BMKG Waspadai Karhutla di Maluku, Potensi Api Menyebar dan Berkobar Sangat Tinggi - globaltimurnn.com



Sabtu, 15 Agustus 2026

BMKG Waspadai Karhutla di Maluku, Potensi Api Menyebar dan Berkobar Sangat Tinggi


Ambon
, Globaltimurnn.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Maluku.


Peringatan tersebut tertuang dalam Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan BMKG Provinsi Maluku dengan nomor dokumen ACWM-PTM-15, yang dirilis pada 15 Agustus 2026.


Hasil pemetaan BMKG menunjukkan sejumlah indikator potensi karhutla di Maluku berada pada level yang perlu diwaspadai. Tidak hanya tingkat kekeringan bahan bakar di permukaan tanah, tetapi juga potensi penyebaran api hingga intensitas kebakaran apabila api benar-benar terjadi.


Salah satu indikator yang digunakan adalah Fine Fuel Moisture Code (FFMC). Indeks ini menggambarkan tingkat kemudahan bahan-bahan ringan dan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah untuk terbakar.


Bahan yang dimaksud antara lain humus, daun-daun kering, alang-alang serta material ringan lainnya yang umumnya berada pada kedalaman sekitar 1 hingga 2 sentimeter dari permukaan tanah.


Berdasarkan pemetaan BMKG, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di Maluku berada pada kategori Aman (Low) hingga Sangat Mudah (Very High).


Artinya, meski terdapat wilayah yang masih berada dalam kondisi relatif aman, sejumlah kawasan lainnya memiliki bahan bakar permukaan yang berpotensi sangat mudah terbakar apabila didukung kondisi cuaca yang sesuai.


Potensi tersebut juga terlihat melalui Duff Moisture Code (DMC) yang menggambarkan tingkat kekeringan bahan organik pada lapisan menengah permukaan tanah.


DMC mencakup bahan organik maupun bahan kayu ringan seperti ranting-ranting kecil dan semak belukar berkayu. Indikator ini juga menggambarkan kondisi kekeringan material organik pada kedalaman sekitar 5 hingga 10 sentimeter.


Hasil pemetaan BMKG menunjukkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan menengah permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori Sedang (Moderate) hingga Sangat Mudah (Very High).


Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ketika bahan bakar alami dalam kondisi kering, api yang muncul berpotensi lebih mudah berkembang dan bertahan.


Tidak hanya melihat kondisi bahan bakar, BMKG juga memetakan Initial Spread Index (ISI) atau indeks awal penyebaran api.


Indikator ini menunjukkan tingkat kemudahan api menyebar apabila kebakaran hutan atau lahan terjadi.


BMKG menjelaskan bahwa nilai ISI sangat dipengaruhi oleh kecepatan angin. Dalam pemodelannya, nilai ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin dan dapat meningkat sekitar dua kali lipat pada setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13 kilometer per jam atau 3,6 meter per detik.


Indeks ISI sangat relevan untuk menggambarkan penyebaran api di kawasan yang didominasi padang rumput maupun alang-alang. Ketika angin bertiup kencang, api dapat menyebar dengan cepat dan membentuk pola penyebaran yang dikenal sebagai head fire atau kepala api.


Berdasarkan pemetaan BMKG, tingkat kemudahan penyebaran api kebakaran hutan dan lahan di Maluku berada pada kategori Sedang (Moderate) hingga Sangat Tinggi (Very High).


Potensi tersebut kemudian tercermin dalam Fire Weather Index (FWI) yang digunakan untuk menggambarkan besarnya intensitas api apabila kebakaran terjadi.


FWI dipengaruhi oleh Initial Spread Index (ISI) dan Build Up Index (BUI). Kombinasi kedua indikator tersebut membantu menggambarkan potensi intensitas kebakaran berdasarkan kondisi penyebaran api dan bahan bakar yang tersedia.


Hasil pemetaan BMKG menunjukkan tingkat intensitas api kebakaran hutan dan lahan di wilayah Maluku berada pada kategori Sedang (Moderate) hingga Sangat Tinggi (Very High).


Dengan kondisi tersebut, kebakaran yang terjadi di wilayah dengan indeks tinggi berpotensi berkembang menjadi kebakaran dengan intensitas besar, terutama apabila didukung bahan bakar yang kering serta kecepatan angin yang cukup tinggi.


Peringatan karhutla tersebut juga perlu dilihat bersama kondisi cuaca yang diprakirakan BMKG Pattimura pada Sabtu, 15 Agustus 2026.


Secara umum, cuaca di sejumlah pusat ibu kota kabupaten/kota di Maluku diprakirakan bervariasi dari cerah berawan, berawan hingga hujan ringan.


Di Kota Ambon, hujan diprakirakan terjadi pada pagi hingga sore hari, yakni sekitar pukul 09.00, 12.00, 15.00 dan 18.00 WIT. Suhu berada pada kisaran 23–30 derajat Celsius, dengan kecepatan angin hingga 20 km/jam.


Kota Tual diprakirakan berawan hingga cerah berawan dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan kecepatan angin mencapai 26 km/jam.


Sementara Namlea diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan angin sekitar 15 km/jam. Namrole juga didominasi kondisi berawan dan cerah berawan dengan suhu 23–30 derajat Celsius.


Untuk Masohi, cuaca diprakirakan didominasi berawan dengan potensi hujan ringan pada sore hari. Suhu berkisar 23–30 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 5 km/jam.


Di Piru, hujan ringan berpotensi terjadi pada siang hari, dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan angin sekitar 16 km/jam. Sedangkan Bula diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan angin sekitar 13 km/jam.


Wilayah Langgur diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga cerah berawan, dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan kecepatan angin sekitar 14 km/jam.


Sementara Dobo diprakirakan berawan pada pagi hingga sore dan cerah berawan pada malam hingga pagi berikutnya. Suhu berkisar 24–30 derajat Celsius, dengan angin sekitar 17 km/jam.


Untuk Saumlaki, cuaca diprakirakan berawan pada pagi hingga sore dan berangsur cerah berawan pada malam hingga pagi hari. Suhu berada pada kisaran 25–30 derajat Celsius, dengan angin sekitar 17 km/jam.


Sedangkan Tiakur diprakirakan didominasi kondisi berawan dengan beberapa periode cerah berawan. Suhu berada pada kisaran 24–30 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 17 km/jam.


BMKG mengingatkan bahwa sistem peringatan kebakaran hutan dan lahan merupakan produk yang bersumber dari data pengamatan dan model prakiraan cuaca. Informasi tersebut digunakan sebagai referensi untuk mendukung upaya mitigasi dan bukan sebagai kepastian bahwa kebakaran akan terjadi.


Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama pembakaran terbuka di kawasan hutan, lahan kering, padang rumput, maupun area yang ditumbuhi alang-alang.


Pemerintah daerah, dinas terkait, lembaga teknis dan masyarakat juga diharapkan memperkuat koordinasi serta melakukan langkah pencegahan sejak dini.


Dengan tingkat kemudahan terbakar yang pada sejumlah wilayah dapat mencapai kategori Sangat Mudah, penyebaran api berada pada kategori Sedang hingga Sangat Tinggi, serta intensitas api yang juga berpotensi mencapai Sangat Tinggi, kewaspadaan menjadi kunci untuk mencegah kebakaran berkembang dan meluas.


BMKG memperbarui informasi tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 09.30 WIT, dan masyarakat diimbau terus mengikuti perkembangan cuaca serta informasi resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (Za) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT