pukul 19.30 WIT menuju lokasi kejadian dan melakukan penyisiran selama kurang lebih dua jam, namun terkendala cuaca serta kondisi gelap sehingga korban yang masih hilang belum berhasil ditemukan.


Pada Jumat pagi (12/06/2026), bertempat di Kantor Syahbandar Kecamatan Babar Barat, dilaksanakan rapat koordinasi Forkopimcam bersama pihak Syahbandar guna membahas langkah-langkah pencarian lanjutan terhadap para korban yang belum ditemukan.


Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Camat Babar Barat D. Laipeny, S.Si., Danramil 1511-03 yang diwakili Sertu Romanus Marian, Kapolsek Tepa IPDA Ekber M. Bauromi, S.Tr.K., Pegawai Syahbandar Ibu Santy Garium, keluarga korban, Captain KM Tifelin K, serta Kepala Desa Hertuty.


Dalam keterangannya, Kapolsek Tepa IPDA Ekber M. Bauromi, S.Tr.K. menyampaikan bahwa seluruh unsur terkait telah berkomitmen untuk mengoptimalkan proses pencarian hingga seluruh korban dapat ditemukan.


“Sejak menerima laporan kejadian, kami segera berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami. 


Meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat, personel gabungan bersama masyarakat tetap berupaya maksimal melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya,” ujar Kapolsek.


Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran serta melengkapi sarana keselamatan seperti pelampung dan alat komunikasi.


“Kami mengajak seluruh masyarakat pesisir agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut. Informasi cuaca harus menjadi perhatian utama sebelum berangkat berlayar, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir,” tambahnya.


Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut.


“Kami turut berduka cita atas musibah kecelakaan laut yang terjadi di perairan Pulau Dai. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Kapolres.


Kapolres menegaskan bahwa Polres MBD akan terus mendukung penuh upaya pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan hingga seluruh korban ditemukan.


“Saya telah memerintahkan seluruh jajaran yang terlibat agar terus bersinergi dengan TNI, pemerintah kecamatan, Syahbandar, dan masyarakat dalam pelaksanaan operasi pencarian. Kami berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap perubahan cuaca yang sering terjadi di wilayah perairan Maluku Barat Daya.


“Kondisi cuaca di wilayah kepulauan dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, setiap pelayaran harus memperhatikan prakiraan cuaca dan mengutamakan faktor keselamatan. Kesadaran terhadap keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama,” pungkas Kapolres.


Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat setempat. Diharapkan operasi pencarian yang dilakukan secara terpadu dapat membuahkan hasil dan memberikan kepastian bagi keluarga para korban. (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT