Habib Rifqi Alhamid Siapkan Aksi Kemanusiaan ke NTT: “Kami Tidak Hanya Membawa Donasi, Tapi Hadir Bersama Mereka” - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar


Senin, 31 Agustus 2026

Habib Rifqi Alhamid Siapkan Aksi Kemanusiaan ke NTT: “Kami Tidak Hanya Membawa Donasi, Tapi Hadir Bersama Mereka”


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Flores dan sejumlah wilayah lainnya, terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Yayasan Ar-Rahman Ambon yang juga Penasihat DPP FPMM, Habib Rifqi Alhamid, S.Kom., M.Si.


Habib Rifqi menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di NTT. Ia meyakini setiap musibah merupakan bagian dari ketentuan Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus menjadi momentum bagi manusia untuk memperkuat keimanan, kesabaran dan kepedulian terhadap sesama.


“Kami terus berduka cita atas musibah yang terjadi. Kita yakin bahwa setiap musibah yang diturunkan oleh Allah SWT merupakan bagian dari ketentuan-Nya. Siapa yang mampu mengambil hikmah dan menguatkan iman dalam sebuah musibah, insyaallah akan mendapatkan hidayah dan kekuatan di dalam hatinya,” ungkap Habib Rifqi.


Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana tidak cukup hanya diwujudkan melalui pengiriman bantuan berupa donasi. Lebih dari itu, ia berencana datang langsung ke lokasi untuk merasakan dan melihat kondisi masyarakat terdampak.


Habib Rifqi mengatakan, dirinya dalam waktu dekat akan berupaya berangkat ke NTT bersama sejumlah rekannya, termasuk para alumni Yaman.


“Kami tidak hanya ingin memberikan donasi. Insyaallah dalam waktu dekat saya juga akan ke sana. Kami ingin hadir dan tinggal bersama orang-orang di sana, salat bersama mereka, memberikan ketenangan dan penguatan batin kepada mereka,” ujarnya.


Ia menilai, kehadiran secara langsung sangat penting bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Selain bantuan material, para korban juga membutuhkan dukungan moral dan spiritual agar mampu melewati masa-masa berat pascabencana.


“Kita ingin memberikan semangat kepada mereka, menguatkan mereka dan mengajarkan kesabaran atas cobaan ini. Yakinlah, sesuatu yang Allah ambil dari tangan kita hari ini, pasti Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih luar biasa,” katanya.


Untuk merealisasikan rencana tersebut, Habib Rifqi mengaku saat ini dirinya bersama sejumlah rekan alumni Yaman tengah berkoordinasi untuk menentukan waktu keberangkatan ke NTT.


Ia menyebut, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama sekaligus panggilan kemanusiaan.


“Saya bersama beberapa teman alumni Yaman sedang berembuk untuk menentukan waktu dan kapan kami bisa segera berangkat ke Nusa Tenggara Timur. Insyaallah kalau waktunya sudah fix, kami akan segera ke sana,” jelasnya.


Habib Rifqi juga memastikan akan berkomunikasi dengan Ketua FPMM, 

Umar Kei, terkait rencana tersebut. Sebagai penasihat organisasi, ia berharap FPMM juga dapat mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.


“Pastinya kalau saya sudah ke sana dan waktunya sudah fix, saya akan menyampaikan kepada beliau. Mungkin beliau juga akan memberikan sesuatu yang bisa dibawa dan diberikan kepada masyarakat di sana,” ungkapnya.


Terkait bentuk bantuan yang akan disalurkan, Habib Rifqi mengatakan pihaknya tidak ingin sekadar mengumpulkan dan mengirimkan barang tanpa terlebih dahulu mengetahui kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.


Ia lebih memilih menghimpun donasi, kemudian membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di daerah terdampak.


Bantuan mungkin berupa donasi. Tetapi nanti kita belanjakan di sana, apa yang memang bisa diberikan dan benar-benar dibutuhkan pada saat itu, jelasnya.


Menurutnya, pola tersebut penting agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Kita tidak ingin memberikan suatu barang tetapi ternyata tidak dimanfaatkan. Karena itu, kita akan melihat kebutuhan mereka terlebih dahulu. Apa yang dibutuhkan saat itu, itulah yang akan kita upayakan untuk diberikan,” tambahnya.


Lebih jauh, Habib Rifqi menilai bencana kemanusiaan juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki kepedulian dan rasa persaudaraan yang kuat.


Menurutnya, dalam situasi musibah, tidak boleh ada sekat berdasarkan suku, agama maupun ras. Semua warga negara memiliki tanggung jawab moral untuk saling membantu.


“Hal-hal seperti ini memang menjadi tanggung jawab besar pemerintah. Tetapi lebih dari itu, inilah yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih punya hati,” katanya.


Masyarakat Indonesia saling mencintai satu dengan yang lain tanpa memandang suku, agama dan ras. Siapapun yang berada dalam musibah, maka kami ada bersama mereka, tegas Habib Rifqi.


Ia berharap bantuan yang nantinya diberikan tidak hanya mampu meringankan beban kebutuhan masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi penguat semangat agar mereka mampu bangkit kembali.


Bagi Habib Rifqi, hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Bantuan berupa materi penting, namun kehadiran, doa, pendampingan dan penguatan moral juga menjadi bagian yang tidak kalah berarti.


“Semoga Allah memberikan kesabaran, kekuatan dan menggantikan setiap kehilangan mereka dengan sesuatu yang lebih baik,” pungkasnya. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT