Hotel Santika Premiere Ambon Perkuat Budaya Kerja Aman Lewat Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Selasa, 29 September 2026

Hotel Santika Premiere Ambon Perkuat Budaya Kerja Aman Lewat Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual


Ambon
, Globaltimurnn.com — Hotel Santika Premiere Ambon terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan saling menghormati. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Sexual Harassment Awareness yang digelar pada Senin (28/09/2026) di Santika Meeting Room 3 & 5, lantai 6 Hotel Santika Premiere Ambon.


Kegiatan yang diikuti seluruh karyawan tersebut dibawakan oleh Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Aldo Soumokil. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman karyawan mengenai kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kerja sekaligus mendorong keterlibatan seluruh karyawan dalam membangun budaya kerja yang sehat.


Mengusung pesan “Bersama Mencegah Kekerasan Seksual, Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman dan Saling Menghormati,” para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga batasan pribadi, menghormati sesama, serta mengenali berbagai bentuk perilaku yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual.


Dalam materi yang disampaikan, kekerasan seksual dijelaskan tidak hanya berkaitan dengan tindakan yang bersifat seksual, tetapi juga dapat muncul dalam relasi kuasa yang tidak seimbang. Kondisi tersebut dapat terjadi antara atasan dan bawahan, senior dan junior, maupun pihak lain yang memiliki perbedaan posisi atau pengaruh.


Karyawan juga diingatkan bahwa jabatan maupun posisi seseorang tidak memberikan hak untuk melanggar batas pribadi orang lain.


Selain di ruang kerja, potensi kekerasan seksual juga dapat terjadi dalam berbagai situasi yang berkaitan dengan pekerjaan, seperti perjalanan dinas, kegiatan perusahaan, pelatihan, area istirahat, akomodasi yang disediakan perusahaan, kegiatan sosial, hingga komunikasi melalui media digital.


Sosialisasi turut membahas berbagai bentuk kekerasan seksual, mulai dari tindakan fisik dan verbal, perilaku nonverbal, kekerasan berbasis elektronik, hingga bentuk kekerasan lainnya yang dapat merugikan korban.


Para karyawan juga diajak mengenali perilaku yang terkadang dianggap sebagai candaan, tetapi sebenarnya dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman atau direndahkan. Contohnya berupa komentar bernuansa seksual mengenai tubuh seseorang, lelucon seksual, mengirim pesan atau gambar bernuansa seksual, menyentuh tanpa persetujuan, memberikan gestur seksual yang tidak diinginkan, hingga memanfaatkan jabatan untuk meminta sesuatu yang bersifat seksual.


Pesan penting yang ditekankan dalam sosialisasi adalah bahwa candaan tidak dapat menjadi alasan untuk membenarkan perilaku yang membuat orang lain merasa direndahkan atau tidak nyaman.


Tidak hanya berfokus pada pencegahan, materi juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana bersikap ketika menghadapi atau mengetahui adanya dugaan kekerasan seksual.


Karyawan yang menjadi korban diarahkan untuk mengutamakan keselamatan, berbicara kepada orang yang dipercaya, melaporkan kejadian kepada Human Resources, serta memanfaatkan dukungan yang tersedia.


Sementara bagi karyawan yang mengetahui atau menyaksikan kejadian, mereka diingatkan untuk mengambil tindakan yang aman sesuai kondisi. Langkah tersebut dapat berupa meminta bantuan atasan atau HR, mengalihkan situasi, memberikan dukungan kepada korban, maupun melakukan tindakan lain yang tidak membahayakan diri sendiri ataupun korban.


Dalam materi juga ditekankan pentingnya menghindari victim blaming atau menyalahkan korban. Setiap orang dapat memiliki respons berbeda ketika menghadapi situasi yang mengancam, termasuk respons trauma seperti tonic immobility atau kondisi ketika seseorang mengalami kelumpuhan sementara akibat ketakutan atau ancaman.


Karena itu, respons korban tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mempertanyakan atau menyalahkan korban atas tindakan yang terjadi kepadanya.


Human Resources Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Aldo Soumokil, menegaskan bahwa menciptakan lingkungan kerja yang aman bukan hanya menjadi tugas bagian HR maupun manajemen.


Pencegahan kekerasan seksual bukan hanya menjadi tanggung jawab HR atau manajemen, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Setiap orang memiliki peran untuk menjaga batasan, menghormati satu sama lain, dan berani mengambil sikap ketika melihat perilaku yang tidak sesuai, ujar Aldo.


Menurutnya, keberanian untuk berbicara dan memberikan dukungan juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat.


Ketika seorang rekan kerja bercerita, yang paling penting adalah kita mendengarkan tanpa menghakimi, menjaga kerahasiaannya, dan membantu mengarahkan kepada pihak yang tepat. Kita ingin setiap karyawan tahu bahwa mereka tidak harus menghadapi situasi seperti ini sendirian, tambahnya.


Melalui kegiatan tersebut, Hotel Santika Premiere Ambon berharap seluruh karyawan semakin memahami pentingnya menjaga profesionalitas dalam bekerja, menghormati batasan pribadi, serta membangun komunikasi dan interaksi yang sehat di lingkungan kerja.


Sosialisasi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya kerja Hotel Santika Indonesia Hotels & Resorts yang mengacu pada Code of Conduct, termasuk komitmen dalam mencegah diskriminasi, kekerasan moral, dan kekerasan seksual.


Hotel Santika Premiere Ambon menegaskan bahwa lingkungan kerja yang aman tidak hanya dibangun melalui aturan dan kebijakan, tetapi juga melalui kesadaran setiap individu untuk saling menghormati, menjaga, dan peduli.


“Kita semua berperan dalam menciptakan tempat kerja yang aman.” (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT