Ambon, Globaltimurnn.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kali ini, melalui kegiatan pembuatan sistem pembuangan asap dapur, warga binaan dibekali keterampilan konstruksi sederhana yang tidak hanya bermanfaat selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi modal saat kembali ke masyarakat.
Program yang berlangsung pada Kamis (16/07/2026) itu merupakan bagian dari bimbingan kerja yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus mendukung peningkatan sarana dan prasarana di lingkungan Rutan Ambon.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan didampingi langsung oleh petugas mulai dari tahap pengukuran lokasi, penyusunan desain, pemotongan material, pemasangan instalasi hingga proses penyelesaian akhir (finishing). Hasilnya, sistem pembuangan asap dapur yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan sirkulasi udara sehingga aktivitas memasak menjadi lebih aman dan nyaman.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry R. Persulessy, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam rutan tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pengembangan keterampilan yang memiliki nilai guna.
"Kami memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus mengembangkan keterampilan melalui berbagai kegiatan kerja yang produktif. Pembuatan sistem pembuangan asap dapur ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian mampu menghasilkan keterampilan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan Rutan. Harapannya, bekal yang mereka peroleh dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Jefry.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja Rutan Kelas IIA Ambon, Ode Ena, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan vokasional yang terus dikembangkan guna meningkatkan kompetensi kerja warga binaan.
Menurutnya, selain mengasah kemampuan teknis, kegiatan tersebut juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, ketelitian, serta kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan pekerjaan.
"Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar menerapkan keterampilan secara langsung dalam pekerjaan yang bermanfaat. Mereka juga dibiasakan menjaga kualitas hasil pekerjaan dan menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab sebagai bekal saat kembali ke masyarakat," jelas Ode Ena.
Salah seorang warga binaan yang terlibat, Safril, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Ia menilai pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk kehidupan setelah bebas nanti.
"Saya senang bisa ikut mengerjakan sistem pembuangan asap dapur ini. Kami belajar mulai dari pengukuran, pemasangan material hingga bekerja sama agar hasilnya sesuai harapan. Pengalaman ini menjadi keterampilan baru yang semoga bermanfaat ketika saya kembali ke masyarakat," ungkapnya.
Melalui berbagai program pembinaan kemandirian, Rutan Kelas IIA Ambon terus berkomitmen menghadirkan kegiatan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu mencetak warga binaan yang lebih mandiri, memiliki keterampilan kerja, serta siap berkontribusi secara positif setelah kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan. (Za)
