Piru, Globaltimurnn.com — Kebun kemandirian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali menunjukkan hasil produktif. Sebanyak 24 buah pepaya California dipanen dari lahan pertanian yang dikelola Warga Binaan bersama petugas, Rabu (16/09/2026).
Buah yang dipanen merupakan pepaya yang telah mencapai tingkat kematangan dan memiliki kondisi baik sehingga layak untuk dimanfaatkan maupun dipasarkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Piru melalui sektor pertanian.
Dalam prosesnya, Warga Binaan terlibat langsung sejak tahap perawatan tanaman hingga pemanenan. Keterlibatan tersebut menjadi sarana pembelajaran praktis agar mereka memiliki pengalaman dan keterampilan dalam mengelola tanaman secara produktif.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, mengatakan hasil panen kali ini menunjukkan kondisi tanaman yang cukup baik.
Hari ini kita memanen 24 buah pepaya California yang sudah cukup matang dan kondisinya baik. Prosesnya dilakukan bersama warga binaan, mulai dari perawatan sampai panen, sehingga mereka juga memahami bagaimana menjaga tanaman agar menghasilkan buah yang berkualitas, ujar Mustafa.
Menurutnya, kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Piru, Muh Ramdhan Basir. Ia menilai keterlibatan Warga Binaan dalam seluruh proses pengelolaan kebun memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal keterampilan.
Yang kita bangun bukan hanya kebunnya, tetapi juga keterampilan warga binaan. Mereka belajar merawat, memanen, sampai memahami bahwa hasil kerja mereka bisa memiliki nilai dan dimanfaatkan secara produktif, ungkap Ramdhan.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, RS, mengaku senang dapat mengikuti proses panen dari tanaman yang selama ini dirawat bersama.
Senang bisa ikut panen. Dari tanaman yang kami rawat setiap hari, akhirnya bisa menghasilkan buah dan sekarang bisa dijual. Semoga ke depan hasilnya semakin banyak, tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan bahwa hasil panen pepaya California tersebut selanjutnya akan dipasarkan. Menurutnya, pemasaran hasil pertanian menjadi bagian penting dalam mendorong kebun kemandirian agar memiliki nilai ekonomi.
Setiap hasil panen menjadi bukti bahwa kegiatan kemandirian dapat dikelola secara produktif. Kami akan terus mendorong pengembangan kebun ini agar hasilnya semakin beragam, bermanfaat bagi warga binaan, dan memiliki nilai ekonomi, kata Hery.
Pengembangan kebun kemandirian tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas Piru, tetapi juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar bekerja secara terarah, bertanggung jawab, dan produktif.
Dengan hasil panen yang kemudian dipasarkan, program pertanian Lapas Piru diarahkan tidak berhenti pada proses budidaya. Setiap hasil yang diperoleh diupayakan dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi bagian dari pengembangan kegiatan kemandirian yang berkelanjutan. (Za)
