40 Jurnalis di Maluku Perkuat Kapasitas Hadapi KBGO, FJPI Dorong Pemberitaan yang Berpihak pada Korban - globaltimurnn.com

Jumat, 31 Juli 2026

40 Jurnalis di Maluku Perkuat Kapasitas Hadapi KBGO, FJPI Dorong Pemberitaan yang Berpihak pada Korban


Ambon
, Globaltimurnn.com – Meningkatnya kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital mendorong Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Maluku memperkuat kapasitas para insan pers. Melalui Workshop "Jurnalis Perempuan dan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)" bertema "KBGO dan Tantangan Jurnalis di Era Digital", sebanyak 40 jurnalis perempuan dan laki-laki di Maluku dibekali pemahaman mengenai peliputan yang beretika, profesional, dan berperspektif korban.


Kegiatan yang berlangsung di Biz Hotel Ambon, Sabtu (01/08/2026), menjadi ruang pembelajaran sekaligus diskusi mengenai tantangan yang dihadapi jurnalis di era digital, khususnya dalam memberitakan kasus-kasus kekerasan berbasis gender yang semakin kompleks.


Ketua FJPI Maluku, Frida Rayman, menegaskan bahwa kemajuan teknologi memang membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan ancaman baru berupa meningkatnya berbagai bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online.


Menurutnya, KBGO dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari pelecehan di media digital, penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan, doxing, ancaman, hingga tindakan lain yang melanggar hukum dan hak asasi manusia. Perempuan menjadi kelompok yang paling rentan menjadi sasaran.


"Media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun kesadaran publik melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, beretika, dan mengutamakan perlindungan terhadap korban," ujar Frida.


Ia berharap workshop tersebut mampu meningkatkan kemampuan jurnalis dalam memahami isu KBGO sehingga proses peliputan dilakukan secara profesional, sensitif terhadap korban, serta berlandaskan prinsip-prinsip hak asasi manusia.


Frida juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan, terutama IPAS yang selama ini menjadi mitra FJPI Maluku dalam berbagai program peningkatan kapasitas jurnalis.


"Dengan pengetahuan yang diperoleh hari ini, kami berharap para jurnalis dapat terus menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, bertanggung jawab, dan memberikan perlindungan kepada korban melalui pemberitaan yang berkualitas," katanya.


Sementara itu, perwakilan INPEX, Evan Adam, menilai isu KBGO menjadi tantangan yang semakin nyata di tengah transformasi digital. Karena itu, peningkatan literasi bagi jurnalis dinilai penting agar pemberitaan mengenai kekerasan berbasis gender tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi korban.


Ia mengungkapkan, ancaman terhadap jurnalis perempuan sebenarnya bukan persoalan baru. Namun, perkembangan teknologi membuat bentuk ancaman tersebut semakin beragam dan sulit dihindari.


"Dengan hadirnya teknologi digital, tantangan yang dihadapi jurnalis perempuan menjadi semakin kompleks. Kami ingin hadir mendengar pengalaman teman-teman FJPI Maluku sekaligus memberikan dukungan agar mereka terus berkarya di tengah berbagai tantangan tersebut," ujarnya.


Menurut Evan, workshop ini bukan sekadar menambah pengetahuan peserta, tetapi juga menjadi langkah bersama membangun ekosistem jurnalistik yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemaparan materi mengenai Kekerasan Berbasis Gender Online, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Melalui forum ini, para peserta diharapkan semakin siap menghadapi tantangan jurnalistik di era digital serta mampu menghasilkan pemberitaan yang lebih berpihak pada korban dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT