Ambon, Globaltimurnn.com – Pemerintah pusat dinilai semakin menunjukkan keseriusannya dalam mendorong pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral di Maluku. Komitmen tersebut terlihat melalui penguatan penegakan hukum pertambangan hingga percepatan proyek strategis nasional Blok Masela yang selama puluhan tahun dinantikan masyarakat, Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Michael Wattimena, saat melakukan kunjungan kerja di Ambon, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memiliki perhatian besar terhadap Maluku dan berkomitmen memastikan kekayaan sumber daya alam daerah ini dapat dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang mendapat sorotan adalah pembentukan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian ESDM. Kehadiran direktorat baru tersebut dinilai menjadi tonggak sejarah dalam penguatan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran di sektor energi dan pertambangan.
Wattimena menjelaskan, selama hampir 80 tahun perjalanan Kementerian ESDM, baru pada era kepemimpinan Bahlil Lahadalia dibentuk struktur khusus yang fokus pada penegakan hukum di lingkungan kementerian.
Yang lebih membanggakan, kata dia, pemerintah memberikan kepercayaan kepada putra terbaik Maluku, Rilke Jeffri Huwae, sebagai Direktur Jenderal Gakkum pertama.
Hal ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku. Dalam sejarah Kementerian ESDM, beliau tercatat sebagai Dirjen Gakkum pertama dan yang memimpin adalah putra daerah Maluku. Ini menunjukkan kualitas sumber daya manusia Maluku mampu bersaing dan dipercaya di tingkat nasional," katanya.
Selain penegakan hukum, Wattimena juga menyoroti perkembangan proyek migas raksasa Blok Masela yang selama lebih dari dua dekade menjadi harapan besar masyarakat Maluku.
Menurutnya, proyek tersebut sempat berjalan lambat selama sekitar 25 tahun. Namun sejak Bahlil Lahadalia menjabat Menteri ESDM, pemerintah mulai mengambil langkah tegas untuk memastikan proyek strategis nasional itu segera direalisasikan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerbitan surat peringatan kepada pengelola proyek agar mempercepat tahapan pengembangan yang selama ini tertunda.
"Dalam waktu yang relatif singkat mulai terlihat progres yang selama ini ditunggu masyarakat. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memastikan proyek strategis nasional tidak terus tertunda," ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan tahapan penting menuju realisasi proyek, termasuk agenda groundbreaking yang kemungkinan dilaksanakan pada Juli 2026.
Wattimena menilai penguatan penegakan hukum pertambangan dan percepatan Blok Masela menjadi sinyal positif bahwa Maluku kini semakin mendapat tempat dalam agenda pembangunan nasional.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung berbagai program pemerintah agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kita berharap penataan pertambangan, penguatan penegakan hukum, dan percepatan Blok Masela menjadi pintu masuk kebangkitan ekonomi Maluku. Potensi daerah ini sangat besar dan harus dikelola untuk kemakmuran rakyat," tegasnya.
Menurut Wattimena, keberhasilan pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan kekayaan alam Maluku dapat menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
(Za)
