Halut, Globaltimurnn.com — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Halmahera Utara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) III dengan mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Halut Setara”, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Land, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, itu dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., Kejari Halut Rahmat, S.H., M.H., Danramil 1508-02/Tobelo Kapten Inf Suharno, Staf Ahli Bupati Bidang Pendidikan dan Kemasyarakatan Aditama Abas, Ketua KPU Halut Djalil Djurumudi, Ketua Bawaslu Halut Ahmad Idris, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Provinsi Maluku Utara Samsir Hamajen, serta jajaran Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah Halut.
Turut hadir Ketua PDM Halut Samsul Bahri, pimpinan OPD, anggota DPRD, pimpinan OKP, panitia, serta para peserta dan tamu undangan lainnya.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Halut, Jumar Mafaloi, mengatakan Musda menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus memperkokoh kaderisasi generasi muda Muhammadiyah.
Menurutnya, tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Halut Setara” mengandung pesan agar Pemuda Muhammadiyah terus berkembang dalam kapasitas organisasi dan ideologi, sekaligus mengakar sebagai bagian dari kader bangsa, umat, dan calon negarawan.
“Pemuda Muhammadiyah berkomitmen berjalan bersama Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan, sehingga cita-cita Halut Setara dapat diwujudkan melalui masyarakat yang sejahtera, sehat, aman, dan terdidik,” ujarnya.
Jumar juga menyampaikan selama masa kepemimpinannya telah dibentuk dan dilantik sejumlah cabang Pemuda Muhammadiyah, diantaranya Cabang Tobelo, Tobelo Utara, Galela Selatan, dan Galela.
Sementara itu, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Provinsi Maluku Utara, Samsir Hamajen, mengapresiasi pelaksanaan Musda III di Halmahera Utara. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan pemimpin yang dapat melanjutkan dan mengembangkan organisasi.
Samsir menyebut terdapat 33 calon formatur dalam Musda kali ini. Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi dan antusiasme kader dalam proses regenerasi kepemimpinan.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar mengedepankan persaudaraan, musyawarah, dan kepentingan organisasi dalam menentukan kepemimpinan baru.
Ketua PDM Halut Samsul Bahri menegaskan bahwa Musda bukan sekadar forum memilih ketua, tetapi momentum membentuk karakter kader yang kuat secara intelektual, spiritual, moral, dan religius.
Ia juga mengajak seluruh kader Muhammadiyah ikut menjaga lingkungan di tengah kondisi kekeringan dan kebakaran akibat kemarau panjang. Menurutnya, kerusakan lingkungan tidak terlepas dari aktivitas manusia sehingga diperlukan kepedulian dan edukasi kepada masyarakat.
Samsul berharap proses pemilihan pimpinan tidak menjadi ajang perebutan kekuasaan, melainkan dilaksanakan dengan semangat musyawarah dan mufakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag.,M.Pd., mengajak Pemuda Muhammadiyah terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan mewujudkan visi Halut Setara.
Kasman menilai Pemuda Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader bangsa, kader umat, dan kader persyarikatan.
“Pemuda Muhammadiyah harus terbuka, membangun kekuatan bersama, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah,” katanya.
Ia juga mendorong Pemuda Muhammadiyah berkolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan dalam menangani persoalan sosial, termasuk stunting, kemiskinan ekstrem, dan persoalan masyarakat lainnya.
Kasman turut mengingatkan seluruh peserta agar menjaga persaudaraan dan mengedepankan semangat “baku bawah bae” dalam menghadapi perbedaan.
“Siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu menjalankan amanah dengan integritas dan tanggung jawab untuk kemajuan Pemuda Muhammadiyah dan Kabupaten Halmahera Utara,” tandasnya. (𝐆𝐈𝐎).


