Tak Sekadar Berdialog, DPP IKMANEMA Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat Pembagian Sembako bagi Keluarga Nelayan di Leihitu - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Sabtu, 24 Oktober 2026

Tak Sekadar Berdialog, DPP IKMANEMA Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat Pembagian Sembako bagi Keluarga Nelayan di Leihitu


Leihitu
, Globaltimurnn.com — Di tengah kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan harapan pada hasil laut, kepedulian bukan hanya tentang kata-kata atau janji perubahan. Terkadang, perhatian sederhana yang hadir secara langsung justru menjadi pesan paling bermakna bahwa perjuangan untuk kesejahteraan nelayan tidak dilakukan sendirian.


Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Silaturahmi dan Dialog Publik yang digelar Dewan Pengurus Pusat Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku (DPP IKMANEMA) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (24/10/2026).


Tidak hanya menghadirkan ruang diskusi mengenai masa depan sektor kelautan dan perikanan, DPP IKMANEMA juga menunjukkan kepedulian sosial melalui pembagian paket sembako kepada puluhan kepala keluarga yang hadir dalam kegiatan tersebut.


Aksi sederhana namun sarat makna itu menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat, terutama keluarga nelayan yang selama ini menjadikan laut sebagai sumber penghidupan.


Bagi masyarakat pesisir, laut bukan sekadar bentangan air yang memisahkan pulau dengan pulau lainnya. Laut adalah ruang kehidupan, tempat mencari nafkah, sekaligus sumber harapan bagi keluarga yang menggantungkan masa depannya pada hasil tangkapan dan usaha perikanan.


Namun, di balik besarnya potensi sumber daya kelautan Maluku, kehidupan masyarakat nelayan masih membutuhkan perhatian, pendampingan, serta penguatan ekonomi yang berkelanjutan.


Kondisi itulah yang menjadi salah satu semangat DPP IKMANEMA untuk tidak hanya hadir membawa gagasan, tetapi juga mewujudkan kepedulian melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


Kegiatan yang mengusung tema “Hilirisasi Sektor Kelautan dan Perikanan Maluku: Menjaga Laut & Merawat Demokrasi Pesisir Par Maluku Pung Bae” tersebut mempertemukan pengurus organisasi, pemerintah, tokoh masyarakat, dan para nelayan dalam satu ruang kebersamaan.


Seusai dialog publik berlangsung, perhatian peserta tertuju pada kegiatan pembagian paket sembako yang disiapkan DPP IKMANEMA bagi puluhan kepala keluarga.


Penyaluran bantuan tersebut menjadi pelengkap dari agenda dialog yang sebelumnya membahas berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat nelayan.


Melalui kegiatan itu, DPP IKMANEMA ingin menunjukkan bahwa upaya memperjuangkan kesejahteraan masyarakat pesisir perlu dilakukan melalui dua pendekatan yang berjalan beriringan, yakni memperjuangkan kebijakan dan pemberdayaan ekonomi jangka panjang, sekaligus memberikan perhatian terhadap kebutuhan sosial masyarakat saat ini.


Pembagian sembako juga menjadi simbol solidaritas antara organisasi dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sektor kelautan dan perikanan Maluku, Ada sisi menarik dari kegiatan yang berlangsung di wilayah pesisir Leihitu tersebut.


Selain dihadiri masyarakat Dusun Nusa Ela, Negeri Ureng, kegiatan itu juga menarik partisipasi warga Dusun Nusa Laen, Negeri Asilulu, yang datang dari wilayah pulau berbeda.


Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan masyarakat pesisir tidak dibatasi oleh jarak geografis maupun bentangan laut.


Bagi masyarakat kepulauan seperti Maluku, perjalanan melintasi laut merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, kehadiran warga dari wilayah berbeda dalam sebuah kegiatan sosial dan dialog publik memiliki makna tersendiri.


Mereka dipertemukan oleh kepentingan yang sama, yakni harapan agar kehidupan nelayan semakin diperhatikan dan potensi laut Maluku mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.


Suasana kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran Kepala Dusun Nusa Ela, Imam Masjid Dusun Nusa Ela, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, para nelayan, serta warga setempat.


Pertemuan tersebut bukan semata-mata menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang mempererat hubungan sosial dan membangun komunikasi antara masyarakat pesisir dengan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor kelautan.


Di balik aksi sosial pembagian sembako, kegiatan tersebut juga membawa agenda penting mengenai masa depan nelayan dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.


Dua pejabat dari DKP Provinsi Maluku hadir sebagai narasumber, yakni Rusdi Makatita, S.Pi., M.Si., selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap, dan Karolis Watkuta Iwamony, S.Pi., M.Si., selaku Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan.


Dalam pemaparannya, Rusdi Makatita menyoroti sejumlah kebutuhan mendasar nelayan, mulai dari pembaruan data Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA), legalitas armada penangkapan ikan, fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan, hingga pentingnya penguatan koperasi nelayan.


Berbagai persoalan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan akses nelayan terhadap program pemerintah, perlindungan sosial, dan pengembangan usaha perikanan.


Sementara itu, Karolis Watkuta Iwamony memberikan perhatian terhadap pentingnya pembentukan kelompok binaan, peningkatan kemampuan pengolahan hasil perikanan, serta pengembangan pemasaran produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.


Salah satu potensi yang dibahas ialah peningkatan kualitas produk ikan asap melalui pemanfaatan teknologi pengasapan menggunakan asap cair.


Pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan mutu dan nilai tambah hasil perikanan masyarakat.


Melalui diskusi tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai peluang pengembangan usaha yang dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga nelayan.


Ketua Umum DPP IKMANEMA, Burhanudin Rumbouw, S.Pi., M.Si., yang hadir bersama jajaran pengurus organisasi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku melalui DKP Provinsi Maluku atas keterlibatannya dalam memberikan edukasi dan membuka ruang dialog bersama masyarakat.


Apresiasi juga disampaikan kepada pemerintah dusun, pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, para nelayan, serta seluruh warga yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


Bagi DPP IKMANEMA, membangun kesejahteraan masyarakat pesisir membutuhkan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat nelayan itu sendiri.


Karena itu, kegiatan silaturahmi, dialog publik, dan pembagian sembako diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara organisasi dan masyarakat.


Aksi sosial yang dilakukan tidak dimaksudkan sebagai jawaban atas seluruh persoalan ekonomi keluarga nelayan. Namun, kegiatan tersebut menjadi wujud perhatian sekaligus pengingat bahwa solidaritas sosial tetap memiliki tempat penting di tengah perjuangan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Di sisi lain, dialog publik diharapkan membuka peluang komunikasi dan kerja sama yang lebih berkelanjutan, terutama dalam mendorong akses perlindungan sosial, penguatan kelembagaan nelayan, serta peningkatan nilai tambah hasil perikanan.


Kegiatan di Leihitu menjadi gambaran bahwa upaya membangun sektor kelautan dan perikanan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar.


Terkadang, langkah awal dapat hadir melalui pertemuan sederhana, mendengarkan aspirasi masyarakat, membuka akses informasi, dan memberikan bantuan yang dapat langsung dimanfaatkan oleh keluarga penerima.


Bagi DPP IKMANEMA, semangat “Par Maluku Pung Bae” bukan sekadar slogan yang disampaikan dalam forum organisasi, melainkan nilai kebersamaan yang ingin terus diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.


Pembagian paket sembako kepada puluhan kepala keluarga menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut.


Sementara itu, dialog bersama DKP Provinsi Maluku menjadi langkah untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan informasi, program, dan peluang pemberdayaan yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.


Dari pesisir Leihitu, pesan kebersamaan itu kembali ditegaskan: laut Maluku bukan hanya menyimpan kekayaan alam yang besar, tetapi juga menjadi ruang kehidupan bagi ribuan keluarga yang membutuhkan perhatian dan kesempatan untuk tumbuh lebih sejahtera.


Pada akhirnya, kegiatan tersebut meninggalkan pesan bahwa memperjuangkan nelayan tidak cukup hanya dengan membicarakan besarnya potensi laut, tetapi juga harus menyentuh kehidupan masyarakat yang setiap hari menggantungkan harapannya pada laut.


Sebab, bagi masyarakat pesisir, kesejahteraan bukan hanya tentang seberapa banyak hasil laut yang diperoleh, melainkan juga tentang hadirnya kepedulian, perlindungan, kesempatan, dan kebersamaan untuk membangun masa depan yang lebih baik. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT