globaltimurnn.com

Jumat, 15 Mei 2026

Tak Berhenti di Tengah Ujian: Kisah Atika Maulida Merawat Mimpi Perempuan Nusantara

Mei 15, 2026

Foto : Tak Berhenti di Tengah Ujian: Kisah Atika Maulida Merawat Mimpi Perempuan Nusantara

Yogyakarta
, Globaltimurnn.com - Di usia ketika banyak orang masih sibuk mencari arah hidup, Atika Maulida, S.Ag., M.M. justru memilih membangun ruang bagi orang lain untuk bertumbuh.


Keputusan itu diambil 12 tahun lalu, ketika ia masih seorang mahasiswi berusia 21 tahun di Yogyakarta. Dari diskusi-diskusi kecil, percakapan sederhana, dan keresahan tentang terbatasnya ruang pengembangan bagi perempuan muda, lahirlah sebuah gerakan komunitas yang kemudian dikenal sebagai Hijabie Community.


Apa yang dimulai dari semangat idealisme anak muda itu ternyata berkembang menjadi perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Atika tidak hanya menghadapi tantangan khas organisasi komunitas, seperti keterbatasan sumber daya, dinamika internal, hingga perubahan komitmen anggota, tetapi juga ujian personal yang mengubah hidupnya secara mendasar.


Namun justru dari titik-titik itulah kisah kepemimpinannya menemukan makna.


“Jogja mengajarkan saya tentang kesabaran, tapi organisasi mengajarkan saya tentang ketangguhan. Ada masa ketika saya merasa struktur yang kami bangun sedang goyah. Banyak hal terasa berat. Tapi saya selalu bertanya pada diri sendiri: kalau saya berhenti, bagaimana dengan mereka yang sudah mulai berani bermimpi karena komunitas ini?” ujar Atika (15/5/2026). 


Bagi banyak organisasi komunitas, bertahan lebih dari satu dekade adalah pencapaian tersendiri. Tidak sedikit gerakan sosial yang lahir dengan semangat besar, tetapi berhenti ketika berhadapan dengan realitas operasional, dinamika kepemimpinan, atau menurunnya energi kolektif. Atika memahami fase-fase itu bukan sebagai teori, melainkan pengalaman nyata.


Membangun komunitas dari nol berarti memulai tanpa kemewahan sistem yang mapan. Tidak ada jaminan dukungan yang konsisten, tidak ada kepastian sumber daya, dan tidak selalu ada orang yang bertahan ketika masa sulit datang. Dalam ruang-ruang seperti itulah daya tahan seorang pemimpin diuji.


Namun ujian terbesar dalam perjalanan Atika tidak datang dari organisasi. Pada usia 28 tahun, ia menghadapi perubahan besar dalam kehidupan pribadinya ketika harus menjalani peran sebagai orang tua tunggal. Di saat tanggung jawab personal bertambah besar, komitmennya terhadap ruang pemberdayaan perempuan justru tidak berhenti.


Menjalani dua peran besar sekaligus, sebagai ibu dan pemimpin komunitas, bukan perjalanan yang ringan. Ada tuntutan emosional, tekanan waktu, dan kebutuhan untuk tetap hadir dalam dua dunia yang sama-sama membutuhkan keteguhan. Alih-alih menjadikan situasi itu sebagai alasan untuk mundur, Atika justru melihatnya sebagai fase redefinisi.


“Menjadi single parent di usia 28 tahun bukan akhir dari peran publik saya. Justru itu menjadi babak baru. Saya belajar bahwa kemandirian perempuan bukan slogan kosong. Kita bisa menjadi ibu yang penuh kasih, sekaligus tetap memiliki keberanian untuk memimpin,” katanya.


Pengalaman personal itu memperluas cara pandangnya tentang pemberdayaan perempuan. Bagi Atika, pemberdayaan bukan semata-mata tentang seminar, slogan, atau kampanye simbolik. Pemberdayaan adalah tentang kemampuan seseorang untuk tetap menjaga martabat, mengambil keputusan, dan melanjutkan langkah meski hidup sedang tidak berada dalam kondisi ideal. Dalam konteks itulah perjalanan Atika menjadi relevan lebih luas.


Di tengah perubahan sosial yang bergerak cepat, tekanan ekonomi, dan tantangan kehidupan urban yang makin kompleks, banyak perempuan menghadapi tuntutan berlapis: menjaga keluarga, membangun karier, mengelola tekanan sosial, sekaligus tetap bertahan secara emosional.


Kisah seperti ini menjadi penting bukan karena menghadirkan figur yang sempurna, melainkan karena menunjukkan bahwa ketangguhan sering kali lahir dari proses yang tidak mudah.


Kini, di usia 33 tahun, Atika masih melanjutkan perjalanan yang ia mulai sejak bangku kuliah. Dua belas tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk menguji apakah sebuah idealisme benar-benar memiliki akar. Dalam rentang itu, banyak hal berubah, fase kehidupan, relasi personal, dinamika organisasi, bahkan cara masyarakat memandang gerakan komunitas. Namun satu hal yang tetap dijaga Atika adalah keyakinan bahwa perempuan membutuhkan ruang untuk tumbuh tanpa rasa takut untuk gagal.


Kepemimpinan seperti ini tidak selalu hadir dalam sorotan besar. Kadang ia justru hidup dalam kerja-kerja yang tenang, konsisten, dan berlangsung jauh dari panggung utama. Dan mungkin di situlah makna sebenarnya dari daya tahan.


Bahwa bertahan bukan soal terlihat paling kuat. Melainkan tentang tetap memilih melanjutkan langkah ketika hidup justru memberi banyak alasan untuk berhenti. (V374) 

Selengkapnya

Peringatan Hari Pattimura ke-209, Gubernur Maluku Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Perjuangan untuk Indonesia Emas 2045

Mei 15, 2026

Foto : Peringatan Hari Pattimura ke-209, Gubernur Maluku Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Perjuangan untuk Indonesia Emas 2045

Saparua
, Globaltimurnn.com - Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Upacara Peringatan Hari Pattimura ke-209 Tahun 2026 di Lapangan Merdeka, Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, selaku Upu Latu Maluku. Jumat (15/5/2026).


Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan bahwa peringatan Hari Pattimura bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan Kapitan Pattimura, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dalam menghadapi tantangan masa kini.


“Hari ini kita tidak hanya berdiri di atas tanah para raja, tetapi di atas darah, keringat, dan air mata para pejuang. Semangat Pattimura harus terus menyala di dada setiap anak Maluku,” ujar Hendrik Lewerissa.


Lewerissa mengingatkan pesan perjuangan Kapitan Pattimura yang menyatakan bahwa “Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit”. Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan dalam kerja nyata membangun daerah dan bangsa.


Dirinya menekankan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi melawan penjajahan fisik, melainkan melawan kemiskinan, ketimpangan pembangunan, keterbelakangan teknologi, dan berbagai ancaman terhadap persatuan bangsa.


Mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”, Lewerissa mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk memperkuat persatuan, berinovasi, serta mengelola potensi sumber daya alam secara optimal demi kesejahteraan rakyat.


Menurutnya, Maluku harus mampu tampil sebagai kekuatan pembangunan di kawasan timur Indonesia dengan sumber daya manusia yang unggul, ekonomi kelautan dan perikanan yang kuat, serta persaudaraan yang kokoh.


Kepada generasi muda, Lewerissa menyampaikan pesan agar menjadi “Pattimura-Pattimura muda masa kini” dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki daya saing global, namun tetap menjaga nilai budaya, Pela Gandong, dan semangat Siwalima sebagai identitas masyarakat Maluku.


Pada upacara itu dilakukan prosesi  penyerahan  Obor Pattimura oleh Upulatu Maluku Tengah kepada Upulatu Maluku serta dilanjutkan peletakan bunga oleh Upulatu Maluku, Bupati Maluku Tengah, dan Ahli Waris, 


Upacara tersebut dihadiri, Perwakilan Forkopimda Provinsi Maluku, Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Sekda Maluku, Bupati Maluku Tengah, Perwakilan Forkopimda Kabupaten Maluku Tengah, Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda dan Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Pimpinan OPD Lingkup Kabupaten Maluku Tengah, Camat Saparua dan Saparua Timur, Kapolsek Saparua dan jajaran, Danramil Saparua dan jajaran, beserta seluruh Raja dan Perangkat Saniri Negeri, Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Pulau Saparua, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, Guru dan Anak Sekolah se-Pulau Saparua, Ahli Waris Keluarga Pahlawan Nasional Pattimura, insan pers media cetak dan elektronik. (Rdks) 

Selengkapnya

Kobarkan Semangat Pattimura, Kadister Kodaeral IX Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209

Mei 15, 2026

Foto : Kobarkan Semangat Pattimura, Kadister Kodaeral IX Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209

Saparua
, Globaltimurnn.com - Dalam semangat kepahlawanan yang terus menyala di bumi Maluku, Kadister Kodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Franky J. Akihary mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menghadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Pattimura ke-209 di Lapangan Negeri Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (15/5/2026).


Upacara bersejarah tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa yang bertindak sebagai Upu Latu Upacara di hadapan unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar serta masyarakat Negeri Saparua yang memadati lapangan upacara.


Peringatan Hari Pahlawan Pattimura ke-209 menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan Kapitan Pattimura bersama rakyat Maluku dalam melawan penjajahan demi mempertahankan harkat dan martabat bangsa.


Mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”, Gubernur Maluku menegaskan bahwa peringatan 15 Mei tidak boleh berhenti pada seremoni semata.


Nuansa patriotisme begitu terasa saat seluruh peserta upacara memberikan penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.


Dalam prosesi yang sarat makna tersebut, Upu Latu Upacara juga menyalakan Obor Pattimura sebagai simbol kobaran semangat perjuangan, persatuan, dan keberanian rakyat Maluku yang tidak pernah padam sepanjang masa. 


Nyala obor itu menjadi representasi warisan nilai-nilai kepahlawanan Pattimura yang terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa, khususnya dalam menjaga persatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kehadiran Kadister Kodaeral IX Kolonel Laut (KH) Franky J. Akihary mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut khususnya Kodaeral IX dalam menghormati jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air di tengah masyarakat Maluku.


Melalui peringatan Hari Pahlawan Pattimura ke-209 ini diharapkan seluruh komponen bangsa dapat terus meneladani semangat juang, keberanian, dan pengorbanan Kapitan Pattimura dalam menjaga persatuan bangsa serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan pengabdian terbaik bagi Indonesia. (Rdks) 

Selengkapnya

Sigap Hadapi Dampak Cuaca Ekstrem, Polsek Wetar Bersama Warga Bersihkan Pohon Tumbang dan Tangani Banjir di Desa Ilwaki.

Mei 15, 2026

Foto : Sigap Hadapi Dampak Cuaca Ekstrem, Polsek Wetar Bersama Warga Bersihkan Pohon Tumbang dan Tangani Banjir di Desa Ilwaki.

MBD, Globaltimurnn. G– Respon cepat ditunjukkan jajaran Polsek Wetar bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam akibat intensitas curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Wetar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya.


Pada Jumat pagi (15/05/2026), Kapolsek Wetar IPDA Eric Endrico Parera, S.H bersama personel Polsek Wetar dan masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan pohon tumbang serta penanganan dampak banjir yang terjadi di Desa Ilwaki, Kecamatan Wetar Selatan.


Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah titik di Desa Ilwaki mengalami genangan air serta terhambatnya akses jalan penghubung antarwilayah akibat pohon tumbang.


Adapun beberapa lokasi yang terdampak banjir dengan ketinggian air kurang lebih mencapai 50 centimeter diantaranya kawasan SMP 13 Pulau-Pulau Terselatan, depan Kantor PLN Ilwaki, serta kawasan Kompleks Huhan.


Sementara itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi pada jalur akses utama masyarakat yang menghubungkan Desa Ilwaki, Kecamatan Wetar Selatan menuju Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara. Titik-titik pohon tumbang tersebut berada di Jalan Kilo 05, Jalan Kilo 10 dan Jalan Kilo 11 dari arah Ilwaki menuju Lurang.


Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas masyarakat maupun pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi jalur tersebut. Menyikapi situasi tersebut, Kapolsek Wetar bersama personel dan masyarakat bergerak cepat melakukan pembersihan material pohon tumbang agar akses transportasi masyarakat dapat kembali normal.


Dengan menggunakan peralatan seadanya, personel Polsek Wetar bersama warga bahu membahu memotong dan mengevakuasi batang pohon yang menutupi badan jalan. Semangat gotong royong dan kepedulian bersama tampak begitu kuat dalam proses penanganan bencana tersebut.


Selain melakukan pembersihan, personel Polsek Wetar juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan luapan air sungai.


Kapolsek Wetar IPDA Eric Endrico Parera, S.H mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat saat terjadi bencana merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab kemanusiaan untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.


“Kami bersama anggota langsung turun ke lapangan bersama masyarakat untuk membersihkan pohon tumbang dan memastikan akses jalan kembali dapat digunakan. Ini merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat Polri terhadap situasi yang dihadapi masyarakat,” ujar Kapolsek.


Ia menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan mengalir deras menuju pesisir pantai, sehingga beberapa titik mengalami genangan air. Namun demikian, situasi secara umum masih dapat dikendalikan.


“Puji syukur, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan. Saat ini akses jalan yang sebelumnya tertutup pohon tumbang telah berhasil dibersihkan sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” jelasnya.


IPDA Eric Endrico Parera juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih belum sepenuhnya stabil.


“Walaupun curah hujan saat ini mulai mereda, kami bersama masyarakat tetap siaga dan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi cuaca guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan,” tambahnya.


Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Wetar dan masyarakat yang telah menunjukkan respon cepat serta semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana alam.


Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir memberikan bantuan kemanusiaan saat masyarakat menghadapi kesulitan.


“Saya mengapresiasi langkah cepat Kapolsek Wetar bersama anggota dan masyarakat yang langsung turun melakukan penanganan terhadap dampak banjir dan pohon tumbang. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” ungkap Kapolres.


AKBP Budhi juga mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang sewaktu-waktu dapat memicu terjadinya bencana alam.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Apabila terjadi kondisi darurat, segera berkoordinasi dengan aparat setempat agar dapat segera dilakukan penanganan secara cepat dan tepat,” tegasnya.


Hingga saat ini situasi di wilayah hukum Polsek Wetar terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas pada jalur penghubung Desa Ilwaki menuju Desa Lurang telah kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman serta lancar. (Rdks) 

Selengkapnya

110 Liter Miras Jenis Sopi Terjebak Razia Personel Polsek Salahutu, BB Lansung Diamankan

Mei 15, 2026

Foto : 110 Liter Miras Jenis Sopi Terjebak Razia Personel Polsek Salahutu, BB Lansung Diamankan

Hunimua, Globaltimurnn.com - Bertempat di depan area Pelabuhan Penyebrangan Hunimua, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, telah di laksanakan Giat Razia miras oleh Anggota Polsek Salahutu dan anggota KP3 Polsek Salahutu, dengan sasaran KR4, KR6, dan KR2 serta barang bawaan penumpang berupa miras tradisional jenis sopi yang baru tiba dari dermaga penyebrangan Waipirit Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. 


Kegiatan Razia miras itu berlangsung pagi tadi sekitar pukul 07 : 40 Wit, Maksud dan tujuan dilaksanakannya razia tersebut yaitu untuk menekan tingkat peredaran miras tradisional, sekaligus dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif secara umum di Wilkum Polsek Salahutu.


Dalam giat razia tersebut ditemukan 110 (seratus sepuluh ) liter Minuman Keras jenis Sopi, yang di kemas dalam 3 (tiga) karung beras, dan 1 Karton yang diangkut dengan menggunakan mobil Avanza Hitam, Enam Saudara.  



Personil Juga menghimbau kepada para pengemudi untuk tidak mengangkut barang titipan berupa miras jenis apapun, selanjutnya 110 (seratus sepuluh) liter minuman jenis Sopi tersebut di bawah oleh Personil KP3 Bripka. Yudi Marasabessy, ke Polsek Salahutu dengan menggunakan mobil Angkot untuk diamankan sebagai barang bukti.


Hingga berakhirnya giat razia pada pukul 09.00 Wit, Sutuasi dalam keadaan aman dan tertib. (V374) 

Selengkapnya

Jembatan Garuda Hampir Rampung, Kerinduan Warga Rewapa Akhirnya Terjawab

Mei 15, 2026

Foto : Jembatan Garuda Hampir Rampung, Kerinduan Warga Rewapa Akhirnya Terjawab

SBB
, Globaltimurnn.com - Kerinduan masyarakat Dusun Rewapa, Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terhadap akses penghubung yang layak akhirnya mulai terjawab. 


Pembangunan Jembatan Garuda di kawasan Air Kuning yang dikerjakan oleh Kodim 1513/SBB kini telah mencapai sekitar 99 persen, bahkan sebelum target waktu pengerjaan berakhir.


Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD SBB Fraksi PDI Perjuangan, Fredy Pentury, saat ditemui di lokasi pembangunan jembatan, siang tadi oleh awak media ini. 


Dalam keterangannya, Fredy mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. 


Ia menyebut, pekerjaan yang dimulai pada 23 April 2026 itu ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari, namun progresnya kini hampir selesai sebelum tenggat waktu berakhir.


Kata Fredy“ kita bisa melihat sendiri bahwa sebelum 30 hari, pekerjaan sudah mencapai sekitar 99 persen, Ini sesuatu yang luar biasa dan patut diapresiasi,” ujarnya.


Menurut Fredy, pembangunan Jembatan Garuda merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun mendambakan akses penghubung yang memadai di kawasan Air Kuning. 


Jembatan itu menjadi jalur vital bagi aktivitas warga, mulai dari akses ekonomi, pendidikan hingga pelayanan kesehatan.


Ia menjelaskan, sedikitnya 130 kepala keluarga yang bermukim di sekitar kawasan tersebut sangat bergantung pada akses jembatan untuk menuju pasar di Waimital, fasilitas puskesmas, maupun sekolah.


“Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat menuju pusat ekonomi, kesehatan, dan pendidikan, Kerinduan masyarakat akhirnya bisa terjawab,” katanya.


Fredy juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, mulai dari Pangdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya hingga Dandim 1513/SBB yang dinilai mampu membangun kolaborasi dan percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.


Ia mengungkapkan, usulan pembangunan jembatan disampaikan pada 2 April 2026 dan langsung direalisasikan dalam bentuk pekerjaan fisik pada 23 April 2026.


“Ini bentuk perhatian pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto yang kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran TNI di daerah,” ujarnya.


Selain progres pekerjaan yang cepat, Fredy menilai kualitas pembangunan jembatan juga sangat baik. 


Menurutnya, masyarakat setempat ikut berpartisipasi mendukung proses pembangunan sehingga pekerjaan berjalan lancar dan kondusif.


“Masyarakat sangat mendukung. Suasana selama pekerjaan berlangsung juga kondusif dan penuh kebersamaan,” ucapnya.


Di akhir keterangannya, Fredy turut menyampaikan terima kasih kepada insan pers yang selama ini aktif melakukan pengawasan dan peliputan terhadap proses pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Barat, termasuk pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kairatu. 


Menutup keterangan-nya Fredy mengatakan“ Teman-teman media juga punya peran penting karena terus melakukan monitoring dan pemberitaan terhadap pembangunan ini,” tandasnya. (Tim) 

Selengkapnya

“Semangat Kapitan Pattimura Hidup Dalam Dunia Pers, Jurnalis Diminta Tetap Berani dan Berintegritas”

Mei 15, 2026

Foto :  “Semangat Kapitan Pattimura Hidup Dalam Dunia Pers, Jurnalis Diminta Tetap Berani dan Berintegritas”

Ambon
, Globaltimurnn.com – Peringatan Hari Ulang Tahun Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura yang ke-209 pada 15 Mei 2026 menjadi momentum berharga bagi masyarakat Maluku untuk mengenang semangat perjuangan, keberanian, dan pengorbanan dalam membela rakyat serta tanah air. Nilai perjuangan tersebut dinilai masih sangat relevan hingga saat ini, termasuk bagi insan pers yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kebenaran informasi di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat.


Sebagai pahlawan asal Maluku, Kapitan Pattimura dikenal karena keberaniannya melawan ketidakadilan dan memperjuangkan hak rakyat. Semangat itu dinilai sejalan dengan tugas jurnalis yang setiap hari bekerja menyampaikan fakta, mengawal kepentingan masyarakat, dan menjadi kontrol sosial terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah kehidupan bangsa.


Salah satu jurnalis Maluku, Ahmad B. Kottahatuhaha, mengatakan bahwa insan pers harus menjadikan semangat Pattimura sebagai motivasi dalam menjalankan profesi jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab. Menurutnya, jurnalis saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan karena maraknya penyebaran berita bohong dan informasi yang belum terverifikasi.


“Semangat Pattimura adalah keberanian membela kebenaran dan kepentingan rakyat. Nilai itu sangat penting dimiliki oleh seorang jurnalis. Pers harus tetap independen, objektif, dan tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan tertentu. Di tengah era digital saat ini, media memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya,” ujar Ahmad


Ia juga menambahkan bahwa dunia jurnalistik bukan hanya soal menyampaikan berita dengan cepat, tetapi bagaimana menjaga etika, melakukan verifikasi fakta, serta tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, keberanian seorang jurnalis dalam mengungkap fakta harus dibarengi dengan tanggung jawab moral dan profesionalisme yang tinggi.


Momentum HUT Pattimura ke-209 diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat perjuangan di kalangan generasi muda, termasuk para pekerja media dan jurnalis di Maluku maupun Indonesia. Dengan menjunjung tinggi nilai keberanian, persatuan, dan kejujuran seperti yang diwariskan Kapitan Pattimura, media diharapkan dapat terus menjadi pilar informasi yang mencerdaskan, membangun, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.


"Perjuangan Kapitan Pattimura bukan sekadar tentang mengangkat senjata melawan penjajah, tetapi tentang keberanian menjaga harga diri, kebenaran, dan harapan rakyat. Api perjuangannya mungkin telah lama padam di medan perang, namun semangatnya akan selalu hidup di hati mereka yang berani berdiri demi keadilan dan kebenaran." (V374) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT