Dari Hasil Panen Warga Binaan untuk Masyarakat, Lapas Namlea Gelar Baksos di Masjid Al-Habsy - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Sabtu, 24 Oktober 2026

Dari Hasil Panen Warga Binaan untuk Masyarakat, Lapas Namlea Gelar Baksos di Masjid Al-Habsy


Namlea
, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Terkadang, kepedulian justru hadir lewat aksi sederhana, seperti membersihkan rumah ibadah, bergotong royong, hingga berbagi hasil panen kepada warga yang membutuhkan.


Semangat itulah yang ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melalui kegiatan bakti sosial (baksos) di Masjid Al-Habsy, Desa Waimiting, Kabupaten Buru, Jumat (23/10/2026).


Dipimpin langsung Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, kegiatan tersebut diisi dengan kerja bakti membersihkan lingkungan masjid, kemudian dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat sekitar.


Kehadiran jajaran Lapas Namlea di tengah masyarakat menjadi wujud nyata bahwa pengabdian pemasyarakatan tidak hanya berlangsung di balik tembok lapas, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar.


Bagi Lapas Namlea, kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial. Lebih dari itu, bakti sosial menjadi ruang untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan fasilitas umum, khususnya rumah ibadah.


Kalapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang mendorong pelaksanaan program pemasyarakatan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Dengan keterlibatan Lapas Namlea dalam kegiatan ini menunjukkan bahwasannya pemasyarakatan menaruh perhatian besar dan kepedulian pada kebersihan lingkungan dan bukan hanya di dalam Lapas, tetapi juga berbagai tempat. Kami pilih Masjid Al-Habsy di Desa Waimiting dikarenakan tempat ini merupakan fasilitas ibadah bagi umat Muslim di sekitar sini,” ujarnya.


Jumat menjadi hari yang istimewa bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah bersama. Karena itu, kebersihan masjid menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang nyaman bagi jamaah.


Melalui kegiatan tersebut, petugas Lapas Namlea bersama pihak terkait bergotong royong membersihkan area Masjid Al-Habsy sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas ibadah yang digunakan masyarakat Desa Waimiting.


Aksi sederhana ini sekaligus memperlihatkan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika berbagai unsur saling membantu, pekerjaan yang dilakukan bersama tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga mempererat hubungan sosial.


Pengurus Masjid Al-Habsy, Imran Capalulu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian jajaran Lapas Namlea yang telah membantu membersihkan masjid tersebut.


Menurutnya, kegiatan itu sangat berarti, terlebih karena pembersihan dilakukan menjelang pelaksanaan salat Jumat.


“Kebetulan hari ini hari Jumat, jadi masjid harus kita bersihkan untuk persiapan salat nanti. Di saat yang bersamaan, para petugas dari Lapas Namlea juga ikut bergotong royong membersihkan area masjid. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur bisa dibantu,” ungkap Imran.


Bantuan tersebut menjadi wujud kebersamaan yang dirasakan langsung oleh pengurus masjid dan masyarakat setempat. Kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata itu diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat saling membantu di lingkungan masyarakat.


Tidak hanya membersihkan rumah ibadah, Lapas Namlea juga menyalurkan bantuan sosial berupa hasil pertanian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.


Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat kegiatan pembinaan agar hasil kerja warga binaan tidak hanya bernilai bagi lingkungan pemasyarakatan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.


Sebelumnya, Lapas Namlea telah melaksanakan panen semangka yang hasilnya disalurkan kepada sejumlah pihak, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Melalui penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat sekitar, Lapas Namlea ingin memastikan bahwa hasil dari kegiatan produktif warga binaan dapat dirasakan lebih luas.


Marasabessy menjelaskan, program pertanian yang dijalankan di dalam lapas tidak semata-mata berorientasi pada hasil panen. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.


“Berhubung kemarin baru saja kita laksanakan panen semangka dan sudah disalurkan ke pihak-pihak luar, salah satunya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami juga menginginkan masyarakat di sekitar Lapas merasakan manfaat dari hasil program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pembagian bantuan sosial ini,” tambahnya.


Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat menghasilkan manfaat yang melampaui lingkungan lapas. Melalui kegiatan pertanian, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan produktif, sementara hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial.


Dengan demikian, pembinaan kemandirian tidak hanya menjadi proses mempersiapkan warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk berkontribusi kepada masyarakat.


Kegiatan bakti sosial di Masjid Al-Habsy menjadi gambaran bahwa hubungan antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat dapat dibangun melalui aksi nyata, kepedulian, serta kerja sama yang berkelanjutan.


Kebersihan rumah ibadah, bantuan hasil pertanian, dan semangat gotong royong menjadi rangkaian kegiatan yang memiliki makna lebih luas daripada sekadar pelaksanaan program kerja.


Di satu sisi, kegiatan tersebut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, kegiatan itu memperkuat pesan bahwa pemasyarakatan juga memiliki peran sosial dalam membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar.


Melalui kegiatan serupa, Lapas Namlea diharapkan terus menghadirkan program yang tidak hanya mendukung pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Buru.


Sebab, keberhasilan pembinaan tidak hanya dilihat dari keterampilan yang diperoleh warga binaan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga dari nilai-nilai kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab yang dapat diwujudkan melalui kegiatan produktif.


Dari halaman Masjid Al-Habsy hingga hasil panen yang dibagikan kepada masyarakat, Lapas Namlea menunjukkan bahwa kepedulian dapat tumbuh melalui langkah sederhana yang dilakukan bersama.


Pemasyarakatan bukan sekadar tempat pembinaan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kemandirian dan menghadirkan manfaat bagi sesama. (Za) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT