globaltimurnn.com

Jumat, 08 Mei 2026

Bupati SBB Asri Arman Resmi Lepas Calon Jamaah Haji SBB, Pesan-nya Minta Doa Pada Kabupaten SBB

Mei 08, 2026

Foto : Bupati SBB Asri Arman Resmi Lepas Calon Jamaah Haji SBB, Pesan-nya Minta Doa Pada Kabupaten SBB

Piru
, Globaltimurnn.com - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) resmi memberangkatkan sembilan jemaah calon haji untuk menunaikan ibadah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.


Prosesi pelepasan berlangsung di Gedung Hatu Telu, Piru, Jumat (8/5/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati SBB Asri Arman. Kegiatan itu turut dihadiri Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, keluarga jemaah, dan masyarakat.


Dalam sambutannya, Asri Arman mengatakan ibadah haji merupakan perjalanan suci yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang baik.


“Ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai disiplin, kesabaran, serta kepatuhan terhadap aturan,” ujar Asri.


Ia menyampaikan, jumlah jemaah calon haji asal Kabupaten SBB tahun ini sebanyak sembilan orang. Meski jumlahnya sedikit, menurut dia, hal tersebut tidak mengurangi makna ibadah haji yang akan dijalankan.


“Walaupun jumlah relatif sedikit, hal tersebut tidak mengurangi makna dan kekhidmatan pelaksanaan ibadah haji,” katanya.


Asri juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku.


“Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta mengikuti arahan petugas haji dengan penuh kedisiplinan,” katanya.


Selain itu, Bupati meminta para jemaah menjaga nama baik Kabupaten Seram Bagian Barat serta bangsa Indonesia selama menjalankan ibadah haji.


“Jaga nama baik daerah dan tunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Asri turut menitipkan doa kepada para jemaah agar mendoakan Kabupaten SBB tetap aman dan dijauhkan dari bencana.


“Kepada calon jemaah saya titipkan doa agar masyarakat dan bumi Saka Mese Nusa ini senantiasa diberikan hidayah dan keselamatan serta dijauhkan dari segala marabahaya,” ucapnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten SBB Abdul Razak Patty menjelaskan, tahun 2026 menjadi awal perubahan sistem penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.


Menurut dia, penyelenggaraan haji kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.


“Penyelenggaraan ibadah haji dan umrah kini tidak lagi dilaksanakan oleh Kementerian Agama, tetapi langsung dikelola secara khusus, fokus dan profesional oleh Kementerian Haji dan Umrah,” kata Abdul Razak.


Ia mengatakan, pemerintah juga menerapkan sistem kuota baru berbasis provinsi dan waiting list. Kebijakan itu menyebabkan kuota haji Provinsi Maluku menurun dari 1.086 orang pada 2025 menjadi 587 orang pada 2026.


Meski begitu, Kabupaten Seram Bagian Barat tetap memperoleh kuota keberangkatan sebanyak sembilan calon jemaah haji.


Rinciannya, satu orang dari Kecamatan Amalatu, tiga orang dari Kecamatan Kairatu, dua orang dari Kecamatan Seram Barat, dan tiga orang dari Kecamatan Huamual. Dari jumlah tersebut, tiga orang laki-laki dan enam perempuan.


Abdul Razak menyebut jemaah tertua tahun ini adalah Djaluha Manupatty berusia 92 tahun asal Kecamatan Amalatu. Sedangkan jemaah termuda yakni Janiati Ase berusia 50 tahun asal Kecamatan Huamual.


Seluruh calon jemaah haji asal Kabupaten SBB tergabung dalam Kloter 26 dan dijadwalkan bertolak menuju Makassar pada Sabtu (9/5), sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci menggunakan Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 1426.


Menutup sambutannya, Bupati Asri Arman secara resmi melepas keberangkatan para calon jemaah haji.


“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya melepaskan sembilan orang calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi,” tutupnya. (YL) 

Selengkapnya

Bupati Halut Ikuti Kegiatan Musrenbang RKPD 2027: Konektivitas Kunci Atasi Kemiskinan, Di Ternate

Mei 08, 2026

Foto : Bupati Halut Ikuti Kegiatan Musrenbang RKPD 2027: Konektivitas Kunci Atasi Kemiskinan, Di Ternate

Ternate
, Globaltimurnn.com – Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Provinsi Maluku Utara. Kegiatan yang digelar Jumat itu di Gamalama Ballroom Bela Hotel Ternate mengusung tema “Konektivitas adalah Kunci Memutus Mata Rantai Kemiskinan”. Jum'at (08/05/2026). 

 

Acara ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan dihadiri Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Ketua DPRD Provinsi Iqbal Ruray, perwakilan Bappenas RI, unsur Forkopimda, para kepala daerah, serta pimpinan instansi pusat dan daerah se-Maluku Utara.

 

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pertumbuhan ekonomi provinsi yang mencapai 34 persen pada 2025 dan 19,3 persen di kuartal I 2026 harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani dan nelayan yang menjadi 80 persen penduduk setempat. Ia menyayangkan ketimpangan angka ekonomi dengan kondisi lapangan, di mana sekitar 1.900 km ruas jalan atau 30 persen dari total jaringan jalan rusak berat dan menghambat akses ekonomi.

 

“Tanpa konektivitas, tidak ada pemerataan. Hasil bumi dan laut mereka baru bernilai ekonomi jika bisa sampai ke pasar dengan lancar,” tegasnya.

 

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah provinsi menyiapkan anggaran sebesar Rp4,5 triliun melalui berbagai skema, antara lain mengalokasikan minimal 10 persen APBD untuk infrastruktur, penerapan sistem Lapen guna memulihkan fungsi jalan, serta inovasi Kontrak Payung yang pertama kali diterapkan di Indonesia dan terbukti memangkas anggaran hingga 30 persen.

 

Selain infrastruktur, pendidikan juga menjadi perhatian utama. Gubernur menyampaikan kebijakan pembebasan biaya komite sekolah menengah yang telah menurunkan angka putus sekolah dari 20 ribu menjadi 10 ribu anak. Tahun ini, akan diluncurkan program percontohan Sekolah Jarak Jauh di Halmahera Utara, Morotai, dan Halmahera Timur agar anak-anak di daerah terpencil tetap dapat menyelesaikan pendidikan.

 


Gubernur juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk segera mengunggah dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai dasar penyusunan program dan anggaran, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar penggunaan dana negara tepat sasaran dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Kewilayahan Bappenas RI Dr. Medrilzam mengapresiasi visi pembangunan tersebut. Ia menyarankan Maluku Utara mengembangkan sektor ekonomi di luar pertambangan, seperti perkebunan kelapa dan pala serta pariwisata, serta berjanji membantu penyusunan rencana induk Kota Sofifi dan pembangunan desa.

 

Kepala Bappeda Maluku Utara Dr. M. Sarmin S. Adam melaporkan bahwa Musrenbang ini menetapkan lima prioritas pembangunan tahun 2027, yaitu pemenuhan layanan dasar, percepatan konektivitas wilayah, pengembangan kawasan ekonomi, reformasi birokrasi, serta pemeliharaan ketahanan sosial dan lingkungan.

 

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kebersamaan, menjadi wadah penyamaan persepsi serta penyusunan langkah strategis pembangunan di seluruh wilayah Maluku Utara. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Parang Berubah Menjadi Air Kelapa Muda Yang Sejuk, Mujizat Tuhan Nyata Di Desa Murnaten

Mei 08, 2026

Foto : Parang Berubah Menjadi Air Kelapa Muda Yang Sejuk, Mujizat Tuhan Nyata Di Desa Murnaten

Murnaten
, Globaltimurnn.com - Ketika Tanggal 5 Mei 2026, terdengar suara menantang, saat jemaat GMAHK di Desa Murnaten bersiap mengadakan acara pengorganisasian Gereja jemaat Advent Elim Murnaten. 


Tidak hanya hari itu, Namun malam sebelum acara, tenda telah dirusak oleh sekelompok orang dari Desa, dijatuhkan ke tanah. 


Pagi harinya, di hari saat mana acara akan segera berlansung, pemandangan mengerikan kehadiran semua yang datang hendak mengikuti acara, kurang lebih Sekitar 100 orang berkumpul di depan gereja, membawa parang dan senjata tajam lainnya, Wajah mereka keras, geram, suara mereka lantang disertai bau alkohol sopi yang tercium dari mulut, Tujuan mereka satu adalah menggagalkan acara pengorganisasian gereja jemat Advent di Murnaten.


GMHK Elim Murnaten, hanya sekelompok kecil jemaat yang haus akan kebenaran Tuhan, Tidak ada senjata, Hanya Alkitab dan nyanyian, serta bersenjatakan doa. 


Saat itu, pendeta tidak lari, Mereka justru berlutut dan berdoa dengan air mata, selain itu Dalam doa Ibu Popy Haratilu Souhoka didalam mobil, terdengar teriakan kepada Tuhan, Engkaulah yang memerintahkan kami memberitakan Injil, Sekarang, bukakanlah jalan. Ucap Ibu popi dalam doanya


Seketika itu Tuhan bertindak, Pendeta Emerson Batlayery dan pendeta Bhuken Dasmasela saat itu berdoa dalam hati dan mendekati kerumunan masa serta Pimpinan masa yaitu Pendeta Noya dari jemaat GPM Murnaten, Puji Tuhan, karena kemurahan Tuhan, negosiasi berhasil. 


Perlahan, tanpa duga, beberapa orang dari massa yang tadinya paling keras mulai mundur, Dua orang dari mereka mendekati beberapa anggota jemaat yang sedang berada di seberang jalan, serta salah satu pendeta GMHK lain Maichel Hitipeuw, bukan dengan parang, tetapi dengan segunung kelapa muda, Dengan wajah yang penuh ramah dan tenang, lunak, salah satu dari antara mereka berkata" Kami minta maaf, Ini untuk kalian, Silakan lanjutkan acaranya. 


Seketika pendeta Maichel Hitipeuw dan beberapa anggota GMHK di lokasi itu seakan tidak percaya, namun itu fakta, Parang yang tajam berubah menjadi butiran kelapa muda yang menyegarkan? Hanya Tuhan yang bisa melakukannya.


Acara pun berjalan, Gereja Elim Murnaten resmi terorganisasi, Bahkan beberapa warga yang tadinya menentang ikut duduk mendengar firman Tuhan, walau hanya duduk di pinggiran jalan, Bisa saja ini mujizat-Nya Tuhan datang dalam wujud kelapa muda yang manis.


Sungguh, Tuhan itu nyata, Sampai hari ini, di Murnaten, akan menjadi berkat bagi semua masyarakat disana. "Haleluya". (V374) 

Selengkapnya

Kamis, 07 Mei 2026

Sahli C Straops Poksahli Kodaeral lX Hadiri Pelepasan Jamaah Haji Kloter UPG 24 Maluku

Mei 07, 2026

Foto : Sahli C Straops Poksahli Kodaeral lX Hadiri Pelepasan Jamaah Haji Kloter UPG 24 Maluku

Ambon
, Globaltimurnn.com - Sahli C Straops Poksahli Kodaeral lX, Letkol Laut (T) M. Qomarodin mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H. menghadiri pelepasan keberangkatan Jemaah Haji Kloter UPG 24 Maluku oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa di Asrama Haji Waiheru, Kota Ambon, Kamis (7/5/2026).


Tampak hadir Kapolda Maluku, Kabakamla Zona Timur, Pamen Ahli Bidang  OMP KKodam XV/Pattimura, Kabag Pengawasan Kajati Maluku, Sekda Maluku dan pejabat undangan lainnya. 


Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kloter oleh Gubernur Maluku kepada Ketua Rombongan Kloter Haji sebagai simbol resmi pemberangkatan jemaah calon haji Provinsi Maluku Tahun 2026.


Setelah prosesi pelepasan, calon jemaah haji langsung dikerahkan ke beberapa pos yang telah disediakan, mulai dari pos pengambilan atribut, pengecekan paspor, hingga pemeriksaan kesehatan.


Hal ini guna memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Kloter UPG 24 ini seluruhnya merupakan jemaah haji asal Kota Ambon dengan total 393 orang.


Berdasarkan estimasi jadwal keberangkatan, jemaah kloter UPG 24 direncanakan bertolak dari asrama haji menuju Bandara Pattimura sekitar pukul 22.00 WIT. Selanjutnya, para calon jemaah haji akan diberangkatkan menuju Makassar melalui tiga penerbangan berbeda pada dini hari.


Flight I dijadwalkan berangkat sekitar pukul 01.50 WIT pada Jumat (8/5/2026), disusul Flight II pada pukul 02.05 WIT, dan Flight III pada pukul 02.20 WIT.

 

Setibanya di Makassar, jamaah akan melanjutkan penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi, melalui penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 1424 pada 8 Mei 2026 pukul 09.10 WITA.

 

Jamaah kloter UPG 24 diperkirakan tiba di Jeddah pada hari yang sama sekitar pukul 17.55 waktu Arab Saudi. (Rdks) 

Selengkapnya

Perkuat Ketahanan Pangan Maritim, Kodaeral IX Gelar Mobile Training Team di BPBL Ambon

Mei 07, 2026

Foto : Perkuat Ketahanan Pangan Maritim, Kodaeral IX Gelar Mobile Training Team di BPBL Ambon

Ambon
, Globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Mobile Training Team (MTT) Hanpangan Kodaeral IX TA. 2026 di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, Jl. Laksdya Leo Wattimena, Waiheru, Baguala, Kota Ambon, Maluku, Kamis (7/5/2026).


Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Aster Dankodaeral IX, Kolonel Laut (P) Pilipus Sri Suharto, Kadister Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Franky J. Akihary, Kepala BPBL Ambon, Manijo dan peserta MTT Kodaeral IX.


Menurut Aster Kodaeral lX, kegiatan MTT ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari personel jajaran Kodaeral IX dan unsur terkait, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan. 


"Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat menambah kemampuan SDM di bidang ketahanan pangan maritim, khususnya sektor perikanan budidaya yang menjadi salah satu potensi unggulan di wilayah Maluku," ungkapnya.


Melalui kegiatan MTT Hanpangan ini lanjut Aster, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi pengelolaan perikanan budidaya, pemanfaatan potensi sumber daya laut secara optimal, hingga langkah-langkah inovatif dalam menghadapi tantangan sektor kelautan dan perikanan di era modern.


Momentum ini juga menjadi wadah mempererat sinergi antara Kodaeral IX dengan instansi teknis kelautan dan perikanan dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kodaeral IX berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan wawasan yang diperoleh guna mendukung terciptanya ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di wilayah kerja Kodaeral IX.


Sementara itu Kepala BPBL Ambon yang sekaligus sebagai narasumber dengan  materi “Kebijakan Pembangunan Perikanan Budidaya” menjelaskan tentang pentingnya pengembangan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


Menurutnya, pembangunan ketahanan pangan nasional ini dapat meningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta penguatan ekonomi maritim yang berkelanjutan.


Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif antara peserta dan narasumber. (Rdks) 

Selengkapnya

Warga Binaan Lapas Wahai Tekuni Budidaya Buncis dan Tomat untuk Bekal Kemandirian

Mei 07, 2026

Foto : Warga Binaan Lapas Wahai Tekuni Budidaya Buncis dan Tomat untuk Bekal Kemandirian

Wahai
, Globaltimurnn.com – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai tekuni perawatan bibit buncis dan tomat di area lahan pertanian Lapas, Kamis (7/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian program pembinaan kemandirian guna bekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian dan agribisnis selama jalani masa pidana.


Proses perawatan dilakukan secara intensif mulai dari penyemaian, penyiraman, hingga pemupukan rutin agar bibit dapat tumbuh optimal dan hasilkan panen berkualitas.


Petugas yang mengawasi kegiatan, George Riupassa, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk memastikan Warga Binaan memahami teknik budidaya yang baik dan benar. “Kami mendampingi mereka mulai dari proses penyemaian hingga perawatan. Fokus utama kami adalah memastikan Warga Binaan memahami teknik pertanian yang tepat agar hasil panen nantinya berkualitas,” ujar George.


Salah satu Warga Binaan yang terlibat aktif, DS, mengaku kegiatan pertanian memberi pengalaman baru sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang bermanfaat. “Saya belajar banyak tentang cara menjaga kelembapan tanah dan menangani hama. Kegiatan ini membuat waktu kami di sini lebih bermanfaat dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat nanti,” katanya.


Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty Mouw, mengatakan pemilihan komoditas buncis dan tomat didasarkan pada nilai ekonomi serta kemudahan perawatan yang sesuai dengan kondisi iklim setempat.


“Kami memilih tanaman yang masa panennya relatif singkat namun memiliki nilai jual yang baik. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah bebas nanti,” tuturnya.


Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan bahwa program pertanian merupakan bagian dari pembinaan yang berorientasi pada perubahan dan pemberdayaan Warga Binaan. “Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang pembelajaran dan pembinaan. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat serta mampu kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan produktif,” ungkapnya.


Program pembinaan kemandirian ini mendapat dukungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai kegiatan pertanian di Lapas Wahai menjadi langkah positif dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan berbasis keterampilan. “Lapas Wahai menunjukkan komitmen dalam mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan sehingga Warga Binaan memiliki bekal keterampilan dan kepercayaan diri saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.


Saat ini, ribuan bibit buncis dan tomat terus dirawat dengan target panen dalam beberapa bulan ke depan. Hasil panen nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan internal lapas maupun kebutuhan masyarakat sekitar. (Za)

Selengkapnya

Perketat Deteksi Dini, Lapas Wahai Tes Urine dan Cek Kesehatan Tahanan Baru

Mei 07, 2026

Foto : Perketat Deteksi Dini, Lapas Wahai Tes Urine dan Cek Kesehatan Tahanan Baru

Wahai
, Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai lakukan skrining kesehatan dan tes urine terhadap satu orang Tahanan baru, Kamis (07/05/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah deteksi dini pastikan kondisi kesehatan Tahanan sekaligus cegah penyalahgunaan narkotika ke dalam lingkungan Lapas.


Pemeriksaan berlangsung di klinik Lapas Wahai dengan melibatkan petugas kesehatan dan jajaran pengamanan. Tahanan baru menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari pengecekan tekanan darah, riwayat penyakit menular, hingga pengambilan sampel urine.


Petugas Kesehatan Lapas Wahai, Dayu, menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan prosedur wajib yang diterapkan kepada setiap Tahanan baru. “Kami melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatan Tahanan sejak awal. Jika ditemukan indikasi penyakit ataupun hasil tes urine yang positif, kami dapat segera melakukan langkah penanganan medis dan pengawasan lebih lanjut,” ujar Dayu.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan bahwa skrining kesehatan dan tes urine menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Pemasyarakatan. “Skrining ini merupakan langkah antisipatif untuk memastikan lingkungan Lapas tetap sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kami tidak ingin ada potensi gangguan kesehatan maupun pengaruh narkotika yang masuk dari luar,” tegasnya. Ia menambahkan, deteksi dini menjadi salah satu upaya preventif yang terus diperkuat guna mendukung terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang kondusif. 


Langkah tersebut juga mendapat dukungan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan prosedur penerimaan Tahanan secara disiplin dan konsisten di seluruh satuan kerja Pemasyarakatan. “Saya menginstruksikan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Maluku untuk memperketat skrining bagi Warga Binaan maupun Tahanan baru. Hal ini penting untuk memastikan setiap individu yang masuk dalam sistem Pemasyarakatan berada dalam pengawasan kesehatan yang baik dan bersih dari narkoba,” ujarnya. (Za)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT