Kepala Pemerintahan Negeri Mahu Serukan Warga Jaga Damai, Jangan Biarkan Insiden Rusak Ikatan Basudara - globaltimurnn.com

Selasa, 04 Agustus 2026

Kepala Pemerintahan Negeri Mahu Serukan Warga Jaga Damai, Jangan Biarkan Insiden Rusak Ikatan Basudara


Ambon
, Globaltimurnn.com – Kepala Pemerintahan Negeri Administratif Mahu, Christina M. Lawalata, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menahan diri dan menjaga hubungan persaudaraan pascainsiden yang menewaskan seorang warga Negeri Mahu. Ia menegaskan, persoalan tersebut sepenuhnya telah ditangani aparat kepolisian sehingga masyarakat diminta tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.


Menurut Christina, Pemerintah Negeri Mahu bersama Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah menggelar pertemuan yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Saniri Negeri, serta Majelis Jemaat guna menyatukan langkah menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku sedang berjalan dan seluruh elemen masyarakat diminta menahan diri agar tidak terjadi aksi balasan yang justru berpotensi memicu konflik baru.


"Kami bersama tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh unsur Pemerintah Negeri Mahu berkomitmen menjaga keamanan wilayah. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana, karena perkara ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian," ujar Christina.


Ia juga berharap Pemerintah Negeri Tuhaha bersama seluruh tokoh masyarakat terus memperkuat komunikasi dan menyelesaikan setiap persoalan secara bijaksana sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


Selain itu, Christina menilai pengawasan terhadap generasi muda harus semakin diperketat. Menurutnya, peredaran dan konsumsi minuman keras masih menjadi salah satu faktor yang kerap memicu gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat.


Tidak hanya itu, ia turut menyoroti perlunya penertiban penggunaan kendaraan bermotor, khususnya knalpot bising serta penggunaan musik dengan volume tinggi di jalan, yang dinilai dapat memancing perselisihan antarwarga.


Christina mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut kepolisian juga mengajak seluruh pemerintah negeri dan masyarakat untuk mendukung upaya pemberantasan minuman keras serta memanfaatkan layanan darurat Polri 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan sehingga dapat segera ditangani.


Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Negeri Mahu telah menyampaikan imbauan melalui media sosial agar masyarakat, baik yang berada di Mahu maupun di perantauan, tidak mudah terprovokasi ataupun ikut memprovokasi situasi.


"Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membawa-bawa nama negeri. Peristiwa ini merupakan tindakan oknum, bukan mencerminkan atau mewakili Negeri Mahu maupun Negeri Tuhaha," tegasnya.


Di akhir pernyataannya, Christina mengajak seluruh masyarakat untuk terus memelihara hubungan persaudaraan yang telah terjalin sejak lama antara Negeri Mahu dan Negeri Tuhaha.


"Kami ingin hubungan sebagai orang basudara tetap terjaga. Jangan sampai ada lagi korban akibat persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau aparat kepolisian, tetapi seluruh masyarakat," pungkasnya. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT