Rihlah Dakwah Maulid 1448 H, Alumni Darul Mustofa Yaman Siap Syiarkan Maulid hingga Papua - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 24 September 2026

Rihlah Dakwah Maulid 1448 H, Alumni Darul Mustofa Yaman Siap Syiarkan Maulid hingga Papua


Ambon
, Globaltimurnn.com — Menyemarakkan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, para alumni Darul Mustofa Yaman, terdiri dari tiga alumi yang tergabung dalam Majelis Al-Wafa Bi Ahdillah Indonesia, yang akan melaksanakan Rihlah Dakwah Maulid ke Indonesia Timur.


Rihlah dakwah yang mengusung semangat “Syiar Maulid, Satukan Hati, Sebarkan Cinta” ini dijadwalkan berlangsung selama sembilan hari, mulai 24 September hingga 2 Oktober 2026.


Perjalanan dakwah tersebut mengambil rute Surabaya, Makassar, Merauke, Jayapura, 

Timika, Surabaya, dengan setiap daerah menjadi ruang untuk pelaksanaan berbagai agenda dakwah, silaturahmi, serta pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.


Berdasarkan informasi dalam materi kegiatan, tiga tokoh yang tercantum dalam rombongan Rihlah Dakwah Maulid Indonesia Timur 1448 H yakni Habib Khalid Hasan Madhij dari Pasuruan, Habib Achmad Jamal Thaha Baagil dari Batu - Malang, serta Habib Rifqi Alhamid, S.Kom., M.Si. dari Ambon.


Kegiatan tersebut melibatkan Majelis Al-Wafa Bi Ahdillah Indonesia, bersama Majelis Muwasholah Baina Ulama-il Muslimin serta Ar-Rahmah Ambon.


Koordinator Wilayah Indonesia Timur Al-Wafa Bi Ahdillah, Habib Rifqi Alhamid, mengatakan perjalanan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk menyebarkan syiar Maulid Nabi Muhammad SAW dalam menumbuhkan cinta serta meneladani Nabi Saw sekaligus memperkuat silaturahmi di kawasan Indonesia Timur, terutama Papua.


“Inti dari perjalanan ini adalah menyampaikan risalah dakwah. Kami mengambil pesan Nabi Muhammad SAW, ballighu ‘anni walau ayah, sampaikan dariku walaupun satu ayat,” ungkapnya.


Menurutnya, rihlah tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan dakwah dalam bentuk ceramah atau pengajian. Para peserta juga akan melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh yang dituakan di daerah tujuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat bahkan dengan pemerintah setempat.


Tujuan kita betul-betul untuk syiar, silaturahmi, dan yang pasti menebar kasih sayang di antara umat Islam maupun kepada seluruh umat yang ada di daerah tersebut, meskipun mereka bukan Islam, katanya.


Perjalanan Rihlah Dakwah Maulid Indonesia Timur 1448 H diawali dari Surabaya. Dari Jawa Timur, rombongan kemudian bergerak menuju Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Merauke, Jayapura, dan Timika, kemudian kembali ke Surabaya.


Pemilihan wilayah Indonesia Timur menjadi perhatian tersendiri karena kegiatan tersebut juga dimaksudkan sebagai kesempatan untuk mengenal lebih dekat karakteristik dakwah dan kehidupan masyarakat di masing-masing daerah.


Khusus di wilayah Papua, para peserta rihlah akan melakukan sejumlah kegiatan keagamaan dan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.


Di Makassar, agenda yang dijadwalkan antara lain pengisian khutbah Jumat, silaturahmi, serta kegiatan pengukuhan pengurus Rabithah Alawiyah.


Rombongan kemudian menuju Merauke. Di wilayah ini, selain kegiatan dakwah dan silaturahmi, dijadwalkan pula pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat, termasuk dialog kebangsaan bersama Uskup Agung Merauke, Uskup Mandagi, serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di GOR Hiad Sai Merauke.


Setelah Merauke, perjalanan dilanjutkan menuju Jayapura dan Timika, sebelum seluruh rangkaian rihlah berakhir di Surabaya pada 2 Oktober 2026.


Habib Rifqi menjelaskan, waktu sekitar dua hari di setiap daerah akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Karena itu, rihlah tersebut tidak hanya dipahami sebagai perjalanan dakwah, tetapi juga sebagai ruang membangun hubungan antarmasyarakat.


Setiap daerah itu sekitar dua hari. Dalam waktu tersebut banyak kegiatan, bukan hanya acara dakwah. Misalnya kalau hari Jumat ada khutbah Jumat, kemudian kita juga mendatangi orang yang dituakan di daerah tersebut dan berkolaborasi dengan MUI setempat, jelasnya.


Selain itu, perjalanan ini menjadi momentum bagi para alumni Darul Mustofa untuk saling bertukar pengalaman dan mempelajari karakteristik dakwah di wilayah Indonesia Timur.


“Dan juga kita mempelajari karakteristik dakwah di daerah tersebut, menumbuhkan semangat dakwah di daerah tersebut, tambahnya.


Semangat tersebut sejalan dengan tema rihlah, “Syiar Maulid, Satukan Hati, Sebarkan Cinta”, yang menempatkan peringatan Maulid Nabi bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan kasih sayang di tengah masyarakat.


Melalui Rihlah Dakwah Maulid Indonesia Timur 1448 H, para alumni Darul Mustofa berharap hubungan silaturahmi antara para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat di wilayah Indonesia Timur dapat semakin kuat.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang mengedepankan pendekatan persaudaraan dan kasih sayang, sekaligus membuka ruang dialog dengan berbagai unsur masyarakat.


Dengan membawa semangat “Satukan Hati, Sebarkan Cinta”, perjalanan yang dimulai dari Jawa Timur menuju Indonesia Timur tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari syiar Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia Timur. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT