Ambon, Globaltimurnn.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pembinaan yang humanis dan terarah kepada warga binaan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) bagi tahanan baru, yang dilaksanakan pada Jumat (19/06/2026).
Kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi para tahanan baru untuk mengenal kehidupan di dalam rutan, mulai dari hak dan kewajiban, tata tertib, layanan yang tersedia, hingga berbagai program pembinaan yang akan mereka ikuti selama menjalani masa penahanan.
Mapenaling diikuti oleh seluruh tahanan baru dan menghadirkan pemateri dari berbagai unsur, yakni Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja, serta Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Masing-masing memberikan pemahaman sesuai bidang tugasnya guna memastikan para peserta memperoleh informasi yang lengkap dan menyeluruh.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, turut hadir dan memantau langsung jalannya kegiatan. Menurutnya, Mapenaling memiliki peran strategis dalam membantu tahanan baru beradaptasi dengan lingkungan rutan sekaligus memahami aturan yang berlaku.
“Mapenaling merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam proses pembinaan. Melalui kegiatan ini, kami memastikan setiap tahanan baru memahami hak, kewajiban, serta tata tertib yang berlaku sehingga mereka dapat menjalani masa penahanan dengan baik dan tertib,” ujar Jefry.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar pengenalan aturan, melainkan juga upaya menanamkan kesadaran, tanggung jawab, dan kedisiplinan sejak hari pertama berada di dalam rutan.
“Kami berharap para tahanan baru dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan rutan, mengikuti seluruh program pembinaan yang tersedia, dan menjadikan masa penahanan sebagai momentum untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam sesi materi, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Rido, menjelaskan berbagai layanan yang dapat diakses oleh tahanan, seperti layanan kesehatan, kunjungan keluarga, bantuan hukum, serta hak-hak lain yang dijamin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja, Ena, memperkenalkan berbagai program pembinaan yang tersedia, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian. Menurutnya, seluruh warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri melalui program-program tersebut sebagai bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Rifky, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap tata tertib dan aturan keamanan yang berlaku di lingkungan rutan. Ia mengingatkan bahwa disiplin dan kepatuhan menjadi faktor utama dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh penghuni maupun petugas.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para tahanan baru tampak mengikuti setiap sesi dengan tertib dan penuh antusias. Interaksi yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan sejak awal masa penahanan.
Melalui pelaksanaan Mapenaling, Rutan Kelas IIA Ambon berharap para tahanan baru dapat memahami hak dan kewajibannya, beradaptasi dengan lingkungan rutan secara positif, serta mengikuti seluruh proses pembinaan secara optimal.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Rutan Ambon dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat, sejalan dengan semangat “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.” (Za)


