Ambon, globaltimurnn.com - Setelah disoroti sejumlah media beberapa hari kemarin terkait dugaan pungli dan fasilitas toilet yang tidak memadai dan tidak di perbaiki, sehingga menuai sorotan publik.
Dari hal tersebut, kepala Badan pengelolah sekolah (BPS) Ny. Anatasia Limba kepada Redaksi media ini siang kemarin di ruang kepala sekolah SMP Lab. Unpatti ambon mengatakan" Gedung sekolah tersebut Pihaknya menggunakan gedung lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat unpatti ambon. Ucapnya
Pasalnya" Penggunaan gedung sekolah tersebut masih bersifat sementara, sehingga berdasarkan hasil analisa universitas pattimura diminta membuka sekolah laboratorium. Sebutnya
Pihaknya diberikan gedung kantor penelitian dan pengabdian bagi masyarakat unpatti ambon untuk pelaksanaan jalannya proses pembelajaran bagi sekolah laboratorium, sehingga kantor tersebut kemudian pindah ke gedung yang lain, yang ditentukan oleh universitas. Jelasnya
Limba juga mengatakan" Awal berdirinya sekolah, kantor tersebut menggunakan lantai dua, sekolah menggunakan lantai satu, namun seiring berjalan-nya animo masyarakat, sehingga kebijakan rektor kantor tersebut kemudian pindah ke gedung yang lain.
Limba menjelaskan" Yang pertama gedung tersebut adalah bukan gedung baru namun adalah gedung lama yang dipakai sekolah sementara, kemudian gedung tersebut sudah termakan usia, sehingga dampaknya termasuk fasilitas yang ada seperti toilet dan sebagainya. Tuturnya
Menurutnya semua fasilitas yang digunakan dari gedung tersebut pihaknya sebagai pengelolah, setiap bulan-nya selalu membuat laporan ke pimpinan universitas, terkait dengan kendala - kendala apa saja yang dialami pihak sekolah maupun BPS dalam penyelenggaraan pendidikan.
Dikatakan-nya" Kendala yang dialami bukan saja terkait safras, namun juga ada kendala yang lain seperti tenaga kependidikan, guru, yang bagaimana bisa menjalankan proses pembelajaran dengan baik dan lancar.
Hal penting yang disampaikan-nya juga bahwa" Pihaknya juga memikirkan bagaimana kenyamanan belajar bagi setiap siswa, dan bahkan bagaimana membuat siswa bisa memikirkan sekolah itu seperti rumah mereka sendiri.
Penugasan dari pihak universitas kepada pihaknya sebagai BPS itu, tidak tinggal diam dan terus melihat mana yang lebih urgen, dan pihaknya selalu mencoba mencari solusinya.
Pihaknya sebagai BPS juga selalu mengfungsikan gedung tersebut dengan baik, salah satunya adalah tidak menerima siswa yang lebih banyak karena banyak keterbatasan yang ada pada fasilitas gedung tersebut.
Limba juga mengatakan bahwa" Pihaknya bukan tidak mengutamakan perbaikan toilet terlebih dahulu, namun oihaknya lebih mengutamakan mana yang lebih perlu diutamakan, seperti penggunaan AC, untuk ruangan belajar, karena itu perlu didahulukan.
Disisi lain kendala yang paling urgen juga adalah jaringan listrik yang tidak mampu, mempunyai saya lemah, sehingga harus ada perbaikan penambahan daya, dan itu adalah pekerjaan prioritas. Tuturnya
Dirinya juga mengakui bahwa masalah toilet adalah masalah penting karena bukan saja terkendala pada SMP, namun juga SD dan SMA, namun kata Limba" Dari segi fungsi sebenarnya masih bisa di fungsikan, dan dalam beberapa hari berlalu ketersedian air tidak memadai pada toilet SMP, itu disebabkan karena adanya perbaikan penambahan daya sehingga terjadi pemadaman, akibatnya air tidak bisa jalan di toilet. Terangnya (Rdks)
