Kapolres SBB: Satu Penumpang Meninggal Dalam Laka Laut di Perairan Ulatu, Desa Luhu - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Minggu, 13 September 2026

Kapolres SBB: Satu Penumpang Meninggal Dalam Laka Laut di Perairan Ulatu, Desa Luhu


SBB
, globaltimurnn.com - Kecelakaan laut terjadi di perairan Dusun Ulatu, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIT. Peristiwa tersebut melibatkan sebuah spit boat “Cahaya Al-Razak” dan mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia.


Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Ref​​indo P. Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., menjelaskan, sebelum kejadian, rombongan warga Dusun Temi, Desa Luhu, berangkat menggunakan spit boat “Cahaya Al-Razak” dari Dusun Temi menuju Dusun Rahai, Desa Sole, Kecamatan Waisala.


Rombongan tersebut berangkat sekitar pukul 10.00 WIT dengan tujuan menghadiri kegiatan persahabatan sepak bola antara Dusun Temi dan Dusun Rahai, yang diikuti oleh peserta laki-laki dan perempuan.


Speed boat tersebut dikemudikan oleh Dasimi, 45 tahun, seorang nelayan yang merupakan warga Dusun Temi, Desa Luhu. Kapal menggunakan empat buah mesin Yamaha berkapasitas 40 PK dan mengangkut sebanyak 81 orang, termasuk anak buah kapal (ABK).


“Dalam perjalanan, tepatnya di perairan Dusun Ulatu yang berjarak kurang lebih 30 meter dari bibir pantai, speed boat mengalami guncangan atau oleng akibat hantaman ombak,” jelas Kapolres.


Saat kapal mengalami oleng, sejumlah penumpang yang berada di bagian atas kapal terjatuh ke laut. Kemudian, hantaman ombak berikutnya menyebabkan sebagian penumpang yang berada di dalam Speed boat memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.


Akibat kejadian tersebut, air laut masuk ke dalam Speed boat “Cahaya Al-Razak”. Sejumlah penumpang kemudian mendapatkan pertolongan dan penanganan medis. Tiga orang di antaranya dibawa ke Puskesmas Limboro untuk mendapatkan perawatan.


Kapolres menyampaikan, dari tiga orang yang dibawa ke Puskesmas Limboro, dua korban dinyatakan selamat dan telah kembali ke rumah masing-masing.


Kedua korban tersebut yakni Yuli Yassel, 37 tahun, warga Dusun Temi, Desa Luhu, yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, serta Selfiani Uni, 6 tahun, seorang pelajar SD Inpres Tapinalu yang juga berasal dari Dusun Temi, Desa Luhu.


Sementara itu, satu korban lainnya atas nama La Etha, 39 tahun, meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Korban merupakan warga Dusun Talaga Piru, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten SBB, dan diketahui menikah serta berdomisili di Dusun Temi, Desa Luhu.


“Korban La Etha berusia 39 tahun dan berprofesi sebagai P3K pada SMP Muhammadiyah Temi. Korban berasal dari Dusun Talaga Piru, Desa Piru, dan menikah di Dusun Temi,” ungkap Kapolres.


Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, yakni menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengambil keterangan dari para saksi serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kecelakaan laut tersebut.


Kapolres mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan pengumpulan informasi untuk memastikan rangkaian kejadian secara jelas.


“Kami telah melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan, termasuk mendatangi TKP, meminta keterangan dari para saksi dan mengamankan barang bukti. Hal ini dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara jelas,” kata Kapolres.


Kapolres turut mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut sebelum melakukan perjalanan, serta memastikan sarana transportasi yang digunakan dalam kondisi layak dan aman.


“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat menggunakan transportasi laut, memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang, serta memastikan kapasitas dan kondisi sarana transportasi yang digunakan aman bagi seluruh penumpang,” imbaunya.


Atas peristiwa tersebut, Kapolres Seram Bagian Barat menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban yang ditinggalkan.


“Saya selaku Kapolres Seram Bagian Barat beserta seluruh jajaran menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum La Etha. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan serta keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Kapolres.

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT