Bunda Guru Kota Ambon Dikukuhkan, Bodewin Dorong PGRI Jadi Motor Penggerak Mutu Pendidikan - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Kamis, 20 Agustus 2026

Bunda Guru Kota Ambon Dikukuhkan, Bodewin Dorong PGRI Jadi Motor Penggerak Mutu Pendidikan


Ambon
, Globaltimurnn.com – Lisa M. Wattimena resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kota Ambon. Kehadiran Bunda Guru diharapkan tidak sekadar menjadi simbol, tetapi mampu memperkuat komunikasi antara para guru, organisasi profesi, dan Pemerintah Kota Ambon dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.


Pengukuhan tersebut berlangsung bersamaan dengan Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon Masa Bakti XXXIII Tahun 2025–2030, yang dirangkaikan dengan pelatihan bagi para guru. Kegiatan berlangsung di Kamari Hotel Ambon, Kamis (20/08/2026), dengan mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Maju.”


Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., mengatakan amanah sebagai Bunda Guru memiliki tanggung jawab yang cukup besar, terutama dalam membantu membangun jembatan komunikasi antara PGRI, para guru, dan pemerintah daerah.


Dalam prosesi pengukuhan, Bodewin menyampaikan keyakinannya bahwa Lisa M. Wattimena mampu menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.


“Saya percaya bahwa Saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Bodewin.


Menurutnya, keberadaan Bunda Guru dapat menjadi salah satu sarana untuk mempercepat penyampaian berbagai persoalan yang dihadapi guru kepada pemerintah daerah.


Tujuannya supaya persoalan-persoalan yang dialami PGRI dan guru-guru yang ada di Kota Ambon bisa lebih cepat sampai kepada Wali Kota, sehingga pemerintah dapat cepat merespons dan menyelesaikannya, jelasnya.


Bodewin menegaskan, Pemkot Ambon membuka ruang komunikasi bagi organisasi profesi maupun masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi kunci agar berbagai persoalan tidak berkembang menjadi konflik karena tidak segera ditangani.


Dalam kesempatan tersebut, Bodewin juga mengingatkan PGRI agar tidak hanya berfokus pada persoalan kesejahteraan guru. Organisasi profesi tersebut, kata dia, harus ikut menjadi penggerak peningkatan kompetensi dan kualitas pendidikan.


PGRI tidak dibentuk untuk memperjuangkan kepentingan pribadi-pribadi, tetapi kepentingan profesi seluruh guru, tegasnya.


Ia meminta hasil Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon benar-benar menghasilkan program yang mampu menjawab persoalan pendidikan, termasuk peningkatan kualitas guru, literasi, numerasi, hingga pemerataan tenaga pendidik.


Bodewin menyebut Kota Ambon masih berada pada posisi Tuntas Pratama dan menargetkan peningkatan menuju Tuntas Madya. Target tersebut, menurutnya, membutuhkan identifikasi persoalan yang tepat serta kerja bersama antara pemerintah, PGRI, dan seluruh tenaga pendidik.


Kalau kita bisa melakukan identifikasi yang baik terhadap persoalan yang kita hadapi hari ini dan menyelesaikannya, maka upaya meningkatkan mutu pendidikan akan lebih mudah dilakukan. Ambon bisa naik kelas, katanya.


Ia pun meminta konferensi kerja dimanfaatkan sebagai ruang untuk melahirkan gagasan dan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah.


Gunakan konferensi ini untuk menyusun dan merumuskan program-program kerja yang dapat menopang PGRI dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Yang paling penting adalah mencari kiat-kiat dan memberikan masukan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ambon, ujarnya.


Selain berbicara mengenai peran PGRI dan peningkatan mutu pendidikan, Bodewin turut menyinggung proses seleksi kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Ambon.


Ia meminta para guru mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai mekanisme yang telah ditentukan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu mengenai adanya perlakuan berbeda dalam proses tersebut.


Kalau melewati semua proses dengan baik, pasti menjadi kepala sekolah. Kita sudah buktikan, semua yang lulus seleksi dan mengikuti diklat akan menjadi kepala sekolah. Ada beberapa yang belum karena masih berproses dan ada berkas yang masih harus dilengkapi, ungkapnya.


Menurut Bodewin, pemerintah berupaya memastikan seluruh guru memperoleh kesempatan yang sama dalam proses pengembangan karier.


Bodewin juga menyinggung kemungkinan perubahan pengelolaan status kepegawaian guru apabila kebijakan pemerintah pusat terkait pengalihan pengelolaan tenaga pendidik nantinya diterapkan.


Ia menegaskan, terlepas dari siapa yang nantinya mengelola guru, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, kesejahteraan dan kualitas pelayanan kepada guru harus tetap menjadi perhatian.


Yang penting, kesejahteraan Bapak-Ibu tetap terjamin dan Bapak-Ibu bisa melaksanakan tugas dengan baik, katanya.


Menurutnya, standar pengelolaan yang lebih seragam secara nasional dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kesenjangan kesejahteraan guru antardaerah.


Di hadapan para guru, Bodewin juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian para pendidik yang telah berperan dalam perjalanan hidup setiap orang.


Ia mengaku tidak terlepas dari jasa para guru yang mendidiknya sejak usia dini. Salah satu sosok yang dikenangnya adalah gurunya, Bapak Guru Renwarin, yang mengajarinya membaca dan menulis saat masih berada di kelas awal sekolah.


Tidak ada seorang pun yang sukses hari ini tanpa peran guru. Karena itu kalau kita tidak memperhatikan guru, itu keterlaluan, ungkapnya.


Bodewin berharap pengalaman, kesabaran, dan ketekunan para guru dapat menjadi kekuatan bagi PGRI untuk membangun organisasi yang semakin solid.


Kesabaran dan keuletan Bapak-Ibu dalam mendidik anak-anak mesti dijadikan modal yang kuat untuk membina dan membangun organisasi PGRI ini supaya semakin kuat, tuturnya.


Ia berharap Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon mampu menghasilkan program yang bukan hanya bermanfaat bagi anggota organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon.


Selamat melaksanakan konferensi. Mudah-mudahan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, tidak saja bagi PGRI, tetapi juga bagi Kota Ambon yang sama-sama kita cintai, pungkas Bodewin.


Dengan dikukuhkannya Lisa M. Wattimena sebagai Bunda Guru, Pemkot Ambon berharap sinergi antara pemerintah, PGRI, dan para tenaga pendidik semakin kuat untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.(Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT