Ambon, Globaltimurnn.com – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon. Sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), petugas kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) rutin pada kamar hunian warga binaan, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara berkala dan acak setiap pekan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas.
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut Program 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin keenam yang menitikberatkan pada pemberantasan peredaran narkoba serta berbagai bentuk penipuan yang berpotensi dilakukan dari dalam Lapas dan Rutan.
Dipimpin langsung oleh jajaran petugas pengamanan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di Blok Dahlia, tepatnya pada kamar hunian 1 dan 2. Petugas memeriksa setiap sudut kamar guna memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Hasil sidak menunjukkan kondisi yang menggembirakan. Petugas tidak menemukan handphone, narkoba, maupun barang terlarang lainnya di lokasi pemeriksaan. Temuan tersebut menjadi indikator positif atas meningkatnya kesadaran warga binaan dalam mematuhi aturan yang berlaku di dalam rutan.
Tak hanya melakukan pemeriksaan, petugas juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi dan penguatan kepada warga binaan mengenai pentingnya menjaga disiplin, ketertiban, serta menciptakan lingkungan hunian yang aman dan nyaman bersama.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, menegaskan bahwa sidak rutin merupakan bagian penting dari strategi deteksi dini yang terus diperkuat guna mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.
"Sidak rutin ini kami laksanakan setiap minggu secara acak sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Pola pemeriksaan yang tidak terjadwal secara tetap diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan dan mempersempit peluang terjadinya pelanggaran," ujar Jefry.
Menurutnya, pendekatan yang diterapkan dalam setiap kegiatan sidak tidak semata-mata berorientasi pada pengawasan, tetapi juga mengedepankan aspek pembinaan dan edukasi.
"Kami ingin membangun budaya tertib dan disiplin melalui pendekatan yang humanis. Sidak bukan hanya soal mencari pelanggaran, tetapi juga mengajak warga binaan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan rutan," tambahnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan sidak rutin juga datang dari warga binaan. Salah seorang warga binaan mengaku kegiatan tersebut memberikan dampak positif karena menciptakan suasana yang lebih aman dan kondusif.
"Kami merasa lebih nyaman karena lingkungan menjadi lebih tertib dan terkontrol. Dengan kondisi yang aman, kami bisa lebih fokus mengikuti program pembinaan yang diberikan," ungkapnya.
Melalui pelaksanaan sidak rutin yang konsisten, profesional, dan humanis, Rutan Kelas IIA Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang aman, bersih dari barang terlarang, serta mendukung proses pembinaan yang optimal bagi warga binaan menuju perubahan yang lebih baik. (Rdks)


