HLM TPID Halut Bahas Pengendalian Inflasi dan Penguatan Ekonomi Daerah - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Rabu, 23 September 2026

HLM TPID Halut Bahas Pengendalian Inflasi dan Penguatan Ekonomi Daerah


Halut
, Globaltimurnn.com - Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Kegiatan yang mengusung tema “Inflasi Terjaga, Langkah Maju Membangun Halmahera Utara” tersebut berlangsung Kamis (24/9/2026), bertempat di Ruang Meeting Fredy Tjandua Lantai II Kantor Bupati Halmahera Utara, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo.


HLM dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si, Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd, Deputi KPWBI Maluku Utara Fadhil Muhammad, Ketua DPRD Halut Cristina Lesnussa, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., Ketua Pengadilan Negeri Tobelo Tri Asnuri Herkutanto, S.H., M.H., Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, M.TP, unsur TNI, para Asisten Setda, pimpinan OPD dan instansi vertikal, pelaku usaha dan sejumlah peserta tamu undangan lainnya. 


Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama seluruh pihak, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.


Menurutnya, komoditas bawang, cabai dan tomat (Barito) menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian karena berpengaruh terhadap pergerakan harga di daerah. Saat ini harga cabai yang masih relatif tinggi harus segera diantisipasi melalui pemantauan harga, penguatan produksi lokal, pengamanan pasokan serta kelancaran distribusi.


“Kita tidak boleh menunggu sampai harga semakin tinggi baru kemudian melakukan intervensi. Pengendalian inflasi harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.


Bupati juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara yang pada 2025 tercatat 3,89 persen, sementara berdasarkan evaluasi terakhir BPS meningkat hingga 11,05 persen. Namun, pertumbuhan tersebut menurutnya harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pendapatan, daya beli dan kesejahteraan masyarakat.


Selain itu, kondisi alam, musim panas dan aktivitas erupsi Gunung Dukono dinilai dapat mempengaruhi produksi pertanian maupun distribusi sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat.


Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan produksi lokal. Sejumlah komoditas seperti cabai dan tomat yang sebelumnya banyak didatangkan dari luar daerah kini mulai diproduksi petani Halmahera Utara. Tantangannya adalah menjaga kontinuitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.


Bupati berharap Bank Indonesia, Forkopimda, OPD, petani, distributor dan pelaku usaha dapat membangun kerja sama, termasuk kerja sama antardaerah untuk menjamin pasokan komoditas strategis ketika terjadi kekurangan produksi lokal.


“Saya berharap High Level Meeting hari ini dapat menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata, bukan hanya sekadar pembahasan. Kita harus mampu menjaga ketersediaan barang, memastikan kelancaran distribusi, meningkatkan produksi lokal dan menjaga harga kebutuhan masyarakat tetap terjangkau,” ujarnya.


"Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan pertanian kepada kelompok tani secara simbolis dari Bank Indonesia Maluku Utara". (𝐆𝐈𝐎).

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT