Gerak Jalan Inda Amboina, Warisan Kebersamaan, Berpotensi Jadi Ikon Nasional Kota Ambon - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Sabtu, 05 September 2026

Gerak Jalan Inda Amboina, Warisan Kebersamaan, Berpotensi Jadi Ikon Nasional Kota Ambon


Ambon
, Globaltimurnn.com — Derap langkah kembali memenuhi jalan-jalan utama Kota Ambon, Sabtu (05/09/2026). Ribuan peserta tampil dengan beragam kostum dan formasi, menghadirkan warna tersendiri di tengah suasana kota yang dipenuhi masyarakat.


Di antara barisan yang berjalan teratur, ada semangat yang jauh lebih besar dari sekadar mengejar kemenangan. Ada kebersamaan, kreativitas, disiplin, sekaligus tradisi yang terus dipertahankan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Semangat itulah yang kembali terlihat dalam Lomba Gerak Jalan Inda Amboina 2026.


Bagi anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Lucky Leonard Upulatu Nikijuluw, kegiatan tersebut merupakan salah satu tradisi masyarakat yang memiliki nilai sosial dan budaya cukup kuat. Menurutnya, Gerak Jalan Inda Amboina tidak seharusnya hanya dipandang sebagai perlombaan tahunan.


Ia memberikan apresiasi kepada Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon yang dinilai konsisten mempertahankan kegiatan tersebut.


“Sebagai wakil rakyat, kami memberikan apresiasi kepada Angkatan Muda Gereja Maluku (AMGPM) Daerah Kota Ambon yang terus mempertahankan kegiatan ini,” ujar Lucky.


Menurut Lucky, keberadaan Gerak Jalan Inda Amboina yang telah berlangsung sejak era 1980-an menunjukkan bahwa kegiatan tersebut telah melekat dalam kehidupan masyarakat Kota Ambon.


Waktu boleh berubah. Generasi terus berganti. Namun, nilai yang dibawa melalui kegiatan itu tetap memiliki relevansi.


Gerak jalan mengajarkan peserta tentang kekompakan, kedisiplinan dan tanggung jawab. Setiap anggota barisan harus mampu menyesuaikan langkah dengan anggota lainnya. Tidak ada ruang bagi kepentingan pribadi ketika seluruh barisan harus bergerak dalam satu irama.


Dari proses sederhana tersebut, menurut Lucky, tumbuh nilai persaudaraan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Ambon.


“Di satu sisi, kreativitas dan keterampilan baris-berbaris menjadi dasar bagi warga Kota Ambon untuk terus meningkatkan kemampuan dan partisipasi mereka,” katanya.


Lucky menilai Gerak Jalan Inda Amboina dapat terus dikembangkan agar semakin banyak lapisan masyarakat yang terlibat.


Ia mendorong agar kategori peserta dapat diperluas, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga berbagai komunitas yang ada di Kota Ambon.


Dengan semakin banyak kelompok yang berpartisipasi, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang bersama bagi masyarakat untuk berkreasi.


“Harapan kami masyarakat Kota Ambon harus menyambut dan menjaga momentum ini dengan baik, supaya ke depan LGJ ini terus berlangsung dengan baik,” ungkapnya.


Bagi Lucky, keberlanjutan kegiatan tidak hanya bergantung kepada pemerintah dan panitia. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar tradisi tersebut tetap hidup.


Sebab, ketika masyarakat ikut menjaga dan meramaikan sebuah kegiatan, maka kegiatan itu akan memiliki umur yang lebih panjang.


Di balik kemeriahan Gerak Jalan Inda Amboina, terdapat manfaat lain yang turut dirasakan masyarakat, yakni pergerakan ekonomi.


Ribuan peserta dan penonton yang memadati kawasan pelaksanaan kegiatan menciptakan peluang bagi pedagang makanan dan minuman, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi serta berbagai usaha kecil lainnya.


Aktivitas ekonomi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kegiatan publik seperti Gerak Jalan Inda Amboina perlu terus mendapatkan perhatian.


“Perputaran uang itu terjadi di Kota Ambon. Belum lagi UMKM yang turut terlibat di dalamnya,” ujar Lucky.


Karena itu, menurutnya, sebuah kegiatan tidak semestinya hanya dihitung berdasarkan besaran anggaran yang dikeluarkan. Dampak yang muncul setelah kegiatan berlangsung juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan.


Ada masyarakat yang mendapatkan penghasilan. Ada UMKM yang memperoleh pelanggan. Ada ruang publik yang kembali dipenuhi aktivitas warga.


Semua itu menjadi bagian dari manfaat yang lahir dari sebuah kegiatan masyarakat.


Melihat sejarah dan antusiasme masyarakat yang terus terjaga, Lucky menilai Gerak Jalan Inda Amboina memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi agenda yang lebih besar.


Ia bahkan berharap kegiatan tersebut suatu saat dapat memiliki gaung hingga tingkat nasional dan menjadi salah satu identitas khas Kota Ambon.


Namun, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pengelolaan yang konsisten, inovasi serta keterlibatan berbagai pihak.


Menurutnya, pemerintah, panitia, peserta, komunitas dan masyarakat harus memiliki semangat yang sama untuk menjaga kualitas kegiatan.


Selain kreativitas peserta, faktor sportivitas juga menjadi perhatian.


Lucky mengingatkan panitia dan para juri agar menjalankan tugas secara profesional dan objektif. Penilaian yang transparan akan menjaga kepercayaan peserta sekaligus memberikan legitimasi terhadap hasil perlombaan.


“Harapan kami panitia bisa menjaga netralitas, terutama para juri, supaya hasilnya membawa output yang positif,” katanya.


Pada akhirnya, Gerak Jalan Inda Amboina bukan hanya soal barisan yang paling rapi atau peserta yang keluar sebagai juara.


Di balik setiap langkah terdapat cerita tentang masyarakat yang berkumpul, generasi muda yang menunjukkan kreativitas, komunitas yang ikut mengambil bagian, serta pelaku usaha kecil yang mendapatkan kesempatan untuk menggerakkan roda ekonomi.


Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu ruang untuk merawat semangat orang basudara di tengah dinamika Kota Ambon yang terus berkembang.


Derap langkah yang terdengar di jalan-jalan kota menjadi pengingat bahwa sebuah tradisi dapat tetap hidup ketika masyarakat mau menjaganya bersama.


Dan jika dikelola secara berkelanjutan, Gerak Jalan Inda Amboina bukan tidak mungkin tumbuh dari sebuah tradisi lokal menjadi agenda khas Kota Ambon yang dikenal hingga panggung nasional. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT