Ambon, globaltimurnn.com - Pungut uang masuk sekolah bagi siswa kelas 7, pada SMP Laboratorium Unpatti sebesar Rp. 5.200.000,- (lima juta dua ratus ribu rupiah) oleh pihak sekolah.
Sementara itu untuk biaya perbaikan toilet sekolah, pihak komite sekolah meminta kesedihan dari orang tua siswa sebesar Rp. 35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah, dan itu disetor oleh setiap orang tua sebanyak 70 orang tua sesuai jumlah siswa kelas 7, belum termasuk kelas 8, 9.
Pungutan ini sudah dimintakan dan kemudian disetor oleh pihak orang tua sejak beberapa bulan berlalu, hingga saat ini toilet yang dijanjikan perbaikan-nya tak kunjung diperbaiki
Siswa masuk dengan biaya yang begitu signifikan besar-nya, dibeban lagi setiap orang tua dengan biaya perbaikan senilai Rp. 35.000,-, mungkin saja ada biaya yang lain juga yang belum diketahui, namun fasilitas dan perlengkapan sekolah tidak sesuai dengan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh pihak orang tua.
Pihak pengelolaan dinilai tidak bertanggungjawab, hanya mengait uang, namun tidak memperhatikan fasilitas sekolah, akhirnya siswa nyaris korban, karena saat hendak membuang air, tidak bisa karena toilet yang rusak, bahkan air pun tidak pernah ada di toilet tersebut, siswa coba bertahan hingga berujung sakit yang dirasakan siswa.
Sulitnya siswa menggunakan toilet untuk membuang air, akibat fasilitas tidak diperbaiki, kinerja komite sekolah, pihak sekolah, dan pengelolaan dipertanyakan, kemana uang sebanyak Rp. 35.000,- dan Rp. 5.200.000,- yang ditagih namun siswa harus menderita sakit akibat menahan buang air.
APH diminta audit pihak sekolah, komite dan pihak pengelolaan karena diduga kuat lakukan pungli, dengan jaminan fasilitas dan kelengkapan sekolah yang tak kunjung diperbaiki.
Diduga perilaku kejahatan pungli ini sudah berlangsung lama, termasuk pada siswa - siswa sebelumnya.
Sekolah berlangsung proses belajar mengajar sejak pukul 07 : 00 Wit, hingga selesai pukul 15 : 10 Wit, waktu yang sangat lama, jika siswa menahan buang air, baik air kecil hingga air besar dalam waktu yang lama maka akan menyengsarakan siswa dan membawa satu penyakit ganas yang akan diderita siswa.
Ironisnya lagi pihak komite lakukan pertemuan secara intern komite, kemudian hasilnya disampaikan ke group whatsapp orang tua siswa, sebagian orang tua tidak menyetujui, sebagian setujui, anehnya lagi sekolah tersebut mengelolah dana BOS dari Negara dan Unpatti adalah merupakan salah satu Fakultas yang juga milik pemerintah, namun sangat di sayangkan pengelolaan dalam hal ini Fakultas Unpatti terkesan Cuek Bebek dengan kondisi toilet sekolah yang sudah bertahun - tahun dibiarkan berantakan tanpa ada tanggungjawabnya.
Pada dana bos sudah cukup jelas diperuntukan untuk siswa dan perawatan sekolah, namun siswa masih dibebankan dengan uang masuk sebesar 5 juta lebih, ini sangat keterlaluan, ditambah lagi dugaan pungli yang dilakukan pihak komite kepada siswa membebankan orang tua, hal ini tidak dibenarkan dan tidak bisa dibiarkan, pihak APH segera ambil langkah tegas, ketua Komite dan Kepsek harus diaudit.
Sementara itu Yeyen Matatula kepsek SMP Lab Unpatti Ambon yang dikonfirmasi via telpon whatsapp terkait hal tersebut menyampaikan" Dirinya mengakui adanya biaya uang masuk bagi siswa baru sebesar Rp. 5.200.000,- dan permintaan komite untuk perbaikan toilet sebesat Rp. 35.000 bagi setiap siswa.
Menurutnya uang Rp. 35. 000,- yang dimintakan komite, itu hasil dari rapat internal komite kemudian hasilnya disampaikan ke group whatsapp orang tua. Sebutnya
Hal tersebut diakuinya, selain itu dirinya mengatakan bahwa, pihak komite dalam rencana-nya akan mengundang orang tua siswa untuk ada dalam sebuah pertemuan guna membahas hal tersebut dan meminta persetujuan orang tua untuk Rp. 35. 000,- itu.
Ketua komite yang dihubungi, menyampaikan bahwa" Pungutan Rp. 35.000,- itu demi menyelamatkan siswa yang selama ini sulit mendapatkan toilet yang layak untuk membuang air, sehingga kebijakan-nya dalam rapat bersama pengurus komite sebagai solusi dan hal itu di sampaikan ke orang tua siswa sehingga bisa bersama - sama membantu untuk memperbaiki toilet yang sudah terlalu lama dibiarkan berantakan tanpa diperbaiki. Ujarnya (V374) )
