Lapas Piru dan Kemenag SBB Perkuat Pembinaan Rohani, Tumbuhkan Semangat Warga Binaan - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Selasa, 29 September 2026

Lapas Piru dan Kemenag SBB Perkuat Pembinaan Rohani, Tumbuhkan Semangat Warga Binaan


Piru
, Globaltimurnn.com — Upaya membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru. Tidak hanya melalui pembinaan keterampilan dan kedisiplinan, penguatan mental dan spiritual juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan kerohanian yang digelar Lapas Piru bersama Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Barat (Kemenag SBB) di Gereja Ebenhaezer Lapas Piru, Selasa (29/09/2026).


Dalam kegiatan tersebut, tim penyuluh Kemenag SBB menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan berpedoman pada firman Tuhan dari Amsal 3:5–6. Pesan tersebut mengajak Warga Binaan untuk senantiasa menaruh kepercayaan kepada Tuhan, menyerahkan berbagai persoalan yang dihadapi kepada-Nya, serta menjalani proses pembinaan dengan penuh keyakinan dan pengharapan.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Wikrama Jaya, mengatakan pembinaan spiritual memiliki peran dalam membantu Warga Binaan membangun kesadaran dari dalam diri.


Menurutnya, perubahan tidak hanya membutuhkan keterampilan untuk menghadapi kehidupan setelah bebas, tetapi juga membutuhkan kemauan dan kesadaran untuk memperbaiki diri.


Pembinaan tidak hanya berbicara tentang keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran dari dalam diri. Kami berharap nilai-nilai yang diterima dapat menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan ketika kembali ke masyarakat, ujar Wikrama.


Sementara itu, perwakilan Kemenag SBB, Apriyana Meutte, mengingatkan Warga Binaan agar tidak melihat masa menjalani pidana sebagai akhir dari perjalanan hidup.


Ia mendorong para peserta untuk menjadikan proses pembinaan sebagai kesempatan melakukan perubahan dan menata kembali kehidupan.


Tempat ini adalah bagian dari perjalanan hidup, bukan akhir dari kehidupan. Percayakan masa lalu kepada Tuhan, jalani hari ini dengan benar, dan serahkan masa depan ke dalam tangan-Nya, pesannya.


Pesan tersebut mendapat respons positif dari Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan berinisial FP mengaku kegiatan kerohanian memberikan penguatan sekaligus mengingatkannya bahwa kesempatan untuk berubah masih terbuka.


Firman hari ini mengingatkan saya bahwa masih ada kesempatan untuk berubah. Saya ingin menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh dan memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan, ungkapnya.


Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh. Ramdhan Basir, turut menilai kegiatan kerohanian sebagai salah satu bagian yang mendukung proses perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan.


Ia menyebut, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk melakukan refleksi, memperkuat keimanan, sekaligus membangun motivasi dalam menjalani proses pembinaan.


Warga Binaan diberikan ruang untuk berefleksi, memperkuat keimanan, dan membangun motivasi untuk memperbaiki diri, tuturnya.


Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terus dibangun bersama Kemenag SBB dalam pelaksanaan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan.


“Kami ingin Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk berefleksi, memperkuat nilai keimanan, dan membangun komitmen menjalani kehidupan yang lebih baik,” jelas Hery.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan persembahan pujian yang dibawakan Warga Binaan bersama perwakilan Kemenag SBB.


Melalui kegiatan tersebut, Lapas Piru berharap pembinaan kerohanian dapat terus menjadi bagian dari proses membangun karakter, memperkuat mental, serta menumbuhkan keyakinan Warga Binaan untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.


Sinergi dengan Kemenag SBB juga diharapkan dapat terus berjalan sebagai bagian dari upaya menciptakan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku selama berada di Lapas, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar mampu kembali dan diterima di tengah masyarakat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT