𝐌𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫𝐢 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐮𝐛𝐞𝐬 𝐓𝐢𝐨𝐧𝐠𝐤𝐨𝐤 𝐓𝐢𝐧𝐣𝐚𝐮 𝐏𝐓 𝐍𝐈𝐂𝐎: 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐒𝐢𝐚𝐩 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐏𝐚𝐛𝐫𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐥𝐚𝐩𝐚 𝐁𝐚𝐫𝐮 𝐒𝐞𝐫𝐚𝐩 𝟐𝟎.𝟎𝟎𝟎 𝐓𝐞𝐧𝐚𝐠𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚 - globaltimurnn.com

Rabu, 03 Juni 2026

𝐌𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫𝐢 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐮𝐛𝐞𝐬 𝐓𝐢𝐨𝐧𝐠𝐤𝐨𝐤 𝐓𝐢𝐧𝐣𝐚𝐮 𝐏𝐓 𝐍𝐈𝐂𝐎: 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐒𝐢𝐚𝐩 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐏𝐚𝐛𝐫𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐥𝐚𝐩𝐚 𝐁𝐚𝐫𝐮 𝐒𝐞𝐫𝐚𝐩 𝟐𝟎.𝟎𝟎𝟎 𝐓𝐞𝐧𝐚𝐠𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚

Foto : 𝐌𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫𝐢 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐮𝐛𝐞𝐬 𝐓𝐢𝐨𝐧𝐠𝐤𝐨𝐤 𝐓𝐢𝐧𝐣𝐚𝐮 𝐏𝐓 𝐍𝐈𝐂𝐎: 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐒𝐢𝐚𝐩 𝐁𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧 𝐏𝐚𝐛𝐫𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐥𝐚𝐩𝐚 𝐁𝐚𝐫𝐮 𝐒𝐞𝐫𝐚𝐩 𝟐𝟎.𝟎𝟎𝟎 𝐓𝐞𝐧𝐚𝐠𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚 

𝐓obelo
, Globaltimurnn.com – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Dr. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, S.H., M.A., bersama Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, dan rombongan resmi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Selasa (3/6/2026). Kedatangan rombongan yang mendarat menggunakan pesawat Cessna Citation Longitude (C700) bernomor registrasi PK-CCA di Bandara Kuabang Kao ini bertujuan meninjau pengembangan kawasan transmigrasi sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya di sektor industri pengolahan kelapa.

 

Rombongan pejabat tinggi negara dan mitra investasi asing ini disambut langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., Ketua DPRD Christina Lesnusa, serta jajaran Forkopimda, pimpinan instansi terkait, dan manajemen PT Natural Indococonut Organik (PT. NICO).

 

Setibanya di bandara pukul 09.30 WIT,  rombongan langsung bergerak lewat jalur darat menuju lokasi PT NICO di Desa Kupa-Kupa Selatan, Kecamatan Tobelo Selatan. Sesampainya di lokasi sekitar pukul 10.55 WIT, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area produksi untuk melihat proses pengolahan kelapa, sebelum kemudian menggelar konferensi pers dan pertemuan tertutup di ruang rapat perusahaan.

 

Dalam keterangannya, Menteri Transmigrasi menyampaikan bahwa pemerintah pusat melihat potensi ekonomi yang sangat besar di Halmahera Utara, terutama melalui industri hilirisasi kelapa. Ia mengungkapkan rencana strategis pembangunan pabrik baru dengan kapasitas produksi dua kali lebih besar dari fasilitas yang ada saat ini.

 

"Kami menargetkan pabrik baru ini mampu mengolah sekitar 570 juta butir kelapa setiap tahun dan berpotensi membuka lapangan kerja bagi sekitar 20.000 warga. Hal ini sangat relevan mengingat kebutuhan pasar Tiongkok saja mencapai 3 miliar butir kelapa per tahun, belum lagi permintaan dari negara lain seperti Swedia, Bangladesh, hingga Kanada," ujar Menteri Iftitah.

 

Pemerintah pusat berkomitmen penuh mendukung pengembangan ini, termasuk melalui pembenahan infrastruktur jalan produksi yang telah disiapkan pemerintah daerah sepanjang lebih dari 200 kilometer, serta mendorong pembangunan terminal khusus agar produk dapat diekspor langsung dari Halmahera Utara tanpa harus dialihkan ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

 


Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji potensi pemanfaatan limbah pengolahan, khususnya sabut kelapa, sebagai sumber energi terbarukan untuk mendukung pasokan listrik daerah. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden dalam Asta Cita untuk mewujudkan ketahanan pangan dan ekonomi yang terintegrasi.

 

Menteri juga menegaskan bahwa investasi dari Tiongkok maupun negara lain tidak perlu dipandang sebagai isu sensitif, selama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Yang terpenting adalah manfaatnya dirasakan warga lokal. Oleh karena itu, pembinaan dan pelatihan tenaga kerja harus terus diperkuat agar masyarakat siap berpartisipasi dan mendapatkan keuntungan maksimal," tambahnya.

 

Sementara itu, Duta Besar Tiongkok, Wang Lutong, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap pengembangan investasi di Halmahera Utara. Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain untuk turut berinvestasi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu upaya pengentasan kemiskinan.

 

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mengapresiasi perhatian besar pemerintah pusat dan mitra internasional terhadap potensi daerahnya. Ia menegaskan Pemprov akan terus menjamin iklim investasi yang kondusif dan mendorong hilirisasi komoditas unggulan demi kesejahteraan rakyat.

 

Senada dengan itu, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memiliki peraturan daerah khusus terkait hilirisasi kelapa guna memastikan nilai tambah ekonomi tetap bertahan di daerah. Pihaknya juga berkomitmen mendukung penuh operasional PT NICO serta pengembangan pabrik tahap kedua agar seluruh potensi kelapa di wilayah ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, tanpa ada limbah yang terbuang sia-sia. (𝐆𝐈𝐎).

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT