SBB, globaltimurnn.com - Konflik antara masyarakat Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026), berujung pada pembakaran 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor. Empat warga Desa Lisabata juga dilaporkan mengalami luka tembak.
*Kapolres SBB AKBP Refindo Pradika Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A.*, menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIT saat terjadi kebakaran lahan milik warga di kawasan Tanjung Dusun Sisiulu, Desa Nuniali. Warga Desa Patahuwe kemudian membantu memadamkan api.
Setelah pemadaman, salah seorang warga Desa Lisabata berisinial MA mendatangi Desa Patahuwe dan menuduh warga setempat sebagai pihak yang melakukan pembakaran. Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi konsentrasi massa dari kedua desa sekitar pukul 16.00 WIT.
Personel Polsek Taniwel, Koramil Taniwel dan unsur Muspika melakukan upaya pengamanan sehingga massa Desa Lisabata kembali ke desanya.
Namun, sekitar pukul 18.20 WIT, terdengar satu kali ledakan dan satu kali suara tembakan di kawasan hutan perbatasan Desa Patahuwe dan Desa Wakolo. Tidak lama kemudian, terjadi pembakaran sejumlah rumah warga Desa Patahuwe, termasuk rumah pastori.
Akibat kejadian tersebut, 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor terbakar, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Empat warga Desa Lisabata juga dilaporkan mengalami luka tembak.
Menyikapi kejadian tersebut, Polres SBB bersama Brimob, Polsek jajaran dan TNI langsung meningkatkan pengamanan di Desa Patahuwe dan wilayah perbatasan guna mencegah konflik meluas maupun aksi susulan. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Kapolres SBB juga langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi keamanan dan rumah warga yang terbakar. Polres SBB melalui Satuan Reskrim kemudian melakukan penyelidikan dan pengungkapan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut.
Selain langkah penegakan hukum, Kapolres melakukan koordinasi dengan Ketua Klasis Taniwel, Camat Taniwel dan Pemerintah Kabupaten SBB untuk mendorong penyelesaian konflik serta mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi.
Penanganan situasi kemudian diperkuat dengan kedatangan Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura bersama jajaran pemerintah daerah. Mereka meninjau lokasi terdampak dan menggelar pertemuan dengan perwakilan Desa Lisabata dan Desa Patahuwe.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak diminta menenangkan masyarakat, mencegah provokasi, menjaga komunikasi antarkedua desa serta bersama-sama mencari solusi atas dampak kejadian. Pemerintah daerah, TNI dan Polri juga menyatakan kesiapan membantu masyarakat yang rumahnya terbakar.
Hingga dini hari, situasi di Kecamatan Taniwel dilaporkan aman dan kondusif. Personel gabungan tetap melakukan pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan Kamtibmas maupun aksi susulan. (Tim)
