globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Selasa, 03 November 2026

Perkuat Integritas dan Profesionalitas, Kanwil Ditjenpas Maluku Siap Tindaklanjuti Arahan Wamen Imipas

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Penguatan kinerja organisasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pimpinan, tetapi juga membutuhkan komitmen, kedisiplinan, dan tanggung jawab seluruh jajaran dalam menjalankan tugas. Semangat inilah yang kembali ditekankan dalam arahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), M. Maulana Bungaran, S.H., M.H., kepada seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia.


Arahan yang dipusatkan dari Jakarta pada Selasa (03/11/2026) tersebut diikuti secara virtual oleh jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku. Peserta terdiri dari pejabat administrator, para Ketua Kelompok Kerja (Pokja), serta seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Maluku.


Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat langkah organisasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan tugas pemasyarakatan.


Dalam arahannya, Wamen Imipas menegaskan pentingnya membangun koordinasi yang solid, menjaga integritas, serta meningkatkan profesionalitas aparatur. Setiap jajaran dituntut mampu menjalankan tugas secara optimal, seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembinaan warga binaan.


Selain itu, penguatan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan juga menjadi perhatian penting. Seluruh UPT diharapkan terus meningkatkan pengawasan serta memastikan berbagai program pembinaan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata.


Bagi Kanwil Ditjenpas Maluku, arahan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan organisasi harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang terukur, disiplin, dan bertanggung jawab di setiap lini pelayanan.


Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Sarwono, menekankan bahwa penguatan kinerja harus dimulai dari pembenahan tata kelola internal, termasuk tertib administrasi dan kedisiplinan pegawai.


"Seluruh jajaran harus terus meningkatkan tertib administrasi, disiplin, dan optimalisasi dukungan manajemen. Setiap arahan pimpinan harus ditindaklanjuti secara konsisten agar pelaksanaan tugas berjalan efektif, profesional, dan akuntabel," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Novriadi, menyoroti pentingnya menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan.


Menurutnya, pembinaan tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan rutin, tetapi harus menjadi proses berkelanjutan yang mampu mendorong perubahan perilaku dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.


"Pelayanan pemasyarakatan harus semakin berkualitas, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan. Program pembinaan juga harus dilaksanakan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi perubahan perilaku warga binaan," ujarnya.


Perhatian terhadap peningkatan kinerja juga mencakup aspek pembimbingan dan reintegrasi sosial. Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Catherian V. Picauly, menegaskan bahwa keberhasilan proses pemasyarakatan membutuhkan sinergi dan profesionalitas seluruh petugas.


"Sinergi dan profesionalitas jajaran sangat diperlukan dalam pelaksanaan penelitian kemasyarakatan, pendampingan, pembimbingan, serta pengawasan klien pemasyarakatan guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial," ungkapnya.


Berbagai penekanan dalam arahan Wamen Imipas tersebut menjadi landasan bagi Kanwil Ditjenpas Maluku untuk terus memperkuat pelaksanaan tugas di seluruh UPT.


Penguatan koordinasi, pembenahan administrasi, peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi pembinaan warga binaan, hingga pengawasan terhadap keamanan dan ketertiban menjadi bagian dari langkah yang harus dijalankan secara konsisten.


Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan pembinaan di balik tembok lembaga pemasyarakatan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab dalam membangun kembali kehidupan sosial warga binaan agar dapat diterima dan berkontribusi positif setelah kembali ke masyarakat.


Dengan semangat integritas, profesionalitas, dan kerja sama seluruh jajaran, Kanwil Ditjenpas Maluku bertekad memperkuat kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan di wilayah Maluku.


Sebab, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program, tetapi terutama melalui pelayanan yang nyata, sikap humanis, serta tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten oleh setiap insan pemasyarakatan. (Za)

Selengkapnya

Dari Tanah Kepulauan Rempah, EAST COFFEE Merangkai Cerita Ambon dalam Setiap Cangkir

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Ada cerita yang tidak selalu disampaikan melalui kata-kata. Terkadang, sebuah cerita justru hadir lewat aroma, rasa, dan kenangan yang tertinggal setelah seseorang menikmati secangkir kopi.


Di Ambon, kota yang tumbuh di antara gugusan pulau dan hamparan laut biru, cerita itu kini menemukan cara baru untuk diperkenalkan. Bukan melalui buku sejarah ataupun pertunjukan budaya, melainkan lewat delapan racikan kopi yang membawa identitas, kekayaan, dan kebanggaan dari Timur Indonesia.


Cerita tersebut bernama EAST COFFEE, sebuah brand kopi yang diperkenalkan Hotel Santika Premiere Ambon dengan mengusung tagline “From the Spice Islands”.


Peluncurannya berlangsung pada Selasa (03/11/2026), di Infinity Pool Area Hotel Santika Premiere Ambon. Namun, di balik perkenalan sebuah produk, tersimpan gagasan yang jauh lebih besar: bagaimana menghadirkan kekayaan Maluku ke dalam sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus membuat orang mengenal lebih jauh cerita dari tanah kepulauan rempah.


Dalam sesi Brand Story, Public Relations Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Audra Pattiasina, mengajak para tamu melihat EAST COFFEE bukan hanya sebagai minuman, melainkan sebuah perjalanan yang berangkat dari identitas Indonesia Timur.


Baginya, kopi memiliki ruang yang istimewa dalam kehidupan manusia. Secangkir kopi bisa menjadi alasan dua orang memulai percakapan, tempat keluarga berbagi cerita, ruang pertemuan sahabat, hingga bagian dari kenangan yang sulit dilupakan.


Dari pemikiran itulah filosofi “Every Cup Has a Story” menjadi jiwa EAST COFFEE.


Setiap cangkir memiliki cerita. Setiap rasa membawa makna. Dan setiap racikan menjadi cara tersendiri untuk memperkenalkan Ambon dan Maluku kepada siapa saja yang menikmatinya.


Nama EAST bukan sekadar penanda arah mata angin. Ia membawa makna tentang tempat matahari memulai perjalanannya, sebuah simbol harapan, awal yang baru, serta potensi besar yang dimiliki Indonesia Timur.


Inspirasi tersebut kemudian dipadukan dengan karakter Ambon yang dikenal sebagai bagian dari kawasan The Spice Islands. Sebuah wilayah yang sejak dahulu memiliki hubungan erat dengan sejarah rempah-rempah dunia, kekayaan alam, kehidupan masyarakat pesisir, dan budaya persaudaraan.


Keindahan kepulauan, aroma rempah, gelombang laut, hingga nilai kebersamaan masyarakat Maluku tidak hanya menjadi latar belakang cerita, tetapi diterjemahkan menjadi bagian dari identitas brand.


Bahkan, filosofi tersebut terlihat dalam logo EAST COFFEE. Simbol matahari terbit menggambarkan awal dan harapan. Gelombang laut mewakili karakter wilayah kepulauan. Jembatan Merah Putih menjadi representasi Ambon, sementara biji kopi melambangkan produk yang menjadi medium untuk menyampaikan seluruh cerita tersebut.


Dengan demikian, EAST COFFEE seolah ingin menyampaikan bahwa sesuatu yang berasal dari Timur tidak hanya memiliki kekayaan alam, tetapi juga memiliki cerita, karakter, dan identitas yang patut dibanggakan.


Cerita EAST COFFEE semakin menarik ketika dituangkan ke dalam delapan pilihan menu. Masing-masing memiliki nama khas, karakter rasa, dan filosofi yang terinspirasi dari kehidupan serta kekayaan budaya Maluku.


Ada MOOI dengan makna Beauty, melalui sajian Iced Caramel Latte yang menggambarkan keindahan Ambon.


SENGADA atau Simplicity hadir dalam bentuk Iced Americano, membawa pesan tentang kesederhanaan dan kejujuran. Sementara NUSA atau Islands diterjemahkan melalui Iced Hazelnut Latte yang menggambarkan pesona pulau-pulau di Maluku.


PULAU7 dengan konsep Island Journey menghadirkan Iced Coconut Latte, terinspirasi dari perjalanan dan keindahan kepulauan. Kemudian GANDONG atau Brotherhood hadir melalui Iced Aren Coffee, mengangkat nilai persaudaraan yang begitu lekat dalam kehidupan masyarakat Maluku.


Ada pula PELA dengan filosofi Kinship and Spice. Melalui Iced Americano with Nutmeg, menu ini memadukan karakter kopi dengan aroma khas pala, sekaligus membawa pesan tentang ikatan persaudaraan dalam tradisi Pela.


MANISE atau Sweetness hadir sebagai Iced Vanilla Latte yang menggambarkan keramahan dan kenangan manis Kota Ambon. Sedangkan AERMASING dengan konsep The Sea diwujudkan melalui Iced Butterscotch Salt Latte, terinspirasi dari laut yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Maluku.


Delapan menu tersebut bukan sekadar pilihan rasa untuk memenuhi selera penikmat kopi. Di dalamnya terdapat upaya mempertemukan cita rasa modern dengan kekayaan lokal, sehingga setiap sajian memiliki karakter dan cerita yang berbeda.


Bagi mereka yang menikmatinya, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada rasa yang tertinggal di lidah. Ada Ambon yang ingin diperkenalkan, ada Maluku yang ingin diceritakan, dan ada kebanggaan dari Timur yang ingin dibagikan.


Di tengah perkembangan industri kuliner dan semakin beragamnya pilihan minuman, EAST COFFEE mencoba mengambil jalan yang berbeda. Bukan hanya menawarkan racikan kopi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang memiliki kedekatan dengan identitas daerah.


Audra Pattiasina menjelaskan, harapan terbesar dari kehadiran EAST COFFEE adalah agar setiap orang yang menikmatinya dapat merasakan hubungan dengan cerita dan kebanggaan yang berasal dari Ambon serta Maluku.


“Kami ingin EAST COFFEE menjadi lebih dari sekadar pilihan minuman. Kami ingin setiap orang yang menikmatinya dapat menemukan cerita tentang Ambon, tentang Maluku, dan tentang kebanggaan yang datang dari Timur Indonesia. Karena bagi kami, kopi yang baik akan terasa semakin istimewa ketika dinikmati bersama orang-orang yang tepat,” ungkap Audra.


Pesan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan EAST COFFEE. Sebab, memperkenalkan sebuah daerah tidak selalu harus melalui sesuatu yang besar. Terkadang, hal sederhana seperti secangkir kopi pun dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya, tradisi, dan potensi sebuah wilayah.


Melalui EAST COFFEE, Hotel Santika Premiere Ambon berharap kekayaan lokal dan identitas Maluku dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Sebuah langkah untuk membawa cerita daerah ke dalam pengalaman kuliner yang lebih modern, tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi sumber inspirasinya.


Pada akhirnya, EAST COFFEE bukan hanya tentang biji kopi, racikan susu, aroma pala, ataupun perpaduan berbagai cita rasa. Ia adalah tentang bagaimana sebuah daerah memperkenalkan dirinya kepada dunia melalui sesuatu yang sederhana, tetapi penuh makna.


Dari Ambon, dari tanah kepulauan rempah, delapan cerita itu kini tersaji dalam setiap cangkir.


Karena setiap tegukan bukan hanya menghadirkan rasa, tetapi juga mengajak siapa saja untuk mengenal lebih dekat Timur Indonesia. Sebuah cerita tentang keindahan, persaudaraan, kekayaan, dan kebanggaan yang tidak pernah habis untuk dibagikan. (Za)

Selengkapnya

EAST Coffee Resmi Diluncurkan di Ambon, Hotel Santika Premiere Angkat Kekayaan Kopi dan Identitas Kepulauan Rempah

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kekayaan Maluku sebagai negeri yang dikenal dengan julukan The Spice Islands kembali mendapat ruang untuk diperkenalkan melalui cara yang berbeda. Kali ini, cerita tentang kekayaan daerah tersebut hadir dalam secangkir kopi melalui peluncuran EAST Coffee, brand kopi terbaru yang diperkenalkan Hotel Santika Premiere Ambon.


Mengusung tagline “From the Spice Islands”, EAST Coffee tidak sekadar hadir sebagai pilihan minuman baru, tetapi membawa misi memperkenalkan karakter, cita rasa, serta kekayaan budaya Maluku melalui pengalaman menikmati kopi yang dikemas secara modern.


Peluncuran brand tersebut berlangsung pada Selasa (03/11/2026), pukul 16.00 hingga 18.00 WIT, bertempat di Infinity Pool Area, lantai 5 Hotel Santika Premiere Ambon. Menghadap panorama Teluk Ambon, kegiatan ini berlangsung dalam suasana sore yang hangat dan menghadirkan pengalaman berbeda bagi para undangan.


EAST Coffee lahir dari gagasan untuk menghubungkan dunia kopi dengan identitas daerah. Maluku yang selama berabad-abad dikenal melalui kekayaan rempah-rempahnya kini dihadirkan dalam sebuah konsep yang lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat modern.


Melalui brand ini, Hotel Santika Premiere Ambon ingin menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sebuah pengalaman yang memiliki nilai, karakter, dan daya tarik tersendiri.


Tidak hanya memperkenalkan produk, peluncuran EAST Coffee juga dikemas sebagai perjalanan mengenal kopi melalui perpaduan rasa, cerita, dan suasana khas Ambon.


Salah satu agenda utama adalah Coffee Journey Tasting, yang memberikan kesempatan kepada para undangan untuk mengenal sajian sekaligus mengeksplorasi pengalaman rasa yang ditawarkan EAST Coffee.


Suasana semakin istimewa dengan Exclusive Logo Reveal, yakni pengenalan identitas visual EAST Coffee yang merepresentasikan semangat dan filosofi From the Spice Islands. Penampilan live music turut melengkapi rangkaian acara, menciptakan suasana santai di tengah panorama Teluk Ambon menjelang matahari terbenam.


General Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Edy Dwi Sutrisno, mengatakan bahwa kehadiran EAST Coffee merupakan bagian dari upaya hotel untuk terus menghadirkan inovasi produk yang memiliki keterkaitan dengan potensi dan kekayaan daerah.


Menurutnya, Maluku mempunyai kekayaan alam, rempah-rempah, serta budaya yang luar biasa. Potensi tersebut perlu diperkenalkan melalui berbagai bentuk kreativitas agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.


“Maluku memiliki kekayaan alam, rempah, dan budaya yang luar biasa. Melalui EAST Coffee, kami ingin memperkenalkan kekayaan tersebut dalam bentuk pengalaman menikmati kopi yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap menghargai akar budaya kita. Kami berharap EAST Coffee dapat menjadi kebanggaan dan membawa cerita Maluku kepada lebih banyak orang,” ujar Edy.


Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan hotel tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga harus mampu menghadirkan makna dan memberikan nilai tambah bagi para tamu.


Karena itu, EAST Coffee diharapkan tidak berhenti sebagai brand minuman, melainkan berkembang menjadi identitas yang memiliki cerita tersendiri dan meninggalkan kesan bagi setiap orang yang menikmatinya.


“Bagi kami, inovasi yang baik adalah inovasi yang memiliki makna dan memberikan nilai tambah. Kami ingin EAST Coffee tumbuh sebagai brand yang tidak hanya dinikmati, tetapi juga dikenang melalui cita rasa dan cerita yang dibawanya. Semoga langkah ini menjadi awal dari perjalanan berkelanjutan dalam memperkenalkan kekayaan Maluku melalui hospitality,” tambahnya. 


Kehadiran EAST Coffee menjadi salah satu bentuk kreativitas Hotel Santika Premiere Ambon dalam mengangkat potensi lokal melalui industri perhotelan dan kuliner.


Di tengah perkembangan gaya hidup dan industri hospitality, identitas daerah menjadi kekuatan yang dapat memberikan pengalaman berbeda kepada para tamu. Melalui pendekatan tersebut, kopi tidak hanya dipandang sebagai sajian untuk dinikmati, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan cerita tentang daerah asalnya.


Dengan menggabungkan cita rasa, identitas lokal, dan konsep modern, EAST Coffee diharapkan mampu memperkaya pengalaman kuliner para tamu sekaligus memperluas pengenalan terhadap kekayaan Maluku.


Sebab, dari Kepulauan Rempah, selalu ada cerita yang layak dikenal lebih luas. Dan kali ini, cerita itu dihadirkan melalui secangkir kopi.

(Za)

Selengkapnya

Kapolres SBB Sambangi Desa Lumoly, Pererat Hubungan Dengan Masyarakat

November 03, 2026


Lumoly
, globaltimurnn.com – Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat, Kapolres Seram Bagian Barat AKBP REFINDO PRADIKTA RULANDO, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Lumoly, Rabu (04/11/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Pj. Kepala Desa Lumoly Dominggus Sasake, Pendeta Ny. Christie B. Ahuluheluw, W.Ssi., Wakil Ketua BPD Daniel Lemos, para Kepala Soa Thomas Sasake, Alberth Lattu, Yos Lumapoi dan Batseba Lumapoi, serta perangkat Desa Lumoly.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolres SBB membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat guna memperkuat hubungan kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan, memperkuat persatuan dan kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.


Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak Kepolisian dalam menyikapi serta menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat melalui komunikasi, koordinasi dan musyawarah.


Menurut Kapolres, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebersamaan dan kepedulian untuk menjaga situasi yang damai dan harmonis.


Melalui kegiatan silaturahmi ini, Kapolres berharap hubungan antara Polres SBB dengan Pemerintah Desa dan masyarakat Lumoly semakin erat, sehingga tercipta kerja sama yang baik dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.


Mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan dan membangun komunikasi yang baik. Katong samua basudara, sehingga setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin melalui dialog dan musyawarah,"* pesan Kapolres.

Selengkapnya

Tak Hanya Layani Kunjungan, Lapas Piru Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Keluarga Warga Binaan

November 03, 2026


Piru
, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang memberikan manfaat nyata. Hal inilah yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru dengan menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung dan keluarga warga binaan di area layanan kunjungan, Selasa (03/11/2026).


Di tengah aktivitas pelayanan kunjungan, Lapas Piru tidak hanya memastikan proses pertemuan antara warga binaan dan keluarga berjalan tertib, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang datang berkunjung.


Program yang dilaksanakan oleh Seksi Perawatan Lapas Piru tersebut menjadi salah satu bentuk peningkatan pelayanan publik yang lebih humanis, sekaligus membuka akses pemeriksaan kesehatan sederhana bagi pengunjung tanpa dipungut biaya.


Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, konsultasi terkait keluhan kesehatan, hingga pemberian obat-obatan dan vitamin sesuai kebutuhan berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas.


Melalui layanan ini, pengunjung tidak hanya mendapatkan kesempatan bertemu dengan anggota keluarga yang sedang menjalani masa pembinaan, tetapi juga memperoleh perhatian terhadap kebutuhan kesehatan mereka.


Perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan dilakukan secara langsung dengan memperhatikan kondisi dan keluhan setiap pengunjung. Petugas berupaya memberikan pemeriksaan serta penanganan awal sesuai kebutuhan masing-masing.


“Kami melakukan pemeriksaan tekanan darah, mendengarkan keluhan kesehatan, kemudian memberikan obat-obatan atau vitamin sesuai kebutuhan. Harapannya, pelayanan sederhana ini dapat membantu pengunjung lebih memperhatikan kondisi kesehatannya,” ungkap Suryani.


Kehadiran pelayanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pengunjung berinisial D mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pihak Lapas Piru.


Menurutnya, fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi keluarga warga binaan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menyampaikan keluhan tanpa harus terlebih dahulu mencari pelayanan kesehatan di luar lingkungan Lapas.


“Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini. Selain bisa memeriksakan tekanan darah, kami juga dapat menyampaikan keluhan kesehatan dan mendapatkan arahan dari petugas. Ini merupakan bentuk perhatian yang sangat baik kepada pengunjung,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.


Menurutnya, pelayanan pemasyarakatan tidak sebatas menghadirkan keamanan, ketertiban, dan kelancaran proses kunjungan, tetapi juga harus mengedepankan pendekatan yang ramah, peduli, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


“Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya tertib dan aman, tetapi juga humanis dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan salah satu wujud komitmen Lapas Piru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” jelas Hery.


Melalui kegiatan tersebut, Lapas Piru ingin memastikan bahwa kehadiran institusi pemasyarakatan juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, termasuk keluarga warga binaan yang datang berkunjung.


Langkah sederhana ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak selalu harus diwujudkan melalui fasilitas besar, tetapi juga melalui kepedulian, perhatian, dan kemauan untuk memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Lapas Kelas IIB Piru pun berkomitmen untuk terus mengembangkan pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan. (Za)

Selengkapnya

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Ambon Hasilkan Podium Upacara Lewat Keterampilan dan Kreativitas

November 03, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Keterbatasan ruang gerak bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus belajar, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Hal inilah yang ditunjukkan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon melalui program pembinaan kemandirian dengan menghasilkan sebuah podium upacara yang dikerjakan secara langsung oleh mereka.


Karya tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan di balik tembok pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembentukan kepribadian, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta kemampuan bekerja secara produktif.


Melalui kegiatan yang berlangsung pada Rabu (04/11/2026), warga binaan dilibatkan dalam proses pembuatan podium upacara. Mereka diberikan kesempatan untuk belajar sekaligus mempraktikkan keterampilan, mulai dari proses pengerjaan hingga menghasilkan produk yang memiliki fungsi dan nilai manfaat.


Bagi Rutan Ambon, kegiatan ini bukan sekadar menghasilkan sarana pendukung kegiatan upacara. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri warga binaan, menanamkan kedisiplinan, serta membentuk sikap bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dipercayakan.


Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu program penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan dan bekal keterampilan sebelum kembali ke tengah masyarakat.


Menurutnya, setiap karya yang dihasilkan merupakan gambaran dari proses pembelajaran dan pembinaan yang terus dikembangkan di lingkungan Rutan Ambon.


“Melalui kegiatan pembuatan podium upacara ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas mereka. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif,” ungkap Meta Putra.


Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja, Ode Ena, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pembinaan yang mengedepankan praktik langsung. Dengan terlibat dalam proses pembuatan suatu produk, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga belajar tentang ketelitian, tanggung jawab, dan pentingnya kerja sama.


Ia menilai, kegiatan produktif seperti ini perlu terus dikembangkan agar potensi yang dimiliki warga binaan dapat tersalurkan melalui aktivitas yang positif dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.


“Dalam kegiatan pembinaan kemandirian, kami berupaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Pembuatan podium ini menjadi salah satu contoh bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang memiliki manfaat. Harapannya, keterampilan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” jelas Ode Ena.


Semangat untuk terus belajar juga dirasakan langsung oleh warga binaan yang terlibat dalam pengerjaan podium tersebut.


Salah satu warga binaan, Onco, mengaku senang karena mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus terlibat dalam menghasilkan sebuah karya yang dapat dimanfaatkan oleh lingkungan Rutan Ambon.


Baginya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Selain mengisi waktu dengan aktivitas positif, dirinya juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang diharapkan dapat berguna dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.


“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan. Saya merasa senang karena bisa ikut menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif,” ungkap Onco.


Ia berharap program pembinaan keterampilan dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Podium upacara yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan upacara di lingkungan Rutan Ambon. Dengan demikian, hasil pembinaan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan sebagai peserta program, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan fasilitas di lingkungan pemasyarakatan.


Melalui program pembinaan kemandirian ini, Rutan Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada pengembangan kemampuan warga binaan.


Sebab, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari aktivitas yang dijalankan selama berada di dalam rutan, tetapi juga dari keterampilan, pengalaman, dan perubahan positif yang dapat dibawa ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.


Dari sebuah podium upacara, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi sesama. (Za)

Selengkapnya

Aksa Harmoni, Inovasi Oldrin Parinussa Perkuat Pembauran Sosial Dan Persaudaraan Lintas Sara Menuju Ambon Rumah Basudara

November 03, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com – Memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman menjadi salah satu agenda penting pembangunan Kota Ambon. Berangkat dari semangat tersebut, Oldrin Parinussa, SE, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII, menggagas sebuah inovasi strategis bertajuk AKSA HARMONI (Akselerasi Pembauran Sosial dan Penguatan Persaudaraan Lintas SARA Menuju Ambon Rumah Basudara).


Gagasan proyek perubahan ini dilatarbelakangi oleh besarnya modal sosial masyarakat Kota Ambon yang memiliki kekuatan historis dan kultural melalui nilai-nilai Pela Gandong dan Siwalima. Nilai-nilai tersebut selama ini menjadi perekat persaudaraan masyarakat Maluku dalam membangun kehidupan yang damai, rukun, dan saling menghargai.


Namun demikian, dinamika sosial masyarakat perkotaan menunjukkan bahwa penguatan pembauran sosial lintas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) masih membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan.


Oldrin Parinussa menilai bahwa upaya menjaga perdamaian tidak cukup hanya dilakukan melalui penanganan konflik ketika terjadi. Diperlukan transformasi pendekatan yang lebih mengutamakan pencegahan, pemetaan potensi konflik, deteksi dini, serta penguatan interaksi sosial antarkelompok masyarakat.


“Perdamaian tidak boleh hanya dimaknai sebagai keadaan ketika tidak terjadi konflik. Perdamaian harus dibangun melalui interaksi sosial yang sehat, rasa saling percaya, penghormatan terhadap perbedaan, dan kesadaran bahwa kita semua adalah orang basudara,” demikian rumusan pesan utama yang diusung dalam gagasan AKSA HARMONI.


Enam Strategi Utama AKSA HARMONI

Sebagai sebuah inovasi perubahan, AKSA HARMONI dikembangkan melalui enam instrumen strategis yang saling terintegrasi.


Pertama, Peta Harmoni, yaitu pengembangan basis data dan pemetaan potensi konflik sosial sebagai landasan perencanaan kebijakan dan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.


Kedua, Pela Gandong Untuk Semua, yaitu revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal Pela Gandong sebagai kekuatan pemersatu masyarakat lintas SARA.


Ketiga, Ruang Basudara, yaitu pengembangan ruang interaksi dan perjumpaan lintas komunitas guna membangun komunikasi, solidaritas, toleransi, dan kepercayaan sosial.


Keempat, Duta Harmoni Pemuda Ambon, yaitu pelibatan generasi muda sebagai agen perubahan dan pelopor perdamaian di lingkungan masyarakat.


Kelima, Harmony Early Warning System, yaitu penguatan sistem deteksi dini potensi konflik sosial melalui pendekatan berbasis data, informasi, dan kolaborasi lintas sektor.


Keenam, Duta Damai Maya, yaitu gerakan membangun ruang digital yang sehat melalui edukasi dan pencegahan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta provokasi bernuansa SARA.


Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Implementasi AKSA HARMONI membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menjaga stabilitas sosial, tetapi harus membangun kemitraan dengan aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, komunitas, akademisi, media, UMKM, serta seluruh pemangku kepentingan.


Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, diharapkan tercipta ekosistem pembauran sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman konflik, termasuk provokasi dan penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan.


Inovasi ini juga menempatkan generasi muda sebagai kekuatan strategis dalam menjaga keberlanjutan perdamaian. Pemuda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus tampil sebagai subjek sekaligus pelaku utama dalam membangun budaya toleransi dan persaudaraan.


Target Strategis 2026–2029

Dalam pelaksanaannya, proyek perubahan AKSA HARMONI diarahkan untuk mencapai sejumlah target strategis, yaitu terbentuknya Tim AKSA HARMONI, tersusunnya Peta Harmoni, terbentuknya 50 Duta Harmoni Pemuda Ambon, terlaksananya ruang interaksi lintas komunitas,  terlaksananya Ruang Basudara sebagai ruang interaksi lintas komunitas, terbangun nya early warning system untuk mendukung pendeteksian dini dan pencegahan konflik, serta terbentuknya Duta Damai Maya sebagai gerakan literasi digital. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT