Ambon, Globaltimurnn.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kali ini, Rutan Ambon menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon untuk menyelenggarakan pelatihan keterampilan pengelasan dan meubelair sebagai bekal kerja bagi warga binaan setelah bebas nanti.
Pelatihan yang resmi dibuka pada Senin (03/08/2026) itu berlangsung di Aula Rutan Kelas IIA Ambon. Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas Rutan. Hadir pula Ferdinandus R. Sampe, ST., selaku Subkoordinator Penyelenggara BPVP Ambon beserta tim sebagai mitra pelaksana pelatihan.
Program ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Rutan Ambon dan BPVP Ambon dalam mendukung pembinaan berbasis keterampilan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Selama mengikuti pelatihan, peserta akan memperoleh pembelajaran teori dan praktik di bidang pengelasan, mulai dari teknik dasar, penggunaan peralatan kerja, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selain itu, mereka juga akan dibekali keterampilan membuat berbagai produk berbahan logam yang memiliki nilai ekonomi.
Di bidang meubelair, warga binaan akan mempelajari teknik pengolahan kayu menjadi berbagai jenis furnitur dan perabot rumah tangga. Keterampilan tersebut diharapkan mampu menjadi modal usaha maupun peluang kerja ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, mengatakan bahwa pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental, tetapi juga membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
"Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan bekal keterampilan yang benar-benar bermanfaat. Harapannya, setelah bebas nanti mereka memiliki kemampuan untuk bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri sehingga dapat hidup mandiri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama," ujarnya.
Jefry juga mengapresiasi dukungan BPVP Ambon yang terus bersinergi dalam menghadirkan pelatihan vokasi bagi warga binaan. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam menciptakan program pembinaan yang berkualitas dan berdampak nyata.
Sementara itu, Subkoordinator Penyelenggara BPVP Ambon, Ferdinandus R. Sampe, ST., menegaskan komitmen pihaknya untuk memberikan pelatihan berbasis kompetensi melalui instruktur yang berpengalaman sehingga peserta memperoleh keterampilan sesuai standar dunia kerja.
"Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Keterampilan yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas hidup setelah kembali ke masyarakat," katanya.
Salah satu peserta pelatihan, warga binaan berinisial A.N. Onco, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mempelajari keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan sebagai modal mencari nafkah setelah menyelesaikan masa pidana.
"Saya berterima kasih kepada Rutan Ambon dan BPVP Ambon atas kesempatan ini. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat menjadi bekal untuk bekerja dan menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat," ungkapnya.
Melalui pelatihan pengelasan dan meubelair ini, Rutan Kelas IIA Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas warga binaan. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan mampu menjadi bekal bagi mereka untuk hidup lebih mandiri, produktif, serta berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan. (Za)
