SBB, globaltimurnn.com – Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program prioritas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dalam hal ini para peserta PIP mendapatkan bantuan dana dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Melalui program ini pemerintah berharap angka putus sekolah di Indonesia umumnya dan khususnya di Kabupaten Seran Bagian Barat bisa menurun secara drastis.
Pasalnya, KIP bisa dibilang kartu sakti yang dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya secara gratis dari usia 6-21 tahun.
Tidak hanya itu, KIP juga ditujukan untuk membantu meringankan biaya personal pendidikan seperti baju sekolah hingga alat tulis, mencegah siswa agar tidak putus sekolah serta membantu siswa yang berhenti sekolah agar bisa kembali menimba ilmu.
Namun sangat disayangkan, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, sebaliknya menyengsarakan Siswa maupun wali murid, pasalnya, kucuran dana PIP Tahun dari tahun 2014 belum sama sekali disalurkan kepada penerima bantuan, hal ini disampaikan salah satu orang tua murid yang enggan namanya dimediakan dari SD Tanah Goyang tersebut kepada sejumlah awak media diambon sore tadi lewat pesan whatsaap-nya
Hal ini di ketahui oleh semua dewan guru namuan karena pernah mengancam dengan bahasa "kalau kalian buka mulut maka saya akan melaporkan kalian dengan beberapa masalah yang kalian hadapi" sehingga semua guru menjadi takut untuk buka suara, bendahara sekolah pun tak bisa berbuat apa-apa, yang diketahui-nya hanyalah pencairan selanjutnya dana tersebut di ambil langsung oleh kepala Sekolah. Sambungnya
Dalam penjelasan-nya sumber yang di dampingi sejumlah siswa SD Tanah Goyang itu, mengatakan“ penyaluran dana PIP Tahun 2014 tidak diterima siswa bahkan hingga sampai pada tahun 2026 ini.
Ironisnya buku tabungan ada namun hanya buku tabungan yang di pegang wali murid namun uangnya sampai para siswa kelas VI lulus dari SD tersebut Uangnya tidak kunjung ada.
Komite juga tidak pernah di libatkan dalam kegiatan apapun, bahkan terkait anggaran apa saja pun tidak diketahui oleh komite. Jelas sumber seraya menutup percakapan-nya via pesan whatsaap
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SD Tanah Goyang belum bisa dihubungi. (Rdks)
