Lapas Namlea Sukses Panen 65 Kilogram Tomat, Warga Binaan Buktikan Lahan Tidur Jadi Sumber Produktif - globaltimurnn.com

Senin, 13 Juli 2026

Lapas Namlea Sukses Panen 65 Kilogram Tomat, Warga Binaan Buktikan Lahan Tidur Jadi Sumber Produktif


Namlea
, Globaltimurnn.com – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali membuahkan hasil. Melalui pemanfaatan lahan tidur menjadi area pertanian produktif, warga binaan berhasil memanen sekitar 65 kilogram tomat pada Sabtu (11/7).


Panen yang berlangsung di lahan pertanian seluas sekitar 1.200 meter persegi di luar area lapas itu dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, didampingi Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad.


Marasabessy menjelaskan, hasil panen tersebut merupakan bagian dari panen kuartal III setelah tanaman tomat dibudidayakan selama kurang lebih dua bulan. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan keterampilan bagi warga binaan.


"Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat menggembirakan. Ini merupakan buah dari kerja keras warga binaan yang mengikuti program pembinaan secara aktif dan penuh tanggung jawab," ujarnya.


Ia menambahkan, selain tomat, Lapas Namlea juga tengah mengembangkan berbagai komoditas hortikultura lainnya, seperti buncis, cabai rawit, dan semangka. Luasnya lahan pertanian yang dimiliki memungkinkan pengelolaan beberapa jenis tanaman secara bersamaan sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan.


"Dengan lahan yang tersedia, kami terus mengembangkan berbagai jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi wilayah. Program ini akan terus kami dorong agar pembinaan kemandirian sekaligus ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan," katanya.


Dalam waktu dekat, Lapas Namlea juga dijadwalkan memanen tanaman buncis yang ditanam bersamaan dengan tomat. Hasil panen tersebut selanjutnya dipasarkan kepada pengepul sayuran serta dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan internal lapas.


Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad, menjelaskan bahwa warga binaan yang dilibatkan dalam kegiatan pertanian telah melalui proses seleksi yang ketat.


"Mereka yang bekerja di luar lapas merupakan warga binaan yang telah memenuhi syarat asimilasi, telah melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan, serta memiliki keterampilan dan minat di bidang pertanian. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bekal bagi mereka saat kembali ke masyarakat," jelasnya.


Program pertanian produktif yang dijalankan Lapas Kelas III Namlea menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus membangun semangat kemandirian menjelang mereka kembali ke tengah masyarakat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT