Ambon, Globaltimurnn.com — Di antara sejumlah wilayah di Kota Ambon, Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, belakangan memiliki cerita tersendiri. Desa yang berada tidak jauh dari Bandara Pattimura itu beberapa kali menjadi bagian dari perhatian dan kunjungan pejabat pemerintah pusat.
Lokasi yang strategis, perkembangan aktivitas ekonomi, serta sejumlah program pemerintah yang mulai berjalan disebut menjadi beberapa faktor yang membuat Wayame semakin diperhatikan. Salah satunya adalah program Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Wayame, Samsudin Menur, mengatakan kedekatan dengan Bandara Pattimura menjadi salah satu faktor. Selain itu, Wayame juga dinilai berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Kecamatan Teluk Ambon.
Ya, salah satu memang mungkin tadi saya sampaikan bahwa bandara dengan Desa Wayame ini sangat dekat. Yang kedua, salah satunya desa yang sudah melaksanakan program pemerintah berupa Koperasi Desa Merah Putih, kata Samsudin saat ditemui di Kantor Desa Wayame, Senin (21/9/2026).
Dan mungkin yang ketiga, Desa Wayame sebagai sentral ekonomi, perkembangan ekonomi, dan mungkin sebagai kota kecamatan. Sehingga para menteri-menteri ini semua senang di Desa Wayame, ujarnya.
Lantas, apa yang membuat Wayame memiliki daya tarik tersendiri? Samsudin tidak menyebut satu alasan secara pasti. Dengan sederhana ia menjawab, “Kalau daya tarik tersendiri itu mungkin ada. kuasa Allah.”Bagi Samsudin, kehadiran para menteri di Wayame merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Bahkan, ia menggambarkan perubahan tersebut dengan sebuah kalimat yang sederhana namun penuh kebanggaan“Dulu kita yang cari menteri, sekarang menteri yang datang sendiri.”
Menurutnya, kunjungan pejabat pemerintah pusat bukan sekadar kebanggaan bagi desa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Wayame sekaligus membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap perhatian pemerintah pusat tidak berhenti pada kunjungan. Program, dukungan ekonomi, pengembangan UMKM, maupun pembangunan yang masuk ke Wayame diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi salah satu harapan agar perhatian tersebut dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang nyata.
Di balik semua itu, Samsudin ternyata menyimpan satu harapan lain. Jika para menteri sudah datang ke Wayame, bagaimana jika suatu hari nanti Presiden Republik Indonesia juga berkunjung?
Ia tersenyum dan menjawab singkat.
“Supaya lengkap.”
Kini, cerita Wayame bukan hanya tentang siapa yang datang. Lebih dari itu, bagaimana sebuah desa memanfaatkan perhatian yang datang untuk membuka peluang pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dan bagi Samsudin, cerita itu masih panjang. Sebab setelah para menteri datang sendiri, Wayame kini hanya tinggal menunggu cerita berikutnya. (Za)
