Ikan dari Laha, Harapan Untuk Anak Bebas Stunting - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 17 September 2026

Ikan dari Laha, Harapan Untuk Anak Bebas Stunting


Ambon
, Globaltimurnn.com — Laut bagi masyarakat Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku. bukan hanya menjadi sumber kehidupan, tetapi juga menyimpan potensi pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.


Potensi itu kini terus didorong menjadi bagian dari upaya penanganan stunting. Melalui kolaborasi Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon dan Dinas Perikanan Kota Ambon, masyarakat Laha kembali mendapat dukungan melalui pembagian produk olahan ikan bagi keluarga berisiko stunting, Kamis (17/09/2026).


Bertempat di Kantor Negeri Laha, sebanyak 55 kepala keluarga menerima 110 paket produk olahan ikan. Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak dengan risiko stunting.


Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh makanan bergizi dan mendapatkan perhatian terhadap tumbuh kembangnya.


Di tengah potensi perikanan yang dimiliki oleh Negeri Laha, Lisa mengajak orang tua memanfaatkan ikan sebagai sumber protein bagi anak.


Pesan tersebut mendapat perhatian dari Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir Mewar. Ia mengapresiasi langkah TP PKK Kota Ambon bersama Dinas Perikanan Kota Ambon yang terus memberikan perhatian terhadap keluarga berisiko stunting di wilayahnya.


"Beta sangat mengapresiasi kegiatan dari Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon bersama Dinas Perikanan Kota Ambon untuk bantuan ikan yang diolah oleh Dinas Perikanan kepada seluruh orang tua berisiko stunting," ujar Muhammad Yasir.


Menurutnya, penanganan stunting di Laha tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah. Dirinya bersama para kader PKK dan Posyandu juga terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap kondisi anak-anak di wilayah tersebut.


Sebagai Raja Negeri Laha, Muhammad Yasir mengaku beberapa kali turun langsung ke rumah warga untuk melihat kondisi keluarga yang memiliki anak terdampak stunting.


Ia pun tetap optimistis angka stunting di Negeri Laha dapat ditekan. Namun, menurutnya, diperlukan upaya yang dilakukan secara berkelanjutan serta evaluasi terhadap berbagai faktor yang memengaruhi kondisi anak.


“Beta juga masih optimistis. Mungkin di tahun-tahun depan pasti angka tersebut akan menurun drastis,” katanya.


Menariknya, potensi ikan yang melimpah di Negeri Laha justru menjadi bahan evaluasi tersendiri. Ketersediaan pangan bergizi, kata dia, perlu diikuti dengan pemahaman keluarga mengenai cara memenuhi kebutuhan gizi anak.


Kenapa  angka stunting sangat meningkat? Nah, dari situlah katong selalu mengevaluasi terkait dengan stunting yang ada di Negeri Laha, tuturnya.


Upaya penanganan juga terus dilakukan melalui peran ibu-ibu PKK dan kader Posyandu yang selama ini mendampingi masyarakat.


Dari ibu-ibu PKK maupun Posyandu, itu sudah semaksimal mungkin untuk bagaimana caranya menangani angka stunting yang ada, ujarnya.


Tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan, Pemerintah Negeri Laha juga menyiapkan langkah lanjutan. Muhammad Yasir menyampaikan bahwa pihaknya telah menganggarkan program untuk menghadirkan dokter spesialis guna melihat kondisi anak-anak yang mengalami stunting secara lebih mendalam.


InsyaAllah kami sudah menganggarkan untuk mendatangkan dokter spesialis untuk langsung melihat kira-kira anak-anak yang stunting ini seperti apa. Siapa tahu ada perubahan untuk menurunkan angka stunting yang ada di Negeri Laha, jelasnya.


Bagi masyarakat Negeri Laha, perjuangan melawan stunting kini menjadi kerja bersama. Ikan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir didorong menjadi sumber pangan bergizi, sementara PKK, Posyandu, pemerintah negeri dan keluarga terus mengambil peran dalam pendampingan anak.


Dari Negeri Laha, ikhtiar itu kembali dimulai dari hal sederhana, memanfaatkan pangan yang tersedia, memperhatikan makanan anak, dan memastikan setiap anak mendapat kesempatan untuk tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT