Tak Hanya Muslim, Pengunjung Kagum DUDU BACARITA Deng Habib’s Hadirkan Ruang untuk Semua - globaltimurnn.com



Minggu, 16 Agustus 2026

Tak Hanya Muslim, Pengunjung Kagum DUDU BACARITA Deng Habib’s Hadirkan Ruang untuk Semua


Ambon
, Globaltimurnn.com – Suasana hangat dan penuh makna terasa dalam kegiatan DUDU BACARITA Deng Habib’s Episode 6 bertajuk “Catatan Hati Anak yang Runtuh”. Bukan hanya menghadirkan tausiah dan ruang refleksi, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang penuh kedamaian.


Salah satu pengunjung yang enggan menyebutkan namanya mengaku bersyukur dapat hadir dan mengikuti kegiatan yang menghadirkan Ustadz Fatih Karim bersama Habib Rifqi Alhamid tersebut.


Baginya, kegiatan itu memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satunya karena peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan Muslim, tetapi juga terdapat masyarakat non-Muslim yang turut menikmati suasana dan rangkaian kegiatan.


“Yang saya lihat dari kegiatan seperti ini, yang istimewanya adalah yang hadir di sini bukan hanya Muslim, tetapi non-Muslim juga. Itu yang membuat saya terkagum-kagum,” ujarnya.


Menurutnya, keberagaman yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang menarik. Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, sebuah kegiatan yang mampu menghadirkan ruang kebersamaan dinilai memiliki nilai tersendiri.


Ia pun berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di Ambon. Menurutnya, masyarakat membutuhkan lebih banyak ruang untuk mendapatkan inspirasi, memperkuat karakter, sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan.


“Harapan saya, kegiatan-kegiatan seperti ini nantinya bisa diadakan lagi,” katanya.


Selain mengapresiasi konsep kegiatan, pengunjung tersebut juga menilai harga voucher masuk yang diberlakukan masih tergolong terjangkau.


Namun, baginya, persoalan harga bukanlah hal utama. Kesempatan untuk hadir secara langsung dan mendapatkan pengalaman dari kegiatan tersebut jauh lebih berharga.


“Menurut saya, harga voucher masuk segitu masih terlalu minim. Tapi bagi saya, harga berapa pun itu tidak terlalu penting. Yang penting adalah kesempatan bisa hadir di kegiatan seperti ini,” ungkapnya.


Ia mengaku memiliki kekaguman tersendiri terhadap Ustadz Fatih Karim dan istrinya. Selama ini, ia hanya mengenal dan mengikuti aktivitas mereka melalui media sosial. Karena itu, kesempatan bertemu dan menyaksikan secara langsung menjadi pengalaman yang sangat berkesan.


“Saya sangat fans dengan Ustadz Fatih Karim bersama istri. Selama ini hanya melihat melalui media sosial, dan di kesempatan ini bisa melihat langsung,” tuturnya.


Lebih jauh, ia mengaku tema yang diangkat dalam DUDU BACARITA Deng Habib’s Episode 6 sangat menyentuh dirinya.


Tema “Catatan Hati Anak yang Runtuh” dinilai begitu dekat dengan realitas kehidupan saat ini, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi persoalan, memiliki luka batin, atau tengah berusaha bangkit dari berbagai pengalaman hidup.


“Terus terang, saya sangat bersyukur bisa mengikuti salah satu episode yang dilakukan oleh Ustadz Fatih Karim dan Habib Rifqi. Apalagi ditambah dengan temanya yang sangat luar biasa,” ujarnya.


Menurutnya, tema tersebut seolah menggambarkan kondisi yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat.


“Catatan Hati Anak yang Runtuh seakan-akan sesuai dengan realita yang sedang terjadi saat ini. Menurut saya, memang benar-benar dibutuhkan untuk orang-orang yang sebenarnya punya luka dan ingin sembuh. Itu yang sangat menyentuh bagi saya,” katanya.


Ia menilai, kajian seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk seseorang berhenti sejenak, melihat kembali dirinya, dan menemukan dorongan untuk memperbaiki kehidupan.


Baginya, pesan-pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda maupun masyarakat untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan cara berpikir yang lebih positif.


Ia pun berharap kegiatan serupa dapat kembali hadir dengan tema-tema yang relevan dan menyentuh persoalan masyarakat.


“Saya berharap ke depannya bisa mengikuti kembali kajian-kajian seperti ini, dengan tema-tema luar biasa yang bisa membangun kepribadian pemuda ataupun pemudi, masyarakat, untuk berpikir lebih baik lagi dan bisa membangun diri sendiri,” harapnya.


Bagi pengunjung tersebut, DUDU BACARITA Deng Habib’s bukan sekadar sebuah kegiatan atau kajian. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk bertemu, belajar, merenung, dan menemukan kembali harapan.


Di tengah kehidupan yang terkadang membuat seseorang merasa lelah dan terluka, pesan-pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa setiap luka selalu memiliki jalan untuk disembuhkan, dan setiap hati yang pernah runtuh masih memiliki kesempatan untuk kembali bangkit. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT