Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.35 WIT tersebut dihadiri Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, MTP, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD dan Kabag Setda Halut, Kasat Lantas Polres Halut Iptu Moch Bintang Onasis Tilio, S.Tr.K, pengelola aplikasi Blanjain Tomy, Ketua Organda Halut Astro Labada, Ketua Bentor Halut Bersatu, Ketua Ojek Merah Putih, para pengusaha kuliner serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Sekda Halut E.J. Papilaya menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan salah satu bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Menurutnya, terdapat empat hal utama yang perlu terus didorong, yakni investasi, digitalisasi, inovasi, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Digitalisasi harus kita dorong dalam berbagai sektor pelayanan dan aktivitas masyarakat. Kita juga harus terus melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, perkembangan Kabupaten Halmahera Utara yang semakin pesat harus diikuti dengan peningkatan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat. Karena itu, kehadiran layanan transportasi berbasis digital dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaku UMKM, pengemudi ojek dan bentor, maupun pemerintah daerah.
Sekda berharap seluruh pihak yang hadir dapat memahami konsep yang ditawarkan Belanjain sehingga dapat memberikan masukan sebelum layanan tersebut diterapkan secara lebih luas.
“Kalau kita sudah memiliki kesepahaman dan inovasi ini layak dilaksanakan, selanjutnya akan kita sampaikan kepada pimpinan dan mengatur waktu untuk launching agar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Tim Blanjain Bapak Tomy memperkenalkan layanan digital yang dikelola PT Belanja Digital Indonesia. Mereka menegaskan bahwa nama layanan yang digunakan adalah Belanjain, bukan GoFood.
Blanjain membawa tema “Halmahera Utara Go Digital” dengan semangat membangun kolaborasi untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan di daerah.
Tomy menjelaskan bahwa aplikasi tersebut lahir dan dikembangkan di Halmahera Utara dengan prinsip “Tumbuh dari Halmahera Utara untuk Indonesia.”
Blanjain dirancang untuk menghubungkan UMKM, masyarakat dan mitra transportasi dalam satu ekosistem digital.
Bagi UMKM, layanan ini diharapkan membuka akses pasar dan pelanggan yang lebih luas. Sementara bagi pengemudi ojek, bentor dan angkutan kota, Blanjain dapat membuka peluang tambahan pendapatan melalui layanan pengantaran.
“Prinsip kami sederhana, aplikasi ini dibangun oleh torang dan untuk torang,” ujar Tim Belanjain.
Tomy menegaskan bahwa kehadiran aplikasi tersebut bukan hanya untuk membangun layanan digital, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal. Pesanan masyarakat dapat menjadi peluang bagi UMKM, sementara kebutuhan pengantaran menjadi peluang bagi mitra transportasi.
Sebagai langkah awal, Belanjain menargetkan sedikitnya 100 UMKM Go Digital serta membangun jaringan mitra transportasi yang siap bergabung dalam ekosistem digital.
Blanjain juga menyiapkan fasilitas pembayaran non-tunai melalui QRIS dan Virtual Account serta akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kasat Lantas Polres Halmahera Utara Iptu Moch Bintang Onasis Tilio, S.Tr.K.
Satlantas Polres Halut menyatakan siap mendukung kehadiran Blanjain, khususnya dalam aspek pelayanan dan keselamatan para pengemudi.
Sebagai bentuk dukungan, Satlantas akan memfasilitasi calon driver Blanjain dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Pelayanan khusus direncanakan pada hari Jumat dan Sabtu dengan terlebih dahulu melakukan pendataan calon driver melalui pengelola Belanjain.
Untuk pengemudi kendaraan roda dua diwajibkan memiliki SIM C, sedangkan kendaraan roda empat menggunakan SIM A, dengan tetap memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan, psikologi, ujian teori dan praktik sesuai ketentuan.
Kasat Lantas juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan tes psikologi bagi pengemudi. Menurutnya, seorang driver harus mampu mengendalikan emosi, mengambil keputusan dengan baik serta memahami kondisi lalu lintas.
Selain pelayanan SIM, Satlantas akan melakukan pembinaan dan pemeriksaan kendaraan para driver Belanjain. Kendaraan harus dalam kondisi layak jalan, menggunakan knalpot standar, memiliki spion, menggunakan helm sesuai standar, serta memenuhi ketentuan keselamatan lainnya.
Kasat Lantas menegaskan, dukungan terhadap Belanjain harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran berlalu lintas.
“Kita mendukung program ini, tetapi keselamatan harus menjadi yang utama. Jangan sampai hadirnya layanan baru justru meningkatkan angka kecelakaan,” tegasnya.
Satlantas juga akan terus melakukan penertiban terhadap pelanggaran lalu lintas, termasuk balap liar dan penggunaan kendaraan yang tidak sesuai standar.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola Blanjain, pelaku UMKM dan mitra transportasi, layanan digital tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi baru dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di Kabupaten Halmahera Utara. (𝐆𝐈𝐎).
