Ambon, Globaltimurnn.com — Upaya menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keterampilan dan kemandirian ekonomi terus diperkuat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon Kementerian Ketenagakerjaan RI. Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan dan Upaya Pengentasan Anak Kanwil Ditjenpas Maluku, Catherian V. Picauly, melakukan kunjungan kerja ke BPVP Ambon, Kamis (03/09/2026).
Kunjungan tersebut diterima langsung Kepala BPVP Ambon, Yustianto, di ruang kerjanya. Pertemuan membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung Forum Reintegrasi Sosial (FORIS) sekaligus pemenuhan Kelayakan Bimbingan Kerja dan Pengentasan Anak (Binter).
Catherian menjelaskan, proses reintegrasi tidak cukup hanya dengan memberikan pembinaan selama warga binaan menjalani masa pidana. Mereka juga perlu dipersiapkan dengan kemampuan yang dapat menjadi modal ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, keterampilan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus menekan potensi terjadinya residivisme.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam menyiapkan masa depan para warga binaan. Program FORIS membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya BPVP Ambon yang memiliki kapasitas dalam mencetak tenaga kerja terampil dan bersertifikasi,” ujar Catherian.
Ia menambahkan, melalui sinergi tersebut, Kanwil Ditjenpas Maluku ingin memastikan warga binaan maupun anak binaan memperoleh akses terhadap pelatihan kerja yang sesuai standar serta memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas.
“Sinergi ini adalah kunci agar mereka memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi dan tidak kembali mengulangi tindak pidana,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPVP Ambon, Yustianto, menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung program pembinaan dan reintegrasi yang dijalankan Kanwil Ditjenpas Maluku.
BPVP Ambon, kata Yustianto, siap menyelaraskan program pelatihan vokasi yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan pembinaan warga binaan.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. BPVP Ambon berkomitmen memberikan dukungan melalui instruktur, program pelatihan bersertifikasi BNSP, hingga fasilitasi uji kompetensi,” ungkap Yustianto.
Ia menegaskan, kesempatan untuk memperoleh keterampilan dan meningkatkan kompetensi harus dapat dirasakan oleh warga binaan maupun mereka yang segera kembali ke masyarakat.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang sedang dalam masa pembinaan maupun yang akan bebas mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersaing di pasar kerja ataupun membuka usaha secara mandiri,” tambahnya.
Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan kesepakatan untuk segera menyusun langkah teknis, termasuk melakukan pemetaan terhadap program pelatihan vokasi yang relevan dan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.
Kolaborasi Kanwil Ditjenpas Maluku dan BPVP Ambon ini diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pembinaan, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi warga binaan untuk memperoleh pekerjaan, membangun usaha, dan hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang tidak berhenti pada pembinaan di dalam lembaga, tetapi berlanjut hingga warga binaan benar-benar siap menjalani kehidupan yang produktif dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (Za)
