Kairatu, globaltimurnn.com - Aksi Mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa SBB ternyata bukan Mahasiswa SBB namun sejumlah Mahasiswa yang berasal dari daerah lain seperti SBT dan Malta, bahkan kota ambon.
Pantauan awak media ini terlihat jelas sejumlah Mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD sementara di Kairatu itu bukan Mahasiswa asal SBB namun Mahasiswa yang berasal dari daerah lain.
Dalam aksi tersebut, Mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa SBB itu mengeluarkan kata - kata maupun kalimat atau bahasa yang tidak sopan menghina kepada anggota DPRD SBB menggunakan kata - kata tidak sopan.
Salah satu masa aksi yang dengan suara lantang mengeluarkan kata - kata yang tidak sopan "DPRD Bodok" Nau - nau.
Semua orang yang mendengar hanya mendengar dan menonton aksi yang dinilai tidak sesuai itu, hanya diam dan tidak melakukan sebuah perlawanan.
Lebih parah lagi satpol PP yang mempunyai tugas pengamanan di kantor DPRD tidak mampu berbuat apa - apa, hanya menonton dan mendengar seruan dari Mahasiswa yang mengeluarkan kata - kata tidak sopan itu.
Setelah di konfirmasi Danton Satpol PP yang bertugas M. Arif. SM kepada awak media menyampaikan" Awalnya pihaknya sudah mencoba untuk melerai dan menghalangi aksi tersebut, namun menurutnya para mahasiswa tersebut tidak perduli dengan teguran satpol PP tersebut.
Aksi di biarkan berlangsung dengan harapan tidak ada gesekan yang terjadi, pembakaran ban bekas pung di lakukan masa aksi, ada teror ancaman yang ditebarkan para mahasiswa yang notabennya bukan mahasiswa asal SBB,.
Diduga aksi demontrasi mahasiswa yang bukan asal SBB tersebut merupakan masa aksi yang ditunggangi oknum kepentingan politik, yang sengaja memprovokasi situasi dengan menggunakan mahasiswa melayangkan aksi sebagai alasan.
Satpol PP dibuat bungkam oleh masa aksi, dengan mengeluarkan kata kata yang tidak soan "DPRD Bodok". Harga diri dan wibawa DPRD dilecehkan, di hina. Ungkap salah satu masa aksi (***)

