
Foto : Saatnya Melangkah Lebih Jauh, Polnam Masuki Fase Baru Pengembangan Pendidikan Vokasi
Jakarta, Glibaltimurnn.com – Transformasi pendidikan vokasi di Maluku memasuki babak baru. Kepemimpinan di Politeknik Negeri Ambon (Polnam) kini resmi beralih kepada Marceau Armstrong Fillex Haurissa yang dilantik sebagai Direktur Polnam periode 2026–2030.
Pelantikan berlangsung di Gedung D Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, Senin (08/06/2026), dan dipimpin langsung oleh Brian Yuliarto berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 142/M/K/2026 dan Nomor 13977/M/K/2026.
Penunjukan Marceau Haurissa menandai berakhirnya masa kepemimpinan Dady Mairuhu yang telah memimpin institusi tersebut selama dua periode. Pergantian ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah pengembangan pendidikan vokasi di Maluku yang semakin terhubung dengan kebutuhan industri dan tantangan global.
Dalam arahannya, Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa jabatan kepemimpinan di perguruan tinggi bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk menciptakan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dihadapkan pada dinamika perkembangan teknologi yang sangat cepat, mulai dari kecerdasan artifisial, transformasi digital, energi masa depan, bioteknologi hingga perubahan geopolitik global. Karena itu, institusi pendidikan dituntut mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.
Khusus bagi Politeknik Negeri Ambon, Menteri menilai pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional maupun daerah.
Ia menyoroti besarnya potensi Maluku di sektor kemaritiman, perikanan, pariwisata, energi, serta ekonomi berbasis sumber daya lokal yang membutuhkan dukungan SDM berkualitas dan kompeten.
"Politeknik harus menjadi pusat lahirnya talenta-talenta siap kerja yang mampu berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah dan nasional," tegasnya.
Selain itu, ia mendorong Polnam untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri sehingga proses pembelajaran dapat berjalan selaras dengan kebutuhan lapangan kerja. Lulusan pendidikan vokasi, lanjutnya, tidak hanya dituntut siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, menghadirkan inovasi, dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Menteri juga menekankan pentingnya budaya kerja yang berlandaskan integritas, profesionalisme, kolaborasi, dan inovasi sebagai fondasi utama dalam membangun institusi pendidikan yang unggul dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, apresiasi turut diberikan kepada Dady Mairuhu atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Polnam. Berbagai capaian yang diraih selama dua periode kepemimpinannya dinilai telah menjadi pondasi kuat bagi pengembangan kampus vokasi tersebut di kawasan Indonesia Timur.
Kini, harapan besar tertuju pada kepemimpinan Marceau Haurissa untuk melanjutkan capaian yang telah ada sekaligus menghadirkan terobosan baru. Di bawah nahkoda baru, Politeknik Negeri Ambon diharapkan semakin progresif dalam membangun kemitraan industri, meningkatkan kualitas lulusan, memperluas inovasi berbasis potensi daerah, serta memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia unggul di Maluku.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi lebih dari sekadar regenerasi jabatan. Ia menjadi simbol komitmen untuk mempercepat transformasi pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan di era modern, demi kemajuan Maluku dan Indonesia Timur. (Za)

