DPRD Expo 2026 Berakhir Spektakuler, Morits: DPRD Harus Jadi Rumah Rakyat - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 03 September 2026

DPRD Expo 2026 Berakhir Spektakuler, Morits: DPRD Harus Jadi Rumah Rakyat


Ambon
, Globaltimurnn.com — DPRD Kota Ambon Expo 2026 resmi berakhir, Kamis (03/09/2026) malam. Setelah berlangsung selama dua hari, 2–3 September 2026, kegiatan tersebut ditutup dengan suasana penuh kemeriahan yang dipadukan dengan pertunjukan musik, pembagian hadiah lomba, serta apresiasi kepada para pelaku UMKM, sponsor dan seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan.


Penutupan menjadi semakin semarak dengan hadirnya sejumlah musisi lokal Maluku. Panggung hiburan diisi Willy Sopacua, Caken Supusepa, Kk Lexy bersama istri, serta penampilan DJ Ewhy dan DJ Drivan yang menghibur masyarakat hingga rangkaian acara berakhir.


Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Librecht Tamaela, S.E., secara resmi menutup pelaksanaan DPRD Expo 2026. Dalam sambutannya, Morits menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dan seluruh pihak yang membuat pelaksanaan Expo tahun ketiga tersebut berjalan lancar.


Menurut Morits, tingginya antusiasme masyarakat serta keterlibatan sekitar 60 pelaku UMKM menjadi bukti bahwa DPRD Expo mendapat respons positif dari masyarakat Kota Ambon.


DPRD Expo tahun 2026 boleh berlangsung dengan segala baik. Sejak pembukaan kemarin sampai dengan hari ini, hari kedua, harapan kita penggelaran Expo kali ini mendapat antusias dari masyarakat dan tentunya para pelaku UMKM, ujar Morits.


Ia menegaskan, pelaksanaan DPRD Expo bukan semata-mata kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara DPRD Kota Ambon membangun komunikasi dan kedekatan langsung dengan masyarakat.


Morits menyebut, DPRD merupakan lembaga yang lahir dari masyarakat sehingga keberadaannya harus terus dirasakan dan terbuka bagi rakyat.


“Tujuan kami melaksanakan penggelaran Expo ini untuk tahun ketiga adalah sebuah komitmen bagaimana mendekatkan wakil rakyat dengan rakyat yang kami cintai di Kota Ambon. DPRD memang berasal dari rakyat, untuk rakyat dan selalu bersama rakyat,” tegasnya.


Menurutnya, tugas DPRD tidak berhenti pada kegiatan reses, menyerap aspirasi maupun memperjuangkan kepentingan masyarakat. DPRD juga harus mampu menghadirkan ruang interaksi yang memungkinkan masyarakat berkomunikasi langsung dengan para wakilnya, Secara kelembagaan kami ingin lebih dekat dengan rakyat, tidak ada ruang terpisah, katanya.


Yang menariknya, Dampak ekonomi dari pelaksanaan Expo juga mulai terlihat. Morits mengungkapkan, hingga Kamis sore sekitar pukul 17.00 WIT, perputaran uang selama kegiatan telah mencapai kurang lebih Rp320 juta.


Angka tersebut dinilai menjadi salah satu capaian positif karena Expo tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dan DPRD, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka.


Meski kegiatan Expo resmi berakhir, para pelaku UMKM masih diberikan kesempatan untuk berjualan pada agenda Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka HUT ke-451 Kota Ambon yang dijadwalkan berlangsung Jumat (04/09/2026).


Morits mengatakan, kesempatan tersebut merupakan hasil inisiatif pimpinan DPRD bersama Sekretariat DPRD Kota Ambon sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha masyarakat.


“Kita berharap kesempatan ini bisa semakin meningkatkan transaksi dan memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku UMKM,” ujarnya.


Tak hanya berbicara mengenai Expo, Morits juga menyampaikan gagasan yang lebih besar terkait pemanfaatan lingkungan DPRD Kota Ambon.


Ia mengatakan, gedung DPRD ke depan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya rapat dan kegiatan kelembagaan, tetapi juga dapat menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat.


Sejumlah ruangan dan fasilitas di lingkungan DPRD, kata dia, nantinya akan diupayakan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan, mulai dari musyawarah, kesenian hingga kegiatan sosial, dengan tetap mengikuti pengaturan yang dilakukan Sekretariat DPRD.


Bahkan, DPRD Kota Ambon berencana menghadirkan baileo rakyat di kawasan depan gedung DPRD. Ruang tersebut diharapkan dapat menjadi tempat terbuka bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas.


Morits berharap interaksi antara masyarakat dan DPRD tidak hanya terjadi ketika Expo digelar setiap tahun.


“Kita ingin kegiatan masyarakat bisa dilaksanakan secara rutin, tidak hanya setahun sekali melalui Expo,” katanya.


Menurutnya, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD menghilangkan sekat antara lembaga legislatif dan masyarakat.


“Masyarakat tidak boleh canggung dengan kami, di DPRD, karena kami berasal dari rakyat. Dan itu sudah terbukti terjadi di dua hari ini,” ungkap Morits.


DPRD Expo 2026 menghadirkan sekitar 60 tenant UMKM dengan berbagai jenis produk dan usaha. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri sepanjang pelaksanaan Expo.


Tidak hanya pameran dan penjualan produk UMKM, masyarakat juga dapat mengakses sejumlah layanan publik yang disiapkan selama kegiatan berlangsung.


Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan paspor dari Kantor Imigrasi Ambon, serta pelayanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang difasilitasi DPMPTSP Kota Ambon.


Berbagai kegiatan pendukung tersebut membuat Expo tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.


Malam penutupan juga diramaikan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang berbagai perlombaan yang digelar selama Expo.


Sejumlah kategori yang menerima penghargaan antara lain tiga juara lomba panjat pinang, tiga juara konten kreator, satu juara tenant kreatif, serta sejumlah hadiah lainnya.


Kemeriahan kemudian berlanjut melalui penampilan para musisi dan penyanyi lokal Maluku yang membuat suasana malam terakhir Expo semakin semarak.


Dengan berakhirnya DPRD Expo 2026, Morits kembali menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh sponsor, pelaku UMKM, masyarakat, panitia, Sekretariat DPRD, anggota DPRD, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.


DPRD Expo 2026 pun ditutup bukan sekadar sebagai akhir dari sebuah kegiatan, tetapi dengan membawa gagasan agar DPRD Kota Ambon ke depan semakin terbuka, mudah diakses dan mampu menjadi ruang bersama bagi masyarakat.


“DPRD berasal dari rakyat, untuk rakyat dan selalu bersama rakyat.” (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT