
Foto : Empat Warga SBB Positif DBD, Orangtua Pasien Desak Pemkab Segera Lakukan Fogging
SBB, Globaltimurnn.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mulai menjadi perhatian serius. Hingga Selasa (19/5/2026), tercatat empat warga dinyatakan positif DBD, terdiri dari satu remaja dan tiga balita yang kini menjalani perawatan di RSUD Piru.
Orangtua salah satu pasien, Ibu Tasya Matinahoru, mengaku khawatir dengan kondisi putranya yang dinyatakan positif DBD berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Anak saya sudah diperiksa dan hasilnya positif DBD. Kami berharap pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan, segera mengambil tindakan cepat seperti fogging atau langkah pencegahan lainnya,” ujar Tasya saat ditemui wartawan di RSUD Piru, Selasa.
Menurut Tasya, penanganan cepat sangat penting agar penyebaran penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti itu tidak semakin meluas.
“Jangan sampai harus menunggu ada korban lagi baru dilakukan tindakan,” katanya.
Informasi yang dihimpun di RSUD Piru menyebutkan, hingga saat ini sudah ada empat pasien yang terkonfirmasi positif DBD. Seorang pegawai RSUD Piru yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya kasus tersebut.
“Benar, sampai hari ini ada empat pasien yang hasil laboratoriumnya menyatakan positif DBD,” ungkap sumber tersebut.
Munculnya sejumlah kasus DBD dalam waktu bersamaan memicu kekhawatiran masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah antisipatif, mulai dari penyemprotan fogging di wilayah yang terindikasi sebagai lokasi penularan hingga mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Selain fogging, masyarakat juga diminta untuk menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Informasi yang diperoleh menyebutkan sejumlah pejabat terkait sedang berada di luar daerah. (YL)