Ambon, Globaltimurnn.com – Di tengah meningkatnya tantangan ekonomi dan terbatasnya lapangan pekerjaan, seorang pemuda asal Maluku, Michael Malaihollo, memilih mengambil langkah yang berbeda. Alih-alih hanya mengeluhkan keadaan, ia membuktikan bahwa anak muda mampu menciptakan peluang usaha sendiri sekaligus membuka jalan bagi orang lain untuk ikut berkembang, Jumat (10/07/2026).
Bagi Michael, masa muda bukanlah waktu yang dihabiskan hanya untuk berkumpul, bergosip, atau bermalas-malasan. Menurutnya, setiap anak muda memiliki potensi dan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha yang bernilai ekonomi.
"Kalau terus duduk nongkrong tanpa menghasilkan sesuatu, waktu hanya akan terbuang. Lebih baik kita gunakan untuk belajar, membuat produk, dan menciptakan peluang kerja, bukan hanya menunggu pekerjaan datang," ungkap Michael.
Semangat itulah yang kemudian melahirkan keterlibatannya dalam organisasi P3K LBIJ (Bumi Indonesia Jaya), sebuah wadah yang dibangun bersama sang ibu untuk mendorong generasi muda belajar berwirausaha dengan memanfaatkan kekayaan alam Maluku melalui kearifan lokal.
Michael mengatakan, Maluku dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Menurutnya, yang dibutuhkan bukan hanya menunggu bantuan pemerintah, melainkan keberanian untuk mengolah apa yang telah tersedia menjadi produk yang memiliki nilai jual.
"Kita sering menuntut lapangan pekerjaan, padahal Tuhan sudah menitipkan begitu banyak kekayaan alam di Maluku. Tinggal bagaimana kita mau belajar mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat," katanya.
Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu mudah. Michael mengaku tantangan terbesar justru berasal dari diri sendiri, yakni rasa malas, keraguan, dan keinginan untuk menyerah ketika menghadapi hambatan. Namun dukungan keluarga, terutama sang ibu, menjadi penyemangat baginya untuk terus melangkah.
Ia percaya bahwa doa, kerja keras, dan kemauan belajar menjadi kunci utama dalam membangun usaha. Berbagai kendala seperti proses perizinan, pengurusan sertifikasi halal hingga PIRT berhasil dilalui berkat dukungan berbagai pihak.
Saat ini, melalui P3K LBIJ Bumi Indonesia Jaya, Michael bersama tim telah mengembangkan berbagai produk UMKM berbasis hasil alam dan rempah-rempah lokal, di antaranya 20 varian Sambal Mahkota Selera, Sabun Pepaya Raja-Raja Ambon, Minuman Segar My Choice, Massage Oil ACE 8, Black Garlic (Bawang Hitam) My Choice, Lulur Badan Quina Spa, Bedak Dingin Quina Spa, serta aneka rempah-rempah kering, kue kering, dan permen cokelat.
Menurut Michael, usaha yang dibangun bukan semata-mata untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan generasi muda agar memiliki penghasilan tambahan.
Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi dalam kehidupan keluarga. Menurutnya, persoalan ekonomi kerap menjadi salah satu penyebab retaknya rumah tangga. Karena itu, ia mengajak anak muda untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak sekarang dengan membangun keterampilan dan usaha sendiri.
"Jangan hanya mengandalkan cinta. Ekonomi juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan keluarga. Karena itu mulai sekarang bangun kemampuan diri, berkarya, dan jadilah pribadi yang mandiri," ujarnya.
Melalui organisasi yang dibangunnya, Michael berharap semakin banyak anak muda Maluku berani keluar dari zona nyaman, meninggalkan kebiasaan yang tidak produktif, serta mulai menciptakan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat berbagai produk maupun aktivitas pembinaan yang dilakukan P3K LBIJ Bumi Indonesia Jaya, Michael mengajak untuk mengunjungi akun TikTok P3K LBIJ Bumi Indonesia Jaya. Melalui akun tersebut, masyarakat dapat melihat perkembangan kegiatan organisasi, proses pembuatan produk, hingga berkonsultasi langsung dengan Michael bersama timnya mengenai kewirausahaan dan pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
Di akhir perbincangan, Michael menitipkan pesan sederhana namun penuh makna kepada generasi muda Maluku.
"Jangan buang waktumu untuk hal yang tidak menguntungkan. Gunakan masa mudamu untuk belajar, berkarya, dan menjadi berkat bagi orang lain. Jadilah generasi yang membangun masa depan, bukan generasi yang menghancurkannya."(Za)
