Ustadz Fatih Karim Ajak Generasi Muda Maluku Dekat dengan Al-Qur’an melalui Program Indonesia Bisa Baca Al-Qur’an - globaltimurnn.com



Minggu, 16 Agustus 2026

Ustadz Fatih Karim Ajak Generasi Muda Maluku Dekat dengan Al-Qur’an melalui Program Indonesia Bisa Baca Al-Qur’an


Ambon
, Globaltimurnn.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, semangat membangun generasi yang berilmu, berkarakter, dan dekat dengan nilai-nilai agama terus digaungkan di Maluku.


Salah satunya melalui program “Indonesia Bisa Baca Al-Qur’an”, sebuah gerakan yang menghadirkan edukasi membaca Al-Qur’an secara gratis bagi masyarakat.


Program tersebut merupakan kolaborasi antara Yayasan Bisa Baca Quran, Yayasan Majelis Ar-Rahman, dan Cinta Quran Foundation, yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.


Kehadiran program ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menghadirkan Ustadz Fatih Karim di Ambon. Dalam kesempatan mengikuti kegiatan DUDU BACARITA Deng Habib’s Episode 6 yang mengangkat tema “Catatan Hati Anak yang Runtuh”, Ustadz Fatih turut menyampaikan perhatian serius terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.


Menurutnya, persoalan kemampuan membaca Al-Qur’an masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan perhatian bersama. Terlebih, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.


“Indonesia adalah Muslim terbesar di dunia. Tetapi 72 persen, menurut Dewan Masjid Indonesia, umat Islam tidak bisa baca Al-Qur’an,” ujar Ustadz Fatih Karim.


Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Sebab, Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi menjadi petunjuk dan pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.


“Tentu kita sedih. Karena Al-Qur’an itu kan petunjuk jalan, Al-Qur’an itu kan penyelamat. Tetapi ternyata umat Islam yang harusnya bisa membaca kitab sucinya, 72 persen tidak bisa baca Al-Qur’an,” katanya.


Berangkat dari persoalan tersebut, program Indonesia Bisa Baca Al-Qur’an hadir dengan pendekatan pembelajaran yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.


Ustadz Fatih menjelaskan, pihaknya memiliki metode belajar membaca Al-Qur’an yang dirancang agar masyarakat dapat belajar dengan lebih cepat dan mudah. Bahkan, program tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.


“Jadi kami punya metode super cepat, super mudah. Kami mengajak mereka untuk belajar dan gratis, tidak dipungut biaya. Alhamdulillah, hanya enam jam,” jelasnya.


Ia menyebutkan, metode tersebut telah membantu lebih dari 350 ribu orang untuk mengenal huruf dan membaca Al-Qur’an.


“Metode ini sudah membantu lebih dari 350 ribu orang ditaksara Al-Qur’an, jadi bisa baca Al-Qur’an,” ungkapnya.


Bagi Ustadz Fatih, kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan langkah awal untuk membangun kedekatan generasi muda dengan kitab suci. Sebab, kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak akan tumbuh tanpa adanya kemauan untuk terlebih dahulu mengenal dan membacanya.


Ia pun berharap generasi muda Maluku, khususnya di Ambon, tidak berhenti hanya pada kemampuan membaca Al-Qur’an. Lebih jauh, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Betul, mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an itu dimulai dari mulai mau membacanya. Jadi mulai dari membaca, mengamalkan, menghafalkan,” tuturnya.


Menurutnya, ketika generasi muda mulai dekat dengan Al-Qur’an, maka akan terbuka jalan untuk membentuk pribadi yang memiliki akhlak, keteguhan iman, dan kepedulian terhadap sesama.


“Insya Allah generasi muda dari Ambon, insya Allah akan jadi generasi yang hebat dan saleh,” pungkasnya.


Melalui program Indonesia Bisa Baca Al-Qur’an, pesan yang ingin dibangun bukan sekadar mengajak masyarakat mampu membaca kitab suci, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari perjalanan hidup.


Sebab, membaca adalah langkah pertama, mencintai adalah prosesnya, dan mengamalkan adalah tujuan akhirnya. Dengan semangat tersebut, generasi muda Maluku diharapkan dapat tumbuh bukan hanya sebagai generasi yang cerdas menghadapi perubahan zaman, tetapi juga memiliki iman, akhlak, dan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai kompas dalam kehidupannya. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT