Jakarta, Globaltimurnn.com – Bupati Kabupaten Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si, bersama Kepala Dinas Kesehatan Selphianus H. Kaya dan Direktur RSUD Tobelo dr. Janta Bony, bertandang ke Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026, guna menyampaikan berbagai usulan program pembangunan kesehatan daerah untuk tahun 2027.
Rombongan diterima langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin beserta Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan. Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah usulan prioritas: peninjauan lahan dan rencana pembangunan rumah sakit baru, serta dukungan pengoperasian alat Cathlab untuk pemasangan ring jantung yang membutuhkan tenaga spesialis jantung (kardiolog) dan ahli radiologi.
Merespons pemaparan tersebut, Menteri Kesehatan menyanggupi permintaan alokasi anggaran tahun 2027, sekaligus menyarankan penambahan peralatan kesehatan senilai sekitar Rp11 Miliar berupa alat urologi serta mikroskop untuk keperluan bedah saraf.
“Kemenkes menyanggupi, tahun depan program Halmahera Utara sudah masuk usulan BAK tahun 2027 ke dalam sistem, supaya jangan sampai terhapus,” ungkap Bupati Piet Hein Babua usai pertemuan.
Selain usulan utama, pemerintah kabupaten juga mengajukan rencana rehabilitasi bangunan puskesmas, pengadaan alat kesehatan, serta peningkatan status menjadi Puskesmas Prototipe.
Menteri Kesehatan pun memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUD Tobelo, yang dinilai telah melayani tidak hanya warga Halmahera Utara, melainkan juga menjadi rumah sakit rujukan bagi berbagai daerah lain di Provinsi Maluku Utara.
Dalam pertemuan yang sama turut hadir Gubernur Sulawesi Tenggara, Wali Kota Bau-Bau, dan Bupati Buton, di mana Bupati Halmahera Utara mendapatkan kesempatan khusus untuk berdiskusi langsung secara pribadi dengan Menteri Kesehatan RI. (𝐆𝐈𝐎).

