PII Maluku Dukung Pengembangan Sungai Wai Tomu, Dinilai Berpotensi Jadi Sentra UMKM Ambon - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Sabtu, 24 Oktober 2026

PII Maluku Dukung Pengembangan Sungai Wai Tomu, Dinilai Berpotensi Jadi Sentra UMKM Ambon


Ambon
, Globaltimurnn.com — Rencana pengembangan kawasan bantaran Sungai Wai Tomu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, yang dilakukan Pangdam XV/Pattimura mendapat dukungan dari Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Maluku. Proyek tersebut dinilai memiliki potensi untuk memperbaiki wajah kota sekaligus membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Dukungan itu disampaikan Ketua Wilayah PII Maluku, Risman Wahab Solissa, di Ambon, Sabtu (24/10/2026). Ia menilai, pengembangan kawasan tersebut perlu dilihat tidak hanya dari aspek pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.


Menurut Risman, kawasan yang sebelumnya dinilai kurang tertata berpeluang dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih representatif sekaligus tempat bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal.


“Kami memberikan dukungan penuh kepada Bapak Pangdam XV/Pattimura atas gagasan mengembangkan kawasan tersebut menjadi ikon UMKM di Ambon. Kawasan yang tidak terawat berpotensi terlihat kumuh. Karena itu, penataan ini diharapkan dapat menghadirkan ruang terbuka bagi masyarakat sekaligus mengakomodasi pelaku UMKM,” ujarnya.


Ia berpandangan, pembangunan kawasan perkotaan semestinya turut mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Penataan ruang yang baik, kata dia, tidak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih tertib dan menarik, tetapi juga dapat menciptakan peluang usaha serta mendorong perputaran ekonomi lokal.


Risman menilai, pengembangan kawasan Sungai Wai Tomu dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas ruang pemasaran produk-produk unggulan Maluku. Kehadiran sentra UMKM di kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.


Ia juga menyoroti persoalan penataan kawasan perdagangan di Mardika yang selama ini menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, inovasi dalam pengembangan ruang ekonomi baru patut dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya mendukung penataan Kota Ambon.


“Pembangunan ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan menjadi sentra perbelanjaan bagi produk UMKM khas Maluku, khususnya Ambon. Kita membutuhkan inovasi yang dapat membantu pemerintah kota menata kawasan perdagangan agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin terarah,” jelasnya.


Terkait sorotan sejumlah pihak mengenai pembangunan di bantaran sungai, Risman menilai aspek teknis dan potensi risiko lingkungan perlu menjadi bagian penting dalam pembahasan. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa pembangunan tersebut semestinya dilandasi pertimbangan dan kajian yang memadai.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek keselamatan, dampak lingkungan, serta potensi risiko saat musim penghujan harus tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembangunan.


“Jika yang dipersoalkan adalah risiko pemanfaatan bantaran sungai, maka aspek kajian teknis dan mitigasi bencana harus menjadi perhatian. Pembangunan bukan sekadar mendirikan bangunan atau menata kawasan, tetapi harus memiliki tujuan yang jelas, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan keselamatan dan lingkungan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Risman menegaskan bahwa PII Maluku mendukung kebijakan pemerintah maupun institusi TNI sepanjang berorientasi pada kepentingan publik, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi.


Baginya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari perubahan tampilan suatu kawasan, melainkan juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat nyata melalui terbukanya peluang usaha dan akses ekonomi.


“Yang kami dukung adalah kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas. Pembangunan ekonomi yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang merupakan hal penting. Ini bukan hanya tentang memperindah wajah Kota Ambon, tetapi juga bagaimana pembangunan dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kualitas hidup manusia,” ungkapnya.


Ia turut mendorong kalangan akademisi, termasuk Universitas Pattimura (Unpatti), agar ikut berkontribusi melalui kajian dan pemikiran ilmiah mengenai pembangunan perkotaan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal.


Risman berharap perdebatan mengenai proyek tersebut dapat berlangsung secara proporsional dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, kelayakan teknis, mitigasi risiko bencana, hingga manfaat sosial-ekonomi yang ingin dicapai.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar menyikapi berbagai pemberitaan dan opini mengenai proyek tersebut secara kritis, dengan mengedepankan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.


“Kami berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai opini yang berkembang. Setiap program pembangunan perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk tujuan, mekanisme koordinasi, aspek keselamatan, dan manfaatnya bagi masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen untuk memberikan perhatian dan dukungan secara konstruktif terhadap upaya pengembangan kawasan yang berorientasi pada kepentingan publik,” tutup Risman.


Dengan dukungan tersebut, PII Maluku berharap pengembangan kawasan Sungai Wai Tomu dapat menjadi momentum untuk mendorong penataan kota yang lebih baik sekaligus membuka peluang pertumbuhan UMKM. Namun, realisasi manfaat tersebut tetap perlu ditopang perencanaan yang matang, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta pengelolaan risiko lingkungan yang memadai. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT