Rutan Ambon Beri Premi Bagi Warga Binaan Barbershop, Apresiasi Kerja Keras dan Bekal Menuju Kemandirian - globaltimurnn.com

Rabu, 05 Agustus 2026

Rutan Ambon Beri Premi Bagi Warga Binaan Barbershop, Apresiasi Kerja Keras dan Bekal Menuju Kemandirian


Ambon
, Globaltimurnn.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan. Melalui program Barbershop Rutan Ambon, para warga binaan yang aktif memberikan layanan pangkas rambut memperoleh premi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, produktivitas, dan keterampilan yang mereka tunjukkan selama mengikuti program pembinaan, Rabu (05/08/2026).


Program Barbershop menjadi salah satu pembinaan kemandirian unggulan di Rutan Ambon. Selain membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang jasa pangkas rambut, program ini juga memberikan pengalaman kerja yang dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.


Sepanjang bulan ini, sebanyak 58 warga binaan telah memanfaatkan layanan Barbershop Rutan Ambon. Tingginya jumlah pengguna menjadi bukti bahwa layanan tersebut mendapat respons positif sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kemampuan para warga binaan yang terlibat.


Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, mengatakan bahwa pemberian premi bukan sekadar bentuk imbalan, tetapi merupakan penghargaan atas semangat belajar, kerja keras, dan tanggung jawab yang ditunjukkan warga binaan.


"Premi yang diberikan bukan hanya bernilai materi, tetapi menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan keterampilan yang terus mereka kembangkan. Kami berharap penghargaan ini dapat memotivasi warga binaan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri ketika kembali ke masyarakat," ujar Jefry.


Senada dengan itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Rido, menilai program Barbershop tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter positif bagi warga binaan.


Menurutnya, melalui aktivitas tersebut warga binaan dilatih untuk memiliki disiplin, tanggung jawab, ketelitian, serta etika dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.


"Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri setelah selesai menjalani masa pidana," jelas Rido.


Salah satu penerima premi, warga binaan berinisial A.N. Glen, mengaku bersyukur atas kepercayaan dan penghargaan yang diberikan oleh pihak Rutan Ambon. Kesempatan menjadi tukang cukur, menurutnya, tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri untuk menatap masa depan yang lebih baik.


"Saya berterima kasih kepada pihak Rutan Ambon yang telah memberikan kesempatan sekaligus apresiasi kepada kami. Program Barbershop membuat saya terus belajar, bertanggung jawab dalam bekerja, dan semakin termotivasi untuk memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat," ungkap Glen.


Melalui pembinaan yang produktif disertai pemberian premi sebagai bentuk penghargaan, Rutan Kelas IIA Ambon terus berupaya menciptakan warga binaan yang terampil, percaya diri, dan memiliki daya saing. Program pembinaan kemandirian seperti Barbershop diharapkan terus berkembang sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap berkarya, mandiri, serta memberikan kontribusi positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT