
Foto : 𝐖𝐚𝐛𝐮𝐩 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐁𝐮𝐤𝐚 𝐊𝐢𝐚𝐫𝐨𝐧𝐨 𝐅𝐞𝐬𝐭𝐢𝐯𝐚𝐥 𝟐𝟎𝟐𝟔: 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐮𝐝𝐚𝐲𝐚 𝐋𝐨𝐤𝐚𝐥 𝐋𝐞𝐰𝐚𝐭 𝐓𝐞𝐤𝐧𝐨𝐥𝐨𝐠𝐢
Tobelo, Globaltimurnn.com - Suasana penuh sukacita dan semangat budaya menyelimuti Hibualamo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Rabu malam (20/5/2026). Bertempat di rumah adat besar kebanggaan masyarakat Halmahera Utara, secara resmi dibuka Kiarono Festival 2026 yang mengusung tema “Sprif Canga Of Hein Namotemo” atau Semangat Bersatu dan Saling Merangkul ala Hein Namotemo. Acara pembukaan dihadiri ribuan pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.
Pembukaan festival ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd. Turut hadir Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhara Kasuba, Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Arh Mohammad Ali, jajaran pejabat daerah, Rektor Universitas Hein Namotemo, unsur TNI/Polri, serta para tokoh adat dan pemuda.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan budaya yang telah memasuki tahun ketiga ini. Ia menegaskan, Pemerintah Daerah telah bersepakat untuk menetapkan Kiarono Festival sebagai agenda tahunan, karena dinilai memiliki nilai historis dan kekuatan persatuan yang luar biasa bagi masyarakat Halmahera Utara.
“Kita menegaskan kembali semangat yang kita junjung, yaitu semangat Hein Namotemo—semangat yang melahirkan Hibualamo sebagai rumah persatuan. Hibualamo tidak pernah memandang suku atau latar belakang, siapa pun yang datang ke sini adalah keluarga. Kekayaan warisan ini jauh lebih besar dari sekadar penamaan jalan, namun adalah nilai persaudaraan yang harus terus kita pelihara,” tegas Wakil Bupati saat membuka acara secara resmi.
Lebih lanjut, Dr. Kasman mengajak seluruh masyarakat dan generasi muda untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dan akses internet yang kini terbuka luas. Menurutnya, budaya lokal harus didorong agar dikenal dunia, sebagaimana yang telah dilakukan oleh daerah-daerah lain seperti Bali.
“Mulai malam ini, gunakan gawai dan teknologi di tangan kalian. Rekam, bagikan, dan unggah setiap momen ini. Mari kita duniakan Halmahera Utara, duniakan Kiwangha, dan perkenalkan identitas budaya kita ke kancah global. Halmahera Utara harus dikenal dunia bukan hanya lewat sejarah, tapi lewat budaya, pendidikan, dan peradaban barunya,” ajaknya.
Sementara itu, Pembina Kiarono sekaligus Kepala Bagian Pemerintahan, Oscar Berto Mene, S.STP., M.AP., dalam sambutannya menyebutkan Kiarono Festival bukan sekadar pesta seni, melainkan gerakan sosial dan budaya lahir dari semangat anak muda Hibualamo. Ia mengapresiasi kerja keras panitia dan dukungan Dinas Pariwisata serta Dinas Koperasi yang terus membesarkan acara ini dari tahun ke tahun.
“Di balik keterbatasan, anak-anak muda kita bekerja dengan hati. Mereka membuktikan bahwa memiliki talenta dan kreativitas luar biasa jika diberi ruang. Semangat Canga atau saling merangkul inilah yang menjadi kekuatan kita, sama seperti para pendahulu yang dulu menjadikan Hibualamo sebagai tempat merumuskan kemajuan daerah ini,” ujar Berto.
Momen sakral dan pengharapan menjadi bagian penting malam itu. Wakil Bupati bersama unsur Forkompinda, tokoh adat, dan perwakilan pemuda membacakan Deklarasi Perdamaian, yang ditandai dengan pemukulan pantong sebagai simbol tegaknya persatuan dan kedamaian di bumi Halmahera Utara. Acara juga dirangkai dengan perayaan ulang tahun ke-19 Hibualamo, rumah besar yang menjadi simbol identitas dan kebersamaan masyarakat Tobelo dan sekitarnya.
Rangkaian pembukaan yang dimeriahkan dengan tarian tradisional, lagu daerah, dan penampilan seniman lokal ini berakhir pukul 22.45 WIT. Seluruh kegiatan berjalan lancar, aman, dan tertib, meninggalkan harapan besar agar semangat kebersamaan warisan para leluhur terus hidup dan menjadi kekuatan utama kemajuan Halmahera Utara di masa depan. (𝐆𝐈𝐎).












