Ambon, Globaltimurnn.com — Tidak semua perjalanan pembangunan berlangsung mulus. Di Dusun Seri, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, jalan berbatu, rusak, dan menanjak terjal menjadi ujian tersendiri bagi personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1504/Ambon bersama masyarakat, Rabu (14/10/2026).
Di balik sulitnya akses menuju lokasi pembangunan, tersimpan semangat kebersamaan yang terus menyala. Prajurit TNI dan warga setempat saling membantu agar material yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur dapat sampai ke tempat tujuan.
Perjuangan itu terlihat ketika kendaraan pengangkut pasir kesulitan melewati tanjakan. Roda kendaraan tak mampu menaklukkan medan yang berat, memaksa personel Satgas TMMD dan masyarakat turun tangan mendorong kendaraan secara bersama-sama.
Tenaga dikerahkan, langkah disatukan, dan setiap hambatan dihadapi dengan semangat gotong royong. Bagi mereka, kendaraan yang berhasil melewati tanjakan bukan sekadar keberhasilan mengangkut material, melainkan bagian dari perjuangan untuk menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat Dusun Seri.
Material berupa semen, pipa, besi beton, pasir, kayu, papan, hingga berbagai peralatan pendukung terus didatangkan untuk menunjang pengerjaan sasaran fisik TMMD ke-130.
Namun, proses distribusi material tidak semudah yang dibayangkan. Kondisi jalan yang belum memadai menjadi tantangan utama, terutama bagi kendaraan pengangkut yang harus melewati jalur berbatu dan tanjakan curam.
Situasi semakin menantang ketika Kota Ambon diselimuti kabut asap. Meski menghadapi kondisi lingkungan yang kurang mendukung, personel Satgas TMMD bersama warga tetap berupaya memastikan kebutuhan pembangunan dapat terpenuhi.
Keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi berbagai kendala tersebut. Warga tidak hanya menyaksikan proses pembangunan, tetapi ikut mengambil bagian dalam setiap upaya yang diperlukan agar pekerjaan dapat berjalan.
Semangat inilah yang memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang beton, pasir, semen, maupun infrastruktur yang akan berdiri. Lebih dari itu, pembangunan juga tumbuh melalui kepedulian, kebersamaan, dan kemauan untuk saling membantu.
Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon menjadi salah satu upaya mendukung pemerataan pembangunan, khususnya dalam penyediaan infrastruktur dan fasilitas dasar bagi masyarakat.
Sejumlah sasaran fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan jalan setapak, jembatan, sarana air bersih, rumah layak huni, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup warga di wilayah Dusun Seri.
Di tengah keterbatasan akses, sinergi antara prajurit dan masyarakat menjadi modal penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Setiap tenaga yang dikerahkan dan setiap material yang berhasil diantarkan menjadi bagian dari proses mewujudkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Kebersamaan yang terbangun di lapangan juga memperlihatkan bahwa hubungan TNI dan masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan tugas pembangunan. Interaksi dan kerja sama tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Semangat itu sejalan dengan tema TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, yakni “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”
Tema tersebut menegaskan pentingnya sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan hingga ke wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Di Dusun Seri, jalan yang terjal mungkin memperlambat langkah, tetapi tidak memadamkan semangat. Melalui gotong royong dan kerja sama, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1504/Ambon bersama masyarakat terus berupaya membuka jalan bagi pembangunan dan harapan baru bagi warga. (Za)
