globaltimurnn.com

Senin, 10 Agustus 2026

Personel Kodaeral IX Hadiri Tasyakuran Peringati HUT Ke-1 Kodaeral Melalui Vicon Terpusat

Agustus 10, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Personel Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX menghadiri acara Tasyakuran Peringati HUT Ke-1 Kodaeral Tahun 2026 secara Vicon terpusat di Gedung Manggala Loka Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (10/8/2026).


Wakil Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) IX Laksma TNI Dr. Muhamad Risahdi didampingi  Wakil Ketua Daerah Kodaeral IX GJKRl, Ny. Evi Muhammad Risahdi, para Pejabat Utama, para Kasatker, Perwira, Bintara, Tamtama, PNS dan Jalasenastri hadir mengikuti acara tersebut secara virtual.


Kegiatan syukuran dipimpin secara terpusat oleh Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., dari Kodaeral VI Makassar yang dihadiri para Pangkoarmada l - lll, para Komandan Kodaeral l - XlV, Gubernur Sulsel, Kapolda  Sulsel, Pangdam Hasanudin dan pejabat lainnya. 


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Wadan Kodaeral IX kemudian dilanjutkan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian Kodaeral IX selama satu tahun.


Wadan Kodaeral IX mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. mengatakan bahwa peringatan HUT ke-1 Kodaeral ini, menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur, kebersamaan, soliditas, dan semangat pengabdian seluruh personel dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AL, khususnya Kodaeral IX di wilayah Maluku.


Dengan semangat “Kodaeral Bersama Rakyat, Mengawal Nusantara, Indonesia Maju,” lanjutnya, Kodaeral lX berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi seluruh program yang sudah dirancang dan dilaksanakan untuk lebih baik guna meningkatkan kualitas pengabdian. 



"Melalui momentum peringatan HUT pertama ini, seluruh personel Kodaeral IX diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan sinergitas dalam menjalankan setiap tugas serta memberikan kontribusi terbaik bagi TNI AL, masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Peringatan HUT Ke-1 Kodaeral 2026, Momentum Perkuat Sinergi Bersama Rakyat dalam Mengawal Nusantara

Agustus 10, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat soliditas, profesionalisme, serta sinergi TNI Angkatan Laut bersama seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Indonesia.


Peringatan HUT ke-1 Kodaeral Tahun 2026 yang mengusung tema “Kodaeral Bersama Rakyat, Mengawal Nusantara, Indonesia Maju.” ini, digelar secara terpusat di Kota Makassar yang dibuka Panglima Komando Armada Republik Indonesia, Laksdya TNl Dr. Denih Hendrata pada Senin (10/7/2026). 


Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. didampingi Ketua Daerah Kodaeral lX GJKRl, Ny. Inca Hanarko Djodi Pamungkas hadir dalam acara peringatan yang dikoordinir Kodaeral Vl sebagai tuan rumah, bersama Pangkoarmada l - lll, para Komandan Kodaeral l - XlV, Gubernur Sulawesi Selatan, Pangdam Hasanudin, Kapolda Sulsel dan undangan lainnya. 


Sementara itu Wadan Kodaeral lX, Laksma TNl Dr. Muhammad Risahdi memimpin peringatan HUT Ke-1 Kodaeral 2026 di Gedung Manggala Loka, Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon dihadiri para Pejabat Utama, para Kasatker,  perwira, bintara, tamtama, PNS dan Jalasenastri Kodaeral lX yang tersambung melalui vidio converence dengan panitia pusat di Makassar. 


Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-1 Kodaeral Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di jajaran Kodaeral dengan melibatkan personel TNI AL, keluarga besar TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat.


Berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan menjadi bagian penting dari peringatan tahun ini, antara lain bakti sosial, bakti kesehatan, karya bakti, kegiatan olahraga, serta kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan antara TNI AL dan masyarakat.


Pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut, merupakan wujud nyata semangat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, sekaligus bentuk kepedulian Kodaeral terhadap masyarakat di wilayah kerja masing-masing.


Pangkoarmada Rl mengatakan, tema peringatan kali ini menjadi penegasan komitmen Kodaeral untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas wilayah maritim Indonesia.


"Lebih dari sekadar peringatan, HUT ini merupakan momentum satu tahun berdirinya Kodaeral menjadi refleksi terhadap pelaksanaan tugas dan pengabdian yang telah dilaksanakan. Kodaeral terus dituntut untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional, profesionalisme personel, serta kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan matra laut di wilayah masing-masing," terangnya.


Keberadaan Kodaeral lanjutnya, juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi maritim, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan laut, mendukung penegakan hukum di wilayah perairan, dan mendorong pemanfaatan potensi maritim secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat.


Menurutnya, Peringatan HUT ke-1 Kodaeral Tahun 2026 ini, sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian prajurit Jalasena dalam menjalankan amanah sebagai penjaga kedaulatan negara di laut.


"Dengan semangat “Kodaeral Bersama Rakyat, Mengawal Nusantara, Indonesia Maju,” Kodaeral berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi TNI AL, masyarakat, bangsa, dan NKRl," pungkasnya. (Rdks) 

Selengkapnya

Seorang Warga Desa Gosoma Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung

Agustus 10, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com – Seorang laki-laki berinisial AM ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Senin (10/08/2026) pagi. Korban bernama Ardi Mumulati (46 tahun), warga setempat yang berprofesi sebagai wiraswasta.

 

Kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIT, saat warga bernama Robinson Masuru hendak berpergian, ia melihat sesosok tubuh tergeletak di samping mobil pikap warna hitam di Jalan PAM Desa Gosoma. Setelah didekati, diketahui itu adalah Ardi Mumulati. Saksi mencoba memanggil nama korban namun tidak ada respon dan terlihat ada darah di sekitarnya, sehingga saksi segera meminta pertolongan dan menghubungi keluarga.

 

Berdasarkan keterangan keluarga, malam sebelumnya korban masih dalam keadaan sehat dan sempat mengobrol bersama kerabat. Pukul 05.30 WIT pagi harinya, korban berangkat keluar rumah untuk membeli ikan. Keluarga juga membenarkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan meminta agar tidak dilakukan visum maupun otopsi serta segera dimakamkan.

 


Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara tidak ditemukan indikasi adanya unsur tindak pidana atau keterlibatan pihak lain. Polisi menduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung yang dideritanya. Meskipun keluarga menolak pemeriksaan lebih lanjut, seluruh proses penanganan TKP tetap dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. (𝐆𝐈𝐎). 

Selengkapnya

Minggu, 09 Agustus 2026

Camat Sirimau Dorong Ukulele Jadi Ruang Tumbuh Bakat dan Pelestarian Budaya Ambon

Agustus 09, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kecamatan Sirimau terus mendorong pengembangan seni dan budaya lokal melalui pelaksanaan Festival/Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026, yang berlangsung di Taman Budaya Karpan, Ambon, Senin (10/08/2026).


Kegiatan yang diikuti tujuh kelompok peserta tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi musik ukulele, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti penampilan tenun ikat Amboina, kopi Tuni, serta produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).


Camat Sirimau, M. Aulia Waliulu, S.STP., M.I.Kom., dalam sambutannya mengatakan, Festival Ukulele merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang bagi anak-anak dan generasi muda Kota Ambon untuk mengembangkan kreativitas, bakat dan kemampuan mereka melalui musik.


Menurut Aulia, lomba tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari kelompok terbaik, tetapi memiliki misi yang lebih besar, yakni membangun karakter anak-anak dan generasi muda melalui musik.


Lomba ini diharapkan menjadi sarana untuk mengembangkan potensi dan kreativitas musik anak-anak dan generasi muda Kota Ambon, agar terus berkarya, mengembangkan karakter positif serta mendukung aspek kognitif dan motorik anak-anak, ujar Aulia.


Ia menjelaskan, aktivitas bermusik memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain melatih kemampuan memainkan alat musik, kegiatan tersebut juga dapat membangun kemampuan kognitif, afektif dan motorik.


Lebih dari itu, proses bermusik juga mengajarkan anak-anak tentang kerja sama, kesabaran, kedisiplinan dan kepercayaan diri.


Karena itu, Aulia menilai pengembangan musik sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang kreatif sekaligus memiliki karakter kuat.


Aulia menegaskan, ukulele merupakan salah satu alat musik yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Maluku. Karena itu, keberadaannya harus terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi muda.


Ukulele sebagai alat musik khas Maluku harus terus dikembangkan. Bukan hanya sekadar dimainkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan kemampuan anak-anak kita, katanya.


Ia berharap budaya bermain ukulele dapat semakin berkembang di berbagai lingkungan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sirimau dan Kota Ambon secara umum.


Menurutnya, semakin banyak ruang yang diberikan kepada anak-anak untuk belajar dan bermain ukulele, semakin besar pula peluang lahirnya talenta-talenta baru di bidang musik.


Mendorong ukulele di mana-mana ini menjadi cara kita membangun bakat dan talenta, khususnya di Kecamatan Sirimau dan Kota Ambon pada umumnya, ungkapnya.


Namun, bagi Aulia, manfaat terbesar dari kegiatan tersebut bukan hanya terletak pada kemampuan memainkan alat musik.


Menurutnya, musik harus menjadi sarana untuk menjaga identitas budaya dan jati diri masyarakat Ambon agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Menariknya, Festival Ukulele Kecamatan Sirimau tahun ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik.


Aulia menyampaikan bahwa panitia juga menghadirkan tenun ikat Amboina, kopi Tuni dan berbagai produk UMKM sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.


Menurutnya, langkah tersebut penting agar kegiatan seni dan budaya dapat sekaligus menjadi ruang promosi bagi kekayaan lokal Kota Ambon.


Pada kegiatan ini kami juga melibatkan dan menampilkan tenun ikat Amboina dan kopi Tuni yang ada di depan kita, katanya.


Dengan konsep tersebut, Festival Ukulele diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan bermusik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan produk budaya dan ekonomi kreatif masyarakat kepada publik.


Festival Ukulele Kecamatan Sirimau 2026 dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama Ambon Music Office, dengan dukungan Pemerintah Kota Ambon, PT PLN, Kementerian Hukum serta sejumlah pihak lainnya.


Aulia memberikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang-ruang kreatif yang berkelanjutan bagi generasi muda.



Ia berharap kegiatan seperti Festival Ukulele dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak-anak dan generasi muda yang memiliki kesempatan untuk belajar, berkreasi dan menunjukkan kemampuan mereka.


Festival ukulele yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama Ambon Music Office ini guna memberikan ruang bagi peningkatan kreativitas anak, sekaligus mengajak anak-anak meningkatkan kapasitas dan kualitas mereka dalam bermusik di Kota Ambon, jelasnya.


Aulia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempertahankan Ambon sebagai kota yang memiliki kehidupan musik yang kuat, sekaligus memastikan warisan budaya Maluku tetap tumbuh di tengah perkembangan zaman. (Za)

Selengkapnya

Ukulele Bukan Sekadar Musik, Tapi Warisan Budaya dan Perekat Persaudaraan di Ambon

Agustus 09, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos., menegaskan bahwa musik, khususnya ukulele, memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Kota Ambon.


Hal tersebut disampaikan Ely saat memberikan sambutan pada Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau, Senin (10/08/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghidupkan kembali semangat bermusik serta melestarikan budaya lokal.


Ely mengatakan, predikat Ambon City of Music yang diperoleh pada 2019 bukan hanya sebuah penghargaan, melainkan identitas dan tanggung jawab yang harus dijaga bersama.


“Bagi masyarakat Ambon dan Maluku, musik bukan sekadar hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan, ekspresi budaya, sarana membangun kebersamaan, sekaligus media yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan,” ujar Ely.


Ia menilai, ukulele menjadi salah satu instrumen yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Maluku. Di balik alunan dan melodinya, terdapat nilai kebersamaan, kreativitas serta warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.


Karena itu, Ely memberikan apresiasi kepada panitia, peserta dan seluruh pihak yang telah memberikan ruang bagi anak-anak serta generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka melalui musik.


Menurut Ely, Kecamatan Sirimau memiliki posisi strategis dalam kehidupan Kota Ambon. Selain menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, jasa dan pendidikan, Sirimau juga menjadi ruang bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang.


Dalam konteks itu, Lomba Ukulele Sirimau dinilai memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi.


“Lebih dari itu, festival ini harus menjadi ruang silaturahmi dan ruang kreativitas. Seni dan budaya tidak hanya hadir sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter, memperkuat persaudaraan serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi,” katanya.


Ely berharap para peserta tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, keberanian tampil, pengalaman, proses belajar dan kemampuan membangun kebersamaan merupakan bagian penting dari sebuah kompetisi.


Dalam sambutannya, Ely menyampaikan tiga hal yang diharapkan dapat tumbuh melalui pelaksanaan kegiatan tersebut.


Pertama : 

Memperkuat potensi dan kreativitas lokal, Ia mengajak seluruh peserta menjadikan panggung Lomba Ukulele sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melahirkan karya-karya baru.


Jangan takut untuk berekspresi dan teruslah berkarya, karena dari ruang-ruang seperti inilah potensi-potensi baru dapat tumbuh dan berkembang, pesannya.


Kedua : 

Mempererat persaudaraan masyarakat, Ely mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang, kelompok maupun pilihan dalam sebuah perlombaan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.


Berbeda kelompok, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan dalam perlombaan, kita tetap satu sebagai masyarakat Kota Ambon, tegasnya.


Ketiga :

Memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, Ely berharap kegiatan seni dan budaya juga mampu memberikan dampak langsung kepada pelaku UMKM dan pedagang kecil.


Menurutnya, ketika sebuah kegiatan mampu menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar, maka harus ada peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal.


Dengan demikian, seni dan budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.


Kepada seluruh peserta, Ely berpesan agar tampil dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas dan menikmati seluruh proses perlombaan.


Kemenangan bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar dan pengalaman yang kita dapatkan bersama, ungkapnya.


Ia juga mengajak masyarakat Kota Ambon untuk terus menjadikan musik sebagai kekuatan dalam membangun persaudaraan dan perdamaian.


Mari kita terus menjaga keharmonisan dan kebersamaan ini. Mari kita buktikan bahwa musik bukan hanya menghibur, tetapi mampu menjembatani perbedaan, menyebarkan pesan perdamaian, menumbuhkan cinta dan mempererat persaudaraan, ajaknya.


Ely menambahkan, sebagai Ambon City of Music, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga ekosistem musik dan budaya agar karya-karya dari Kota Ambon dapat berkembang dan dikenal lebih luas.


Pada kesempatan tersebut, Ely juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk PT PLN, Kementerian Hukum serta berbagai pihak lainnya.


Ia berharap dukungan dari pemerintah, swasta, BUMN maupun berbagai instansi dapat terus diperkuat, khususnya dalam membantu masyarakat dan pelaku UMKM.


Bukan hanya masyarakat yang ada di depan kita, masih banyak UMKM hari ini yang membutuhkan uluran tangan dari berbagai macam instansi dan BUMN yang ada di Kota Ambon. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus kita bangun, pungkasnya.


Bagi Ely, ketika musik, budaya, kreativitas dan ekonomi masyarakat dapat bergerak secara bersama-sama, maka predikat Ambon sebagai City of Music tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Dapur Sehat BESTI Diperkuat, Kanwil Ditjenpas Maluku Pastikan Warga Binaan Dapat Makanan Bergizi dan Higienis

Agustus 09, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui penguatan penerapan Dapur Sehat BESTI (Bersih, Efisien, Sehat, Tertib, dan Inovatif) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, Senin (10/08/2026). 


Program tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola penyelenggaraan makanan agar kebutuhan pangan warga binaan tidak hanya terpenuhi dari sisi kuantitas, tetapi juga memperhatikan aspek kebersihan, keamanan pangan, kandungan gizi, serta proses pengolahan yang sesuai standar.


Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengatakan penyelenggaraan makanan merupakan salah satu bagian penting dalam pemenuhan hak dasar warga binaan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas pelayanan.


Dapur Sehat BESTI ini adalah simbol perubahan mendasar dalam pelayanan kita. Saya berharap seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada, melainkan menjadikannya motivasi untuk terus berinovasi dan menjaga integritas. Kita harus memastikan pelayanan pemasyarakatan di Maluku semakin profesional, berintegritas, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta Warga Binaan,” ujar Ricky.


Menurutnya, penerapan Dapur Sehat BESTI tidak sebatas menghadirkan fasilitas dapur yang lebih baik. Lebih dari itu, konsep tersebut mencakup pembenahan seluruh rangkaian penyelenggaraan makanan, mulai dari pengadaan bahan makanan, penyimpanan, proses pengolahan, hingga pendistribusian kepada warga binaan.


Setiap tahapan diarahkan untuk memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan, sekaligus memastikan makanan yang disajikan memiliki nilai gizi yang memadai bagi warga binaan.


Penguatan standardisasi dapur tersebut juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, yang menempatkan pengelolaan dapur pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan sebagai salah satu unsur penting dalam peningkatan mutu layanan.


Melalui pengelolaan dapur yang terstandar, pemenuhan hak warga binaan atas makanan yang layak dan bergizi diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Di saat yang sama, penerapan prinsip higiene dan sanitasi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penyelenggaraan makanan.


Menariknya, penerapan Dapur Sehat BESTI juga memberikan ruang bagi pemberdayaan warga binaan.


Warga binaan yang telah menjalani asesmen dan memiliki keterampilan di bidang tata boga dapat dilibatkan dalam kegiatan dapur dengan tetap berada di bawah pengawasan petugas serta mengikuti ketentuan yang berlaku.


Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan, sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengasah keterampilan kerja yang nantinya dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.


Pelaksana Tugas Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, menegaskan bahwa kehadiran Dapur Sehat BESTI merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Rutan Ambon dalam melakukan pembenahan layanan.


Hadirnya Dapur Sehat BESTI merupakan hasil kerja keras bersama seluruh petugas yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Ini bukanlah akhir dari tujuan kami, melainkan dorongan untuk terus melakukan pembenahan, menjaga mutu higienis, serta memastikan penyelenggaraan makanan bagi Warga Binaan selalu memenuhi standar gizi yang optimal,” ungkap Jefry.


Ia menambahkan, konsistensi dalam menjaga kualitas dapur menjadi hal penting agar standar pelayanan yang telah dibangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.


Melalui Dapur Sehat BESTI, Kanwil Ditjenpas Maluku berharap Rutan Ambon mampu menjadi bagian dari penguatan transformasi pelayanan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemenuhan hak dasar warga binaan.


Penyediaan makanan yang bersih, aman, dan bergizi diharapkan tidak hanya mendukung kesehatan warga binaan, tetapi juga menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih tertib, aman, sehat, dan kondusif.


Kanwil Ditjenpas Maluku pun memastikan upaya peningkatan standar layanan akan terus dilakukan melalui inovasi dan pembenahan berkelanjutan, sehingga pelayanan Pemasyarakatan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik. (Za)

Selengkapnya

Kirim Surat Terbuka Ke Presiden RI, Jacob Wakano Soroti Amburadulnya Pelayanan Kapal Pelni, KM Ngapulu

Agustus 09, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com - Tokoh Masyarakat Seram Bagian Barat Jacob. S. Wakano soroti tegas perlakuan Kapal Pelni dalam hal ini KM. Ngapulu dalam pelayanan pelayaran dari ambon - Jakarta, terlihat penumpang diperlakukan tidak manusiawi. 


Dalam penyampaian-nya kepada media lewat pesan whatsaap-nya, Wakano lansung melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto. 


Saya, Jacob S. Wakanno, menyampaikan keprihatinan dan keberatan yang sangat serius atas kondisi pelayanan penumpang di atas KM Ngapulu dalam perjalanan dari Ambon menuju Jakarta, yang di dalamnya terdapat anak-anak Pramuka Indonesia yang sedang mengikuti kegiatan Jambore Nasional 2026, bersama ribuan penumpang lainnya. Ungkapnya dalam surat terbukannya kepada Presiden RI


Kondisi yang kami saksikan sangat memprihatinkan, Kapasitas kapal yang terbatas harus menampung penumpang dalam jumlah yang jauh lebih besar. 


Akibatnya, banyak penumpang terpaksa berada di emperan dan ruang-ruang yang tidak layak untuk perjalanan laut dalam waktu yang panjang.


Ironisnya lagi, terdapat anak-anak yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, bahkan ada penumpang yang sampai tumbang, Kondisi seperti ini seharusnya menjadi perhatian utama karena menyangkut keselamatan, kesehatan, martabat dan hak dasar manusia.


Kami juga menerima dan menyaksikan keluhan mengenai persoalan tiket dan tempat duduk, Ada penumpang yang telah memiliki tiket dan tempat duduk, ada yang memiliki tiket tetapi tidak memperoleh tempat duduk, dan ada pula penumpang yang belum mendapatkan tiket secara resmi, Kami meminta agar seluruh persoalan tersebut diperiksa secara terbuka oleh pihak yang berwenang. Beber Wakano


Pasalnya" Apabila benar terjadi pungutan tambahan, tekanan, pemaksaan pembayaran, atau ancaman terhadap penumpang yang tidak mampu membayar sejumlah uang tertentu, maka hal tersebut harus segera diselidiki secara hukum. Tegas Wakano


Tidak boleh ada seorang pun, terlebih anak-anak, diperlakukan secara tidak manusiawi hanya karena berada dalam posisi sebagai penumpang yang membutuhkan pelayanan transportasi. Sebutnya


Wakano menambahkan" Kami tidak bermaksud menggeneralisasi atau menuduh seluruh awak kapal, Kami meminta agar fakta sebenarnya diperiksa secara objektif, Jika ditemukan pelanggaran oleh oknum maupun pihak yang bertanggung jawab, maka harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.


SERUAN KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Dengan segala hormat, kami meminta perhatian Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, agar persoalan ini tidak dianggap sebagai persoalan kecil.


Kami memohon agar Presiden memerintahkan kementerian/lembaga terkait untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pelayanan penumpang KM Ngapulu, termasuk aspek kapasitas angkut, penjualan dan pemeriksaan tiket, keselamatan penumpang, kesehatan anak-anak Pramuka, serta dugaan pungutan atau tindakan yang merugikan penumpang harus ditindak tegas dan bila perlu dihentikan. Ujarnya


Kami juga meminta agar PT PELNI dan pihak-pihak yang bertanggung jawab melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan KM Ngapulu dan memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran.


KAMI BUKAN BINATANG, KAMI ADALAH RAKYAT INDONESIA

Kami orang Maluku dan masyarakat Indonesia Timur adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kami mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik yang aman, layak, bermartabat dan manusiawi.


Jangan karena kami berada jauh dari pusat pemerintahan lalu kami diperlakukan seolah-olah tidak memiliki hak.


Lebih tegas Wakano mengungkapkan" Di atas kapal ini terdapat anak-anak bangsa Indonesia yang sedang membawa nama Pramuka Indonesia menuju Jambore 2026. 


Mereka bukan sekadar penumpang, Mereka adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan pelayanan terbaik.


Kami berharap pemerintah hadir bukan hanya ketika rakyat membutuhkan suara politik, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan perlindungan dan pelayanan nyata.


Jangan sampai pengalaman buruk seperti ini menumbuhkan rasa kecewa dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara.


Kami menyerukan kepada seluruh pihak agar persoalan ini diselesaikan secara cepat, terbuka, manusiawi dan bertanggung jawab, termasuk lembaga Legislatif sebagai wakil rakyat kami minta melihat hal ini, dan ambil langkah. 


Negara harus hadir, Pemerintah harus melindungi rakyat, Anak-anak Pramuka harus dijaga, Penumpang harus dilayani secara manusiawi, Dan setiap dugaan pelanggaran harus diperiksa secara menyeluruh. Pungkasnya  (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT