globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Rabu, 19 Agustus 2026

Santika Anniversary Sale Hadirkan Diskon 45 Persen, Hotel Santika Premiere Ambon Ikut Tawarkan Promo Spesial

Agustus 19, 2026


Jakarta
, Globaltimurnn.com – Memasuki usia ke-45 tahun perjalanan di industri perhotelan Indonesia, Santika Indonesia Hotels & Resorts menghadirkan program “Santika Anniversary Sale” dengan berbagai penawaran menarik bagi masyarakat dan pelanggan setianya.


Melalui program spesial tersebut, tamu berkesempatan mendapatkan diskon menginap hingga 45 persen, termasuk sarapan untuk dua orang. Promo berlaku di jaringan hotel Santika Indonesia Hotels & Resorts yang berpartisipasi dan dapat dipesan melalui aplikasi MySantika.


Periode pemesanan berlangsung mulai 21 Agustus hingga 2 September 2026, sementara periode menginap tersedia mulai 21 Agustus hingga 22 Desember 2026. Dengan rentang waktu tersebut, pelanggan memiliki kesempatan lebih luas untuk merencanakan perjalanan bisnis, liburan maupun waktu bersama keluarga hingga penghujung tahun.


Corporate Marketing & Communication Manager Santika Indonesia Hotels & Resorts, Prita Gero, mengatakan perayaan 45 tahun Santika menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan apresiasi kepada para pelanggan yang selama ini telah memberikan kepercayaan.


“Perjalanan 45 tahun Santika Indonesia Hotels & Resorts tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan para tamu setia. Melalui Santika Anniversary Sale, kami ingin mengucapkan terima kasih dengan menghadirkan penawaran terbaik agar lebih banyak tamu dapat menikmati pengalaman menginap yang berkesan,” ujar Prita.


Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari berbagai momen istimewa pelanggan, baik bersama keluarga maupun kolega.


Tidak hanya memberikan potongan harga, Santika Anniversary Sale juga menghadirkan keuntungan tambahan bagi anggota MyValue Loyalty Program.


Selama periode promo, member berkesempatan mengikuti program Top Spender dan Lucky Spender dengan hadiah menarik.


Tiga member dengan total transaksi tertinggi akan mendapatkan hadiah berdasarkan peringkat. Top Spender pertama berhak memperoleh voucher menginap di The Anvaya Beach Resort Bali, sementara peringkat kedua mendapatkan voucher menginap di Hotel Santika atau Hotel Santika Premiere pilihan.


Sedangkan Top Spender ketiga akan memperoleh voucher menginap di Kampi Hotel pilihan. Masing-masing hadiah tersebut berlaku untuk periode menginap selama 3 hari 2 malam.


Selain itu, member lainnya yang memenuhi ketentuan transaksi juga memiliki kesempatan menjadi Lucky Spender dan memenangkan poin MyEraspace senilai Rp5 juta.


Semarak perayaan 45 tahun Santika Indonesia Hotels & Resorts juga hadir di Hotel Santika Premiere Ambon, yang menjadi salah satu jaringan hotel yang berpartisipasi dalam program Santika Anniversary Sale.


Hotel Santika Premiere Ambon mengajak masyarakat Kota Ambon maupun wisatawan untuk memanfaatkan momentum tersebut guna memperoleh pengalaman menginap dengan harga yang lebih menarik.


Pemesanan promo dapat dilakukan melalui aplikasi MySantika, sementara informasi dan keuntungan keanggotaan dapat diperoleh melalui aplikasi MyValue yang tersedia di iOS maupun Google Play Store.


Hotel Santika Premiere Ambon merupakan bagian dari Santika Indonesia Hotels & Resorts, salah satu jaringan hotel lokal terbesar di Indonesia yang mengedepankan pelayanan dengan konsep “hospitality from the heart”.


Berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman, Ambon, Hotel Santika Premiere Ambon memiliki 143 kamar yang terbagi dalam enam tipe, yakni Deluxe Hill View, Deluxe Bay View, Premiere, Executive, Deluxe Suite, dan Santika Suite.


Hotel ini menawarkan panorama laut dan perbukitan yang menjadi salah satu daya tarik bagi para tamu. Selain fasilitas kamar, tersedia pula lima ruang meeting dan satu ballroom dengan kapasitas mulai dari 10 hingga 1.000 orang.


Untuk kebutuhan bersantap, hotel menghadirkan Gandaria Restaurant yang menyajikan berbagai hidangan tradisional khas Nusantara dengan cita rasa khas Santika. Fasilitas lainnya yang tersedia adalah Infinity Swimming Pool.


Dengan hadirnya Santika Anniversary Sale, masyarakat dapat memanfaatkan momentum 45 tahun perjalanan Santika untuk menikmati pengalaman menginap dengan penawaran khusus sekaligus mendapatkan berbagai keuntungan sebagai member.


Segera unduh aplikasi MyValue dan MySantika melalui iOS atau Google Play Store, daftar sebagai member Santika Indonesia, dan nikmati berbagai harga serta keuntungan spesial di jaringan Hotel Santika Indonesia Hotels & Resorts. (Za)

Selengkapnya

Ricky Dwi Biantoro Lantik Sejumlah Pejabat Ditjenpas Maluku, Tekankan Jabatan sebagai Amanah

Agustus 19, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Sejumlah pejabat manajerial dan nonmanajerial di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, Rabu (19/08/2026).


Pelantikan yang berlangsung di Rumah Tahanan Kelas II A Ambon tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian dan pengisian jabatan, tetapi juga dirangkaikan dengan serah terima jabatan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon.


Dalam prosesi tersebut, para pejabat yang dilantik mengucapkan sumpah jabatan dan menandatangani berita acara pengambilan sumpah sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai amanah yang diberikan.


Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor MIP-338.PAS.1072.1.03.03 Tahun 2026 tentang pemberhentian dari jabatan manajerial dan nonmanajerial serta pengangkatan dalam jabatan administratif, jabatan pengawas dan pelaksana di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 5 Agustus 2026 atas nama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Dr. Agus Masyhuri.


Dalam keputusan tersebut, sejumlah aparatur sipil negara diberhentikan dari jabatan sebelumnya dan diberikan amanah baru sesuai kebutuhan organisasi.


Pejabat yang tercantum antara lain Nofrian IBCI BSHMM, dengan NIP 19701216-199403-1001, yang diangkat sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku.


Kemudian Meta Putra AMD IP SHMNSI, dengan NIP 19840502-200212-1001, diangkat dalam jabatan pada Rutan Kelas IIA Ambon.


Selanjutnya Martial T.D. Marlisa, S.T., Herpas, dengan NIP 19960301-201712-1001, diangkat sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Ambon.


Selain jabatan manajerial dan nonmanajerial, pelantikan juga mencakup pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor MIP-338.PAS.1077.1.03.03 Tahun 2026 tentang pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional Pembina Keamanan Pemasyarakatan dan Pembimbing Kemasyarakatan.


Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 10 Agustus 2026 dan mulai berlaku terhitung sejak tanggal pelantikan.


Dalam lampiran keputusan tersebut tercantum Farhan Rajwa Walia Masud, dengan NIP 20020517, yang diangkat sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Ambon.


Kemudian Fred Nik Daniel Ohoy Mutun Yesterpas, dengan NIP 20011217-202502-1001, yang juga diangkat sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Ambon.


Dalam sambutannya, Ricky Dwi Biantoro mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bahwa jabatan yang dipercayakan kepada mereka bukan sekadar posisi struktural maupun kewenangan, tetapi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.


Ia menegaskan, sumpah jabatan yang diucapkan bukan hanya disaksikan oleh jajaran yang hadir dalam pelantikan, tetapi juga menjadi pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa.


“Jabatan bukan sebuah kewenangan, bukan hanya sebagai kebanggaan maupun kekuasaan, tetapi jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan,” tegas Ricky.


Karena itu, ia meminta para pejabat baru tidak terjebak pada rutinitas dan banyaknya kegiatan. Setiap program yang dilaksanakan harus memiliki hasil dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.


Menurut Ricky, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan semata-mata seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi seberapa besar hasil dan manfaat yang mampu diwujudkan.


“Jangan hanya melakukan kegiatan, tetapi kita harus melihat hasilnya. Bekerjalah untuk memberikan hasil dan manfaat bagi orang lain,” pesannya.


Ricky juga menekankan pentingnya profesionalisme, integritas dan komitmen dalam menjalankan tugas.


Menurutnya, organisasi yang kuat tidak mungkin dibangun oleh satu atau dua orang. Dibutuhkan kerja bersama seluruh jajaran dengan visi, komitmen dan tujuan yang sama.


Kepada pejabat manajerial, ia meminta agar mampu menjadi penggerak organisasi sekaligus memberikan keteladanan bagi jajaran. Sementara pejabat fungsional diminta memanfaatkan kesempatan pengembangan karier dengan terus meningkatkan kompetensi dan prestasi.


Dalam kesempatan itu, Ricky turut menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya yang telah menjalankan tugas dan kepemimpinan di Rutan Kelas IIA Ambon.


Ia berharap berbagai program yang sudah berjalan baik tetap dilanjutkan, sementara kekurangan diperbaiki dan inovasi baru terus dikembangkan.


“Kepemimpinan harus memastikan bahwa program yang baik dilanjutkan, kekurangan diperbaiki dan inovasi dikembangkan,” ujarnya.


Kepada pejabat yang baru menerima amanah, Ricky secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.


Ia meminta seluruh jajaran memperkuat koordinasi, baik secara internal maupun dengan para pemangku kepentingan terkait.


Ricky menegaskan tidak boleh ada kompromi terhadap berbagai bentuk penyimpangan, termasuk peredaran barang terlarang, penggunaan handphone ilegal maupun tindakan lain yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.


“Bangun komunikasi dengan seluruh jajaran dan stakeholder. Jangan ada kompromi terhadap penyimpangan,” tegasnya.


Di akhir sambutannya, Ricky berpesan agar para pejabat yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin yang tetap teguh ketika organisasi menghadapi persoalan, mampu memberikan arah ketika terjadi kebingungan dan menjadi teladan bagi jajaran.


Ia berharap amanah baru tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas dan semangat pengabdian untuk memperkuat pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Maluku.


“Jadikan jabatan sebagai jalan pengabdian, bukan sebagai tempat mencari kepentingan,” tandasnya. (Za)

Selengkapnya

Meta Putra Resmi Pimpin Rutan Ambon, Siap Pertahankan Capaian dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Agustus 19, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Meta Putra resmi dipercaya sebagai Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon setelah dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, Rabu (19/08/2026).


Usai pelantikan, Meta Putra menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang telah dibangun oleh pejabat sebelumnya, Jefry R. Persulessy selama memimpin Rutan Kelas IIA Ambon.


Menurut Meta, berbagai perubahan dan perkembangan Rutan Ambon yang selama ini terlihat, termasuk melalui pemberitaan dan media sosial, menjadi gambaran adanya kerja keras jajaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan.


“Saya sudah melihat keberhasilan Pak Jefri melalui media sosial dan berbagai pemberitaan. Memang luar biasa gerakan yang dilakukan dalam membangun Rutan Ambon dan meningkatkan pelayanan,” ujar Meta.


Karena itu, Meta menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengabaikan program-program yang telah berjalan. Ia berkomitmen untuk mempertahankan berbagai capaian tersebut sekaligus melakukan peningkatan, terutama dalam aspek pembinaan dan pelayanan terhadap warga binaan.


“Kita akan mempertahankan apa yang sudah Pak Jefri bangun. Kedua, kita juga akan meningkatkan hal-hal yang bersifat pembinaan dan pelayanan warga binaan,” katanya.


Meta menekankan, pelayanan di Rutan Ambon akan terus diarahkan agar berjalan secara profesional, terbuka dan transparan. Kepentingan serta pemenuhan hak warga binaan menjadi salah satu perhatian utama dalam menjalankan tugasnya.


“Yang pasti kita tetap profesional, tetap terbuka dan transparan. Kita utamakan kepentingan warga binaan yang ada di dalam,” tegasnya.


Selain pembinaan dan pelayanan, Meta juga menaruh perhatian terhadap pentingnya sinergi dengan media massa.


Menurutnya, kerja-kerja positif yang dilakukan jajaran Rutan Ambon perlu diketahui masyarakat melalui publikasi yang objektif dan konstruktif. Karena itu, ia berharap hubungan dan komunikasi dengan insan pers dapat terus dibangun.


“Kita akan terus bersinergi dengan media. Sebagus apa pun kami bekerja di sini, kalau tidak ada publikasi, masyarakat juga tidak akan tahu,” ungkap Meta.


Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai program dan capaian Rutan Ambon kepada masyarakat. Untuk itu, setiap hal yang berkaitan dengan pelayanan dan pembinaan diharapkan dapat dikomunikasikan dan dikolaborasikan dengan baik.


Dalam menjalankan tugas pembinaan, Meta juga menegaskan bahwa warga binaan merupakan bagian dari masyarakat yang tetap harus mendapatkan perlakuan manusiawi dan pendekatan yang persuasif.


Menurutnya, keberagaman yang ada di Indonesia, baik dari sisi suku, ras maupun agama, menjadi bagian yang harus dihormati dalam pelaksanaan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.


“Namanya warga binaan itu saudara kita. Kita rangkul dan tetap kita kedepankan pendekatan persuasif,” ujarnya.


Meta mengatakan, pendekatan persuasif menjadi penting karena tujuan pemasyarakatan bukan hanya menjaga warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga membantu mereka mengalami perubahan dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.


Ia berharap proses pembinaan dapat menyentuh sisi kemanusiaan warga binaan sehingga mendorong munculnya kesadaran dan perubahan perilaku.


“Dengan kita sentuh hatinya, mudah-mudahan warga binaan bisa berubah,” tandasnya.


Meta menegaskan, kepemimpinannya di Rutan Kelas IIA Ambon akan diarahkan pada keberlanjutan program yang telah berjalan, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan pembinaan serta membangun keterbukaan dan sinergi dengan seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Ricky Dwi Biantoro Tekankan Penguatan Pelayanan dan Pengawasan di Rutan Ambon

Agustus 19, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, meminta Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon yang baru dilantik, Meta Putra, untuk melanjutkan berbagai capaian positif dan inovasi yang telah dibangun pada masa kepemimpinan sebelumnya.


Hal tersebut disampaikan Ricky saat diwawancarai usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Rutan Kelas IIA Ambon.


Ricky mengatakan, selama kepemimpinan Jefry R. Persulessy perkembangan Rutan Ambon menunjukkan kemajuan yang cukup pesat. Berbagai inovasi dan pembenahan yang telah dilakukan dinilai menjadi modal penting yang harus dipertahankan dan dikembangkan oleh pimpinan yang baru.


“Pada masa kepemimpinan Bapak Jefry, perkembangan Rutan Ambon sangat pesat, kemajuannya sangat baik, dan banyak inovasi yang telah dilakukan. Tentunya, hal-hal positif tersebut harus diteruskan oleh pejabat yang baru, Bapak Meta,” ujarnya. 


Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan menjadi penting agar berbagai program yang sudah berjalan tidak berhenti, tetapi terus diperkuat sesuai dengan kebutuhan pembinaan dan pelayanan di Rutan Ambon.


Di sisi lain, Ricky menegaskan bahwa jajaran Rutan Ambon harus memperkuat pengawasan internal guna mencegah terulangnya berbagai persoalan yang sebelumnya pernah terjadi.


Ia menekankan bahwa aspek pelayanan, kebersamaan, serta perlakuan yang adil dan setara terhadap seluruh warga binaan harus menjadi perhatian utama dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.


“Ke depan, kita tidak ingin lagi terjadi kejadian-kejadian seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Yang paling utama adalah mengedepankan pelayanan, kebersamaan, serta perlakuan yang sama terhadap seluruh warga binaan,” tegasnya.


Ricky juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi penyimpangan di dalam Rutan, terutama terkait peredaran telepon seluler dan masuknya narkoba. Menurutnya, pencegahan terhadap dua persoalan tersebut membutuhkan pengawasan yang konsisten dan keterlibatan seluruh jajaran.


“Tidak boleh lagi ada penyimpangan, terutama terkait peredaran telepon seluler maupun masuknya narkoba ke dalam Rutan. Untuk itu, peran dan pengawasan dari seluruh jajaran sangat penting untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi,” katanya.


Ia menambahkan, penguatan pengawasan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala Rutan, tetapi merupakan tugas bersama seluruh petugas. Karena itu, Ricky meminta jajaran Rutan Ambon membangun kerja sama dan komitmen yang kuat dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta mendukung proses pembinaan warga binaan.


Dengan kepemimpinan baru, Ricky berharap Rutan Ambon mampu mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus menghadirkan inovasi baru, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat pengawasan demi terwujudnya tata kelola pemasyarakatan yang lebih baik. (Za)

Selengkapnya

HUT ke-81 Maluku, Widya Pratiwi: Saatnya Potensi Maluku Diubah Jadi Kekuatan Ekonomi

Agustus 19, 2026


Ambon
, Globaktimurnn.com — Memasuki usia ke-81 tahun, Provinsi Maluku dinilai tidak cukup hanya merayakan perjalanan sejarah, tetapi harus menjadikan momentum tersebut sebagai titik tolak untuk memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku, Widya Pratiwi, mengajak seluruh anak negeri menjadikan peringatan HUT ke-81 Provinsi Maluku sebagai momentum untuk menyatukan langkah, memperkuat semangat orang basudara, serta mengubah berbagai potensi daerah menjadi kekuatan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Menurut Widya, tema HUT ke-81 Provinsi Maluku, “Maluku Bersatu, Maju Membangun Negeri”, memiliki makna yang sangat strategis. Persatuan, kata dia, harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di daerah kepulauan.


“Bersatu itu menjadi kekuatan kita. Maluku adalah daerah kepulauan dengan keberagaman masyarakat, sehingga semangat orang basudara harus terus kita jaga. Dari persatuan itulah kita bisa bergerak maju bersama,” ujar Widya.


Ia menilai karakter geografis Maluku dengan wilayah kepulauan yang luas membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh adat, pemuda hingga perempuan.


Berbagai persoalan seperti konektivitas antarpulau, pemerataan pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan kesejahteraan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.


Karena itu, HUT ke-81 Maluku diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi ruang refleksi untuk melihat capaian pembangunan sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan yang masih membutuhkan perhatian.


“Jangan hanya melihat HUT sebagai perayaan. Kita harus melihat apa yang sudah kita kerjakan dan apa yang masih harus kita benahi. Yang paling penting, pembangunan itu manfaatnya harus dirasakan masyarakat,” katanya.


Widya menyebut Maluku memiliki modal pembangunan yang sangat besar. Kekayaan laut, perikanan, pertanian, pariwisata, energi dan sumber daya alam merupakan potensi yang apabila dikelola dengan baik dapat menjadi penggerak utama perekonomian daerah.


Namun, menurutnya, kekayaan tersebut tidak boleh hanya menjadi kebanggaan atau cerita tentang besarnya potensi Maluku.


Yang jauh lebih penting adalah bagaimana potensi tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.


“Potensi Maluku sangat besar. Tetapi bagaimana potensi itu kita kelola sehingga memberikan nilai tambah dan membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat lokal, itu yang harus kita pikirkan bersama,” ujarnya.


Ia menegaskan, masyarakat Maluku harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah. Pengelolaan potensi daerah harus membuka ruang yang luas bagi masyarakat lokal untuk memperoleh keterampilan, mengembangkan usaha dan menikmati manfaat ekonomi.


Untuk itu, dibutuhkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat sekaligus sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.


Sebagai wakil masyarakat Maluku di DPR RI, Widya memastikan akan terus memperjuangkan kepentingan daerah kepulauan agar mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan nasional.


Menurutnya, kondisi geografis Maluku harus menjadi pertimbangan penting dalam pembangunan infrastruktur, konektivitas, pelayanan publik maupun pengembangan ekonomi daerah.


Selain kekayaan alam, Widya menilai sumber daya manusia merupakan kekuatan terbesar yang dimiliki Maluku.


Karena itu, pembangunan manusia harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Pendidikan, peningkatan keterampilan, penguasaan teknologi serta penciptaan ruang kreativitas bagi generasi muda harus menjadi perhatian bersama.


“Generasi muda harus kita siapkan agar memiliki kompetensi dan keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan. Mereka jangan hanya menjadi penonton. Masa depan Maluku ada di tangan generasi muda hari ini,” tegasnya.


Widya berharap anak-anak muda Maluku mampu melihat daerahnya sebagai ruang untuk berkembang dan berkarya, bukan hanya sebagai tempat untuk mencari pekerjaan lalu meninggalkan daerah.


Menurutnya, generasi muda harus diberikan kesempatan untuk menciptakan inovasi, membangun usaha dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Maluku.


Di tengah keberagaman masyarakat Maluku, Widya mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi identitas masyarakat di daerah tersebut.


Perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang, kata dia, harus ditempatkan sebagai kekuatan yang saling melengkapi, bukan menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan.


“Perbedaan jangan menjadi sekat. Justru dari keberagaman itu kita bisa saling melengkapi. Kita harus menjaga persaudaraan karena pembangunan akan jauh lebih kuat kalau kita berjalan bersama,” tuturnya.


Ia menilai semangat orang basudara merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga stabilitas sekaligus menciptakan iklim pembangunan yang kondusif.


Karena itu, nilai persaudaraan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap menjadi bagian penting dari karakter masyarakat Maluku.


Memasuki usia ke-81, Widya berharap tema “Maluku Bersatu, Maju Membangun Negeri” tidak berhenti sebagai slogan perayaan.


Tema tersebut harus diterjemahkan ke dalam program dan kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau kecil dan wilayah terluar Maluku.


“Maluku Bersatu, Maju Membangun Negeri bukan hanya slogan. Persatuan harus menjadi kekuatan, kemajuan harus menjadi tujuan, dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi hasil akhirnya,” tandas Widya.


Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT ke-81 Maluku sebagai momentum memperkuat optimisme, menjaga persaudaraan dan menyatukan energi untuk membangun daerah.


Sebab, masa depan Maluku, menurut Widya, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masa depan tersebut merupakan tanggung jawab seluruh anak negeri untuk memastikan setiap potensi yang dimiliki dapat diolah menjadi kekuatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.


“Mari satukan hati, pikiran dan langkah. Dari Maluku yang bersatu, kita bangun negeri yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Za)

Selengkapnya

HUT ke-81 Maluku, Santika Premiere Ambon Hidupkan Pagi dengan Musik dan Tari

Agustus 19, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Nuansa berbeda terasa di Gandaria Restaurant, Lantai 5 Hotel Santika Premiere Ambon, Rabu (19/08/2026) pagi. Di tengah suasana sarapan, lantunan lagu daerah dan gerakan tari khas Maluku menghadirkan kehangatan tersendiri dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku.


Perayaan tersebut dikemas secara sederhana namun penuh makna oleh jajaran karyawan Hotel Santika Premiere Ambon. Para tamu yang tengah menikmati sarapan tidak hanya disuguhkan hidangan, tetapi juga diajak merasakan langsung kekayaan seni dan budaya Maluku.


Rangkaian kegiatan diawali oleh Public Relations Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Audra Pattiasina, yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Audra menyapa para tamu sekaligus mengajak mereka bersama-sama memeriahkan HUT ke-81 Provinsi Maluku.


Suasana kemudian semakin semarak saat Sabri, salah satu staf Housekeeping Department, tampil membawakan sejumlah lagu tradisional Maluku.


Lantunan lagu daerah yang dibawakannya seolah membawa suasana pagi di restoran tersebut lebih dekat dengan identitas dan kekayaan budaya Maluku.


Kemeriahan berlanjut dengan penampilan tari kreasi Maluku yang dibawakan para staf perempuan dari Food & Beverage Product Department. Dengan gerakan yang energik dan penuh ekspresi, mereka berhasil menarik perhatian para tamu yang sedang menikmati sarapan.


Namun, kejutan terbesar hadir saat seluruh karyawan Hotel Santika Premiere Ambon tampil bersama membawakan Tari Wayase.


Tidak sekadar menjadi tontonan, para karyawan kemudian mengajak para tamu untuk berdiri dan ikut menari bersama. Seketika, suasana Gandaria Restaurant berubah menjadi ruang perayaan yang penuh keceriaan.


Karyawan dan tamu hotel pun melebur dalam satu tarian. Tidak ada lagi jarak antara yang tampil dan yang menyaksikan. Semuanya menjadi bagian dari perayaan budaya Maluku.


Momen tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa budaya tidak hanya sebatas pertunjukan yang dinikmati dari kejauhan, tetapi dapat menjadi ruang untuk bertemu, berbagi kebahagiaan, sekaligus mempererat kebersamaan.


Public Relations Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Audra Pattiasina, mengatakan perayaan tersebut merupakan bentuk sederhana dari rasa bangga terhadap Maluku dan kekayaan budayanya.


“Bagi kami, merayakan HUT ke-81 Provinsi Maluku bukan hanya tentang mengucapkan selamat ulang tahun, tetapi juga tentang bagaimana kita menunjukkan rasa bangga terhadap identitas dan budaya yang kita miliki,” ujar Audra.


Menurutnya, keterlibatan langsung para karyawan dalam membawakan musik dan tarian khas Maluku menjadi cara untuk memperkenalkan budaya daerah kepada para tamu hotel.


“Melalui musik dan tarian yang dibawakan oleh karyawan kami sendiri, kami ingin menghadirkan semangat Maluku secara langsung di tengah para tamu,” katanya.


Ia mengaku, salah satu momen paling berkesan justru ketika para tamu ikut berdiri dan menari bersama para karyawan.


“Yang paling membahagiakan adalah ketika tamu tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menari bersama kami. Karena di situlah budaya benar-benar menjadi jembatan yang menyatukan kita,” ungkapnya.


Perayaan HUT ke-81 Provinsi Maluku di Hotel Santika Premiere Ambon pun menjadi pengalaman tersendiri bagi para tamu. Pagi yang biasanya diisi dengan sarapan, berubah menjadi momentum untuk menikmati musik, tari, serta semangat kebersamaan yang mencerminkan karakter masyarakat Maluku.


Melalui kegiatan tersebut, Hotel Santika Premiere Ambon tidak hanya menghadirkan pelayanan bagi para tamu, tetapi juga berupaya menjadikan hotel sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan, merawat, dan merayakan kekayaan budaya Maluku. (Za)

Selengkapnya

Selasa, 18 Agustus 2026

Pengantaran Surat Wasiat Dari Tetua Adat Didalam Bambu Bentuk Pesan Komunikasi Budaya

Agustus 18, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Belajar dari peristiwa ucapan kasar dan rasis yang viral di Ambon ketika seorang pemuda mahasiswa asal Pegunungan Seram Utara hendak menemui gubernur Maluku, menyerahkan surat yang diisi di dalam bambu, sebagai simbol penghormatan adat kepada seorang pemimpin. 


Di dalamnya terdapat pesan suara hati kelompok masyarakat adat, kepada gubenur Maluku sebagai anak adat. 


Namun langka pemuda tersebut dihentikan oleh oknum ajudan ataupun sespri gubernur, dan mendapat perlakukan kasar dengan ucapan “rasis”. 


Hal ini perlu menjadi perhatian serius gubernur dan jajaran pemerintahan daerah Maluku agar budaya orang Maluku tidak dilecehkan.


Agustinus J.E. Mawara, S.I.Kom.,M.Si, salah satu tokoh intelektual asal Seram Utara, melalui siaran pers sore tadi diambon menyatakan rasa prihatinnya atas sikap arogansi oknum ajudan atau sespri gubernur Maluku tehadap seorang pemuda asal Pegunungan Seram Utara dan viral menjadi sorotan publik tersebut. 


Menurutnya kejadian ini merupakan bentuk pembungkaman komunikasi sosial yang disalurkan melalui saluran komunikasi budaya orang Maluku khususnya daerah Seram. 


Dijelaskan bahwa, masyarakat adat di Pulau Seram sejak dahulu telah memiliki suatu tradisi dalam penyampaian pesan atau cara berkomunikasi antar pribadi maupun antar kelompok, baik itu dalam bentuk komunikasi verbal atau juga komunikasi non verbal. 


Seperti contoh ketika seseorang hendak pergi ke suatu tempat yang jauh atau akan pergi ke kampung lain lalu kerabatnya menitipkan pesan untuk disampaikan kepada orang tertentu di tempat tujuannya, dan agar jangan dia lupa maka diikat seutas tali menyerupai gelang pada lengannya. 


Nanti setelah pesannya sudah disampaikan barulah tali itu dilepas. Ujarnya


Begitu juga ketika yang dititip adalah sesuatu berbentuk fisik apakah barang bernilai ataupun surat, itu di isi didalam bambu, supaya aman tidak rusak. 


Dan lain-lain bentuk komunikasi budaya masyarakat adat Pulau Seram yang diwariskan hingga kini. 


Lebih lanjut kata Agustinus J.E Mawara, terkait dengan tindakan kasar dan “rasis” yang dilakukan oknum ajudan gubernur Maluku, harus menjadi bahan evaluasi Gubernur Maluku yang terhormat Hendrik Lewerissa dan jajarannya. 


Selain untuk penataan SOP protokoler tetapi juga untuk menggali nilai-nilai budaya yang selama ini tidak tersentuh didalam merumuskan kebijakan daerah. 


Padahal nilai-nilai budaya yang tumbuh di dalam masyarakat adat adalah perekat sosial dan jembatan komunikasi terhadap persoalan-persoalan sosial yang terjadi di daerah.


Belajar dari sejarah masa pemerintahan Hindia Belanda di Maluku, khususnya di Pulau Seram, ada hal positif yang bisa dicontohi, yaitu mereka melakukan pendekatan budaya untuk menatah pemerintahan negeri-negeri pada masa itu. 


Mereka juga mengadopsi bentuk-bentuk komunikasi budaya untuk mengirim informasi, Seperti dilakukan masa itu di onderafdeling  Wahai, Seram Utara dan di Amahai Seram Selatan, pesan melalui surat dibawa oleh kurir dengan cara masyarakat lokal melalui jalur pengiriman yang disebut jalan pos, Yaitu pos Seram Utara berada di Negeri Horale dan pos Seram Selatan berada di Negeri Makariki. 


Surat dari afdeling Wahai ke Amahai di taruh di negeri Horale selanjutnya raja Horale menunjuk orang mengantarnya ke pos Makariki dan suratnya disimpat di dalam bambu agar tidak rusak. 


Begitupun sebaliknya dari Selatan ke Utara, Ditegaskannya bahwa, masalah yang terjadi saat ini mungkin Sebagian orang melihatnya hal sepele. 


Tetapi tidak disadari kalau dibiarkan hal tersebut menjadi pembunuhan karakter budaya, dan melecehkan nilai-nilai tradisi bangsa Maluku secara umum dan masyarakat adat Pulau Seram secara khusus. Tutupnya (V374) 


Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT