PIRU, globaltimurnn.com — Hasniati, selaku Bendahara Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), secara resmi memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar menyebut dirinya sebagai Asisten Pribadi (Aspri) Istri Bupati SBB. Dengan tegas Hasniati membantah tuduhan tersebut dan menegaskan berita itu tidak benar sama sekali.
Dalam pernyataan resminya, Hasniati menjelaskan bahwa kedekatannya dengan Istri Bupati SBB, Yeni Rosbayani Asri, bukan berarti dirinya adalah Aspri. Hal itu semata-mata karena ia juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Lasqi yang diketuai langsung oleh Istri Bupati, serta aktif sebagai anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB.
"Kalau pun saya sering terlihat bersama Beliau Istri Bupati, itu karena tugas saya selaku Sekretaris DPD Lasqi dan Tim Penggerak PKK, bukan karena saya Aspri. Berita yang menyebut saya sebagai Aspri Istri Bupati itu TIDAK BENAR," tegas Hasniati.
Hasniati juga menjelaskan bahwa ia baru menjabat sebagai Bendahara Setda Kabupaten SBB selama satu bulan dua puluh hari. Dengan masa tugas yang belum lama ini, ia menegaskan sudah sangat memahami batasan tugas, fungsi, dan wewenang jabatannya. Ia juga menegaskan pengangkatannya sebagai Sekretaris DPD Lasqi dilakukan secara resmi berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang sah.
"Saya bisa membedakan dengan jelas mana tugas dan fungsi saya selaku Bendahara Setda, dan mana tugas saya selaku Sekretaris DPD Lasqi. Dua hal yang berbeda dan saya jalankan sesuai aturan yang berlaku. Saya tidak mencampuradukkan jabatan," ujarnya.
Ia meminta pihak yang menyebarkan berita tersebut untuk segera meluruskan informasi yang keliru tersebut. Menurutnya, pemberitaan yang tidak berdasar ini berpotensi merugikan nama baiknya serta mengganggu kinerjanya selaku pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten SBB.
"Saya tahu betul fungsi dan tanggung jawab saya. Saya bekerja sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Jangan membuat asumsi yang tidak benar hanya karena saya bertugas di organisasi yang diketuai Istri Bupati," tambahnya.
Dengan klarifikasi ini, Hasniati berharap masyarakat dapat memahami fakta yang sebenarnya dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
