Ambon, Globaltimurnn.com – Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., memastikan kondisi keamanan di Negeri Tuhaha dan Negeri Administratif (ADM) Mahu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, telah kembali kondusif pascainsiden penganiayaan yang menewaskan seorang warga.
Kepastian tersebut disampaikan Kapolresta usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian dan bertemu dengan pemerintah negeri, tokoh masyarakat, serta keluarga korban guna memastikan situasi tetap terkendali sekaligus meredam potensi gangguan keamanan.
Kapolresta menegaskan, terduga pelaku telah berhasil diamankan dan saat ini menjalani proses hukum di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
"Memang sempat terjadi insiden di wilayah Negeri Tuhaha. Namun situasi saat ini sudah dapat kami kendalikan. Pelaku juga telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Untuk menjaga situasi tetap aman, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menerjunkan personel gabungan bersama Polsek Saparua. Pengamanan dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat pascakejadian.
Selain memperkuat pengamanan, Kapolresta juga menggelar koordinasi bersama Raja Negeri Tuhaha, Saniri Negeri, serta jajaran Pemerintah Negeri Tuhaha. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik.
Koordinasi serupa juga dilakukan dengan Raja Negeri ADM Mahu. Kedua pemerintah negeri sepakat menjaga hubungan persaudaraan yang selama ini terjalin baik serta menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
"Kami sepakat pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga situasi yang sudah kondusif. Jangan sampai tindakan oknum tertentu merusak hubungan persaudaraan yang selama ini terjalin baik. Persoalan pribadi jangan dibawa menjadi persoalan antarwarga maupun antarnegeri," tegasnya.
Ia menambahkan, kepolisian bersama pemerintah negeri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Pulau Saparua agar aktivitas masyarakat dapat berjalan normal dalam suasana yang aman, damai, dan harmonis.
Sebagai bentuk kepedulian dan empati, usai melakukan pertemuan bersama pemerintah Negeri Tuhaha dan Negeri ADM Mahu beserta Saniri Negeri masing-masing, Kapolresta bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi rumah duka korban.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolresta berharap seluruh masyarakat tetap menahan diri, mempercayakan penanganan perkara kepada kepolisian, serta terus menjaga nilai-nilai persaudaraan yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat di Pulau Saparua. (Za)



