globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Senin, 21 September 2026

Latsar CPNS Pemkot Ambon Ditutup, Sekda Maluku: ASN Hadir untuk Melayani, Bukan Dilayani

September 21, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III lingkup Pemerintah Kota Ambon Tahun 2026 resmi berakhir. Penutupan berlangsung di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku, Ambon, Senin (21/09/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para CPNS untuk memasuki tahapan baru sebagai calon aparatur negara yang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter, integritas dan komitmen terhadap pelayanan publik.


Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses pendidikan dan pelatihan.


Menurut Sadali, Latsar memiliki posisi penting dalam membentuk karakter dan kompetensi CPNS sebelum menjalankan tugas secara penuh sebagai ASN.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap adik-adik semua sebagai calon pemimpin bangsa dan pemimpin daerah. Mari kita bersama-sama memikirkan bagaimana memajukan Ambon pada khususnya dan Maluku pada umumnya,” ujar Sadali.


Ia menegaskan, menjadi ASN bukan hanya tentang kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga menyangkut sikap, perilaku dan integritas dalam menjalankan tanggung jawab.


Sadali juga mengingatkan para CPNS agar tidak menganggap berakhirnya Latsar sebagai berakhirnya proses belajar. Justru setelah memasuki dunia kerja, ASN dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan mengikuti perkembangan regulasi.


Menurutnya, perubahan aturan pemerintahan berlangsung sangat dinamis sehingga aparatur harus mampu beradaptasi dengan cepat.


Belajar ini bukan akhir dari apa yang kalian dapat. Tetap mengembangkan diri untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan regulasi dan berbagai ilmu-ilmu kekinian yang dapat mendorong percepatan pelayanan publik menuju birokrasi kelas dunia, katanya.


Selain kemampuan dan pengetahuan, Sadali menekankan pentingnya sikap serta perilaku dalam lingkungan kedinasan.


Ia meminta para CPNS memahami struktur organisasi pemerintahan dan membangun hubungan kerja yang baik dengan pimpinan maupun sesama aparatur.


Menurutnya, para CPNS yang saat ini masih berada pada tahap awal karier nantinya memiliki peluang untuk menjadi bagian dari kepemimpinan pemerintahan.


Karena itu, pembentukan sikap sejak awal dinilai penting agar para ASN muda mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.


Dalam kesempatan yang sama, Sadali turut memberikan perhatian terhadap berbagai inovasi yang dipresentasikan peserta selama mengikuti Latsar.


Ia menilai gagasan yang ditampilkan menunjukkan kreativitas dan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi persoalan di lingkungan kerja masing-masing.


Namun, ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai tugas pelatihan atau sekadar menjadi dokumen.


Sadali mendorong agar gagasan yang dinilai memiliki manfaat dapat dikembangkan lebih lanjut melalui koordinasi dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Bahkan, sejumlah inovasi peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari program yang diwujudkan dalam pelaksanaan pemerintahan, termasuk melalui pembahasan APBD Perubahan apabila memenuhi ketentuan.


Dengan demikian, hasil Latsar tidak hanya menghasilkan dokumen pembelajaran, tetapi juga dapat melahirkan gagasan yang memberikan dampak nyata bagi pelayanan masyarakat.


Pada penutupan tersebut juga diumumkan hasil Latsar CPNS. Dari total peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan, 238 peserta dinyatakan lulus, sementara 2 peserta ditunda kelulusannya.


Penundaan tersebut berkaitan dengan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan dalam pelaksanaan Latsar.


Sementara itu, Sadali menyampaikan apresiasi kepada BPSDM Provinsi Maluku beserta seluruh jajaran, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan dan pelatihan.


Ia berharap seluruh peserta yang telah menyelesaikan Latsar mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan ke dalam lingkungan kerja masing-masing.


Dengan berakhirnya Latsar, para CPNS kini dihadapkan pada tanggung jawab yang lebih besar untuk membuktikan bahwa pembentukan karakter, kompetensi dan integritas selama pelatihan dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.


Pada akhirnya, keberadaan mereka sebagai ASN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang profesional, adaptif, berintegritas dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Semarak HUT ke-81 TNI di Ambon, Fun Run 6 Kilometer Dipadukan dengan Baksos dan Kejurnas Selam

September 21, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kota Ambon berlangsung meriah. Ribuan masyarakat bersama personel TNI-Polri, pelajar, serta berbagai unsur pemerintah daerah mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan olahraga, bakti sosial, promosi wisata, hingga kompetisi olahraga selam.


Salah satu kegiatan utama yakni Fun Run sejauh 6 kilometer yang dipusatkan di kawasan Poka, Patung Leimena, Minggu (20/09/2026).


Sekitar 1.500 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari personel TNI tiga matra, Polri, pelajar, hingga masyarakat umum.


Sebelum kegiatan dimulai, para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan tekanan darah dan pemanasan bersama. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi fisik yang siap mengikuti lari.


Sejumlah pejabat daerah dan pimpinan satuan TNI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, Kasdam, Dankodaeral IX/Ambon, Danrem, Danrindam, Danlanud Pattimura serta Kadispers Lanud.


Dalam sambutannya, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., menyampaikan ucapan Dirgahayu TNI sekaligus mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kegembiraan.


Menurut Pangdam, Fun Run bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.


Selain itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjaring potensi atlet yang dapat dikembangkan ke depan.


Pangdam juga mengingatkan seluruh peserta untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan selama mengikuti kegiatan dan menyesuaikan kemampuan fisik masing-masing.


Pelepasan peserta Fun Run dilakukan Pangdam XV/Pattimura bersama Dankodaeral IX/Ambon dan Sekda Provinsi Maluku.


Setelah melepas ribuan pelari, Pangdam bersama rombongan turut melakukan jalan santai sambil menyapa masyarakat yang berada di sepanjang jalur kegiatan.


Rute Fun Run dimulai dari kawasan Poka–Patung Leimena, kemudian melewati Jembatan Merah Putih (JMP), MCM, hingga Halong, sebelum berakhir di Makodaeral IX/Ambon.


Setibanya di Makodaeral IX/Ambon, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Selam Piala Panglima TNI.


Pangdam XV/Pattimura kemudian meninjau pelaksanaan bakti sosial kesehatan yang dipusatkan di Aula J.A. Leimena Makodaeral IX/Ambon.


Baksos kesehatan tersebut memberikan pelayanan kepada ratusan masyarakat dengan berbagai layanan. Tercatat 75 orang mengikuti donor darah, 300 pasien mendapatkan pengobatan umum, 50 orang menjalani pemeriksaan gigi, 20 anak mengikuti khitanan, serta 30 orang mendapatkan pemeriksaan mata.


Peserta layanan kesehatan tersebut didominasi masyarakat umum, termasuk kalangan ibu-ibu.


Dankodaeral IX/Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari perintah Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI.


Menurutnya, kegiatan olahraga tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencari bibit atlet potensial yang dapat dipersiapkan menuju ajang olahraga nasional, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Maluku sebagai salah satu destinasi wisata.


Khusus Kejurnas Selam Piala Panglima TNI, peserta tidak hanya berasal dari lingkungan TNI-Polri. Sejumlah atlet dari berbagai daerah turut ambil bagian, di antaranya dari Surabaya hingga Sorong, Papua.


Keikutsertaan atlet dari berbagai daerah tersebut sekaligus membuka ruang bagi Maluku untuk memperkenalkan potensi wisata bahari yang dimiliki kepada para peserta dan tamu dari luar daerah.


Sementara itu, mewakili Pemerintah Provinsi Maluku, Sekda Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI tersebut.


Menurutnya, kegiatan olahraga dan sosial seperti Fun Run serta bakti kesehatan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Di sisi lain, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana memperkenalkan berbagai potensi Maluku, khususnya sektor pariwisata dan wisata bahari.


Suasana peringatan HUT ke-81 TNI semakin semarak dengan kehadiran panggung hiburan, bazar UMKM lokal serta berbagai pertunjukan yang melibatkan masyarakat.


Rangkaian kegiatan yang menggabungkan olahraga, pelayanan kesehatan, kompetisi, hiburan dan pemberdayaan UMKM tersebut membuat peringatan HUT TNI tidak hanya menjadi seremoni internal, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi bersama masyarakat.


Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan HUT ke-81 TNI di Ambon menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Maluku.(Za)

Selengkapnya

Lapas Dobo Gelar Shalat Istisqa, Warga Binaan dan Pegawai Bersama Memohon Turunnya Hujan

September 21, 2026


Dobo
, Globaltimurnn.com — Menghadapi musim kemarau dan kondisi kekeringan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo menggelar Shalat Istisqa’ bersama warga binaan dan pegawai di Mushola Nurul Iman Lapas Dobo, Jumat (18/09/2026).


Shalat Istisqa’ dipimpin oleh Imam dari Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti warga binaan serta pegawai dengan penuh kekhusyukan.


Pelaksanaan ibadah tersebut merupakan tindak lanjut Surat Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.4.PK.06.01-35 tertanggal 15 September 2026 tentang pelaksanaan Shalat Istisqa’ pada satuan kerja pemasyarakatan di seluruh Indonesia.


Menindaklanjuti arahan tersebut, Lapas Kelas III Dobo menyiapkan pelaksanaan Shalat Istisqa’ sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air.


Shalat Istisqa’ merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Bagi jajaran Lapas Dobo, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengajak seluruh warga binaan dan pegawai memperkuat keimanan serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Shalat Istisqa’ secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan. Para jamaah mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib sambil memanjatkan doa dan memohon ampunan serta rahmat Allah SWT.


Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas.


Melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan, warga binaan diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, melakukan introspeksi serta membangun sikap dan perilaku yang lebih baik sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.


Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter Jan Lessy, mengatakan Shalat Istisqa’ tidak hanya dimaknai sebagai ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan dan kebersamaan di lingkungan Lapas.


“Shalat Istisqa’ ini merupakan wujud ikhtiar kita bersama dalam memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau. Kami berharap hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Pieter.


Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga memiliki nilai penting dalam proses pembinaan warga binaan.


Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian agar warga binaan semakin memperkuat nilai-nilai spiritual, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta terus berupaya memperbaiki diri, lanjutnya.


Pieter juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya kepada Imam yang memimpin Shalat Istisqa’.


Apresiasi turut diberikan kepada seluruh pegawai dan warga binaan yang mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.


Melalui doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut, Lapas Kelas III Dobo berharap permohonan yang dipanjatkan mendapat ijabah dari Allah SWT, sehingga hujan segera turun dan kondisi kekeringan dapat teratasi.


Lebih dari sekadar memohon turunnya hujan, Shalat Istisqa’ tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, kebersamaan dan kepedulian di lingkungan Lapas Dobo. (Za)

Selengkapnya

Latsar CPNS Pemkot Ambon Berakhir, 238 Peserta Resmi Dinyatakan Lulus

September 21, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Sebanyak 238 dari 240 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II dan III di lingkungan Pemerintah Kota Ambon Tahun 2026 resmi dinyatakan lulus.


Pengumuman tersebut disampaikan dalam Upacara Penutupan Latsar CPNS Golongan II Angkatan 21–25 dan Golongan III Angkatan 12, yang berlangsung di Gedung BPSDM Provinsi Maluku, Ambon, Senin (21/09/2026).


Dari 240 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, sebanyak 119 orang berhasil meraih predikat sangat memuaskan, sedangkan 119 peserta lainnya memperoleh predikat memuaskan.


Sementara itu, dua peserta belum dinyatakan lulus karena kelulusannya ditunda.


Penutupan Latsar tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses pembinaan bagi CPNS Pemkot Ambon pada Gelombang II dan III Tahun 2026.


Dalam kegiatan tersebut, sambutan Wali Kota Ambon disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Ambon, Robert Sapulette, ST., MT.


Dalam sambutannya, Pemerintah Kota Ambon menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses pendidikan dan pembinaan dengan penuh disiplin.


“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, saya mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Gelombang II dan III sebanyak 240 peserta Latsar CPNS yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembinaan dan pembekalan ini dengan baik, penuh kedisiplinan, serta semangat yang luar biasa,” demikian sambutan Wali Kota yang dibacakan Sekda.


Menurut Pemerintah Kota Ambon, berakhirnya Latsar bukan berarti berakhirnya proses belajar. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi para CPNS untuk memasuki dunia pengabdian sebagai aparatur negara.


Berbagai materi, pembentukan karakter, serta nilai-nilai dasar ASN yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara nyata ketika para peserta kembali menjalankan tugas di unit kerja masing-masing.


Salah satu penekanan utama adalah penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.


Nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi materi yang dipelajari selama Latsar, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam bersikap, bekerja, mengambil keputusan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Pemerintah Kota Ambon juga mendorong lahirnya birokrat-birokrat muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan, bekerja secara inovatif dan memiliki komitmen dalam mencegah praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).


Selain kompetensi teknis, para ASN muda diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan, kedamaian dan kebersamaan di tengah masyarakat Kota Ambon.


Penutupan Latsar Gelombang II dan III ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan aparatur yang masih akan berlanjut.


Dalam sambutan tersebut disebutkan, masih terdapat sembilan gelombang Latsar berikutnya yang akan mengikuti proses pembinaan hingga seluruh tahapan pembentukan karakter dan kompetensi CPNS Pemerintah Kota Ambon dapat diselesaikan.


“Masih ada sembilan gelombang lagi yang akan menyusul dan melaksanakan proses pembinaan Latsar CPNS ini hingga seluruh rangkaian penataan dan pembentukan karakter ASN Kota Ambon selesai secara menyeluruh,” demikian disampaikan dalam sambutan Wali Kota.


Pemerintah Kota Ambon turut menyampaikan penghargaan kepada jajaran BKPSDM Kota Ambon, BPSDM Provinsi Maluku, widyaiswara, pelatih, coach, serta seluruh panitia yang telah mendukung pelaksanaan Latsar.


Kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon dan BPSDM Provinsi Maluku dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan proses pembentukan karakter dan kompetensi calon ASN berlangsung secara terarah.


Dengan berakhirnya Latsar Gelombang II dan III, 238 peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh pembelajaran yang diperoleh selama pelatihan ke dalam pelaksanaan tugas masing-masing.


Mereka diharapkan hadir sebagai aparatur yang profesional, berintegritas, adaptif dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat Kota Ambon.(Za)

Selengkapnya

Sebelum BSAN Digaungkan, SMA Negeri 4 Lateri Sudah Lama Merawat Budaya

September 21, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Di SMA Negeri 4 Lateri, keberagaman bukan sekadar kata yang tertulis dalam program sekolah, Ketika siswa Muslim merayakan Idulfitri, teman-teman mereka yang Kristen ikut memberikan perhatian. Ketika kegiatan keagamaan berlangsung, sekolah memberikan ruang yang sama. Perbedaan agama tidak menjadi sekat dalam pergaulan siswa.


Budaya seperti itu telah berlangsung jauh sebelum Pemerintah Provinsi Maluku resmi meluncurkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), Kepala SMA Negeri 4 Lateri, Mezack Tentua, S.Th., M.Pd.K., mengatakan kehidupan yang menghargai keberagaman memang telah menjadi bagian dari karakter sekolah tersebut sejak lama, Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/09/2026).


Mezack mengungkapkan, SMA Negeri 4 Lateri, yang dahulu dikenal sebagai SMA Lateri, memiliki sejarah panjang sebagai sekolah yang dihuni peserta didik dari berbagai latar belakang agama dan wilayah, Sebelum konflik sosial di Maluku, kata dia, siswa Muslim dan Kristen sama-sama banyak menempuh pendidikan di sekolah tersebut, Bahkan, siswa datang dari sejumlah wilayah seperti Tulehu, Tial hingga Hitu.


Menurutnya, pengalaman panjang tersebut membuat keberagaman bukan sesuatu yang harus diajarkan hanya melalui teori, Sekolah justru berusaha menjadikan toleransi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, Saat ini, terdapat lebih dari 20 siswa Muslim yang bersekolah di SMA Negeri 4 Lateri.


Meski jumlah tersebut tidak sebanyak siswa Kristen, kondisi itu tidak membuat kehidupan sekolah terkotak berdasarkan agama, Sebaliknya, perbedaan tersebut terus dirawat melalui berbagai kegiatan bersama, Pada momentum Idulfitri, misalnya, sekolah memberikan ruang untuk pelaksanaan halal bihalal dan silaturahmi. Siswa Muslim juga mendapatkan perhatian dari teman-teman mereka.


Bahkan, menurut Mezack, dalam salah satu bentuk kegiatan tersebut, siswa Kristen turut mengoordinasikan pemberian bingkisan kepada siswa Muslim, Bagi dia, tindakan sederhana itu justru menjadi pelajaran penting bagi peserta didik, Dengan cara seperti itu, siswa tidak hanya memahami keberagaman sebagai sebuah konsep, tetapi mengalami sendiri bagaimana menghargai orang lain yang memiliki keyakinan berbeda.


Mezack melihat perbedaan sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan, Menurutnya, masyarakat tidak mungkin dilepaskan dari keberagaman agama, budaya dan latar belakang.


Karena itu, perbedaan tidak semestinya dijadikan sumber pertentangan, Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekayaan apabila setiap orang mampu mengelolanya menjadi kekuatan untuk hidup bersama, Ia menyebut kekayaan tersebut dapat menjadi kekuatan persekutuan apabila masyarakat mampu membangun kehidupan yang saling menghormati.


Bagaimana kekayaan itu bisa dimanfaatkan untuk menjadi kekuatan. Kekuatan apa? Kekuatan persekutuan. Hidup bersama, hidup berdampingan, Prinsip tersebut pula yang berusaha dijaga di lingkungan SMA Negeri 4 Lateri, BSAN tidak hanya berbicara mengenai toleransi, Bagi Mezack, makna sekolah aman juga menyentuh hubungan sosial antara peserta didik.


Sekolah harus menjadi tempat yang membuat siswa merasa nyaman untuk belajar, berinteraksi dan berkembang, Karena itu, berbagai bentuk perundungan atau bullying, saling mengejek, intimidasi maupun tindakan yang dapat mempermalukan siswa tidak boleh dibiarkan, Menurutnya, menciptakan lingkungan seperti itu membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah.


Guru dan siswa memiliki peran masing-masing untuk menjaga agar suasana sekolah tetap kondusif, Apalagi, keberagaman tidak hanya terlihat dari latar belakang siswa. Di kalangan guru pun terdapat perbedaan agama, Namun, perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari kehidupan bersama yang harus dirawat.


Peluncuran BSAN oleh Pemerintah Provinsi Maluku menjadi momentum untuk semakin memperkuat apa yang selama ini telah dilakukan sekolah, Mezack berharap program tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial atau kebijakan di atas kertas, Ia ingin nilai keamanan, kenyamanan, keramahan dan toleransi terus menjadi kebiasaan di lingkungan sekolah, Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat dibangun hanya melalui aturan, Karakter tumbuh dari kebiasaan, keteladanan dan cara seluruh warga sekolah memperlakukan satu sama lain.


Karena itu, keberagaman yang ada di SMA Negeri 4 Lateri justru menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal kehidupan masyarakat yang sesungguhnya, Bagi Mezack, perbedaan bukan sesuatu yang harus dihapuskan, Perbedaan harus diterima, dihargai dan ditempatkan sebagai bagian dari kekayaan kehidupan bersama.


Di SMA Negeri 4 Lateri, BSAN mungkin baru saja diluncurkan. Tetapi budaya aman, nyaman dan saling menghargai telah lebih dulu tumbuh dari kebiasaan sederhana: memberi ruang, menghormati perbedaan dan belajar hidup bersama. (Za)

Selengkapnya

Koperasi Merah Putih Wayame Mulai Bersiap Operasi, Satu Truk Tiba, Gerai Masih Menunggu Diisi

September 21, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Koperasi Desa Merah Putih di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, mulai memasuki tahap persiapan operasional. Satu unit truk besar pengangkut barang telah tiba di Desa Wayame pada pagi tadi Senin (21/09/2026), 


Kehadiran kendaraan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa program Koperasi Desa Merah Putih di Wayame mulai bergerak. Namun, operasional koperasi secara penuh masih menunggu kelengkapan sejumlah kendaraan pendukung lainnya masih dalam proses, terutama pengisian gerai yang hingga kini belum berjalan.


Kepala Desa Wayame, Samsudin Menur mengatakan kendaraan yang disiapkan untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa Merah Putih berjumlah empat unit. Kendaraan tersebut terdiri dari satu truk besar, satu pikap L300, serta dua kendaraan roda tiga jenis Viar.


“Untuk operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih Desa Wayame, untuk saat ini baru datang satu buah mobil truk besar. Sementara dalam perjalanan ada satu buah mobil pikap sama dua Viar,” kata Samsudin saat ditemui di Kantor Desa Wayame, Senin (21/9/2026).


Menurutnya, truk besar yang baru tiba tersebut nantinya menjadi salah satu kendaraan pendukung aktivitas koperasi, khususnya dalam menunjang mobilitas dan pengangkutan barang.


Meski fasilitas kendaraan mulai berdatangan, Samsudin mengatakan masih terdapat pekerjaan yang perlu segera dituntaskan agar koperasi dapat menjalankan aktivitasnya secara maksimal, Salah satunya adalah pengisian gerai koperasi.


Bangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Wayame, kata Samsudin, telah tersedia. Namun hingga saat ini gerai tersebut belum terisi sehingga kegiatan usaha koperasi belum dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.


Samsudin menilai percepatan operasional menjadi penting karena proses pembentukan dan perencanaan Koperasi Desa Merah Putih telah berlangsung sejak 2025.


Menurutnya, semakin lama koperasi belum beroperasi, semakin besar pula kekhawatiran terhadap kepastian pengurus dan anggota yang telah disiapkan.


“Ini kita dikejar oleh waktu. Sekarang sudah tahun 2026, sejak dari tahun 2025 proses perencanaan sampai saat ini belum terlaksana. Kita takut jangan sampai pengurus ini seperti terombang-ambing. Mereka bisa bertanya-tanya, kapan mereka bisa berperan aktif dalam Koperasi Merah Putih,” ungkapnya.


Bukan hanya pengurus, masyarakat yang telah menjadi anggota koperasi juga mulai mempertanyakan kapan koperasi tersebut benar-benar dapat menjalankan aktivitasnya.


Samsudin berharap kondisi tersebut segera mendapat kepastian sehingga para pengurus dan anggota dapat menjalankan peran masing-masing dan koperasi tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan.


Dari sisi kepengurusan, Koperasi Desa Merah Putih Wayame telah memiliki pengurus dan anggota.


Samsudin menjelaskan, pengurus koperasi berasal dari masyarakat Desa Wayame. Mereka dipilih melalui proses musyawarah dengan mempertimbangkan latar belakang, kemampuan, serta pengalaman yang dimiliki.


Dengan demikian, sumber daya manusia untuk menjalankan koperasi telah tersedia. Saat ini, pemerintah desa berharap kelengkapan sarana dan pendukung operasional dapat segera diselesaikan sehingga pengurus yang telah dipilih dapat mulai bekerja.


Bagi Pemerintah Desa Wayame, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tidak sekadar menjadi lembaga usaha, tetapi dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.


Karena itu, Samsudin berharap seluruh proses persiapan dapat segera dituntaskan dan operasional koperasi benar-benar dapat dimulai.


“Harapan saya, Koperasi Merah Putih sebagai penggerak perekonomian di desa ini supaya cepat dilaksanakan operasionalnya, supaya bisa berjalan,” kata Samsudin.


Ia menegaskan, masyarakat saat ini menunggu kepastian kapan koperasi tersebut mulai beroperasi. Kehadiran satu unit truk menjadi langkah awal, tetapi masih dibutuhkan penyelesaian sejumlah fasilitas agar seluruh sistem koperasi dapat berjalan.


Dengan kendaraan yang mulai berdatangan, bangunan gerai yang telah tersedia, serta pengurus dan anggota yang sudah terbentuk, Koperasi Desa Merah Putih Wayame kini berada pada tahap menunggu kelengkapan terakhir sebelum benar-benar bergerak melayani masyarakat.


Bagi warga Wayame, harapan terhadap koperasi tersebut pada akhirnya bermuara pada satu hal: kapan seluruh persiapan selesai dan Koperasi Desa Merah Putih benar-benar mulai beroperasi.? (Za)

Selengkapnya

Suasana Akrab Warnai Silaturahmi Kapolres SBB Bersama Warga Desa Lokki

September 21, 2026


SBB
, globaltimurnn.com - Suasana penuh keakraban terlihat saat Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Refindo Pradipta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A. menerima kunjungan Pjs. Kepala Desa Lokki bersama para kepala dusun dan tokoh masyarakat di kediamannya, Senin (21/9/2026).


Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan. Tidak hanya sekadar berbincang, kesempatan itu dimanfaatkan untuk saling mengenal lebih dekat sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai hal yang menjadi perhatian masyarakat di wilayah Desa Lokki, Kecamatan Huamual.


Dalam suasana yang tetap cair, para kepala dusun juga menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat di bidang keamanan. Di antaranya harapan agar Pos Polisi Subsektor Laala mendapat perhatian melalui peningkatan sarana dan prasarana serta penambahan personel, mengingat luas wilayah pelayanan dan banyaknya persoalan yang harus ditangani.


Kepala Dusun Katapang Sulaiman Makiang juga menyampaikan kondisi wilayah Desa Lokki yang cukup luas sehingga menjadi perhatian terhadap pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas. Sementara itu, perwakilan Dusun Tanah Goyang Teungku Abdul Rahman Taipabu mengusulkan adanya penguatan keamanan di tingkat dusun dan desa serta semakin seringnya komunikasi antara kepolisian dengan para tokoh masyarakat.


Menanggapi berbagai cerita, masukan dan harapan yang disampaikan, Kapolres SBB AKBP Refindo Pradipta Rulando menyambutnya sebagai bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.


"Ini masukan yang sangat luar biasa bagi saya dan merupakan tanda cinta dari bapak-bapak kepada kami," kata Kapolres.


Menurut Kapolres, pertemuan seperti ini memberikan kesempatan bagi dirinya untuk mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Ia menilai komunikasi yang dibangun dalam suasana santai dan kekeluargaan akan semakin memudahkan kepolisian memahami persoalan yang ada di lapangan.


"Kami akan mencoba untuk menyentuh seluruh tokoh dan warga masyarakat Kabupaten SBB untuk membangun silaturahmi dan hubungan yang lebih baik," ujarnya.


Kapolres juga mengajak para tokoh masyarakat untuk terus menjadi bagian dalam menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Menurutnya, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.


"Kami mengharapkan kepada para tokoh agar bersama-sama menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten SBB. Kami juga membuka diri untuk menerima pendapat dan masukan dari seluruh masyarakat Kabupaten SBB," tutur Kapolres.


Silaturahmi tersebut turut dihadiri Kabag Log Polres SBB AKP M. Jayadi, Pjs. Kepala Desa Lokki Salmon Frams Purimahua, Kepala Dusun Olas Nurdin, Kepala Dusun Jakarta Baru Safrudin, Kepala Dusun Katapang Sulaiman Makiang, Kepala Dusun Siaputih Oktovianus Maimina, serta perwakilan Dusun Tanah Goyang Teungku Abdul Rahman Taipabu.


Hadir pula Tokoh Masyarakat Dusun Katapang Hi. Abba Fernatubun, Tokoh Pemuda Dusun Jakarta Baru Kamarudin Rery, serta Tokoh Masyarakat Jakarta Baru Ally dan Samsudin Renwarin.


Pertemuan tersebut ditutup dalam suasana penuh keakraban. Silaturahmi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan seluruh warga dalam menjaga keamanan serta kedamaian di Kabupaten SBB. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT