globaltimurnn.com

Jumat, 10 Juli 2026

Asian Infrastructure Investment Bank Siap Dukung Pendanaan MIP, Fokus Kembangkan Sektor Perikanan Maluku

Juli 10, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Rencana pengembangan Maluku Integrated Port (MIP) sebagai kawasan perikanan dan logistik terpadu di Provinsi Maluku terus mendapat dukungan internasional.


Hal ini dibuktikan dengan, dilakukan audance antara Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, didampingi oleh Kepala Bappeda Provinsi Maluku Anton Lailossa bersama Senior Investment Officer Public Sector Clients Departement Regional 1 dari Asia Infrastructure Investmen Bank  Niraja Shukla bertempat di ruang rapat Gubernur, Jumat 10 Juli 2026.


 Setelah mendapat dukungan dari World Bank , kini Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menyatakan ketertarikannya untuk berkontribusi dalam pendanaan proyek strategis tersebut, khususnya pada pengembangan sektor perikanan.


Perwakilan AIIB saat ini berada di Maluku untuk meninjau langsung kesiapan proyek. Dari hasil kunjungan lapangan dan pembahasan awal, AIIB menegaskan minatnya untuk mendukung pembangunan yang berkaitan dengan sektor perikanan, bukan pada aspek logistik maupun infrastruktur lainnya.


"Mereka bersedia turut berkontribusi mendanai proyek tersebut bersama World Bank. Ketertarikan mereka secara khusus berada pada sektor perikanan," ungkap Lailossa.


Sebagai tindak lanjut, delegasi AIIB telah melakukan serangkaian pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Maluku. Pembahasan teknis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah dilaksanakan sebelumnya, sementara pertemuan dengan Gubernur Maluku dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus membahas arah kerja sama dan dukungan investasi.


Masuknya AIIB sebagai calon mitra pendanaan memperkuat optimisme terhadap percepatan realisasi MIPP.

 Kehadiran dua lembaga keuangan internasional, yakni World Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), diharapkan menjadi katalis pembangunan sektor kelautan dan perikanan Maluku, sekaligus memperkuat posisi provinsi ini sebagai salah satu pusat industri perikanan nasional, demikian kata Lailossa. (Rdks) 

Selengkapnya

Kapolda Sultra Tekankan Personel Ditpolairud Kesiapsiagaan dan Tingkatkan Patroli Perairan Hadapi Tantangan Karakteristik Wilayah Perairan

Juli 10, 2026


Kendari
, globaltimurnn.com – Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H. memimpin Apel Pimpinan dalam rangka memberikan arahan kepada personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sultra di Mako Ditpolairud Polda Sultra, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., Irwasda Polda Sultra, para Pejabat Utama Polda Sultra, serta seluruh personel Ditpolairud.


Mengawali arahannya, Kapolda mengapresiasi kepada seluruh personel Ditpolairud atas dedikasi dan loyalitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta melaksanakan penegakan hukum di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.


Kapolda menegaskan bahwa tugas Ditpolairud memiliki karakteristik tantangan khusus yang tidak ringan mengingat luasnya wilayah perairan Sulawesi Tenggara. Meski demikian, ia menilai seluruh personel telah mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. "Saya meminta agar patroli perairan terus ditingkatkan, khususnya dalam mencegah dan menindak praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak maupun bentuk pelanggaran hukum lainnya yang merusak ekosistem laut," kata Kapolda.


Selain penegakan hukum, Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan instansi terkait serta masyarakat pesisir dalam menjaga keamanan wilayah maritim. Menurutnya, kehadiran Polairud tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga harus mengedepankan pelayanan dan pendekatan preventif melalui berbagai program pembinaan masyarakat, seperti Binmas Perairan, Sambang Nusa, perpustakaan terapung, poliklinik terapung, hingga kesiapsiagaan dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah perairan.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengingatkan para Kasubdit, Komandan Kapal, dan seluruh pejabat fungsi agar memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap personel. Seorang pemimpin, kata Kapolda, harus mampu memahami kondisi anggotanya serta menghadirkan solusi terhadap setiap permasalahan yang dihadapi, sehingga organisasi tetap berjalan dengan baik dan profesional.


Kapolda juga memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh personel Ditpolairud, yakni meningkatkan kepekaan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtibmas, meningkatkan kemampuan teknis serta penguasaan peralatan operasional, merespons setiap pengaduan masyarakat secara cepat, serta memperkuat sinergi lintas sektoral bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah perairan Sulawesi Tenggara.


Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sultra menyerahkan kelengkapan perorangan lapangan (Kaporlap) kepada personel Ditpolairud sebanyak 552 perlengkapan, yang terdiri dari 184 topi rimba, 184 kaos cokelat, dan 184 kaos biru Polairud sebagai simbol kebersamaan, saling mendukung, saling menguatkan dan memiliki semangat pengabdian yang sama kepada masyarakat._


"Semoga perlengkapan ini dapat digunakan dengan baik serta menjadi pengingat bahwa rekan-rekan adalah bagian penting dari keluarga besar Polda Sulawesi Tenggara," pungkas Irjen Himawan._


Usai apel, Kapolda didampingi Wakapolda, Irwasda, dan para Pejabat Utama Polda Sultra melaksanakan pengecekan kapal, alat utama dan peralatan khusus (alutsista) milik Ditpolairud. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pendukung, dan perlengkapan operasional berada dalam kondisi siap pakai, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah perairan secara optimal demi memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Rdks) 

Selengkapnya

Sidak Rutin dan Tes Urine Berkala, Rutan Ambon Perkuat Pengawasan dan Pastikan Bebas Narkoba

Juli 10, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) kamar hunian yang dirangkaikan dengan tes urine bagi warga binaan dan petugas, Jumat (10/07/2026). 


Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus memastikan lingkungan rutan tetap bersih dari peredaran narkoba.


Sidak dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Peltah) bersama staf Pelayanan Tahanan, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) beserta jajaran pengamanan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap warga binaan maupun kamar hunian guna mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan.


Penggeledahan dimulai pukul 08.30 WIT dengan menyasar Blok Bougenvile, tepatnya kamar hunian nomor 8 dan 9. Petugas memeriksa setiap sudut kamar serta melakukan penggeledahan badan terhadap warga binaan sebelum mereka keluar dari kamar.


Dalam sidak tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, yakni tiga buah paku, satu botol kaca, satu buah silet, satu korek api, satu alat pelamir, dan satu gergaji besi. Meski demikian, hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan telepon genggam maupun narkotika.


Usai penggeledahan, petugas memberikan arahan kepada warga binaan agar terus menjaga kebersihan kamar serta menaati seluruh tata tertib yang berlaku demi menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan kondusif.


Sebagai bentuk dukungan terhadap Program 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin keenam tentang pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai bentuk penipuan di Lapas dan Rutan, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine pada pukul 09.00 WIT.


Tes urine dilakukan terhadap tiga warga binaan kasus narkotika dan satu orang pegawai Rutan Kelas IIA Ambon. Proses pemeriksaan berlangsung di bawah pengawasan petugas Klinik Rutan Ambon bersama staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) sesuai standar operasional yang berlaku.


Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, menegaskan bahwa sidak dan tes urine akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai langkah preventif dalam memperkuat sistem pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.


«"Sidak rutin dan tes urine merupakan komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Rutan Ambon. Melalui kegiatan ini kami memastikan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba maupun barang-barang terlarang. Pengawasan akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bentuk implementasi deteksi dini," ujar Jefry.»


Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika maupun zat adiktif lainnya. Hasil tersebut menjadi bukti nyata komitmen Rutan Kelas IIA Ambon dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, disiplin, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba melalui pengawasan yang berkelanjutan.(Za)

Selengkapnya

Dari Nongkrong Menjadi Berkarya, Kisah Michael Malaihollo Menggerakkan Anak Muda Maluku Membangun UMKM

Juli 10, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Di tengah meningkatnya tantangan ekonomi dan terbatasnya lapangan pekerjaan, seorang pemuda asal Maluku, Michael Malaihollo, memilih mengambil langkah yang berbeda. Alih-alih hanya mengeluhkan keadaan, ia membuktikan bahwa anak muda mampu menciptakan peluang usaha sendiri sekaligus membuka jalan bagi orang lain untuk ikut berkembang, Jumat (10/07/2026). 


Bagi Michael, masa muda bukanlah waktu yang dihabiskan hanya untuk berkumpul, bergosip, atau bermalas-malasan. Menurutnya, setiap anak muda memiliki potensi dan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi.


"Kalau terus duduk nongkrong tanpa menghasilkan sesuatu, waktu hanya akan terbuang. Lebih baik kita gunakan untuk belajar, membuat produk, dan menciptakan peluang kerja, bukan hanya menunggu pekerjaan datang," ungkap Michael.


Semangat itulah yang kemudian melahirkan keterlibatannya dalam organisasi P3K LBIJ (Bumi Indonesia Jaya), sebuah wadah yang dibangun bersama sang ibu untuk mendorong generasi muda belajar berwirausaha dengan memanfaatkan kekayaan alam Maluku melalui kearifan lokal.


Michael mengatakan, Maluku dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Menurutnya, yang dibutuhkan bukan hanya menunggu bantuan pemerintah, melainkan keberanian untuk mengolah apa yang telah tersedia menjadi produk yang memiliki nilai jual.


"Kita sering menuntut lapangan pekerjaan, padahal Tuhan sudah menitipkan begitu banyak kekayaan alam di Maluku. Tinggal bagaimana kita mau belajar mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat," katanya.


Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu mudah. Michael mengaku tantangan terbesar justru berasal dari diri sendiri, yakni rasa malas, keraguan, dan keinginan untuk menyerah ketika menghadapi hambatan. Namun dukungan keluarga, terutama sang ibu, menjadi penyemangat baginya untuk terus melangkah.


Ia percaya bahwa doa, kerja keras, dan kemauan belajar menjadi kunci utama dalam membangun usaha. Berbagai kendala seperti proses perizinan, pengurusan sertifikasi halal hingga PIRT berhasil dilalui berkat dukungan berbagai pihak.


Saat ini, melalui P3K LBIJ Bumi Indonesia Jaya, Michael bersama tim telah mengembangkan berbagai produk UMKM berbasis hasil alam dan rempah-rempah lokal, di antaranya 20 varian Sambal Mahkota Selera, Sabun Pepaya Raja-Raja Ambon, Minuman Segar My Choice, Massage Oil ACE 8, Black Garlic (Bawang Hitam) My Choice, Lulur Badan Quina Spa, Bedak Dingin Quina Spa, serta aneka rempah-rempah kering, kue kering, dan permen cokelat.


Menurut Michael, usaha yang dibangun bukan semata-mata untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan generasi muda agar memiliki penghasilan tambahan.


Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, persoalan ekonomi kerap menjadi salah satu penyebab retaknya rumah tangga. Karena itu, ia mengajak anak muda untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak sekarang dengan membangun keterampilan dan usaha sendiri.


"Jangan hanya mengandalkan cinta. Ekonomi juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan keluarga. Karena itu mulai sekarang bangun kemampuan diri, berkarya, dan jadilah pribadi yang mandiri," ujarnya.


Melalui organisasi yang dibangunnya, Michael berharap semakin banyak anak muda Maluku berani keluar dari zona nyaman, meninggalkan kebiasaan yang tidak produktif, serta mulai menciptakan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.


Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat berbagai produk maupun aktivitas pembinaan yang dilakukan P3K LBIJ Bumi Indonesia Jaya, Michael mengajak untuk mengunjungi akun TikTok P3K LBIJ Bumi Indonesia Jaya. Melalui akun tersebut, masyarakat dapat melihat perkembangan kegiatan organisasi, proses pembuatan produk, hingga berkonsultasi langsung dengan Michael bersama timnya mengenai kewirausahaan dan pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.


Di akhir perbincangan, Michael menitipkan pesan sederhana namun penuh makna kepada generasi muda Maluku.


"Jangan buang waktumu untuk hal yang tidak menguntungkan. Gunakan masa mudamu untuk belajar, berkarya, dan menjadi berkat bagi orang lain. Jadilah generasi yang membangun masa depan, bukan generasi yang menghancurkannya."(Za)

Selengkapnya

Gubernur Lewerissa Ajak Lulusan UIN AM Sangadji Wujudkan Maluku Maju Menuju Indonesia Emas

Juli 10, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengajak para lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji (AM Sangadji) Ambon untuk menjadi generasi yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan II Periode I Tahun 2026 di Auditorium UIN AM Sangadji Ambon, Kamis (9/7/2026).


Dalam wisuda yang mengusung tema "Integrasi Keislaman, IPTEK, dan Kebudayaan di Era Digital Society 5.0 dalam Membentuk Generasi yang Cerdas, Berbudi, dan Berdampak", Gubernur menyampaikan apresiasi kepada 355 wisudawan dan wisudawati atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.


Gubernur  juga memberikan penghargaan kepada civitas akademika UIN AM Sangadji Ambon yang terus mengembangkan kualitas perguruan tinggi sebagai pusat keunggulan di kawasan timur Indonesia.


Menurut Gubernur, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi pegangan para lulusan dalam menghadapi era Society 5.0. Pertama, mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar kemajuan teknologi tetap berlandaskan moral dan etika. Kedua, memperkuat budaya lokal sebagai benteng dalam menghadapi derasnya arus informasi dan budaya global. Ketiga, menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.


"Buktikan kepada masyarakat bahwa kehadiran Saudara memberikan dampak nyata. Jadilah solusi atas berbagai permasalahan di lingkungan sekitar, bukan malah menjadi bagian dari masalah itu sendiri," pesan Gubernur.


Sebanyak 355 lulusan dikukuhkan dalam wisuda tersebut, terdiri atas 18 lulusan Program Magister (S2) dan 337 lulusan Program Sarjana (S1), masing-masing berasal dari Fakultas Syariah (28 orang), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (24 orang), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (173 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (104 orang), serta Fakultas Komunikasi, Sains, dan Informatika (8 orang).


Mengakhiri sambutannya, Gubernur berharap para lulusan terus berinovasi, berkarya, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, guna mewujudkan Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.


Acara tersebut turut dihadiri oleh, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Anggota DPR-RI Alimudin Kolatlena, Rektor UIN AM Sangadji Ambon Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag, Unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun, Rektor IAKN Ambon Dr Elka Anakotta,  Tokoh Agama, Orang Tua Wisudawan dan tamu undangan lainnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Wakil Gubernur Maluku Tegaskan Komitmen Percepat Eliminasi Kusta, Kota Ambon Jadi Proyek Percontohan

Juli 10, 2026


Jakarta
, globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk mempercepat eliminasi kusta melalui penguatan layanan kesehatan sekaligus menghapus stigma terhadap para penyintas penyakit tersebut. Komitmen itu disampaikan usai mengikuti Konferensi Nasional Kusta Tahun 2026 bertema "Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global" yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, di Puri Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026).


Abdullah Vanath hadir mewakili Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur turut menandatangani dokumen komitmen bersama 38 gubernur sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan eliminasi kusta di Indonesia.


Menurut Vanath, Indonesia saat ini masih menjadi negara dengan jumlah penderita kusta terbesar ketiga di dunia, sementara Maluku termasuk salah satu provinsi yang masih memiliki beban kasus cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.


"Kasus kusta di daerah kita masih ditemukan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Karena itu, penyakit ini harus kita eliminasi melalui berbagai pendekatan yang terencana dan berkelanjutan," ujar Vanath.


Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan kusta bukan hanya aspek pengobatan, tetapi juga stigma sosial yang masih melekat di tengah masyarakat. Banyak penyintas kusta masih dipandang sebagai penderita penyakit kutukan sehingga mengalami pengucilan dalam kehidupan sosial.


"Tugas kita bukan hanya memastikan penderita mendapatkan pengobatan, tetapi juga menghilangkan stigma di masyarakat. Penyintas kusta harus diterima kembali karena penyakit ini dapat disembuhkan apabila ditangani dengan baik," tegasnya.


Sebagai tindak lanjut hasil konferensi, Wakil Gubernur telah meminta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menyiapkan langkah-langkah strategis dalam percepatan eliminasi kusta di daerah. Program tersebut akan diawali di Kota Ambon yang berdasarkan laporan sementara masih memiliki jumlah kasus cukup tinggi.


"Dengan mempertimbangkan kondisi pembiayaan, kita akan memulai dari Kota Ambon sebagai proyek percontohan. Selanjutnya pada tahun 2027 program ini akan diperluas secara bertahap ke seluruh kabupaten dan kota di Maluku melalui kerja sama dengan para bupati, wali kota, dan dinas kesehatan," ungkapnya.


Konferensi Nasional Kusta Tahun 2026 menjadi forum nasional yang mempertemukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam percepatan eliminasi kusta di Indonesia. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para gubernur sebagai wujud dukungan terhadap target eliminasi kusta secara nasional. (Rdks) 

Selengkapnya

Terima Audiensi Ombudsman RI Maluku, Gubernur Hendrik Lewerissa Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Juli 10, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menerima audiensi Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku di Ruang Rapat Gubernur Maluku, Kamis (9/7/2026).


 Pertemuan tersebut membahas laporan pelayanan publik Tahun 2026 sekaligus persiapan pelaksanaan penilaian opini pelayanan publik terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku.


Kepala Ombudsman RI Perwakilan Maluku menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk mempersiapkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi lokus penilaian pelayanan publik tahun 2026 agar memenuhi standar yang ditetapkan.


Menanggapi hal tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Ombudsman RI Perwakilan Maluku dalam mendorong perbaikan tata kelola pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan. Menurutnya, sejumlah persoalan strategis seperti pemerataan guru, sertifikasi aset sekolah, serta masih adanya SMA, SMK, dan SLB yang belum memiliki sertifikat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku.


Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku akan terus mendukung upaya penyelesaian berbagai persoalan tersebut, termasuk mengupayakan penganggaran untuk percepatan sertifikasi aset daerah. Selain itu, pembenahan SMA Siwalima juga akan menjadi prioritas agar tujuan dan filosofi pendiriannya dapat diwujudkan secara optimal.


Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, Boy Kaya dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku beserta Staf. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT