Ambon, Globaltimurnn.com - Tokoh Masyarakat Seram Bagian Barat Jacob. S. Wakano soroti tegas perlakuan Kapal Pelni dalam hal ini KM. Ngapulu dalam pelayanan pelayaran dari ambon - Jakarta, terlihat penumpang diperlakukan tidak manusiawi.
Dalam penyampaian-nya kepada media lewat pesan whatsaap-nya, Wakano lansung melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Saya, Jacob S. Wakanno, menyampaikan keprihatinan dan keberatan yang sangat serius atas kondisi pelayanan penumpang di atas KM Ngapulu dalam perjalanan dari Ambon menuju Jakarta, yang di dalamnya terdapat anak-anak Pramuka Indonesia yang sedang mengikuti kegiatan Jambore Nasional 2026, bersama ribuan penumpang lainnya. Ungkapnya dalam surat terbukannya kepada Presiden RI
Kondisi yang kami saksikan sangat memprihatinkan, Kapasitas kapal yang terbatas harus menampung penumpang dalam jumlah yang jauh lebih besar.
Akibatnya, banyak penumpang terpaksa berada di emperan dan ruang-ruang yang tidak layak untuk perjalanan laut dalam waktu yang panjang.
Ironisnya lagi, terdapat anak-anak yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, bahkan ada penumpang yang sampai tumbang, Kondisi seperti ini seharusnya menjadi perhatian utama karena menyangkut keselamatan, kesehatan, martabat dan hak dasar manusia.
Kami juga menerima dan menyaksikan keluhan mengenai persoalan tiket dan tempat duduk, Ada penumpang yang telah memiliki tiket dan tempat duduk, ada yang memiliki tiket tetapi tidak memperoleh tempat duduk, dan ada pula penumpang yang belum mendapatkan tiket secara resmi, Kami meminta agar seluruh persoalan tersebut diperiksa secara terbuka oleh pihak yang berwenang. Beber Wakano
Pasalnya" Apabila benar terjadi pungutan tambahan, tekanan, pemaksaan pembayaran, atau ancaman terhadap penumpang yang tidak mampu membayar sejumlah uang tertentu, maka hal tersebut harus segera diselidiki secara hukum. Tegas Wakano
Tidak boleh ada seorang pun, terlebih anak-anak, diperlakukan secara tidak manusiawi hanya karena berada dalam posisi sebagai penumpang yang membutuhkan pelayanan transportasi. Sebutnya
Wakano menambahkan" Kami tidak bermaksud menggeneralisasi atau menuduh seluruh awak kapal, Kami meminta agar fakta sebenarnya diperiksa secara objektif, Jika ditemukan pelanggaran oleh oknum maupun pihak yang bertanggung jawab, maka harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
SERUAN KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Dengan segala hormat, kami meminta perhatian Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, agar persoalan ini tidak dianggap sebagai persoalan kecil.
Kami memohon agar Presiden memerintahkan kementerian/lembaga terkait untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pelayanan penumpang KM Ngapulu, termasuk aspek kapasitas angkut, penjualan dan pemeriksaan tiket, keselamatan penumpang, kesehatan anak-anak Pramuka, serta dugaan pungutan atau tindakan yang merugikan penumpang harus ditindak tegas dan bila perlu dihentikan. Ujarnya
Kami juga meminta agar PT PELNI dan pihak-pihak yang bertanggung jawab melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan KM Ngapulu dan memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran.
KAMI BUKAN BINATANG, KAMI ADALAH RAKYAT INDONESIA
Kami orang Maluku dan masyarakat Indonesia Timur adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kami mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik yang aman, layak, bermartabat dan manusiawi.
Jangan karena kami berada jauh dari pusat pemerintahan lalu kami diperlakukan seolah-olah tidak memiliki hak.
Lebih tegas Wakano mengungkapkan" Di atas kapal ini terdapat anak-anak bangsa Indonesia yang sedang membawa nama Pramuka Indonesia menuju Jambore 2026.
Mereka bukan sekadar penumpang, Mereka adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan pelayanan terbaik.
Kami berharap pemerintah hadir bukan hanya ketika rakyat membutuhkan suara politik, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan perlindungan dan pelayanan nyata.
Jangan sampai pengalaman buruk seperti ini menumbuhkan rasa kecewa dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara.
Kami menyerukan kepada seluruh pihak agar persoalan ini diselesaikan secara cepat, terbuka, manusiawi dan bertanggung jawab, termasuk lembaga Legislatif sebagai wakil rakyat kami minta melihat hal ini, dan ambil langkah.
Negara harus hadir, Pemerintah harus melindungi rakyat, Anak-anak Pramuka harus dijaga, Penumpang harus dilayani secara manusiawi, Dan setiap dugaan pelanggaran harus diperiksa secara menyeluruh. Pungkasnya (Rdks)


