Kementerian Kependudukan Dorong Lansia Ambon Tetap Berdaya, Siapkan Ekspansi Sekolah Lansia Berbasis Komunitas dan Gereja - globaltimurnn.com

Selasa, 09 Juni 2026

Kementerian Kependudukan Dorong Lansia Ambon Tetap Berdaya, Siapkan Ekspansi Sekolah Lansia Berbasis Komunitas dan Gereja


Ambon
, Globaltimurnn.com – Transformasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga membawa sejumlah program prioritas baru, salah satunya yang menyasar kelompok lanjut usia (lansia) melalui program Sidaya (Lansia Berdaya).


Hal tersebut disampaikan perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Dr. Edi Setiawan saat menghadiri kegiatan Sekolah Lansia di Kota Ambon. Menurutnya, program Sidaya hadir sebagai penguatan dari program Bina Keluarga Lansia (BKL) yang selama ini telah berjalan.


"Saat bertransformasi menjadi kementerian, kami memiliki program prioritas yang menyasar lansia, yaitu Sidaya atau Lansia Berdaya. Program ini memiliki empat menu utama yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia," ujarnya.


Empat program utama dalam Sidaya meliputi pemeriksaan kesehatan rutin bagi lansia, pendampingan dan perawatan jangka panjang (PJP) bagi keluarga yang merawat lansia, pemberdayaan ekonomi melalui kegiatan produktif, serta pengembangan kartu lansia yang diharapkan dapat memberikan berbagai kemudahan layanan.


Untuk aspek kesehatan, pemerintah mendorong pemeriksaan rutin agar kondisi lansia tetap terpantau dengan baik. Sementara pada program pendampingan, keluarga diberikan edukasi mengenai cara merawat lansia secara tepat dan berkelanjutan.


"Kami juga ingin para lansia tetap aktif dan produktif. Tadi kita melihat ada yang memiliki keterampilan menganyam dan berbagai kemampuan lainnya. Ini memiliki potensi ekonomi sehingga lansia tetap berdaya dan dapat berkontribusi," jelasnya.


Sementara itu, pengembangan kartu lansia masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan dukungan berbagai pihak. Kartu tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan berbagai fasilitas khusus bagi lansia, mulai dari layanan kesehatan hingga kemudahan akses transportasi dan pelayanan publik lainnya.


"Kami membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis agar lansia mendapatkan dukungan yang layak sesuai kebutuhan mereka," tambahnya.


Selain memperkuat program yang ada, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga juga berencana memperluas jumlah Sekolah Lansia di Kota Ambon. Jika saat ini telah terbentuk beberapa sekolah lansia, ke depan jumlahnya diharapkan terus bertambah.


"Kami berharap targetnya bisa berkembang dari tiga menjadi lima, bahkan sepuluh sekolah lansia," katanya.


Menariknya, pengembangan Sekolah Lansia ke depan akan memanfaatkan komunitas yang sudah ada, termasuk kelompok warga senior di lingkungan gereja. Melalui pendekatan tersebut, program Sekolah Lansia dapat berjalan lebih efektif tanpa harus membentuk kelompok baru.


"Di gereja sudah ada kelompok warga senior. Ini merupakan potensi besar. Kelompok yang sudah ada bisa direbranding menjadi Sekolah Lansia dengan mengimplementasikan program-program Sidaya di dalamnya," jelasnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga memiliki tanggung jawab mendampingi keluarga Indonesia sepanjang siklus kehidupan, mulai dari calon pengantin hingga lansia.


"Program kami mengawal keluarga sejak sebelum terbentuk, yaitu calon pengantin, hingga memasuki usia lanjut. Setiap tahapan kehidupan memiliki program tersendiri," ungkapnya.


Untuk keluarga dengan anak usia dini, kementerian menghadirkan program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) yang merupakan pengembangan konsep tempat penitipan anak agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat menitipkan anak, tetapi juga sebagai pusat pemantauan tumbuh kembang dan edukasi bagi orang tua.


Selain itu, kementerian juga menggencarkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang menjadi salah satu prioritas nasional. Program ini sejalan dengan tema Hari Keluarga Nasional tahun ini, yakni "Ayah Harus Hadir".


Menurutnya, kehadiran ayah dalam keluarga sangat penting, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping dalam proses pengasuhan anak dan pembinaan remaja.


"Kami berharap ayah-ayah di Ambon dan Maluku hadir secara nyata dalam keluarga. Ketika ayah terlibat dalam pengasuhan, berbagai persoalan seperti bullying, kekerasan seksual, hingga masalah remaja lainnya dapat dicegah dan diatasi bersama," tutupnya. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT