globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Rabu, 30 September 2026

Tekan Angka Kejahatan, Polres Halut Ungkap Curanmor, Curas, Curat dan Tambang Ilegal

September 30, 2026



Halut
Globaltimurnn.com — Polres Halmahera Utara melalui Satreskrim mengungkap sejumlah kasus Curanmor, Curat, Curas serta dugaan pertambangan ilegal di wilayah hukumnya.


Pengungkapan tersebut disampaikan Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlicshon Pasaribu, S.H., S.I.K., dalam konferensi pers di Lapangan Apel Mako Polres Halut, Rabu (30/9/2026).


Dari pengungkapan kasus pencurian, polisi mengamankan 44 unit sepeda motor dan 33 unit handphone. Sejumlah tersangka telah diamankan, sementara empat orang lainnya masuk DPO dan masih dalam pengejaran.


Polisi juga masih menelusuri sekitar 15 unit kendaraan yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut. Hasil penyelidikan menunjukkan aksi pencurian diduga berlangsung sejak 2023 dengan sejumlah lokasi yang tersebar di wilayah Halmahera Utara serta dugaan distribusi kendaraan hasil kejahatan ke Halmahera Timur dan Loloda.


Selain itu, Satreskrim mengungkap dugaan tindak pidana pertambangan ilegal di Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo. Polisi mengamankan tersangka NW alias Jodi beserta sejumlah barang bukti mineral, peralatan pengolahan, handphone, sepeda motor dan dokumen pengiriman.


Dalam konferensi pers, Kapolres juga menegaskan penanganan perkara atas nama Septian telah berjalan sesuai prosedur hukum dan telah dinyatakan P-21 serta memasuki Tahap II. Penentuan terbukti atau tidaknya perkara merupakan kewenangan pengadilan.



Sebagai bagian dari pengungkapan Curanmor, Kapolres secara simbolis menyerahkan satu unit sepeda motor kepada pemiliknya, Yusrin Hilikiti.


Kapolres menegaskan, pengungkapan sejumlah perkara tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Halmahera Utara menjaga keamanan dan ketertiban serta menekan angka kejahatan di wilayah hukumnya. (🅁🄴🄳).

Selengkapnya

Usai Mendengar Pendapat Akhir Fraksi Terkait Rancangan Anggaran APBD Perubahan Pemda SBB Tahun 2026, Ini Yang Disampaikan Bupati SBB

September 30, 2026


Kairatu
, globaltimurnn.com - Diakhir rapat paripurna ke 11, masa sidang ke-3, DPRD SBB tentang penyampaian pendapat akhir fraksi - fraksi DPRD Kabupaten SBB terhadap rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2026, Bupati SBB Ir. Asri Arman. MT menyampaikan pidato singkat. 


Kegiatan paripurna yang digelar sore tadi pukul 15 : 00 Wit, bertempat di ruang paripurna Kantor DPRD sementara di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu itu dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD SBB Abd. Rauf Latulumamina, S.Sos, didampingi oleh Ketua DPRD SBB Andy Koly. SH. Rabu 30/09/2026


Diakhir penyampaian pendapat akhir fraksi - fraksi, Bupati SBB berkesempatan menyampaikan pidato singkatnya, yang mengawali pidatonya itu, Bupati SBB atas nama pemerintah daerah  menyampaikan ucapan Terima kasih dan apresiasi yang setinggi - tingginya kepada pimpinan DPRD bersama seluruh anggota DPRD SBB yang telah bersama - sama membahas menyepakati Rancangan peraturan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja Tahun Anggaran 2026. Sebut Bupati


Dikatakan-nya" sesuai dengan ketentuan pasal 112 ayat 1 peraturan pemerintah Nomor 12 Tahun 2011 tentang pengelolaan keuangan daerah menyatakan bahwa Rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD yang telah disetujui bersama dan Rancangan peraturan kepala daerah tentang perubahan penjabaran APBD disampaikan kepada Gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat paling lama 3 hari sejak tanggal persetujuan rancangan kerja Kabupaten kota tentang APBD untuk dievaluasi, sebelum ditetapkan oleh bupati dan walikota apabila nantinya hasil regulasi mengharuskan untuk dilakukan perbaikan atau penyesuaian Maka Bupati berharap adanya dukungan Pimpinan dan anggota DPRD SBB untuk bersama-sama melakukan penyempurnaan. Sebutnya


Diakhir pidatonya juga Bupati masih mengalami kalimat yang sama ucapan Terima kasih, dengan semua masukan - masukan yang telah disampaikan. 


Berbagai kritik dan masukan dalam pendapat akhir fraksi - fraksi itu merupakan kritik dan masukan yang baik sehingga Bupati berpendapat bahwa akan tetap menerima itu. 


Bupati menambahkan" Terkait masalah__45r musibah yang saat ini terjadi yaitu masalah kebakaran hutan, kini Kabupaten SBB mendapat bantuan pemerintah pusat satu yunit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang harganya signifikan mahal tembus lima milyar, mahalnya biaya mobil damkar tersebut, menunjukan kapasitas dan kemampuan kecepatannya sangat cepat saat menghadapi masalah kebakaran. Jelas Bupat


Bupati menjelaskan bahwa" Mobil tersebut bukan saja Kabupaten SBB, nun ada beberapa Kabupaten, sehingga pengirimannya tidak bisa satu - satu nunmenunggu secara bersamaan mobil milk Kabupaten lain juga. Pungkasnya (Rdks)


Selengkapnya

Perkuat Sinergitas Dan Pererat Persaudaraan, Kapolres SBB Gelar Silaturahmi Bersama Klasis GPM Seram Barat

September 30, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Kapolres Seram Bagian Barat AKBP **REFINDO PRADIKTA RULANDO, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A.** menerima kunjungan silaturahmi Ketua Klasis GPM Seram Barat bersama pengurus dan para Pendeta di kediaman Kapolres SBB, Rabu (30/9/2026).


Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Klasis GPM Seram Barat **Pdt. H. Talarima**, Sekretaris Klasis **Ibu Fani Lawalata Patirusamal**, Pdt. J. Bernat, Pdt. A. Patipelohi, dan Pdt. L. Pesiwarisa.


Kapolres SBB menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara Kepolisian dengan Klasis GPM Seram Barat dalam menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.


“Tokoh agama memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada jemaat dan masyarakat. Karena itu, kami berharap setiap persoalan dapat disikapi secara bijaksana dengan mengedepankan komunikasi, toleransi, dan penyelesaian secara damai,” ujar Kapolres SBB.


Kapolres juga mengajak Klasis GPM Seram Barat untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak Kepolisian, khususnya apabila terdapat persoalan sosial maupun perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


“Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, setiap persoalan dapat kita antisipasi dan tangani bersama sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” tambahnya.


Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan sinergi antara Kepolisian dan tokoh agama semakin kuat dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif serta membangun kehidupan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat yang aman, rukun, dan harmonis. (Rdks) 

Selengkapnya

Ciptakan Ketertiban dan Cegah Kesalahpahaman Antar Pengemudi, Sinergitas Polres SBB dan Perhubungan SBB Sambangi Terminal Dan Pasar Piru

September 30, 2026


Piru
, globaltimurnn.com — Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Seram Bagian Barat melaksanakan kegiatan himbauan dan penertiban terhadap kendaraan bukan angkutan umum, khususnya mobil pangkalan atau taksi gelap, yang parkir dan mengambil penumpang di kawasan Terminal Piru, Rabu (30/9/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.20 WIT tersebut melibatkan 12 personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres SBB dan 13 personel Dinas Perhubungan Kabupaten SBB.


Kegiatan dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten SBB, Freintje Laturette, S.STP, bersama jajaran Dinas Perhubungan dan didampingi Kasat Lantas Polres SBB AKP Jacob Runthutomas, S.Pd.K bersama personel Satlantas.


Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah bersama untuk menciptakan ketertiban di kawasan Terminal Piru, sekaligus memberikan pemahaman kepada para pengemudi mengenai aturan lalu lintas dan ketentuan terkait aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang.


“Penertiban ini bukan semata-mata tindakan penegakan aturan, tetapi juga sebagai upaya memberikan pemahaman kepada para pengemudi agar mematuhi ketentuan yang berlaku, terutama terkait larangan parkir dan mengambil penumpang di kawasan yang telah ditentukan,” ujar Kapolres.


Menurutnya, keberadaan kendaraan yang parkir dan mengambil penumpang di depan terminal dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik antara pengemudi angkutan umum dengan pengemudi mobil pangkalan.


“Kami mengimbau seluruh pengemudi untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik. Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di kawasan Terminal Piru,” tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan himbauan kepada para pengemudi mobil pangkalan agar tidak melakukan parkir liar maupun mengambil penumpang di depan Terminal Piru. Para pengemudi juga diarahkan untuk memindahkan kendaraan dari area yang dilarang parkir serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang di sekitar terminal.


Selain itu, petugas mengajak masyarakat dan seluruh pengemudi untuk meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas dengan selalu menaati aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.


Kapolres menambahkan, sinergitas antara Polres SBB dan Dinas Perhubungan akan terus dilakukan dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.


“Yang paling penting adalah bagaimana kita menciptakan situasi yang aman dan tertib tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat. Kami berharap seluruh pihak dapat memahami dan menjalankan aturan dengan penuh kesadaran,” tambahnya.


Dari hasil kegiatan, para pengemudi mobil pangkalan bersedia memindahkan kendaraan mereka dari areal Terminal Piru. Masyarakat dan para pengemudi juga menerima himbauan yang disampaikan oleh petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan dengan baik.


Selama kegiatan berlangsung, tidak terjadi konflik antara sopir mobil pangkalan dengan sopir angkutan umum. Arus lalu lintas di sekitar Terminal Piru juga terpantau tertib dan lancar.


Sejumlah pengemudi angkutan umum turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan atas pelaksanaan penertiban tersebut.


Kegiatan himbauan dan penertiban berakhir sekitar pukul 11.15 WIT. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar. 

Selengkapnya

Selasa, 29 September 2026

Peringati HUT ke-81 TNI, Wadan Kodaeral IX Pimpin Ziarah di TMP Kapahaha Tantui

September 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Wakil Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) IX, Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, memimpin Upacara Ziarah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha, Tantui, Kota Ambon, Maluku, Rabu (30/9/2026).


Upacara ziarah tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di wilayah Maluku yang mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”


Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wadan Kodaeral IX memimpin penghormatan kepada arwah para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan mengheningkan cipta, dilanjutkan peletakan karangan bunga di tugu TMP Kapahaha sebagai simbol penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pahlawan.


Rangkaian upacara kemudian diakhiri dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan, foto bersama, serta tabur bunga di pusara para pahlawan oleh para peserta ziarah.


Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, Danrindam XV/Pattimura Brigjen TNI Irfan Amir, Danguspurla III Laksma TNI Andri Kristianto, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb. Adhi Safarul Akbar, Kasatpol PP Maluku Dr. Muhammad Malawat, Karo Rena Polda Maluku Kombes Pol. Sachroni Anwar, Asintel Kejati Maluku Diky Oktavia, serta para pejabat utama dan satuan kerja TNI-Polri dan instansi pemerintah lainnya.


Pasukan upacara terdiri atas gabungan pejabat utama TNI-Polri, gabungan perwira menengah dan perwira pertama tiga matra TNI, Batalyon Infanteri 733/Masariku, prajurit Kodaeral IX, Lanud Pattimura, ASN gabungan, serta anggota Dharma Pertiwi.


Bagi TNI, ziarah ke makam pahlawan tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari besar nasional. Kegiatan ini merupakan momentum untuk mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus meneguhkan kesadaran bahwa kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui pengorbanan jiwa, raga, dan keteguhan para pendahulu bangsa.


"Nilai-nilai keberanian, patriotisme, rela berkorban, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan para pahlawan menjadi pesan penting yang perlu terus diteruskan kepada generasi penerus," terang Wadan Kodaeral lX usai pelaksanaan Ziarah. 


Menurutnya, melalui kegiatan ziarah, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal nama dan sejarah para pahlawan, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, tanggung jawab, persatuan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.


Bagi prajurit TNI lanjutnya, penghormatan kepada para pahlawan sekaligus menjadi pengingat akan jati diri dan tugas pengabdian. Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan terus menjadi sumber motivasi untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI serta senantiasa hadir bersama rakyat.


Momentum HUT ke-81 TNI ini diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan, soliditas, dan sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah serta seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (Rdks) 

Selengkapnya

Gerard Wakano : Ketika Alam Seram Dan Maluku Secara Umum Melahirkan Api-nya Sendiri

September 29, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Asap yang membumbung di atas tanah Seram beberapa waktu lalu tidak hanya menghanguskan batang-batang pohon di kebun warga, asap itu telah membakar rasa percaya. 


Gerard Wakano adalah salah satu tokoh masyarakat Maluku asal pulau Seram yang adalah satu - satunya pemegang license AFF international kepada sejumlah media di Ambon mengungkapkan bahwa" Di balik abu yang tersisa, luka sosial merebak cepat, Warga Desa Lisabata memandang ke arah Desa Patahue dengan prasangka tajam, meyakini ada tangan jahat yang melemparkan pemantik. 


Sementara itu, warga Patahue mengelak dengan getir, bersumpah di bawah langit Maluku bahwa tak seorang pun dari mereka yang menyulut api.


Kemarahan yang menumpuk akhirnya meledak menjadi aksi pembalasan, Pohon-pohon mati, kebun-kebun hancur, dan dua desa tetangga yang tadinya hidup berdampingan kini dipisahkan oleh tembok kecurigaan.


Namun, di tengah hembusan angin malam yang membawa aroma hangus di Pulau Seram, sebuah pertanyaan mendasar harus kita ajukan dengan dingin dan jernih. Ucap Wakano kepada wartawan diambon


Bagaimana jika api yang menghancurkan kebun-kebun itu tidak pernah dilahirkan oleh jemari manusia? Tanya Wakano tegas


Bagaimana Api Lahir Tanpa Pemantik

Dalam dunia sains dan penyelidikan kebakaran hutan, ada sebuah fenomena kuno yang kerap mengecoh manusia, Spontaneous Combustion atau pembakaran spontan. Sebut Wakano


Ini adalah peristiwa kimiawi di mana suatu bahan dapat menyala dengan sendirinya, tanpa percikan api, tanpa korek gas, dan tanpa campur tangan manusia sama sekali. Ucapnya


Dikatakan-nya" Proses ini dimulai dari reaksi kimia yang menghasilkan panas (oksidasi eksotermik) di tempat yang terisolasi. 


Ketika panas yang dihasilkan oleh bahan alam tidak dapat melarikan diri ke udara bebas, suhu di dalam tumpukan tersebut akan terus naik, Begitu suhu mencapai titik nyala (autoignition temperature), bahan tersebut akan membakar dirinya sendiri. Jelas Wakano


Wakano juga menyampaikan" Bagi masyarakat di Maluku, fenomena ini sebenarnya tidak asing jika kita membedah isi perut bumi dan kebun kita sendiri" Ampas sagu (ela sagu) misalnya dan tumpukan daun yang membusuk. 


Masyarakat Seram paham betul betapa hangatnya ampas sagu basah atau tumpukan daun gugur yang terfermentasi, Ketika mikroorganisme bekerja membusukkan tumpukan organik yang tebal di bawah naungan pohon, mereka melepaskan energi panas. Tutur Wakano


Di musim kemarau yang terik, bagian dalam tumpukan serasah basah ini bisa menjadi sangat panas, mengeringkan lapisan luarnya dari dalam, hingga akhirnya melepaskan asap dan membakar dirinya sendiri.


Pirit dan Mineral Sulfida dalam Batuan

Bumi Pulau Seram kaya akan struktur geologi yang unik, Di dalam tanah dan batuan tertentu terdapat kandungan pirit (besi sulfida) sering disebut "emas palsu". 


Ketika pirit yang berada di dekat permukaan tanah terpapar udara lembap dan oksigen setelah hujan, terjadi reaksi oksidasi yang sangat panas, Jika pirit ini bersentuhan dengan daun kering di atasnya, tanah itu bisa membara tanpa ada yang menyulutnya.

ini ilsutrasi gambar bila benda terbakar dengan sendirinya

Batubara Purba dan Fosil Organik

Di beberapa wilayah daratan Seram, tersimpan lapisan batubara purba rapuh di bawah lapisan tanah dangkal, Batubara muda ini memiliki sifat menyerap oksigen dengan sangat cepat, Proses oksidasi lambat ini secara perlahan menaikkan suhu tanah hingga mencapai titik bakar, melahirkan api yang tiba-tiba keluar dari celah tanah.


Fosforus Putih Alami

Dari hasil pelapukan zat organik tulang hewan atau endapan mineral kuno, senyawa fosforus putih dapat terbentuk dalam jumlah kecil, Senyawa ini memiliki karakter yang sangat agresif, ia dapat bereaksi dan menyala secara otomatis begitu bersentuhan langsung dengan udara kering.


Mengapa Seram Begitu Rentan?

Pulau Seram bukan sekadar hamparan hutan hijau, pulau ini adalah laboratorium alam yang aktif, Lanskap geologinya yang kaya akan mineral sulfida, dikombinasikan dengan sisa-sisa pengolahan sagu tradisional serta tumpukan serasah tebal di perkebunan, menciptakan kondisi ideal bagi terjadinya spontaneous combustion.


Saat musim beralih, ketika kelembapan tinggi akibat pembusukan mendadak diterpa panas terik kemarau yang menyengat tumpukan bahan organik di kebun warga berubah menjadi "bom waktu" alami. 


Api bisa muncul dari dalam tumpukan tanah, merayap diam-diam di bawah dedaunan, lalu tiba-tiba berkobar di atas permukaan.


Bagi mata awam, terbakarnya kebun secara tiba-tiba tentu tampak seperti ulah orang yang sengaja melintas dan melempar puntung rokok atau obor. Namun, ilmu sains pembakaran membuktikan sebaliknya" bumi Seram sanggup melahirkan apinya sendiri.


Dua Desa, Satu Duka: 

Menghentikan Lingkaran Prasangka, Melihat konflik antara Desa Lisabata dan Desa Patahue dari sudut pandang ini mengundang rasa haru yang mendalam. 


Warga Lisabata berduka karena kebun tempat mereka menggantungkan hidup hangus dilalap api, Rasa kehilangan itu nyata, dan kemarahan mereka adalah reaksi manusiawi atas musibah yang menghancurkan sumber penghidupan.


Di sisi lain, warga Patahue menanggung beban mental yang tidak kalah beratnya, dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah mereka perbuat, lalu menerima aksi pembalasan atas dosa yang tidak pernah ada.


Ketika dua desa yang terikat ikatan persaudaraan semenjak nenekmoyang ini saling menunjuk, sebenarnya kedua belah pihak sedang sama-sama menjadi korban, Korban dari musibah alam yang tak terlihat, dan korban dari ketahuannya kita akan rahasia kimia bumi tempat kita berpijak.


Apakah adil jika hubungan persaudaraan yang telah dibangun ratusan tahun oleh para leluhur hancur hanya karena reaksi kimia di dalam tumpukan ampas sagu dan tanah pirit? Tanya Wakano heran


Sudah saatnya amarah disiram dengan air kearifan dan ilmu pengetahuan, Pertikaian ini tidak boleh dilanjutkan, karena tidak ada musuh yang perlu dikalahkan, dan tidak ada kejahatan manusia yang perlu dibalaskan.


Kebun yang terbakar bisa ditanami kembali, Pohon sagu, cengkeh, dan pala yang hangus akan bertunas ulang seiring berjalannya waktu dan bergantinya musim, Namun, luka akibat perselisihan antar-saudara bisa mengendap bertahun-tahun jika tidak segera disembuhkan.


Di akhir keterangan-nya Wakano mengajak basudara Lisabata dan Patahue, mari berdamai, Bukan karena kita kalah, tetapi karena kita menang, ya menang atas ketidaktahuan, menang atas amarah, dan menang atas diri kita sendiri. Pungkasnya sambil mengajak  (Rdks) 

Selengkapnya

Tingkatkan Dan Bina Mental Spiritual ASN Dilingkup Pemda SBB, Soukotta Hadir Di Ibadah Usbuh Pemda SBB, Ini Penjelasannya

September 29, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Pada setiap pembukaan Usbu/ minggu ASN Pemda SBB yang beragama kristen menggelar ibadah bersama yang bertempat di ruang rapat utama, Lantai III  kantor Bupati SBB, Jalan J.F Puttileihalat No 1, Kota Piru, Kabupaten SBB.



Pada Ibadah yang berlangsung pada Senin, (28/9/2026) dipimpin oleh Pendeta Sally Paul/Bernard S.Th M.Th, para ASN Pemda SBB mengikuti ibadah dengan khidmat.


Koordinator Persekutuan Kerohanian Pemda SBB Jan.M.Soukotta S.Sos, M.Si ssat ditemui di ruang kerjanya, mengungkapkan bahwa Ibadah usbu itu awalnya  berlangsung dihari Jumat, bersamaan dengan ibadah Sholat Jumat  yang dilaksanakan oleh ASN yang beragama Muslim, tetapi karena bersamaan dengan aturan Pempus untuk Work From Home (WFH) di hari Jumat sehingga ibadah dialihkan ke hari Senin.


" Ya ini bisa sebagai Ibadah Pembuka Usbu" cetus Soukotta.

Menurut Soukotta, awal tercetusnya kebijakan Ibadah bagi ASN Kristiani ini adalah pada awal Pemerintahan Asri - Selfinus, yang merupakan permintaan dari Bupati Asri Arman sendiri supaya ada keberimbangan, di mana saat ASN Muslim salat, ASN Kristen juga beribadah.


Untuk pengaturan koordinator ibadah diserahkan bergilir  kepada setiap OPD  yang memilih liturgos dan pengkhotbah, selain itu pelaksanaan ibadah secara bergiliran dengan konsep oikumenis tidak hanya protestan saja.

"Kita oikumenes, bukan saja protestan, semua aliran ada denominasi gereja semua ada, jadi pengkhotbah juga dari GPM, GPI, SJA, Advent dll, karena ASN ini juga terdirindari semua denominasi agama" urai Soukotta.


Asisten II Setda SBB ini mengatakan, tujuan  utama dari Ibadah ASN Pemda SBB adalah untuk pembinaan mental spiritual ASN,  supaya bisa  bekerja dengan hati, bekerja untuk melayani masyarakat sebaik- baiknya sesuai dengan ajaran agama masing- masing.


"Katong (kami) umat manusia ini harus bersandar kepada Tuhan, dan berdoa supaya ada penyertaan Tuhan bagi katong supaya diberikan, kesehatan dan kekuatan sesudah itu hikmat untuk katong bekerja  dengan baik dalam rangka melayani masyarakat, lalu juga sekaligus katong berdoa supaya persekutuan ini tetap ada, karena perbedaan kepentingan ini bisa membuat katong ada konfrontasi, tetapi kalau lewat persekutuan dalam iman.lewat doa kan seng mungkin lewat doa katong baku musuh dan baku malawang kan seng mungkin" urai Soukotta. (Tim/Red) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT