Program Hidroponik Lapas Geser Dilirik BPS SBT, Bukti Pembinaan Produktif Berbasis Ketahanan Pangan - globaltimurnn.com

Selasa, 28 Juli 2026

Program Hidroponik Lapas Geser Dilirik BPS SBT, Bukti Pembinaan Produktif Berbasis Ketahanan Pangan


Geser
, Globaltimurnn.com – Program pembinaan kemandirian berbasis pertanian hidroponik yang dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus mendapat perhatian berbagai pihak. Kali ini, mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melakukan kunjungan untuk melaksanakan pengumpulan Data Survei Hortikultura Lainnya (VN-Horti) sekaligus memperbarui Direktori Usaha Pertanian Lainnya (DUTL), Selasa (28/07/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas pertanian di Lapas Geser tidak hanya berperan sebagai sarana pembinaan warga binaan, tetapi juga telah menjadi bagian dari sektor pertanian yang layak tercatat dalam data statistik resmi daerah.


Rombongan mitra BPS Kabupaten SBT disambut oleh Kepala Sub Seksi Pembinaan, Junaidi Laisouw, bersama jajaran petugas di aula Lapas Geser. Dalam pertemuan itu, Junaidi menyampaikan apresiasi atas perhatian BPS terhadap program pembinaan yang selama ini dijalankan.


"Kami menyambut baik kolaborasi ini. Program pembinaan kemandirian di Lapas Geser bukan hanya membekali warga binaan dengan keterampilan bertani, tetapi juga menunjukkan bahwa hasil pembinaan kami mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyediaan data statistik pertanian di daerah," ujar Junaidi.


Usai berdiskusi, tim BPS diajak meninjau langsung kebun hidroponik yang dikelola warga binaan. Beragam sayuran hijau tampak tumbuh subur melalui sistem hidroponik modern yang dipadukan dengan inovasi media tanam berbahan bambu.


Dalam kesempatan tersebut, warga binaan yang terlibat aktif dalam program itu turut menjelaskan proses budidaya, mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga proses panen. Penjelasan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari tim BPS.


Ketua rombongan mitra BPS Kabupaten SBT, Hamzah Hasan, mengatakan bahwa pendataan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas usaha pertanian di wilayah Seram Bagian Timur terdokumentasi secara akurat, termasuk yang dijalankan di lingkungan Lapas.


"Kami ingin melihat secara langsung perkembangan program pertanian di Lapas Geser, sekaligus mengetahui tujuan dan hasil budidayanya. Dari kunjungan ini kami memperoleh gambaran bahwa terdapat aktivitas usaha pertanian yang produktif di lingkungan lapas. Kami berharap program ini terus berlanjut karena dapat menjadi sumber penghasilan warga binaan sekaligus mendukung kebutuhan pangan internal," katanya.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Geser, Nober Hasanda, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim BPS yang dinilainya menjadi bentuk pengakuan terhadap program pembinaan produktif yang dijalankan di Lapas Geser.


Menurutnya, pembinaan berbasis pertanian hidroponik merupakan salah satu upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada mitra BPS Kabupaten Seram Bagian Timur atas kunjungan dan pendataan yang dilakukan. Ini menjadi bukti bahwa Lapas Geser terus berkomitmen menjadi lembaga pembinaan yang produktif, inovatif, dan terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak," ujar Nober.


Ia menjelaskan, hasil panen hidroponik tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga binaan, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat. Hasil penjualannya kemudian dialokasikan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pemberian premi bagi warga binaan yang terlibat, serta mendukung keberlanjutan program budidaya.


"Melalui pendataan BPS ini, kami berharap seluruh aktivitas pertanian yang dilakukan warga binaan dapat tercatat secara akurat sebagai bagian dari kontribusi sektor pertanian di Kabupaten Seram Bagian Timur," pungkasnya. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT