Taniwel, globaltimdinn.com - Pasca konflik dua kampung basudara Lisabata - Patahuwe yang berujung kebakaran rumah warga Desa Patahuwe, yang berawal dari pembakaran lahan kebun beberapa hari lalu, APDESI Kabupaten SBB bersama Upu Latu se-Kabupaten SBB menyambangi Desa Lisabata dan Patahuwe, senin kemarin dibawah pimpinan Ketua APDESI Kabupaten SBB Jance Hilewe. SE. Senin 21/09/2026
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), yaitu sebuah organisasi profesi berbentuk wadah perkumpulan bagi para kepala desa dan perangkat desa di Indonesia.
Inisiatif yang di bangun oleh APDESI Kabupaten SabB inilah kemudian bersama Upu Latu se-Kabuoaten SBB menyambangi Desa Patahuwe dan Desa Lisabata.
Bukan sekedar menyambangi, namun kedua organisasi Desa ini melakukan aksi sosial dengan berikan donasi berupa bantuan 150 sak semen kepada 27 warga Patahuwe dan juga sedikit uang tunai kepada 4 keluarga warga terdampak di Lisabata.
Dalam kesempatan pertemuan itu, Kades Taniwel Jance Hilewe. SE sebagai Ketua APDESI SBB menitip harapan agar permasalahan yang terjadi di kedua Desa tetangga ini bisa memikirkan dengan kepala dingin, bisa kembali akur dan damai, bisa menjalin kehidupan sebagai orang basudara, seperti apa yang sudah dititipkan para moyang - moyang sejak dahulu.
Tidak hanya itu, Kades Lisabata Lahwin Koli saat ditemui di Kantor Desa Lisabata oleh APDESi dan Upu Latu se-Kabupaten SBB menyampaikan perasaan-nya bahwa dirinya secara pribadi dan pimpinan Desa menyesalkan apa yang sudah terjadi antara kedua Desa basudara.
Dia menyampaikan bahwa" Dengan penyesalan dan rasa sedih serta rasa bersalah dirinya rindu untuk bagaimana bisa kedua Desa basudara ini bisa kembali rujuk dan hidup dalam sebuah kedamaian yang abadi selamanya, laeng sayang laeng, laeng bantu laeng. Ucapnya
Dirinya berharap masyarakat kedua Desa bisa saling memaafkan, dan saling membantu, saling menjaga kedamaian, dirinya juga berharap pemerintah daerah Kabupaten SBB dan pemerintah Provinsi dalam hal ini Bupati SBB, Gubernur Maluku, Pangdam Pattimura, Kapolda, Kapolres, Dandim SBB bisa mengambil peran guna memediasi kedua Desa ini untuk mediasi Damai. Harapnya
Hal yang sama datang dari Patahuwe, yang mana masyarakat Patahuwe juga memang terasa sakit karena banyak harta benda yang ludes, namun secara hati nurani, masyarakat juga tidak inginkan hal ini berlarut, karena masyarakat juga butuh kehidupan yang layak, baik pendidikan anak, kesehatan, dan keimanan sebagai orang percaya Tuhan.
Masyarakat Patahuwe juga berharap adanya mediasi Damai, sehingga kerukunan hidup ini bisa kembali pulih, sehingga roda ekonomi bisa kembali berputar untuk kebutuhan hidup keseharian. (Rdks)




