globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Sabtu, 29 Agustus 2026

Sejak Pagi, Nasi Kelapa dan Ikan Bakar Colo-Colo Bikin Laha Ramai Dikunjungi Pecinta Kuliner

Agustus 29, 2026


Laha
, Globaltimurnn.com — Minggu pagi, 30 Agustus 2026, Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, kembali menunjukkan pesonanya sebagai salah satu kawasan yang tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga cita rasa kuliner khas yang mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.


Sejak pukul 06.00 WIT, suasana di sejumlah titik kuliner di Negeri Laha mulai dipadati pengunjung. Warga datang silih berganti, sebagian bahkan rela menempuh perjalanan dari berbagai daerah demi menikmati sajian yang sudah lama dikenal sebagai salah satu daya tarik kuliner Laha.


Di antara beragam makanan dan camilan yang tersedia, ada dua menu yang seolah menjadi “bintang utama” yang paling dinantikan, yakni nasi kelapa dan ikan bakar dengan sambal colo-colo.


Nasi kelapa bukan sekadar makanan bagi masyarakat Maluku. Hidangan sederhana yang kaya cita rasa ini telah menjadi bagian dari kebiasaan kuliner masyarakat dan terus memiliki tempat tersendiri di hati para penikmatnya.


Di Negeri Laha, pengalaman menikmati nasi kelapa terasa semakin istimewa. Ikan segar yang menjadi pilihan pembeli dibakar langsung di tempat. Aroma ikan yang dipanggang di atas bara kemudian berpadu dengan nasi kelapa dan sambal colo-colo, menciptakan sajian yang sederhana namun menggugah selera.


Bagi pengunjung, proses pembakaran ikan secara langsung justru menjadi bagian dari daya tarik. Mereka tidak hanya datang untuk membeli makanan, tetapi juga menikmati suasana, melihat proses pengolahan, hingga menyantap hidangan dalam kondisi masih hangat.


Perpaduan ikan bakar, nasi kelapa dan colo-colo menjadi salah satu alasan mengapa kawasan kuliner di Laha terus memiliki peminat. Rasanya yang khas membuat banyak pengunjung memilih kembali datang, bahkan menjadikan kuliner tersebut sebagai tujuan saat akhir pekan.


Menariknya, antusiasme masyarakat tidak begitu saja surut meski kondisi cuaca terkadang kurang bersahabat. Keinginan untuk menikmati kuliner khas Laha menjadi alasan tersendiri bagi pengunjung untuk tetap datang.


Bagi sebagian orang, perjalanan menuju Laha bukan sekadar perjalanan mencari makanan. Ada pengalaman yang ingin ditemukan—mulai dari suasana pagi, keramaian warga, aroma ikan yang dibakar, hingga sepiring nasi kelapa yang disantap bersama sambal colo-colo.


Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kuliner dapat menjadi bagian penting dari identitas sebuah negeri. Laha tidak hanya dikenal karena letaknya dan keindahan kawasan pesisirnya, tetapi juga karena sajian kuliner yang tumbuh dan dipertahankan dari generasi ke generasi.


Tak heran jika Negeri Laha kerap mendapat julukan sebagai “negeri kuliner”. Sebutan itu bukan tanpa alasan. Dari pagi hari, denyut aktivitas masyarakat dan para pelaku usaha kuliner sudah terlihat, menghadirkan pengalaman tersendiri bagi siapa saja yang datang.


Pada akhirnya, cerita tentang Negeri Laha bukan hanya tentang nasi kelapa dan ikan bakar colo-colo. Lebih dari itu, ada cerita tentang masyarakat, tradisi, rasa dan sebuah negeri yang mampu menjadikan makanan sebagai cara untuk memperkenalkan identitasnya.


Dari sebuah sajian sederhana di pagi hari, Negeri Laha menunjukkan bahwa kuliner lokal masih memiliki kekuatan untuk mempertemukan banyak orang—datang, menikmati, kemudian pulang membawa cerita tentang rasa dari sebuah negeri. (Za)

Selengkapnya

Dugaan Korupsi Anggaran Proyek Pembangunan Jalan Pulau Dai & Watuwey - Wisata Tahun Anggaran 2025, Ulemlem Desak Kejari MBD Segera Tetapkan Tersangka

Agustus 29, 2026


MBD
, Globaltimurnn.com - Praktisi hukum Fredi Moses Ulemlem mendesak pihak kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya tetapkan tersangka pada Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan jalan di pulau Dai dan Watuwey -Wiratan tahun anggaran 2025.


Kami telah bersurat kepada Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan untuk melakukan pengawasan secara melekat pada Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya dalam menyelesaikan kasus ini agar tidak ada pihak yang sengaja melindungi koruptor. Ungkap Praktisi hukum Fredi Moses Ulemlem kepada media ini kemarin via pesan whatsaap-nya


Pasalnya" Sebagaimana yang telah diketahui publik bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tiakur, Maluku Barat Daya (MBD), telah menggeledah Kantor Dinas PUPR/PUTR-PKP dan Kantor Bagian Barang dan Jasa (Barjas)/ULP pada Kamis, 6 Agustus 2026 atas Dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan lapen Pulau Dai dan peningkatan jalan lapen Watuwei-Wiratan Tahun Anggaran 2025. Ucapnya


Ulemlem menyampaikan" Adapun Lokasi Penggeledahan pihak Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya (MBD) adalah Ruang Kepala Bidang Bina Marka, ruang Sekretaris Dinas PUPR, serta Bagian Barang dan Jasa di Sekretariat Daerah MBD.


Berikut Barang Bukti yang disita adalah sejumlah dokumen penting serta mengamankan uang  dari dugaan Tindak Pidana korupsi proyek jalan senilai Rp1,02 miliar. Terang Ulemlem


Dikatakan-nya" Perlu kami sampaikan bahwa sejak dilakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti sampai dengan saat ini belum dilakukan penetapan tersangka.


Secara tegas Ulemlem mengatakan" Oleh karena itu kami meminta kepada Jaksa Agung Republik Indonesia, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan agar segera memerintahkan pihak Kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya segera tetapkan tersangka bagi pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam kasus tersebut.


Bahwa rakyat Maluku Barat Daya sedang menanti kapan pihak kejaksaan Negeri Maluku Barat Daya melakukan penetapan tersangka. Ucapnya


Berdasarkan pasal 4 UU Tipikor Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ditegaskan bahwa pengembalian kerugian keuangan atau perekonomian negara tidak menghapuskan unsur pidana pelaku. Jelas Ulemlem


Mengenai delik formil Korupsi dipandang sebagai delik formil, Artinya, saat perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang telah selesai dilakukan dan memenuhi unsur, tindak pidana sudah terjadi secara sempurna.


Jangan sampai ada banalitas  dalam pikiran penyidik Kejaksaan Negeri Maluku Barat artinya dalam penanganan perkara korupsi, sikap acuh tak acuh atau menganggap korupsi sebagai "hal biasa yang dimaklumi" padahal musuh terbesar negara dan keadilan adalah Korupsi.


Jangan terjebak dalam formalitas hukum semata tetapi lihat dampaknya.  


Ulemlem mengingatkan" Ingat selalu bahwa korupsi merampas hak hidup masyarakat miskin, Jaga integritas dan tolak kompromi sekecil apa pun dalam proses hukum yang sedang berjalan. Pungkasnya  (***) 

Selengkapnya

Hujan Tak Halangi Pangkoarmada RI Resmikan Jembatan Kori dan Gelar Bakti Sosial di Negeri Tawiri

Agustus 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Hujan yang mengguyur Dusun Sawa, Negeri Tawiri, Kota Ambon, Maluku, pada Sabtu sore (29/8/2026) tidak menyurutkan langkah Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., untuk meresmikan Jembatan Kori di Kali Wailawa.


Didampingi Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., peresmian jembatan tersebut dilaksanakan di sela-sela kunjungan kerja Pangkoarmada RI di wilayah Kodaeral IX.


Jembatan Kori memiliki arti penting bagi masyarakat Dusun Sawa karena menjadi akses penghubung utama yang menghubungkan dusun dengan wilayah sekitarnya. Kehadiran jembatan gantung tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, dan pendidikan.


Usai meresmikan jembatan melalui penandatanganan prasasti, Pangkoarmada RI menyampaikan apresiasi kepada Kodaeral IX dan masyarakat yang telah bersama-sama mendorong terwujudnya pembangunan jembatan tersebut.


Jembatan ini sangat dibutuhkan oleh warga Dusun Sawa. Ini bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang penggerak roda perekonomian, pertanian, dan pendidikan di wilayah ini,” ujar Pangkoarmada RI.


Menurutnya, pembangunan Jembatan Kori merupakan wujud nyata sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan akses infrastruktur di wilayah tersebut. Pangkoarmada RI juga menyampaikan terima kasih kepada Komandan Kodaeral IX yang telah menggagas pembangunan jembatan hingga dapat direalisasikan melalui semangat gotong royong dan swadaya masyarakat.


Pangkoarmada RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi antara TNI AL, Pemerintah Provinsi Maluku, serta Pemerintah Kota Ambon guna mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.


“Pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI AL tidak hanya dalam menjaga pertahanan dan keamanan laut, tetapi juga turut berkontribusi dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.


Gelar Bakti Sosial


Selain meresmikan Jembatan Kori, Pangkoarmada RI juga meninjau pelaksanaan Bakti Sosial TNI AL yang digelar bagi masyarakat Negeri Tawiri, khususnya warga Dusun Sawa dan sekitarnya.


Sedikitnya 100 warga hadir dalam kegiatan tersebut. Masyarakat tidak hanya menerima bantuan paket sembako, tetapi juga memperoleh pelayanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan gigi.


Pelayanan kesehatan diberikan oleh dua dokter, delapan tenaga paramedis, dan satu apoteker dari Dinas Kesehatan serta Rumah Sakit TNI AL (RSAL) dr. F.X. Suhardjo Kodaeral IX.


Sejumlah keluhan kesehatan yang ditemukan dalam pelayanan tersebut antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan otot, gastritis atau gangguan lambung, hipertensi, serta keluhan terkait kesehatan gigi dan rongga mulut serta penyakit kulit.


Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AL untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Tokoh Agama Negeri Tawiri, Pendeta Thomas Pattinasarany, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian TNI AL terhadap masyarakat Dusun Sawa.

Ia mengatakan Jembatan Kori merupakan satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat Dusun Sawa sehingga keberadaannya sangat strategis bagi kehidupan warga.


“Jembatan ini menjadi babak baru bagi warga Dusun Sawa. Kami berharap keberadaannya dapat meningkatkan konektivitas sekaligus menjadi motor penggerak perekonomian, pertanian, dan akses pendidikan masyarakat,” ungkapnya.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pangkoarmada RI dan Komandan Kodaeral IX atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat.


“Terima kasih kepada Bapak Panglima Koarmada RI dan Komandan Kodaeral IX yang telah mengulurkan tangan Tuhan untuk membantu warga kami. Ini merupakan berkah yang kami harapkan dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Asisten Operasi Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI Hariyo Poernomo, para Pejabat Utama dan Kepala Satuan Kerja Kodaeral IX, serta tokoh masyarakat Dusun Sawa. (Rdks) 

Selengkapnya

Usai Dilantik, PB IPPMAL Ditantang Jadi Motor Penggerak Pembangunan Maluku

Agustus 29, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Laimu (PB IPPMAL) periode 2026-2029 resmi dikukuhkan. Organisasi yang menjadi wadah berhimpun pemuda, pelajar, dan mahasiswa asal Negeri Laimu ini didorong untuk tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi, tetapi ikut mengambil bagian dalam pembangunan Maluku.


Pelantikan dipimpin langsung Kepala Pemerintah Negeri Laimu, Abdul Kadir, dan berlangsung di Auditorium SUPM Ambon, Sabtu (29/08/2026).


Mengusung tema “Bersatu dalam Semangat Persaudaraan, Berkarya untuk Kemajuan Maluku Menuju Indonesia Emas 45”, momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk melahirkan kerja-kerja nyata yang berdampak bagi masyarakat.


Dalam sambutannya, Abdul Kadir mengingatkan bahwa perubahan merupakan sesuatu yang terus bergerak dan tidak dapat dihindari. Karena itu, generasi muda harus memiliki kesiapan, kemampuan, serta keberanian untuk beradaptasi dan mengambil peran.


Perubahan tidak akan menunggu siapapun. Ia berlalu begitu cepat. Maka, sebagai insan yang berakal, sudah sepantasnya kita mempersiapkan diri untuk melaju bersama perubahan, ujar Abdul Kadir.


Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pemuda Laimu, kata dia, harus mampu menunjukkan kapasitasnya dan tidak merasa tertinggal dibandingkan generasi muda dari daerah lain.


“Para pemuda dan mahasiswa yang lahir di ujung timur Indonesia harus mampu berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah bersama pemuda dan mahasiswa lainnya,” katanya.


Ia berharap IPPMAL dapat menjadi ruang tumbuhnya pemikiran kritis, kreativitas, serta gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi program konkret bagi masyarakat dan daerah.


Sementara itu, Ketua Umum PB IPPMAL periode 2026-2029, Amir, mengatakan kepengurusan baru akan terus memperkuat jaringan organisasi di berbagai daerah.


Saat ini, IPPMAL telah memiliki cabang di Jakarta, Makassar, dan Ambon. Organisasi tersebut juga menargetkan pembentukan cabang baru di Maluku Utara dan Kota Sorong.


Menurut Amir, luasnya jaringan tersebut bukan sekadar memperbesar struktur organisasi, tetapi menjadi modal untuk mempererat hubungan antarpemuda Laimu yang berada di berbagai daerah.


“Kehadiran saudara-saudari sekalian bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah jaringan yang wajib kita pelihara selamanya sebagaimana hakikat orang bersaudara,” ujar Amir.


Ia menegaskan, pemuda dan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton ketika berbagai persoalan terjadi di daerah. Sebaliknya, generasi muda harus mampu hadir dengan gagasan dan solusi.


Amir juga mengingatkan pentingnya menghindari kepentingan kelompok yang dapat memecah persatuan pemuda.


“Perjuangan berbasis kelompok-kelompok hanya menghasilkan kepentingan politik praktis. Karena itu, bersatu dalam semangat persaudaraan dan berkarya untuk kemajuan Maluku menuju Indonesia Emas 45 harus menjadi perjuangan bersama,” tegasnya.


Ia berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang yang lebih luas bagi organisasi kepemudaan untuk terlibat dalam proses pembangunan, termasuk memberikan kesempatan bagi pemuda untuk menyampaikan gagasan dan ikut berkontribusi dalam berbagai kebijakan daerah.


Di tempat yang sama, Ketua Panitia pelantikan, Syamsul Kumkelo, menekankan agar kepengurusan baru tidak menjadikan pelantikan sebagai puncak kegiatan organisasi.


Menurutnya, kepengurusan periode 2026-2029 harus mampu menerjemahkan amanah organisasi ke dalam kerja nyata, termasuk mengambil peran dalam pembangunan dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.


Berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dibacakan dalam pelantikan, kepengurusan PB IPPMAL akan menjalankan mandat selama tiga tahun.


Seluruh pengurus juga diwajibkan menjaga persatuan, membangun kerja sama, mengedepankan musyawarah, serta menjaga nama baik Negeri Laimu dan organisasi.


Dengan mandat tersebut, PB IPPMAL periode 2026-2029 diharapkan mampu menjadikan semangat persaudaraan sebagai kekuatan untuk melahirkan gagasan, kader, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Maluku.(Za)

Selengkapnya

Dari Laimu Untuk Maluku, Ketua DPRD Ambon Dorong IPPMAL Cetak Pemimpin Masa Depan

Agustus 29, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan bangsa.


Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Librecht Tamaela, S.E., saat menghadiri Pelantikan Pengurus Besar Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Laimu (PB-IPPMAL) periode 2026-2029 di Gedung Auditorium SUPM Waeheru, Kota Ambon, Sabtu (29/08/2026).


Pelantikan tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Semangat Persaudaraan, Berkarya untuk Kemajuan Maluku Menuju Indonesia Emas.”


Tamaela memberikan apresiasi kepada seluruh pemuda, pelajar dan mahasiswa asal Negeri Laimu yang memilih berhimpun dalam organisasi sebagai wadah untuk membangun kapasitas sekaligus memperkuat persaudaraan.


Menurutnya, keberadaan IPPMAL merupakan potensi besar yang dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam melahirkan berbagai gagasan dan kontribusi bagi pembangunan.


“Atas nama DPRD Kota Ambon, kami memberikan apresiasi dan penghormatan khusus kepada rekan-rekan, saudara-saudara dan adik-adik yang tergabung dalam organisasi pemuda, pelajar dan mahasiswa asal Negeri Laimu yang hari ini baru saja dilantik,” ujar Tamaela.


Ia menilai, keberadaan organisasi seperti IPPMAL dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, membangun jejaring serta memahami berbagai persoalan masyarakat.


Lebih dari itu, Tamaela melihat organisasi kepemudaan sebagai salah satu tempat penting untuk mempersiapkan generasi yang nantinya mampu melanjutkan estafet kepemimpinan di berbagai bidang.


Tamaela mengatakan, pembangunan daerah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.


Karena itu, ia berharap kader-kader IPPMAL dapat memanfaatkan organisasi sebagai ruang untuk mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan.


“Bagaimana mempersiapkan generasi-generasi muda asal Negeri Laimu untuk bisa tampil mengambil tongkat estafet kepemimpinan ke depan, baik di pemerintahan maupun di legislatif. Ini hal yang penting,” katanya.


Ia menyebut Negeri Laimu bersama enam negeri gandongnya memiliki banyak putra-putri yang selama ini telah memberikan kontribusi bagi Maluku.


Potensi tersebut, menurutnya, harus terus dikembangkan agar generasi muda Laimu tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi tampil sebagai bagian dari aktor pembangunan.


Tamaela juga mengingatkan agar kemajuan intelektual generasi muda tetap berjalan beriringan dengan nilai etika, moral dan adat.


Ia berharap pemuda Laimu mampu menjadi generasi modern yang terbuka terhadap perkembangan zaman, namun tetap memiliki akar budaya dan jati diri sebagai anak negeri dari Pulau Seram.


“Kita orang Seram, tetapi kita harus bisa berkontribusi langsung kepada bangsa dan negara, terutama bagi Maluku, Kota Ambon dan Negeri Laimu,” tegasnya.


Tamaela juga membuka peluang kolaborasi antara DPRD Kota Ambon dan IPPMAL. Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki energi, gagasan dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan.


Ia berharap hubungan antara lembaga legislatif dan organisasi kepemudaan tidak berhenti pada momentum pelantikan, tetapi dapat dilanjutkan melalui komunikasi dan kerja sama dalam berbagai kegiatan.


“Kami membuka ruang kolaborasi antara DPRD Kota Ambon dengan IPPMAL, begitu juga dengan Pemerintah Kota Ambon. Bagi kita, sinergi ini penting dalam proses pembangunan Kota Ambon ke depan,” ujarnya.


Menurut Tamaela, kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan sekaligus ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Ia pun berharap kepengurusan baru PB-IPPMAL periode 2026-2029 mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik, menjaga persatuan serta menjadikan semangat persaudaraan sebagai kekuatan dalam berkarya.


Dengan semangat tersebut, IPPMAL diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi pemuda, pelajar dan mahasiswa asal Laimu, tetapi juga mampu melahirkan kader-kader yang siap memberikan kontribusi bagi Maluku, Kota Ambon, Negeri Laimu, hingga Indonesia. (Za)

Selengkapnya

Larang Wartawan Meliput, Dokter Sita Di Soroti, Ketua IWO Maluku Kecam Keras Perilaku Dokter Sita

Agustus 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com — Kebebasan pers kembali menjadi sorotan setelah seorang wartawan diduga mengalami pelarangan saat hendak melakukan peliputan yang melibatkan Dokter Sita.


Peristiwa tersebut terjadi ketika wartawan berupaya menjalankan tugas jurnalistik untuk memperoleh informasi dan melakukan konfirmasi terkait kegiatan yang berlangsung, Namun, sangat disayangkan upaya peliputan tersebut disebut tersumbat, mendapat larangan sehingga wartawan tidak dapat menjalankan tugasnya secara leluasa.


Pelarangan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik menjadi perhatian serius karena kerja pers merupakan bagian penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. 


Terkait persoalan yang di alami wartawan Maluku, PW IWO Maluku Karel Soukotta mengecam keras perilaku dokter yang disebutkan dalam peristiwa pelarangan itu. 


Kata Soukotta" Wartawan memiliki tugas untuk mencari, memperoleh, mengolah, dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta kepada publik. Tegasnya


Lebih lanjut Soukotta menyampaikan" Dalam menjalankan tugasnya, wartawan juga memiliki hak untuk mendapatkan akses informasi dan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait secara profesional dan berimbang. Tuturnya


Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai alasan pelarangan tersebut dari pihak Dokter Sita. 


Konfirmasi dan klarifikasi tetap diperlukan agar informasi mengenai kejadian tersebut dapat disampaikan secara utuh dan berimbang.


Secara tegas Soukotta menyampaikan" Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian semua pihak agar hubungan antara insan pers dan narasumber tetap berjalan secara profesional, dengan tetap menghormati ketentuan hukum serta prinsip-prinsip kebebasan pers. Pungkasnya (V374) 

Selengkapnya

Pangkoarmada RI Tiba di Ambon, Disambut Komandan Kodaeral IX dengan Tradisi Cakalele

Agustus 29, 2026



Ambon
, globaltimurnn.com - Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Kiki Denih Hendrata tiba di Ambon dalam rangka kunjungan kerja di wilayah Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Sabtu (29/8/2026).


Kedatangan Pangkoarmada RI beserta rombongan disambut langsung oleh Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., didampingi Ketua Daerah Kodaeral IX Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas, di VIP Room Pemda Bandara Internasional Pattimura, Ambon.


Pangkoarmada RI beserta rombongan tiba menggunakan pesawat Batik Air ID-6170 pada pukul 06.20 WIT. Penyambutan berlangsung dengan suasana hangat melalui persembahan Tarian Tradisional Cakalele yang menjadi salah satu tradisi penyambutan khas Maluku.


Sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan selamat datang di Bumi Raja-Raja, Komandan Kodaeral IX turut mengalungkan selendang khas Maluku kepada Pangkoarmada RI. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan dan penerimaan tamu kehormatan di wilayah Maluku.


Setelah prosesi penyambutan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penerimaan paparan laporan kesiapan kegiatan oleh Ketua Panitia di VIP Room. Selanjutnya, Pangkoarmada RI beserta rombongan bertolak menuju Mako Kodaeral lX yang berlokasi di Halong, Baguala, Kota Ambon. 


Dalam kunjungan tersebut, Pangkoarmada RI didampingi Asrena Pangkoarmada RI, Laksma TNI Victor Pardamean Siagian, Asops Pangkoarmada RI, Laksma TNI Hariyo Poernomo, Asintel Pangkoarmada RI, Laksma TNI I Putu Budiastika, Aslog Pangkoarmada RI, Laksma TNI Rahmadi Subagya beserta istri, serta Koorsmin Pangkoarmada RI Kolonel Laut (P) Romi Habe Putra.


Turut hadir dalam penyambutan tersebut Sekda Provinsi Maluku Ir. Sadali Ie, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala, Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, Wadan Kodaeral IX Laksma TNI Dr. Muhammad Risahdi, Kasdam XV/Pattimura, TNI Wawan Pujiatmoko, Kazona Bakamla Wilayah Timur Laksma TNI I Putu Darjatna, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Adhi Akbar, Kapolresta P. Ambon dan P.P. Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, serta para Pejabat Utama Kodaeral IX.


Kunjungan kerja Pangkoarmada RI di wilayah Kodaeral IX diharapkan semakin memperkuat koordinasi, sinergi, dan soliditas jajaran TNI AL serta mempererat kerja sama dengan unsur Forkopimda dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan laut di wilayah Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT