globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 17 September 2026

Sejumlah Pejabat Di Polres SBB Berganti, Kapolres SBB Tekankan Utamakan Soliditas Dalam Pengabdian

September 17, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Pergantian sejumlah pejabat di lingkungan Polres Seram Bagian Barat menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan meningkatkan pelaksanaan tugas kepolisian. Hal tersebut disampaikan Kapolres SBB AKBP Refindo Pradipta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., saat memimpin upacara serah terima jabatan, pelantikan dan acara kenal pamit di Aula Bhayangkara Polres SBB, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan tersebut meliputi serah terima jabatan Kapolsek Kairatu dan Kasat Polairud serta pelantikan Kasihumas dan Kasikum Polres SBB. Jabatan Kapolsek Kairatu diserahterimakan dari AKP Esau M. Masbaitubun kepada IPTU Arthur Margo Serhalawan, S.H., M.H., sementara Kasat Polairud dari IPDA Stenly Telussa kepada IPTU P. Nodje Souhoka. Dalam kesempatan yang sama, AKP Esau M. Masbaitubun dilantik sebagai Kasihumas Polres SBB dan AKP Sjafrudin Achmad sebagai Kasikum Polres SBB.


Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara kenal pamit yang diisi penyampaian pesan dan kesan pejabat lama serta perkenalan pejabat baru. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dilanjutkan dengan pemberian cenderamata kepada pejabat lama.


Kapolres SBB menyampaikan terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian dan dedikasi selama bertugas di wilayah hukum Polres SBB, sekaligus menyampaikan selamat datang kepada pejabat yang baru.


“Terima kasih kepada pejabat lama atas baktinya di Bumi Saka Mese Nusa dan selamat datang untuk pejabat baru,” ujar Kapolres.


Kepada pejabat baru, Kapolres meminta agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas masing-masing. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik masyarakat dan situasi yang berbeda sehingga diperlukan kemampuan beradaptasi.


“Saya berharap rekan-rekan bisa cepat menyesuaikan. Apa yang sudah dilakukan pejabat sebelumnya agar dilanjutkan dan ditingkatkan, karena ke depan tantangan Polri semakin meningkat,” katanya.


Kapolres juga menekankan pentingnya kebersamaan dan kerja sama dalam pelaksanaan tugas. Ia meminta seluruh personel untuk saling membantu dan melengkapi, termasuk dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui komunikasi langsung maupun media sosial.


“Tidak ada yang bisa melaksanakan tugasnya sendiri. Kita harus saling membantu dan saling melengkapi dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres SBB Kompol Pieter F. Matahelemual, S.H., M.H., para Pejabat Utama Polres SBB, para Kapolsek dan personel Polres SBB, serta sejumlah pejabat lainnya, di antaranya Kabag Ren AKP Ibrahim Lestaluhu, S.Sos., Kasat Lantas AKP Jacob Runtuthomas, S.Pd.K., dan Kasi Propam IPTU Simon B. Ajawaila. (Rdks) 

Selengkapnya

Rabu, 16 September 2026

Kodaeral IX Terima Tim Itjen Kemhan RI, Perkuat Pengawasan Pembangunan Infrastruktur

September 16, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX memperkuat komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas pembangunan melalui kunjungan kerja Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan (Itjen Kemhan) RI di Mako Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, Maluku, Kamis (17/9/2026).


Kunjungan tersebut diterima Inspektur Kodaeral IX, Kolonel Mar Eko Priyo Handoyo, mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan infrastruktur dan fasilitas dinas di lingkungan Kodaeral IX.


Dalam kesempatan tersebut, Ir Kodaeral IX didampingi Aslog Dankodaeral IX, Irben Inspektorat Kodaeral IX, Kadisbek Kodaeral IX, Kadisfaslan Kodaeral IX, Koorsmin Kodaeral IX, serta Paur Data Fasjas Kodaeral IX.


Sementara itu, Tim Itjen Kemhan RI Wilayah Ambon dipimpin Kolonel Cpm Sihol MP Tambunan, didampingi Sekretaris Tim Kolonel Cba Rinaldo Sinaga, S.T., Kolonel Laut Bambang Joko Priyanto, serta pendamping dari Puskon, Bambang Ismanto.


Ir Kodaeral IX menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Tim Itjen Kemhan RI dalam melaksanakan fungsi pengawasan terhadap program pembangunan di lingkungan Kodaeral IX.


Menurutnya, pengawasan secara berkelanjutan diperlukan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai ketentuan, standar, dan regulasi yang berlaku.


“Seluruh sarana penunjang yang dibangun tidak hanya harus memiliki kualitas yang andal, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan demi mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan profesional,” tegasnya. 


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas yang telah dibangun, di antaranya satu unit rumah tipe 175 dan lima unit rumah tipe 120 di lingkungan Kodaeral IX.


Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, Tim Itjen Kemhan RI memberikan apresiasi terhadap hasil pembangunan tersebut. Aspek mutu konstruksi, kerapian pengerjaan, kesesuaian material, serta ketepatan waktu pelaksanaan menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam pemeriksaan.


Sinergi antara Kodaeral IX dan Itjen Kemhan RI melalui kegiatan pengawasan ini diharapkan dapat memastikan pembangunan fasilitas dan infrastruktur berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata dalam mendukung kesiapan operasional dan kesejahteraan personel TNI AL di wilayah kerja Kodaeral IX. (Rdks) 

Selengkapnya

Kodaeral IX Perkuat Sinergi Transportasi, Dukung Keselamatan dan Konektivitas Maluku

September 16, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi, khususnya transportasi laut di wilayah Maluku.


Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Staf Ahli (Sahli) C Pok Sahli Kodaeral IX, Letkol Laut (T) Muh. Qomarodin, S.T., mewakili Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., pada Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Ambon, Waihaong, Kota Ambon, Kamis (17/9/2026).


Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, peringatan Harhubnas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas antarpulau, meningkatkan keselamatan transportasi, serta mendorong efisiensi sistem logistik nasional. 


Hal tersebut memiliki arti penting bagi Maluku sebagai wilayah kepulauan yang konektivitas antardaerahnya sangat bergantung pada transportasi laut.


Upacara dipimpin Wakil Gubernur Maluku H. Abdullah Vanath selaku inspektur upacara dan diikuti ratusan peserta dari unsur TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Maluku, Kementerian Perhubungan, BUMN sektor transportasi, serta instansi terkait lainnya.


Dalam amanat Menteri Perhubungan RI yang dibacakan Wakil Gubernur Maluku, ditegaskan bahwa keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi prioritas seluruh pemangku kepentingan. 


Penguatan aksesibilitas di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) juga menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional. Amanat tersebut turut menekankan pentingnya percepatan integrasi antarmoda, pemanfaatan teknologi melalui transformasi digital, serta penguatan budaya keselamatan secara berkelanjutan. 


Penetapan September sebagai Bulan Keselamatan Transportasi diharapkan semakin mendorong kesadaran dan partisipasi seluruh pihak dalam mewujudkan transportasi yang aman dan berkeselamatan.


Bagi Kodaeral IX, keikutsertaan dalam peringatan Harhubnas 2026 menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan koordinasi lintas sektor. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung terciptanya keamanan maritim, keselamatan pelayaran, serta konektivitas transportasi laut yang semakin baik di wilayah Maluku.


Melalui sinergi yang kuat antara TNI AL, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, berbagai tantangan transportasi di wilayah kepulauan diharapkan dapat dihadapi secara terpadu demi mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik di Maluku. (Rdks) 

Selengkapnya

Karya Kreatif Warga Binaan Rutan Ambon, Batok Kelapa Disulap Jadi Cendera Mata Bernilai

September 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon, kreativitas terus tumbuh melalui berbagai program pembinaan kemandirian. Bahan sederhana yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah pun dapat berubah menjadi karya bernilai seni di tangan warga binaan.


Salah satunya melalui pemanfaatan batok kelapa yang diolah menjadi berbagai cendera mata menarik dan memiliki nilai guna, Kamis (17/09/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Ambon memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi, menyalurkan kreativitas, sekaligus membangun keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.


Proses pembuatan cendera mata dilakukan secara langsung oleh warga binaan. Mereka terlibat mulai dari mempersiapkan bahan, membersihkan batok kelapa, memotong dan membentuknya sesuai kebutuhan, hingga proses penghalusan serta penyelesaian akhir.


Setiap tahapan membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dari proses sederhana tersebut, batok kelapa yang sebelumnya tidak banyak memiliki nilai ekonomi kemudian diubah menjadi kerajinan yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah.


Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, mengatakan pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, kegiatan produktif seperti pembuatan kerajinan dapat menjadi sarana untuk menggali potensi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.


Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki. Batok kelapa yang sederhana dapat diolah menjadi cendera mata yang memiliki nilai seni dan manfaat. Harapannya, keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal positif bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat, ujar Meta.


Ia menjelaskan, pembinaan kemandirian tidak semata-mata diarahkan agar warga binaan mampu menghasilkan sebuah produk. Lebih dari itu, setiap kegiatan menjadi bagian dari proses membangun karakter dan sikap positif.


Disiplin, ketekunan, kreativitas, tanggung jawab, serta kemauan untuk terus belajar menjadi nilai yang turut ditanamkan melalui kegiatan tersebut.


Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan diharapkan tidak berhenti di dalam Rutan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah bebas.


Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja Rutan Ambon, Ode Ena, mengatakan pembuatan cendera mata berbahan batok kelapa merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus didorong.


Menurutnya, pemanfaatan bahan sederhana menjadi produk kerajinan membuktikan bahwa warga binaan memiliki potensi dan kreativitas yang dapat dikembangkan apabila diberikan ruang dan kesempatan.


“Kami terus memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan kerja yang produktif. Batok kelapa yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi berbagai kerajinan yang memiliki nilai seni dan nilai guna. Proses ini juga mengajarkan warga binaan untuk bekerja dengan teliti, sabar, dan bertanggung jawab. Kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Ode Ena.


Bagi warga binaan, kegiatan tersebut bukan hanya tentang menghasilkan sebuah kerajinan. Ada pengalaman baru dan proses belajar yang memberi makna tersendiri.


Salah satu warga binaan yang terlibat, Onco, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh keterampilan baru. Menurutnya, proses mengubah batok kelapa menjadi sebuah karya membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar.


“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan keterampilan baru. Dari batok kelapa yang sederhana ternyata bisa dibuat menjadi cendera mata yang menarik. Dalam proses pembuatannya kami harus teliti dan sabar agar hasilnya bagus. Semoga keterampilan yang kami dapatkan di sini bisa menjadi bekal dan dapat kami manfaatkan ketika sudah kembali ke masyarakat,” ungkap Onco.


Semangat pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Rutan Kelas IIA Ambon untuk menghadirkan kegiatan yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan.


Melalui semangat “PRIMA”, Rutan Ambon tidak hanya mendorong warga binaan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi modal ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.


Sebab, di balik sebuah batok kelapa yang sederhana, terdapat proses belajar tentang ketekunan, kreativitas, dan harapan untuk menata kembali masa depan. (Za)

Selengkapnya

Soya Diteror Kobaran Api, Damkar Ambon Tancap Gas dalam 8 Menit

September 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Malam di kawasan Soya, Kota Ambon, pada Rabu (16/09/2026), sempat diwarnai kepanikan setelah warga melaporkan adanya kebakaran lahan.


Informasi tersebut diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Ambon pada pukul 19.58 WIT. Laporan disampaikan oleh masyarakat melalui Ibu Cindy, warga Soya, RT 003/RW 01.


Tak menunggu waktu lama, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Mako dikerahkan untuk menangani kebakaran lahan tersebut.


Delapan menit setelah laporan diterima, tepat pada pukul 20.06 WIT, petugas Damkar tiba di lokasi.


Dalam suasana malam, personel kemudian melakukan penanganan terhadap titik api. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kobaran tidak meluas dan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali.


Penanganan berlangsung hingga sekitar satu jam. Petugas tidak hanya berupaya menghentikan kobaran api, tetapi juga memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.


Hingga akhirnya, pada pukul 21.00 WIT, situasi di lokasi dinyatakan aman.


Setelah memastikan kondisi benar-benar terkendali, personel Damkar Kota Ambon kemudian bergerak kembali menuju Pos Mako.


Peristiwa ini menjadi gambaran bagaimana kecepatan laporan masyarakat dan respons petugas pemadam memiliki peran penting ketika kebakaran terjadi. Dalam kondisi lahan yang terbakar, api dapat dengan cepat menjalar apabila tidak segera ditangani.


Dari laporan yang masuk pukul 19.58 WIT hingga petugas tiba pukul 20.06 WIT, tercatat waktu respons hanya delapan menit.


Di balik singkatnya waktu tersebut, ada kerja petugas yang harus bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Sirene kendaraan pemadam menjadi tanda bahwa penanganan segera dilakukan sebelum api berkembang menjadi lebih besar.


Malam itu, Soya kembali tenang setelah situasi dinyatakan aman. Sementara personel Damkar kembali ke Pos Mako untuk bersiaga menghadapi kemungkinan laporan berikutnya.


Kebakaran lahan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa laporan cepat dari masyarakat sangat penting. Sebab, ketika api mulai terlihat, setiap menit dapat menentukan seberapa jauh kobaran tersebut dapat dikendalikan. (Za)

Selengkapnya

50 Tahun Jemaat GPM Tuni, Menyalakan Pelita Pelayanan dan Kebersamaan di Tengah Masyarakat

September 16, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Lima puluh tahun bukan sekadar hitungan waktu. Di dalamnya tersimpan perjalanan panjang tentang iman, pelayanan, pengorbanan, kebersamaan, dan kesetiaan sebuah persekutuan gereja dalam melewati berbagai perubahan zaman.


Nuansa syukur dan sukacita itu terasa di tengah Jemaat GPM Kampung Tuni, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 atau Yubileum Emas, Rabu (16/09/2026).


Perayaan yang berlangsung di Gereja Betesda Kampung Tuni tersebut dengan mengusung tema “Melangkah Dalam Syukur, Menjadi Pelita yang Tetap Menyala bagi Kehidupan Bersama.”


Ibadah syukur menjadi bagian utama dalam perayaan tersebut. Seluruh warga Jemaat GPM Tuni bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan. Dengan Khotbah yang disampaikan oleh Pendeta W. A. Beresaby, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon, dan diwarnai puji-pujian yang dibawakan bersama oleh warga jemaat.


Perayaan semakin bermakna dengan kehadiran Camat Nusaniwe, Niel A. Wattimena, bersama istri yang juga Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Nusaniwe, Leny Wattimena. Dan juga serta di Dampingi Danramil 1504-06 Nusaniwe bersama istri dan Kapolsek Nusaniwe bersama istri.


Kehadiran Niel menjadi perhatian tersendiri karena ia baru dilantik sebagai Camat Nusaniwe pada 11 September 2026. Hanya lima hari setelah menerima amanah tersebut, ia memilih hadir langsung di Kampung Tuni.


Kedatangannya bukan semata menjalankan agenda pemerintahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi awal dengan masyarakat di wilayah yang kini menjadi bagian dari tanggung jawabnya.


Di tengah suasana perayaan, Niel bersama sang istri tampak menyatu dengan warga jemaat. Kehadiran tersebut menjadi gambaran awal komitmen pemerintah kecamatan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk menjangkau wilayah-wilayah yang memiliki tantangan tersendiri dalam hal akses dan mobilitas.


Dalam sambutannya, Niel mengaku bahwa kunjungannya tersebut merupakan kali pertama dirinya menginjakkan kaki di Kampung Tuni setelah dipercaya memimpin Kecamatan Nusaniwe.


“Ini merupakan pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Kampung Tuni. Walaupun saya merupakan anak negeri, baru kali ini saya berkesempatan hadir di tempat ini setelah dilantik oleh Wali Kota Ambon sebagai Camat Nusaniwe pada tanggal 11 September 2026,” ungkapnya.


Kesempatan tersebut sekaligus dimanfaatkannya untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat bersama Danramil dan Kapolsek Nusaniwe sebagai bagian dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nusaniwe.


Niel juga menyampaikan salam hormat dari Wali Kota Ambon Drs. Bodewin M. Wattimena, M. Si, kepada seluruh masyarakat dan Jemaat GPM Tuni yang tengah merayakan usia setengah abad.


Bagi Niel, usia 50 tahun merupakan sebuah perjalanan spiritual yang panjang. Yubileum Emas menjadi momentum untuk melihat kembali jejak pelayanan sekaligus menatap masa depan dengan semangat yang lebih kuat.


Ia mengajak seluruh warga jemaat memaknai perjalanan lima dekade tersebut dengan hati yang penuh syukur.


Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Melangkah dalam syukur berarti kita tidak boleh diam. Kita harus terus berjalan, bekerja, dan berjuang, walaupun perjalanan yang kita lalui tidak selalu mulus, katanya.


Ia mengingatkan agar kehidupan bersama tidak dipenuhi kebencian, dendam, maupun iri hati. Sebaliknya, setiap orang dipanggil untuk menjadi terang bagi sesama tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.


Menjadi “pelita”, kata Niel, berarti terus menghadirkan cahaya dalam kehidupan bersama, termasuk ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan dan tantangan.


Karena itu, momentum 50 tahun Jemaat GPM Tuni diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, tetapi menjadi titik tolak untuk memperkuat pelayanan, persekutuan, dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.


Lima puluh tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi merupakan bukti nyata dari kesetiaan, pengorbanan, dan kerja keras seluruh pelayan serta warga jemaat dalam membangun iman dan memelihara persekutuan di tengah berbagai tantangan zaman, ujarnya.


Niel memberikan apresiasi terhadap peran Jemaat GPM Tuni yang selama ini tidak hanya membangun kehidupan iman secara internal, tetapi juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat.


Menurutnya, gereja merupakan salah satu mitra penting pemerintah dalam menjaga kerukunan, merawat toleransi, membangun kebersamaan, serta mendukung berbagai upaya pembangunan.


Ia juga melihat Tuni memiliki kekuatan lain melalui potensi budaya masyarakat, termasuk seni dan musik yang turut memberikan warna bagi Kecamatan Nusaniwe.


Dalam kesempatan tersebut, Niel menitipkan tiga pesan kepada warga jemaat.


Pertama, meningkatkan kemandirian dan kepedulian. Usia 50 tahun harus menjadi batu loncatan bagi jemaat untuk semakin kuat dalam pelayanan sekaligus semakin peka terhadap berbagai pergumulan masyarakat.


Kedua, memperkuat sinergi antara jemaat dan pemerintah. Kerja sama diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan generasi muda, hingga kebersihan dan kelestarian lingkungan.


Ketiga, menjaga kedamaian wilayah. Jemaat diharapkan terus menjadi bagian dari kekuatan yang merajut kebersamaan, baik antarwarga gereja maupun dengan masyarakat yang berbeda keyakinan.


Ada satu hal yang secara khusus menarik perhatian Niel saat pertama kali datang ke Tuni, yakni kondisi akses jalan dan perjuangan masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Ia mengaku melihat langsung medan menuju wilayah tersebut yang tidak mudah. Namun, kondisi itu tidak mematahkan semangat warga untuk tetap bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.


Niel melihat jalan setapak dengan medan yang cukup sulit tetap menjadi akses penting bagi masyarakat untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.


"Saya melihat sendiri bagaimana kondisi jalan menuju ke wilayah ini. Dari atas sampai ke bawah, medannya cukup sulit. Namun, berkat adanya jalan setapak tersebut, warga masih dapat berjalan dan melakukan aktivitas. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa," tuturnya.


Ia juga menyoroti perjuangan para orang tua yang berjualan dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Bagi Niel, pemandangan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari angka maupun program. Pembangunan juga harus dilihat dari wajah masyarakat yang setiap hari berjuang mempertahankan kehidupan keluarganya.


Sebagai anak Negeri Urimessing, Niel mengaku memiliki ikatan emosional tersendiri dengan masyarakat di wilayah tersebut.


“Beta sebagai anak Negeri Urimessing merasa terpanggil untuk bersama-sama dengan Bapak-Ibu melakukan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.


Di hadapan warga jemaat, Niel menyadari bahwa tugas sebagai camat tidak mungkin dijalankan seorang diri.


Ia mengajak masyarakat, pemerintah negeri dan kampung, TNI, Polri, serta seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama membangun Kecamatan Nusaniwe.


Ia menegaskan bahwa dukungan dan kerja sama masyarakat merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.


Karena itu, seluruh warga diajak bergandengan tangan menjaga keamanan, kebersihan, dan lingkungan, sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan serta aspirasi masyarakat melalui koordinasi yang baik.


Kepala Kampung dan Raja juga diharapkan terus membangun komunikasi dengan pemerintah kecamatan agar berbagai kebutuhan masyarakat Tuni dapat diperjuangkan secara bersama-sama.


Niel turut mengajak masyarakat mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Ambon, termasuk 17 program prioritas Wali Kota Ambon, sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.


Setelah ibadah berlangsung dalam suasana penuh sukacita, perayaan dilanjutkan dengan resepsi syukuran bersama seluruh jemaat.


Momentum tersebut akhirnya bukan hanya menjadi perayaan atas usia 50 tahun sebuah jemaat, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara gereja, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.


Di tengah perjalanan menuju satu abad, Jemaat GPM Tuni kembali diingatkan bahwa gereja dipanggil bukan hanya untuk bertumbuh dalam iman, tetapi juga hadir dan melayani kehidupan.


Dan di tengah masyarakat Tuni yang terus berjuang melewati berbagai tantangan, pesan itu menemukan maknanya, melayani dengan tekun, berjalan dalam syukur, dan menjadi pelita yang tetap menyala bagi kehidupan bersama.


Menutup sambutannya, Niel menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Jemaat GPM Tuni yang memasuki usia setengah abad.


“Selamat ulang tahun yang ke-50 kepada Jemaat GPM Tuni. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa menyertai dan memberkati kita semua dalam setiap langkah dan perjuangan kita,” pungkasnya. (Za)

Selengkapnya

Inspektur Upacara Sekda E.J. Papilaya, Rangkaikan Peningkatan Prestasi Kerja dan HAORNAS ke-43 Tahun 2026

September 16, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka Peningkatan Prestasi Kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 17 September 2026, pukul 08.00 WIT, bertempat di Lapangan Upacara Pemda Halut, Jl. Ir. Hein Namotemo, MSP, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, M.TP, bertindak selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dijabat oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Yoris Maningelo, S.Pd.

 

Upacara dihadiri oleh para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Kepala Bagian Setda, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Pemda Halmahera Utara yang berjumlah ratusan orang.

 


Dalam amanatnya, Sekda E.J. Papilaya menyampaikan bahwa upacara ini memiliki makna penting karena dirangkaikan dengan peringatan HAORNAS ke-43 Tahun 2026. Momentum ini tidak hanya menjadi peringatan terhadap pentingnya olahraga bagi kesehatan dan kebugaran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan semangat, disiplin, dan prestasi dalam melaksanakan tugas sebagai ASN.

 

"Prestasi merupakan hasil dari kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri," ujar Sekda.

 

Ia mengajak seluruh jajaran Pemda Halut untuk menjadikan peningkatan prestasi kerja sebagai budaya dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Setiap ASN harus memahami bahwa tugas yang diberikan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan tanggung jawab menjalankan amanah pemerintahan.

 



Sekda juga menekankan bahwa nilai-nilai olahraga - disiplin, sportivitas, ketekunan, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah - sangat relevan dengan kehidupan kedinasan. Tema HAORNAS ke-43 "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar" mengingatkan kita bahwa olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup sehat, karena aparatur yang sehat secara fisik akan lebih siap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan secara optimal.

 


Dalam rangkaian upacara juga dilaksanakan penyerahan Piagam Penghargaan masa tugas, penghargaan kepada ASN berprestasi, serta pelajar berprestasi dalam bidang olahraga. Kegiatan berakhir pukul 08.55 WIT dalam keadaan lancar. (𝐆𝐈𝐎).

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT